Kai...taukah kau?

Aku mendapat mimpi...

Kau akan pergi meninggalkanku...

Selamanya...

Kau tak akan pernah menyentuh bibirku kembali...

Memberikanku kehangatan dalam pelukanmu...

Dan semua itu...

Akan kau lakukan bersama...

Krystal...

Tolong, mengapa kau sangat mudah membuatku menangis sih?

Kai, Selamanya aku berjanji dan bersumpah untuk mencintaimu.

.

.

.

GoodBye, Kai!(Chapter 5)-Trouble again in jongin life.

Cast: -Kim Jongin

-Do Kyungsoo

-Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

Other Cast: Other member EXO adn etc.

Type: Sad, Romance, Comedy.

Rated: T

Special: GS(Gender Switch)

.

.

.

Kyungsoo terdiam murung memandangi pemandangan kota seoul yang ramai dan cerah di pagi hari. Kini dirinya membaik. Kyungsoo terus menangis semenjak ia bangun dari koma-nya. Dan sikap kyungsoo benar-benar berubah drastis semenjak jongin pergi dan tak ada disisinya.

Kini menggambar adalah hal yang paling disukainya, terutama anime(kartun jepang). Dan inilah salah satu keanehan kyungsoo yang tiba-tiba saja muncul dan membat teman-temannya bingung.

Ternyata jongin tidak pulang, ia harus mengurus perusahaan ayahnya, yesung di irlandia selama 1 setengah bulan. Dan berita itu jelas membuat shock kyungsoo.

"Laa la la la laa~"kyungsoo bersenandung kecil sambil menggambar di buku sketsanya.

"...sepi sekali ruangan ini,"gumam kyungsoo sambil memperhatikan sekelilingnya.

"Ah...andai aku bisa masuk sekolah..."kata kyungsoo sebal sambil menggambar kembali anime dalam buku sketsanya.

Tiba-tiba pintu kamar kyungsoo terbuka. Seseorang dengan wajah tertutup topi membawa buket bunga yang indah.

"Nuguya?"tanya kyungsoo ceplas-ceplos.

Namja itu mendekati kyungsoo perlahan. Ada rasa kekhawatiran pada diri kyungsoo. Pikiran negatif kyungsoo datang menghujami otak kyungsoo satu per satu. Namun namja itu hanya duduk di sebelah kyungsoo dan menyerahkan buket bunga itu.

"Terimalah, dan mohon maafkan aku,"katanya sambil menunduk.

Kyungsoo sedikit kaget dan tergencang, ia mengambil buket bunga yang diberikan namja misterius itu.

"A...gomawo, tetapi, siapa kau?"tanya kyungsoo penasaran.

Namja itu menghela nafas lalu membuka topinya.

Hati kyungsoo bergetar, perasaannya bergemuruh, berkecamuk. Air matanya berlinang. Lalu sedetik dua detik, air matanya tumpah.

"Kai!"kyungsoo memeluk namja itu tanpa basa basi lagi.

"Eh, ani...a..."omongan namja itu terputus.

Kyungsoo segera memeluk namja itu. Dengan wajah terheran-heran, namja itu hanya membiarkan kyungsoo memeluk erat dirinya.

"Kemana saja kau? Pabo! Aish!"kyungsoo merutuki namja yang ada di depannya sambil meneteskan air mata.

"A..aku..."

"Bodoh! Bogoshipo!"

Namja itu benar-benar sangat bingung. Ia tak tahu harus mengatakan apa ke kyungsoo yang sedang menangis bahagia.

"Begini...namaku lee taemin, yang menabrakmu. Maaf aku telah menabrakmu. Aku bukanlah namja yang kau maksud,"jelas namja itu yang mempunyai nama lee taemin.

"Kau bercanda? Kau itu Kim Jongin!"sentak kyungsoo penuh emosi.

Taemin terkaget-kaget. Cho Kyungsoo yang dipanggil GOD itu setahu dia sangatlah pemaaf dan baik, namun apa yang ia lihat hari ini bukanlah seperti yang ia dengar.

"Kau tahu betapa rindunya aku pada dirimu!"kata kyungsoo sambil menangis kembali.

"Demi tuhan! Aku bukan Kai! Atau jongen jongin yang kau maksud!"teriak taemin frustasi.

"Apa kau amnesia? Namamu Kai! KIM JONGIN!"kyungsoo tak kalah berteriak penuh penekanan dalam kata "Kim Jongin".

"Aku bahkan tak tahu siapa itu Kim Jongin karena aku Lee Taemin!"jelas taemin sabar sambill menahan emosi.

"Jangan katakan kau amnesia? Tolong ingatlah namamu itu Kim Jongin bukan Lee Taemin!"timpal kyungsoo penuh isakan tangis dan emosi.'

"Urghh...!" Taemin meninggalkan kyungsoo frustasi karena bingung. "Siapa sih, Kim Jongin!"

.

.

.

Taemin berjalan gontai menuju pintu keluar rumah sakit. Sebal sekali rasanya, dia belum dimaafkan artinya dosanya belum termaafkan dan hilang dari catatan amal buruknya.

"Hari yang Gila! Siapa sih, Kim jongin!"rutuk Taemin.

Taemin berhenti melihat ada mini market di dalam rumah sakit sebelum pintu keluar.

"Haus sekali, kupikir beli kopi dingin enak,"katanya sambil meraih gagang pintu masuk mini market.

Sembari mengantri di kasir sesudah mendapatkan kopi, ia mengeluarkan ponselnya dan membuka google untuk mencari "Kim Jongin".

"Ah,permisi ini kembaliannya,"buyar sang pegawai kasir sambil memberikan kembalian beserta struk belanja.

Taemin segera mengambil kembaliannya lalu membuka tutup botol kopi dingin itu lalu meneguknya sambil melihat hasil searchingannya.

Pyurrr!

Taemin menyemburkan minumnya.

Result Google mengatakan:

Kim Jongin, CEO of Ohsan Technic Interntional Company. Student of SM high school. Trainee of SM Entertaintment. Yesung son, the President of Ohsan Technic International Company, Director of A.B.K. (American, British, Korean) Languange Lesson.

Dan parahnya...

Mereka benar-benar mirip...

Saking kaget dan sibuk dengan fakta yang ia baca, tiba-tiba...

Bruk!

Taemin menabrak seorang yeoja yang baru saja keluar dari minimarket.

"Ah, Ahjumma Mianhae!"kata taemin sambil membantu yeoja itu membawa barang-barangnya.

"Ah, gwennchana Ahjussi,"jawab wanita itu sambil mencoba berdiri karena kondisinya yang sedang hamil.

"Mian..."omongan taemin terputus.

Yeoja itu menatap taemin sekilas dan tatapannya berubah menjadi tatapan kaget.

"Ah, maaf saya harus pergi!"kata taemin sambil berlari meninggalkan yeoja itu.

"Lee taemin!"kejar yeoja itu penuh perjuangan.

Namun taemin terus berlari entah kemana, mencoba menghilang dari yeoja itu.

"Lee Taemin! Tunggu!"

Taemin semakin mempercepat larinya. Yeoja yang mengejarnya sedikit kewalahan karena sedang dalam kondisi hamil.

"Taemin!"

Taemin berlari kembali hingga ia menemukan sebuah taman dan duduk di salah satu kursinya.

"Hosh...hosh...hosh..."taemin mencoba mengatur nafas.

"Mengapa yeoja itu harus muncul di hadapanku, sih?"gumam taemin sebal.

"Aish hari yang menyebalkan!"

Grep! Seseorang memegang erat leher taemin.

"Kena kau,"bisik seseorang itu degan nada putus asa.

Taemin menoleh dan bergidik ngeri.

"Krystal..."

"Kenapa kau tinggalkan aku! Kenapa!"teriak krystal penuh kemarahan.

"Maaf, aku..."

"Kenapa kau lari dan tinggalkan aku dengan anakmu!?"

"...Anakku?"

"Kau telah memperkosaku! Kau ingat!? Kau merusak masa depanku!"

Taemin terdiam. Lalu teringat akan sesuatu.

"Maafkan aku, aku sedang mabuk,"

"Kau tahu, aku sangat bodoh bisa jatuh cinta kepada dirimu!"

"Akibatnya aku harus menjadikan seseorang untuk menggantikan calon ayah dari anak ini!"

"Krystal, dengar! Aku bukan kabur! Aku terpaksa kabur!"

"Untuk menikah dengan yeoja lain, huh?"

"Bukan! Aku tidak menikah!"

"Lalu apa! apa?!"

"Aku hanya belum siap untuk menikahimu,"

"Setidakknya kau bertanggung jawab!"teriak krystal kesal dan menangis.

"Bodohnya aku, kenapa aku harus bertemu denganmu!"

Taemin terdiam seribu bahasa. Tanpa basa-basi lagi, ia melangkah meninggalkan krystal.

"Taemin-ya! Bogosihipo!"krystal berteriak sekai lagi sambil terisAK.

Taemin tetap melangkah meninggalkan krystal.

"Ya! Taemin!"

"Apa kau tak mau bertanggung jawab?!"

.

.

.

"Annyeonghaseo, Cho Kyuhyun imndia, guru seni suara kalian, saya masih baru jadi mohon dimaklumi,"

Baekhyun dan Xiumin melongo tak percaya. Appa kyungsoo menjadi guru? Terutama pelajaran seni suara?

"Ahjussi! Kau..."

"Yak! Baekhyun-ya! Aku disini sekarang menjadi gurumu!"tegur Kyuhyun sambi memasang wajah marah yang dibuat-buat.

"Seperti yang kalian tahu, anakku juga bersekolah disini, yaitu Cho Kyungsoo,"lanjut kyuhyun.

"Baiklah kita mulai pelajarannya. Apa yang kalian rasakan saat bernyanyi?"tanya kyuhyun sambi memperlihatkan wajah gembira.

"Bebas,"

"Senang,"

"Mengekspresikan perasaan,"

"Melepas kemarahan,"

"Moodboster,"

"Baik cukup!"Kyuhyun menepuk tangannya satu kali. "Apa yang kalian katakan semuanya benar,".

"Hari ini aku akan memberi kalian tugas, membuat lirik lagu. Karena mata pelajaran ini 5 Jam, aku akan memberi kalian 50 Menit untuk membuatnya,"

Murid-murid sangat bersemangat dan langsung mengeluarkan buku catatan mereka.

Kyuhyun tersenyum tulus, lalu mulai mengamati mereka satu per satu.

"Hei, nak, namamu siapa?"tanya kyuhyun kepada gadis yang termenung di pojok kelas.

Gadis itu tetap diam membisu.

"Ah, kau tak ingin memberitahu siapa namamu, baiklah, tak apa,"kilah kyuhyun.

"Ani, namaku Lee Jin Ri,"jawab jinri kalem.

"Ah Jin...Ri..."ulang kyuhyun.

"Panggil saja saya sulli, songsaengnim,"

"Begitukah? Baiklah, Sulli, boleh aku tanya sesuatu?"tanya kyuhyun.

"Tanyakan saja padaku.,"

"Suasana hatimu sedang resah?"

Sulli membualtkan matanya lalu menatap kyuhyun tidak percaya.

"Bagaimana Songsaengnim bisa tahu?"tanya sulli kaget.

Kyuhyun mengambil kertas yang ditulis sulli. " 'Time was Change". Lirik lagunya bagus sekali, aku ingatkan kau harus membuat nada indah jika lagunya bertemakan ballad,"

Sulli terdiam menatap lembaran kertas yang ada di hadapannya."...Kamsahamnida,"

"Du du du ru du du...saa rang haee yoo~"nyanyi baekhyun sambil memancarkan raut wajah senang.

"Berisik, laguku lebih bagus darimu!"

"Terserah kau saja...nananana~"

"Dasar nenek rempong,"

"Kyuhyun Songsaenim!"tiba-tiba seorang gadis dengan rambut blonde datang memasuki kelas.

Satu...

Dua...

Tiga...

"JESSICA JUNG...?"

Jessica, yang merasa dirinya terpanggil, menoleh.

"Ne?"jawabnya lembut.

"Aaa...dia menjawab pertanyaan kita!"ricuh para namja.

"Semuanya, tetap diam!"kyuhyun menepuk tangannya.

"Songsaenim, maaf kemarin aku tidak masuk, ini lirik lagunya,"kata jessica sambil menyerahkan sebuah lembaran kertas.

"Yoochun-ya! Lihat lihat! Rok jessica pendek sekali!"sikut temannya, nichkhun.

"O...omona...dimana, dimana?!"kata yoochun cepat.

"Lihat-lihat! Celana dalamnya!"kata nichkhun sambil mengintip ke bawah rok jessica.

"Dimana, dimana?"

"Dimanaa~ Dimana, dimaanaaa~ ku haruuus mencari dimaana~"terdengar lagu bodoh yang sontak membisukan seisi kelas. Seisi kelas mencari sumber lagu bodoh itu. Chen.

"A...eomma? Yeoboseyo?"

"Bisa-Bisanya, si square chen itu sedang apa sih?"gumam baekhyun kesal.

"A...semuanya diam!"kyuhyun menepuk tangannya sekali lagi.

"Jessica akan menyanyikan lagu karangannya di sini, jadi harap diam dan tenang,"

"Woooo~swit swit~"terdengar suara ricuhan para namja. Namun terpancar sinar kecemburuan dari kalangan yeoja.

"Maaf, aku idak bisa songsaenim, aku ada pelajaran fisika hari ini,"tolak jessica.

Sontak sorot mata namja yang tadinya semangat menjadi ... ya kau tahu lah...

.

.

.

Kyungsoo benar-benar bingung. Kini, semuanya, ani...maksudnya dari keluarga sampai teman terdekatnya datang menjenguk kyungsoo bersamaan. Anehnya...

Xiumin duduk di sebelah kyungsoo sambil memanicure kukunya.

Chen terus mendengarkan ribuan lagu dari Ipodnya.

Baekhyun menulis lirik lagu yang belum selesai.

Tao dan kris sedang berpeluk-pelukan sambil tertawa.

Sehun sedang terbengong-bengong menatap balkon.

Chanyeol dan luhan sedang belajar menggambar bersama.

Kyuhyun sedang mengetik entah sesuatu.

Suho sedang bersiul-siul sambil menulis rumus aljabar dan fisika.

Ryeowook membaca buku masakan.

Dan Yesung membuka situs porno (*digaplok elf)

Kyungsoo benar-benar berfikir orang-orang ini aneh sekali. Mereka hanya mengurusi pekerjaannya sendiri.

"Eng...Xium..."omongan kyungsoo terputus.

"BLING BLING KUKUKU INDAH SEKALI LALALA,"sela xiumin sambil memanicure kukunya.

"Sebaiknya aku ajak ngobrol suho sunbae saja,"batin kyungsoo.

"Suho Sunb.."

"Aku rasa aku akan mati. Haahh...dasar kangin! Saekia!"gerutu suho kasar.

"Mungkin Chen,"

"Chen, kau..."

"Hey! Mamacita naega ayayayaya! Nananana ice cream cake!~"chen menyanyikan lagu dari mulutnya.

Kyungsoo semakin bingung dan curiga.

"Sehun ya...kau se..."

"Aku berlindung kepadamu tuhan

Aku menyerah mendapatkan hatinya...

Sulit untuk digapai...sangat sulit...

Namun rasa sukaku tak pernah hilang...

Tuhan bagaimana ini,.."gumam sehun sedih.

Kreet! Pintu terbuka. Dengan cepat mereka menoleh. Kecuali yesung yang sedang asik dengan situs pornonya.

"Apa?"ternyata eunhyuk. Eunhyuk segera menghampiri suaminya.

"Kau! Nonton saja video porno! Padahal setiap malam jumat kita melakukannya kan!"gertak eunhyuk sambil menjewer yesung.

"A...a...apo...hh..."jerit yesung kesakitan.

Kyungsoo sedikit tertawa.

"Pada malam~jum'at kliwon~ aku pulang lewat kuburan~"lagi lagi lagu bodoh mengalun. Semua tanpa mencari sumber suara itu menatap chen.

"Ah, Sungjae! Kau menanyakan pr ya?"chen berlagak menerima telepon sambil keluar.

"Baekh..."

"Set me free~let it breath~"baekhyun melatih suaranya.

"...Eomm..."

"Satu kilogram tomat. Ingatkan aku membeli satu kliogram lalu daun bawang..."

"Appa, aku ke..."

"Kang Hanyeong 9,3 , Han Seunghan 7,4 , lalu Kim Joong..."

"ChanLu...kalian bis..."

"Oppa aku lapar,"rengek luhan manja.

"Hmm...? Tunggu sampa hyung..."belum selesai chanyeol berbicara, luhan sudah menutup mulutnya.

"...Tao kris...bisakah..."

"Saranghae chagi~"

"Nado~"

"Huekkk~"kyungsoo mual.

Kyungsoo benar-benar bingung. Mereka kenapa sih?

Hari ini dia bertemu jongin namun malah mengaku taemin, sekarang keluarga dan teman terdekatnya menyuekinya. Mengundang rasa kecurigaan kyungsoo yang semakin lama semakin kuat.

Kreet! Pintu terbuka. Terlihat sosok namja berkulit tan datang. Mata kyungsoo berbinar-binar.

"Jongin!"kyungsoo melompat dari tempat tidurnya.

"Ah, kyungsoo, ada apa?"tanya jongin polos.

"..sebaiknya ngomongnya di luar saja,"jawab kyungsoo sambil mendorong jongin keluar.

Blam. Pintu tertutup.

"Aigoo~capeknya~"serempak seluruh orang yang ada di kamar rawat inap kyungsoo.

.

.

.

"Kau, bodoh sekali. Meninggalkanku selama setengah bulan. Aku benar-benar dibuat depresi olehmu!"tutur kyungsoo kesal.

Jongin tertawa. "Aigoo! Kyeopta!"balasnya sambil mencubit pipi kyungsoo.

"Yak! Ap...pfff...poo... "kyungsoo kesulitan bicara karena makin lama jongin menarik pipinya.

"Ahahaha! Mianhae, salahmu, kenapa kau terlalu lucu!"tawa jongin disusul jitakan kyungsoo.

"Kenapa sih kau gemar sekali menyiksaku kecil-kecilan!"gerutu jongin.

"Karena kau menyebalkan,"

"Sekali lagi kau bilang menyebalkan, aku pergi lagi nih,"canda jongin dengan wajah serius yang dibuat-buat.

"YAK! Neee kau tidak menyebalkan!"jawab kyungsoo.

"Apa? tidak dengar?"jongin pura-pura tidak mendengar.

Namun tak ada balasan dari kyungsoo. Jongin membalikkan tubuhnya. Kyungsoo sudah berjalan menjauh darinya.

"Aish...aigooo..."kejar jongin sambil menyeret tubuh kyungsoo kembali.

"Kyaa...tolong aku suster penyiksaaan!"kata kyungsoo sambil memanggil suster-suster yang lewat. Naas, suster-suster itu hanya tertawa kecil lalu pergi.

"Nah duduk disampingku,"kata jongin sambil menduduki kuyungsoo di kursi taman.

Namun kyungsoo malah menjauh duduk di tepian.

Jongin semakin gemas dengan perlakuan kyungsoo padanya hari ini. Jongin menggeser duduknya agar bersebelahan dengan kyungsoo.

Namun kyungsoo malah berdiri dan duduk di tepian lain. Membuat jongin semakin gemas dengan perlakuan kyungsoo.

Aha! Jongin punya ide. Ia mengeluarkan saputangan pororo yang dulunya milik kyungsoo.

"Saputangan ini lucu sekali, apa sebaiknya aku buang saja ya?"pancing jongin.

Kyungsoo yang mendengar itu segera berlari merebut saputangan itu.

"Duduk,"perintah jongin. Dan kyungsoo menuruti perkataan jongin.

"Nah, apa kau sama sekali tidak kangen denganku?"tanya jongin sambil menatap kyungsoo.

"Kangen? Pasti."jawab kyungsoo datar.

"Kenapa kau tak menciumku?"tanyanya jahil.

"A...a..pa wajib?!"jawab kyungsoo gugup.

"Ya wajib dong! Kau kan yeojachingu-ku!"

"Bukannya krystal ya?"

"Anio, yeojachingu-ku hanya Kyungsoo! Kyungsoo!"kata jongin sambil menunjukan muka bersungguh-sungguh.

Kyungsoo tertawa kecil. Lalu mencium bibir jongin perlahan.

"Sudah kan?"kilah kyungsoo sambil tersenyum.

"Baiklah, dengan ini, aku tahu kau benar-benar rindu padaku,"jawab jongin dengan wajah semu.

"Kata abeotji, kau menangis setelah kau bangun dari koma-mu?"

Kyungsoo mengangguk.

"Aku bermimpi, kau akan menjauh dariku..."kata kyungsoo.

"Aneh, aku akan bernyanyi bersama chen dan baekhyun di sebuah pernikahan. Dan kau tahu, mempelai prianya adalah...kau..."

"Aku tak ingat persis siapa mempelai wanitanya, namun kuakui dia lebih cantik dariku,"jawab kyungsoo dengan suara bergetar.

"Bodoh, bagaimana kau tahu cantiknya mempelai wanitanya jika kau tidak tahu siapa dia?"balas jongin sambil tertawa.

"Kau berjanji kan, tak akan meninggalkanku?"tanya kyungsoo..

Jongin mengangguk.

"Oh, iya, tadi, kau tahu, ada seseorang yang sangat mirip denganmu,"

"Jjinja? Mungkin kau hanya berhalusinasi,"balas jongin.

"Tidak. Dia memberiku buket bunga, dia yang menabraku. Namanya lee taemin,"

"MWO? LEE TAEMIN?"teriak jongin kaget.

"Y..y..yak! kaget tahu!"

"Cepat,beritahu! Sekarang ia dimana?"tanya jongin.

"Aku sama sekali tidak tahu!"jawab kyungsoo bingung.

Tiba-tiba, sebuah ambulans datang memasuki rumah sakit. Ternyata ada seorang perempuan yang akan melahirkan.

"Kyungsoo, ak..."belum selesai berbicara, kyungsoo sudah berlari menuju arah ambulans.

"Yak kyungsoo!"kejar jongin.

Kyungsoo semakin berlari kencang. "Krystal!"

Bingo. Dugaan kyungsoo benar. Ditambah seseorang yang terus memegangi telpak tangan krystal, lee taemin.

"Krystal?!"pekik kyungsoo kaget.

"Uuhhkh...sa...aakit...aaargh..."krystal terus mengerang kesakitan.

"Krys! Bertahanlah!"kata taemin sambil menunjukkan raut wajah khawatirnya.

"Kyungsoo,"panggil jongin. "Krystal?"pekik jongin kaget.

Tanpa basa-basi, perawat itu segera mendorong tempat tidur yang ditiduri krystal ke ruang bersalin.

.

.

.

"HYUNG!"

Terlihat dua lelaki yang sedang melepaskan kerinduan di tengah sepinya rumah sakit.

"Aaaa...hyung, kau tambah tinggi!"kata lelaki yang memeluk jongin tadi.

"Lee Jonghyuk, kau juga bertambah kurus,"kata jongin sambil cengengesan.

"Hyung itu bukan pujian!"seru jonghyuk sambil memiting jongin.

Kyungsoo tertawa kecil melihat kedua alien itu melakukan hal gila.

"Ah, ini siapa? Adikmu ya? Aa~ neomu neomu kyeopta!"kata Jonghyuk sambil menghampiri kyungsoo. Reflek kyungsoo menjauh melihat kelakuan aneh Jonghyuk.

"Ani...dia..a.."belum selesai, Jonghyuk memotongnya.

"Bolehkah kucium pipinya? Dia sangat menggemaskan!"seru Jonghyuk sambil mencubit pipi kyungsoo.

Kyungsoo menatap jongin memberi sinyal "Tolong aku!".

"Anio~! Dia yeojachingu-ku!"protes jongin.

"Ah...pantas saja...kekeke...beruntung kau tidak bersama si nona jung,"balas Jonghyuk sambil terkekeh.

"Dia sekarang sedang melahirkan,"kata jongin sambil menunjuk ruangan yang ada di depannya.

"Mwo?!"Jonghyuk melompat kaget.

"Lalu, siapa yang akan menjadi ayah dari anaknya?"

"Sepertinya, sih, diriku KW2,"jawabnya.

"Nugu? Ahh...jangan kau bilang lee taemin?"

Jongin mengangguk. "Aku tak akan bilang!"

"Bodoh!"Jonghyuk kembali memiting Jongin sambil tertawa.

"By the way, kau disini sedang ngapain?"tanya jongin.

"Ah, membei obat untuk adikku, sulli,"jawab Jonghyuk.

"Sulli? Jadi kau anak pemegang saham pertanian irlandia?"tanya jongin kembali.

"Ya, kudengar sulli akan menikah dengan orang dari perusahaan Ohsan techn..."belum selesai berbicara, jongin sudah membungkam mulut Jonghyun.

"A...! Jangan-jangan kau...!"belum selesai berbicara lagi, Jongin kembali membungkam mulut Jonghyun. Membuat kyungsoo curiga.

Jongin menaikkan alis matanya dan menggerakan jarinya maju-mundur (Hayo bukan adegan yadong! :D kekeke~) Isyarat, "Pergi! Bicaranya nanti saja!"

Jonghyuk menatap Jongin tak percaya. "Ah...ne...aku harus pulang, sulli sepertinya sedang menungguku, annyeong jongin dan pacarnya jongin yang neomu neomu kyeopta!"katanya sambil melambaikan tangan.

"...Dia lucu ya?"kata Kyungsoo disusul tawaannya.

"Lucu apanya? Menyebalkan!"cerocos jongin.

"Dia lebih jujur dari pada kau. Dia mengatakan aku kyeopta~"kata Kyungsoo sambil tersenyum bangga.

"Cih, banggaan mana dengan dipanggil Kyeopta atau menjadi pacar jongin?"

"Kyeopta!"jawab kyungsoo sambil tertawa. "Hihihihi~".

"Kuntilanak dasar!"kata jongin. Jongin segera mengambil dua lengan kyungsoo serentak.

"Yaaak! Kau mau apakan aku?! Tolong pemerkosaan yaaak!"kyungsoo meronta-ronta melepaskan genggaman jongin pada lengannya.

"Mau kiss?"tanya jongin sambil menaikkan satu alis matanya.

"ANDWAE!"teriak kyungsoo sambil mencoba melepaskan genggaman jongin.

"Kuanggap sebagai jawaban iya,"kata jongin sambil tertawa evil.

"Ciee~yang terus terusan kepikiraan~ Bunga bunga cinta bermekaraan~"lagu bodoh itu mengalun sebelum jongin menyentuh sudut bibir kyungsoo.

Jongin melepaskan genggamannya lalu menoleh ke sumber suara.

"PABO YA! CHEN!"jongin mengejar chen yang sudah lari terbirit-birit karena menghancurkan moment jongin dan kyungsoo.

"Kekekeke~rasakan itu chen~"kata kyungsoo sambil terkekeh.

.

.

.

Sulli terdiam di atas ranjangnya. Ia tengah menunggu kakak kesayangannya, Jonghyuk. Sulli memang sedang sakit. Entah, tiba-tiba kondisi fisiknya menurun setelah terjadi sebuah masalah yang membuat sulli marah besar.

Cklek! Pintu kamar sulli terbuka. Sulli segera menoleh berharap itu kakaknya, Jonghyuk. Dan dugaan sulli benar. Jonghyuk tersenyum sambil membawakan nampan berisi segelas air, semangkuk sop dan nasi dan dua butir obat tablet.

"Sulli, kau harus cepat sembuh, oke? Kalau kau sembuh, aku akan ajak kau ke Disney Land!"hibur Jonghyuk sambil mengusap kepala adiknya.

"Ani. Aku mau terus-terusan meminum obat, walau pahit,"balas sulli.

"Wae? Kalau kau sakit nanti kau mati. Terus Oppa dengan siapa?"protes Jonghyuk.

"Hahaha~"sulli tertawa keras. "Mati saja bersamaku, Oppa.".

"Ani. Aku tak mau. Hidupku masih panjang! Begitupun hidupmu!"balas Jonghyuk tegas.

"Rasanya aku ingin mati saja, bulan depan aku akan menikah. Michyeo!"bentak sulli.

"Eomma dan Appa hanya memikirkan bisnisnya saja oppa! Aku benar-benar mencintai seseorang yang tak bisa kulupakan!"ujar sulli kesal.

"Suho? Bukankah kau sudah putus darinya?"tanya Jonghyuk.

"...Aku mencintainya,"sulli mulai berurai air mata. "Aku hanya tak mau dia tahu aku akan menikah dengan jongin! Ini terlalu dini untuk melakukan sebuah pernikahan!"

"Kau tahu jongin? Darimana?"tanya Jonghyuk kembali.

"Dia teman sekelasku, oppa,"jawab sulli.

"Tapi...bukankah jongin sudah punya yeojachingu?"tanya Jonghyuk semakin penasaran.

"Ne, Cho kyungsoo. Dia cantik sekali. Jongin salah satu namja beruntung. Selama beberapa tahun, kyungsoo menolak semua pernyataan cinta dari namja-namja yang satu sekolah dengannya. Ani, ada yang sampai dari luar sekolah,"jawab sulli panjang lebar.

"Kyungsoo itu baik, aku tidak tega melihat hatinya hancur melihat aku dan jongin akan berdiri di altar dan mengucapkan janji suci,"lanjut sulli sambil menahan isakan.

"Aku ikut bersedih,"kata Jonghyuk sambil memeluk adiknya yang sudah tak kuat menahan air mata.

"Maaf, aku tidak bisa berbuat apa-apa,"lanjut Jonghyuk pelan.

.

.

.

Pagi yang cerah di rumah Tao. Tao begitu semangat dengan mengenakan seragam DSP High School dan menguncir kuda rambutnya.

"A~kris tunggu aku~"gumam Tao sambil tersenyum-senyum sendiri di depan kaca layaknya orang gila.

Tao berjalan menuju meja makan yang sudah ada Eomma, Appa, dan kakak laki-lakinya.

"Bounjour Daddy~Mommy~ALAY~"kata tao dengan gaya alaynya.

"Sekali lagi kau bilang aku alay, akan kurebut saham milikmu,"kata oppa Tao itu sambil menguyah sarapan.

"Kau mau kupanggil apa? Alay atau Layangan?"tawar tao sambil cekikikan.

"YAK! Panggil aku LAY,"kata oppa tao yang bernama lay itu sambil memukul tao dengan koran.

"Sudah, jangan bertengkar disini! Makan!"tegur ayah mereka, donghae.

"Ahh tidak seru~"gumam tao merutuki.

Tao mengunyah sarapannya cepat, dia agak malas makan di rumah, terlebih lagi jika didepan donghae, dia tak bisa bebas dalam makan.

"Appa aku sudah selesai, aku berangkat dulu~"kata tao sambil tersenyum manis.

"Tao-ya! Kau lupa bekalmu sebelum pergi!"teriak eommanya, yoona dari dapur.

"Ah! Neee!"tao berlari menuju dapur untuk menyambar bekal buatan yoona.

"Apa isinya hari ini?"tanya tao penasaran.

"Sesuatu yang berbau dengan daging,"jawab yoona singkat sambil memotong kentang.

"Ahhh beritahu eomma!"rengek tao sambil menggoyangkan tubuh yoona.

"Nona Tao! Tuan kris sudah datang,"kata pembantu rumah mereka mendekati tao.

"Yah...ya sudah...dah eomma!"kata tao sambil mengecup pipi yoona.

"YAK! ANAK DURHAKA! JANGAN CIUM IBUMU DENGAN AIR LIURMU!"teriak yoona dari dapur sedangkan tao hanya keluar sambil cekikikan.

"Mwo? Kris? Kau sakit apa?"kata tao bingung.

Saat tao keluar, kris menunggunya dengan motor matic di depan rumah tao.

"Mobilku sedang rusak, naiklah!"

Tao mendengus. Sebenarnya dia tidak terlalu suka naik motor.

Ngeeeengggg! Jalanlah motor kris dengan santainya. Tao melipat tangan di dada, dia tidak terbiasa menaiki motor.

"Kau tidak memelukku? Aku akan kencang lho~"kris bertanya berharap tao akan memeluknya.

"Ani, aku tak mau!"jawab tao ketus.

"Ya sudah~rasakan saja~"kata kris sambil mempercepat laju motor.

"Aaaaaaa~ne neeee!"tao reflek memeluk kris erat.

"Nah, begitu lebih baik,"kata kris sambil nyengir bahagia.

Belum lama mereka berjalan, terlihatlah kyungsoo berdiri menunggu entah apa.

"Kyungsoo?"panggil tao. Yeoja itu menoleh, ternyata bukan kyungsoo-_- melainkan xiumin.

"Ani, aku xiumin!"protes xiumin.

"Sedang menunggu apa?"tanya tao sok ramah.

"Bus,"jawab xiumin singkat.

"Bukankah menunggu bus di halte?"

"A? Begitu ya? Aku sama sekali tidak pernah naik bus~"jawab xiumin polos.

Tao dan kris menatap xiumin tak percaya, serasa batu besar menimpa tao dan kris.

"Ah! Kau ikut kami berdua saja!"tawar tao disusul delikan tajam kris.

"Michyeosseo?!"kata kris protes.

"Ah kamsahamnidaa!"ujar xiumin senang lalu menaiki motor kris.

Kris dengan terpaksa membonceng dua gadis yang mempunyai berat badan seperti gajah.

"Ngomong-ngomong antarkan aku ke rumah sakit tempat kyungsoo dirawat saja ya!"kata xiumin sedikit berteriak.

"Mwo? Kau membolos?"tanya kris dengan nada tinggi.

"Ne~ anak krystal lahir, aku penasaran deh~makanya aku tidak naik mobil~"jawab xiumin santai.

"LAHIR?"tao dan kris kaget. "Yaaak kris lihat depan!"tao memukul punggung kris.

Ciiiittt! Kris mengerem motornya. Hampir saja ia menabrak sebuah mobil.

"Ah! Tao Xiumin!"teriak seorang yeoja sambil melambai-lambaikan tangannya.

"Kris, menepi!"

Kris segera menepikan motornya ke trotoar, menghampiri yeoja yang memanggil tao dan xiumin.

"Luhan? Ada apa?"tanya xiumin.

"Um...please...bisakah aku ikut bersama kalian? Aku penasaran banget lihat anak krystal, please!"pinta luhan kepada mereka dengan muka sangat memelas yang membuat siapapun luluh.

"Tao, kumohon!"

"Ah silahkan!"tao memberi ijin luhann.

"YAK GILA KAU SEMUA!"teriak kris frustasi.

"Sudahlah kris~ jalan sajaa~"kata xiumin sambil mencubi kris.

Akhirnya kris dengan sangaaaaaat terpaksa membonceng tiga yeoja yang cantik dan alay alay itu. Kris serasa menggendong Gorila lepas.

"Tell me whaaayyy~ wae mami mami jakku heundeuliniiiii~"ketiga gadis rempong itu dengan bahagia bernyanyi tanpa memedulikan kris yang tersiksa.

"Berisik! Saekia!"gerutu kris.

"LAYEN HEART ARRT ARTTTT!"ketiga gadis itu dengan sengaja bernyanyi sambil berteriak di kuping kris. Kris meringis dan memasang raut wajah seperti tawanan yang sedang digigit singa.

.

.

.

"Krystal-ssi, selamat ya, bayimu sangat cantik~"puji kyungsoo yang tengah berada di kamar krystal.

"Gomawo, eonnie~"kaya krystal sambi tersenyum lebar melihat anaknya yang tengah tertidur di dekapannya.

"Eonnie,"panggil krystal kepada kyungsoo.

"Ne?"

"Mianhae! Aku sebenarnya tak mencintai jongin!"kata krystal. "Dan ini sebenarnya bukan anak jongin, melainkan anak taemin."

"Gwenchana,"balas kyungsoo sambil tersenyum. "Hidup bahagialah dengan taemin!"

"Aku akan berusaha,"kata krystal sambil tersenyum.

"Eonnie, aku perlu beritahu sesuatu kepadamu,"kata krystal dengan tatapan serius.

"Apa itu?"

"Jauhilah jongin, putuskan dia,"kata krystal tegas. "Aku bukannya menginginkan jongin atau apalah. Kudengar jongin akan menikah,"

Kyungsoo terdiam. Di dalam pikirannya ia berfikir apa harus ia mempercayai ucapan krystal. Namun kyungsoo memilih untuk tidak mempercayai omongan krystal dan hanya mengiyakan saja.

"Jjinja? Begitu ya...aku akan pikirkan kembali,"kata kyungsoo tersenyum.

"Kryssie!"panggil seseorang dari pintu. Rupanya jessica.

"Eonnie!"panggil krystal kembali.

"Ah! Kau tak menelepon eonnie kalau bayimu lahir? Adik macam apa kau!"gerutu jessica yang membuat krystal tertawa.

"Mianhae, aku terlalu capek setelah melahirkan,"jawab krystal sambil tersenyum.

"Ah, lihatlah, anakmu ini sangat cantik~"puji jessica sambil mencubit pipi bayi krystal.

"Kau ingin menggendongnya eonnie?"tawar krystal yang disambut anggukan antusias jessica.

"Kau sangat cantik seperti aku~ lihat dia mirip aku!"ujar jessica bangga sambil mengelus lembut kepala sang bayi.

"Huek~"krystal mual mendengar perkataan kakaknya. "Jelas dia cantik mirip denganku!"

Kyungsoo hanya tertawa kecil melihat keharmonisan kakak beradik ini.

"Eh, jangan bilang kau membolos?"tanya krystal curiga.

"Ya iya lah! Aku mati penasaran dengan bayimu!"jawab jessica agak pelan takut membangunkan bayi yang ada di tangan jessica.

"Eh iya, mau kau namakan siapa bayinya?"tanya jessica.

"Entah, yang pasti Lee marganya,"jawab krystal.

.

.

.

"Tonight~ Y~"ketiga penyanyi asal-asalan ini terus menyanyi sepanjang perjalanan.

"tolong stop! Kita sudah sampai!"ujar kris kesal.

Satu per-satu turun dari motor dan melangkah menuju rumah sakit dengan antusias.

"Kamar nomor...190,"gumam xiumin sambil mencari kamar.

"Iniiii!"kata luhan sambil menunjuk kamar "190"

Cklek! Pintu kamar terbuka. Terlihat tiga yeoja sedang berkumpul melihat seorang nyawa (?)yang baru lahir di dunia ini. Luhan, tao, dan xiumin berbinar-binar melihat makhluk super lucu yang sedang di gendong jessica.

"Omooo!"jerit ketiga yeoja yang baru datang itu histeris.

Mereka bertiga menghampiri bayi krystal dengan antusias.

"Yaaak! Minggir-minggir!"dorong tao kepada xiumin yang menghalanginya.

"Omo, krystal-ssi, bayimu lucu sekali~"gumam tao sambil menyentuh pipi bayi itu.

"Kuharap aku punya bayi yang sama-sama lucu seperti bayimu, krystal-ssi. Aku akan bersabar hingga kris dan aku menikah,"

Serasa ada bom yang jatuh di kamar rawat inap krystal, mereka semua memandang tao dengan tatapan "Kepedean banget, deh-_-"

"Oh iya, kalian kesini barengan?"tanya kyungsoo yang dari tadi membisu.

"Ya, kami ber-empat naik motor,"jawab tao cuek sambil memainkan pipi bayi krystal lagi.

"Mwooo?"jessica, krystal, dan kyungsoo menatap tao tak percaya.

"Kris oppa, bagaimana rasanya membawa mereka bertiga?"tanya krystal jahil.

"Melelahkan, seperti membawa gorila kebun binatang dan membawa burung beo yang cereweeeeet sekali dan gemar menyanyi dibawah penderitaan orang yang tersiksa,"umpat kris dengan wajah merah.

Jessica, Krystal, dan kyungsoo tertawa lebar. Bahkan kyungsoo tertawa hingga sakit perut.

"PUTUS!"teriak Tao sambil menghentakkan kaki dan keluar dari kamar inap.

"Aigoo! Yak, tunggu aku!"kejar kris frustasi.

.

.

.

Suho dengan hangat menggengam tangan mungil yang indah dan hangat itu. Yeoja disampingnya tak henti-henti menebarkan pesona kepadanya.

Bang Minah, ya, yeojachingu barunya. Suho sebenarnya hanya memacari Minah untuk melampiaskan rasa sakit dalam hatinya kepada seorang gadis yang membuatnya sakit hati, yaitu, Choi Jin Ri. Hampir saja kyungsoo menjadi gadis pelampiasan suho.

"Minah-ya, kau tak keberatan kita membeli segelas air mineral dulu? Aku haus!"pinta suho.

"Tentu saja. Memangnya aku juga tak haus?"balas Minah sambil tertawa.

"Ya...aku takut kau malas pergi ke minimarket~"kata suho membalas perkataan minah.

"Beli kopi saja, yuk Oppa? Aku sedang ingin Kopi,"pinta Minah dengan wajah aegyo.

Suha tercengang melihat wajah minah yang memang cantik saat melakukan aegyo. Namun tiba-tiba ia mengingat...

"Aigoo! Jangan bersikap aegyo kepadaku! Baiklah!"

.

.

.

"Amber-ssi, antarkan aku ke YummieLatte, ya?"pinta Sulli di dalam mobil.

"Kau sering sekali pergi kesana, apa tidak bosan?"tanya Amber, sang manajernya.

"Aku sekalian mau manggung disana, ada tampil. Tapi bukan di cafe YL, lho. Cafe ReetAmore yang ada di sebelah distro!"jawab sulli dengan kalem.

"Kau tidak bilang akan ada jadwal tampil kepadaku!"bentak Amber kesal. "Aku lupa bawa baju untuk manggung-mu nih...".

"Tak usah dipikirkan, dress pink baby ini cukup, kan?"tanya sulli.

Amber menatap lekat sulli dari atas ke bawah. Kepalanya mengangguk angguk. Sulli tersenyum senang.

"Tapi, kenapa sih kau suka cafe YummieLatte?"tanya Amber sambil mengerutkan dahi.

Sulli terdiam. Bibirnya dikulum sambil memikirkna sesuatu entah apa. Sulli kembali tersenyum mentapa amber yang heran kepada sulli.

"Cafe itu punya banyak kenangan disana. Aku jatuh cinta dengan cafe itu,"

.

.

.

Kai kini sedang duduk bersama kris membicarakan sesuatu. Kris tampak santai sambil menghisap beberapa batang rokok.

"Hyung, aku mau tanya sesuatu..."

"Apa itu?"

"Resleting celanamu terbuka..."

Spontan kris melihat celananya yang terbuka. Lalu cepat-cepat menutupnya. Kai tertawa lepas.

"Saekia! Apa yang kau ingin tanyakan?"

Setelah tertawa puas, kai berkata,"Salahkah kita jika menikahi perempuan yang kita tidak cintai demi perusahaan?"

Kris terdiam. Ia mematikan puntung rokoknya dan membuangnya di dalam asbak.

"Jelas salah. Menikahlah dengan orang yang kau cintai. Nanti menyesal lho~"jawab kris.

"Tunggu, kemarin aku mendengar desas desus Anak Gadis Pemilik Saham Pertanian terbesar di Irlandia akan menikah dengan pria dari CEO Ohsan Technic Interntional Company. Bukankah kau CEO-nya perusahaan Ohsan?"tanya kris dengan tatapan mendelik penuh kecurigaan.

Darah jongin naik. Ia bingung harus jawab apa.

"Itu..."

"Kau!"pekik Kris kaget.

"Sampai kapan kau mau berhenti menyakiti hati Kyungsoo!"kris dengan cepat menggarap kerah baju kai.

"Hyung..."jongin tertunduk.

"Aku mencintainya..."butiran air bening tiba-tiba tumpah.

"Kenapa aku harus hidup di dunia penuh materi seperti ini sih...? sampai-sampai aku harus melepaskan yeoja yang aku amat cintai!"

Kris menceengkram bahu jongin kuat. "Sadarlah! Kyungsoo sudah mengeluarkan banyak air mata untukmu. Apa sekarang kau akan menyerah begitu saja dan meninggalkan kyungsoo dengan tangisan deras?"

Jongin tertunduk lesu.

.

.

.

"Cheese Cake satu, Red Velvet satu, ChocoLatte-nya dua,"pesan sulli kepada sang pelayan kasir.

Pelayan itu menekan-nekan layar lalu berkata, "Ada tambahan lain?"

"Saya akan duduk di meja nomor 4."kata sulli.

"Maaf, tetapi sudah ada yang menempatinya."pelayan itu menunduk.

Sulli menoleh. Terlihat sepasang pasangan yang sedang bercengkrama. Sulli menatap kaget pasangan itu.

"Akan saya suruh pindah,"kata sulli tanpa memedulikan larangan pelayan kasir itu.

Sulli menghampiri kedua pasangan yang sedang tertawa itu. Dengan wajah masam dan sopan. Sulli menggebrak meja itu. Membuat pasangan itu kaget dan spontan berhenti , lalu menatap sulli.

"Permisi, ini meja tempat saya duduk setiap hari. Bisakah anda menyingkir dan duduk di kursi kosong lainnya?"tanya sulli sopan plus memaksa.

Kedua pasangan itu saling menatap memberi kode.

"Kami sangat enggan berpindah tempat,"jawab gadis itu.

"Perlu kubayar berapa? Aku akan membayar tempat ini berapapun harganya!"paksa sulli dengan sangat memaksa dan berusaha menyudutkan lawannya.

Namja itu bangkit dan membawa makanannya. "Baiklah, kami mengalah."

Sulli segera kembali ke kasir.

"Antarkan ke meja nomor 4."katanya sambil menunjukan raut wajah dingin.

Pelayan kasir itu mengiyakan dengan raut wajah takut.

Sulli duduk bersama amber sambil mengerjakan PR sulli. Selain Amber menjadi Manajer Sulli, ia berotak cerdas yang membuat sulli tak repot lagi harus pergi ke kursus.

"Kau itu nekat sekali tadi, kenapa sih tidak mau meja lainnya?"

"Hanya benci saja jika aku duduk di meja lain,"jawab sulli cuek sambil menulis jawaban di buku.

"Apakah mereka tadi agak marah, ya?"bisik amber pelan kepada sulli karena pasangan tadi pindah tempat di sebelah mereka.

"Ya, jelas sangat. Terpancar dari raut wajahnya. Apalagi gadisnya. Ingin kujambak rasanya,"ucap sulli cuek sambil menulis.

"Aku masih aneh, apa yang kau suka dari meja ini?"tanya Amber bingung.

Sulli terdiam. "Aku punya banyak memori di meja nomor 4,"jawabnya bersamaan dengan namja yang duduk di belakangnya. Namja yang tadi sulli usir bersama yeojachingu-nya.

Mereka menoleh dengan cepat. Sulli...menatap namja itu lekat-lekat. Begitupun sebaliknya...

Apa yang terjadi?

-TBC-

.

.

.

SORRY FOR GAJE & TYPO

.

.

.

Halo readers Goodbye Kai! Ukh, seneng banget bisa on lagi ke ini! Hehe...maaf banget PCY12 hiatus lama banget secara gue mau ujian banyak tugas numpuk sana sini hehe:3 mohon maklum ya. Yah...gue sedih banget reader gue kok kayaknya pada silent reader ya atau emang ga baca gitu ff update-an gue?

Kayaknya makin sini gue kehilangan gairah nerusin ff ini...-_- apa sebaiknya gue hapus ya?

Ya berdoa saja semoga next chapter lebih seru lagi, oke? Kalau ga seru ya udah gt gue apus deh/? Hehe oke bye! Yang mau kontakan sama gue atau sekedar chat sama gue ke email gue aja ya! theprincesspudding

Bye fellas!