Kyungsoo berjalan menuju trotoar seberang sekolahnya. Ia melirik sebentar ke arah belakangnya. Beberapa kamera dan blizt menghampiri wajahnya yang hanya setengah saja akibat melirik. Kyungsoo mendesah pelan.
"Dasar Papparazi. Sudah berulang kali kusuruh mereka pergi. Bertahun-tahun hasil pengusiranku tidak membuahkan hasil!"gerutu kyungsoo kesal.
Setelah lampu menunjukan pejalan kaki boleh menyebrang, ia melangkahkan kakinya menuju zebra cross dan menoleh ke kanan dan ke kiri karena trauma akibat kecelakaan yang kyungsoo alami beberapa hari yang lalu, mungkin, sebulan yang lalu.
Kini, Kris dan Tao pindah ke sekolahan kyungsoo. Krystal, Minah, dan beberapa teman lainnya berpindah ke sekolah lainnya. Seperti halnya pertukaran pelajar.
Kyungsoo memasuki gerbang sekolah kecintaannya dengan semangat yang berkorban dan rindunya kepada sekolah yang sudah lama ia tak injak.
"Selamat pagi nona cho!"sapa satpam penjaga gerbang sekolah, Kwon Shikshin.
"Pagi juga, tuan kwon!"balas kyungsoo sambil tersenyum.
Kyungsoo melewati koridor kelasnya dan mulai mencari kelasnya agar tidak salah masuk lagi.
"Akhirnya, tidak salah kelas~"batin kyungsoo lega.
Kyungsoo mencari-cari chen, sahabat berwajah kotaknya itu. Dimana ya?
"Cho Kyungsoo!"seseorang berteriak ke arahnya.
Belum sempat kyungsoo menoleh. Seseorang yang berteriak padanya itu memeluk kyungsoo erat.
"Aaaa! Neomu neomu bogoshipo! Welcome to school!"katanya sambil terus memeluk kyungsoo erat hingga kyungsoo terbatuk-batuk.
"Uhuk...uhuk..! kau? Taooooo?"pekik kyungsoo.
Tao, seseorang yang tadi memeluknya itu tersenyum.
"Ayo sini, yang lain sedang berkumpul di kantin!"
"Maksudmu yang lain?"
"Iyaaaa...kau tahu...geng kita!"
"Apa? geng?"ujar kyungsoo sambi menegrinyitkan dahinya.
"Baru saja diresmikan beberapa menit yang lalu!"
"...Aku tidak mau ah! Seenaknya memasukkan aku ke dalam geng!"kata kyungsoo sambil kabur dari tao.
Namun tao sudah menyeretnya terlebih dahulu.
"LEPASKAN AKU!"jerit kyungsoo.
.
.
.
GoodBye, Kai!(Chapter 6)-"Goodbye...,"
Cast: -Kim Jongin
-Do Kyungsoo
-Byun Baekhyun
-Park Chanyeol
Other Cast: Other member EXO and etc.
Type: Sad, Romance, Comedy.
Rated: T
Special: GS(Gender Switch)
.
.
.
"Oke kita mulai menentukan nama geng ini!"kata chanyeol dengan antusias.
Chanyeol, Suho, Kai, Kris, Chen, Sehun, Xiumin, Tao, Luhan, Kyungsoo, dan Baekhyun sedang berkumpul di meja kantin dengan snack masing-masing pemberian Chen.
"Oh aku tahu!"kata xiumin sambil mengacungkan tangan seolah-olah ada bohlam yang menyala di atas kepaanya.
"Geng BLING BLING!"
Pletak! Kaleng cola mendarat di dahi xiumin yang banyak jerawatnya.
"Kau kira geng perkumpulan cat kuku, hah?!"gerutu Kyungsoo.
"Ini saja, Super Generation!"usul Kai.
"Ah, terlalu keren!"tolak suho.
"Infinite?"tawar Luhan.
"Sekolah sebelah sudah ada yang pakai,"tolak baekhyun.
"Geng FunnyZoo!"usul Sehun.
"Aku benci binatang,"kilah Kris.
"Bbuing Bbuing!"kata Tao tiba-tiba.
"Aku sama sekali tak lucu,"tolak chen.
"Gawl geng?"usul Suho.
"Jeleek, jangan itu!"tolak xiumin.
"EXO?"usul Chanyeol.
Semuanya terdiam.
"Kedengarannya cukup oke,"
"Ya...ya...aku setuju,"
"Nama yang simpel,"
"Oke, yel-yel kita adalah We Are One! Exo!"kata Kai sambil bangkit dari kuburnya. Eh..kursi.
"Oke, mari kita ucapkan bersama,"ajak suho sambil bangkit dari kursi.
Semuanya berdiri dan mengumpulkan tangan kanan masing-masing.
"Kuberi aba-aba ya, hana dul set..."
"WE ARE ONE! EXO!"
Dan itulah kisah sebenarnya bagaimana exo terbentuk.
.
.
.
"Aaahhh...Songsaenim, kami malas!"ujar Tao sambil mewakili teman-temannya yang malas diberi tugas oleh Siwon.
"Hanya menyirami kebun kelas kita masa tidak mau?"protes siwon agak kesal.
"Lihat, anak laki-laki rajin mengecat dinding kelas masa kalian kalah sama anak laki-laki?"kata siwon membandingkan.
Siwon menatap tembok yang baru dicat. "Lihat, mengecat temboknya rapi. Mereka berusaha sekuat tenaga. Masa kalian tidak?"
Tao yang tadi malas berubah menjadi api jenis api kemarahan dan kecemburuan.
"BAIKLAH. SATU DUA AYO KITA MENYIRAM KEBUN!"kata Tao memimpin.
"Ayoooo!"teriak teman-teman lainnya sedangkan kyungsoo hanya menatap mereka malas.
Pletak! Gulungan kertas mendarat di kepalanya.
"Jahil sekali sih! Siapa?!"kyungsoo menatap sekelilingnya dengan intens.
Kyungsoo membuka lembaran kertas gulungan itu. Siapa tahu ada sederet pesan untuknya.
"Setelah berkebun cuci tanganmu dan periksalah apakah ada tanah menyelip di kukumu. Segera bersihkan jika ada."
Kyungsoo menatap jongin yang duduk di paling pojok kelasnya sambil mendengarkan headset. Ia menatap kyungsoo lalu tersenyum lebar.
"Dasar bodoh,"kekeh kyungsoo sambil berlari menyusul teman sekelasnya.
Kyungsoo segera menyusuri kebun milik kelasnya. Oh iya, nama kelas di sekolah ini kalau untuk kelas 10 yaitu memakai nama dinosaurus, untuk kelas 11 bunga, untuk kelas 12 nama-nama benda luar angkasa.
Sedangkan kelas kyungsoo yaitu 11-3-Sunflower. Kelas bunga matahari.
Kyungsoo menatap Tao aneh sekaligus senang. Tao anak yang dapat berbaur dengan cepat sehingga belum sehari pun ia bisa menjadi pemimpin kaum wanita di kelas kyungsoo.
"Bagi-bagi tugas ya! Yang malas-malasan tidak kutraktir jus! Kelompok satu mencangkok pohon yang ada! Kelompk dua mengecek dan membasi hama yang ada di tanaman kangkung kita! Kelompok tiga mencabuti rumput liar di sektiar pot. Kelompok empat memupuki tanaman. Kelompok lima menyiram tanaman!"jelas Tao panjang lebar.
Untung saja kyungsoo mendapat kelompok lima. Sedangkan Tao mendapat kelompok empat, memupuki tanaman dengan pupuk organik.
Kelas kyungsoo begitu menikmati berkebun ini. Kadang sambi tertawa dan bersenda-gurau. Kyungsoo daritadi hanya berbicara dengan chaelin.
"Rambut memang bagus kalau diwarna blonde. Namun mataku terlalu sipit sehingga aku tidak terlau seperti orang luar,"kata chaelin sambil menyirami tanaman.
"Aku sih...lebih suka warna rambut hitamku. Namun mataku..."putus kyungsoo yang membuuat chaelin tertawa terbahak. Tiba-tiba...
"Kyaaaa! Caciiiiiiinggggg!"
Bodohnya teman kyungsoo itu malah melempar cacing itu kemana-mana maka kerusuhan pun terjadi. Tao langsung keluar dari kebun karena takut dengan cacing.
"O...omonaaa...cacingnya menggeliat kyaaaa!"teriak para anak gadis disana.
"Panggil anak laki-laki!"perintah teman-teman yang lainnya. Chaelin segera memanggil bantuan kepada anak laki-laki untuk menangkap cacing itu. Kyungsoo juga cukup takut dengan cacing.
"Hiii...bagaimana kalau cacingnya masuk ke ...HIIIII!"tao bergidik ngeri.
Tak lama khayalan tao benar-benar terjadi. Cacing itu dilempar lagi ke sembarang arah oleh seseorang dan...
"KYAAAAAAAAAAAAA!"teriak Tao sangat histeris. Bahkan lebih histeris daripada biasanya.
Cacing itu masuk ke dalam seragam tao.
"GELI GELI KYAAAAAAAAAAAAA!"Tao tanpa peduli laki-laki yang sudah datang untuk membuang cacing itu membuka seluruh pakaiannya. SELURUH PAKAIANnya. Dengan tergesa-gesa.
"Keluar dulu! Keluar!"dorong Kyungsoo kepada laki-laki yang baru masuk ke kebun.
Akhirnya cacing itu lepas dari tubuh tao dan tao segera memakai seragamnya kembali.
"Hah...hah...ge...li..."Tao pingsan. Pingsan.
"...APA YANG KALIAN LIHAT? CEPAT GOTONG!"
.
.
.
"Xiumin, ada hal penting yang harus kubicarakan,"Chen memanggil Xiumin yang habis mengecat kukunya di toilet.
"Oh, chen? Baiklah bicarakan saja disini,"balas Xiumin sambil tersenyum.
"Begini, aku...hhh..."kata Chen sambil menghela nafas.
"Kenapa? Ada hal yang berat kah?"tanya Xiumin khawatir.
"...berjanjilah kau tak akan menangis,"jawab Chen sambil memasang sorot wajah serius.
"Aku tak bisa berjanji, lah,"kata Xiumin menatap Chen aneh.
"Aku minta Putus,"kata Chen tertunduk.
"APA?"Xiumin membulatkan mata.
"Katakan itu bohong,"tegas Xiumin.
"Tidak,"
"Bohong,"
"Tidak,"
"Bohong!"
"Ti..."
"BOHONG!"bentak Xiumin.
"Apa kau bosan? Kau bosan bersamaku?"tanya Xiumin marah.
"..."Chen terdiam.
"Ya, kan? Lalu ada Yeoja yang kau suka kan?"tanya Xiumin kembali.
"Tidak. Aku hanya ingin fokus pada pelajaran,"jawab Chen.
"Jadi selama ini aku menghilangkan kefokusan otakmu terhadap pelajaran?"tanya Xiumin.
Chen mengangguk pelan.
Plak!
Xiumin menampar Chen.
"Kita Putus. Terima kasih,"kata Xiumin sambil berlalu.
Chen terdiam di tempat. Bulir air mata menetes dari matanya.
"Aku mencintaimu, sungguh."
.
.
.
.
Bel istirahat berbunyi.
"Xiumin-ya, ayo ke kantin,"ajak Baekhyun sambil menarik lengan Xiumin pelan.
"Tidak. Habis ini akan ada ulangan. Aku harus belajar,"tolak Xiumin sambil melepaskan tangan Baekhyun dari lengannya.
Baekhyun dan Jongin saling menatap lalu menatap Xiumin aneh.
"Ada yang salah darinya,"gumam Jongin sambil menggeleng-geleng kepala lalu pergi bersama Baekhyun ke kantin.
"Ooii!"panggil Tao kepada Jongin dan Baekhyun yang mencari keberadaan gengnya.
"Hei,"sapa Baekhyun sambil duduk disebelah Luhan.
"Hei Juga. Mana Xiumin?"tanya Suho.
Baekhyun terdiam. Lalu menggebrak meja. Brak!
"Ada yang aneh dengan Xiumin!"jawab Baekhyun dengan wajah penasaran yang dibuat-buat.
"Tiba-tiba dia belajar! DIA BELAJAR!"teriak Baekhyun Histeris.
"Apa? belajar?!"kaget Chanyeol disusul yang lainnya.
"Bagus dong, suatu hal baik,"sela Kyungsoo.
Hening. Semua menatap kyungsoo seolah-oah seperti mengatakan,"Aish, anak ini benar-benar!"
"Apa? Aku benar kan?"tanya kyungsoo santai.
"Tapi...itu seperti bukan xiumin yang biasa,"tolak jongin.
"Oh!"tiba-tiba sehun memekik. "Tadi kulihat chen hyung masuk ke perpustakaan! Dengan wajah sembap!"
"Sepertinya mereka sedang ada masalah?"duga Suho.
"Ya, bisa jadi,"kata Chanyeol mangut-mangut.
"Eh, tunggu. Kudengar kalian putus?"tunjuk Jongin kepada Chanyeol dan Luhan.
"Yah, begitulah...kami sebenarnya tidak berpacaran kok,"kata Luhan jujur.
"Mwo?"pekik yang lain kaget.
Terukir senyum dalam hati sehun yang paling dalam.
"Baekhyun!"panggil seseorang dari arah timur. Namja itu berpakaian rapi, membawa beberapa buku, dan berjalan tegap.
"Oh, Lay! Apa kita harus latihan sekarang?"tanya Baekhyun sambil beranjak dari duduknya.
"Betul sekali. Besok kau akan merilis mini-album-mu jadi hari ini kau harus full latihan!"jawab namja yang dipanggil Lay itu sopan.
"Tetapi, bagaimana dengan sekolahku?"tanya Baekhyun kembali.
"Aku sudah meminta izin kepada pihak sekolah. Lagipula ini kan sekolah SM, sekolah agensimu itu,"jawab Lay. "Ayo!"
Baekhyun mengangguk lalu membaikkan badan.
"Kau akan menjadi penyanyi SM Entertaintment?"tanya Luhan histeris.
Baekhyun mengangguk.
"Woah! Besok kau akan terkenal kekeke~"kata sehun.
"Noona! Noona! Ayo berfoto bersamaku!"kata suho sambil menirukan bagaimana seorang fangirl meminta foto kepada artis kesukaannya.
"Yak, saekia. Yaak!"teriak baekhyun dengan nada melengking. Tetap saja suara cemprengnya masih berfungsi-_-.
.
.
.
"Songsaenim, saya izin buang air kecil bersama SeeAh."
Luhan dan SeeAh segera pergi ke toilet karena mereka berdua sama-sama ingin buang air kecil.
Setelah mencuci tangan, Luhan dan SeeAh pergi meninggalkan toilet.
-The end-
Wahaha enggak canda kok canda wkwk.
Luhan melihat Chen dan Xiumin berbicara serius lalu sesaat kemudian nadanya berubah meninggi lalu...
"Omo!"Luhan memekik dalam hatinya.
Xiumin meninggalkan Chen yang akan menangis setelah Xiumin pergi.
"Ada apa ya?"batin Luhan dalam hati.
"Lu, ayo!"ajak SeeAh sambil menarik lengan luhan.
.
.
.
"Noona, ayo pulang~"ajak sehun yang sudah siap duduk di mobil.
"Baiklah,"kyungsoo menduduki kursi pengemudi. Jangan salah, kyungsoo bisa menyetir lho.
"Eh, Kyungsoo Eonnieeee!"terlihat seorang yeoja mengejar mobil kedua saudara itu yang hampir mau keluar dari gerbang.
"Eh, luhan?"kata Kyungsoo sambil membuka kaca jendela.
"Hah...hah...ini...buku diarimu ketinggalan..."kata Luhan memberikan buku diari milik Kyungsoo.
"Terima kasih, Luhan!"ujar kyungsoo sambil memasukkan diari miliknya ke dalam tas.
"Oh iya, mau ikut pulang dengan kami?"tawar Kyungsoo.
"Ani, aku hanya merepotkanmu saja eonnie."tolak Luhan.
"Tidak, ikut saja denganku!"paksa kyungsoo.
"Eh...baiklah,"
Senyum sangat mengembang terlukis di wajah sehun. Kyungsoo tertawa meihat adiknya yang sedang sumringah.
"Luhan, tak apa ya kalau eonnie membawamu ke toko ramen dulu?"tanya Kyungsoo sambil memecah keheningan.
"Noona, kau suka sekali dengan ramen-_-,"gerutu Sehun
"Masalah, huh?"cibir kyungsoo.
"Hahaha, tak apa. Kalau mau makan ramen, makan saja di tokoku, eonnie,"tawar luhan sambil promosi.
"Mwo? Kau punya toko ramen? Kenapa tidak bilang?"tanya Kyungsoo.
"Ehehe, nggak ada yang nanya jadi aku nggak bilang lah,"jawab luhan cengengesan.
"Noona, ayo makan saja di toko ramen luhan!"ajak Sehun.
"Ya-ya bawel, baiklah. Dimana toko ramenmu, lu?"tanya kyungsoo kembali.
Luhan segera menunjukkan jalan menuju toko ramennya itu. Sehun tersenyum dalam hati.
"Kali ini aku benar-benar akan menembaknya,"gumam sehun dengan nada yakin.
"Nahh ini dia!"kata luhan sambil menunjuk toko ramen milik keluarganya.
"...Wahh...sepertinya enak,"kata kyungsoo sambil menelan air liurnya dalam-dalam.
Kyungsoo memarkirkan mobilnya lalu turun bersama kedua calon pasangan (haha doain aja ya biar jadian amin :D)
Luhan memesankan ramen untuk sehun dan kyungsoo. Sedangkan kyungsoo dan sehun duduk di kursi yang telah disediakan.
"Noona,"panggil sehun.
"Apa?"sahut kyungsoo sambil memainkan ponselnya.
"Apa aku sudah ganteng?"tanya sehun antusias.
"Muka seperti badak saja kau anggap itu ganteng? HAHAHA,"ejek kyungsoo kejam dan keji.
"Jongin paling ganteng tahu!"bentak kyungsoo tiba-tiba.
Sehun mengerinyitkan dahinya melihat noonanya. Tumben sekali noonanya kasar.
"Ahhh! Aku ingin ke toilet!"ujar kyungsoo sambil berlari ke toilet.
Sehun segera merampas ponsel kyungsoo dan membaca pesan yang barusan ia ketik untuk seseorang.
Sebelum itu...
"Apa-apaan ini-_-"rutuk sehun.
Kyungsoo menamai kontak anak EXO dengan nama lain.
Sehun: Adik Bermuka Datar ._.
PesanTerakhir: Tau deh. Kerjakan saja sendiri
Kai: Namjachingu 3
PesanTerakhir: Chagiyaaa~ :* :*
Chen: Spongebob SquareChen
PesanTerakhir: Yak! Kyungsoo! Balas pesanku!
Xiumin: Bakpao hidup
PesanTerakhir: Dah kyungsoo~ aku mau mengecat kukuku~
Kris: Kris
PesanTerakhir: Oh. Thanks.
Luhan: Kecengan Sehun
PesanTerakhir: Terima Kasih Eonnie, tapi aku sudah punya janji dengan Chanyeol.
SuHo: SuHOHOHO
PesanTerakhir: SUNBAE! SAEKIA!
Tao: Panda Rempong ~u~
PesanTerakhir: Aaa tadi aku dengan kris jalan-jalan aaaaa! 3
Chanyeol: Yoda Bengek
PesanTerakhir: Pokoknya aku paling tampan dasar adik kelas durhaka!
Baekhyun: Baek4l4y
PesanTerakhir: Ada henry sunbae disini! Kyaaaa!
Sehun membaca pesan paing atas, yaitu pesan Chanyeol.
Yoda Bengek: Kau tahu dimana baekhyun?
Kyungsoo: Ah, dia sedang berada di Gedung SM
Yoda Bengek: Begitu, haha~
Kyungsoo: Tadi Chanyeol menanyakanmu
Kyungsoo: Eh maaf salah kirim
Yoda Bengek: Kau lupa pakai sunbae? Huh?
Kyungsoo: memangnya penting? Diam saja kau-3-
Yoda Bengek: Aku kan lebih tua darimu!
Kyungsoo: apanya? Umurmu saja lebih muda dariku. Tapi aneh mukamu kok tua ya...hahaha =))
Yoda Bengek: dari pada pacarmu si muka badak...
Kyungsoo: SAEKIA! -_- Ya sudah bilangin nih ke baekhyun kau suka padanya.
Yoda Bengek: Jangan bodoh!
Kyungsoo: Seenaknya saja kalau ngetik-_-
Yoda Bengek: terserahlah yang penting aku paling tampan.
Kyungsoo: Jongin!
Yoda Bengek: Pokoknya aku yang paling tampan dasar adik kelas durhaka!
...sehun segera menyimpan ponsel noonanya itu ke tempat semula. Pantas saja...-_-
"Lho, Kyungsoo Eonnie mana?"tanya Luhan sambil duduk di depan sehun.
"Ke toilet,"jawab sehun.
"Ooo...sudah lama ya kita nggak membicarakan hal berbau binatang,"kata luhan sambil membuka topik.
"Ah ya sudah lama ya, padahal kita dulu suka cerewet tentang binatang,"balas sehun sambil senyum-senyum.
"Oh, mau ke rumahku? Aku punya banyak binatang!"tawar sehun.
"Oh, bolehkah?"
"Tentu!"
"Ya! Aku mauu!"
"Asyikk!"
.
.
.
Kris berjalan menuju ruang basket, tanpa mengetuk pintu ia membuka pintu ruang basket dan menaruh setumpuk kertas hasil fotocopy-an.
"Whoa, jadi ini pernghargaanmu dari kecil sampai sekarang dalam basket?"tanya kai kaget.
Kris mengangguk.
Member klub basket itu saling menatap. Lalu melihat ke arah kris. Lalu kembali menatap sesama.
"Oke kau diterima di klub basket ini, selamat!"ucap kai sambil mengulurkan tangannya.
"Terima kasih,"kata kris sambil menjabat uluran tangan kai.
"Selamat bergabung,"
"Sukses ya,"
"Suasana yang bagus,"kata seseorang yang berdiri di daun pintu.
"Oh, Kris Sunbae!"pekik chen yang memang salah satu anggota klub basket.
Kris pacarnya tao itu bingung, kok namaku bisa sama dengan namanya?
"Mana sehun? Kok nggak kelihatan?"tanya kris
"Pacaran sama luhan,"cerocos kai sambil nyengir
"Memangnya kamu tidak sama kyungsoo?"ejek chen.
"Namamu siapa?"tanya kris kepada kris pacarnya tao.
"Wu Yifan, Kris, asal china,"jawab kris sambil tersenyum tipis.
"William Kris, asal Taiwan,"jawab kris sambil tersenyum tipis juga.
Satu...
Dua...
Seisi ruangan basket itu tertawa.
"Wah kembaran nih, jadi aku harus panggil kalian apa?"
"Panggil saja aku Yifan disini, kalau di luar dan sedang tidak bersama kris sunbae, panggil saja kris,"
Mendengar itu, satu member klub basket itu tertawa lebih keras.
.
.
.
(BREAKING NEWS!)
SM Entertaintment merilis dan mengeluarkan artis baru dari SM Rookies!
Byun Baekhyun seorang yeoja berumur 18 tahun ini merilis single albumnya yang berjudul "Beautiful" yang dirilis hari ini jam 17.53. Meski 1st Mini Albumnya ini hanya satu lagu, namun mengejutkan bahwa yeoja umur 18 tahun ini sudah mempunyai suara merdu dan paras yang cantik alami.
SM Chairman, Lee Sooman berkata, "Kami punya firasat bahwa baekhyun mempunyai bakat spesial dalam dunia tarik suara. Dan ini baru solo career dan mengingat ia baru berumur 18 tahun, akan susah untuk bersaing dalam dunia musik solo dengan lawan-lawan seniornya yang sudah debut, namun sungguh mengejutkan, baekhyun dapat meraih posisi ke satu dalam iTunes, Billboard Chart, Top 20 American fav song, bahkan masuk kategori MAMA Awards untuk tahun ini."
Dan bagaimana menurut kalian tentang Byun Baekhyun ini?
.
.
.
"Chen, kau yakin dengan pilihanmu ini?"tanya Euguene dengan serius.
"...ya,"jawab chen datar.
"Ayolah, sayang, jujurlah apa kau benar-benar serius dengan keputusan ini? Oh jangan biang eomma karena pertunangan ini kau memutuskan pacarmu itu?"tanya kembali Euguene.
"...ya,"jawabnya kembali datar.
"Siapa nama mantan pacarmu?"
"Xiumin,"
.
.
.
"ANDWAE!"teriak gadis itu sambil meronta-ronta ketika diseret oleh beberapa pelayan kedalam suatu ruangan.
Ia didandani dengan gaun cocktail biru muda yang ditaburi sedikit gitter manis sepanjang ujugnya dan wedges setinggi 7 cm. Wajahnya dipoles ala casual sehingga tidak natural juga tidak menor.
Oh jangan lupa kalung dengan hiasan zamrud asli melingkar pada leher jenjangnya. Dan jam tangan bermerek mahal bagi orang-orang biasa bahkan awam.
Gadis itu menatap dirinya penuh kebencian di cermin.
Tangannya diikat rapat-rapat di sebuah kursi. Agar para pelayan tersebut mudah mendandaninya.
"Aku benci diriku"
.
.
.
"Silahkan duduk Tuan Kim!"
Euguene, ibu dari chanyeol dan jongdae ini mempersilahkan calon mertua chen nanti. Chen hanya duduk di sebelah chanyeol yang sudah euguene marahi untuk memakai baju formal.
"Terima kasih, tidak usah repot-repot. Kami hanya datang untuk melihat calon menantu kami,"kata nyonya kim tersenyum ramah.
"Kau yang bernama chen? Sungguh tampan calon menantuku ini!"puji nyonya kim dengan bahasa formal.
"Ne, senang berkenalan dengan anda,"kata chen sambil menunduk ramah yang dibuat-buat.
"sepertinya aku kenal nyonya ini...tapi siapa dan dimana ia pernah bertemu denganku.."batin chen dalam hati.
"Oh, sopannya!"puji nyonya kim sambil memekik senang.
"Putra anda sangatlah berwibawa, sama seperti ibunya,"kata tuan kim sambil tertawa.
"Ahaha...saya tidak berwibawa, saya hanya manusia biasa,"jawab euguene dengan bahasa formal.
"Apanya yang berwibawa, cih..."cibir chanyeol yang membuat tuan kim berhenti tertawa.
"Oh iya, tadi kami sempat membeli sebuah kucing persia, mohon diterima,"kata nyonya kim sambil menyerahkan kandang kucing yang berisi kucing persia berwarna putih keemasan dengan sepasang mata biru indah.
"YAK BUANG KUCING ITU JAUH JAUH DARI LINGKUNGANKU!"Bentak chanyeol.
"Sopanlah sedikit! Hargai pemberian orang lain,"kata euguene sebal.
"Pokoknya tidak mau tahu!"
"...maaf kami tidak tahu ada yang tidak suka kucing,"kata nyonya kim tertawa.
"Oh tak apa lagipu..."
"Yak eomma appa!"teriak seorang gadis bersepatu wedges dengan cocktail biru muda dengan giltter sepanjang ujunya.
"Ah, ini anak kami...perkenalkan dirimu!"kata nyonya kim sambil tersenyum.
"Ah...Kim Minseok imnida!"katanya dengan nada terpaksa.
Mendengar namanya, chen segera menoleh.
Minseok...
Seok...
Xiumin...
"Xiumin?"tanya chen memastikan.
Gadis yang diduga xiumin itu menoleh, merasa namanya dipanggil.
Kini xiumin membulatkan matanya. Menatap apa yang ada di depannya itu bukanlah mimpi.
"C...chen?"tanya xiumin memastikan.
"Ya ampun, ini tunanganku eomma?"tanya xiumin kepada orangtuanya.
"Eomma! Ini pacarku!"
Nyonya dan Tuan kim kaget. Tidak dengan euguene karena euguene sudah tau keduanya berpacaran.
"Kenapa eomma tidak bilang tunanganku dia?"tanya xiumin dan chen bersamaan kepada eommanya masing masing.
"Surprise~"kata euguene menjawab sambil tertawa.
"Sudah kuduga,"dengus chanyeol sambil mengukir gelang kayu yang ia pegang.
.
.
.
"Woahhh! Anjingmu lucu sekali sehun!"kata luhan sambil mengelus-elus kepala anjing sehun itu.
"Tapi belum kuberi nama, mau kau beri nama?"tanya sehun.
"Mmm..."luhan tampak berfikir.
"Sedo?"tanya luhan.
"Apa itu?"tanya baik sehun.
"Sehun's dog"jawab luhan.
"Ah, ludo saja!"usul sehun.
"Ludo? Nama permainan?"tanya luhan.
"Em yaa..."kata sehun sambil tersenyum senang.
"Nama yang bagus!"kata luhan menyetujui.
"Padahal artinya lain."Batin sehun dalam hati sambil tersenyum.
"Oh iya dimana whity?"tanya luhan penasaran.
"WHITY!"kata sehun memanggil whity.
"Meong~"Terdengan suara raungan kucing yang sedang berjalan menuju sehun dan luhan.
"Aaa~bogoshipo!"kata luhan sambil menangkap whity dalam pelukannya.
Whity menggesek-gesekan tubuhnya lalu bersiap tidur dalam gendongan luhan.
"Lu, mungkin ini terdengan konyol, apa kau sudah suka seseorang?"tanya sehun.
"Sudah,"kata luhan tersenyum.
"Sadar tidak? Waktu berjalan terus hingga aku menyadari kita semua mulai berubah,"ujar luhan sambil menatap langit.
"Contohnya kita,"luhan berujar. Sehun tetap mendengarkannya dengan saksama.
"Kau dan aku belakangan ini sangat tertutup dan pendiam. Hampir tiap hari kita berpapasan tak saling menyapa. Tak melakukan kekonyolan lagi,"ujar luhan.
"Ya, kau benar,"kata sehun mengiyakan. "Noona bilang diriku berubah, menjadi pendiam. Ada alasannya aku menjadi begini."
Luhan menoleh, sambil mengelus kepala whity.
"Apa alasan itu?"tanya luhan penasaran.
Sehun menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya.
"Karena kecemburuan,"jawabnya.
"Dengan?"
"Kau dan Chanyeol,"jawab sehun sambil memalingkan wajahnya. Kini wajahnya merah padam sehingga iya tak mau luhan melihatnya.
"Jadi...kau suka chanyeol?"tanya luhan yang membuat sehun jengkel.
"Selama ini...kau...homo...?"
Sehun membalikkan wajahnya. Menggengam tangan luhan erat, membuat whity jatuh dari gendongan tangan luhan.
"Aku suka padamu!"katanya lalu...
Terbentuklah sebuah kejadian yang takkan dilupakan oleh mereka berdua...sebuah first kiss.
.
.
.
"Kai, kai, ireonaaa!"pukul kyungsoo dengan bantal sofa milik kai.
Kai terbangun dari tidurnya.
"Mianhae, kau sudah ngantuk ya?"tanya kyungsoo dengan raut khawatir.
"Gwenchana, bagaimana? Soalnya sudah jadi?"tanya balik kai.
Saat ini kyungsoo sedang membantu kai belajar trigonometri untuk esok ulangan yang diawasi oleh kangin.
"Ne, sudah, kajja kerjakan!"kata kyungsoo sambil menyerahkai soal itu kepada kai.
Kai menghela nafasnya lalu mengerjakan soal buatan kyungsoo.
Kyungsoo mengambil ponselnya dan beberapa saat kemudian ia mulai asyik dengan ponselnya.
"Kyungsoo-ya, aku sudah selesai,"kata jongin memangil kyungsoo.
Kyungsoo terlalu asyik pada ponselnya hingga tak mendengar jongin memanggil.
"Yak! Kyungsoo!"
Kyungsoo tersadar lalu memasang raut kaget plus khawatir.
"A...Mi..mianhae!"
"Sedang apa sih?"
"A..ani.."
"Hayo, kau baca..."
"Yak! Yadong!"
"Lalu apa?"
"Aku sedang baca grup EXO,"
"Memangnya ada apa?"
"...Baca saja sendiri,"
Jongin membuka ponselnya penasaran.
Line versi Ponsel Kai:
Baekhyun: Annyeong!
Chanyoda: Waaa artis segrup dengan kita!
Suho Sunbae: Hohoho! Aku berteman dengan artis!
Baekhyun:...-_- BODOH!
Tao: Ada apa? Aku ikutan dong~
Chanyoda: Aku mau memberi makan ikan dulu ya!
Suho Sunbae: Aku juga harus merapikan bukuku!
Luhan: Hai semua...^^
Chanyoda: Ah hai! Ternyata chen sudah memberi makan ikanku!
Suho Sunbae: bukuku sudah diatur rapi oleh pembantuku! Ada apa lu?
Chen's Xiumin: Apanya, aku tak menyentuh makanan ikanmu!
Tao:...
Luhan: Nothing, just wanna talk with you all!
Chanyoda: #RIPEnglish
Suho Sunbae: Bodoh
Baekhyun: Setuju
Little Sehun: Setuju
Tao: Tunggu...KALIAN, LUHAN SEHUN JADIAN YA?
Kris: Jjinja?
Baekhyun: Jjinja?
Luhan: ^3^
Little Sehun:
Kyungsoonie: Aigoo addiku sudah besar!
Suho Sunbae: Kutunggu traktirannya!
Kris: Aku tunggu kau menjadi milikku
Tao:...
Kris: Maaf aku hanya bercanda.
Tao left the chatroom.
Kris: -_-
Line versi Kyungsoo:
Baek4l4y: Mampus kau kris =))
Kris: Saekia
Baek4l4y: Saekia too :P
SuHOHOHO invited Panda Rempong ~u~
Kyungsoo: Hahaha
Panda Rempong ~u~ joined the chat.
Panda Rempong ~u~: aku tak mau bertemu kris lagi
Yoda Bengek: Dasar pasangan rumit
Kris: Dasar Jomblo
Baek4l4y: Dasar Jomblo
Namjachingu 3: Dasar Jomblo
SuHOHOHO: Dasar Jomblo
Spongebobo SquareChen: Dasar Jomblo
Yoda Bengek: YAAAK!
.
.
.
"Kyungsoo-ya, Ini sudah larut malam!"kata Kai sambil membangunkan kyungsoo yang tertidur pulas.
Namun kyungsoo tak merespon hingga terus tertidur dengan posisi tangannya sebagai bantalan ia tidur.
Kai memperhatikan wajah kyungsoo seduktif.
"Aigoo lucunya~"kata kai sambil tertawa mencubit hidung kyungsoo yang tertidur pulas.
Kai menggendong kyungsoo ke kamarnya. Ia menidurkan kyungsoo di tempat tidurnya lalu menyelimuti kyungsoo.
"Kau tahu tidak, banyak sekali masalah yang ingin kuceritakan padamu...namun aku tak sanggup kau mendengarnya,"ujar kai sambil menatapi wajah kyungsoo yang tertidur pulas.
"Tiga hari lagi aku akan menikah! Ya menikah!"
"Sayangnya, aku menikah bersama Choi Sulli..."
.
.
.
"Kyaaa! Baekhyun! Baekhyun!"
Terdengar teriakan para fans baekhyun saat dirinya keluar dari mobilnya.
"...A..anyeong~"sapanya gugup.
"Kyaa! Eonnie! Ini untukmu!"
Baekhyun terkena serangan kado fans. Banyak sekali hingga ia tak bisa bernafas sempurna.
"Tuhan, tolong aku~"gumam baekhyun sambil menerima kado-kado itu.
"Eonnie, bisakah kita berfoto?"
"Eonnie, minta tanda tangan!"
"Sebentar lagi jam masuk sekolah lho. Nanti saja ya, aku janji."
Terdengar suara desahan kecewa dari fans baekhyun itu. "Eonnie! Kami akan berkumpul di taman menunggu kehadiranmu!"
Baekhyun tersenyum gugup dan ramah.
"Oi, artis baru. Cepatlah kesini!"panggil Chanyeol yang sudah bersama sembilan sahabat karibnya itu.
Baekhyun mengangguk dan berlari ke arah mereka.
"Wah, artis dikerubungi banyak fans. ditambah kadonya tuuh..."lirik suho.
"Bagi dong kadonya~"pinta kyungsoo.
"Aniyo! Ini dari fansku. Aku harus menjaganya,"kata baekhyun lembut.
"Whoa! Dia berubah menjadi feminim! Kemana baekhyun si yeoja tomboy?"sindir Tao.
"Hahaha..."tawa baekhyun sopan.
"...Kau benar-benar berubah..."kata kyungsoo mendelik.
"Aku tak tahu, kenapa bisa begini ya?"tanya baekhyun.
"Eh eh...kalian berdua tuh kemarin kenapa sih?"tanya Kai kepada Xiumin dan Chen yang sedang ber...
"Sepertinya mereka sedang benar-benar jatuh cinta satu sama lain..."bisik sehun kepada luhan dan tao.
"Mereka waras kan?"tanya kyungsoo berbisik kepada yang lain.
"Aigoo sekarang yang pegangan tangan ada delapan orang..."tatap suho kepada sehun dan luhan yang nyengir kepadanya.
"Kau pegangan sama siapa?"tanya Tao kepada Chanyeol dan suho.
Chanyeol dan suho saling bertatapan lalu, "Aku bersama dia."
"IHHH HOMO!"teriak kyungsoo geli.
"Kalau artis pegangan tangan sama salah satu dari kalian itu bisa gawat. Memicu skandal, gosip, dan lainnya. Ternyata jadi artis sulit ya,"sindir Kyungsoo.
"Saekia Ya!"kata baekhyun menjitak kepala kyungsoo.
Mereka memasuki lorong sekolah bersama. Terdengar bisikan para siswa siswi SMHS itu yang membuat mereka tersenyum.
"Oh, itu ya geng EXO?"
"Barisan para orang-orang terkenal~"
"Para Namja Tampan dan Yeoja cantik~"
Kalau dibilang itu benar. Mereka anak dari pemilik saham (Kecuali Baekhyun, Kyungsoo dan Sehun) dan wajah mereka itu termasuk wajah tampan dan cantik alami~
Chanyeol dan Suho menaiki satu tangga lagi karena mereka kelas tiga. Baekhyun, kai, dan xiumin memasuki kelasnya, begitupun kyungsoo, chen, tao, kris. Sedangkan luhan dan sehun harus melewati satu lorong lagi menuju lingkungan kelas satu.
.
.
.
"Oh begitu, jadi makanya kau sedang berbunga-bunga dengan si bakpao hidup itu,"kata
kyungsoo mangut-mangut mendengar cerita chen yang sedikit awkward itu.
"Kau sendiri, bagaimana dengan Kai?"tanya Chen sedikit penasaran.
"Ya begitulah, baik-baik saja,"jawab kyungsoo santai.
"Tapi akhir-akhir ini aku selalu merasakaan feel tidak enak,"
"Coba saja tanya orang pintar!"
"Kau orang pintar, kan?"tanya kyungsoo.
"Enak saja,"cibir chen.
"Haahh...~"kyungsoo menghela nafasnya.
Kyuhyun, guru sekaligus appa kyungsoo itu memasuki kelas. Reflek seisi kelas duduk di
Bangkunya masing masing.
"Tak perlu duduk,"kata kyuhyun. "Lagipula hari ini pelajaran sejarah. Bukan mata pelajaranku."
"Aku kesini memanggil Kyungsoo dan Chen, kalian ada permintaan dari pihak SM, dan segera mendatangi kantor pusat SM bersama Byun Baekhyun."
.
.
.
"Apa?! bertiga?"pekik kyungsoo kaget.
"Ya, kami telah mendata kalian siswa yang bagus dalam bidang tarik suara. Dan kalian harus bisa menyanyikan lagu ini segera, karena kalian akan menyanyi untuk anak presiden Ohsan Technic International Company tiga hari lagi,"
"Mendadak sekali?"tanya chen terkejut.
"Kenapa kami harus bernyanyi di acara pernikahan anak presiden perusahaan itu?"tanya kyungsoo polos.
"Ah...itu...karena perusahaannya membantu banyak kepada perusahaan SM, nah ini lagu yang akan kalian mainkan. Kalian akan tidur dan berlatih di gedung SM, jadi pastikan orangtua kalian mengizinkan kalian untuk tinggal sementara di Asrama,"
Kyungsoo, chen, dan baekhyun menatap kertas yang akan mereka nyanyikan.
Miracles in December. By Kim Chanyeol. KIM CHANYEOL.
"Kupikir si yoda tak mempunyai kemampuan apapun."komentar baekhyun.
"Aku baru tahu kakakku bisa menulis lagu,"kata chen cengo.
"Aku takut aku tak bisa tidur..."gumam kyungsoo berbeda dari topik.
.
.
.
Tao berjalan sambil menggengam tangan kekasihnya. Lalu berkata, "Aku bosan,"
"Kau mau makan eskrim?"tawar kris. Tao berfikir sejenak lalu menganggukan kepalanya.
"Baiklah, aku juga ingin makan eskrim,"katanya sambil membawa tao ke toko eskrim.
Keduanya memasuki kedai eskrim tersebut. Setelah membawa pesanannya ke meja, kini mereka makan dan mengobrol layaknya teman.
"Kris, coba deskripsikan aku!"kata Tao sambil menyuapi kris.
Kris tampak berfikir. "Kau si mata panda, si sok tahu, si kepedean, si anak kecil, si manja, si-"
"Aish, seburuk itukah aku?"potong tao sambil menekuk wajahnya.
Kris tertawa. "Ya memang benar. Si mata panda, lihat matamu persis sekali mirip panda."
Tao segera mengambil ponselnya lalu berkaca. Kris semakin tertawa melihat tingkah tao tersebut.
"Kau juga, si menyebalkan!"balasnya.
"Aku tak menyebalkan, kau yang membuat itu menyebalkan, nah sifat sok tahu-mu keluar kan, kkk,"kris terkekeh.
Tao menggembungkan pipinya lalu membuka mulutnya meminta suapan ice cream-nya.
"Apakah aku cantik?"tanya tao tiba-tiba. "Dimataku kau jelas cantik, tapi belum tahu di mata orang lain apakah kau cantik apa tidak,"kata kris.
"Ah aku tahu pasti orang-orang menganggapku aku putri kecantikan di dunia,"katanya sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Tuh liat kepedean mu keluar,"kata kris sambil tertawa.
"Ya! Terserah! Aku mau pulang!"rengek tao ngambek.
"Liat sifat manjamu keluar."kris tertawa terbahak. Apa yang ia katakan pasti benar.
"Aish, kenapa kau bisa mencintai yeoja sepertiku?"gerutu Tao.
"Cinta membutakan apapun, pertama kali aku melihatmu, aku jatuh padamu,"kata kris.
"Cukup, itu jawaban yang lebih dari cukup,"ujar tao sambil tersenyum.
"Aigoo, kau manis jika tersenyum,"kata kris sambil tertawa kecil.
"Ah, Tao! Kris!"panggil seseorang. Kris dan Tao menoleh.
"Oh, Xiumin-ssi, Chen-ssi,"gumam Kris.
"Sedang apa kalian kemari?"tanya Tao.
"Kau tahu lah, seperti yang di lakukan kau dengan Kris,"kata Xiumin terkekeh pelan.
"Aigoo, kalian sedang benar-benar jatuh cinta ya,"kata Tao sambil melirik tangan Chen dan Xiumin tetap berpegangan.
"Cinta membutakan apapun-"kata kris mengingatkan tao perkataanya yang tadi.
"Ah, kalian kemarin kenapa?"tanya Kris tanpa basa-basi.
Xiumin menatap Chen sesaat lalu,"Aku sempat putus dengannya,"
Tao yang sedang disuapi Kris tersedak. Kris segera membersihkan mulut tao dengan tisu dan menepuk-nempuk punggung tao.
"Wae? Kenapa bisa?"tanya Kris kembali.
"Aku kira, aku akan dijodohkan dengan seseorang, ibuku yang baru pulang dari amsterdam berkata aku harus mau dijodohkan dengan keluarga kim, demi menyelamatkan perusahaan ibuku, mau tak mau kuputuskan xiumin. Tetapi tadi malam gadis yang mau dijodohkan denganku ternyata dia,"jelas chen panjang ebar.
"Oh, begitu..."kata kris mangut-mangut.
Tiba-tiba sebuah ingatan memasuki pikiran kris.
-flashback—
"Salahkah kita jika menikahi perempuan yang kita tidak cintai demi perusahaan?"
"Jelas salah. Menikahlah dengan orang yang kau cintai. Nanti menyesal lho~"jawab kris.
"Tunggu, kemarin aku mendengar desas desus Anak Gadis Pemilik Saham Pertanian terbesar di Irlandia akan menikah dengan pria dari CEO Ohsan Technic Interntional Company. Bukankah kau CEO-nya perusahaan Ohsan?"tanya kris dengan tatapan mendelik penuh kecurigaan.
"Itu..."
"Kau!"pekik Kris kaget.
"Sampai kapan kau mau berhenti menyakiti hati Kyungsoo!"kris dengan cepat menggarap kerah baju kai.
"Hyung..."jongin tertunduk.
"Aku mencintainya..."butiran air bening tiba-tiba tumpah.
"Aku harus melakukan apa? kemarin dengan krystal sekarang dengan sulli! Aku capek dengan dunia ini! Tolong keluarkan aku dari sini, hyung!"kata jongin menangis penuh rasa kebencian amat sangat.
"Sulli? Ah, dia mantan pacar suho sunbae,"kata kris sambil mengingat.
"Itu yang aku takutkan! Aku tak mau hubunganku memburuk karena aku menikah dengannya!"kata kai tetap dalam kondisi menangis.
"Karena suho sunbae, masih mencintainya!"
-flashback end—
"Kris! Yaa!"kata Tao sambil melambai-lambaikan tangannya ke wajah kris.
"Eh, ya?"tanya Kris celangapan.
Tao mendengus. "Kau melamun, ya?"tanya Tao sebal.
"Ya,sepertinya?"tanya kris bingung.
.
.
.
"Maaf, aku tak mau kau menjadi pelampiasan, mianhae,"kata suho sambil menunduk.
"Gwenchana oppa, aku belum mempunyai perasaan mendalam kepadamu,"balas minah sambil tersenyum masam. Pahit menerima kenyataan.
"Baiklah, aku harus pergi. Oppa, kita akan bertemu lagi. Sampai jumpa!"kata minah sambil meninggalkan suho sendirian.
Suho menghela nafasnya. Ia sudah menyakiti minah. Namun mau bagaimana lagi? Daripada minah dijadikan pelampiasannya. Lebih baik ia tunggu hingga tak akan ada nama 'sulli' dalam hidupnya.
"Permisi, bolehkan saya duduk disini?"tanya seorang gadis bersepatu flat pink dengan pita merah.
Suho menatap wajah gadis itu. Suaranya benar-benar ia kenal, sangat familiar. Siapa lagi kalau bukan...
Sulli.
Sulli ikut membulatkan matanya. Mengetahu siapa yang duduk di meja favoritnya.
"Duduk saja disini,"kata suho sambil mempersilahkan sulli duduk di depannya.
"Tapi aku ingin sen-""
"Tak usah banyak membantah, duduk saja atau kulaporkan kepada manajer cafe ini"ancam suho yang membuat sulli mengulum bibirnya lalu meletakkan nampannya ke meja.
Hening, tak ada yang berbicara. Suho asik meminum float-nya. Sulli asik mengerjakan pr matematikanya.
"Mengapa tak dengan asistenmu-"
"Manajer,"koreksi sulli cepat.
"Ya mengapa tdiak mengerjakan pr-mu bersama manajermu itu?"tanya suho.
"Kau tak perlu tahu, tak ada gunanya memberitahukannya kepadamu,"jawab sulli dingin sambil melanjutkan mengerjakan pr-nya.
Suho diam sambil menatap jendela kaca. "Aku masih penasaran apa alasanmu memutuskanku."
Sulli mendongak mendengar celotehan suho. "Itu..."sulli mulai menggigit bibirnya.
"Ah! Kau tak perlu tahu!"pekik sulli frustasi. Sulli dengan cepat memassukan buku dan alat tulisnya. Lalu meneguk secangkir teh yang tadi ia pesan.
"Selamat menikmati meja favoritku, tuan!"kata sulli sambil melangkah keluar cafe.
"Tunggu-"suho mengejar sulli keluar cafe. "Ini juga meja favoritku tahu,"gumamnya kecil.
"Sulli! Tunggu!"suho menarik lengan sulli paksa.
"Apa lagi!?"bentak sulli.
"Jawab aku!"bentak suho tak kalah keras. "Apa sih alasanmu memutuskan hubungan kita!?"
"Kau tak perlu tahu!"kata sulli membalas.
"Aku perlu tahu!"paksa suho tegas. "Kau tahu selama ini aku tak pernah bisa meupakanmu!"
Sulli mendecih. "Bukankah kau sudah bersama minah?"tanya sulli.
"Karenamu, aku memutuskannya!"kata suho membentak kembali sulli.
"Aku tidak menyuruhmu untuk memutuskannya!"bentak sulli juga. "Oke, jika itu maumu. Akan kujelaskan. Aku akan menikah. Jadi segera tinggalkan aku dan ucapkan selamat tinggal padaku!"kata sulli sambil melangkah pergi.
Suho mematung. Alasan sulli jelas dapat membuat ia bungkam. Ia membiarkan sulli pergi menginggalkannya yang sedang diam tak berkata di tengah kerumunan orang-orang.
"Menikah?"gumam suho shock. Apa ia tidak salah dengar? Pasti pendengarnnya memburuk!
Aku akan menikah. Jadi segera tinggalkan aku dan ucapkan selamat tinggal padaku!
Kalimat itu terngiang-ngiang di dalam pikiran suho. Tak lama, lututnya terasa emas, tak kuat berdiri. Hingga ia akhirnya terjatuh di tengah kerumunan orang.
"Sulli..."gumam suho. "Sulli! Aku tak pernah bisa berhenti mencintaimu!"teriak suho kepada sulli yang sudah hilang di balik kerumunan orang.
Sulli terhenti. Apa barusan suho memanggilnya? Dengan berat sulli melangkahkan kakinya untuk terus berjalan. Namun pikirannya itu tak sesuai dengan suara hatinya.
Sulli, kau juga tak akan pernah berhenti mencintainya! Berbaliklah dan peluklah dia!
Kini hatinya yang mengendalikan semua tubuh sulli. Sulli tanpa sadar berbalik dan berlari mengejar suho. Persetan dengan isi pikirannya yang rasional, ia harus mendengarkan kata hatinya. Yang ada di hatinya ini hanya "Suho".
Terlihat suho yang tengah berlutut dan menangis terisak. Tubuhnya bergetar kuat. Pundaknya menahan tangisan yang ia perbuat. Sulli melangkah pelan, lalu berjongkok, memperhatikan pria itu dengan bersalah.
"Mianhae..."sulli berucap. Suho mendongak, menatap wajah sulli penuh harapan.
"Sulli, dengarkan aku,"kata Suho sambil menatap Sulli serius. Sulli mengangguk pelan, menatap Suho "Aku akan tetap mencintaimu, meski kau, akan menikah dengan namja lain, yang lebih baik daripadaku, aku akan terus mencintaimu sampai aku mati. Aku bersumpah, aku bersumpah!"kata Suho sungguh-sungguh. Sulli dibuat melting karena perkataan Suho. Lalu tanpa sadar ia memeluk suho.
"Aku mencintaimu, lebih dari siapapun, aku pun tak akan berhenti mencintaimu, namun kini demi orangtuaku, aku harus melepaskanmu, mianhae..."kata Sulli berbisik.
"Andwae! Kau tidak boleh melepaskanku!"kata Suho penuh amarah.
"Mi-mian...mian...hae..."balas Sulli menahan tangis. Sulli berdiri menininggalkan Suho. Namun, langkahnya terhenti karena Suho menari tangannya terlebih dahulu.
"Aku tak pernah rela bibirmu disentuh siapapun, jadi akan kubuat hari ini sebagai momen first kiss kita berdua,"kata Suho sambil menarik wajah sulli mendekat dan menempatkan bibirnya di atas bibir sulli yang tipis dan merah.
Sulli menatap suho kaget, ia ingin sekali berontak namun tubuhnya mengatakan ia harus diam menikmati momen yang membuat beberapa orang melihatnya dengan tatapan kaget.
Sulli memejamkan matanya, ia berbisik dalam hatinya, "Aku memang mencintaimu, Suho".
-TBC-
Okay, terima kasih para readers yang setia menungguku :3 and please don't be silend reader. Karena masukan dari kalian dan komen-komen absurd/g dari kalian itu berarti banget buat aku. Dan aku akan menyalakan mode "Hiatus"/? Untuk ff ini karena aku bener bener sibuk *^*. Miaaanhaeeee /nangis di paha chanyeol/ maaf for late update. Sekali lagi jangan silent please...Kamsahamnidaa!
Btw, chapter 7 end chapter lho, doain biar bisa fast update yahhh aminnn dan mungkin buat end chapter, isinya akan sedikit nih, hehe, annyeong!^^-PCY12
