Never Ending Stories ( Part 1: The Beginning)
Cast: Jeon Jungkook, Kim Taehyung, other BTS members
Length: Chaptered
Genre: Romance, YAOI, Family, Angst, Hurt, Moon Lovers||AU
***Happy Reading***
Brugh
Taehyung meringis saat bokongnya menyentuh lantai. Mengundang member BTS yang lain untuk memusatkan atensi kearahnya. Mereka tampak lelah, dengan tubuh telah basah oleh peluh.
"Yak Kim Taehyung! Ada apa denganmu?! Yoongi saja masih kuat dan kau malah jatuh?! Dasar lemah!"
Rentetan kalimat yang keluar dari bibir pelatih tari mereka itu sungguh menyakiti hati Taehyung. Ia tahu seberapa besar kesalahannya. Konser mereka tinggal menunggu hari dan ia malah mengacaukan latihan mereka.
"Sampai disini saja latihan hari ini", ujar sang pelatih sembari melangkah keluar ruangan.
Namjoon sang leader sedikit membungkuk sambil menggumamkan terima kasih pada sang pelatih yang kini menghilang dibalik pintu. Sedangkan sisanya memilih menghampiri Taehyung yang masih setia menundukkan kepalanya.
"Kau baik-baik saja, Tae-Hyung?"
Taehyung mendongakkan wajahnya menatap sang Golden Maknae yang menatapnya khawatir. Pemuda bernama panggung V tersebut mengerucutkan bibirnya kemudian berujar polos.
"Dia memarahiku, Kook-ah.. Marahi dia juga.."
Dan di detik selanjutnya hanya tawa yang memenuhi ruang latihan tersebut. "Arraseo, aku akan memarahinya nanti", canda Jungkook lalu membawa Taehyung kedalam pelukan hangatnya.
.
.
'Taehyung-ah, kapan kau kembali ke Daegu nak? Eomma sangat merindukanmu sayang..'
Taehyung menatap bayangannya yang muncul dipermukaan air kolam. Senyuman miris terlukis diwajahnya. Beruntung member lain sedang sibuk dengan pemotretan mereka.
"Ya Eomma, aku juga sangat merindukan eomma.. Akan kuusahakan oke?"
'Apa kau makan dengan baik Tae? Eomma khawatir kau sakit lagi..'
Tes
Setetes liquid bening jatuh menuruni pipi Taehyung. Tanpa sadar ia mengeratkan genggamannya pada ponselnya demi menghalau sesak yang menghinggapi dadanya.
"Eomma, aku makan dengan baik disini. Jangan khawatir.. Sudah dulu ya eomma.. Aku sayang Eomma.."
Tut
Tangis Taehyung pecah begitu sambungannya terputus. Ia tak sanggup mengatakan kepada Eommanya bahwa ia lelah. Ia ingin sekali pulang ke pelukan ibunya. Ia lelah. Sangat lelah. Ia juga merindukan adik-adiknya. Juga ayahnya. Apa mereka semua baik-baik saja?
Setelah puas menangisi kehidupannya, Taehyung memutuskan untuk beranjak dari sana. Namun baru saja ia hendak membalikkan tubuhnya, ia dikejutkan dengan kehadiran seorang pria tua dengan pakaian lusuh hingga tanpa sadar Taehyung kehilangan keseimbangan dan—
Byuur
—jatuh ke dalam kolam.
Taehyung tak tahu sejak kapan kolam sebuah taman bisa sedalam ini hingga ia hanya bisa terus tenggelam semakin dalam. Ia juga tak tahu kenapa tubuhnya tak bisa digerakkan. Detik berikutnya mata indah Taehyung terpejam. Melewatkan eksistensi pemuda yang mempunyai wajah yang serupa dengannya namun dalam balutan hanbok dan mengambang tepat diatas tubuhnya dengan mata yang terpejam pula.
Langit pun menggelap menyambut keanehan yang terjadi pada Taehyung.
Namun tak berselang lama langit kembali cerah, bersamaan dengan hilangnya tubuh Taehyung dari dasar kolam.
.
.
Goryeo Era, 1xxx
Dalam sebuah ruangan dengan kolam ditengahnya terdapat 5 orang pemuda dalam balutan pakaian putih polos namun berbahan sutra lembut yang tak terpasang sempurna sehingga menampakkan otot perut mereka yang kekar. Kelima dari mereka didampingi oleh dayang yang setia berdiri tak jauh dari mereka. Wajah tampan mereka dihiasi senyuman yang mampu membuat kaum hawa berdecak kagum.
Kelima pemuda itu ialah pangeran kerajaan Goryeo. Pangeran pertama alias Putra mahkota, Kim Seokjin tampak duduk dengan tenang ditemani pangeran ke-2, Kim Yoongi disampingnya. Sementara pangeran ke-3, yakni Kim Namjoon tampak sibuk dengan kanvas dan kuasnya.
Salah satu dari mereka tampak tak sabar untuk segera masuk ke dalam kolam yang dihiasi kelopak mawar tersebut. Dan dalam sepersekian detik, pemuda itu telah melompat masuk kedalam air.
Byuur
"Huaaa segarnya! Jimin-ah, cepatlah!", pemuda itu ialah Pangeran ke-4 kerajaan Goryeo, Kim Hoseok. Dengan semangat ia mengajak sang adik, yakni pangeran ke-5 Kim Jimin untuk segera bergabung bersamanya.
Pangeran Jimin pun segera menyusul hyungnim-nya. Namun belum sempat ia melompat, ia dikejutkan oleh teriakan kaget sang hyungnim. Detik itu juga kelima pasang mata mereka membulat.
Seorang pemuda manis tiba-tiba saja menyembul dari dalam air. Pemuda manis itupun juga sama terkejutnya.
'Hyungdeul? Chimchim?'
Melihat dirinya berada di hadapan sekumpulan pemuda bergaya aneh membuat pemuda manis ini tak sanggup menahan pekikan yang meluncur dari belah bibirnya. Diikuti dengan teriakan pangeran ke-4, Kim Hoseok.
"KYAAAA/ HUAaaaa, siapa kau?!"
Pemuda manis itu segera bergerak mundur tanpa menjawab pertanyaan Hoseok.
"Ssst, Tuan muda Taehyung..", pemuda manis yang ternyata adalah Taehyung itu segera membalikkan tubuhnya. Ia melihat seorang pemuda melambaikan tangan kearahnya. Tanpa menunggu waktu lama, ia segera mendekati pemuda itu lalu pergi bersamanya. Meninggalkan kelima pangeran yang sibuk tercengang.
"Tae-ah..", gumam Seokjin, sang putra mahkota menatap punggung Taehyung yang menghilang dari balik semak-semak.
.
.
Taehyung terus berlari mengikuti langkah pemuda didepannya meskipun sedikit kesulitan akibat hanbok yang membalut tubuhnya. Mereka berdua baru berhenti ketika sampai pada sebuah rumah yang Taehyung pikir adalah rumah pemuda itu. Namun nyatanya ia salah. Karena ternyata para dayang bukan menunduk hormat pada pemuda di depannya melainkan kepadanya.
Taehyung memandang kesekelilingnya. 'Dimana aku?', tanya Taehyung dalam hati.
"Tuan kenapa bisa sampai ke pemandian suci para pangeran? Anda tahu betapa khawatirnya hamba saat tidak menemukan anda di kamar anda?"
Taehyung memandang bingung pemuda dihadapannya. "Siapa kau? Dimana aku?", Pertanyaan Taehyung sukses membuat pemuda itu kaget.
"T-tuan muda tidak ingat hamba? Hamba Minhyung.."
Taehyung bukannya tidak ingat, ia benar-benar tidak mengenali pemuda bernama Minhyung ini. Apa ia baru saja terdampar ke masa lalu? Lalu di masa apa saat ini?
"Siapa rajanya saat ini?", dan jawaban Minhyung membuat Taehyung menyadari sesuatu.
Ia baru saja terdampar ke masa Dinasti Goryeo. Dan detik selanjutnya gelap menyelimuti pandangan Taehyung.
.
.
Pangeran Seokjin melangkah cepat menuju kediaman keluarga Jung, ke kediaman keluarga sang istri Jung Yoohee beserta adiknya Jung Taehyung. Begitu Seokjin sampai, ia disambut wajah pucat sang istri yang segera membimbingnya menuju kamar Taehyung.
Hati Seokjin mencelos tatkala matanya menangkap tubuh adik ipar yang tampak lemah dan pucat terbaring di ranjangnya. Sang pengawal setia duduk disamping ranjangnya, disusul oleh Yoohee, sang kakak.
"Tabib bilang Taehyung hilang ingatan akibat kejadian tadi. Ia juga tidak ingat siapa dirinya. Bagaimana menurut anda, Yang mulia?", suara lembut Yoohee memasuki pendengaran Seokjin.
"Apa tabib mengatakan sampai berapa lama Taehyung akan seperti ini?", dan Yoohee pun menggeleng sebagai jawaban.
Rasa syukur juga menyesal menghinggapi dada Seokjin. Setidaknya Taehyung melupakan apa yang terjadi malam tadi. Namun ia juga menyesal karena ialah yang membuat Taehyung seperti ini. Karena Seokjin mencintai adik iparnya sendiri. Dan ia takkan membiarkan siapapun memiliki Taehyung kecuali dirinya.
.
.
Bunyi decingan pedang yang beradu menghiasi heningnya malam di tengah hutan yang hanya disinari rembulan. Seorang pemuda tampan dengan wajah penuh noda darah tak berhenti mengayunkan pedangnya menebas segerombolan orang berpakaian serba hitam yang mengepungnya.
Tak butuh waktu lama pemuda itu kembali sendirian karena orang-orang tadi kini hanya tinggal nama. Pemuda itu kembali melangkah menuju istana. Menuju rumahnya. Memangnya siapa sebenarnya pemuda ini?
Pemuda ini ialah Pangeran ke-6, Kim Jungkook.
Sang Pangeran terbuang.
.
.
Flashback
"Aku mencintaimu Taehyung-ah", ujar Seokjin lantang. Ia sungguh tak peduli apabila ada yang mendengarnya. Yang ia pedulikan adalah balasan Taehyung atas perasaannya ini.
"Maafkan hamba, Yang Mulia. Hamba tidak bisa. Yang Mulia telah memiliki Yoohee Noonim sebagai istri, dan sebagai adiknya hamba tak ingin melukai perasaannya. Lupakanlah perasaan Yang Mulia terhadap hamba."
Seokjin mengepalkan tangannya mendengar jawaban Taehyung. Ia kira Taehyung akan membalas perasaannya karena selama ini Taehyung tak pernah menolak segala perhatiannya.
"Apa ini karena 'dia'?", Taehyung sedikit tersentak saat mendengar pertanyaan bernada dingin yang keluar dari bibir sang Putra Mahkota.
"Apa kau menolakku karena 'Dia' Taehyung-ah?",tanya Seokjin kembali.
"Benar, Yang Mulia. Hamba mencintainya dan hamba telah berjanji untuk menunggunya kembali"
Jawaban Taehyung membuat hati Seokjin menggelap.
"Jika aku tidak bisa memilikimu, maka 'Dia' juga tidak"
Usai mengatakan hal itu, Seokjin menyeringai sambil menyesap minumannya. Dan saat itulah mata Taehyung membulat. Ia melirik cincin di jari telunjuknya yang tampak berubah warna kemudian beralih pada cangkir minumannya.
Rasa sakit mendera organ dalam tubuhnya dan tak lama kemudian darah mengalir dari sudut bibirnya.
"Anda benar-benar terkutuk, Yang Mulia. Hamba berharap kita bertemu di neraka nanti."
Dengan bergetar Taehyung bangkit dari posisi duduknya lalu berjalan keluar meninggalkan Seokjin. Setetes airmata mengalir di wajah tampan Seokjin.
"Kita takkan bertemu Taehyung-ah. Karena malaikat tempatnya hanya di surga."
.
.
Taehyung berjalan tertatih di sepanjang lorong istana. Tangan kanannya yang membekap mulutnya sendiri kini penuh noda darah. Sementara tangan kirinya meremat perutnya. Langkahnya mulai memelan ketika berada di tepian pemandian suci para pangeran.
'Aku harap diriku yang lain akan menyambut kepulanganmu. Maafkan aku..', batin Taehyung.
Byuur
Dan sepersekian detik berikutnya tubuhnya tenggelam dalam kolam pemandian pangeran bersamaan dengan cahaya bulan yang berubah merah.
Flashback end
.
.
TBC
