Never Ending Stories (Part 2: It's not Sleeping Beauty's Story)

Cast: Jeon Jungkook, Kim Taehyung, other BTS members

Length: Chaptered

Genre: Romance, YAOI, Family, Angst, Hurt, Moon Lovers||AU

***Happy Reading***

Ruangan bernuansa putih ini begitu sunyi. Hanya suara elektrokardiogram juga hembusan Room heater yang menghiasi kesunyian tersebut. Keenam orang pemuda tampan yang mengisi ruangan tersebut hanya diam memandangi saudara mereka yang kini terbaring di ranjang dengan berbalutkan pakaian khas rumah sakit.

Beberapa jam yang lalu mereka menemukan Taehyung mengambang di kolam taman tempat mereka melakukan pemotretan. Panik? Tentu saja. Apalagi sang Golden maknae, Jungkook. Sedetikpun ia tak mengalihkan atensinya dari Taehyung. Matanya memerah menahan airmata yang mendesak keluar.

"Dasar Alien bodoh.. Harusnya kau lompat dari Namsan tower saja.."

Itu Yoongi. Meskipun kalimat ketus itu keluar dari bibirnya, nyatanya wajahnya kini telah basah oleh airmata dan harus ditenangkan oleh Jimin. Hoseok menangis dalam diam, sementara Seokjin memilih menyembunyikan tangisnya di pundak Namjoon.

Ucapan dokter yang mengatakan Taehyung koma masih terngiang di benak mereka. Terutama Namjoon, sang leader.

Apa yang harus ia katakan pada orangtua Taehyung nantinya?

.

.

Gerutuan tak berhenti keluar dari celah bibir Taehyung yang sibuk menendangi kerikil yang ia temukan. Ia tak memperdulikan tatapan aneh orang-orang melihat adik ipar Putra Mahkota yang bertingkah aneh.

Saking sibuknya menggerutu, Taehyung sampai tidak menyadari eksistensi Pangeran Jungkook yang berada tepat di depannya hingga akhirnya..

Bruk

"Ouchh"

Taehyung meringis memegangi keningnya yang terasa amat sakit akibat bertubrukan dengan dada bidang Jungkook.

"Kau yang menabrakku"

Suara baritone itu membuat Taehyung mendongak yang kemudian berujung pada membulatnya obsidian Taehyung.

"J-Jungkook?!", pekiknya tak percaya.

Pangeran Jungkook menaikkan sebelah alisnya bingung melihat Taehyung yang tampak begitu terkejut melihatnya.

"Kenapa seterkejut itu melihatku?", tanya Pangeran Jungkook sementara Taehyung masih setia dalam pose kagetnya.

Jungkook tak sengaja menangkap rombongan pasukan berkuda kerajaan mendekati mereka. Posisi Taehyung yang hampir berada di tengah jalan membuat Jungkook sedikit khawatir. Ia segera menarik lengan Taehyung, membawa tubuh pemuda manis itu kedalam dekapannya. Melingkarkan lengan kekarnya di pinggang dan kepala Taehyung, sementara pemuda manis itu memilih meremat bagian depan hanbok hitam yang dikenakan Jungkook sambil memejamkan matanya.

Taehyung baru membuka matanya kala suara berisik kaki kuda tak terdengar lagi.

"Kau baik-baik saja? Ada yang sakit?"

Taehyung tertegun melihat kekhawatiran pemuda di hadapannya. Sedikit mengingatkannya pada Jungkook-nya. Bagaimana reaksi pemuda itu saat ini? Jungkook pasti amat khawatir hingga melupakan kesehatannya lagi.

Mengingat Jungkook membuat Taehyung tanpa sadar menitikkan airmatanya. Pemuda di depannya ini bukan Jungkook-nya. Bahkan belum sehari Taehyung terdampar disini namun ia sudah sangat merindukan Jungkook-nya.

"K-Kenapa kau menangis?"

Bukannya menjawab pertanyaan Pangeran Jungkook, Taehyung justru memilih memeluk pemuda tampan itu. Jungkook hanya bisa mematung tanpa membalas pelukan Taehyung.

'Bogoshipeoyo Kookie-ah'

.

.

Hari ketiga Taehyung koma, dan Jungkook masih setia berada disampingnya, menggenggam erat jemarinya berharap jemari lentik itu akan bergerak.

Semua jadwal BTS ditunda melihat para membernya seperti mayat hidup berkat Taehyung. Pengumuman tersebut membuat para Army terkejut. Mereka setia menunggu di depan rumah sakit tempat Taehyung dirawat sambil memanjatkan doa demi pemuda Kim tersebut.

"Hei Tae-hyung.. Kau yakin tidak mau bangun? Para Army menunggumu diluar─", Jungkook menghentikan kata-katanya demi mengusap airmata yang mengalir dari sudut matanya.

"─Aku juga.. Aku juga menunggumu Hyung.. Hyungdeul terus memarahiku karena tidak mau makan.. Jadi kau harus segera bangun.."

Sakit.

Rasanya sakit sekali. Ia tak sanggup. Jungkook takkan bisa tanpa Taehyungnya.

"Kumohon hyung, bangunlah.. Hyung boleh memintaku menggendongmu setiap hari. Aku takkan melarang hyung makan eskrim setiap hari.. Aku juga takkan melarang hyung dekat dengan siapapun lagi.. Hyung boleh meminta apapun dariku.. Tapi kumohon bangunlah hyung.. ", Jungkook menenggelamkan wajahnya di lengan Taehyung kemudian menangis sejadi-jadinya.

"Kumohon sayang, bangunlah.. Kau mencintaiku kan hyung? Bangunlah.. Demi aku.."

Jungkook tak menyadari diluar ruangan Taehyung kini ada Seokjin yang ikut menangis dalam diam. Sama seperti Jungkook, ia juga akan mengabulkan semua keinginan Taehyung asalkan pemuda manis itu membuka matanya. Seokjin akan merelakan Taehyung untuk Jungkook asalkan ia dapat melihat indahnya mata cantik Taehyung lagi.

.

.

"JUNGKOOK-AH!"

Taehyung terbangun saat melihat bayangan Jungkook yang menangis. Jungkook yang tampak begitu hancur. Keringat dingin mengalir di pelipis Taehyung. Pemuda itu sibuk mengatur nafasnya sembari melihat ke segala penjuru ruangan.

'Aku kembali ke kamar ini lagi? Bagaimana bisa?'

Bayangan kejadian ia memeluk Jungkook versi Goryeo-menurutnya- di tengah pasar melintas di benaknya. Memunculkan rona merah tipis di pipinya.

"Oh, kau sudah bangun?"

Taehyung menoleh ke sumber suara. Seorang wanita cantik berkulit pucat-mengingatkannya pada Yoongi- dalam balutan hanbok yang indah berjalan mendekatinya dengan senyuman tipis terpoles di wajahnya.

Wanita itu mendudukkan tubuhnya di tepian ranjang.

"Ingat aku?",tanya wanita itu dengan lembut. Dan Taehyung hanya menggeleng pelan sambil menunjukkan raut bersalah.

"Maaf",gumamnya pelan.

"Tidak apa-apa.. Aku Yoohee, kakak perempuanmu..",ujar wanita bernama Yoohee itu sambil tersenyum. Jemari lentiknya terangkat untuk mengusap surai Taehyung.

Taehyung tertegun. Jadi disini ia mempunyai seorang kakak?

"Bagaimana aku bisa kembali kemari?", tanya Taehyung usai tersadar dari lamunannya.

"Pangeran Jungkook yang membawamu kemari.. Ia bilang kau pingsan karena kelelahan menangis.. Ada apa?"

Taehyung menatap wajah Yoohee yang menunjukkan gurat khawatir. Ia bingung mau menjawab apa. Tak mungkin Taehyung mengatakan ia merindukan hyungdeul-nya, Jungkook serta keluarganya di masa depan.

"Kudengar kau hampir terluka karena rombongan pasukan berkuda kerajaan. Apa karena itu kau menangis?"

Dan akhirnya Taehyung hanya bisa mengangguk pelan.

.

.

Taehyung menggerakkan tungkainya mengikuti langkah Yoohee diikuti Minhyung di belakangnya. Yoohee bilang mereka akan ke Damiwon untuk mengunjungi pangeran Jungkook yang baru saja kembali ke kerajaan setelah menyelesaikan perintah raja.

Mendengar hal itu membuat Taehyung terus menunduk sepanjang perjalanan. Ia akan bertemu pangeran Jungkook lagi. Mau ditaruh dimana wajahnya setelah kejadian kemarin? Meskipun tak mempungkiri bahwa dengan melihat pangeran termuda itu sedikit membuat Taehyung melupakan rasa rindunya kepada Jungkook di masa depan.

Taehyung menghela nafas pelan namun masih dapat didengar oleh orang disekitarnya.

"Menghela nafas bisa menghilangkan keberuntunganmu.."

Taehyung menoleh cepat ke sumber suara.

'Namjoonie hyung?'

"Bagaimana kabar anda, Pangeran Namjoon? Maafkan kelakuan adik hamba", ujar Yoohee yang kini telah berdiri disamping Taehyung sembari sedikit membungkuk.

Namjoon tersenyum menunjukkan lesung pipinya.

"Tidak apa-apa, Noonim. Mari kita masuk bersama"

Taehyung sedikit mengernyit. Melihat tingkah Namjoon di masa ini sama dengan melihat Namjoon beracting dengan seribu kalimat chessy-nya di masa depan. Sama-sama membuat Taehyung mual.

Mereka kembali meneruskan langkah mereka menuju Damiwon. Pangeran Namjoon serta Yoohee sibuk berbincang mengenai hal yang tak Taehyung mengerti.

Dalam hati Taehyung merutuki dirinya sendiri karena tidak memperhatikan guru Sejarahnya semasa sekolah dulu. Namun ada satu hal yang sangat Taehyung ingat pada masa Goryeo ini. Salah satu dari keenam pangeran akan membunuh saudara demi tahta. Dan sialnya Taehyung lupa siapa.

Taehyung menatap satu persatu wajah keenam pangeran yang kini telah berada di hadapannya. Dalam hatinya, Taehyung bertanya-tanya,

'Siapa diantara mereka yang menjadi penghianat itu?'

"Kau?!"

Taehyung menoleh gugup kearah sumber suara yang amat sangat ia kenali itu.

'Hobi hyung?'

"Kau yang ada di pemandian waktu itu?!"

Semua orang sontak menoleh kearah mereka berdua, membuat Taehyung menepuk dahinya pelan sebelum akhirnya memaksakan senyuman di wajahnya.

"Ah iya, Pangeran. Maafkan kelancangan hamba saat itu", ucap Taehyung sambil membungkukan tubuhnya. Senyuman paksa di wajahnya berubah menjadi senyuman tulus.

Pangeran Hoseok? Pemuda itu hanya diam mematung.

"Cantik..", gumam pangeran keempat tersebut.

"Ne? Anda mengatakan sesuatu, Pangeran?", tanya Taehyung bingung.

Pangeran Hoseok berdeham pelan sebelum melipat kedua tangannya di depan dada. Sambil mengangkat dagunya, pangeran keempat itu berujar sombong.

"Aku tidak mengatakan apapun"

"Lagipula mana mungkin aku mengatakan sesuatu seperti kau cantik atau senyumanmu ma─"

Pemuda itu terdiam. Pun dengan Taehyung yang menunduk. Sementara Pangeran Jimin dan Namjoon yang tak sengaja mendengarnya kini tertawa terpingkal-pingkal.

Tak tahan dengan suasana canggung tersebut, akhirnya membuat Taehyung kembali bersuara.

"K-kalau begitu, hamba permisi dulu Pangeran"

Dengan cepat Pangeran Hoseok menganggukkan kepalanya. Tak butuh waktu lama setelah itu, kini Taehyung telah luput dari pandangan Pangeran Hoseok. Pemuda manis itu menghampiri sang kakak. Dengan bisikan Yoohee menggoda adiknya yang kini duduk di sampingnya.

"Sepertinya kau cukup populer di kalangan pangeran, Adikku"

Dan Taehyung hanya bisa diam sementara sang kakak kini tertawa kecil.

Namun tawa itu tak bertahan lama kala salah satu kasim berteriak pertanda sang Raja Goryeo telah tiba.

Tak sengaja Taehyung bersitatap dengan Pangeran Jungkook saat pemuda manis itu melihat kearah datangnya sang Raja. Mereka bertatapan cukup lama. Wajah sempurna Taehyung saat menatapnya tampak begitu polos dan cantik, membuat Pangeran Jungkook menaikan sudut bibirnya membentuk kurva bernama senyum. Senyum pertama yang Pangeran muda itu tampilkan setelah sekian lama bertahan dalam raut dinginnya. Dan senyuman itu sukses membuat Taehyung tak sanggup menahan rona merah tipis menghiasi pipinya.

Taehyung menyentuh dadanya tempat dimana jantungnya berdegup kencang. Tak hanya itu, ada perasaan aneh yang melingkupi hatinya. Perasaan aneh namun entah mengapa Taehyung menyukainya.

Hasilnya selama acara berlangsung, Taehyung selalu menyempatkan obsidiannya menatap Pangeran Jungkook. Pun dengan Pangeran berusia 20 tahun itu. Bahkan beberapa kali mereka saling berbicara meskipun tanpa suara mengingat situasi yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk bersuara. Namun mereka tak menyadari eksistensi seseorang yang sedari tadi mengawasi interaksi mereka dengan tajam dan jemari terkepal erat.

.

.

TBC

a/n: Annyeong Readers... Thanks buat 12 orang yg udah review di chap sebelumnya..Skali lagi aku tekankan kalo ff ini terinspirasi dari Moon Lovers/ Scarlet Heart Ryeo/ Dramanya Baekhyun EXO , atau apalah sebutan kalian buat drama ini.. namun ada sedikit perubahan, gk persis sama kayak dramanya.. diatas udah aku sebutin kalo ff ini Moon Lovers||AU.. i hope you'll always waiting this fic and keep support me to finish it.. so review please?