Apa yang sebenarnya terjadi ? beberapa detik yang lalu aku melihat riddle di balik semak-semak itu. Tapi sedetik kemudian aku sudah berada di halaman kastil. Aku masih bingung dengan semua kejadiannya. Aku melihat harry yang tampak lebih terkejut lagi di bandingkan diriku.
"apparate ! hanya itu yang ada di fikiran ku saat itu. Aku tidak menyangka aku benar-benar bisa menembus nya" kata harry masih dalam keadaan terkejut, dahinya sudah di banjiri keringat tak sebanding dengan cuaca dingin berkabut seperti ini. Terkejut bercampur bingung – itulah yang kurasakan saat ini. Bagaimana bisa pertahanan hogwarts di tembus seperti ini ?
"apa karena kita dari masa depan ? atau mungkin ini bantuan dari sihir aneh itu ?" kami berdua masih merenungi semua kejadian ini.
"sebaiknya kita kembali ke dalam. Sebentar lagi jam makan malam" kata harry. Langit memang sudah mulai gelap bahkan semburat merah sudah berangsur-angsur berubah menjadi hitam sepenuhnya. Kami berjalan dalam diam masih dalam keadaan terkejut.
"jangan ceritakan apapun pada profesor dumbledore"pinta harry, aku pun mengangguk setuju. Bagaimana pun harry jauh mengenal profesor dumbledore di bandingkan untuk saat ini percayakan saja segala keputusan ini pada harry.
Setelah selesai membersihkan diri kami pun turun untuk makan malam, sebenarnya masih ada banyak hal yang ingin aku diskusikan dengan harry. Namun seperti nya ini bukanlah waktu yang pas untuk mendiskusikannya.
Aula besar sudah sangat penuh, bahkan meja guru pun sudah terisi penuh, aku melihat profesor dumbledore sedang berbincang-bindang dengan profesor dippet. Sungguh penampakan yang menggelikan, bagiamana tidak ? sepertinya profesor dumbledore sedang berusaha melucu atau apalah tetapi hanya dirinya saja yang tertawa terbahak-bahak sedangkan profesor dippet hanya menatapnya tanpa ekspresi, tak jauh dari situ profesor dengan kepalanya yang nyaris botak dengan rambut putih yang tumbuh di sana sini tak lupa dengan kacamatanya – profesor binns sedang menikmati makannya. Benar-benar hal yang ajaib melihat nya belum berwujud hantu seperti itu.
"disana" harry menunjuk tempat yang paling ujung. Tak ada siapapun disana. aku melihat sekilas thomas dan george melambaikan tangannya tapi untunglah disana penuh jadi kami tida bisa makan bersama mereka.
"waahh" gumam ku, aku langsung menumpukkan sosis dan pai daging ke piringku.
"harry ?" tanya ku. Ia hanya mengambil beberapa kentang goreng melihat dirinya semakin stress saja. Aku tau, akulah yang paling tau di dunia ini dengan apa yang di cemaskannya saat ini.
"makanlah meskipun kamu tak bernafsu" aku mengambilkan beberapa daging asap dan kentang rebus. Namun hanya di tatapnya saja datar.
"harry aku tahu kecemasanmu. Tapi jika kamu tidak mampu bertahan di sini, bagaimana aku bisa bertahan sendirian ?kita selalu bersama kan ?"kata-kataku seperti nya tak ada yang sampai ke harry.
"aku khawatir tidak bisa kembali"kata harry getir.
"kembali kemana ?" aku hampir terlonjak mendengarnya. Itu adalah thomas dan george.
"apakah kau sudah rindu dengan tempat asalmu ?keluarga mu ?" tanya george, tapi harry tetap membisu.
"ayolah ! jangan terlau di fikirkan. Sebentar lagi libur natal kau bisa berkunjung kerumah kami –"
"tidak ! ia sudah berjanji mengunjungi rumah ku, bukan rumah mu" timpal george.
"baiklah – dan ingat, kamu adalah bagian dari tim quidditch sekarang. Kita akan mulai berlatih malam ini" tak kusangka kalimat thomas membawa angin baik bagi harry, wajahnya langsung saja berubah ketika mendengar kata 'quidditch' benar-benar, dimana pun ia berada quidditch memang bisa membangkitkan suasana hati nya lagi. Aku tersenyum melihatnya kembali ceria seperti itu.
"eh ? itu bukankah riddle ? ada apa dengannya ?" kata george. Kami semua langsung menoleh ke arah pintu masuk aula. Benar saja, penampilannya kali ini bukan seperti riddle yang biasanya, seperti baru kembali dari berburu atau apalah. Rambutnya sedikit berantakan meskipun sepertinya ia sudah berusaha merapikannya sebelum masuk ke aula, keringat di wajahnya bahkan bisa di lihat dari ujung sini. Seorang gadis slytherin yang memang selalu menempel pada nya berteriak histeris yang membuat siapa saja jijik mendenarnya. Gadis itu memberikan kain kecil dan berusaha membersihkan keringat yang ada di wajah riddle namun langsung di tepisnya,membuat ku ntah kenapa tersenyum geli melihatnya. Riddle benar-benar tampak kesal malam ini.
"apa dia sempat melihat kita tadi ?" bisik harry.
"jika begitu kita dalam masalah" jawabku mulai khawatir.
"ayo kita ke lapangan, yang lain sepertinya sudah ada disana,kau ikut kami mione ?"aku mengangguk senang. Ingin sekali melihat harry bermain lagi seperti dulu. Ingin sekali sejenak saja melupakan semua masalah ini, masalah yang semakin hari semakin buruk saja.
(Riddle POV)
Kemana sebenarnya mereka pergi ? aku sudah mengelilingi hutan terlarang bahkan sampai ke tempat yang belum pernah ku jamahi sebelumnya. Menghilang ? itu mustahil. Tapi bagaimana mungkin mereka kabur begitu cepat. Sudahlah, yang terpenting aku mendapatkan hal-hal menarik setelah mengikuti mereka. Aku mengambil tongkatku dan ku ucapkan beberapa mantra, langsung saja koyakan baju ku yang ada di sana sini sudah kembali seperti sebelumnya, debu dan kotoran pun sudah beranjak dari tubuhku. Tapi keringat ini sungguh tak dapat berbohong, aku merapikan diri ku sekena nya saja, aku berniat langsung menuju aula besar sebelum makan malam selesai, sungguh lapar dan lelah menjadi satu, ini semua karena pasangan sialan itu. Pasangan ? ah si flamel aneh itu bukan kekasihnya. Sepertinya aku memiliki rencana yang lain.
Aula benar-benar sudah terisi penuh,ketika aku masuk seluruh mata tertuju padaku. Bukan hal yang aneh lagi untukku sehingga aku membiarkannya saja. Toh apa yang bisa ku lakukan ? mengutuk mereka semua di depan para guru ? Pandangan ku beralih ke meja gryffindor. Apa-apaan itu ? mereka berdua sudah ada di sana bahkan penampilannya lebih baik dari ku. Aku menghabiskan waktu berjam-jam mencari mereka, sedangkan mereka sudah asyik berada disini. 'sial !' umpatku kesal.
"janggut merlin ! apa yang terjadi padamu Tom ?" suara tak asing itu lagi, sungguh aku tak ingin melihat mu dulu kali ini, suara nya saja sudah membuat ku semakin lelah. Ia mengeluarkan kain kecil berwarna merah muda dengan motif bunga-bunga – norak , sungguh apa yang ingin dia lakukan ? aku menempis tangannya dengan kasar yang membuatnya semakin histeris saja.
"aku lelah. Bisa tinggalkan aku sendiri" kataku dengan nada yang sopan yang langsung membuatnya semakin histeris saja. Agak menyesal aku melakukan hal itu tapi untung saja ia langsung meninggalkanku.
"selamat menikmati makan malam Tom, aku akan menunggu mu malam ini di tempat biasa" katanya genit. Aku hanya tersenyum dan mengangguk saja dan langsung duduk di tempat ku yang biasanya. Aku mengisi piringku dengan apa saja yang ada di depan ku. Aku tidak berniat untuk memilih-milih makanan, asalkan semua nya enak dan membuat ku kenyang itu bukan masalah lagi. Aku makan dengan mengamati meja gryffindor. Mereka semua sudah selesai makan dan sudah akan meninggalkan aula. Pergi kemana lagi mereka ? sudahlah untuk kali ini lepaskan saja mereka. Toh aku sudah mendapatkan sesuatu yang bagus hari ini. Besok aku akan mencari tahu lagi.
(Hermione POV)
"ah menyenangkan sekali. Setelah sekian lama sepertinya aku sudah hidup kembali mione !" aku senang sekali melihat harry seperti ini. Kapan terakhir kali aku melihat nya ceria ? sepertinya sudah sangat lama.
"astaga harry !ada hal yang lebih penting dari semua ini !" aku nyarais terpekik teringat dengan tugas ramuan yang di berikan prof. Slughorn.
"apa ?" tanya harry mulai serius.
"tugas ramuan, ingat ?"
"tugas apa itu ? dan dimana mereka ?" tanya harry wajah nya tak seserius yang tadi, ia malah merapikan ujung-ujung sapunya.
"mereka akan menyusul. Katanya akan mengamati slytherin yang akan berlatih – sudahlah kenapa kita membahas mereka. Tugas ramuan lebih penting" kata ku mulai tak sabar.
"ayolah mione ? tidak bisakah kau bersantai sedikit dengan pelajaran ? aku yakin tanpa perlu belajar kita pasti akan menjadi yang teratas. Kita sudah mempelajari ini semua sebelumnya" harry pun tampak kesal. Aku seperti nya memang belum pernah memberitahukan tugas ini, tapi aku yakin george sudah membertihunya.
"harry apa kau tau tugas apa ini ?"seperti dugaan ku ia menggelang dengan acuh.
"kita harus membuat honestate liquid. Dan apa kau tahu apa efeknya ? itu bisa mengungkapkan kebenaran bagi si peminum" tak seperti dugaan ku, harry malah memasang wajah tololnya.
"apa itu permasalahan kita mione ? pura-pura saja meminumnya. Padahal isinya hanya jus labu yang sudah kau tukar – "
"kau mungkin bisa berkata begitu karena dirimu berpasangan dengan george, pasangan ku adalah Riddle – "
"astaga mione ini bukan masalah besar – ini bencana!" akhirnya harry mengerti juga, seharusnya dia langsung meminta maaf padaku atas sikapnya yang mengejekku dari tadi, kesal juga rasanya melihat responnya tadi.
"kita ke kantor profesor dumbledore sekarang !" kata harry. Aku pun setuju seperti nya untuk kali ini kami harus meminta bantuan padanya. Jika riddle tahu tentang latar belakang kami maka bencana besar benar-benar akan terjadi.
"akhirnya besok kita akan mengunjungi hogsmeade" kata thomas. Di ruang rekreasi ini ramai sekali, tak ada satupun siswa yang berniat untuk pergi. Ada yang mengobrol, ada yang bermain catur sihir dan beberapa lainnya mengerjakan tugas-tugas sebelumnya libur natal di mulai. Kami – aku, harry, thomas, dan george duduk di depan perapian, kehangatan menjalar di tubuhku yang membuatku semakin nyaman dan enggan untuk berpindah tempat.
"apa kalian sudah pernah dengar tentang hogsmeade ?" tanya mereka, kami pun menggeleng saja, karena seharusnya kami tidak tahu mengenai hogsmeade, lagi pula aku tak tahu hogsmeade di jaman ini.
"ah kalian harus tahu itu. Hogsmeade adalah tempat yang paling menyenangkan. Banyak hal yang bisa kalian jumpai disana. dan ketika sampai disana kita harus mengunjungi three broomsticks, kau tau butterbeer nya sangat enak dan tiada duanya – " mereka terus saja mengoceh membicarakan toko ini dan itu,aku hanya tersenyum saja mendengarkan mereka yang begitu bersemangat mendiskripsikan hogsmeade . harry bahkan memerankan diri nya dengan baik,ia banyak bertanya ini dan itu yang sebenarnya tidak perlu di tanyakan karena ia seharunya sudah tahu jawabannya. Syukurlah kami cukup menikmati berada di zaman aku berfikir mungkin akan sulit untuk hidup disini.
"oh ya, liburan natal nanti apa rencana mu mione ?" tanya thomas.
"aku – tidak tahu. Seperti nya akan memulai tugas ramuan itu" jawab ku. Ah kali ini nasib harry jauh lebih baik di bandingkan diriku. Setidaknya ia bisa bertemu dengan keluarganya, sedangkan aku ? menghabiskan liburan bersama dengan voldemort ! demi merlin aku tidak pernah memimpikan ini sebelumnya. Untunglah wajah nya di jaman ini tidak terlalu buruk. Apalah jadinya diriku jika aku menghabiskan banyak waktu dengan voldemort yang botak dan tak memiliki hidung itu. Aku bergidik ngeri membayangkan itu semua.
"ada apa mione ?" tanya george. Aku memandng harry, seperti nya ia tampak khawatir dengan ku.
"tidak apa. Harry akan berlibur di rumah mu bukan ?" tanya ku pada george dan di jawab anggukan bersemangat.
"sebenarnya aku juga ingin mengundangmu untuk berlibur di rumahku. Tapi bagaimana dengan tugas ramuan mu? – Pokoknya ketika kau memiliki waktu luang kau harus berkunjung ke rumah ku !" kata george penuh semangat. Aku pun mengangguk senang, akhirnya ada sesuatu yang ku nantikan ketika liburan datang.
Lama kami berbincang bincang mengnai banyak hal, tentang para profesor, para hantu bahkan kami membicarakan Rancorous Carpe – penjaga sekolah di zaman ini. Dari cerita mereka seperti nya Carpe lebih baik di bandingkan dengan Filch. Setidak nya ia hanya menghukum anak-anak yang tidak mentaati aturan. Tidak seperti Filch yang benar-benar membenci kami. Hari semakin larut, banyak siswa yang sudah mulai ke atas untuk pergi ke kamar mereka masing-masing. Aku pun menguap lebar-lebar tak peduli dengan siapapun dan membuat mereka justru mentertawaiku.
"hey kau benar-benar wanita – kan ?" tanya george. Aku hanya nyengir dan menggaruk rambut semakku yang heboh ini.
"aku akan naik untuk tidur. Sampai besok" aku benar-benar sudah mengantuk, mereka pun mengucapkan selamat malam padaku sebelum aku naik ke atas. Sesampainya di kamar aku langsung menuju kasurku yang berada di paling ujung. Mereka semua sepertinya sudah berada di alam mimpinya masing-masing. Ku ingat-ingat sepertinya aku nyaris tidak pernah berbicara pada mereka. Aku mulai tidur ketika mereka semua sudah memasuki alam mimpi dan ketika mereka bangun aku pasti sudah ada di aula untuk sarapan. Bukan maksudku tak ingin bergaul dengan mereka. Tapi lebih baik mereka tak terlalu terlibat dengan ku. Aku membuka baju ku untuk bertukar dengan piama ku, ku lihat sejenak tubuhku yang ada di pantulan cermin itu. Masih banyak bekas luka disana sini. Aku sudah mencoba beberapa kali dengan sihir agar bekas lukanya menghilang tapi percuma saja, ini luka bekas perang dulu, jadi pasti sihir-sihir hitam lah yang meninggalkan jejak semua ini.
Kicau burung samar-samar ku dengar dan berhasil membangunkan ku dari tidurku. Apakah ini sudah pagi ? aku melihat ke luar – semburat merah di ufuk timur sudah mulai tampak terlihat. Aku pun turun dari kasurku dan berniat untuk membasuh muka ku dan berganti ini lebih dingin dari biasanya, mungkin memasuki bulan desember menjadi alasannya. Tak perlu berlama-lama di kamar mandi karena airnya sudah sedingin es membuat gigi ku berkemeletuk menggigil. Aku segera melesat ke koperku, ku cari baju yang paling hangat. Ku ambil sweater rajut berwarna biru malam yang berada di dasar koper ku, langsung ku kenakan saja lumayan membuat tubuh ku terasa lebih hangat. Ku rogoh lagi koperku dan aku menemukan syal rajut berwarna merah muda yang mencolok dan jaket tebal selutut dengan bulu-bulu halus di bagian lehernya dan perpaduan warnanya – ajaib. Enggan sekali mengenakan semua ini tapi ini lebih baik di bandingkan harus kedinginan sepanjang hari, lagi pula ini adalah trend di zaman ini jadi orang lain akan memandang biasa saja dengan apa yang ku kekanakan. Di zaman ini wanita selalu mengenakan rok model ¾ yang jadul. Tapi kali ini aku tidak akan mengikutinya,hello ini musim dingin. Aku akan mengenakan celana yang nyaman saja, ku ambil celana hitam peninggalan zaman ku dan langsung ku kenakan saja, dan ku ambil sepatu tinggi yang menutupi sampai ke mata kaki,tak lupa ku kenakan sarung tangan kulitku. Setelah mengenakan ini semua rasanya sudah semakin hangat. Aku pun turun ke ruang rekreasi menunggu harry, thomas, dan george turun.
Baru saja aku duduk di depan perapian, harry turun memanggilku.
"aku benar-benar kaget, dan ternyata benar kau dan – apa yang kau kenakan ini ?" tanya harry menyembunyikan senyumnya yang sebenarnya masih bisa ku lihat.
"dingin sekali harry. Dan aku harus menyesuaikan mode yang ada bukan ?" kata ku mulai seorang pria, tak ada perubahan yang drastis dalam model pakaian nya, jadi dia pasti merasa santai saja. Aku masih terus mengomeli harry sampai akhirnya thomas dan george turun
"dingin sekali hari ini" keluh mereka.
"sebenarnya ada apa dengan mu mione ? pakaian mu tak ada yang masalah, hanya agak aneh saja melihat celana itu" george angkat bicara seperti nya ia mulai kesal mendengar ku mengocehkan pakaian ini sepanjang jalan menuju aula.
"ini aneh. Lihat harry !" kata ku kesal, harry malah tertawa terpingkal-pingkal.
"model pakaiannya jauh berbeda dengan yang ada di di tempat kami tinggal sebelum nya errr – masudku paris"jawab harry setelah tenang.
"dan ini aneh – "langsung saja aku menghujani harry dengan pukulan keras ku tanpa ampun.
"maksud mu – kamu mengatakan model pakaian kami aneh ?" tanya thomas.
"bukan itu maksudku, kalian pasti akan merasakan apa yang kurasakan ketika kalian baru datang ke paris dan melihat mode pakaian mereka – berbeda. Itu saja" mereka berdua mbentuk huruf o dengan mulut mereka.
" dan – cukup mione. Apapun yang kamu kenakan kamu tetap cantik, percayalah" kata harry yang masih belum bisa menyembuhkan rasa kesalku.
Ketika memasuki aula kami disambut hangat oleh aroma kentang goreng dimana-mana, aroma ayam panggang, daging asap dan aroma lezat lainnya. Masih tak banyak orang yang ada di aula ini, bahkan hanya ada profesor Flitwick di meja guru. Mungkin mereka semua masih berada di bawah selimut tebal masing-masing. Bahkan tak ada satupun murid hufflepuff yang menampakkan batang hidung nya. Di meja slytherin ku lihat sudah ada beberapa anak dan seperti biasanya – riddle sedang membaca korannya dengan anggun di temani sebuah cangkir tak tahu itu teh atau kopi.
'eh ?' kata ku dalam hati. Riddle beranjak dari kursinya dan seperti nya menuju ke arah meja gryffindor. Apa yang akan ia lakukan, ia melihtku dan melambaikan tangannya, harry malah asik memakan pai daging nya, ku sodok perut nya dan membuat nya menoleh.
"apa ia kemari ?" tanya harry, dari nada bicara nya seperti nya harry sudah tidak bermasalah dengan vodemort muda itu. Apakah ia sudah melupakan dendamnya ? tak kulepaskan pandangan ku dari voldemort muda itu, dan benar saja ia menuju meja kami.
"hai" sapanya ramah, dan tak kusangka harry pun membalasnya meskipun ia tetap dengan pai dagingnya. Aku bingung sendiri dengan sikap harry kali ini. Apa ia terkena mantra dari riddle ini ?
"aku hanya mengingatkan, pada hari senin minggu pertama liburan – kita bertemu di Leaky Cauldron" aku tak mampu berkata-kata lagi dan aku mengangguk saja.
"dan – selamat menikmati sarapan kalian" katanya sebelum meninggalkan kami.
"riddle –" yang punya nama langsung berhenti mendengar panggilan harry. Agak terkejut juga aku. Apa yang akan ia lakukan pada riddle ?
"tolong jaga mione selama liburan" aku benar-benar terkejut mendengar perkataan harry barusan. Apakah ini mimpi ? sejak kapan mereka akrab ? dan apa maksudnya semua ini ? sepertinya harry benar-benar telah di mantrai oleh yang harus ku lakukan.
"tenang saja, akan ku jaga dia" katanya tersenyum dan langsung meninggalkan kami.
– TBC
Note : mulai sekarang di usahakan bakal update setiap sabtu dan minggu (ga mau di katain PHP lagi hehe) . Ide nya ada tapi nuangin ke tulisannya susah bangetttt *pemula amatiran* mungkin agak gaje ya chapter ini ? ini keyboard juga eror apa begimana ? spasi nya susah banget -" tolong di maklumi kalo ada typo sana-sini, udh di minimalisir kok typonya. ah iya ! makasih banget buat semuanya yang masih setia :* semoga menikmati dan aku bakal usaha untuk chapter selanjutnya. Happy reading ! review ? ^^
