Strawberry Avalanche
Byun92
Present!
Jangan lupa tinggalkan reveiw, tidak baik membudayakan jadi pembaca diam thanks ^^
Chekidot
Pagi hari yang indah, ditemani kicauan burung-burung gereja dipohon besar samping kamar baekhyun. Sinar matahari menerobos masuk menyidari sebagian kamar kosong tak berpenghuni, iya penghuninya sudah jalan sekolah. Tentu pagi ini baekhyun berangkat kesekolah diantar oleh baekbom. Ponsel dan dompet baekhyun juga sudah dikembalikan oleh appanya. Itu semua karna amukan seorang byun taeyeon, hihi eommanya masih gaul sih.
Oke kita balik ke baekhyun!
Gerbang sekolah Gangnam-gu High School sudah terlihat. Banyak siswa/i turun dari mobil antaran mereka dan bergegas masuk kedalam sekolah, lima menit lagi bel akan dibunyikan.
"Yak! Oppa cepat-cepat. Aku sudah benar-benar terlambat" pekik baekhyun. Baekbeom memberhentikan mobilnya tepat didepan gerbang sekolah. Dari belakang mobil baekbeom, itu mobil sport keluaran terbaru. Seorang gadis berambut panjang, bertubuh prefesional yakni Kim Hyejin. Baekhyun masih dalam duduknya, ia hanya memperhatikan hyejin yang baru saja keluar dari mobil. Hyejin menggunakan seragam sekolah Gangnam-gu High School.
'Inikah caramu? Ingin mengambilnya disaat aku sedang kehilangan ingatan?" batin chanyeol.
"Byun Baekhyun! Kau mau keluar atau aku paksa kau keluar dari mobilku" dengus baekbeom kesal.
"Ah, iya oppa aku akan segera keluar mian"
Baekhyun turun dari mobil setelah hyejin pergi, ia tak mau bertatap muka ataupun sekedar bercengrama. Gadis bertubuh mungil dengan tas gamblok berwarna biru langit segera melesat menuju kelasnya sebelum saem cho masuk.
Sera teman sekaligus sahabat baekhyun baru saja keluar dari kantor guru. Saem cho ternyata sedang tidak hadir, guru itu juga memberikan banyak tugas pada kelas baekhyun.
"Baekhyun-ah" panggil sera berlari kecil menghampiri baekhyun yang sedang berjalan dengan wajah lesunya.
"Sera-ya" panggil baekhyun lirih. Baek menghentikan langkah kakinya.
"Kau tau baekhyunie, dikelas kita ada murid baru lagi. Tapi menurut isu yang kudapat dari kantor tadi" sera berbicara seperti dukun yang komat kamit.
"Apa isu yang kau dapat dari kantor hah" sungut baekhyun melihat kertas tugas ditangan sera.
Sera mendengus kesal, "Namanya Kim Hyejin. Dia seorang model. Dan dia memaksa pada kepala sekolah untuk satu kelas dengan Chanyeol, berarti akan ada murid dan satu bangku tambahan untuknya" tawa sera menggema disepanjang koridor kelas.
"Kalau begitu bangku dia ditaruh dibarisan paling depan saja" ujar baekhyun membuat sera makin terkikik geli.
"Kajja baekhyunie kita harus masuk kekelas" sera merangkul baekhyun kemudian menyeretnya masuk kedalam kelas.
Dua sejoli sedang asik mengerjakan tugas dari mata pelajaran saem cho, tiba-tiba saja dikagetkan dengan suara keras dari pojok sana.
Chanyeol mengebrak meja. Ia kesal sedari tadi hyejin terus menganggunya.
"Bisakah kau pergi dari hidupku hyejin-ah" suara bentakan chanyeol membuat kelas menjadi hening seketika, aktivitas baekhyun juga ikut terhenti melihat tunangannya sedang memarahi hyejin.
"Yak! WAEEE?" suara tinggi hyejin seolah tak mau kalah.
Chanyeol mengusap wajahnya kasar. "Baiklah, jika kau terus mengikutiku. Maka kubuat kau berhenti mengikutiku"
"Kembalilah padaku yeol! Baekhyun saja tidak ingat denganmu. Untuk apa kau terus-terusan mengejarnya" teriak hyejin penuh amarah.
Brak
Chanyeol mengebrak mejanya lagi.
"Hentikan semua omong kosongmu Hyejin! Berhenti apa kau benar-benar melihat ku pergi" Ancam chanyeol.
Seluruh pasang mata sisiwa-siswi dikelas itu tertuju pada baekhyun. Sera mendengus kesal, hanya sera dan baekhyun yang tau soal pertunangan baekhyun-chanyeol.
"Apa yang sedang kalian lakukan Hah! Kim Hyejin Sis-Wa pindahan baru. Ini hari pertamamu bersekolah di Gangnam-Gu, seharusnya Kau jaga sikapmu" sera ikut bersuara. Ia marah karena kegaduhan yang dibuat chanyeol dan hyejin.
'Sial' runtuk baekhyun melihat chanyeol-sera-hyejin.
"Memangnya siapa kau HAH" tanya hyejin penuh keangkuhan. Ia melihat penampilan sera dari atas sampai bawah. 'Sepertinya dia bukan orang sembarangan' bantin hyejin.
"Pertama, Kau membuat kerubutan dikelas Saem Cho. Kedua, Kau tidak mengerjakan tugas dari Saem Cho dan Ketiga Aku ketua kelas dikelas ini. Ada yang kurang jelas Hyejin-ssi? Lebih baik kau kerjakan tugasmu sekarang juga sebelum kuadukan pada guru piket karna menganggu waktu belajar kami" tegas sera.
Hyejin mendengus kesal. Ia segera kembalike bangkunya dibelakang dibaris sendirian, tak ada teman sebarisannya. Hyejin segera membuka bukunya, mengerjakan tugas dari Saem Cho. Chanyeol duduk dibangkunya sesekali melirik pada baekhyun yang ada dipojok sana, wajah tenang baekhyun membuat kekhawatiran chanyeol hilang begitu saja. Chanyeol kembali melanjutakan tugas yang tadi sempat tertunda.
Bel istirahatpun berbunyi, seluruh siswa dikelas berhambur menuju kantin sekolah. Dikelas baekhyun hanya ada beberapa siswa dan Baekhyun, Sera dan Chanyeol.
"Baekhyunie, ayo kekantin" ajak Sera suaranya dibuat-buat imut.
"Tunggu sebentar lagi sera-ie, aku hampir selesai tugas ini sulit tau" gumam baekhyun masih asik mengerjakan tugasnya.
"Baiklah aku menunggumu chagiya" sera tertawa geli mengingat akhir kalimatnya.
"Aish"
Braak, pintu kelas tertubruk seorang anak laki-laki yang tingginya seratus delapan puluh enam eh dia sama tingginya dengan chanyeol dong hehe, Anak itu jalan menuju sera dan baekhyun. Dari nametag yang terpasang namanya Nam Joo-hyuk, dia itu sunbaenya baekhyun dan sera. Karna masa orientasi siswa yang cukup berat bagi sera dan baekhyun akhirnya mereka sering diberikan bocoran oleh Joo-hyuk selaku kakak pembinanya.
"Oppa" gelak tawa sera kembali mengisi kelas. Sera sungguh anak yang ceria, sama cerianya dengan baekhyun.
"Wae" tanya Joo-hyun bingung.
"Kau kenapa bisa sampe pacaran sama pintu, ahahahahaha" sera tertawa lagi.
"Yak chagi, kau tak boleh begitu. Kau tak kasian sama oppamu yang paling tampan" Ucap Joo-hyuk sambil pose bak model terkenal.
Baekhyun ikut tertawa melihat tingkah namjachingunya sera.
"Kajja chagi, kita kekantin aku sudah lapar eum" joohyuk duduk disalah satu bangku dekat sera.
"Tunggu sebentat oppa. Aku tidak akan meninggalkan baekhyunie karna disini baru saja ada musuhnya." sera setengah berbisik pada joohyuk.
Joohyuk memangut-mangut ria mengerti. "Baiklah Chagia, aku juga akan membantumu untuk menjaga baekhyunie" joohyuk dengan cengiran diwajahnya.
"Yak kalian berdua aku bukan anak tk yang harus dijaga" baekhyun menjulurkan lidah. Ia menutup buku tugasnya menyimpannya dalam tas.
"Kajja sera-ie, kajja oppa kita kekantin. Aku minta ditraktir jus strawberry dompetku ketinggalan dimobil oppa baekbeom" baekhyun mengandeng dua orang sera dikanan joohyuk dikiri.
"Chagi, dia memerasku chagi" rengek joohyun disambut kikikan dari dua yeoja disampingnya.
Bisu. Chanyeol hanya membisu melihat baekhyun yang terus melangkah pergi. Langkahnya sungguh jauh hingga sulit chanyeol gapai.
"Baiklah jika harus dimulai dari awal." gumam chanyeol bangun dari duduknya. Chanyeol mengejar gerombolan baekhyun.
Brukk
Chanyeol sengaja menabrakan tubuhnya pada baekhyun. Baekhyun jatuh terduduk dilantai, ditabrak dari belakang oleh chanyeol. Ingin rasanya baekhyun berteriak pada chanyeol namun diurungkan karna ingat penyamarannya.
"Aish,"
"Baekhyunie" sera membantu baekhyun berdiri. "Gwenchana eum" ia membantu membersikhan seragam baekhyun.
"Gwenchanayo" ujah baekhyun sambil tersenyum.
"Hey bung, matamu taruh dimana Hah?" joohyuk dengan suara setengah meninggi.
"Mian sunbae, aku tadi buru-buru." cicit chanyeol.
"Lain kali kalau jalan pakai mata yah, matanya jangan ditaro dibelakang"
"Oppa kajja, baekhyunie tidak apa" sera menarik joohyuk menjauh dari chanyeol.
Sampai dikantin mereka bertiga, mencari bangku kosong. "Ah disana chagia" yang lebih tinggi menujuk kearah bangku dipojok kantin.
"Oke oppa jangan lupa pesanan kami" seru baekhyun menarik sera. Mereka berdua jalan menuju bangku yang ditunjuk joohyuk. Tiba-tiba hyejin menghalangi jalan baekhyun dan sera.
"Byun Baekhyun! Lebih baik kau batalkan saja pertunanganmu dengan Chanyeol. Chanyeol tidak bahagia bersamamu" hyejin melipat tangan didada, ia berdiri penuh kesombongan.
"Oh kau itu wanita pengoda yang mencium paksa Park Chanyeol waktu itukan" bisik baekhyun yang berhasil membuat hyejin membulatkan matanya tak percaya.
"K-kau sudah ingat semua" hyejin tergugup.
"Kau bahkan segaja menciumnya didepan umum, kau tidak tau malu hyejin-ssi" baekhyun terus berbisik ditelinga hyejin.
"Kau juga yang membuatku mengalami kecelakaan! Lebih baik enyahlahkau dari pandanganku sebelum aku benar-benar marah" ancaman baekhyun terdengar tidak main-main.
Hyejin berdiri mematung disana, sementara baekhyun sudah menarik sera kebangku mereka. Pantat mungil baekhyun sudah duduk dengan nyaman dibangku kantin begitu juga dengan sera.
"Baekhyunie, apa yang kau bisikkan pada hyejin eum?" tanya sera hati-hati.
"Haha, itu hanya ancaman kecil jika dia terus mengangguku" jawab baekhyun tersenyum kikuk.
"Benarkah" sera tak percaya.
Baekhyun mengangguk, "aku belum bisa menceritakannya, tapi kalau kau sempat pulang sekolah nanti kita kecafe nde" ajak baekhyun.
"Okey sayang"
Joohyuk datang dengan nampan berisi makanan dan minuman pesanan baekhyun dan sera.
"Cha, ini punya tuan putriku" joohyuk menyodorkan jus alpukat kesukaan sera.
"Ini punya baekhyunie yang baik dan jangan minta traktir lagi haha" satu jus strawberry diberikan joohyuk dengan cuma-cuma buat baekhyun.
"Hehe gomawoyo namjachingunya sera-ie" baekhyun terkikik.
"Aku boleh gabung dengan kalian?" tanya seseorang dengan suara berat. Ia menaruh nampan yang berisi minuman disamping tempat duduk joohyuk.
"Boleh saja," sambut sera tersenyum ramah.
"Chagi, bukankah dia yang menabrak baekhyunie eoh?" protes joohyuk duduk ditempatnya.
"Joohyuk oppa dia kan tidak segaja lagi juga baekhyunie tidak marah kok" sera menyikut lengan baekhyun.
"Iya kok oppa, aku baik-baik saja. Biarkan saja dia duduk bangku kantin kan penuh semua, kasian nanti dia mati kelaparan oppa" pinta baekhyun.
"Baiklah kau boleh duduk" joohyuk menggeser tubuhnya memberi tempat kosong untuk chanyeol duduki. Chanyeol menghempaskan dirinya disamping Joo-hyuk, itu tandanya dia duduk berhadapan dengan baekhyun.
"Wah, itu roti strawberry. Chanyeol-ssi boleh kuminta rotimu" baekhyun menujuk roti milik chanyeol. Tunggu sejak kapan chanyeol jadi penyuka strawberry?
"Eh? Ini memang untukmu baekhyun-ssi, aku membelikannya sebagai permintaan maaf karna aku menabrakmu tadi" chanyeol menyerahkan roti rasa strawberry itu pada baekhyun. Baekhyun tersenyum manis.
Diujung sana hyejin mengamati chanyeol dan baekhyun. Ia teringat akan janjinya pada appanya, ia tak boleh kalah. Hyejin harus menang. "Aku akan melakakukan apapun sampai aku mendapatkan yang aku mau! Walaupun diantara aku dan dia harus ada yang mati" pekik hyejin pada kedua gadis kembar.
Oh ya, Hyejin baru saja memiliki dua teman. Mereka juga tak terima pasalnya Chanyeol sang idola mereka ditunangkan dengan Baekhyun yang bukan dari kalangan artis. Jung bersaudara dua gadis kembar Jung Seoyoon sebagai kakanya, dan Jung Soojung adiknya mereka lahir hanya selang lima menit.
"Aku akan mendukung semua rencanamu hyejinie" seru soojung dengan tatapan membaranya -_- Seoyeoon mengangguk mantap.
"Aku berterima kasih pada kalian berdua, sebagai tanda kita berteman bagaimana kalau aku yang mentraktir makan siang kalian?" hyejin tersenyum penuh kemenangan. 'Tunggu saja pembalasanku baekhyunieee'
Jung bersaudara tidak melewatkan kesempatan ini, mereka sengaja mengitari stand makanan yang berada dekat meja baekhyun dan teman-temannya. Dua jung melangsungkan aksinya, mereka sengaja bercanda dan tertawa-tawa dan mereka numpahkan kuah sup panas pada rok baekhyun. Entah bagaimana caranya saya juga tidak tau -_- abaikan.
"Astaga, ini panas sekali" baekhyun mengibas-ngibas roknya yang basah karna kuah sup.
"Baekhyun-ah kau baik-baik saja?" chanyeol terlihat panik. Tak mungkin jika chanyeol harus membuka rok pendek baekhyun yang ada baekhyun malah tambah menjauh.
"Kalian jalan pakai mata tidak?" Joo-hyuk kesal. Tangannya mengenggam gelas jus milik chanyeol dan menyiram wajah dua jung bersaudara.
"Ops, kukira tak ada orang" joohyuk meletakan gelas jus milik chanyeol.
"Yak sunbae kenapa kau melakukan itu pada kami hah, kamikan tidak sengaja menumpahkan kuah sup itu karna soojung tadi mendorongku" sembur seoyoon.
"Eonni hiks, wajahku basah" soojung menangis.
"Diam soojung eonni lagi memarahinya" seoyoon mengeluarkan sapu tangannya kemudian ia membersihkan wajah sang adik.
"Itu balasan karna kalian jalan tidak pakai mata." bisik sera ditelinga seoyoon. Seoyoon menggeram kesal. Ia kalah tak bisa melawan sera dan joohyuk
"Kajja baekhyunie, kita ke UKS. Kuah itu panas pasti kulitmu akan terbakar." Chanyeol menarik paksa baekhyun. Menyeretnya menuju ruang UKS yang sebenarnya ia tidak tau letaknya dimana.
Chanyeol mengajak baekhyun berjalan mengitari sekolah, "Chanyeol-ssi kenapa kita hanya berjalan mengitari tempat ini. Kau tau tidak dimana letak UKSnya"
"Sebenarnya, aku tidak tau letaknya tapi aku akan berusaha mencarinya" Sahut chanyeol.
Langkah kaki baekhyun terhenti. Kalau ia lanjutkan maka baekhyun sama bodohnya dengan chanyeol. Baekhyun tau chanyeol sedang panik tapi bukan begini juga caranya mengajaknya mengitari sekola hanya demi mencari ruang UKS yang sebenarnya udah mereka lewati tiga kali.
"Kalau begitu tidak usah ke UKS, aku lelah jika terus berjalan" chanyeol membalikan tubuhnya menghadap baekhyun.
"A-ani, kuah sup itu panas sekali pasti kulitmu terbakar."
"Aku baik-baik saja chanyeol-ssi. Aku hanya perlu menganti rokku. Kajjja kita kembali saja kekelas" kata baekhyun meyakinkan.
"Tidak, kulitmu pasti merah baekhyun! Jangan membuatku marah." chanyeol menarik dengan paksa lengan baekhyun. Tubuh baekhyun tersentak mengikuti tarikan tangannya.
Akhirnya chanyeol menemuka ruang UKS. Ia masuk keruangan itu bersama baekhyun.
"Ada yang bisa ku bantu" tanya seseorang dari balik pintu. Orang berjas putih dengan nametag Kim junsu mendekati chanyeol dan baekhyun yang sedang berdiri.
"Oh kau dokternya. Ini Yeojachinguku kakinya terkena kuah sup panas oleh emm, dua jung bersaudara." chanyeol mendelaskan. Baekhyun hanya mendunduk malu.
"Jangan panik, silahkan duduk diranjang"
Lagi-lagi chanyeol menarik tangan baekhyun. "Ayo cepat duduk disana, atau aku akan mengendongmu sampai kesana" ancam chanyeol yang berhasil membuat pipi baekhyun merona.
"Aish baiklah baiklah" dungus baekhyun.
.
.
.
.
Maaf kalau lama updatenya.
Ditunggu review kalian terima kasih.
