PERNIKAHAN KITA
Sub-Title: Bayi Kilat
Author: Haena Lee
Cast: Lee Taeyong x Jung Jaehyun
Genre: Marriage Life, Romance, Comedy, Family
Lenght: Drabble
Warning: Female! Taeyong, Genderswitch
Ps: Di sini anggap saja Taeyong dan Jaehyun sebaya.
Happy Reading!
Lee Taeyong membuka pintu kamarnya dengan keras. Tapi sosok yang masih terbaring di ranjang itu tampak tidak terganggu sedikitpun oleh kegaduhan yang diciptakan istrinya.
"YA! JUNG JAEHYUN! CEPAT BANGUN!" Wanita itu berteriak keras. Tangannya menggenggam selembar kertas yang lusuh. Oh, tentu saja. Wanita itu tanpa sengaja meremasnya saat membaca tulisan di kertas itu.
Jaehyun, sang suami, tak kunjung membuka matanya. Laki-laki itu hanya menggeliat pelan dan semakin menenggelamkan dirinya di balik selimut. Taeyong yang geram memukul-mukul gundukan selimut itu, entah pukulan itu mengenai bagian tubuh Jaehyun yang mana dia tak peduli.
"Aku masih mengantuk, Sayang." Jaehyun membuka selimut yang menutupi wajahnya, menatap Taeyong dengan mata yang belum terbuka sepenuhnya.
"Aku tidak peduli! Kau harus cepat bangun, Jung Jaehyun."
Jaehyun sama sekali tak mempedulikan teriakan Taeyong. Dia sudah terbiasa dengan teriakan itu. Jaehyun mengubah posisi tidurnya menjadi tengkurap dan mulai memejamkan matanya lagi.
Taeyong yang melihatnya memukul pantat Jaehyun dengan keras. Oh, jangan ragukan seberapa kuat tangan mungil itu ketika memukul Jaehyun. Karena seorang Jung Jaehyun yang notabenenya laki-lakipun akan meringis kesakitan, seperti sekarang.
Memiringkan kepalanya, menatap Taeyong kesal sambil mengelus pantatnya hasil pukulan tangan Taeyong yang biasanya membuatnya terlena itu.
"Sakit, Tae."
"Kau berhutang penjelasan padaku, Tuan Jung." Taeyong berkacak pinggang.
Jaehyun melihatnya heran. Dengan malas Jaehyun bangun dari tidurnya dan mendudukkan dirinya.
"Apa maksudmu, Sayang?"
"Bayi Kilat."
"Ya?"
"Apa maksudmu dengan program 'Bayi Kilat' itu, Jung Jaehyun?"
Jaehyun membelalakkan matanya heran. "Darimana kau tahu tentang itu?"
"Oh, jadi ini benar pekerjaanmu?" Taeyong murka. Bisa dibayangkan kepala dan telinga wanita itu mengeluarkan asap tebal.
"Memang benar." Jaehyun akhirnya mengaku.
"Ya!"
"Itu bukan salahku, Taeyong-ah. Salahkan saja mereka yang ingin cepat-cepat mendapatkan cucu dari kita."
"Mereka?"
"Orangtua kita."
"Tapi tidak harus dengan program konyol seperti ini, Jung Jaehyun." Taeyong memutar bola matanya kesal.
"Program konyol? Itu tidak konyol, Sayang."
"Tidak konyol darimana?" Taeyong memegang kertas itu dengan kedua tangannya, menelisik kembali tulisan di atasnya. "Program Bayi Kilat. Satu, membuat istriku mendesah. Dua, membuat Taeyong mendesah. Tiga, membuat Lee Taeyong mendesah. Empat, membuat Lee Taeyong mendesahkan namaku. Dan kelima, membuat Lee Taeyong mendesah selamanya." Taeyong membacakan apa yang tertulis di kertas itu.
Jaehyun yang mendengarnya hanya menahan tawa.
"Kau bilang ini tidak konyol? Ini konyol, Jung Jaehyun. Sangat!" Teriakan Taeyong justru membuat Jaehyun tertawa lebar.
"Ya! Apakah ini lucu? Kenapa kau tertawa? Berani-beraninya kau tertawa disaat aku sedang kesal"
Jaehyun meraih tangan Taeyong, menarik wanita itu sehingga Taeyong duduk tepat dihadapannya.
"Bukankah aku menjalankan program itu dengan baik, Sayang?" Jaehyun mengedipkan sebelah matanya.
"Cih! Program apa itu? Isinya hanya mendesah dan mendesah."
"Tapi kau benar-benar mendesah, Sayang."
"Ya! Jangan ucapkan kata itu. Mendesah. Oh, kepalaku mendadak pusing mendengarnya."
"Tapi aku suka saat kau mendesah."
"Ya! Sekali lagi kata itu keluar dari mulutmu, aku akan-"
"Apa? Kau akan melakukan apa? Kau tidak akan bisa macam-macam, Tae. Jika kau melakukannya, aku akan membuatmu mendesah."
"Astaga, Jung Jaehyun! Hilangkan kosakata itu dari otakmu. Aish, Benar-benar."
"Oh, tidak bisa. Itu kosakata keramat Lee Taeyong. Jika kata itu dihilangkan program 'Bayi Kilat' itu tidak akan berjalan dengan baik."
"Ya! Lupakan tentang program konyol itu. Astaga, kau benar-benar meracuni otak polosku, Jung Jaehyun."
"Kau polos? Aku meragukannya. Terkadang kau jauh lebih agresif daripada aku, Lee Taeyong."
"BERHENTI BERBICARA HAL YANG TIDAK-TIDAK!"
"Kau yang memulainya."
"Aku tidak melakukannya. Aku hanya bertanya kepadamu."
"Tapi pertanyaanmu itu tentang mendesah, Lee Taeyong."
"Ya! Kau..."
Jaehyun menyeraingai lebar, tangannya menyentuh kedua bahu Taeyong dan menjatuhkan wanita itu ke ranjang. Menindihnya dengan kedua tangan yang bertumpu di samping kepala Taeyong untuk menahan berat tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Membuatmu mendesah."
"YA! JUNG JAEHYUN! AKU TI- hmmphh"
Oh, Lee Taeyong, ternyata menciummu adalah satu-satunya cara untuk membuatmu diam. Seharusnya pagi ini kau bisa terbebas dari program konyol suamimu itu jika kau tidak menemukan agenda itu tergeletak begitu saja di meja kerjanya saat kau membersihkan ruang kerja Jaehyun.
Dan sekarang, untuk kalian berdua, selamat menikmati desahan masing-masing di pagi yang cerah ini.
.
.
.
END
Nantikan kisah selanjutnya 2 atau 3 hari lagi.
Terimakasih yang sudah baca, follow, fav dan juga review.
