PERNIKAHAN KITA
Sub-Title: Mendesah?!
Author: Haena Lee
Cast: Lee Taeyong x Jung Jaehyun
Genre: Marriage Life, Romance, Comedy, Family
Lenght: Drabble
Warning: Female! Taeyong, Genderswitch
Ps: Di sini anggap saja Taeyong dan Jaehyun sebaya
Taeyong menatap benda berbentuk persegi panjang berwarna putih itu. Bibir wanita itu melengkung ke bawah, mata itu tampak berkaca-kaca. Oh, apakah dia akan menangis sekarang?
Taeyong merindukan suaminya. Huh! Sejak kapan Taeyong menjadi melankolis seperti ini? Entahlah. Mungkin sejak dia menyadari jika dia begitu mencintai laki-laki mesum itu. Aneh baginya saat tiba-tiba laki-laki itu berusaha mendekatinya dulu. Melakukan hal-hal di luar nalar untuk menarik perhatiannya. Taeyong bahkan kesal ketika Jaehyun menjawab karena dia cantik saat Taeyong menanyakan alasan Jaehyun mendekatinya. Oh, apakah jika dia jelek Jaehyun tidak ingin mendekatinya? Tapi siapa yang peduli? Bagi Taeyong, Jung Jaehyun dulunya adalah seseorang yang menyebalkan. Dan pandangan itu benar-benar berbalik saat Jaehyun memperlakukannya dengan baik. Menuruti apapun yang dia inginkan. Oh, tidakkah itu membuat hatinya berbunga-bunga? Terlebih senyum laki-laki itu membuat jantungnya berdegup lebih cepat. Jatuh cinta. Butuh berapa bulan untuk Taeyong mencintai Jaehyun? Entahlah. Yang dia tahu, saat Jaehyun melamarnya, wanita itu sudah mencintainya.
Mengelus layar ponselnya yang menampakkan foto suaminya. Itu adalah pose terbaik dari semua foto Jaehyun yang ada di ponselnya. Karena setiap kali Jaehyun mengambil gambar dirinya dengan ponsel Taeyong selalu dengan ekspresi yang menyebalkan bagi wanita itu. Tapi anehnya, Taeyong tak berniat untuk menghapusnya.
Menjauhkan ponselnya dari wajahnya, menatap ponsel itu dari jarak yang cukup jauh. Ya. Pada akhirnya Taeyong memutuskan untuk melakukan panggilan video dengan Jaehyun. Begitu rindukah?
Taeyong tersenyum saat wajah Jaehyun terlihat di layar ponselnya. Tapi ekspressi itu berubah saat melihat wajah lelah Jaehyun.
"Apa aku mengganggumu?"
"Eum... tidak juga. Ada apa, sayang?"
"Aku... merindukanmu."
Jaehyun bisa melihat bekas air mata di pipi Taeyong.
"Astaga, kau sampai menangis karena merindukanku?"
Jaehyun tertawa di seberang sana.
"Kenapa kau justru tertawa? Menyebalkan!"
"Kau itu lucu, sayang. Bahkan belum ada satu jam yang lalu kita melakukan panggilan video juga."
"Itu..."
"Apa kau begitu merindukanku?" Taeyong hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Ternyata kau sangat mencintaiku, Lee Taeyong."
"Jika tidak mencintaimu, aku tidak akan sudi menikah denganmu, Jung Jaehyun."
"Katakan!"
"Apa?"
"Katakan kalau kau mencintaiku!"
"Jika aku mengatakannya, apa yang akan kau berikan padaku?"
Oh, bukan hal aneh lagi jika Taeyong menanyakannya. Wanita itu sangat jarang mengatakan aku mencintaimu pada suaminya. Kalaupun mengatakannya itu karena Jaehyun yang memintanya dan berjanji akan mengabulkan keinginannya. Dan keinginan seorang Lee Taeyong tidak akan jauh-jauh dari belanja.
"Aku akan memberikan apa yang paling kau inginkan saat ini."
"Apakah kau akan mengabulkannya?"
"Kau ingin apa, Gwe?"
"Aku ingin kau pulang sekarang, Jae."
Jaehyun tersenyum. "Aku akan pulang, sayang. Aku janji. Kau hanya harus menungguku satu minggu lagi."
"Tapi aku ingin sekarang." Taeyong merajuk.
"Katakan kau mencintaiku dan aku akan menciummu sebagai gantinya."
Kening Taeyong berkerut, sedikit bingung dengan perkataan suaminya.
"Menciumku?"
"Hmm.."
"Tapi bagaimana caranya?"
"Katakan dulu kau mencintaiku, setelah itu aku akan memberitahumu caranya."
Taeyong menghela nafas panjang. Gugup. Kenapa rasanya selalu seperti ini jika akan mengatakan aku mencintaimu kepada suaminya sendiri?
"Aku... mencintaimu, Jaehyun. Sangat mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu, sayang." Jaehyun tersenyum. "Sekarang tempelkan bibirmu ke layar ponsel, aku juga akan melakukannya. Anggap saja kita berciuman jarak jauh."
Dan mereka berdua benar-benar melakukannya. Rasanya berbeda saat melakukannya. Sekalipun bibir itu tidak saling menempel satu sama lain, tapi degupan jantung itu tetap berdetak dengan cepat. Apakah pengaruh rasa rindu yang begitu besar?
"Apakah masih kurang?" Tanya Jaehyun setelah wajah mereka kembali ke posisi semula.
"Tidak. Tapi..."
"Kenapa? Apa ada yang lain yang kau inginkan?"
"Itu..."
"Katakanlah!"
"Ah, tidak. Ini memalukan, Jae." Taeyong berusaha menutupi wajahnya dengan sebelah tangannya. Jaehyun hanya melihatnya dengan aneh.
"Sayang..."
"Lupakan saja." Mengibaskan tangannya di depan wajah.
"Katakan padaku! Jika tidak aku akan marah."
"Eum... Aku ingin..." Taeyong tampak ragu.
"Ya?"
"Aku ingin... kau mendesah."
"APA?!"
Dan permintaan itu merupakan permintaan teraneh sepanjang hidup Taeyong. Jangan tanyakan bagaimana ekspressi Jaehyun saat Taeyong memintanya, karena itu tidak akan pernah bisa dibayangkan.
Jung Jaehyun benar-benar menularkan otak mesumnya pada Taeyong. Atau mungkin pada dasarnya Taeyong memang mesum? Entahlah.
.
.
.
END
Clue untuk 1/2 cerita selanjutnya adalah program Bayi Kilat berhasil. Hohohoho
Terimakasih untuk semuanya yang sudah baca, fav, follow dan juga review
