PERNIKAHAN KITA

Sub-Title: Libur Mendesah?!

Author: Haena Lee

Cast: Lee Taeyong x Jung Jaehyun

Genre: Marriage Life, Romance, Comedy, Family

Lenght: Drabble

Warning: Female! Taeyong, Genderswitch

Ps: Di sini anggap saja Taeyong dan Jaehyun sebaya


Taeyong berjalan mondar-mandir di kamarnya. Menggigit kuku jarinya, menandakan gadis itu sedang cemas. Oh, sebenarnya apa yang wanita itu cemaskan? Seharusnya dia senang, tapi entah kenapa wanita itu justru merasakan kecemasan dan mungkin... ketakutan.

Cepat-cepat membalikkan tubuhnya saat terdengar suara pintu yang dibuka. Tampak Jaehyun keluar dari kamar mandi, masih berusaha mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Menatap Taeyong sambil tersenyum. Ah, setelah ini dia akan bisa mendengar desahan seksi istrinya itu.

Berjalan pelan menghampiri sang istri. Menyentuh pipi sang istri dengan tangan kanannya. Tangan kirinya dia gunakan untuk menarik pinggang istrinya mendekat. Taeyong diam. Entah apa yang harus dia lakukan saat bibir itu mulai menyentuh bibirnya. Tanpa membalas ataupun tanpa mengalungkan tangannya ke leher Jaehyun. Kaku. Seakan Jaehyun mencium sebuah patung. Laki-laki itu melepas ciumannya. Menatap Taeyong dengan kening berkerut.

"Kau kenapa?"

"Tidak apa-apa."

"Wajahmu pucat. Apa kau sakit?"

"Tidak."

Taeyong berusaha mengelak, meski pada kenyataannya beberapa hari yang lalu Taeyong memang sakit. Dia pikir dia sudah sembuh, tapi kenapa wajah itu masih pucat? Apakah karena hal lain?

Jaehyun melepaskan pelukannya. Kedua tangan kekarnya beralih pada bahu Taeyong.

"Jangan mencoba membohongiku, Lee Taeyong!"

"Aku... sungguh tidak apa-apa."

Jaehyun mengambil tangan Taeyong, dan meletakkan telapak tangan istrinya itu di keningnya sendiri. Hangat. Tapi tidak cukup untuk membuat wajah seseorang pucat.

"Jaehyun-ah..."

"Ya?"

"Apa kau merindukanku?"

"Tentu saja aku merindukanmu, Tae." Mengelus pipi istrinya.

"Apa kau juga rindu desahanku?"

Jaehyun terkejut. Taeyong bertanya hal aneh menurutnya. Setelah kemarin meminta Jaehyun mendesah, sekarang menanyakan apa Jaehyun merindukan desahannya. Oh, tidak perlu di tanyakan lagi pasti Jaehyun merindukannya. Bahkan malam ini Jaehyun menginginkannya.

"Aku bahkan lebih dari merindukannya, sayang. Aku ingin mendengarnya sekarang." Mengecup leher putih Taeyong, tapi wanita itu menolaknya.

"Tae..." Menatap aneh istrinya. "Ada apa denganmu? Kau tampak aneh sejak tadi."

"Aku..."

"Kenapa?"

"Aku hanya terlalu merindukanmu."

Menyusupkan kepalanya ke dada bidang Jaehyun. Memeluk tubuh suaminya itu dengan erat.

"Aku tahu. Kau bahkan memintaku untuk mendesah." Jaehyun tak bisa menyembunyikan tawanya.

Taeyong semakin menyembunyikan wajahnya di dada Jaehyun. Malu rasanya. "Jangan membicarkan hal itu lagi."

"Kenapa? Tapi sayang, kau memutuskan sambungan telepon saat aku benar-benar akan melakukannya."

"Itu karena aku malu."

"Bahkan kita berdua sering mendesah bersama."

"Tapi itu berbeda, Jae."

"Apa bedanya? Lagipula sama-sama mendesah kan?" Semakin mengeratkan pelukannya pada Taeyong.

"Jaehyun-ah..."

"Ya?"

"Bagaimana jika kau tidak bisa mendengarku mendesah beberapa bulan?"

"Memang kenapa?"

"Karena itu berbahaya bagi janin yang ada diperutku."

Jaehyun langsung melepaskan pelukannya begitu mendengar jawaban Taeyong.

"Apa? Janin? Di perutmu?"

"Hmm... Aku hamil, Jaehyun-ah."

"Kau..." Jaehyun tak bisa berkata apa-apa.

"Aku takut memberitahumu... takut jika kau tidak akan menyentuhku malam ini. Padahal aku sangat merindukanmu. Tapi dokter bilang kita tidak boleh terlalu sering melakukannya karena akan membahayakan janin, apalagi usia kandungannya baru 5 minggu."

"..."

"Jaehyun-ah."

"..."

"Kau tidak senang aku hamil?" Taeyong bertanya dengan sedih karena tak ada respon apapun dari suaminya itu.

"Bukan begitu..."

Taeyong tersenyum. "Ternyata program bayi kilatmu berhasil."

"Iya."

"Tapi... kenapa ekspresimu seakan kau tidak senang?"

"Tidak... aku sungguh senang. Hanya saja..."

"Apa?"

"Aku tidak yakin bisa menahan diriku untuk tidak membuatmu mendesah."

"Apa?"

"Tidak menyentuhmu sebulan saja sudah membuatku hampir gila, apalagi kalau harus berbulan-bulan."

Senyum di wajah Taeyong memudar. "Aku juga berpikir begitu, Aku merindukan sentuhanmu, Jaehyun-ah."

"Sayang..."

"Hmmm..."

"Sebelum kita benar-benar libur melakukan, bisakah kita melakukan perpisahan malam ini?"

"Maksudmu?"

"Ayo kita dengarkan dan nikmati desahan masing-masing hingga pagi."

Ternyata baik Jaehyun ataupun Taeyong sama-sama kecanduan dengan satu kata, mendesah. Oh, biarkan mereka menikmati desahan malam ini. Dan kita lihat seberapa kuat Jaehyun menahan hasratnya saat Taeyong hamil.

.

.

.

END


Maaf lama gak update. Aku tahu ini hampir 2 minggu tanpa ada kabar. Maafkan aku. Beberapa hari terakhir terlalu excited dengan kabar terbaru tentang konser solo Taemin dan comeback Jonghyun.

Tapi tenang, sebagai gantinya, hari ini aku akan update 2 story sekaligus. Pagi ini dan malam nanti.

Semoga bisa menebus kesalahanku.

Terimakasih untuk yang sudah baca, fav, follow, dan juga review.