Haa? Cinta Terlarang?

Disclaimer: J.K Rowling

Aurorafalter

Warning: AU, OOC and maybe typos~

RnR please!

kripik, saran, flame dipersilahkan ^^

Enjoy~

Harry berjalan dengan santai menuju ruang guru setelah pelajaran Biologi dengan kelas XII IPA A tadi. Jadwalnya hari ini berbelanja ke supermaket, karena memang hari ini adalah awal bulan, serta ia tak mau mendapatkan bonus cakaran diseluruh tubuhnya karena melupakan jadwal membeli makanan untuk kucing kesayangannya, Charles.

Ruangan guru terlihat agak lengang, karena kebanyakan guru telah pulang sedari tadi, dan siapa pula ingin berlama-lama tinggal disekolah saat besok sudah waktunya weekend, bersantai berkumpul bersama keluarga? Ya kecuali beberapa guru, Mrs Dolores Umbridge misalnya, jangan berharap guru paling menyebalkan sejagad ini akan tersenyum bahagia, terburu-buru pulang kerumah karena sudah ditunggu keluarga, dan yang akan dia lakukan adalah, patroli keseluruh penjuru sekolah, memergoki pasangan siswa yang tengah mojok, memberi detensi atau hukuman, dan berlagak sok imut seolah dia guru paling baik. Dan bagian yang paling menyenangkan ketika menceritakan tentang Mrs Umbridge adalah bagian siswa yang dengan senang hati mengumpat tentang dia dan menyumpahinya tidak laku seumur hidup.

Dengan santai Harry meletakkan beberapa buku yang diapit tangannya kedalam loker dan menguncinya dengan perlahan. Tidak ada yang menunggunya di apartemen, yah kalau seandainya kucingnya itu dihitung, bolehlah masuk daftar. Diambilnya jaket kulit berwarna coklat kehitaman miliknya dari sampiran kursi dan menentengnya berjalan kearah parkiran, tempat mobilnya menunggu untuk ditunggangi.

"Mr Potter, sir!"

Dengan seketika Harry menghentikan langkahnya untuk memasuki mobil miliknya. Dengan pelahan dia membalikkan badannya menuju kearah si pemanggil namanya. Dan dia yakin, pasti yang memanggilnya ini adalah orang yang sama dengan yang memanggilnya kemarin, kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi.

"Ya, Mr Malfoy, ada yang bisa kubantu?" ucap Hary datar. Dia sudah menguasai skenario ini dengan baik, Draco Malfoy akan menghampirinya dan mengucapkan...

"Bolehkah aku menumpang mobilmu? Father menyuruhku untuk tidak membawa motor kesekolah, dan dia bilang aku boleh menumpang padamu, sir." Tepat seperti apa yang Harry hafal.

"Tentu, masuklah. Dan kau tidak perlu mengucapkan kalimat 'Bolehkah aku menumpang mobilmu? Father menyuruhku untuk tidak membawa motor ke sekolah, dan dia bilang aku boleh menumpang padamu, sir' yang sama setiap harinya, Mr Malfoy." Kali ini tanpa balasan, karena Draco keburu naik kedalam mobilnya, memasang sabuk pengaman dan menyeringai penuh kemenangan.

"Hhhh..." Harry pun menyusul masuk kedalam, menekan tombol start dan melarikan mobilnya keluar dari parkiran.

"Jadi Mr Potter, Father bilang kau tinggal sendirian, bukan begitu? Kenapa kau tinggal sendirian? Maksudku kau belum punya pasangan, right?" Dan pukulan telak untuk Harry. Bahkan muridnya sendiri membicarakan ke-jombloannya seolah sedang bicara masalah bagaimana cuaca hari ini. Thats so weird man!

"Setahuku Lucius tidak mengajarimu untuk bertanya tentang kehidupan pribadi gurunya, eh Mr Malfoy?"

"Well, aku cuma bertanya, sir."

Harry hanya menghela nafas, bukan karena dia jengah dengan adanya Draco bersamanya didalam mobil, tetapi karena dia tengah berusaha menentramkan detak jantungnya yang tengah asik berkonser scream disana. Setelah melihat rumah yang dia tuju, dia memelankan laju mobilnya dan menepi kedepan sebuah rumah mewah yang bergaya klasik dengan gerbang setinggi pohon kelapa

Harry tak habis pikir dengan pola pikir Lucius—sahabatnya itu dengan memasang gerbang setinggi itu. Tidak mungkin kan ada yang berani memanjat dan merampok rumah mereka? Semua juga sudah tahu kalau pengamananan rumah ini adalah nomor satu diseluruh dataran Skotlandia. Dengan banyaknya bodyguard yang berjaga, kamera CCTV hampir disemua sudut, pagar kawat berduri dan anjing-anjing penangkap maling yang standby dua puluh empat jam, hanya orang idiot yang mau merampok rumah ini.

"Nah, silahkan turun Mr Malfoy. Happy weekend!"

Harry melajukan mobilnya menjauhi rumah Draco dengan kekuatan penuh seolah dia adalah pembalap F1. Tujuannya kali ini adalah supermarket besar diujung jalan Hogsmeade. Dengan terburu-buru dia memarkirkan mobilnya dan berlari masuk kedalam supermarket, mengambil keranjang belanjaan disebelah pintu masuk dan dengan kekuatan setara pelari maraton dia mengambil segala keperluannya. Kentang, daging, gula, keju, cokelat, kopi, teh, minyak, buah, bir, mie instan, pasta, susu kucing, makanan kucing, sisir untuk kucing, camilan untuk kucing dan yang terakhir adalah vitamin untuk kucing.

Dengan tidak sabar dia mengantri antrian kasir yang mengular bak antrian pembagian sembako, tentu saja, ini awal bulan guys, semua perlu berbelanja kebutuhan. Lima belas menit berlalu dan Harry baru mencapai kasir. Dengan kasar dia sorongkan belanjaannya ke petugas.

Damn! Dia baru ingat tadi saat perjalanan menuju supermarket kalau Lily—ibunya berpesan kalau ia telah mengatur sebuah kencan buta dengan salah satu anak dari sahabatnya semasa Junior High School. Bukan karena dia antusias dengan kencan buta yang entah untuk keberapa kalinya dia jalani, tapi lebih kepada murka ibunya kalau dia tidak datang untuk itu. Dia telah mangkir lima kali dengan kencan buta what the fuck itu dengan alasan pekerjaan menumpuk, tapi kali ini dia tidak bisa beralasan lagi, karena Lily sudah mewanti-wanti sejak sebulan yang lalu untuk blind date ini.

Ooo

Kencan buta yang gagal, dan tentu ibunya akan mengutukinya setelah ini. Harry telah berusaha untuk datang tepat waktu ke tempat yang telah diatur ibunya, namun sayang, seolah kucingnya tahu kalau dia akan diduakan oleh Harry, Charles—kucingnya mendadak bersin-bersin dan demam, tubuhnya yang gemuk hanya diguling-gulingkan ke kanan dan ke kiri seolah menyuruh Harry tetap tinggal. Harry mana tega membiarkan kucingnya menderita seperti itu, disuapinya makanan basah kalengan yang dibelinya tadi di supermarket dan meminumkan obat yang selalu tersedia dikotak P3K dekat kamar. Dan setelah setengah jam berlalu, dia baru bisa berangkat ke tempat kencan buta itu untuk mendapati teman kencannya itu tengah berasap dan tanpa segan-segan mengguyur kepala Harry dengan minuman, sungguh drama sekali.

Disinilah Harry sekarang, diruang tamunya dengan berkaleng-kaleng bir serta kacang, tengah memandang kucingnya yang sedang tidur dengan mata setengah terpejam karena mabuk. Dan...

"Shit!" Harry mengumpat keras dan segera membereskan kekacauan diruang tamunya, karena mendadak Lucius mengiriminya sebuah pesan kalau dia menitipkan Draco padanya karena Lucius dan Narcissa harus terbang ke Dallas malam ini.

TBC

A.N: Well, thnks untuk apresiasinya di chapter pertama hehehe.. btw ini fict drarry pertama, mungkin feelnya belum dapat xD special thnks buat ScarHeadFerret, hei darl ai lap yu so :D

Mind to RnR guys?