Makanlah Harry, kau pasti sudah lapar.
mungkin rasanya tak seenak masaknmu, tapi kuharap kau menyukainya.
dan jangan sering melupakan makan siangmu, itu tidak baik untuk kesehatan.
-Draco-
ooo
Haa? Cinta Terlarang?
Disclaimer: J.K Rowling
Aurorafalter
ooo
Tes mata pelajaran Biologi bukanlah perkara yang mudah, apalagi jika guru yang mengajar pelajaran itu adalah Harry Potter, guru yang terkenal memberikan soal super sulit yang membuat frustasi karena soal-soalnya membuat otak dan mata tidak sinkron lagi. Jadi kita dituntut untuk mengerjakan soal sekelas olimpiade internasional yang susahnya amit-amit bikin tidak nafsu makan berhari-hari.
Beda lagi yang dipikirkan oleh Harry Potter, menurutnya soal sepeti itu menjadikan siswanya bisa berfikir lebih analitis dan teliti, dan tentu berdampak pada intelegensi yang meningkat. Lagian juga soal-soal seperti itu tidak sesusah bayangan murid-muridnya, dia hanya menambahkan bumbu-bumbu pelengkap sedikit agar soal yang dia buat tidak terlalu membosankan. Lagian, murid-muridnya juga tidak sebodoh troll gunung maupun orc, jika mereka mau sedikit lebih giat belajar pasti mereka bisa. Contohnya saja Hermione Granger yang mampu mengerjakan soal-soalnya dengan baik, ataupun Draco Malfoy yang lumayan bisa membabat soal-soal yang dia berikan.
"Ya, waktu kurang lima menit lagi!" ucap Harry lantang keseluruh penjuru kelas.
Mendadak suasana yang awalnya sunyi senyap berubah menjadi camp pengungsian yang hiruk pikuk. Harry hanya bisa menghela napasnya dan menghitung sampai seribu untuk tidak menyemprot muridnya.
"Jadi jika kalian mempunyai banyak waktu untuk saling berkasak kusuk mengapa tidak kalian gunakan untu mengoreksi jawaban kalian?" kata Harry kalem. "Dan kau Ron Weasley, kuharap kau sedang tidak mencoba untuk menyalin jawaban Dean."
ooo
"Sial! Kenapa Mr. Potter selalu memberikan soalnya yang sangat sulit sih? Seperti dia tidak pernah SMA saja! Lagian kau juga Dean, aku kan sudah mengkodemu untuk memberikan jawabanmu, kenapa kau malah pasang wajah datar sambil pura-pura tuli?" omel Ron Weasley.
"Secara teknis Weasley, disini sepertinya yang perlu dikoreksi itu dirimu. Hanya mengerjakan soal seperti itu saja sudah tidak bisa. Tipikal Weasleys sejati." balas Draco Malfoy dingin dan menusuk.
"Apa kau bilang Malfoy? Kau sudah merasa paling pintar sendiri dikelas, ha? Ingat ya, kalau bukan karena ayahmu, mana mungkin kau bisa sekolah disini!"
"Oh, mencoba mengetesku Weasley? Kalau aku tidak salah ingat, dulu waktu Junior High School kau pernah kena skorsing seminggu karena mencoba memalsukan nilai testmu bukan? Aku tidak habis pikir, mengapa ada orang tolol yang mencoba hal seperti itu. Sedikit tambahan saja, waktu itu aku sedang mengikuti seleksi murid teladan se-United Kingdom."
"Shut up, Malfoy!"
"Ya ya, terserah kau sajalah Weasley. Weasley our king." ucap Draco sarkartis. "Aku tidak ada waktu meladeni banci sepertimu. Selamat tinggal." Draco kemudian menggeser kursinya dan melangkah keluar kelas.
"Fuck you, Malfoy!"
ooo
"Selamat siang, Harry!"
"Kau lagi Malfoy. Berhenti memanggilku seolah kita benar-benar dekat!"
"Ah... Kau membuat hatiku terluka Harry. Begitukah responmu terhadap calon suamimu kelak?"
"What? Calon suami? Hentikan delusi indahmu itu, Malfoy! Aku ini gurumu, jadi bersopanlah sedikit padaku?" sembur Harry.
"Ya, kau benar kau adalah guruku, tapi..."
"Tapi apa, Malfoy?" sahut Harry jengkel.
"Tapi suatu saat kau akan menjadi milikku!" ucap Draco dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
"Sinting kau Malfoy!" Harry hanya bisa menggeram dan bergegas menjauhi Draco. Harry rasa memang putra semata wayang dari Lucius itu memang benar-benar sudah geser otaknya. Bagaimana bisa murid senior high school bisa bersikap seperti itu. Andai Draco seumuran Harry, mungkin Harry akan mempertimbangkan hal itu. Jadi kan kesannya dia tidak pedophilia gitu. Tapi kok malah dia berfikir ngelantur sih?
ooo
"Jangan berpikiran ngelantur deh, Ron. Memangnya kau mau kena detensi Snape?"
"Ssstt! Jangan keras-keras bodoh!"
"Hei, kau yang lebih bodoh dariku Ron. Enak saja mengataiku bodoh sedangkan IQ mu jongkok seperti itu!"
"Please deh Seamus, ini untuk kebaikan kita bersama! Emangnya kamu mau remidi matematika lagi? Aku sih no! Big no!" ucap Ron sengit.
"Hell yeah! Memang sih, tapi resikonya itu, detensi sama Snape! Aku masih trauma terkena detensi bareng Snape, bayangkan saja kau harus menyikat toilet cowok satu sekolah memakai sikat gigi! God! Mimpi apa aku bisa terkena detensi bersama guru paling killer se-Skotlandia."
"Setidaknya Snape masih 'agak' berperikemanusiaan, coba kalau kena detensi bareng si tua Filch! Ampun deh, aku tidak habis fikir kenapa sih Mr. Dumbledore masih mempekerjakan orang yang tidak berkompeten seperti itu. Kerjaannya cuma keliling-keliling sambil menggendong kucingnya yang bau dan mendesis-desis serta memberikan detensi diluar akal manusia seenak bokongnya!"
"Menurutku mereka berdua tidak ada bedanya. Jadi kapan kau mau menjalankan rencanamu tadi, Ron?"
"Malam ini," jawab Ron enteng.
"Malam ini? It's Friday night man! Aku ada janji bareng Parvati!"
ooo
Diseberang sana, Parvati masih misuh-misuh sendiri karena mendadak Seamus membatalkan janji kencannya. 'Tahu gitu aku meng-iyakan ajakan Nott daripada merana seperti ini. Seamus sialan! Bisa-bisanya dia membatalkan kencan pada menit-menit terakhir seperti ini!'
Di lain tempat, tampak dua orang berambut coklat tengah mengendap-endap dalam bayangan. Tujuan mereka cuma satu, loker soal Snape dan harta karun yang berada didalamnya. Langkah mereka pelan-pelan tanpa menimbulkan suara, seolah jika mereka membuat sedikit saja suara akan membangunkan seisi sekolah.
Ruang loker terlihat lengang, karena para guru tentunya sudah kembali kerumahnya sejak sore tadi. Pencahayaan yang minim membuat ruang loker remang-remang dan menimbulkan kesan horor. Mereka hanya berharap Filch sedang kencan bersama kucingnya sehingga mereka tidak tertangkap dan membuatnya semakin runyam. Sesampainya didepan loker yang dituju, salah satu dari mereka mengeluarkan seperangkat peralatan 'pembobolan'.
Belum lagi mereka menjalankan aksi, terdengar suara laki-laki yang saling bercakap-cakap menuju ke arah ruang loker. Ron dan Seamus mendadak pucat, jangan sampai laki-laki itu Filch atau parahnya Snape masuk ruang loker dan memergoki mereka melakukan tindakan kriminal, bisa mati mereka.
"Hentikan Malfoy! Aku itu gurumu! Bertindaklah yang sopan!"
"Ayolah Harry, disini kan sepi, tidak akan ada yang tahu!"
Ron dan Seamus melongo, bukankah itu suara Malfoy—Draco Malfoy dan Harry, Harry Potter guru biologi mereka. Apa maksud Malfoy 'Ayolah Harry, disini kan sepi, tidak akan ada yang tahu!'. Jangan-jangan mereka...
TBC
A.N= Excusez-moi! Ya ya, author minta maaf karena sudah sangat lama tidak mengupdate fic ini, karena kesibukan kampus yang mencekik *tears* dan kuliah bahasa Prancis tak segampang membalikkan telapak tangan. Jadi saya minta maaf sekali! Dan saya sedikit kehilangan gaya menulis fict saya yang dulu *tears*, maafkan jika sangat aneh lanjutan fict ini *tears*
