Disclaimer : Fairy Tail by Hiro Mashima.
A New Life at Fairy Tail Academy by AeUrichima123.
Oke udah lama gak update-update lagi nih. Maaf ya. Karena sekarang libur abis UKK jadi sekarang udah bisa update lagi. Happy Reading :P.
Chapter 6
Oracion Seis
Begin
Sudah hampir seminggu semenjak Mito bertemu dengan Erza dan Jellal. Mito sekarang sudah menjadi terkenal dan mempunyai banyak penggemar baik yang laki-laki maupun yang perempuan, sebagai anak baru dia hebat mencari perhatian (dengan melawan Erza). Tetapi, kehidupannya masih sama seperti biasanya. Bangun tidur, mandi, buat sarapan sendiri, pergi ke sekolah, belajar, lalu pulang sekolah, dan kembali memasuki rumah yang sudah lama ia diami sendirian. Terkadang ia berpikir kapan ayahnya akan kembali, apa ayahnya merindukannya, dimana ayahnya sekarang, apa dia baik-baik saja, dan sebagainya. Ya mau gimana lagi, saat ayahnya pergi ia cuma mengatakan akan pergi ke Crocus, ibukota kerajaan Fiore, karena urusan kerjaan.
Hari ini, Mito pulang lebih malam karena harus melakukan piket. Saat tugasnya sudah selesai, Mito membiarkan teman-temannya pulang sedangkan dia masih ada di kelas.
"Hah. Percuma saja. Tugas tambahan yang diberikan oleh Gildarts-sensei memang susah. Aku tidak mengerti sama sekali." Keluhnya sambil membereskan barang-barang dan beranjak pergi. "Aku tidak bisa terlalu lama di sini, petugas keamanan sebentar lagi akan patroli."
[17:40] Saat perjalanan kembali ke rumah
'Apa yang sebenarnya dipikirkan si guru mesum itu, memberikan soal gedung S untuk kukerjakan. Kalau kuinggat-inggat lagi kejadiannya, kurasa aku juga salah karena menerimanya.' Pikir Mito dalam hati.
FLASHBACK
[11:14] Jam istirahat
"Mito-chan, apa kau akan pulang dengan kita hari ini?" tanya Lucy.
"Maaf Lucy, aku tidak bisa pulang dengan kalian hari ini aku ada tugas piket." Jawab Mito.
"Benarkah? Kalau begitu semoga berhasil." Kata Natsu sambil tertawa.
"Natsu, kau tidak boleh menertawakan penderitaan orang lain." Ucap Lucy yang tampaknya hampir tidak bisa menahan tawanya.
'Semoga berhasil, penderitaan, katanya. Bukannya kalian hanya berusaha untuk mengejekku.' Ucap Mito di dalam hatinya.
Saat ketiga sahabat itu sedang asik mengobrol, Gildarts-sensei muncul memotong pembicaraan mereka dan ia memanggil Mito. Mito pun mengikuti Gildarts-sensei ke koridor kosong. Melihat Mito dengan ekspresi 'apa-yang-kau-inginkan' di wajahnya, Gildarts pun memulai pembicaraan.
"Kau tau, aku baru saja ingat dengan apa yang ingin kulakukan minggu lalu." Ucap Gildarts melihat Mito masih dengan ekspresi yang sama. Lalu melanjutkan, "Aku seharusnya menghukummu karena kalah dari Erza. Kau bilang kalau kau akan mengalahkannya, tapi kau hanya menyerah." Melihat ekspresi Mito berubah menjadi 'apa-kau-bercanda'. "Jadi sebagai hukumannya, kau harus mengerjakan ini." Ucapnya memberikan beberapa lembar kertas.
"Apa ini?" Mito akhirnya berbicara.
Gildarts-sensei pun menunduk menyamai tinggi Mito dan berbisik di telinganya, "Ini adalah soal gedung S." Mito sempat terkejut mendengarnya, tetapi Gildarts melanjutkan kalimatnya, "Kalau kau memang ingin mengalahkan Erza maka kau harus bisa menjawab soal ini, karena Erza sudah pernah menjawabnya dan nilainya juga bagus." Setelah selesai bicara Gildarts-sensei pun kembali berdiri tegak.
"Bagaimana aku bisa mengerjakan semua ini, aku belum mempelajarinya." Protes Mito.
"Ya kau benar juga. Tadinya aku ingin kau menyerahkannya pulang sekolah, tapi karena kau ada benarnya jadi aku akan memberikanmu waktu." Mendengar ini Mito menjadi sedikit lega, tapi perasaan itu segera menghilang saat Gildarts-sensei berkata, "Kutunggu besok pagi, semoga kau bisa menggumpulkannya tepat waktu." Mendengar itu, Mito langsung terdiam.
'Apa dia sudah tidak waras?' hanya itu yang terlintas di kepala Mito.
FLASHBACK END
Saat sedang berjalan pulang menuju rumah, Mito menyadari ada murid-murid dari sekolah lain dan tanpa sengaja dia menyenggol salah satu dari mereka.
"Oy, apa kau pikir kau bisa pergi begitu saja setelah menabrakku!" ucap pemuda berambut merah marun, sedikit kasar.
"Aku benar-benar minta maaf." Ucap Mito ke arah mereka lalu sedikit menunduk.
Sebelum Mito sempat pergi, ada tangan yang menghentikan langkahnya.
"Kau pikir kau mau kemana?" tanya salah satu dari mereka yang menggunakan kacamata aneh.
"Lihat tampaknya dia dari FTA *Fairy Tail Academy*" ucap orang yang badannya besar.
"Oh jadi kau dari FTA. Apa kau tau siapa kami? Kami dari Oracion Seis, kurasa kau pernah mendengarnya." Kata orang yang membawa ular ungu yang tadi ditabrak Mito.
'Oracion Seis! Ayah pernah bercerita sebelumnya tentang mereka, sekolah yang didanai oleh D-Mec. Aku seharusnya tidak boleh mendekati mereka, mereka berbahaya.' Pikir Mito dalam hati.
"Ne, ne, menurutmu apa yang harus kita lakukan padanya, Cobra?" tanya si perempuan pada si anak ular.
"Dia adalah anak dari FTA dan sudah seenaknya saja menabrakku, bukankah dia seharusnya diberi pelajaran?" ucap Cobra, mencengkram kedua tangan Mito dengan kuat. "Kau setuju denganku kan, gadis kecil. Mungkin aku akan memakanmu saja atau aku akan memasukkan racun ke dalam tubuhmu dan besok kau akan mati sebelum pelajaran dimulai." Lanjutnya memberikan aura yang menyeramkan.
'Apa yang harus kulakukan? 5 lawan 1, aku tidak punya kesempatan sama sekali.' Pikir Mito.
Saat Mito sudah menyerah dan Cobra memulai serangannya, tiba-tiba datang serangan dari pihak ketiga diikuti dengan kedatangan pemuda berambut biru. Mito sudah menyingkir dari mereka saat pemuda itu datang dan ia tidak dapat mempercayai matanya sendiri dengan sosok yang dilihatnya.
"Si..Siegrain-nii..." ucap Mito terbata melihat penolong heroiknya.
"Apa kau terluka, Mito-chan?" tanya Siegrain cemas. Mito menggelengkan kepalanya perlahan, tapi dia bisa merasakan sedikit rasa sakit bahunya.
"Hohoho. Apa yang dilakukan anak dari keluarga elit di sini?" ejek Cobra.
"Kalau kalian tidak pergi sekarang juga, akan ku jamin kalian akan menyesal!" ucap Siegrain kesal.
Setelah berpikir sejenak Cobra pun berbicara, "Baiklah, kami akan pergi. Lagipula kau bukan orang yang kami cari. Kami tidak membutuhkanmu, yang kami butuhkan adalah dirimu yang lain." Siegrain dan Mito terkejut mendengarnya. "Kalau begitu kami akan pergi. Sampai jumpa lagi bocah kaya, gadis FTA!"
Setelah mereka pergi, Siegrain menuntun Mito menuju mobilnya. Saat Mito hendak menjulurkan tangan untuk membuka pintu mobil, tiba-tiba saja ia merasakan sakit yang menyengat seperti api di bahu kanannya. Siegrain menyadarinya dan melihat ada luka seperti gigitan ular di bahu kanan Mito dan segera membawanya masuk ke dalam mobilnya. Mito merintih kesakitan, sedangkan Siegrain mengemudikan ferrari merahnya secepat yang dia bisa menuju rumahnya. Di tempat kejadian, yang mereka tidak ketahui adalah ada beberapa orang yang melihat kejadian itu.
10 menit berlalu dan mereka sudah sampai di kediaman Fernandez. Siegrain menggendong Mito dan menidurkannya di sofa. Jellal segera menghampiri mereka dengan perasaan buruk yang tiba-tiba dirasakannya. Siegrain menjelaskan semuanya dan setelah dia menjelaskan, Jellal langsung berlari ke ruang kerjanya. Siegrain yang dari tadi menjaga Mito menyadari kalau keadaannya semakin parah, suhu tubuh Mito meninggi, badannya panas dan ia meriang. Jellal segera kembali membawa semacam obat dan memberikannya pada Mito. Setelah Mito meminum obat itu, ia menjadi agak baikan, suhu tubuhnya perlahan-lahan menurun normal.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kau hanya mengatakan dia diserang oleh Cobra. Ceritakan detailnya padaku!" ucap Jellal meminta penjelasan setelah mereka berdua duduk di sofa di sebelah ruangan dimana Mito tertidur.
Setelah menghela napas panjang Siegrain pun berbicara, "Aku juga sebenarnya tidak tau apa yang terjadi. Aku hanya sedang mengemudi dan aku melihat Mito-chan di sana bersama anak-anak dari Oracion Seis. Cobra seperti ingin melahapnya dan aku keluar dari mobil dan menyerang mereka. Lalu mereka pergi begitu saja dan aku menyadari kalau Cobra berhasil meracuni Mito."
"Hmm. Lalu kau memutuskan untuk membawanya kembali ke rumah. Kenapa?" tanya Jellal.
"Aku tau kau mengenal mereka dan kau mempunyai penawar untuk racunnya, jadi kupikir akan lebih baik kalau kubawa ke rumah. Lagipula, mereka mengatakan sesuatu tentang membutuhkan dirimu. Apa yang sebenarnya mereka maksudkan?" ucap Siegrain.
Mendengar itu Jellal berdiri dari tempat duduknya dan berkata, "Entahlah, aku tidak mengerti maksudmu. Ngomong-ngomong bisakah kau mengantarnya pulang setelah dia bangun. Oh dan jangan bilang apapun pada kakak soal ini." Lalu Jellal meninggalkan saudaranya itu sendirian.
'Jellal, apa yang kau sembunyikan dariku?' ucap Siegrain dalam hati, matanya mengikuti saudaranya itu pergi sampai tak terlihat lagi.
[18:23]
Mito perlahan-lahan membuka matanya. Dilihatnya Siegrain sedang membaca sebuah buku di seberangnya. Siegrain menyadari teman masa kecilnya itu sudah siuman dan segera menghampirinya.
"Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Siegrain lembut.
"Kurasa sudah semakin baik." Ucap Mito sambil berusaha duduk dibantu oleh Siegrain. "Ini, rumah.."
"Rumahku." Ucap Siegrain melanjutkan kalimat Mito. "Aku membawamu kesini karena Jellal punya penawarnya."
'Oh iya. Kalau kuingat-ingat tadi aku diserang oleh Oracion Seis dan Siegrain-nii menyelamatkanku.' Pikir Mito.
"Wah, sudah lama semenjak aku terakhir kali ke sini. Rumah ini tampaknya tidak begitu banyak berubah." Ucap Mito tersenyum yang membuat Siegrain tersenyum juga.
"Ya, kau benar." Ucap Siegrain setuju.
"Oh ya, Siegrain-nii, bisakah kau membantuku mengerjakan pr ini?" tanya Mito sambil menyerahkan tugas yang diberikan Gildarts-sensei untuk dibaca Siegrain.
"Hmm, aku tidak tau kalau kau sudah mempelajari persamaan sesulit ini." Ucap Siegrain setelah selesai membaca soal.
"Memang belum karena itu aku butuh bantuanmu." Balas Mito.
"Baiklah aku akan mengajarimu."
Setelah lebih dari setengah jam akhirnya mereka selesai mengerjakan tugas itu.
"Ayo, aku akan mengantarmu pulang!" ajak Siegrain menjulurkan tangannya. Mito pun menerima tangan itu dan mereka berdua berangkat ke rumah Mito menggunakan mobilnya Siegrain.
Selama di perjalanan mereka berbicara melepaskan rasa rindu. Tak terasa 20 menit telah berlalu dan mereka sudah sampai tujuan.
"Apa kau mau masuk dan minum?" tanya Mito saat keluar dari mobil.
"Tidak usah, itu tidak perlu." Jawab Siegrain ramah.
"Baiklah."
"Mito-chan, mulai besok aku akan menjemputmu setiap pulang sekolah. Aku tidak mau kejadian seperti tadi terulang kembali." Ucap Siegrain.
Awalnya Mito ragu, kemudian dia menjawab, "Baiklah. Kurasa kalau hanya pulang sekolah tidak apa-apa. Oh ya Siegrain-nii, terima kasih untuk semuanya. Aku sangat menghargainya."
"Tentu saja, apapun untukmu." Balas Siegrain yang kemudian memacu mobilnya kembali ke rumahnya sambil melambaikan tangan pada Mito.
Keesokan harinya di Fairy Tail Academy sebelum pelajaran dimulai.
Saat Mito ingin memasuki ruang kelasnya, Gildarts-sensei sudah menunggunya di depan pintu kelas. Mito menyerahkan tugasnya pada Gildarts-sensei dan memasuki kelasnya.
"Mito-chan, ohayou!" teriak Lucy menghampiri sahabatnya itu.
"Ohayou!" balas Mito.
Lalu, mereka duduk di tempat biasanya diikuti oleh Natsu dan Gray. Tak lama kemudian datang seorang siswa kelas A-1 .
"Mito-san, apa kau terlibat sesuatu?" tanya anak itu.
"Hah?"
"Kepala sekolah memanggilmu."
"Benarkah? Baiklah, aku pergi dulu." Ucap Mito berlalu.
Di ruang kepala sekolah.
Mito mengetuk pintu ruang kepala sekolah dan dia mendengar balasan dari dalam.
"Masuk." Kata suara dari dalam. Mito pun masuk.
"Permisi Master Mavis, apa anda memanggil saya?" tanya Mito saat memasuki ruangan.
"Ya, duduklah!" ucap kepala sekolah itu mempersilahkan Mito duduk di kursi.
Mito dengan perasaan gugup mengikuti arahan kepala sekolah duduk di depannya.
"Urichima-san, apa yang kau lakukan kemarin setelah pulang sekolah?" tanya Master Mavis langsung pada intinya.
"Hmm. Sa..saya menyelesaikan tugas piket dan setelah selesai saya pulang ke rumah." Jelas Mito menyembunyikan kebenaran.
"Apa kau yakin hanya itu yang kau lakukan?" tanya Master Mavis lagi yang membuat Mito terdiam. Lalu sang master melanjutkan, "Karena aku mendapat laporan dari sektor 6 kalau seorang siswa yang menggenakan seragam Fairy Tail Academy yang memiliki ciri-ciri sama sepertimu terlibat perkelahian dengan siswa dari Oracion Seis."
Mito tercengang mendengarnya. Dia menghela napas panjang dan menjelaskan kejadiannya. Dia tau kalau ia tidak akan bisa keluar tanpa mendapat hukuman apapun. Kemungkinan terburuknya adalah Mito dapat dikeluarkan dari sekolah dan kalau beruntung dia hanya akan diskors minimal 1-2 bulan. Mito sudah menyiapkan mentalnya untuk kemungkinan terburuk, tetapi sebelum Master Mavis sempat bicara, terdengar suara pintu diketuk.
"Master, saya dapat kabar dari dewan..." ucap wakil kepala sekolah yang tiba-tiba terhenti ketika melihat Mito.
Menyadari lirikan Makarov-sensei yang tidak pergi dari Mito, Master Mavis pun berkata, "Urichima-san, kau boleh pergi sekarang. Kita akan membahasnya lagi nanti." Mito pun menunduk hormat pada kedua guru kemudian kembali ke kelasnya.
[09:00]
"Perhatian! Bagi seluruh siswa gedung A dan S diharapkan untuk segera berkumpul di aula utama! Master Mavis akan memberikan pengumuman penting." Terdengar suara dari lacrima speaker.
Tak lama kemudian seluruh siswa sudah berkumpul di aula utama dimana Master Mavis dan Makarov-sensei serta guru-guru lain sudah menunggu di atas panggung. Para siswa bertanya satu sama lain kenapa mereka harus berkumpul di sini.
"Perhatian semuanya!" ucap Master Mavis tegas yang membuat semua mata terfokus padanya. "Seperti yang kita ketahui, banyak sekolah yang membentuk aliansi untuk melakukan hal yang tidak baik. Aliansi itu dipimpin oleh Tartaros, Grimoire Heart, dan Oracion Seis."
Mendengar itu, Mito tercengang. 'Itu adalah nama-nama sekolah yang didanai oleh D-Mec. Walaupun D-Mec adalah perusahaan industri elektronik terbesar di Ishgar maupun di Alvarez, tapi ayah bilang kalau itu hanyalah samaran organisasi jahat.'
"Tindakan Oracion Seis sudah tidak bisa dimaafkan, karena itu kita juga akan membuat aliansi melawan mereka. Aliansi ini terdiri dari Fairy Tail, Lamia Scale, Blue Pegasus, dan Cait Shelter. Nama-nama yang akan kusebutkan silahkan naik ke panggung. Erza Scarlet dari S-2; Gray Fullbuster dari A-2; Natsu Dragnell, Lucy Heartfillia, dan Mito Urichima dari A-1." Lanjut Master Mavis.
Kelima orang yang dipanggil pun maju ke panggung. Merekalah yang akan mewakili Fairy Tail Academy melawan Oracion Seis. Master Mavis memberitahu mereka rencananya dan saat itu juga mereka berangkat menuju kediaman Master Bob, kepala sekolah Blue Pegasus. Mereka berlima bersama kucing biru Natsu, Happy, pergi menggunakan kereta kuda. Natsu yang mabuk kendaraan tentu saja merasa tidak nyaman belum lagi kehadiran Erza 'si iblis' Scarlet di antara mereka menambah kegelisahan. Kalau bisa mereka ingin bertukar tempat dengan orang lain atau dengan siswa gedung S, tapi di gedung S siswa yang tidak ada kerjaan lain hanya Erza yang lainnya sibuk 'katanya'. Terjadi kesunyian di kereta itu, sampai Mito memulai pembicaraan.
"Oy, Erza. Berikan aku telponmu!" ucap Mito menjulurkan tangannya pada Erza.
Erza tidak tau apa yang dia inginkan tetapi ia tetap memberikan ponselnya. Mito kemudian mengambilnya dan berusaha menelpon seseorang, tetapi tidak dijawab-jawab. Mito kemudian mencoba nomor yang berbeda dan terjawab setelah percobaan kedua.
"Halo? Erza!" terdengar suara dari ujung telpon.
"Bukan, aku bukan Erza. Ini aku Mito."
"Oh Mito. Ada apa? Kenapa pakai ponsel Erza?"
"Tadi aku menelpon Siegrain-nii, tapi dia tidak mengangkatnya. Jadi aku menelponmu."
"Dia sedang pergi sekarang. Jadi ada perlu apa?"
"Emm, bisakah kau bilang pada Siegrain-nii kalau aku tidak perlu tumpangan hari ini? Aku sedang ada misi dengan teman-teman yang lain."
"Aku mengerti, akan kusampaikan. Misi apa? Siapa saja yang ikut?"
"Yang ikut ada aku, temanku Natsu, Lucy, dan Gray, lalu Erza juga ikut. Kami akan membentuk aliansi melawan Oracion Seis."
"Apa!? Apa kau tau betapa berbahayanya mereka? Kemarin kau bertemu dengan mereka kan. Kau bisa merasakan seberapa kuat mereka, kau bahkan terserang."
"Aku tau." Ucap Mito serius. " Karena itulah aku sangat bersemangat dalam misi kali ini, akan kubalaskan dendamku. Lagipula, keadaannnya berbeda sekarang. Kemarin aku sendirian tapi sekarang teman-temanku ada bersamaku. Aku bisa menjaga diriku sendiri, Erza juga begitu. Jadi jangan khawatir, Jellal-nii."
"Baiklah kalian semua hati-hati."
"Apa kau mau bicara dengan Erza?"
"Kurasa itu tidak perlu. Sampai jumpa." Ucap Jellal menutup telponnya.
"Ini." Ucap Mito mengembalikan ponselnya Erza.
Sempat terjadi kesunyian lagi sampai Lucy memberanikan diri menanya Mito.
"Ne, ne, Mito-chan. Siapa yang tadi kau telpon?" tanya Lucy.
"Mantan pacarnya Erza." Ucap Mito datar.
"EHHHH!?" semua yang ada di dalam kereta itu terkejut kecuali Mito dan wajah Erza menjadi memerah seketika.
"Mi...Mi..Mito!" ucap Erza yang memerah.
"Apa? Aku benarkan. Kau dan Jellal-nii dulu pernah pacaran." Ucap Mito seperti orang tak bersalah.
"Jellal? Maksudmu Jellal yang salah satu dari 10 penyihir suci?" tanya Lucy begitu tersadar.
"Ya, kalau tidak salah memang benar." Jawab Mito.
"Memang pasangan yang menyeramkan. Salah satu adalah penyihir suci dan yang satu lagi penyihir wanita terkuat." Ucap Gray yang hanya mendapat lirikan mematikan dari Erza. "Ma..maksudku ..."
"Sudahlah, apa yang dia katakan ada benarnya." Ucap Mito menepuk pundak Erza dan tiba-tiba semua niat membunuhnya hilang.
"Semuanya, lihat kita sudah sampai!" ucap Lucy.
[12:05]
Natsu yang sudah tidak tahan pun langsung turun dan menghirup udara segar. Lalu, mereka memasuki vila Blue Pegasus dan disambut oleh 3 pemuda yang kerjaannya hanya merayu para gadis. Tak lama kemudian, datang ketua mereka, Ichiya Vandalay Kotobuki. Mendengar namanya saja sudah membuat Erza merinding dan Mito bisa melihat sebabnya.
Erza lalu melempar Ichiya keluar, tapi ia tidak pernah keluar karena ditangkap atau lebih tepatnya dibekukan oleh Lyon yang kemudian mengembalikannya dalam hal ini melemparnya ke dalam. Di belakang Lyon ternyata ada Sherry dan tampaknya mereka masuk Lamia Scale. Setelah kedatangan mereka, sempat terjadi keributan sampai seseorang bertubuh besar datang dan membuat semua mata tertuju padanya.
"Hentikan! Kita membuat aliansi untuk mengalahkan Oracion Seis! Ini bukan waktunya untuk melakukan pertempuran antar teman!" ucap pria itu lantang.
"Jura-san.." ucap Lyon saat melihatnya.
"Jura?!"
"Siapa?" tanya Natsu polos.
"Jura Neekis, penyihir terkuat Lamia Scale dan juga salah satu dari 10 penyihir suci." Jelas Mito.
"Dengan ini 3 serikat sudah berkumpul. Kita tinggal menunggu perwakilan dari Cait Shelter." Ucap Jura.
"Kudengar cuma ada 1 orang saja." Ucap Ichiya yang sekarang tergantung di ujung tombak Erza.
Mendengar pernyataan Ichiya, semua yang ada tidak percaya. Bagaimana munngkin mengirim 1 orang untuk misi seberbahaya ini? Orang itu pasti sangat kuat.
Tak lama kemudian, datang sosok yang berlari ke arah mereka, lalu terjatuh begitu memasuki gedung membuat semua orang menoleh padanya. Setelah berdiri dan merapihkan bajunya, orang itu pun berbicara.
"Umm. Maaf atas keterlambatannya. Namaku Wendy Marvell dari Cait Shelter. Senang bertemu dengan kalian." Ucap gadis berambut biru itu.
Semua orang terkejut dengan kehadiran Wendy. Gadis? Anak kecil? Siapa sebenarnya dia? Apa dia memang sekuat itu?
"Akhirnya semuanya sudah berkumpul." Ucap Jura langsung pada intinya.
"Tapi.. mengirim anak kecil pada misi sebesar ini, apa yang sebenarnya mereka pikirkan?" ucap Sherry.
"Dia tidak sendiri." Kata seekor kucing putih betina yang tampak seperti Happy.
"Carla, kau mengikutiku?" tanya Wendy.
"Tentu saja. Aku khawatir jika kau pergi sendirian." Ucap kucing bernama Carla ini.
Setelah melihatnya, Happy langsung cinta pada pandangan pertama. Sayangnya langsung ditolak begitu saja. Walaupun begitu, Happy tidak menyerah.
"Anu, aku tidak bisa bertarung tapi aku akan membantu kalian dengan sihir yang kupunya." Terang Wendy. "Jadi..jadi jangan tinggalkan akuu..." kemudian dia menangis membuat semua orang terkejut.
"Maaf, aku terkejut tadi. Tapi itu bukanlah yang kuinginkan. Aku senang kau bisa ada di sini, Wendy." Ucap Erza ramah.
Saat Wendy diajak oleh ketiga orang Blue Pegasus, Ichiya, Jura, Erza, dan Mito menyadari ada sesuatu yang beda dari sihir yang dimiliki Wendy.
"Wendy... sepertinya aku pernah mendengar namanya." Ucap Natsu sambil mengingat-ingat.
"Kau pernah bertemu dengannnya?" tanya Gray.
"Bisakah kau mengingatkannya?" tanya Natsu pada Gray.
"Tentu tidak!" balas Gray.
Natsu melihat Wendy, siapa tau dia ingat dan Wendy tersenyum pada Natsu.
"Jadi, dia siapa?"
"Baiklah karena semuanya sudah ada di sini, aku akan menjelaskan rencananya." Ucap Ichiya sambil berpose gak jelas. "Aku akan mulai dengan tempat dimanya kumpulnya Oracion Seis. Tapi sekarang aku akan memeriksa parfum di kamar mandi." Katanya berlalu.
Setelah beberapa lama, Ichiya pun kembali dan menjelaskan rencananya. Menurutnya Oracion Seis sekarang ada di Hutan Worth yang ada di utara. Dikatakan orang zaman dulu menyegel sihir penghancur berbahaya, Nirvana. Hibiki dengan sihir Archive-nya menjelaskan tentang keenam anggota Oracion Seis.
'Mereka adalah orang-orang yang menyerangku semalam. Jadi, dalangnya adalah Brain.' Pikir Mito dalam hati.
"Aku jadi bersemangat! Aka kukalahkan mereka berenam sekaligus!" teriak Natsu langsung lari meninggalkan yang lain.
"Kita tidak punya pilihan lain. Ayo!" ucap Erza yang berlari mengejar Natsu diikuti oleh anggota yang lain, meninggalkan Jura dan Ichiya.
"Dasar, men!" ucap Ichiya.
"Kurasa operasi sudah dimulai. Kita juga harus cepat." Ucap Jura.
"Sebelum itu, Jura-san. Kudengar kau adalah salah satu dari 10 penyihir suci." Ucap Ichiya yang hanya dijawab oleh anggukkan. "Apa kau cukup kuat untuk mengalahkan Makarov dari Fairy Tail?"
"Kurasa tidak. Gelar itu diberikan oleh dewan dan aku adalah yang terlemah. Walaupun dengan gelar yang sama tapi, jika dibandingkan dengannya maka seperti langit dan bumi." Jelas Jura.
"Oh, aku jadi lega mendengarnya. Jika kau sekuat dia maka aku akan kalah telak." Ucap Ichiya sambil membuka botol parfumnya.
"Bau macam apa ini?" tanya Jura yang sekarang sudah tumbang.
"Sihir parfum yang menghilangkan kekuatan sihir."
"Ichiya-dono, apa maksudnya ini?"
Saat Jura sudah kalah telak, sosok Ichiya berubah menjadi dua makhluk kembar kecil diikuti dengan kemunculan Angel dari Oracion Seis.
"Sudah bisa kulihat." Ucap Natsu.
"Tunggu, Natsu!" ucap Gray.
"Nggak mau."
"Bodoh, jangan mendahului kami." Ucap Erza.
"Apa kau tidak bisa melihat aku memimpin?" balas Natsu.
"Apa?!" teriak Mito. "Aku yang seharusnya memimpin."
Karena terlalu ceroboh, Natsu pun terjatuh dari jurang.
"Baiklah, sekarang aku yang pimpin!" ucap Mito semangat.
Mereka berlari menuruni jurang dan menuju hutan. Mereka menyadari kalau ada yang aneh dengan udara di sekitar hutan. Saat mereka sudah sampai di lapangan kosong, Christina, kapal tempur milik Blue Pegasus terbang di atas mereka.
"Baiklah, ay-" perkataan Erza dipotong.
"Ayo berpencar dan cari markas mereka!" ucap Mito yang memotong perkataan Erza.
"Apa yang kaukatakan? Aku tidak mengerti." Ucap Natsu yang dari tadi tidak mendengarkan rencananya.
Tiba-tiba saja sayap kanan Christina meledak diikuti ledakan di bagian-bagian lain, menyebabkan kapal itu jatuh di depan mata mereka. Semua yang melihat tercengang. Lalu setelah jatuh terjadi ledakan yang lebih besar.
"Apa yang terjadi?" tanya Lyon.
Natsu, Gray, Mito, dan Erza menyadari ada seseorang yang datang.
"Ada yang datang! Hati-hati!" teriak Gray memperingatkan yang lain.
"Bau ini!? Mereka datang!" ucap Mito bergumam yang dapat didengar Erza karena dia ada di sampingnya.
Muncul dari balik asap, keenam orang mematikan yang siap menghabisi siapapun yang menghalangi, Oracion Seis.
"Tampaknya para serangga sudah berkumpul." Ucap Brain.
"Kami sudah mengetahui semua rencana kalian dan sudah menjatuhkan Jura dan Ichiya." Ucap Angel.
"Apa?! Tak mungkin!?"
"Kalian gemetar. Aku dapat mendengarnya." Ucap Cobra.
"Kita harus cepat melanjutkan pekerjaan kita, tapi kalian menghalangi kami." Ucap Racer.
"Uang membuat orang kuat. Benar!" kata Hot Eye.
"Aku tidak menyangka mereka yang akan datang ke kita." Ucap Erza.
"Sekarang kami tak perlu mencari kalian lagi!" ucap Natsu dan Gray bersamaan dan mulai menyerang.
Racer yang menerima perintah dari Brain, dengan kecepatan tinggi menjatuhkan mereka berdua.
"Natsu, Gray!" ucap Lucy dengan Lucy yang satu lagi?
Lucy yang satu lagi lalu mengalahkan Lucy? Sherry dan Lyon juga memulai serangan mereka, tapi mereka terkena serangan Hot Eye. Trio dari Blue Pegasus juga bergerak maju dan Racer dengan mudah mengalahkan mereka.
"Mito ayo!" saat Erza ingin menyerang, dia melihat Mito yang sudah memegang pedang di tangannya tapi tidak bergerak. "Mito?" teguran Erza membuat Mito tersadar.
"Ayo maju!" teriak Mito mendahului Erza. 'Aku tidak boleh diam dan tidak melakukan apa-apa. Keadaannya berbeda sekarang, jadi tidak mungkin akan kalah.'
Mereka berdua pun menyerang Cobra. Erza menyerang Cobra dengan banyak pedang sekaligus, tapi Cobra bisa menghindarinya dengan mudah. Racer menyerang Erza dari belakang dan Erza menyerangnya balik dengan armor yang dapat menambah kecepatannya.
"COBRA!" teriak Mito melancarkan serangan jarak dekatnya pada Cobra.
"Oh, kau gadis FTA yang kemarin. Apa yang akan kau lakukan sekarang saat bocah kaya itu tidak ada?" ledek Cobra.
"Diam kau!" ucap Mito yang sekarang melancarkan serangan.
"Apa dia temanmu?" tanya Cobra yang melirik Erza yang sedang bertarung dengan Racer. "Aku tidak tau bagaimana kau bisa selamat dari racunku, tapi apa temanmu itu bisa selamat juga?"
Mito sempat terkejut, tapi ia kembali menyerang. Cobra yang dengan mudah membaca serangan Mito segera menghindar dan menuju ke arah Erza. Lalu ia menyerang Erza.
'Dia dapat memprediksinya!?' pikir Erza.
"Prediksi? Tidak, aku bisa mendengarmu." Ucap Cobra.
Natsu lalu menyerang Midnight yang dari tadi tertidur di atas karpet terbangnya, tapi serangannya meleset lebih tepatnya dibelokkan. Natsu yang terkejut kemudian diserang dari belakang oleh Racer. Aliansi itu pun mengalami saat yang mendesak, Oracion Seis berhasil mendesak masing-masing dari mereka. Bahkan Brain dan Midnight tidak perlu maju untuk melawan mereka.
Erza di lain sisi, seimbang dengan Cobra yang bahkan bisa mendengar pikiran lawan. Lalu Cobra bisa mengetahui masa lalu Erza yang sama dengan dirinya dan mundur beberapa langkah. Melihat Cobra lengah, Erza kembali menyerang tapi usahanya digagalkan Hot Eye dan Racer. Mito yang melihat teman masa kecilnya diserang habis-habisan segera berlari untuk membantu. Sayangnya dia terlambat, saat sudah sampai, ular Cobra, Cubellios, menggigit tangan kanan Erza sama seperti apa yang dia lakukan pada Mito.
"ERZA!" teriak Mito. "Kurangajar kau, Cobra." Dan saat dia ingin menyerang Cobra, Racer dan Hot Eye menyerangnya dari belakang membuat dia tumbang.
"Dasar sampah! Kalian akan musnah dari dunia ini." Ucap Brain yang kemudian melancarkan serangannya. "Dark Rondo..." kemudian terhenti ketika ia melihat Wendy.
"Kenapa Brain?" tanya Racer.
"Kau mengenalnya?" tanya Cobra.
"Tak salah lagi... Wendy sang gadis langit!" Ucap Brain yang perhatiannya tertuju pada Wendy.
"Apa itu?" ucap Wendy ketakutan bersembunyi di balik batu.
"Aku tak menyangka akan bertemu denganmu di sini. Sepertinya kita mendapat hadiah bagus. Kemarilah!" kata Brain menggunakan sihirnya untuk membawa Wendy.
"Wendy!" teriak Happy dan Carla bersamaan.
"Apa yang kau lakukan?" ucap Natsu terbata.
"Uang adalah penyaring yang baik, benar!" ucap Hot Eye yang kemudian dengan sihirnya mengubah permukaan tanah.
Saat Wendy ingin mengambil tangan Carla yang mengejarnya, ternyata yang dipegang adalah tangan Happy. Lalu mereka berdua menghilang mungkin dipindahkan, terbawa sihir Brain.
"Aku sudah tidak membutuhkan kalian. Enyahlah!" ucap Brain yang melanjutkan serangannya yang tadi terhenti. "Dark Rondo."
"Menyingkir!"
"Gan Tetsu Heki." Jura datang pada saat-saat terakhir melindungi anggota aliansi dari serangan Brain. "Tepat waktu."
"Jura!"
"Terima kasih."
"Sial.. akan kubalas mereka!" ucap Natsu, saat dia menyadarinya mereka sudah hilang.
"Mereka menghilang." Ucap Mito berusaha berdiri.
"Mereka terlalu kuat. Kita bahkan tidak bisa menyentuh mereka." Ucap Eve.
"Jura-san, apa kau tidak apa-apa?" tanya Lyon.
"Dia hampir mengalahkanku, tapi berkat parfum penyembuh Ichiya-dono aku tidak apa-apa." Ucap Jura.
Ichiya lalu membuka botol parfum penghilang rasa sakitnya dan semua orang merasa lebih baik.
"Beraninya mereka mengambil Wendy dan Happy." Ucap Natsu. Saat Natsu ingin berlari dan mengejar Oracion Seis, Carla menarik syalnya sehingga dia terjatuh.
"Aku juga khawatir pada Wendy dan juga kucing jantan itu. Tapi.." ucap Carla yang kemudian menunjuk Erza yang berdiri menahan sakit di tangannya.
"Erza." Ucap Mito menahan rasa takutnya. Ia masih ingat dengan jelas rasa sakit yang dia rasakan saat racun itu menyebar di tubuhnya. Kalau saja waktu itu Siegrain tidak datang dan menolongnya, dia pasti sudah mati.
Ichiya berusaha menolong Erza dengan parfumnya, tapi itu tidak memberi dampak apapun. Erza kemudian meminjam ikat pinggang Lucy dan mengikatnya di atas tangannya yang terkena racun, membuat orang di sekitarnya bingung tapi Mito mengetahui niat Erza.
"Aku tidak bisa bertarung seperti ini. Potong tanganku!" perintah Erza.
"Jangan bodoh!" ucap Gray.
"Kumohon... lakukan." Kata Erza yang sudah mempersiapkan diri dan melihat ke arah Mito yang sudah mengerti maksudnya. Mito lalu mendekati Erza dan mempersiapkan pedangnya.
"Mito-chan!"
Mito sudah mengangkat pedangnya, yang lainnya ingin menghentikannya tapi tidak ada yang berani melakukannya. Rambutnya menutupi matanya, sehingga ekspresinya tidak terlihat. Lalu tiba-tiba, Mito menjatuhkan pedangnya dan berkata, "Jangan konyol, Erza. Bagaimana kita bisa bertarung serius kalau kau hanya mempunyai satu tangan?" Perlahan-lahan air mata keluar dari matanya.
Situasi semakin memanas, dengan menghilangnya Wendy dan Happy, lalu Erza yang nyawanya terancam. Apa yang dapat dilakukan Aliansi untuk membantu teman-temannya dan mengalahkan Oracion Seis?
End
Oke chapter 6-nya segini aja ya. Maaf kalo dibuat gantung, tapi kalo gak diberhentiin nanti gak selesai-selesai. Maaf kalau ada kata-kata yang kurang sopan.
Jadi, ceritanya emang alurnya pake alur animenya, tapi Cuma beberapa arc aja gak semua. Ini dibuat sengaja panjang, malahan paling panjang yang pernah ditulis sampai 4000+ kata. Anggap aja ini sebagai permohonan maaf karena udah berbulan-bulan gak update. Ceritanya gak akan berhenti gitu aja, kalo berhenti juga pasti dikasih tau.
Tolong review, fav, dan follow. Kalau mau PM juga boleh dan kalau ada ide untuk ceritanya mau yang jangka pendek atau panjang diterima kok. Jadi sampai jumpa di chapter berikutnya, kurang lebih sekitar 2 minggu lagi (tapi gak janji ya) hehehe.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakan.
Keep smile and be happy .
Regrats,
AeUrichima123.
