Disclaimer: Fairy Tail by Hiro Mashima.
Oke kita ketemu lagi. Yuk lanjutin baca yang kemarin gantung. Thanks for all readers.
PREVIOUSLY
Mito sudah mengangkat pedangnya, yang lainnya ingin menghentikannya tapi tidak ada yang berani melakukannya. Rambutnya menutupi matanya, sehingga ekspresinya tidak terlihat. Lalu tiba-tiba, Mito menjatuhkan pedangnya dan berkata, "Jangan konyol, Erza. Bagaimana kita bisa bertarung serius kalau kau hanya mempunyai satu tangan?" Perlahan-lahan air mata keluar dari matanya.
Chapter 7
Selamatkan Temanmu!
Begin
"Apa yang kau lakukan?" tanya Lyon. "Kalau kau tidak melakukannya maka aku yang akan melakukannya untukmu."
"Lyon!"
"Apa yang kau lakukan? Pasti ada jalan lain." Kata Eve.
"Ini adalah kemauan Erza-dono sendiri." Ucap Jura menghentikan Eve.
Di saat teman-temannya sedang berdebat, Erza sudah tidak mempunyai cukup kekuatan untuk bertahan dan Titania pun tumbang. Semua mata tertuju pada Erza yang pingsan.
"Minggir! Kita mungkin masih dapat menyelamatkannya jika kita potong tangannya." Ucap Lyon.
"Pasti ada cara yang lain." Ucap Mito gemetar.
"Apa kau lebih menghargai tangannya daripada nyawanya?" tanya Lyon yang sudah siap.
"Kubilang.. PASTI ada cara lain!" kata Mito menatap Lyon dengan tatapan mematikan.
"Wendy bisa menyembuhkannya." Ucap Carla. "Jadi, kalian tidak perlu saling membunuh."
"Sihir penyembuh... bukankah itu adalah Lost Magic?" tanya Sherry heran.
"Wendy adalah Sky Dragon Slayer. Wendy si Naga Langit." Kata Carla yang membuat orang di sekitarnya terkejut.
"Dragon Slayer?!"
"Akan kujelaskan nanti, tapi sekarang kita membutuhkan Wendy untuk meyelamatkan Erza." Jelas Carla.
"Kalau begitu kita sepakat, untuk menyelamatkan Wendy dan Happy lalu menolong Erza!"
Aliansi pun dibagi menjadi beberapa tim untuk mencari markas Oracion Seis. Natsu, Gray, Mito, dan Carla; lalu Jura, Lyon, dan Sherry; dari Blue Pegasus Ren, Eve, dan Ichiya (tapi Ichiya terpisah dari kelompoknya); dan sisanya akan menemani Erza.
Di saat yang sama, di markas Oracion Seis, Wendy dipaksa untuk menyembuhkan Jellal yang babak belur. Wendy yang sebelumnya menolak menjadi mengikuti perintah Brain karena dia berhutang nyawa pada Jellal. Loh kok bisa ada Jellal?
"Tentang, Sky Dragon Slayer... apa yang dia makan?" tanya Natsu.
"Udara." Jawab Carla singkat.
"Apa udara rasanya enak?" tanya Natsu lagi.
"Entahlah."
"Oy, bukannya itu sama saja dengan menghirup oksigen?" ucap Gray bingung.
"Dia ikut misi ini untuk bertemu denganmu. Kau juga Dragon Slayer kan? Dia ingin menanyakan sesuatu padamu." Ucap Carla.
"Menanyakan sesuatu?"
"Dia bilang, naga yang mengajarkannya sihir menghilang 7 tahun yang lalu." Jawab Carla.
"Naga itu.. siapa namanya?" tanya Natsu.
"Kalau tidak salah, Naga Langit Grandine." Jawab Carla.
'Grandine? Kalau tidak salah ingat, itu adalah rekan kerja ayah di Dragon Star.' Pikir Mito.
Karena sibuk memikirkan naga, Natsu terjatuh karena kepalanya tertabrak pohon. Jatuhnya Natsu membuat Mito tersadar dari lamunannya, 'Untung yang kena Natsu.' Pikirnya.
"Apa itu?!" teriak Carla membuat yang lainnya berhenti.
"Pohonnya hitam!?" ucap Mito heran.
"Mereka bilang ini karena Nirvana, Zatou-niisan." Ucap orang yang datang dari belakang mereka.
"Sihir yang mengerikan. Bumi akan segera hancur, Gatou-niisan." Kata orang di sebelahnya.
Lalu tanpa mereka sadari, Natsu dan teman-temannya sudah terkepung oleh kelompok yang menyebut diri mereka Naked Mummy, anak buah Oracion Seis yang mirip seperti monyet.
"Ada monyet! Kita dapat 2 monyet!" ucap Natsu semangat.
"Mereka dari FTA! Yang sudah merusak rencana kita." Datang satu orang lagi.
"Wah, ada 1 lagi!" ucap Natsu yang sekarang bertingkah seperti monyet.
"Kita terjebak. Aku tidak mengira akan seperti ini." Ucap Carla ketakutan.
"Apa yang kau katakan? Ini sempurna..." ucap Gray.
"Dengan begini kita bisa menanyakan lokasi markas mereka." Ucap Natsu menyambung kalimat Gray.
Gray, Natsu, dan Mito lalu menghajar lawan-lawan yang ada didepannya. Di saat yang sama, kelompok Ren dan Eve juga dikepung musuh yang menyebut diri mereka Dark Unicorn. Kelompok dari Lamia Scale juga mengalami hal yang sama, mereka diserang oleh Red Hood. Walaupun berhadapan dengan lawan yang banyak kalau dibandingkan seperti 1:25, tetapi mereka terus maju menerobos masuk dan mengintrogasi mereka. Terkecuali Ichiya yang dihajar habis-habisan dan dibawa oleh anak buah Angel.
Tim Fairy Tail sudah menghabisi semua anggota Naked Mummy, tapi hadangan masih menunggu di depan saat Erigor menyerang Natsu untuk balas dendam. Natsu yang tidak ingin main-main karena nyawa temannya dipertaruhkan langsung memukul jatuh Erigor. Erigor menyerah dan memberitau mereka markas Oracion Seis.
"Happy! Wendy!" teriak Natsu sehingga terdengar oleh musuh.
"Tunggu, nanti musuh bisa dengar..." ucap Carla panik.
Beberapa detik kemudian, Racer yang mendapat perintah agar FTA tidak boleh mendekat langsung menyerang Natsu, Gray, dan Mito.
"Aku akan menangani orang ini. Kalian cepat selamatkan Wendy dan Happy!" Ucap Gray.
Saat Racer ingin mengejar Mito dan Natsu yang kabur, Gray membekukan pijakannya sehingga ia tergelincir. Carla lalu membawa Natsu dan Mito terbang dengan sihirnya.
"Happy!"
"Wendy!"
"Natsu!" teriak Happy begitu menyadari suara Natsu.
"Mereka ada di dalam situ." Ucap Mito menunjuk goa yang ada di sana.
Natsu, Mito, dan Carla segera menuju goa itu. Sedangkan Gray melawan Racer seorang diri.
"Itu..."
"Jellal...-nii." Ucap Mito terbata saat mereka memasuki goa.
"Maaf... orang ini sudah menyelamatkan hidupku.." ucap Wendy terisak tangisan.
"Wendy, kau menggunakan sihir penyembuh? Apa yang kau pikirkan?" tanya Carla. "Menggunakan sihir itu..." belum selesai ia bicara, tiba-tiba Wendy tumbang. "Wendy!"
"Kenapa kau ada di sini, Jellal-nii?" tanya Mito.
Tiba-tiba Jellal menyerang Natsu, yang membuatnya terhempas ke dinding batu dan meruntuhkan batu di atasnya membuat Natsu tertimbun. Lalu Jellal juga menyerang Brain, dengan menjatuhkannya ke dalam lubang yang dalam. Setelah itu Jellal menghampiri Mito dan menarik rambutnya.
"I..Itte... Apa yang kau lakukan, Jellal-nii?" tanya Mito, tapi Jellal tidak menjawab melainkan menariknya pergi dari tempat itu.
Setelah Jellal menghilang dengan Mito, Natsu tersadar dan sangat siap untuk membalas Jellal. Tapi Carla mengingatkannya untuk membawa Wendy ke tempatnya Erza dan Natsu melakukan demikian. Saat mereka melintas di atas Gray, Racer menjatuhkan mereka dari langit. Racer pun bergerak untuk menyerang Natsu tapi digagalkan Gray yang membuat tembok es besar yang menghalangi jalan antara Racer dan Natsu. Natsu membiarkan Gray melawan Racer dan ia sendiri membawa Wendy dan 2 kucing yang pingsan ke tempat Erza.
Di sisi lain, Jellal akhirnya melepaskan Mito dan mengambil pakaian Erigor.
"Jellal-nii, apa yang sebenarnya kau lakukan?" tanya Mito sambil memukul kepala Jellal, keras.
"Aww, itu sakit! Kenapa kau lakukan itu, Mito?" balas Jellal.
"Harusnya itu pertanyaanku! Apa yang sebenarnya kau lakukan menarik rambutku dan menyerang temanku?" ucap Mito berteriak pada Jellal.
"Temanmu? Jadi, pemuda berambut sakura itu temanmu? Kupikir dia bawahannya Brain, wajahnya tidak bersahabat dan menyebalkan." Ucap Jellal.
"Lalu apa yang kau lakukan di tempat itu?" tanya Mito untuk yang kesekian kalinya.
"Jadi ceritanya begini...
FLASHBACK
"Apa kau mau bicara dengan Erza?"
"Kurasa itu tidak perlu. Sampai jumpa." Ucap Jellal menutup telponnya.
"Huh, benar-benar anak yang merepotkan" ucap Jellal pada dirinya sendiri.
Jellal sekarang sedang mengerjakan sesuatu di ruang kerjanya. Lalu ia mengambil Hpnya yang tadi dia taruh dan menghubungi saudara kembarnya.
"Jell, ada apa?" tanya Siegrain saat mengangkat telponnya.
"Ada dimana kau?" tanya Jellal.
"Tidak dimana-mana. Tidak penting juga. Tumben kau khawatir."
"Hu, aku jamin kau tidak ingat janjimu dengan Mito kemarin."
"Janji... Mito-chan? Oh iya! Ja..jam berapa ini? Jellal sekarang jam berapa?" ucap Siegrain yang tadinya tenang menjadi panik seketika.
"Tenang saja. Mito bilang dia ada misi dengan teman-temannya, jadi dia tidak membutuhkan tumpangan dari seseorang yang tidak ikhlas."
"Aku bukannya gak ikhlas, aku hanya lupa itu saja."
"Ya tentu saja kau lupa. Lain kali ingat janjimu dengan orang! Kau beruntung Mito ada misi, kalau tidak apa yang akan kau katakan padanya." Ucap Jellal menceramahi saudaranya itu.
"Baiklah aku mengerti, kalau begitu sampai jumpa." Ucap Siegrain menutup pembicaraan.
'Aku sebaiknya menyusul. Entah mengapa aku mempunyai firasat buruk tentang misi ini.' Pikir Jellal.
Jellal lalu memesan kereta kuda online, agar irit dan cepat. Karena selalu menyelidiki tentang Oracion Seis, Jellal jadi tau kemana dia harus pergi. Sesampainya di markas mereka, Jellal disambut oleh Oracion Seis.
"Wah lihat siapa yang datang." Ucap Cobra.
"Apa yang membuatmu datang ke sini, Jellal-kun?" ledek Racer.
"Pasti karena uang, Benar!" ucap Hot Eye.
"Keh, aku sebenarnya kemari mau mengalahkan kalian berenam sekaligus, jadi teman-temanku tidak perlu melawan kalian." Ucap Jellal santai.
"Benarkah ada orang yang datang?" tanya Brain.
"Tidak usah pura-pura tidak tau. Aku tau kalau kau mengirim Angel untuk mengawasi Aliansi." Jawab Jellal.
"Tampaknya kau tau lebih banyak dari yang seharusnya." Ucap Brain.
Cobra dan Racer maju sesuai arahan Brain dan Hot Eye membantu mereka dari belakang. Jellal melawan 3 anggota Oracion Seis sekaligus, ia sempat mendapat keunggulan tapi keberuntungannya habis saat Brain turun tangan. Jellal pun tumbang kehabisan energi sihir.
"Kalian.. tidak akan bisa... menemukan... Nirvana." Ucap Jellal tersenyum lalu pingsan.
FLASHBACK END
.. dan itulah ceritanya. Aku sebenarnya ingin membantu." Jelas Jellal.
'Sudah kuduga. Siegrain-nii pasti lupa.' Pikir Mito.
"Tetap saja, itu tidak menjelaskan kenapa kau menyerang temanku." Ucap Mito.
"Aku sudah bilang kan. Gadis itu menyembuhkanku dan bilang aku pernah menyelamatkan hidupnya, padahal aku tidak pernah bertemu dengannya. Lalu, kau dan temanmu datang. Aku kira kau ditawan dan aku menyerangnya lalu menyerang Brain agar kita bisa kabur." Jelas Jellal panjang lebar.
'Kau tidak pernah bilang itu.' Ucap Mito dalam hati.
"Lalu kenapa kau menarik rambutku? Dan bagaimana kau tidak mengenal Wendy kalau dia mengenalmu?" tanya Mito.
"Aku sudah bilang, aku tidak pernah bertemu dengan gadis kecil seperti dia. Kuharap kita bertemu, daripada bertemu anak kecil menyebalkan sepertimu." Kata Jellal mengacak-acak rambut Mito.
"Lihat, kau melakukannya lagi! Kenapa kau melakukannya lagi?" tanya Mito.
"Karena kau terlalu lucu." Ucap Jellal tertawa.
Mito jadi teringat sesuatu, "Jellal-nii, apa kau masih punya obat penawar racun yang kemarin?"
"Ada apa? Siapa yang tergigit?" tanya Jellal serius.
"Erza, dia mengalami hal yang sama denganku." Jelas Mito.
"Sayangnya aku hanya punya 1 dan itu untukmu kemarin. Kurasa kita hanya bisa bergantung pada teknik penyembuhan anak itu." Ucap Jellal tenang, tapi dalam hati dia menahan amarahnya.
Pertarungan antara Gray dan Racer masih berlanjut. Lyon dan Sherry yang kebetulan berada di sekitar situ memutuskan untuk membantu Gray, sedangkan Jura pergi ke arah lain dimana dia merasakan sihir Oracion Seis yang lain. Hibiki yang dari tadi berusaha menghubungi teman-temannya akhirnya dapat terhubung dengan Natsu dan mengirimkan rute menuju tempat pertemuan. Sedangkan Jura harus berhadapan dengan Hot Eye.
Berkat combo Gray dan Lyon yang baik, mereka dapat mengalahkan Racer. Tapi, Racer tidak akan kalah begitu saja. Di dadanya terpasang lacrima peledak dan dia berlari ke arah Aliansi. Gray ingin menyerangnya tapi dia kekurangan energi sihir, tanpa pikir panjang Lyon segera mendorong Racer dan dirinya jatuh di jurang. Merasa sudah terlalu meremehkan musuhnya, Brain segera memanggil Cobra untuk menghabisi Jellal dan ia juga membangunkan Midnight.
Natsu akhirnya berhasil sampai di tempat Erza, lalu ia mengguncangkan tubuh Wendy agar dia bangun. Setelah bangun, Wendy segera menjauh dari Natsu.
"Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku." Ucap Wendy.
Natsu lalu membungkuk dan berkata, "Sekarang itu tidak masalah. Erza sudah digigit oleh ular berbisa, tolong selamatkan dia!"
Wendy lalu melihat kondisi Erza dan dengan semangat berkata, "Tentu saja akan kubantu!"
"Syukurlah."
"Oy, Jellal-nii. Kita ada dimana?" tanya Mito saat mereka ada di suatu tempat yang aneh.
"Entahlah." Jawab Jellal polos.
"Eh?! Jadi dari tadi kita berjalan tanpa tujuan! Tempat macam apa ini? Tempat ini membuatku takut." Ucap Mito.
"Mana ku tau? Aku hanya mengikuti langkah kakiku." Balas Jellal tak peduli.
"Jellal-nii, kau merasakan sesuatu?" tanya Mito serius.
"Tiiiidaak." Jawab Jellal.
'Apa hanya perasaanku saja? Atau dari tadi kita memang diikuti? Tapi, mustahil kalau Jellal-nii tidak merasakannya. Huh, kurasa aku hanya trauma.' Pikir Mito dalam hati.
"Anak itu hampir menyadari keberadaanku. Apa yang sebenarnya dipikirkan orang itu? Aku sama sekali tidak dapat mendengarnya. Sedangkan anak itu sangat mudah didengar, tapi ia tidak tau apa-apa. Lagipula tempat apa ini? Apa ini tempat Nirvana yang dikatakan Brain?" Gumam Cobra yang dari tadi mengikuti mereka berdua.
"Mito, mundurlah." Ucap Jellal saat dia menaruh tangannya di batu besar yang ada di depannya.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Mito gemetar seakan tau hal buruk akan terjadi.
Jellal tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum pada Mito sebelum membuka segel yang ada di batu itu. Setelah segel terlepas keluar pilar cahaya hitam yang dapat dilihat dari mana-mana, lalu dari dalam tanah keluar bangunan kuno.
"Apa itu Nirvana?"
"Nirvana!"
"Kita terlambat."
Di tempat Natsu dan kawan-kawan.
"Cahaya itu... Mito ada di sana!" ucap Natsu. "Bersama dengan orang berambut biru brengsek yang menyerangku."
"Mito-chan?" tanya Lucy memastikan. "Kenapa?"
"Aku harus mengejarnya!" ucap Natsu berlari menuju cahaya itu.
"Eh, tunggu Natsu! Mito-chan dengan orang berambut biru?" ucap Lucy bingung.
"Mito memanggilnya Jellal-nii, kurasa dia kakaknya. Tapi, kenapa dia membawa Mito pergi?" Kata Happy.
"Jellal? Dimana aku pernah mendengar nama itu?"
"Ini semua salahku... aku menyembuhkan Jellal dan sekarang Mito-san." Gumam Wendy.
'Jellal, Mito.' Pikir Erza dalam hati yang sekarang sebenarnya sudah sadar.
Semua perhatian sekarang tertuju pada pilar cahaya kegelapan. Beberapa orang sadar atau tidak merasakan ada sesuatu yang berubah dengan diri mereka sendiri. Sampai-sampai mereka tak sadar...
"Erza menghilang?!" sorak Carla.
"Kurasa dia mendengar nama Mito-chan dan pergi menyusulnya." Ucap Lucy.
"Karena aku menyembuhkan Jellal... semuanya." Gumam Wendy yang disadari Hibiki. Ia kemudian membuat gadis itu kehilangan kesadarannya.
"Hibiki?!"
"Maaf tapi ini harus dilakukan. Kita akan pergi menuju cahaya itu juga." Jelas Hibiki singkat.
Mereka kemudian bergerak menuju pilar cahaya hitam itu dan Hibiki menjelaskan ditailnya.
"Aku sebenarnya mengetahui sihir 'Nirvana' ini, tapi akan berbahaya jika informasi ini diketahui dengan sengaja. Nirvana sebenarnya mengalihkan cahaya menjadi kegelapan." Jelas Hibiki. "Orang yang berada di antara cahaya dan kegelapan akan beralih ke elemen sebaliknya. Orang dalam cahaya yang merasakan emosi negatif yang kuat akan jatuh ke dalam kegelapan."
"Karena itukah kau menidurkan Wendy." Ucap Carla.
"Wendy-chan dalam hal tadi terancam untuk jatuh kedalam kegelapan." Jelas Hibiki. "Kita harus cepat menyusul Natsu-kun dan Erza-san lalu mencari cara menghentikan Nirvana."
Di lain tempat, terjadi perubahan pada Sherry. Ia tiba-tiba menyerang Gray yang dikira adalah alasan Lyon 'mati'. Tidak hanya Sherry yang berubah, Hot Eye yang melawan Jura dan tergila-gila dengan uang, sekarang tidak peduli dengan uang atau pertarungan, yang dia inginkan hanyalah cinta. Eve dan Ren di lain sisi, diharuskan bertarung melawan Midnight yang tak kenal ampun.
Saat di perjalanannya mengejar Mito, Natsu dihadang oleh sekelompok power ranger warna-warni (lupa namanya apa). Dengan mudah Natsu menerobos mereka dengan satu serangan dan tak jauh dari situ, Natsu melihat Gray mengambang di sungai dan pergi menolongnya. Tapi, Gray menipu Natsu dan sekarang mereka terambang di rakit yang bergoyang, kelemahan Natsu. Lucy dan Hibiki datang membantu Natsu, tapi Gray tiba-tiba berubah menjadi Lucy. Carla membawa Wendy pergi menjauh.
Dalang dibalik semua ini adalah Angel yang mempunyai sihir yang sama dengan Lucy. Pertarungan mereka sengit, Angel yang mengetahui hubungan antar roh bintang dan Lucy yang mencintai roh bintangnya dengan segenap hati. Hibiki mulai terpengaruh Nirvana dan jatuh kedalam kegelapan, tapi perasaan Lucy terhadap roh bintangnya dapat membebaskan Hibiki dari kegelapan. Sebagai ucapan terima kasih, Hibiki memberikan sihirnya pada Lucy sehingga ia dapat mengalahkan Angel. "Bersinarlah, 88 rasi bintang. Urano Metoria".
Setelah mengalahkan Angel, Lucy pergi membantu Natsu. Tapi, rakit yang dinaiki Natsu mulai bergerak mengikuti arus sungai. Saat Lucy berhasil meraih tangan Natsu, rakit itu sudah mencapai air terjun, membuat mereka berdua terjatuh.
Beberapa saat kemudian, mereka tersadar dan sudah diurus oleh Virgo. Mereka pun melanjutkan rencana awal mereka menuju pilar cahaya saat Sherry muncul dan menyerang mereka. Lalu Gray yang asli datang dan menahan Sherry yang terkena dampak Nirvana. Sherry mulai menyalahkan FTA untuk kematian Lyon dan hal yang tak terduga terjadi. Lyon datang mengagetkan mereka dan membawa Racer yang pingsan bersamanya. Sherry yang tak menduga Lyon ternyata masih hidup akhirnya terlepas dari pengaruh Nirvana.
"Jellal-nii, ayolah beritahu aku kenapa kita disini? Dan cahaya apa itu? Kenapa cahayanya sekarang putih?" tanya Mito untuk yang keseratus kalinya.
"Apa ya? Aku juga tidak tau." Ucap Jellal mengangkat bahunya.
"Mito, Jellal!" sorak Erza yang muncul dari belakang mereka.
"Erza, kau masih hidup!" Ucap Mito senang.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Erza pada Jellal.
"En.. Aku tidak tau." Jawab Jellal ragu.
"Aku bisa mendengarnya." Kata Cobra yang keluar dari tempat persembunyiannya. "Semua rencanamu aku dapat mendengarnya."
"Oracion Seis!" desis Erza.
"Kau hebat juga, Jellal. Pura-pura tidak tau apa-apa, mengosongkan pikiranmu, tapi itu semua gagal." Ucap Cobra. "Apa yang sebenarnya kau inginkan dengan membuka segelnya?" tanyanya serius.
"Tampaknya aktingku sudah selesai di sini. Aku membuka segelnya agar aku bisa menghancurkannya." Jawab Jellal.
"Menghancurkan?... Hah, kenapa kau tak bilang dari tadi, baka Jellal-nii!" ucap Mito kesal.
"Dan bagaimana kau akan menghancurkannya?" ledek Cobra.
Jellal hanya menyeringai dan muncul lingkaran sihir yang semakin lama, semakin melebar di Nirvana.
"Lihatlah! Lingkaran sihir penghancuran otomatis. Kalian tidak akan bisa menghentikannya." Ucap Jellal puas saat Cobra melakukan usaha yang sia-sia.
"Apa maksud dari semua ini?" tanya Brain yang baru datang.
"Jellal membuat lingkaran sihir penghancuran otomatis pada Nirvana." Jelas Cobra.
Brain lalu mendekat dan menatap Jellal, tapi Jellal hanya menyeringai dan berkata, "Aku tidak akan memberitau kode pembatalannya."
"Hah, apa kau sudah lupa siapa yang mengajarimu teknik ini? Bahkan tanpa kode pembatalannya sekalipun, aku bisa menghapus lingkarannya." Ucap Brain seraya menghapus lingkaran sihir yang dibuat Jellal dengan mudah.
Anggota Aliansi menjadi kehabisan kata, terkejut dengan apa yang dilakukan Brain. Saat lingkaran sihir itu hampir hilang, Erza maju menyerang Brain diikuti dengan Mito dan Jellal.
"Bangkitlah Nirvana!" teriak Brain, kemudian tanah pijakan mereka mulai bergoyang dan retak.
Batu-batu menjadi tidak stabil dan terbawa ke atas saat Nirvana menunjukkan wujudnya. Anggota Aliansi yang lain ikut terbawa Nirvana yang mulai muncul dari bawah tanah. Wendy dan Carla yang tidak ikut terbawa melihat wujud asli Nirvana yang menyerupai sebuah kota yang berdiri dengan 6 kaki.
Aliansi sekarang tersebar kemana-mana, tapi mereka mempunyai satu tujuan yaitu untuk sampai ke atas Nirvana dan menghancurkannya. Lyon tetap di bawah menjaga Sherry yang kehilangan kesadaran. Jura dan Hot Eye juga pergi ke atas sama halnya dengan Natsu, Gray, dan Lucy. Di lain sisi, Erza, Mito, dan Jellal yang berada paling dekat dengan Nirvana saat bangkit berhasil berpegangan pada susunan batu yang menjorok ke luar.
"Erza, Jellal-nii, kalian tidak apa-apa?" tanya Mito yang dijawab dengan anggukan kepala kedua temannya.
"Rencanaku gagal." Gumam Jellal.
"Kita harus cepat dan menghancurkan Nirvana!" ucap Erza yang lebih mirip perintah. "Kalau tidak, yang lainnya akan menyusul kita." Kali ini dia melihat rombongan Natsu yang berlari di salah satu kaki Nirvana.
Tak lama kemudian, Nirvana mulai bergerak menyebabkan mabuk kendaraannya Natsu kambuh. Gray dan Lucy berusaha menguatkan Natsu dengan berkata kalau ini bukanlah kendaraan. Natsu pun berjuang melawan rasa mabuknya, sampai Nirvana mulai bergerak dan perlahan-lahan Natsu tergelincir dan jatuh dari kaki Nirvana. Untungnya Happy yang datang entah dari mana langsung menangkap Natsu dan mereka terbang menuju puncak di mana Brain dan Cobra menunggu.
End
Oke chapter 7 selesai dan akan dilanjutkan di chap 8, 2 minggu lagi. Ada kemungkinan di chapter selanjutnya, salah satu rahasia Mito akan diungkapkan (mungkin). Alur cerita masih ngikutin animenya, tapi pastinya ada perubahan karena Jellal dan Laxus di sini tidak pernah jadi jahat. Lalu, Jellal dan Mystogan kakak-adik dan Jellal punya kembaran.
Terima kasih yang udah menyempatkan diri untuk baca fanfic yang abstrak ini. Terima kasih juga sama yang udah review. Dan yang lebih penting lagi, selamat liburan bagi yang udah libur, kalau belum libur ya sabar aja ntar juga ada hehehe.
Believe in everything you do, because if you believe in it then it will happen.
Bye...
