Disclaimer: Fairy Tail by Hiro Mashima.
Hey yo! Apa kabar kalian pembaca setia yang masih sabar menunggu cerita yang sempat terhenti? Ini adalah chapter terakhir Oracion Seis arc dan juga akan diberi tau salah satu rahasia Mito. Yeay! Selamat baca.
Chapter 8
Runtuhnya Oracion Seis
Begin
"Majulah kota kuno!" ucap Brain saat mengendalikan Nirvana.
"HOOOOOOOOOOUUUUUUUUUUUUUUUU! Aku akan menghentikanmu!" sorak Natsu menyerang Brain dan Cobra. "Karyuu no houkou."
"Cobra, jangan biarkan dia mengganggu!" perintah Brain yang sedang berlindung dari raungan Natsu.
"Baik. Cubellios!" ucap Cobra memanggil ularnya.
Natsu akan melancarkan serangan keduanya, tapi Cobra sudah menyerangnya duluan menyebabkan Natsu terpojok. Cobra lalu mengikuti Natsu dengan ularnya yang ternyata bisa terbang. Natsu ingin menghentikan Nirvana sehingga ia berencana untuk menghiraukan Cobra dan menyerang Brain yang mengendalikannya. Natsu melakukan gerakan tipuan untuk menghindari Cobra, tapi Cobra dapat mendengar rencana Natsu dan menghajar Natsu tepat di perutnya.
Wendy dan Carla yang ada di depan Nirvana melihat arah pergerakan Nirvana sebenarnya adalah Cait Shelter. Sedangkan Lucy dan Gray bertemu dengan Jura dan Hot Eye. Mereka segera menyusul Natsu, tapi Midnight menghentikan langkah mereka. Hot Eye memutuskan untuk melawan Midnight agar yang lainnya dapat pergi.
"Sekarang pergilah! Dan juga namaku Richard." Ucap Hot Eye.
"Richard-dono."
"Memberi tau nama aslimu pada musuh… Kau benar-benar sudah terjerumus, Hot Eye." Ucap Midnight.
"Aku sudah terbangun karena cinta! Aku tidak perlu nama sandi lagi. Bersiaplah!" ucap Richard pasti dan anggota Aliansi pun pergi dari tempat itu. "Liquid Ground."
Tiba-tiba, Mito mendapat firasat. "Jellal-nii, bagaimana kau menipu Cobra?" tanya Mito.
"Hah?"
"Kumohon, beri tau aku!" pinta Mito.
"Huh. Cobra menggunakan telinganya untuk bertarung. Pendengarannya yang tajam menjadi andalannya. Jadi, kalau kau bisa melebihi pendengarannya maka kau bisa menang." Jelas Jellal.
"Pendengaran ya. Terima kasih, Jellal-nii." Ucap Mito yang langgung mengunakan sihirnya untuk terbang.
"Kau mau kemana?" tanya Erza.
"Aku akan membantu Natsu. Jangan khawatir." Ucap Mito sebelum pergi.
Natsu melawan Cobra yang dapat mendengar semuanya. Akhirnya Natsu dapat mengetahui cara untuk mengalahkan Cobra. Ia sempat mendapat keunggulan sampai, Cobra menggunakkan kekuatan Dragon Slayer-nya. Cobra menjatuhkan Natsu dan Happy. Pada saat yang sama juga Mito sudah sampai dan ia menantang Cobra.
"COBRA!"
"Ho, gadis kecil datang lagi rupanya." Ledek Cobra.
"Kurang ajar kau Cobra. Aku sudah pasti akan menghajarmu." Ucap Mito penuh kebencian.
"Mitoooo~, hati-hati… dia Dragon… Slayer~~~~" ucap Natsu berusaha sekuat tenaga.
"Dragon Slayer?"
"Ini adalah akhir dari generasi lama." Ucap Cobra.
"Oh, jadi kau yang menanamkan lacrima naga di tubuhnya sendiri." Ucap Mito tenang. "Menarik!"
Mito lalu mengambil pedangnya dan menyerang Cobra. Tentu saja Cobra dapat menghindarinya dengan mudah. Cobra membanting Mito sehingga gadis itu menabrak bangunan yang ada di bawahnya. Cobra sudah tersenyum puas mengetahui gadis itu tidak akan bangkit lagi.
"Keh, itu sakit tau." Ucap Mito yang muncul di antara debu yang tebal.
"Apa?!"
"Baiklah, sudah cukup bermain-mainnya!" ucap Mito yang sekarang terlihat sedang menghirup udara. Lalu di sekitarnya berkumpul cahaya biru yang berkilauan.
Tak lama, Mito bergegas ke arah Cobra. Pergerakkan Mito terlalu cepat sehingga Cobra terkejut melihatnya. Mito mengambil kesempatan ini dan segera memukul Cobra tepat di mukanya. Cobra pun terjatuh, tapi berhasil diselamatkan oleh Cubellios.
"Aku juga punya kejutan untukmu." Kata Mito menyeringai. "Moon Dragon's Roar."
Cobra hampir tidak sempat menghindari serangan Mito. "Kau juga Dragon Slayer."
"Kau seharusnya merasa terhormat, karena aku tidak pernah menggunakan kekuatan asliku pada siapapun." Ucap Mito.
"Heh, kau lawan yang unik. Majulah!" ucap Cobra tak mau kalah.
"Moon Dragon's Enchanting Fist!"
"Dokuryuu no Totsuga!"
"Moon Dragon's Blitz Claw!"
"Dokuryuu no Rasengaku!"
Terjadi dentuman dimana-mana saat kedua serangan bertemu. Tidak ada pihak yang menandakan akan mundur atau menyerah. Setelah beberapa lama serangan yang seimbang, kedua pihak pun mulai kehabisan tenaga.
"Mito, isi tenagamu!" terdengar suara di dalam kepala Mito.
"Aku tau." Gumam Mito.
Cobra dapat mendengarnya dan penasaran suara siapa itu. Mito kemudian menghirup energi dari bulan dan kekuatannya kembali. Melihat itu, Cobra juga melakukan hal yang sama dengan memakan racun Cubellios.
"Dokuryuu no Houkou!" Mito sempat tepukul mundur setelah menerima serangan Cobra. "Napas dari naga racun dapat melemahkan sistem tubuh." Ucap Cobra.
'Sial, aku hampir tidak bisa menggerakkan tubuhku.' Ucap Mito dalam hati.
"Aku bisa mendengarmu."
'Fokus! Ini adalah serangan terakhir.' Pikir Mito.
Mito kemudian terbang lebih tinggi dan berada di atas Cobra. Ia kemudian mengumpulkan energi dari sinar bulan sebanyak yang dia bisa. Cobra tidak dapat mendengarnya lagi karena Mito sekarang tidak memikirkan apa-apa sama seperti yang Jellal pernah lakukan. Mito kemudian menghilangkan sayapnya sehingga ia jatuh tepat di atas Cobra.
"Ini akan jadi serangan terakhir! Moon Dragon's Roar!"
"Keh, jangan meremehkanku bocah! Dokuryuu no Houkou!"
Raungan dari kedua naga menyebabkan ledakan yang dasyat dan nyaring. Baik Cobra maupun Mito, keduanya terpental akibat ledakan tadi. Cobra yang terkena serangan Mito pun tumbang. Sedangkan Mito tidak bisa bergerak setelah terkena racun Cobra.
"Tampaknya Cobra sudah dikalahkan. Kurasa kalian berdua akan menjadi pengganti yang bagus." Ucap Brain menyeret Natsu yang mabuk dan Mito yang pingsan.
"Natsu! Mito-chan!" teriak Lucy yang melihat mereka.
"Semuanya…" rengek Happy.
"Happy!"
"Kucing-dono, kau tidak apa-apa?" tanya Jura.
"Selamatkan Natsu dan Mito, mereka dibawa." Ucap Happy.
"Mulai sekarang, aku akan membuat susunan jendral yang baru, termasuk mereka. Nirvana akan merendam hati kedua bocah ini dalam kegelapan dan tidak akan menjadi apa-apa kecuali pelayanku yang setia." Ucap Brain.
"Cepat… kalahkan… orang ini… dan hentikan… benda… ini." Ucap Natsu sekuat tenaga.
"Akan kami lakukan!"
"Menghentikan Nirvana? Tidak mungkin. Kota ini akan segera sampai pada tujuan pertamanya, Cait Shelter." Ucap Brain.
"Katakan tujuanmu! Mengapa kau mengarahkan benda ini ke tempatnya Wendy-dono?" tanya Jura mengintimidasi.
"Aku tidak punya kata-kata untuk orang lemah seperti kalian!" jawab Brain yang membuat Jura semakin kesal.
"Sepertinya tidak ada gunanya bicara pada orang seperti dia." Jura sudah mengambil ancang-ancang.
Brain akan menyerang, tapi Jura lebih cepat. Jura menyerang Brain duluan dan Brain balas menyerang. Jura dengan mudah menghentikan serangan Brain, tapi Brain tidak menyerah yang merupakan usaha yang sia-sia.
"Dark Capriccio Scream!"
"Gan Tetsu Heki Renzoku!"
Jura kemudian meringkus Brain dengan pecahan batu yang bertebaran karena serangan tadi. "Hao Gan Sai!" dan semudah itulah Jura mengalahkan Brain.
"Jadi, apa yang akan kau lakukan terhadap sekolahnya Wendy-dono?" tanya Jura pada Brain yang sudah tidak mempunyai tenaga.
"Kurasa sebaiknya kita hentikan saja dulu benda ini." Usul Lucy.
"Lakukanlah untukku!" ucap Natsu menahan mualnya.
"Midnight... kuserahkan sisanya padamu. Keenam jendral tidak akan pernah dikalahkan. Jika keenam doa lenyap, dia akan..." Brain kemudian kehilangan kesadarannya dan simbol di wajahnya menghilang satu.
"Semuanya!" sorak Wendy yang datang diikuti Carla. "Tampaknya kota ini menuju sekolah kami."
"Tenang saja. Semua sudah berakhir, si ular perayu dan juga pimpinannya sudah dikalahkan." Jelas Gray yang membuat Wendy terkejut.
"Ini.. belum berakhir." Ucap Natsu masih dalam keadaan mual. "Cepat.. hentikan benda ini~"
"Natsu-san!" ucap Wendy yang baru menyadari keadaan Natsu, Happy, dan juga Mito tak jauh dari posisi mereka.
Wendy lalu menyembuhkan mereka bertiga dan membacakan mantra agar Natsu tidak mabuk kendaraan untuk sementara. Aliansi kemudian pergi ke puncak Nirvana untuk menghentikan pergerakkannya, tapi mereka tidak menemukan kendali apapun di sana.
"Tapi Hot... maksudku Richard bilang disinilah tempat Nirvana dikendalikan." Ucap Lucy.
"Aku tidak percaya kalau Richard-dono akan berbohong." Tegas Jura.
"Disamping menghentikannya atau tidak." Ucap Carla. "Tidakkah menurut kalian ini aneh? Tidak ada kendali, tidak ada orang, Brain juga sudah kalah. Kenapa benda ini masih bergerak?"
"Jangan-jangan auto pilot, Nirvana sudah disetting untuk menyerang!" ucap Gray yang membuat Wendy kehilangan harapannya.
"Jangan khawatir. Kami akan menghentikan benda ini. Pasti!" ucap Natsu mengembalikan harapan Wendy.
"Tapi, kita tidak tau cara menghentikannya." Kata Happy yang merupakan fakta.
"Sudah kuduga, akan lebih cepat jika kita tanya Brain." Usul Jura.
"Hmm.. Ah, mungkin Jellal-nii tau!" ucap Mito membuat yang lain terkejut.
"Kau juga kenal Jellal?" tanya Wendy terkejut.
"Jellal?" ucap Natsu bertanya-tanya.
"Kalau tidak salah, dia adalah orang yang menyerangmu dan mengambil Mito." Ingat Happy.
"Eh! Orang berambut biru itu? Dimana dia? Akan kubakar dia sampai tidak ada yang tersisa!" ucap Natsu menyimpan dendam.
"Tunggu Natsu. Itu tidak seperti yang kau pikirkan. Jellal-nii adalah orang yang baik, dia memang kadang menyebalkan seperti saudara kembarnya, tapi dia tetap baik." Ucap Mito berusaha menenangkan Natsu yang berapi-api.
"Jellal, maksudmu Jellal Fernandez?" tanya Jura yang mendapat anggukan dari Mito. "Bukankah dia juga salah satu dari 10 penyihir suci?" dan Mito hanya mengangguk.
"10 Pe...penyihir su..suci?" ucap Natsu terbata.
"Sama seperti orang ini?" ucap Gray menunjuk Jura.
"Bukannya aku sudah menceritakannya di kereta dalam perjalanan ke sini?" tanya Mito heran kenapa teman-temannya terkejut.
"Aku akan mencarinya!" ucap Wendy terburu-buru diikuti oleh Carla.
Tak lama kemudian, Hot Eye berbicara dengan mereka menggunakan telepati. Dia mengatakan kalau dia tidak bisa mengalahkan Midnight dan kalau Midnight sekarang ada di bawah Puncak Raja. Kalau mereka berhasil mengalahkan Midnight maka Nirvana akan berhenti. Sayang sekali bagi mereka, ternyata yang menghubungi mereka bukanlah Richard melainkan Brain dan ia mempunyai kejutan yang menunggu mereka di bawah.
Aliansi segera menuruni tangga untuk melihat sebuah pintu besar yang tertutup. Natsu berusaha untuk membuka pintu itu secara paksa dan setelah pintunya terbuka, keluar cahaya menyilaukan dari pintu itu. "Ini jebakan!" dan terjadi ledakan dahsyat yang bahkan terlihat dari posisi Erza dan Jellal. Mereka akan segera ke tempat terjadinya ledakan, tapi kehadiran Midnight membatalkan niat mereka.
"Sial, sakit!" gerutu Natsu.
"Apa semuanya masih hidup?" tanya Gray yang tersadar.
"Aye."
"Apa yang terjadi?" tanya Mito.
"Kita terkena ledakan besar dan..." Lucy lalu berdiri tapi kepalanya mengenai tanah di atasnya.
"Kita terkubur?"
Natsu lalu menerobos keluar diikuti yang lainnya. Dan mereka terkejut dengan apa yang ada di depan mata mereka.
"Jura!"
"Dia melindungi kita?" ucap Lucy.
"Jaga diri kalian, anak-anak muda. Aku senang kalian selamat." Adalah kata-kata terakhir Jura sebelum ia kehilangan kesadaran.
Tak lama kemudian setelah Jura tumbang, muncul sesosok makhluk dari kegelapan.
"Lucu juga.." ucap makhluk itu dengan suara yang mengerikan. "Brain menggunakkan seluruh kekuatannya dan hanya bisa menjatuhkan satu dari kalian. Sungguh memalukan." Akhirnya makhluk itu menampakkan dirinya dengan jelas.
"To..to..to..Tongkatnya bicara!" teriak Happy.
"Kau juga bicara padahal kau kucing." Jelas Lucy.
Kemudian tongkat itu tertawa dan Gray menyadari kalau itu tongkat yang dibawa Brain.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Mito.
"Oy, oy, oy, oy, oy, oy, oy, oy, oy, oy, oy, oy, oy!"ucap Natsu saat dia memukul-mukul tongkat itu ke tanah seperti mainan. "Hentikan kota ini, tongkat busuk!"
"T-tongkat busuk? Kalau tongkat masih bisa kuterima, tapi busuk. Aku adalah anggota ke-7 dari Oracion Seis. Aku sudah bangun dari-"
Belum tongkat itu selesai bicara, Natsu sudah memukulnya lagi. "Aku bilang hentikan kota ini!"
"Tapi Oracion Seis hanya mempunyai 6 anggota, kenapa bisa ada yang ke-7?" tanya Lucy.
"Hmm, kita anggap saja kalau dia anggota yang tidak dianggap dan aneh." Jelas Mito.
Tongkat itu kemudian berhasil lolos dari genggaman Natsu dan berkata, "Sebentar lagi aku bisa melihat tempat dari orang-orang bodoh itu, aku harus segera menyelesaikan masalah ini."
"Maksudmu Cait Shelter?" tanya Lucy memastikan.
"Tepat sekali! Kami akan memulai kehancuran dengan menghancurkan mereka! Ahehehehehe." Tongkat itu tertawa menyeramkan membuat yang lainnya geram. "Cait Shelter adalah tempat yang dibuat oleh keturunan suku Nirvit yang membuat dan dapat menghentikan Nirvana, jadi itulah alasan kami menyerangnya."
Di lain sisi, Erza dan Jellal harus berhadapan dengan Midnight. Jellal memutuskan untuk melawan Midnight. Tapi karena dia juga kekurangan informasi tentang Midnight, Jellal dapat dikalahkan dengan mudah. Tidak bisa duduk diam selagi mantan pacarnya dipukuli, Erza pun menyerang Midnight tapi setiap serangan yang ia lancarkan dapat dibelokkan. Lalu Midnight membuat Erza terlilit armornya sendiri. Berapa kalipun Erza menyerang tapi Midnight dapat memantukan serangannya dan membuat Erza jatuh.
Midnight lalu berusaha membujuk Jellal untuk masuk ke dalam kegelapan, mengingat masa lalunya. Tapi sebelum Jellal sempat berpikir untuk mengikuti Midnight, Erza sudah kembali berdiri dengan kedua kakinya siap menghancurkan Midnight dengan kedua tangannya. Erza menyatakan ada 2 kelemahan Midnight dan Erza sudah membuktikannya dengan menyerangnya dengan tangan kosong.
Midnight yang terpukul mundur kemudian melilit Erza dengan bajunya sendiri, lalu ia masuk kedalam kelemahan selanjutnya. Erza kemudian menyerang Midnight dengan Hujan 1000 Pedang dan dengan mudahnya Erza terbebas dari sihir Midnight menggunakan Yuen Robe, yang merupakan kelemahan Midnight yang ketiga. Midnight yang putus asa menggunakan ilusi pada Jellal dan Erza, tapi karena mata kanan Erza buatan, Erza tidak terpengaruh dan menyerang Midnight sehingga dia kalah. Jadi dapat disimpulkan kalau kelemahan Midnight adalah Erza.
Sementara itu, Natsu dan Gray berusaha untuk mengalahkan tongkat menyebalkan itu dan yang anehnya mereka berdua malah mendapat kesulitan melawannya. Lucy dan Happy menyemangati mereka dari samping, sedangkan Mito menganggap itu sebagai permainan anak kecil.
Tiba-tiba tongkat itu menjatuhkan bola sihir yang ada di mulutnya lalu berkata, "Tidak mungkin! Keenam... keenam jendral berhasil dikalahkan! Tidak, ini buruk! Sangat buruk! Dia datang..."
"Apa yang kau katakan?" tanya Gray.
"Dia?" tanya Lucy.
"Ada seorang lagi? Jangan bilang kalau dia adalah yang ke-8." Kata Happy.
"Brain.. mempunyai dua kepribadian. Yang banyak ilmu dengan codename 'Brain' dan yang satu lagi yang hanya menyukai kehancuran, 'Zero'." Ucap tongkat itu dalam teror.
"Zero?"
"Menyukai kehancuran?"
"Karena kekuatan sihir gelap yang kuat, Brain menyegelnya dalam dirinya sendiri dan segel itu adalah Oracion Seis." Lanjut Tongkat itu. "Sekarang setelah mereka dikalahkan, kepribadian Zero akan bangkit kembali."
"Kedengarannya menyenangkan!" ucap Natsu semangat.
Lalu tiba-tiba saja dinding di sebelah mereka meledak dan dari balik debu yang ada muncul seorang dengan sosok seperti Brain tapi auranya lebih gelap.
"Selamat datang kembali, Master Zero!" sorak si tongkat ketakutan.
"Klodoa, tampaknya keadaan menjadi semakin menarik. Bahkan Midnight berhasil dikalahkan." Ucap orang itu pada si tongkat, Klodoa.
"Ma-maafkan aku!" ucap Klodoa terbata.
"Aku sudah lama tidak merasakan ini, tubuh ini, suara ini, sihir ini. Aku akan urus sisanya," ucap Zero tenang. "Mundur Klodoa! Kalian bocah-bocah sudah menghancurkan sekolahku. Sebagai kepsek aku tidak bisa membiarkan kalian hidup."
"Dia kepala sekolah Oracion Seis!" ucap Mito tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Tanahnya bergetar karena kekuatan sihirnya?" tanya Lucy gemetar.
"Apa kau makin semangat, Natsu?" tanya Gray yang sudah siap menyerang.
"Aku tidak pernah merasakan kekuatan sihir seburuk ini!" balas Natsu semangat.
"Aku akan mulai dengan si botak yang sudah mengalahkan Brain." Ucap Zero memulai serangannya.
"Ice Make: Shield!"
"Kau bahkan menyerang orang yang sudah tidak bisa bertarung." Sorak Gray.
"Hah tidak ada artinya.." ucapnya dengan mudah menghancurkan perisai es Gray, membuat Gray dan Jura terpental. "Mau dia bisa bergerak atau tidak, tidak ada artinya. Selama dia masih berwujud, itu hanya kesenangan untuk menghancurkan."
"Karyuu no Tekken!"
"Moon Dragon's Night Wings!"
Zero dengan mudahnya menghindari serangan Natsu dan Mito lalu mengirim mereka terbang. Happy dan Lucy melihat dalam teror apa yang bisa dilakukan Zero sampai-sampai tidak bisa bergerak. Zero juga tanpa segan-segan menyerang Lucy dan Happy yang tidak mempunyai pertahanan apapun.
"Mengesankan seperti biasanya, Master Zero!" sorak Klodoa takut.
"Tapi mereka masih hidup." Ucap Zero membuat Klodoa terkejut. "Kalian masih hidup, kan? Bangunlah! Kalian masih berwujud." Lanjutnya dengan aura mengerikan.
"Jellal!" sorak Wendy menghampiri 'mantan' pasangan itu.
"Wendy?" ucap Erza heran.
"Kau siapa?" tanya Jellal tidak yakin.
'Sudah kuduga.' Ucap Wendy dalam hati. "Namaku Wendy Marvell. Kita pernah bertemu dulu, apa kau tidak ingat?"
"Maaf, tapi aku tidak ingat." Jawab Jellal.
"Ya tidak apa-apa. Ah, apa kau tau cara untuk menghentikan Nirvana?" tanya Wendy berharap.
"Entahlah. Aku sudah mencoba, tapi Brain menghentikanku. Maaf." Jelas Jellal terus terang.
"Tunggu, tapi gimana nasib sekolah kami? Saat ini sudah ada di depan mata tepat di lintasan benda ini. Kalau kita tidak menghentikannya, maka-" sebuah ledakan menghentikan Carla menyelesaikan kalimatnya.
"Apa itu?"
Nirvana sudah mengumpulkan kekuatan sihir. Mengarahkannya tepat ke arah Cait Shelter. Beberapa detik lagi sebelum serangan, disaksikan oleh sisa Aliansi yang tidak bisa berbuat apa-apa. Nirvana pun melancarkan serangannya menargetkan Cait Shelter. Tiba-tiba saja tanah yang mereka pijaki bergetar dan serangan Nirvana meleset. Lalu tepat di atas Nirvana adalah pembom sihir, Christina, milik Blue Pegasus.
"Kalian bisa mendengarku? Seseorang jawablah!" kata orang yang muncul di kepala anggota Aliansi.
"Apa itu kau, Hibiki?" tanya Erza senang.
"Erza-san dan juga Wendy-chan, kalian selamat." Ucap Hibiki dengan telepati.
"Ngomong-ngomong aku juga selamat, men." Ucap Ichiya.
"Sensei! Syukurlah." Balas Hibiki. "Kami sudah mencapai batas kami, jadi kami tidak bisa menyerang lagi. Kami juga tidak tau sampai kapan bisa mempertahankan kapal. Jadi dengarkan ini baik-baik, cara menghentikan Nirvana! Nirvana mempunyai 6 kaki dan kalian harus bisa menghancurkan lacrima yang ada di setiap kaki dalam waktu bersamaan, lalu Nirvana akan berhenti. Aku akan mengirimkan waktu tepatnya." Jelasnya panjang lebar.
"Mustahil!" tiba-tiba ada suara yang membajak telepati Hibiki. "Aku Zero, kepala sekolah Oracion Seis. Dengar baik-baik, penyihir cahaya! Aku akan menghancurkan semuanya, dimulai dari keempat temanmu. 2 Dragon Slayer, penyihir pahatan es, penyihir roh bintang, dan mungkin juga yang kucing. Sekarang aku berdiri di depan salah satu lacrima itu! Uahahahahahahahahah!" lanjut Zero tertawa jahat sebelum memutus sambungan.
Tidak hanya salah satu dari mereka harus menghadapi Zero, tapi saat ini Aliansi tidak mempunyai cukup orang untuk menghancurkan ke-6 lacrima itu bersamaan. Tapi karena kepercayaan dari teman-temannya dan juga niat untuk bangkit, Natsu dan yang lainnya dapat berdiri dan ikut dalam misi menghentikan Nirvana. Hibiki memberikan rute perjalanan pada mereka sesuai urutan, Natsu, Gray, Mito dan Lucy, Ichiya, Erza, dan Jellal. Setelah memberikan petanya, Christina pun jatuh bersama dengan awaknya dan telepatinya terputus.
"Kemungkinan besar Zero ada di nomor 1." Ucap Erza.
"Itu tempatnya Natsu-san!" ucap Wendy yang kaget.
"Natsu? Apa dia pemuda berambut sakura itu?" tanya Jellal yang hanya dijawab anggukan oleh Erza.
"Kalau begitu kita harus membantunya, kalau-" ucap Wendy yang dipotong Erza.
"Tidak perlu! Jangan meremehkan Natsu." Ucap Erza seraya pergi.
Saat Erza sudah hilang dari pandangan, Jellal berkata pada Wendy, "Aku akan membantu Natsu, jadi kau akan mengambil posisiku."
"Tapi aku tidak bisa sihir penghancur." Balas Wendy.
"Percayalah pada dirimu sendiri. Kau adalah Sky Dragon Slayer." Ucap Jellal berjalan ke arah Natsu dan meninggalkan Wendy.
"Mito-chan! Apa yang kau lakukan?" ucap Lucy.
"Dengan ini, kita bisa sampai lebih cepat." Ucap Mito yang terbang membawa Lucy dan Happy.
"Tapi, gimana kalau ada Zero di lacrima nomor 3?" tanya Happy.
"Tenang saja, Natsu yang akan mengurus Zero. Bocah api itu sudah mengambil kesenanganku, jadi sebaiknya dia menang." Ucap Mito tenang.
Mereka bertiga pun sampai di lacrima nomor 3.
BRUK! Mito terjatuh setelah menurunkan teman-temannya.
"Mito-chan!"
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Happy.
"Kekuatan.. sihirku. Aku butuh istirahat sebentar." Ucap Mito sambil berbaring.
Lucy melihat Mito yang bahkan tidak dapat menggerakkan jarinya. "Ini memang bukan waktunya untuk pamer, tapi aku benar-benar kehilanggan kekuatan sihirku. Meski begitu, aku ingin melindungi sekolahnya Wendy. Aku tidak ingin menyerah pada diriku sendiri. Karena itu aku tidak akan menyerah sampai akhir!"
Mendengar perkataan Lucy yang tidak pernah menyerah menggerakkan hati Mito.
"Lucy, terima kasih. Aku juga tidak akan menyerah!" ucap Mito menemukan pijakannya. "Selama bulan masih terlihat di langit, aku tidak akan kalah semudah itu!"
Waktu tinggal 3 menit lagi untuk mereka sebelum menghancurkan ke-6 lacrima bersamaan. Natsu dengan bantuan Jellal mendapat kesulitan mengalahkan Zero, tapi bukan berarti ia tidak bisa menang dengan dragon force-nya. Seiring waktu yang semakin dekat, Aliansi sudah bersiap menyerang.
3
2
1
"Metsuryuu Ougi: Guren Houken!"
"Ice Make: Ice Canon!"
"Moon Dragon's Roar!"
"Power Parfum: Maximum!"
"Kansou: Black Wing Armor!"
"Tenryuu no Houkou!"
Aliansi berhasil menghancurkan ke-6 lacrima besar tepat pada waktunya bersamaan. Nirvana pun berhenti. Tapi karena tidak mempunyai kekuatan lagi, Nirvana jatuh. Ruangan di sekitar mereka berguncang dan puing-puing berjatuhan seiring tumbangnya Nirvana. Aliansi berusaha menemukan jalan keluar sebelum terlambat.
"Mito-chan, kita harus cepat kalau mau keluar dari sini." Ucap Lucy yang menopang Mito.
'Sial! Kekuatan sihirku benar-benar habis. Aku bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhku.' Ucap Mito dalam hati.
"Lucy, kau.. pergi saja.. duluan. Aku akan menyusul." Ucap Mito ngos-ngosan.
"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak akan meninggalkanmu." Balas Lucy.
Akibat guncangan yang disebabkan Nirvana, puing besar jatuh tepat di atas Mito, Lucy, dan Happy. Saat mereka menyadarinya, itu sudah terlambat. Mereka tidak bisa menghindar sekarang, tidak akan sempat. Yang bisa mereka lakukan hanyalah menutup mata.
BAM! Hal terakhir yang dilihat Mito adalah mereka sedang melayang sekarang. Lucy membuka matanya setelah suara tabrakan dan terkejut kalau mereka masih hidup.
"Kita terbang... Happy!?" tanya Lucy binggung.
"Tidak, ini bukan aku." Balas Happy.
"Lalu siapa..." ucap Lucy yang terhenti saat ia melihat ke atas.
Ada orang yang membawa mereka bertiga menggunakan sihir terbang yang mirip dengan Mito. Orang itu berambut perak dan hanya mengenakan kaus putih polos dan celana kain pendek.
Di luar Nirvana. Gray berhasil lolos, Diikuti dengan kedatangan Erza dan Ichiya dengan badan besar. Lalu Lucy, Happy, dan Mito yang tak sadarkan diri dibawa oleh orang misterius. Wendy, Carla, dan Jura kemudian menyusul. Tak lama kemudian Richard membawa Natsu dan Jellal di tangannya.
"Natsu-san! Kau menepati janjimu." Ucap Wendy yang berlari untuk memeluk Natsu yang hanya membalas dengan senyumannya. "Terima kasih sudah menyelamatkan sekolahku."
"Itu karena kekuatan semuanya." Balas Natsu tersenyum. "Kekuatanmu juga."
"Misi kita sukses, men!"
"Lalu, siapa kedua orang itu?" tanya Gray menunjuk Jellal dan orang misterius di samping Mito.
"Pemuda berambut biru itu Jellal. Tapi, aku tidak tau siapa yang satu lagi." Jawab Erza.
"Jellal!?" ucap Gray dan Lucy bersamaan.
'Mantan pacarnya Erza. Salah satu dari 10 penyihir suci. Orang berambut biru brengsek yang menyerangku (Natsu).' Pikir Lucy dan Gray yang tiba-tiba gemetar.
"Pemuda berambut perak itu, apa menurutmu tidak apa-apa kalau dia ada di dekat Mito?" tanya Jellal berbisik agar tidak terdengar oleh orang yang dibicarakan.
"Entahlah. Dia menyelamatkan kami tadi. Kalau dia tidak ada, mungkin kami tidak akan ada di sini sekarang." Jawab Lucy.
"Aku bisa mendengarnya kalian tau." Ucap pemuda itu. "Dia tidak apa-apa, hanya perlu istirahat sebentar."
"T-terima kasih karena sudah menyelamatkan kami." Ucap Lucy ragu.
"Itu sudah menjadi tugasku." Jawabnya. "Dasar bodoh, bertindak ceroboh seperti itu." Lanjutnya sambil menendang pelan Mito.
Yang lainnya ingin bertindak setelah apa yang pemuda itu lakukan pada Mito. Tapi sebelum mereka sempat melakukannya, pemuda itu sudah mendapatkan dirinya sendiri terpukul keras di pipi kirinya.
"Apa yang kau lakukan disini, baka ryuu (artinya naga)?" tanya Mito yang lansung duduk setelah menonjok orang itu.
"Mito!?" sorak yang lain senang melihat Mito sadar. Mito hanya membalas dengan senyuman menandakan ia tidak apa-apa.
"Mito, apa kau kenal orang itu?" tanya Natsu yang berbisik pada Mito.
Mito kemudian melihat pemuda berambut perak itu dan berkata, "Tentu saja. Dia kakakku, Hoshi." Semua orang terkejut kecuali Mito dan kakaknya.
Hoshi akan segera pergi, tapi sesuatu menghalangi jalannya. Lalu, anggota pertahanan dewan sihir datang dan menghilangkan penghalang sihirnya saat sudah mengepung mereka. Kapten mereka, Lahar, ingin menangkap Hot Eye yang merupakan anggota Oracion Seis. Jura ingin protes, tapi dihentikan oleh Richard yang ingin memulai dari awal. Sebagai gantinya, Jura akan mencari adiknya yang hilang yang kebetulan diketahui oleh Erza dan Jellal.
Keesokan harinya [08:10]
Aliansi sudah berkumpul di lapangan tengah sekolah sihir Cait Shelter. Master Robaul akan memberikan ucapan selamat pada Aliansi yang sudah menyelesaikan misinya dengan baik. Ichiya dan penyikutnya sudah bersiap-siap untuk mengadakan pesta kemenangan, tapi Master Robaul menyela.
Sang master mengakui kalau dia dan juga seluruh anggota Cait Shelter adalah suku Nirvit asli yang sebenarnya sudah meninggal. Master sendirilah yang membuat ilusi tentang Cait Shelter sejak 'Jellal' membawa Wendy, yang berjanji untuk membawanya ke sebuah sekolah. Satu-persatu ilusi dari orang-orang itu menghilang yang diikuti oleh tangisan Wendy. Erza berusaha menenangkan Wendy dan mengajaknya kembali ke FTA.
Setelah beristirahat sejenak setelah apa yang terjadi, Aliansi pun kembali ke sekolahnya masing-masing dengan pengalaman yang tak terlupakan. Roh bintangnya Angel memohon Lucy untuk menjadi majikan baru mereka, karena menurut mereka Lucy baik. Lucy dengan senang hati menerima mereka dan mendapatkan 3 kunci bintang emas.
End
Oke chapter 8 selesai. Jadi ketahuan 2 rahasia Mito, dia dragon slayer dan punya kakak misterius. Untuk chapter selanjutnya kan seharusnya Edolas arc, tapi karena satu dan lain hal Edolas arc tidak akan ada. Karena di cerita aslinya Gajeel ketemu sama Lily di Edolas (yang gak dimasukin ke cerita ini) jadinya Gajeel udah kenal sama Lily dari awal sama kayak Natsu dan Wendy.
Terima kasih untuk yang udah baca, review, follow, dan fav cerita ini. Kalau ada pertanyaan apapun bisa di review atau PM. Sampai ketemu di chapter selanjutnya. Selamat lebaran juga untuk kalian yang merayakan. Mohon maaf lahir batin.
There's always a way if you look with your heart.
