Ahjussi, I Love Your Son!

.

.

Boy x Boy

.

Lee Family : Lee Sungmin, Shim(Lee) Changmin, Kim(Lee) Junsu.

Cho family : Cho Kyuhyun, Jung(Cho) Yunho, Kim(Cho) Jaejoong.

Cast yang lain nyusul^^

.

.

Warning : Still Chibi!KyuMin for this chap. Typo(s) dimana-mana, humor gagal. No Bash and Flame,please!

.

.

Disclaimer : Cerita ini murni milik saya. Jika terjadi kesamaan tokoh, itu jelas bukan sebuah kesengajaan^^. Dilarang meng-copy paste tanpa sepengetahuan saya, okey?

.

.

.


Suasana hati Changmin benar-benar sedang gundah gulana. Bagaimana tidak, setelah insiden bocah kecil-entah siapa-yang meminta restu padanya di kelas Sungmin tadi. Ia jadi merasa tak tenang. Terlebih jika melihat bagaimana aura kedua orang tua sang bocah yang langsung membuat Changmin siaga satu.

Keluarga Cho, ya... Ia kenal siapa keluarga itu. Hey, pekerjaannya sebagai seorang hakim membuat jangkauan pengetahuannya begitu luas tentu saja. Ditambah otaknya yang memang dasarnya sudah jenius. Oh come on, siapa yang tidak tau keluarga Cho yang kaya raya itu?

Dan fakta inilah yang membuat Changmin resah. Feeling-nya mengatakan jika ia pasti akan berurusan dengan keluarga itu setelah ini, terlebih bocah sialan itu. Uh.. siapa namanya tadi? Cho Kyun? Cho Kyuhun? Ah! Changmin tak peduli! Yang jelas ia akan maju tak gentar melindungi putra manisnya. Walau harus berhadapan dengan keluarga konglomerat sekalipun, Changmin akan terus maju. Pokoknya ia tak akan mengijinkan tangan-tangan jahil menyentuh anaknya! ini tekad seorang ayah asal kalian tau!

Tapi...

Haaaaaahhhh~~~

"Hakim Lee, anda baik-baik saja?" Changmin menoleh dan mendapati salah satu rekannya menatap dirinya khawatir.

"Ahh ne.. Hanya sedikit memikirkan masalah anakku, Hakim Cha. Umh, anda ada jadwal persidangan pagi?" Yang ditanya mengangguk dan tersenyum. Tangannya merapikan jubah hakimnya di bagian depan.

"Ya. Hari ini aku punya dua jadwal hingga pukul 3 siang. Tapi sepertinya sidang ke-duaku akan memakan waktu lama mengingat terdakwa-nya merupakan salah satu keluarga kaya di Seoul. Hahhh... ini benar-benar akan melelahkan. Berhadapan dengan orang-orang kaya yang berkuasa selalu merepotkan, bukan begitu hakim Lee?" Hakim Cha mendesah malas dan balik bertanya pada Changmin yang masih duduk di kursinya. Mereka kini sedang berada di ruang investigasi yang memang diperuntukkan untuk 3 sampai 4 hakim.

BRAKKK

"Hakim Cha, aku tak peduli jika harus berhadapan dengan keluarga kaya itu! AKU AKAN TERUS MAJU MELINDUNGI ANAKKU, KAU DENGAR? HINGGA TITIK DARAH PENGHABISAN!"

"Ha-hakim Lee? Ada apa denganmu?" Hakim Cha memundurkan tubuhnya beberapa langkah. Tubuhnya kaku dan jantungnya seolah ingin meloncat keluar saat ini juga melihat Tubuh Changmin yang kini berdiri menjulang dihadapannya.

Hey... Bukankah dirinya hanya bertanya tadi? Tapi kenapa patner kerjanya itu kini malah menggebrak meja dan memelototinya dengan wajah yang luar biasa menyeramkan?

"Lupakan! Aku akan ke ruanganku saja! Tapi ingat hakim Cha! Aku akan terus maju! Aku tidak akan menyerah apalagi takut! Tidak akan pernah! Jadi ingat itu baik-baik!" Changmin keluar dengan langkah lebar-lebar. Meninggalkan hakim Cha yang masih bingung meski kini kepalanya tengah mengangguk-angguk karena perintah Changmin yang menyuruhnya mengingat perkataan namja tinggi itu barusan. Walau ia sendiri tak tau untuk apa sebenarnya ia harus mengingat itu semua -,-

.

.

.

.

Kyuhyun itu pintar. Otaknya bahkan setara dengan anak umur dua belas tahun. Tapi entah kenapa kali ini ia begitu malas mengeluarkan kepintarannya tersebut.

Justru kekuasaan dan wajah menyeramkannyalah yang ia andalkan saat ini untuk menghalau beberapa teman barunya- yeah, meski sebenarnya Kyuhyun begitu malas menganggap mereka teman baru karena telah berani mengobrol dan bermain kejar-kejaran dengan 'Princess yeopo' miliknya.

"Aku ingin bermain dengan Princess ku! Minggir!" Kyuhyun merangsek dan menarik lengan Sungmin yang mulai mengigil takut.

Hahhh... Sungmin menggigit bibir bawahnya resah. Kalau saja Jung saem tidak marah dan mengusir para wali yang ingin menemani anaknya pagi ini, ia pasti akan aman dalam dekapan sang umma tercinta.

"Ku bilang minggir!" Beberapa anak yang awalnya tengah bermain dengan Sungmin melirik takut pada teman baru mereka. Tak ingin mencari masalah karena memang air muka Kyuhyun sudah keruh bin kelam, mereka akhirnya memutuskan mundur dan pergi saja. Membuat sang pelaku terkekeh dalam hati dan menyeringai puas.

"Nah, sekarang ayo kita duduk disana saja." Kyuhyun tersenyum-tipis- lalu kembali menyeret tubuh Sungmin ke bangkunya yang berada di pojok kanan.

Bugh

"Nah, Princess yeopooo, apa aku boleh tau nama mu?" Kyuhyun menatap Sungmin penuh rasa ingin tau dengan pupil mata yang membesar. Sedang yang ditanya makin mengkeret(?) dalam duduknya.

"Su-Sungmin.. Lee Sungmin."

"Ah-ah! Sungmin... Nama yang bagus untuk princess yeopo! Nanti aku akan berterima kasih untuk ayah mertua karena sudah memberi mu nama yang cantik."

"Huh? Ayah mertua? Nuguya?"

GREPP

"Tentu saja ayahmu." Kyuhyun menggenggam kedua telapak tangan mungil Sungmin dengan raut muka dewasa yang entah dari mana ia pelajari hingga terlihat begitu meyakinkan.

"KYAAAAAAAAA! Jangan sentuh-sentuh Mingie! Apa dan Umma bilang Mingie tidak boleh disentuh orang asing! Huweeeeeeeeeeeee!"

BRUKKK

"Oucchh.. Ya! Princess yeoppo! Kembalilah!" Kyuhyun meringis. Tubuhnya terjungkal begitu kuat karena di dorong oleh Sungmin yang kini sudah berlari histeris ke luar.

"Apa Kyu terlalu agresif? Ah... Nanti Kyu akan belajar pada Appa mengenai sentuhan." Gumamnya sambil membersihkan bagian celananya yang kotor. Well, sepertinya penyakit cepat dewasa Kyuhyun tak main-main sodara-sodara!

.

.

.


At Cho Corp...

"Bear, aku suka dengan anak tadi..."

"Hmmm?"

"Aku bilang, aku menyukai calon menantu kecil kita!"

"Huh? Ah, si manis tadi? Ya, aku juga menyukainya. Sepertinya Kyunnie juga sudah sangat terpesona dengannya."

"Hu'um! Kau akan membantu uri adeul kan, Bear?" Jaejoong meremat surai Yunho yang tengah asyik menebarkan kecupan-kecupan basah di sekitar leher jenjangnya.

Sepulang dari mengantar Kyuhyun ke sekolah tadi, Jaejoong beralih ikut Yunho ke kantor suaminya sebagai pengalihan atas rasa kesalnya karena wali kelas sang anak tak mengijinkannya menunggui Kyuhyun dengan alasan sekolah itu merupakan sekolah bergengsi yang pastinya memiliki penjagaan yang ketat dan aman untuk siswa-siswinya tanpa perlu di pantau langsung oleh orang tua. Juga untuk melatih kemandirian siswa katanya.

Huh ! tak tau saja dia jika Jaejoong itu tidak suka ditolak!

"Tentu saja! Kebahagiaan Kyunnie adalah prioritas kita."

"Hihihihi~~~ geli Yun! Kau ini mesum sekali eoh!" Jaejoong mulai menjambak rambut sang suami yang masih asyik dengan kegiatannya. Membuat si empunya rambut memekik tertahan.

"Yaa Boo! Kenapa kau menjambak rambutku?"

"Ini kantor Yunnie.. Kalau kau mau, kita bisa melakukannya dirumah nanti malam." Jaejoong si jahil mulai berulah. Dikedipkannya sebelah matanya dengan gaya yang sensual.

"Kalau begitu kajja kita pulang, kekeke!" Yunho sudah akan bangkit namun Jaejoong kembali mendorong pria besar itu untuk duduk kembali.

"Ani! Kau harus bekerja. Jangan coba-coba pulang cepat hari ini atau aku akan menguncimu di luar-"

"Dan... Cari cara agar Kyuhyun bisa mendapatkan apa yang ia mau, okey?"

MUAACCHHHHHHH!

"Bye Yunnie bear~~"

BLAMM!

"Yaaaa~~ Apa atasan sepertiku benar-benar tak boleh pulang cepat?" Yunho menggerutu di kursi kerjanya. Padahal otaknya tadi sudah menjurus ke yang 'iya-iya' eh yang terjadi malah yang 'tidak-tidak'. Kenapa juga sang istri harus pulang sekarang? (_ _"

Poor appa Cho~~~~

.

.

.

Bel pulang sudah berkumandang(?) sejak sepuluh menit yang lalu. Tapi hingga saat ini Sungmi belum juga melihat siluet sang Appa yang selalu menjemput nya sejak ia masuk sekolah.

"Isshhh Appa mana~~ Mingie takut ada monster itu lagi..." Wajah manisnya berubah muram dengan bibir mengerucut ke depan. Uhhh... ia benar-benar takut kalau kalau Kyuhyun menemukannya disini!

"Hai Min!"

"Wonwon?" Sungmin mengerjab. Siwon tiba-tiba sudah berdiri dihadapannya dengan sebatang coklat kesukaan Sungmin.

"Igo... Ini untuk Min. Won minta maaf sudah membuat Sungmin takut ne? Tapi Won masih boleh berteman dengan Sungmin kan?" Siwon menunduk dan terlihat begitu menyesal. Sumpah, ia hanyalah anak usia 6 tahun yang begitu bahagia berdekatan dengan teman baru apalagi yang manis seperti Sungmin. Tak pernah menyangka jika tingkahnya justru menjadi bumerang(?)nya sendiri.

"Hum! Ne... Maafkan Appa Mingie juga nde? Tapi Wonwon jangan mau poppo lagi!"

"Hehehe, nde Min. Wonwon tidaka kan mengulanginya. Besok Wonwon akan bawa mainan ular tangga, jadi kita bisa main bersama lagi." Senyum anak tampan itu mengembang lebar. Lega karena temannya tak marah lagi padanya.

"Baikan?"

"Ne, Baikan!" Sungmin menyodorkan jari kelingkingnya yang langsung di sambut oleh Siwon.

SRETTT

"Lepaskan!"

"Sepupu Kyu?" Siwon mengerjab dan menatap bingung pada sang sepupu yang menghembas tautan tangannya dengan Sungmin.

"Ini princess yeopo milik ku kuda jelek!"

"Heeeee? Princess? Tapi Min ini namja loh sepupu Kyu!" Siwon yang masih belum sadar situasi berbahaya, justru melontarkan pertanyaan yang makin membuat Kyuhyun geram.

"BIAR SA-"

"MINGIEEEE! Ayo pulang, Sayang!"

"Ehhh Ummaa? Wonwon, Mingie pulang dulu okey, besok kita main lagi! Paiiiiiii~~"

"Ne Min, Paii Paiiiiiii~~"

GRRRRRRRRRRRRRRR

"GARA-GARA KAU PRINCESSKU JADI PERGI !"

Siwon yang sedang berdadah ria dengan Sungmin terlonjak kaget mendengar pekikan Kyuhyun. Anak lelaki tampan itu beringsut mundur sebelum berlari kencang menuju supirnya yang sudah stand by dari tadi.

"Mianhae sepupu!' Teriaknya sambil berlari kalang kabut.

"YAAA! Dasar kuda kecil!" Kyuhyun mendengus meratapi nasibnya yang sudah di tinggal sang pujaan hati. Kepalanya menunduk dengan kedua tangan yang ikut tergantung lemas di sisi tubuhnya.

Pukkk~

"Tak apa Kyunnie, ayo kita kejar dan cari tau rumah princess yeopo mu itu."

"Ummaaaa!"

Dan keduanya beralih saling melempar smirk dengan alis yang turun naik. Hahaha.. lucu sekali! -.-

.

.

.


Kantor Pengadikan Negeri Seoul, satu jam kemudian...

.

.

Drrttttttttt... Drrrtttttt...

Changmin menghentikan acara membaca berkas untuk sidangnya esok ketika ponsel di saku celananya bergetar cukup nyaring.

Sexy Yeobo is calling...

Pip

"Eoh Suie chagi, ada apa hum?"

"Hyung~~ hiks..."

"Appaaa~~"

"Y-yaa! Ada apa, Sayang? Kenapa ada suara Mingie baby juga?" Changmin mulai gelisah mendengar lirihan di sebebrang sana. Tiba-tiba perasaannya sungguh tak enak.

"Hiks... mereka disini hyung.. Suie dan Mingie takut~~~"

"Hey hey! Bicaralah yang jelas Junsuie! Jangan membuat hyung khawatir!"

"IBU MERTUA.. TOLONG BIARKAN KYUNNIE BERTEMU PRINCESS YEOPOO!"

"CALON BESAN~~~ BIARKAN KAMI MASUK!"

PIP!

"Yaaa! Halooo?! Haloo?! Junsuieeee? YAA! ADA APA SEBENARNYA DENGAN MEREKA! "

.

.

.

TBC

.

.

Ini imbalan karena kemarin saya dapat begitu banyak pelukkan selamat datang, kekeke~~

Senang?

Makasih untuk respon dalam reviewnya... mian gak sebutin satu-satu, takut ada yang kelewat^^

Jjaa... yang kemaren tanya kenapa pairingnya Minsu... Itu ada reason-nya chingudeul! Nanti akan terkuak dengan sendirinya dalam cerita. Dan untuk chibi Kyumin, ini akan terus berlangsung mungkin untuk beberapa chap ke depan (2/3). Semoga gak bosen...

Sorry for typo(s)..

So, wanna gimme a review for this chap?