Ahjussi, I Love Your Son!
.
.
Boy x Boy
.
Lee Family : Lee Sungmin, Shim(Lee) Changmin, Kim(Lee) Junsu.
Cho family : Cho Kyuhyun, Jung(Cho) Yunho, Kim(Cho) Jaejoong.
Cast yang lain nyusul^^
.
.
Warning : Chibi!KyuMin for this chap. Typo(s) dimana-mana, humor gagal. No Bash and Flame,please!
.
.
Disclaimer : Cerita ini murni milik saya. Jika terjadi kesamaan tokoh, itu jelas bukan sebuah kesengajaan^^. Dilarang meng-copy paste tanpa sepengetahuan saya, okey?
.
.
.
Chapter sebelumnya...
Drrttttttttt... Drrrtttttt...
Changmin menghentikan acara membaca berkas untuk sidangnya esok ketika ponsel di saku celananya bergetar cukup nyaring.
Sexy Yeobo is calling...
Pip
"Eoh Suie chagi, ada apa hum?"
"Hyung~~ hiks..."
"Appaaa~~"
"Y-yaa! Ada apa, Sayang? Kenapa ada suara Mingie baby juga?" Changmin mulai gelisah mendengar lirihan di sebebrang sana. Tiba-tiba perasaannya sungguh tak enak.
"Hiks... mereka disini hyung.. Suie dan Mingie takut~~~"
"Hey hey! Bicaralah yang jelas Junsuie! Jangan membuat hyung khawatir!"
"IBU MERTUA.. TOLONG BIARKAN KYUNNIE BERTEMU PRINCESS YEOPOO!"
"CALON BESAN~~~ BIARKAN KAMI MASUK!"
PIP!
"Yaaa! Halooo?! Haloo?! Junsuieeee? YAA! ADA APA SEBENARNYA DENGAN MEREKA!"
.
.
.
CKIIIIIITTTTT
Suara gesekan antara ban dan aspal itu terdengar begitu memekakan telinga. Tak berselang lama, seorang pria dengan postur tinggi menjulang keluar dengan tergopoh-gopoh dan langsung melesat menuju pintu kediaman sederhananya.
BRAAKKK
"Junsuie! Mingie!"
"Appa~~" Yang dipanggil memekik lirih –tak berani bersuara lebih- dengan posisi saling mendekap di salah satu sofa ruang tengahnya.
"Wahh, besan sudah datang rupanya. Annyeong~~ Kami datang berkunjung, hehe" Seorang namja cantik keluar dari arah dapur dan menenteng satu piring besar berisi puding coklat dengan topping fresh orange di atasnya.
"Selamat datang calon ayah mertua." Sebuah suara yang cukup sopan –namun terasa menjengkelkan di telinga Changmin- membuat fokus ayah tampan itu teralih dan mendapati seorang bocah lelaki tengah membungkukkan sedikit tubuhnya.
Changmin sekali lagi mencoba menenangkan diri –meski nyatanya ia benar-benar ingin meledak- terlebih melihat raut Junsu yang ketakutan sembari menggigit bibir bawahnya. Oww... Istrinya itu memang tidak begitu suka dengan kehadiran orang baru. Dan Changmin yakin Junsu pasti tengah menahan takut atas traumanya dimasa lalu.
"Apa yang anda lakukan disini nyonya Cho?" Changmin merendahkan nada suaranya namun justru berhasil membuat Jaejoong merinding walau hanya beberapa detik. Well, sepertinya calon besanku tipe yang susah di dekati- ujarnya dalam hati.
"Ye? Ah, tentu saja mengunjungi calon besan dan anak manis yang disukai oleh putraku itu." Heechul menunjuk Sungmin dengan dagunya dan bergerak menaruh puding yang ia bawa di atas meja. "Nah, ayo dimakan! Ini puding ter-enak di toko langganan kami. Aku sengaja membelinya untuk kalian." Jaejoong yang sudah bertekad akan membantu sang putra mengulas senyum ramah. Ia kemudian duduk disamping Junsu yang memangku Sungmin. sama sekali tak menyadari tubuh Junsu yang kian terlihat bergetar ketakutan.
"Calon besan? Apa maksud anda nyonya Cho? Apa anda mulai tak waras karena memiliki harta yang melimpah ruah huh? Putraku masih berumur 6 tahun dan –demi Tuhan! Kau berniat menjadikannya menantumu? Aku rasa kau cukup tau jawabanku akan bagaimana!"
Jaejoong kembali tersenyum, pria beranak satu itu menatap balik Changmin. "Hahaha, calon besan ternyata orang yang lucu! Ku rasa kita akan sangat cocok menjadi satu keluarga kelak. Dan soal putramu.. Tentu saja kami serius Sungmin Appa."
"Sampai kapanpun jawabanku adalah tid-"
Tap
Tap
Tap
"Mianhamida abeoji, tolong ijinkan saya dekat dengan Princess yeopo. Naega.. eum, akan menjaga Sungmin dengan baik dan membanggakan Abeoji."
SRETT
Kyuhyun maju ke hadapan Changmin dan duduk bersimpuh- dengan kedua telapak tangan di atas paha. Jaejoong diam-diam mengacungkan dua jempolnya saat ekor mata Kyuhyun mliriknya seolah meminta bantuan.
"Aigooo!" Changmin memijit pelipisnya yang berdenyut. Kepalanya tiba-tiba makin pening melihat bocah berkulit putih pucat itu bertingkah layaknya calon menantu yang begitu berharap restu dari ayah mertuanya. Hey nak, kau pikir berapa usiamu eoh? -,-
"Cho kecil... Apa kau tidak bisa mengerti eoh? Umur mu tak beda jauh dengan nae Mingie dan anak seusia kalian tidak sepantasnya membicarakan masalah seperti ini. Jalanmu masih panjang, Nak." Changmin berjongkok. Menepuk bahu sempit Kyuhyun berharap bocah itu mau mengerti dan kembali 'lurus' sesuai usianya.
"Jebal Abeoji, mohon pertimbangkan kembali." Lagi. Kyuhyun menundukkan kepalanya hormat.
"YA nyonya Cho! Apa yang sebenarnya telah kau ajarkan pada bocah keras kepala ini hingga ia bertindak layaknya pemuda berusia dua puluah eoh? Oh jinjja! Aku bisa gila jika seperti ini terus." Ia berdiri dan menatap geram Jaejoong yang hanya duduk tenang sembari diam-diam mencuri pandang pada Sungmin yang menyembunyikan wajahnya di dada sang umma.
"Huh? Ah... Aku dan suamiku hanya memberinya sedikit bekal untuk menjadi calon pewaris yang tangguh dan kau bisa lihat sendiri bukan? Aku percaya dia pasti akan menjadi calon menantu yang baik untukmu Lee-ssi. Gen keluarga Cho tidak akan mengecewakanmu, hahahaha. Tapi tolong dimaklumi soal sifat mesumnya nanti, itu gen Appanya dan aku tidak bisa berbuat banyak." Jaejoong menjawab tanpa beban dan tanpa rasa bersalah.
"SUDAH BERAPA KALI KU KATAKAN JIKA ANAKKU HANYALAH BOCAH BIASA YANG BAHKAN MASIH BERUSIA 6 TAHUN! BAGAIMANA BISA KITA SUDAH MEMBICARAKAN MASALAH SEPERTI INI NYONYA!" Changmin berteriak melampiaskan kekesalannya. Kali ini ia benar-benar merasa begitu buntu. Sudah berulang kali di jelaskan tapi pasangan ibu dan anak itu malah begitu keras kepala layaknya batu!
Hah Hah Hah~
Dadanya naik turun. Raut mukanya pun sudah lecek se-lecek-leceknya(?) menghadapi keluarga batu -sebutan yang ia berikan- dihadapannya itu.
"Abeoji-"
"Berhenti memanggilku seperti itu bocah! Aku bukan abeoji mu dan jujur saja dengan tingkahmu yang seperti ini aku makin yakin dengan keputusanku." Changmin menatap Kyuhyun kembali. "Hah~~ Aku sebenarnya kasian padamu. Sepertinya kau adalah salah satu korban sinetron nak!" Changmin menepuk pucuk kepala Kyuhyun dan masih menatapnya lekat. "Pulanglah dan renungkan sikapmu hari ini!"
"Lee-ssi! Kami rasa kau-"
"Arraseo ahjussi. Kalau begitu saya pamit pulang dulu. Jeongmal mianhae ... Saya akan kembali lagi nanti. Permisi." Kyuhyun tersenyum tipis pada Changmin yang sekali lagi dibuat melongo(?). Bocah kecil dengan pikiran kelewat matang itu kemudian menghampiri Junsu dan Sungmin.
"Mianhae membuat ibu mertua ketakutan. Kyunnie ingin pamit pulang dulu dan... Princess yeopo, sampai ketemu besok di sekolah. Semoga tidurmu nyenyak nanti malam. Annyeong." Kyuhyun membungkuk dan menarik tangan sang ibu keluar. Meninggalkan sepasang suami istri yang menggeleng tak percaya dan menghela nafas frustasi. Ini pasti akan sangat sulit... Benar-benar sulit -.-
.
.
.
Jaejoong menatap prihatin putranya yang terlihat tak semangat melahap sereal bintang kesukaannya. Sejak semalam ia sudah seperti itu- lebih tepatnya setelah pulang dari rumah Sungmin.
"Kyunnie~~ Kenapa tidak dihabiskan eoh? Kyunnie ingin makan yang lain hm?"
"Ani..."
"Kalau begitu habiskan, Nak."
"Ne."
Yunho meletakkan pisau dan garpunya mendengar jawaban-jawaban singkat Kyuhyun. Anaknya itu terlihat sangat tidak bersemangat dengan aura kelam yang terus ia tebarkan. Beberapa maid bahkan terlihat sangat shock mendapati Kyuhyun yang biasanya sulit dibangunkan justru ditemukan tengah melamun di meja makan pada jam 5 pagi. Bayangkan! Jam lima pagi! Hell, bagi mereka itu justru lebih horor ketimbang melihat panampakkan setan khas indonesia yang memiliki kepala botak dan hanya mengenakan celana dalam saja. (_ _")
"Kyunnie, kau baik-baik saja?"
Kyuhyun meletakkan sendoknya dan menatap sang appa yang ada di kursi kepala rumah tangga. "Nde, Gwaenchana Appa."
"Kyunnie ingin berangkat sekarang saja." Kyuhyun meminum sedikit susunya lalu beranjak turun dari kursi. Menghampiri bumonimnya untuk melakukan ritual sebelum berangkat.
Cup!
Cup!
"Kyunnie berangkat, Umma. Appa."
"Kau tidak ingin pergi bersama Appa hum?"
"Aniya~ dengan Pak Kim saja." Dan setelahnya bocah kecil itu berjalan lesu ke arah pintu keluar. Meninggalkan Jaejoong dan Yunho yang menatap prihatin kepergiannya.
Malang nian nasibmu, Nak! /.\
.
.
.
.
Kyuhyun tak henti mencoret-coret buku tulisnya sedari tadi. Biar saja- batinnya. Biar saja bukunya sobek sekalian. Ia tak peduli! Yang penting ia bisa menyalurkan rasa kesalnya!
"Kyaaaa~~ Wonwon hebat. Sudah dua kali naik terus!"
"Hihihi, tentu! Tenang saja, Min pasti juga nanti bisa sehebat Wonnie."
"Hum! Sekarang giliran Ming lagi~~~ kekeke"
SRAK
SRAK
SRAKK
"Menyebalkan! Lihat! Lihat! Kenapa duduknya semakin dekat eoh? Kuda jelek!" Kyuhyun menggerutu dengan tangan yang makin ganas mencoret-coret buku tulisnya. Pemandangan Siwon dan sang princess yeopo yang tengah bermain ular tangga di depan sana sungguh menyayat hatinya.
"Wuaaaahhhhh Min naik! Min naik! "
"Min memang daebakkkk~~~ "
"Gomawo Wonwon~~"
"Cih! Kuda itu mau mengambil hati nae princess yeopo rupanya! Tidak bisa di biarkan!" Kyuhyun mendecih malas. Ia melirik jam tangan mungil di pergelangannya. "Haahh~~ bel masuknya masih lama!" Desahnya kemudian.
Ia melirik ke luar jendela dan melihat seorang sunbae –sepertinya- tengah berbincang dengan seorang guru.
AHA!
"Kukukuku~~ Kena kau kuda jelek!"
Tap
Tap
Tap
Kyuhyun kecil menyeringai dan perlahan bangkit dengan semangat membara. Dilangkahkan kakinya menuju ke arah bangku sang sepupu. "Siwon, kau dipanggil saem!" Ujarnya dengan wajah yang dibuat se-biasa mungkin.
"Uh? Sepupu Kyu? Aku dipanggil saem? Saem yang mana?" Siwon dan Sungmin yang memang tak menyadari jika sedari tadi Kyuhyun ada bersama mereka di dalam ruangan kelas tidak menaruh curiga sama sekali.
"Molla, aku tidak tau namanya, aku kan baru masuk setelah sakit. Tapi yang jelas kepalanya botak dan ada tahi lalatnya. Dua di pipi kiri dan satu di pipi kanan. Kau pergilah mencari saem itu. sepertinya dia terlihat sedikit marah."
"Jinjjayo? Tapi... apa ada saem seperti itu?" Siwon mulai gelisah. Kata marah yang di ucapkan Kyuhyun tentu bukan sesuatu yang menyenangkan.
"Tentu saja. Maka dari itu cepatlah pergi atau kau akan dimarahi!"
"AH! Arraseo! Terima kasih sepupu Kyu! Min,Won pergi dulu oke?" Siwon segera berlari setelah berpamitan pada Sungmin dan mengucapkan terima kasih pada Kyuhyun yang diam-diam menyeringai puas.
SREET
BUGH
"Annyeong... Apa Kyunnie boleh ikut bermain?'
"Siwon kan sudah pergi, bagaimana kalau aku yang gantikan?" Sungmin mengerjab saat Kyuhyun mengambil duduk disebelahnya. Tak lama ia mengangguk. Bermain sendiri tentu tak akan asyik. dan pilihannya hanya tinggal Kyuhyun!
"Ba-baiklah." Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban Sungmin. Jemarinya langsung mengambil dua dadu yang ada disana. "Aku duluan oke?" Tanya-nya yang langsung di hadiahi anggukkan.
Ia bersiap melempar dadu sebelum...
"Wah lihat! Ada kelinci terbang!" Serunya cukup nyaring sambil menunjuk ke arah jendela. Hell ya... Kelinci terbang katamu Cho? yang benar saja! -,-
"Mana? Mana kelincinya?" Sungmin langsung mengalihkan pandangannya dan terlihat berbinar mendengar ucapan Kyuhyun.
Sementara itu...
SRETT
SRETT
SREETT
SREETT
"Mana kelincinya? Mingie tidak lihat apa-apa!"
"Itu! Itu dia!" Kyuhyun kembali menunjuk-nunjuk heboh yang langsung membuat Sungmin kembali mengalihkan perhatiannya ke jendela.
SREETT
SREETT
SRETTT
"Mana sih?"
"Em sepertinya aku salah lihat. Sudahlah, ayo kita main!" Sungmin mendesah lirih dan kembali memandang Kyuhyun. Harapannya bisa melihat kelinci terbang pupus sudah. Sama sekali tidak menyadari benda panjang yang baru saja Kyuhyun masukkan kembali ke kantong celananya.
"Mulai ya?"
Kyuhyun melepar dadunya...
Dan...
Enam enam!
"Wahh... Aku dapat double enam! Berarti Kyunnie boleh melempar sekali lagi nanti!" Sungmin mengangguk semangat mengiyakan ucapan Kyuhyun.
"Hebat...! Kyu bisa dapat enam dua kali!" Serunya kagum. Manik foxy itu nampak berbinar-binar.
'Kukuku~~ aku akan membuatmu makin terpesona princess yeopo~~' –ujar Kyuhyun dalam hati.
Tak
Tak
Tak
"Aku putar lagi ya..." Kyuhyun kembali memutar dadunya. Kali ini seringainya makin lebar karena Sungmin memandangnya dengan tatapan kagum.
Enam enam lagi!
"Omo! Kyunnie dapat enam enam lagi! Hebatttttt! Wonwon saja hanya pernah dapat sekali!"
Seandainya sekarang ia sedang tidak bersama Sungmin yang ia taksir, mungkin Kyuhyun sudah akan melonjak kegirangan dengan pujian yang dilontarkan untuknya itu. Jaga image tentu saja!
"Ini belum seberapa! Princess yeopo mau lihat lagi? aku bisa mendapatkan enam enam sebanyak yang princess yeopo mau!" Jawabnya bangga.
"Jinjjayoooo?"
"Tentu! Lihat ini oke?"
SRAAKKK
Dadu itu kembali Kyuhyun lempar. Dan hasilnya masih sama. Enam enam!
"Daebakkkk! Mingie belum pernah lihat orang sehebat Kyu bermain ular tangga!"
"Ini.. lihat lagi.. nah nah, enam enam lagi bukan?" Kyuhyun kembali berujar setelah kembali melempar dadunya. Sementara disampingnya Sungmin mengangguk-angguk semangat.
Aigooo... Sepertinya uri Sungmin telah terperdaya- Upsss!
"Sepupu Kyu... Wonnie tidak bisa menemukan saem botak itu." Tiba-tiba Siwon datang dengan wajah yang kelelahan. Sepertinya anak malang itu telah berkeliling mencari guru yang jelas-jelas tidak ada dan hanya karangan Kyuhyun XD.
"Ya, sudah. Tidak usah dicari lagi, mungkin saem-nya sudah pulang." Kyuhyun berujar datar meski inner-nya terus menertawakan kebodohan sang sepupu.
"Ne. Wonnie juga sudah lelah."
"Wonwon! Lihat Kyu itu hebat lohhh~~ dia selalu dapat angka kembar enam!" Sungmin memberitahu Siwon dengan semangat.
"Jinjja?"
"Um! Kyunnie, coba lempar lagi." Perintahnya.
"Baiklah, apapun untuk princess yeopo!" Kyuhyun kembali bersiap melempar dadu ditangannya. Dan...
SRAKK
Enam enam!
"Lihat! Hebat ndeeeeee?" Sungmin bertepuk tangan riang. Begitu pun dengan Siwon yang nampak ikut kagum dengan skill -ehem- sang sepupu.
"Lagi dong Kyunnie~~~"
"Arraseo!"
SRAKK
Enam enam lagi!
Prokk Prokk
"Uwooooooohhhhh dia lebih jago dari Wonwon!" Sekali lagi Sungmin memekik girang.
Kyuhyun tersenyum bangga dan menepuk dadanya. "Tentu. Kyunnie memang selalu hebat!"
"Em- tunggu dulu.. Ini seperti..." Siwon menatap dua dadu yang tergeletak di atas mejanya. Ia yang memang masih berdiri, bergerak mendekat dan bermaksud mengambilnya sebelum...
"Princess yeopo, karena Kyunnie sudah menunjukkan kehebatan Kyunnie barusan, bagaimana kalau princess yeopo menemani Kyunni ke kantin? Kyunnie haus dan lapar." Kyuhyun menggenggam satu tangan Sungmin.
"Um! Baiklah. Kajja Ming temani..."
SRETT
"Kami pergi dulu ne sepupu Wonwon... Paiiiiii~~ " Kyuhyun menarik tangan Sungmin lalu melempar senyum penuh kemenangan pada Siwon. Lengan kanannya kemudian beralih melingkar di bahu Sungmin dan membawanay menjauh dari sana. AKU BAHAGIIIAAAAAAA- Teriaknya dalam hati.
"Wah, aku tak menyangka sepupu Kyu begitu hebat. " Siwon berdecak kagum lalu meraih dua dadu itu dan melemparnya kembali ke atas meja. Ia ingin mencoba peruntungan. Siapa tau ia bisa ketularan hebat seperti Kyuhyun- setidaknya itu yang ada di dalam pikiran polosnya.
SRAKK
"Wah! Enam enam!" Siwon memandang tak percaya dengan hasil lemparannya. Jadi ia memutuskan melempar kembali.
"Enam enam lagi! Uwahhh.. hebat~~" Siwon kembali terperangah. Ia kemudian memandang takjub telapak tangan kanannya yang tadi ia gunakan untuk melempar dadu.
"Eihh? Kenapa tangan Wonnie jadi kotor? Apa ini?" Siwon mendekatkan telapak tangannya ke wajah. Meneliti noda hitam yang tiba-tiba banyak tersebar di telapak tangan putih itu.
"Ini... Seperti tinta spidol yang biasa dipakai saem menulis..." Dan alisnya sulit untuk tidak mengernyit. Seandainya saja ia melihat dadu itu lebih jelas, Mungkin ia akan tau jawabannya, kekeke ~
.
.
Sementara itu di kantin sekolah...
"Princess yeopo, tolong suapi Kyunnie oke? Nanti Kyunnie akan tunjukkan kemampuan Kyunnie yang lebih hebat lagi."
"Um, baiklah! Kajja Kyunnie buka mulutnya. Aaaaaa~~~"
Nyam!
"Mashita! Indahnya duniaaaaaa~~ kukukuku." Dan ia kembali terkekeh puas dengan satu lengan yang tak henti bertengger di bahu sempit milik Sungmin dan diam-diam menepuk-nepuk saku celananya. Untung saja Kyunnie belum mengembalikan spidol milik Appa ini, batinnya bangga.
Yuhuuuuuu...Misi pendekatan di mulai!
.
.
.
TBC
.
.
Annyeong~~~ I'm back! Back! Back!
Ok, pertama Queen pengen nyampein sesuatu. Sebenernya fic ini Queen buat dengan panjang hanya –maksimal- 7 chapter saja (termasuk dua chapter saat mereka dewasa) tapi melihat banyak permintaan readers, Queen mau gak mau ikut bingung... Apa iya banyak yang mau chapter Kyumin chibi-nya di panjangin? Kalau emnag banyak yang minta sih, Queen akan panjangin meski harus sedikit merombak beberapa bagian.. Repot dikit gak apalah...yaaahhh anggap saja ini hadiah tahun baru dari saya, hohoho. Kalau gak mau di panjangin juga gak papa, berarti sesuai jadwal, ff ini akan end di chap 7.
Makasih buat reviewnya kemaren Chingudeul! Kalian penyemangat saya^^
Dan oh! Buat Nalla... Queen jadi penasaran sama apa yang kamu bilang, Queen jadi pembicaraan hangat di fb? Nah loh 0.0 perasaan Queen gak temenan ma microwave, kenapa bisa hangat ya? Ini bener-bener bikin penasaran, hehehe sumpah -.-v so... mau ngasih tau Queen apa yang terjadi?
Okelah... sekali lagi, yang fav, follow, review dan baca makasih banyak. See you in next chapter...
Paiiiii paiiiiiii~~~~ Eitss- jangan lupa suarakan keinginannya di kotak review oke?
Daadahhhhhhhhhh #lambai2barengWonwon
