Ahjussi, I Love Your Son!
.
.
Boy x Boy
.
Lee Family : Lee Sungmin, Shim(Lee) Changmin, Kim(Lee) Junsu.
Cho family : Cho Kyuhyun, Jung(Cho) Yunho, Kim(Cho) Jaejoong.
Cast yang lain nyusul^^
.
.
Warning : Chibi!KyuMin for this chap. Typo(s) dimana-mana, humor gagal. No Bash and Flame,please!
.
.
Disclaimer : Cerita ini murni milik saya. Jika terjadi kesamaan tokoh, itu jelas bukan sebuah kesengajaan^^. Dilarang meng-copy paste tanpa sepengetahuan saya, okey?
.
.
.
"UWAAAAAAA APPOOO~~~"
Seisi kelas yang tadinya tengah fokus mendengarkan pelajaran matematika dasar sontak menoleh ke bangku paling belakang dan mendapati Kyuhyun tengah menyandar di kursinya dengan tangan yang mencengkeram perut.
"Kyuhyun-ah? Kau kenapa nak?" Yoon Saem yang kebetulan tengah mengajar langsung sigap berlari ke arah Kyuhyun. Dari wajahnya, wanita berumur dua-puluhan itu terlihat begitu panik.
"APPOOO SAEM!"
"Apa yang sakit Kyuhyun-ah? Apa perut Kyuhyun sakit?"
"NDEEEEE~~" Kyuhyun makin erat mencengkram perutnya. Obsidannya terpejam dengan raut kesakitan yang begitu kentara.
"Aigoo, apa kau punya penyakit maag? Baiklah, lebih baik kita segera ke UKS!" Mrs. Yoon berniat menggapai tubuh Kyuhyun namun segera ditepis oleh si empunya.
"SUNGMINNNNN~~~"
"Mwo?"
"Kyunnie mau dengan Sungmin saja ke UKS!" Meski bingung, Mrs. Yoon akhirnya mengangguk lalu memanggil Sungmin mendekat. Terlalu panik untuk memikirkan alasan dibalik permintaan Kyuhyun.
"Sungmin-ah... Ayo bantu saem membawa Kyunnie ke UKS."
"N-nde~" Sungmin mendekat –meski hatinya takut luar biasa- dan membantu Mrs. Yoon menuntun tubuh Kyuhyun. Namun saat tangannya hendak menggenggam tangan kiri Kyuhyun, sang bocah yang di duga tengah sakit itu justru melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin hingga si empunya terpekik kaget namun tak membuat perhatian seluruh orang tertuju padanya.
Sepanjang perjalanan ke UKS, Sungmin sebenarnya sudah mulai gerah. Terlebih Kyuhyun tak juga mau melepas rengkuhan di pinggangnya. Namun karena dirinya memang terlalu polos hingga sama sekali tak berfikir yang macam-macam, bocah manis itu akhirnya diam saja. Bahkan saat Mrs. Yoon meninggalkan mereka berdua di UKS dan berpesan agar ia menjaga Kyuhyun, Sungmin hanya bisa mengangguk tanpa protes.
Tak tau saja dia jika Kyuhyun yang tengah berbaring itu kini tengah terkekeh pelan dengan nada yang begitu menyeramkan -,-
"Princess yeoppo~~"
"Ung?" Sungmin menoleh dan berjalan mendekat ke arah ranjang Kyuhyun setelah menutup pintu.
Dokter yang bertugas di UKS baru saja selesai memeriksa tubuh bocah itu dan karena suatu hal, kini tinggal ia-lah yang dipasrahi tugas menjaga si bocah setan nan bebal tersebut.
"Kyunnie hauss~~" Kyuhyun berujar dengan nada manja. Lengannya terulur ke depan dan berhasil membuat Sungmin mengernyit bingung. Apa apa coba dia? 0.o
"Haus? Sebentar nde Min akan membelikan Kyunnie minum di kantin." Sungmin sudah akan berbalik namun tidak jadi karena mendengar pekikkan nan nyaring milik Kyuhyun.
"AAAAAAKKHHH! ANDWAE! ANDWAE!"
"Wa-waeyo? Kau sakit lagi?"
"Hum! Jangan pergi dari sini! Sakitnya akan datang lagi kalau princess yeopo jauh-jauh dari Kyunnie~~"
Mata Sungmin membulat lalu bergegas mendekati ranjang Kyuhyun. "Jinjjayo? Apa sakitnya akan pergi kalau Mingie dekat seperti ini?" Ucarnya polos. Sementara Kyuhyun diam-diam bersorak dalam hati.
"Ahh appo~~ lebih dekat lagi Princess, ini sakit sekali! Akkhhhh!"
"Eoh? Eottokhae? Min harus bagaimana?" Sungmin mulai menggigiti kuku jarinya. Walau Kyuhyun itu aneh, tapi ia merasa tak tega dengan penderitaan (read: penderitaan palsu) yang tengah di alami teman sekelasnya itu.
"Yogi.. Princess yeopo naik kesini bersama Kyunnie, nanti pasti sakitnya hilang.."
"Begitu? Ah-ah baiklah, Mingie akan naik." Dengan susah payah, Sungmin menyeret satu kursi yang tadi ia duduki mendekat ke pinggir ranjang Kyuhyun. Kemudian tubuh berisi itu naik perlahan dibantu oleh Kyuhyun yang sedang menyembunyikan senyum lebarnya.
"Apa masih sakit? Min sudah disini..." Sungmin memandang polos. Posisinya ia tengah duduk bersila di sisi kanan tubuh berbaring Kyuhyun.
"Ung~~ Masih. Sepertinya Princess harus lebih dekat. Disini."
Kyuhyun menepuk sisi disamping kepalanya. "Ikut tidur dengan Kyunnie."
"Hum baiklah!"
'Yesssss!' Kyuhyun bersorak dalam hati saat perlahan Sungmin membaringkan diri disampingnya.
Sebenarnya Sungmin sendiri sudah berusaha menjaga jarak karena risih, namun Kyuhyun si bocah bebal ini malah terus mendekatinya hingga Sungmin tak bisa bergerak lagi. Mendekapnya layaknya guling kesayangannya di rumah. Tsk!
"Eummmm, Princess yeopo wangi~~ "
"Isshh, jauh-jauh dong. Mingie sesak!"
"Ani, nanti kalau sakitnya datang lagi bagaimana?"
"Ah- iya... Um, baiklah, Kyuhyunnie boleh dekat-dekat Mingie kalau begitu. Supaya sakit jahatnya pergi."
"Hehehe, itu baru princess yeoppo-nya Kyunnie~~"
.
.
.
Kyuhyun menyeringai puas dan sesekali menjulurkan lidahnya pada Siwon yang kini tengah mengerucutkan bibirnya dibelakang sana.
Setelah jam istirahat tadi, ia meminta –lebih tepatnya memerintah- Siwon untuk bertukar tempat karena ia ingin duduk di dekat Sungmin selama –ehem-sakit. Dan sayangnya Siwon tak bisa berbuat banyak karena Sungmin juga ikut bersuara membela Kyuhyun. Hahh... Rasanya Kyuhyun ingin sekali berteriak di depan semua orang jika Sungmin lebih memilih menurutinya ketimbang sepupu menyebalkannya itu.
"Princess yeoppo, Kyu ingin minum."
"Arraseo."
Sungmin bergerak mengambil air mineral yang ada di atas mejanya dan mendekatkan sedotannya pada bibir Kyuhyun. Sedang yang asyik bermanja justru tengah menyandarkan kepalanya di bahu Sungmin.
"Sudah?"
"Hum!"
Sungmin kembali memperhatikan seongsanim di depan sana. Agak risih sebenarnya dengan Kyuhyun, tapi sekali lagi, hati bocah kelewat manis ini terlalu baik untuk bertindak tak acuh pada temannya yang sedang sakit.
"Psstt.. Princess yeopo, coba periksa, apa badan Kyunnie panas?" Kyuhyun berbisik agar guru di depan sana tak mendengar mereka. Di arahkannya satu telapak tangan Sungmin ke depan dahinya.
"Bagaimana?"
"Tidak panas kok." Sungmin menggeleng. Tapi seolah tak menyerah, Kyuhyun kembali memindahkan tangan Sungmin ke arah ceruk lehernya. "Disini bagaimana Princess?"
"Ung. Sedikit." Sungmin mengerjab. Fokus merasakan suhu tubuh bocah lelaki yang masih keukuh menempelinya.
"Aaaaa~~ sekarang kepala Kyunnie sakit~"
Sungmin menoleh menyebabkan dagunya membentur kepala Kyuhyun. "Jinjja? Coba Mingie lihat!"
"Igo.. Ahh- appo~"
"Di sini?"
"Ia, di atas lagi. Oya... Supaya hilang sakitnya, Min harus membelai kepala Kyunnie, seperti Eomma." Ujar Kyuhyun tiba-tiba.
Sungmin nampak berfikir namun ia akhirnya mengangguk. Saat sakit, Umma-nya juga akan memanjakannya seperti ini, jadi ia tak merasa heran.
"Begini?"
"Nde... Lebih lembut lagi." Sungmin hanya mengangguk dan kembali mengelus kepala Kyuhyun di bagian depan dan belakang.
'Cho Kyuhyun memang daebakkk! Aigoo~~ cuaca hari ini cerah sekali! Kukuku' Innernya bicara.
JDEEERRRRR
WINGGG
WIIINGG
WUSSSSSSHHH
Senyum menawan terkembang di bibir tebal Kyuhyun, "Cuaca hari ini cerah ne Princess yeoppo?"
"Huh? Tapi ini sedang hujan deras lohh~~" Bisik Sungmin dengan raut bingung namun Kyuhyun hanya menjawab dengan kalimat. "Aku tau. Ah~~ indahnya pagi ini."
Nah loh... Apa kau tak mendengar suara petir yang menyambar-nyambar di luar sana tuan muda Cho? 0.o
.
.
.
Saat jam pulang...
"Min, Won kenapa di cuekin dari tadi eoh?" Siwon mendekat setelah mengenakan tas ransel bergambar kuda poni miliknya. Bocah itu benar-benar kesal teman sebangkunya di monopoli oleh sepupunya sendiri sejak tadi pagi.
"Mianhae ne Wonwon. Jangan marah oke? Kita ke gerbang bersama-sama saja eotthe?" Sungmin merasa bersalah. Bagaimanapun, Siwon memang berhak marah padanya. Walaupun ia sama sekali tak bermaksud mengacuhkan teman sebangkunya itu tentu saja.
"Baiklah, kalau begitu kajja!"
"Eittss... Kyunnie bagaimana princess?" Kyuhyun langsung sigap menahan pergelangan tangan Sungmin. Matanya berkedip polos –disengaja- agar Sungmin tidak meninggalkannya sendiri.
"Eoh? Em, Kyuhyunnie ikut saja. Kajja Won, bantu Min membawa Kyuhyun ne?"
"Siaappp!" Siwon membuat pose hormat hingga membuat Sungmin terkikik karena ulahnya. Sementar Kyuhyun malah sibuk mengumpati sepupu tak berdosanya itu. 'Huh, cari perhatian! Lebih tampan juga Kyunnie!'
"Kajja sepupu Kyu, Wonnie bantu."
"Stoppp! Tidak usah pegang-pegang Kyunnie, cukup Princess yeoppo. Kau bawakan tas ku saja!" Meski sedikit kecewa, Siwon akhirnya dengan ikhlas membawa tas Kyuhyun dan berjalan di belakang Sungmin yang tengah memapah tubuh si evil kecil kita.
Ketiganya terus berjalan menuju gerbang sembari membicarakan beberapa topik yang paling banyak berkaitan dengan film-film kartu yang sedang digemari. Maklum, bagaimanapun mereka tetaplah anak usia 6 tahun yang polos- oke kecuali satu orang -,-!
Namun tiba-tiba tubuh Kyuhyun menggelinjang dan refleks tangannya menangkup benda di selangkangannya.
"Uhhh... Kyunnie ingin pipis!" Ucapnya dengan muka yang meringis.
"Ya sudah, Kyu pipis saja. Apa Min juga harus temani?" Sungmin berujar polos namun justru membuat Kyuhyun merona malu.
'Kyunnie memang cinta sama princess yeoppo, tapi dedek Kyunnie belum sebesar punya Appa. Masih ecil dan jelek seperti kulit keriput Hareboji! Nanti princess tidak jadi terpesona lagi! Andwae, pokoknya princess yeoppo tidak boleh liat dulu! Nanti saja kalau sudah sebesar milik Appa!' Batinnya bergejolak absurd.
"Shireoooo! Princess tunggu disini okey? Kyunnie akan kembali. HYAAAAAA KYUNNIE SUDAH TAK TAHAN!" Dan akhirnya bocah itu lari tunggang langgang menuju toilet sekolahnya. Persetan jika Sungmin mengetahui akting pra-puranya! Akan lebih memalukan tentunya jika Sungmin melihatnya ngompol dicelana.
.
.
.
"Won, Min haus. Min mau beli minum dulu okey? Umma juga belum datang." Sungmin mengeluarkan beberapa lembar sisa uang sakunya namun Siwon dengan cepat menahannya.
"Ani, Won saja yang pergi. Min disini saja ne?"
"Baiklah, gomawo Wonwon~~"
"Hum.. Tunggu neeee." Siwon berteriak sambil berlari menjauh. Meninggalkan Sungmin yang mulai iseng menggerak-gerakan satu kakinya membuat pola random di tanah tempat ia berpijak.
Hingga saat dua buah kaki dengan ukuran besar berdiri tepat di hadapannya, Sungmin akhirnya mendongak. Maniknya mengerjab melihat seorang paman yang tidak ia ketahui tengah tersenyum ke arahnya.
"Nugu..seyo?"
"Annyeong~ Kau pasti Lee Sungmin aniya? Jja, Paman akan mengantarmu pulang. Ayo kita ke mobil Paman." Ucapnya dengan senyum ramah namun Sungmin justru memundurkan tubuhnya.
"Paman penculik ya? Min pulang dengan Umma!"
"Bukan chagia, Paman ini teman Umma dan Appa mu. Paman akan berkunjung ke rumah Sungminnie jadi sekalian saja Paman yang jemput. Apa Sungminnie tidak percaya eoh?"
Sungmin menggeleng dan membuat sosok itu menghela nafas. "Nah, nah, coba lihat. Ini Paman dan orang tua Sungminnie bukan? Kami memang bersahabat!" Orang itu menunjukkan sebuah potret dimana ada tiga orang namja yang tengah saling berangkulan dan tersenyum hangat ke kamera.
"Jadi Paman teman Umma dan Appa?"
"Tentu! Jja, ayo sekarang kita pulang!"
"Tapi..."
HUP!
Merasa pembicaraan mereka hanya akan mengulur waktu. Sosok itu langsung menggendong Sungmin dan membawanya berlari ke arah mobil putihnya. "Kita harus cepat sebelum Umma mu menjemput baby Min. Kajja~~"
"Uwaaaaaaaa~~"
"MIIIINNNNNN!" Siwon refleks menjatuhkan minuman yang baru saja ia beli dari kantin saat retinanya melihat sosok sang sahabat tengah di gendong paksa oleh seorang ahjussi tak dikenal. Belum lagi teriakan Sungmin yang membuatnya makin yakin jika orang itu memanglah orang jahat.
"YAAAA TUNGGUUU! KEMBALIKAN SAHABAT WONNIE!" Bocah tampan itu sudah mengambil ancang-ancang untuk berlari kalau saja Kyuhyun tidak muncul secara mendadak dihadapannya.
"Kenapa kau berteriak sih Siwon?! Oya, princess yeoppo eoddie? Kyu tidak melihatnya..." Kyuhyun celingak-celinguk mencari sosok pujaan hati. Tak menyadari jika Siwon tengah menggigit bibirnya menahan tangis dengan air mata yang sudah menganak di kedua pipinya.
"Huks- sepupu Kyu, Min diculik ahjussi jahat hiks!"
Hening sejenak.
1 detik.
2 detik.
3 detik.
"APAAAAAAA?" Kyuhyun membulatkan matanya. Mulutnya terbuka dan terkejut dengan penuturan sang sepupu.
"Iya- hiks, tadi Won lihat dia di bawa dengan mobil."
"YAAAA ! KENAPA KAU TAK MENJAGANYA EOH? BAGAIMANA INI? BAGAIMANA KALAU PRINCESS YEOPPO DI JUAL KE LUAR NEGERI DAN KYUNNIE TAK BISA MENIKAH DENGANNYA SAAT DEWASA NANTI?! HUWEEEEE ANDWAEEEE~~~" Siwon yang tadinya mulai terisak langsung melongo. Menyaksikan Kyuhyun menjerit histeris dan menangis kencang. Padahal setaunya, Kyuhyun itu orangnya jarang sekali menangis. Bahkan saat dulu ia terjatuh dari sepeda roda tiga mereka. Nah sekarang? Hiiiiiii~~~ Jujur saja, ini sedikit menyeramkan baginya (T^T)
.
.
.
Yunho memacu mobilnya dengan kecepatan maksimal. Sesekali ia tak segan mengumpati kendaraan yang menghalangi laju mobilnya. Yang ada dikepalanya saat ini hanyalah Kyuhyun sang putra.
Setelah mendapat kabar dari sang istri jika putra mereka tengah menangis tanpa henti dengan keadaan mengenaskan sepulang sekolah, pria itu tanpa pikir panjang lagi langsung berlari mengambil mobilnya dan berkendara bak orang kesetanan.
BRAKKK
"BOOO! KYUNNIE!"
Yunho berteriak kencang setibanya ia di mansion mereka. Dilihatnya beberapa maid tengah berdiri melingkar di ruang tengah dan itu makin membuatnya was-was.
"HUWAAAAA~~ PRINCESS HUWAAAA!"
"Kyunnie hiks.. uljimma baby, kau nanti kelelahan hiks~"
"ANDWAE ANDWAE HUWEEEEEEE"
"KYUNNIE!"
"APPAAAAAAAAAA! HUKS~" Yunho langsung menghampiri sang putra yang tengah menangis hebat sembari bergulir-guling tak jelas di lantai. Seragam sekolah sang anak bahkan sudah tak berbentuk lagi dengan noda kotor dimana-mana. Di sampingnya sang istri juga tengah menahan tangisnya menyaksikan keadaan putra mereka.
Mendengar pekikan sang ayah, Kyuhyun reflek duduk dan merentangkan tangannya minta di gendong.
HUP!
"APPAAAAAA~~ HUWEEEEEEEEEEEE!"
"Waeyo Kyunnie? Kau kenapa sayang, jangan menangis seperti itu, kau membuat Appa dan Umma takut." Yunho dengan sayang mengelus punggung Kyuhyun yang langsung memeluknya erat.
"PRINCESS DICULIK APPAAAA~~ HUWAAAAAA!"
"N-ne? Aigoo.. dari mana kau menyimpulkan seperti itu nak."
"Tolong Princess yeoppo Appa huks huks- Appaaaa~~~" Kyuhyun makin menenggelamkan wajahnya di bahu sang Appa. Membuat Yunho terkekeh akhirnya.
"Kau ternyata bisa menagis juga heh? Kekeke~~ Appa kira kau sudah tak akan menangis lagi." Yunho melemparkan leluconnya. Namun justru membuat Kyuhyun makin menjerit histeris.
"HUWAAAAAAAA POKOKNYA TOLONG PRINCESS YEOPPO APPA!"
"Nee! Nee! Kajja kita cari princess yeoppo mu jagoan!" Dan Yunho akhirnya pasrah saja saat Kyuhyun mulai berontak dan menendangnya brutal. Aigoo... ia seperti kembali ke masa Kyuhyun bayi saja. kekeke~
.
.
.
"Yaaa! Ada apa denganmu bocah!"
SRETT
SRETTT
"Huks- huks, tolong princess yeopo Appa mertua~~"
"Apa maksudmu eoh? Hey, hey, lepaskan kaki ku!"
Yunho mendesah frustasi melihat perdebatan dua namja berbeda postur di depannya ini. Saat melajukan mobilnya tadi, Yunho justru diminta Kyuhyun untuk mampir dulu ke tempat kerja Changmin yang untungnya Yunho ketahui. Dan beginilah akhirnya, Anaknya yang terkenal dingin itu justru dengan bebalnya menggelayuti kaki kanan Changmin. Mendekapnya erat dengan wajah basah karena air mata. Bahkan saat Changmin berulang kali menggoyangkan kakinya –agar Kyuhyun melepaskan dekapannya- bocah itu sama sekali tak bergeser seinchi-pun! Telampau kuat mendekap kaki Changmin hingga tubuhnya ikut bergerak kemana saja kaki panjang itu di ayun-ayunkan sang pemilik.
"Yaa Yunho-ssi! Lepaskan putramu ini!" Changmin beralih menatap Yunho yang terduduk lemas akibat di tendang-tendang oleh Kyuhyun tadi saat ia ingin mengangkat tubuh sang putra.
"Aku hosh sudah hosh berusaha Changmin-ssi~" Yunho terengah-engah. Anaknya ternyata luar biasa bebalnya heh!
"Ayah mertuaaaaaa hiksss ayo selamatkan princess yeoppo! Huks huks huweeeeeee Kyu mau princess yeoppo!"
"Ini aku juga berniat mencarinya tapi kau tak mau lepas dari kaki ku!"
"Kyunnie hiks mau begini saja hikssss.. Kajjaaaa!" Kyuhyun makin mengeratkan dekapannya. Bokongnya bahkan terlampau nyaman duduk di atas kaki kanan Changmin dengan kedua lengan yang melingkari betisnya erat.
"Baiklah! Baiklah! Haissshhh kau ini makin menyulitkanku saja!"
"APPPAAAA~~ AYOOO HUKSSSS CEPAT! "
"Yaa! Diamlah, jangan menangis! Celanaku kan jadi basah!"
"Aigooo Boo~~ Kyunnie itu sebenarnya kau beri makan apa sih?" Ucap Yunho mendesah melihat Changmin melangkah dengan langkah lebar-lebar lengkap dengan Kyuhyun yang masih terisak dan tak melepaskan cengkramannya. Membuat beberapa orang di kantor pengadilan itu menatap tak percaya pada hakim kebanggaan mereka.
Untung saja Jaejoong tak ikut, kalau istrinya itu ikut. Yang ada pria cantik itu akan langsung pingsan melihat keadaan Kyuhyun yang nelangsa di kaki Changmin -,-
.
.
.
TBC
.
.
Hai hai haiiiiii (^0^)/
Queen datang dengan satu lagi chap chibi kyumin! Sekedar pemberitahuan, chap depan adalah chap chibi terakhir Kyumin, muehehehe^^
Maaf atas keterlambatannya oke? Sebenernya semalam udah mau update, tapi tiba-tiba kepala Queen mendadak pusing jadi gak jadi deh. Humm... Queen emang lagi sakit ngomong-ngomong. Makanya kalo chap ini gak humor sama sekali, Queen minta maap ne? Buat typo Heechul di chap lalu, itu karena disaat yang sama Queen lagi ngerjain part spesial Heechul di ff yg satu lagi... jadi mohon maklum klo ada yang nyelip-nyelipp^^
Tolong doain Queen cepet sembuh dan UAS-nya lancar oke? Telat update gak papa kan ya? #kedip2
Ok! HAPPY SUNGMINIE DAY ^^!
SELAMAT ULANG TAHUN BUAT OPPA KU TERCINTA DUNIA AKHERAT! #Lebeeeeehhhh
Moga sehat selalu, tambah rejekinya, pokoknya yang baik-baik deh karena aku percaya di luar sana masih banyak banget orang yang sayang sama dia dan mendoakan hal yang sama untuknya.
Buat kalian juga happy New Year! Moga tahun baru ini banyak mendatangkan berkah buat kita! Makin mateng, dewasa dan lebih baik lagi.
Ok lah, Queen harus balik bed rest lagi, gak bisa banyak gerak dulu. Annyeongggg muahhhh :*
Jangan lupa review ndeeeeee^^
