Ahjussi, I Love Your Son!

.

.

Boy x Boy

.

Lee Family : Lee Sungmin, Shim(Lee) Changmin, Kim(Lee) Junsu.

Cho family : Cho Kyuhyun, Jung(Cho) Yunho, Kim(Cho) Jaejoong.

Cast yang lain nyusul^^

.

.

Warning : Chibi!KyuMin for this chap. Typo(s) dimana-mana, humor gagal. No Bash and Flame,please!

.

.

Disclaimer : Cerita ini murni milik saya. Jika terjadi kesamaan tokoh, itu jelas bukan sebuah kesengajaan^^. Dilarang meng-copy paste tanpa sepengetahuan saya, okey?

.

.

.


Junsu tak pernah berpikir sekalipun tentang datangnya hari seperti ini. Hari yang bahkan tak ia ijinkan menghantui benaknya walau hanya sekedar angan semu. Tidak sama sekali meski itu hanya seper-sekian detik.

Hidup hampir 7 tahun dalam mahligai rumah tangga bersama Changmin membuat Junsu terbuai oleh rasa aman yang suaminya itu berikan hingga lupa jika hari seperti ini memiliki kemungkinan yang tak sedikit untuk terjadi. Ya.. Salahkan saja bagaimana cinta Changmin yang begitu besar padanya sehingga Junsu sama sekali tak memikirkan hal-hal buruk lainnya selama suaminya itu ada di sampingnya. Disisinya. Dan selalu menjaganya setiap waktu.

Namun takdir sepertinya berkehendak lain.. Ia harus kembali dipertemukan dengan kesalahan terbesarnya, sekaligus mimpi buruknya yang selama bertahun-tahun telah ia coba lenyapkan sedemikian rupa.

Sosok yang kini tengah menampilkan senyumnya yang dulu begitu Junsu puja. Siluet tegap yang di masa lampau begitu Junsu damba. Namja itu... Park Yoonchun.

"Hai Suie.. Apa kau tak mempersilahkan aku masuk eoh? Tanganku sudah pegal menggendong anak manis ini." Sosok tampan itu tersenyum sumringah, sama sekali tak mengindahkan reaksi Junsu yang mundur beberapa langkah dengan tatapan yang masih shock –nyaris kosong usai ia membuka pintu.

"Wahhh.. Rumahmu terasa begitu nyaman- hey, hey.. Kau kenapa manis?" Yoonchun mulai kualahan menghadapi aksi Sungmin yang mulai berontak dalam gendongannya. Padahal setelah tadi menyogok si kecil manis itu dengan satu cone es krim vanilla, Sungmin sudah tak lagi memandangnya seolah ia adalah ahjussi tua yang hendak menculik anak manis nan imut seperti Sungmin. Namun kini lihatlah, si manis itu mulai bertingkah brutal lagi dengan menendang-nendang udara, berharap ia bisa lepas dari dekapan paman yang tak ia ketahui namanya itu.

"Hiks, lepasssss."

Seolah tersadar, Junsu langsung sigap menghampiri Yoonchun dan mengambil paksa sang putra yang dengan bodohnya tak ia sadari kehadirannya sejak tadi. Anaknya itu pasti ketakutan sedari tadi, apalagi dengan orang asing yang membawanya pu- tunggu dulu! Bagaimana bisa Sungmin bersama dengan Yoonchun? Bukankah ia baru akan menjemput malaikat kecilnya itu sebelum bunyi bel mengintrupsi kegiatannya yang baru saja selesai berbenah?

"Eiii... Tenanglah Suie~" Yoonchun yang menyadari aura kelam yang menguar dari tubuh mungil Junsu itu langsung sigap memasang gesture menenangkan dengan dua telapak tangan yang ia majukan di depan dada. Well... Ini akan sangat bahaya jika induk lumba-lumba ini marah- batinnya.

"Umma, takut~~"

"Sssstttt... Tenanglah, Sayang. Ada Umma di sini. Gwaenchana." Junsu mengusap-usap punggung sempit milik Sungmin yang saat ini tengah menyembunyikan wajahnya di balik bahu-nya. Mendekapnya penuh kasih sayang hingga namja tampan yang berdiri di hadapannya kembali melengkungkan senyum manis menyaksikan bagaimana sikap ke-ibuan Junsu yang begitu kental.

"Kau ibu yang baik Junsu-ya... Sungmin pasti sayang padamu. Terima kasih telah merawatnya dengan baik."

Junsu mendongak mendengar nada lembut itu. Yoonchun tulus mengucapkannya. Junsu tau itu. Tapi ia tidak akan membiarkan kerapuhan itu kembali membelenggu hatinya. Tidak lagi.

"Apa maksudmu Yoonchun-ssi? Tanpa terima kasih mu itu pun aku memang sudah sepatutnya merawat putraku dengan baik."

"Su-ie... Bagaimanapun, aku ayahnya jad-"

"KAU BUKAN AYAHNYA! BERHENTI MENGUCAPKAN OMONG KOSONG!"

Dada Junsu kembang kempis setelah berteriak seperti itu di depan Yoonchun yang mematung. Bahkan tubuh Sungmin-pun ikut bergetar mendengar lengkingan suara sang Umma barusan.

"Jika kau mengelak karena rasa bencimu maka hentikan Junsu-ya... Aku kembali untuk melihat keadaanmu dan putra kita, aku menyayangi-"

"BERHENTI MEMBUAL KU BILANG! SIAPA YANG KAU MAKSUD PUTRA KITA?! DIA ADALAH PUTRAKU DAN CHANGMIN HYUNG!"

"Junsu-ie..."

"Umma~~ hiks..."

Seolah mendapat tamparan keras. Junsu langsung tersadar jika ia tengah mendekap tubuh sang putra yang kini sudah bergetar dan terisak lirih. "Baby.. Sssstttt uljimma... Mianhae Sayang. Maafkan Umma ne?" Junsu menepuk-nepuk punggung Sungmin pelan bermaksud menenangkan.

Namja manis itu kemudian bergerak menuju sebuah kamar di dekat dapur. Sebuah kamar tamu yang biasanya di pakai oleh orang tua atau mertuanya jika tengah berkunjung.

"Mingie diam disini dulu okey? Umma akan segera kembali. Mingie arrachi?" Junsu mendudukkan Sungmin di tepi ranjang. Namja manis itu berjongkok menyetarakan tingginya dengan sang putra.

"Tapi Umma-"

"Mingie anak yang baik bukan? Ingat apa kata Appa?"

Sungmin mengangguk mantap mendengar pertanyaan Junsu, "Anak baik harus patuh pada Umma dan Appa-nya."

"Geure! Jadi Mingie harus tetap diam disini sampai Umma kembali Arrachi?"

"Umm! Mingie akan disini sampai Umma kembali." Sungmin mengangguk sekali lagi dan Junsu langsung melayangkan kecupan singklat di dahi dan kedua pipi gembulnya. "Itu baru anak Umma. Jja, Umma akan bicara dulu dengan Ahjussi yang tadi dan Mingie harus pegang janji Mingie tadi. Saranghae baby~~" Junsu memeluk tubuh Sungmin sekali lagi sebelum beranjak keluar dan menutup pintunya.

Sekarang ia harus menuntaskan sesuatu dengan namja yang masih berada di ruang tengah rumahnya itu. Sesuatu yang memang sedari dulu ingin Junsu akhiri hingga ke akar-akarnya.

"Kenapa kau membawa Sungmin?" Yoonchun langsung melayangkan pertanyaan saat namja manis itu menghampirinya. Matanya memancarkan kekecewaan yang mendalam seolah ialah yang paling tersakiti di sini. Dan hal yang satu ini membuat Junsu berdecak cukup nyaring.

"Waeyo? Dia putraku, apa urusannya dengan anda Park-ssi?" Junsu balas menatap Yoonchun dengan segenap keberanian yang ia punya meski jemari tangannya begitu dingin karena dihinggapi rasa gugup yang kembali mendera.

"Dia juga putraku Junsu-ya.."

"Hehehe, omong kosong apa yang sedari tadi anda buat eoh? Dia putraku dan suamiku jika anda ingin tau." Junsu terkekeh sinis.

Yoonchun menggeleng dan melangkah maju. Namun Junsu jauh lebih sigap memundurkan tubuhnya menjauh. "Aku tidak akan semudah itu kau tipu suie. Dia pasti anakku bukan? Apakah kau lupa jika akulah yang pertama untuk mu Junsu-ya? Kita melakukannya di tahun ke-dua high school, di hari ulang tahunku dan kau dengan suka rela memberikannya padaku. Bahkan aku masih ingat saat kau menangis di pagi hari ketika melihat darah yang menempel di selimut hotel itu aniya? Aku tidak akan melupakan itu Junsu-ya. Tidak sama sekali."

"Hentikan!"

"Waeyo? Aku benar bukan? Bahkan itu adalah awal dimana kita sering melakukannya. Di apartemenku atau di rumahmu, dan itu terjadi hingga satu tahun hubungan kita." Yoonchun terus mengutarakan apa yang ada di benaknya meski disebrang sana Junsu masih setia menggelengkan kepalanya dengan kedua telapak tangan yang menutupi telinga.

"Aku hanya ingin menemui putraku Junsu-ya.. Putra kita..."

"SUNGMIN SAMA SEKALI BUKAN PUTRAMU! DIA DARAH DAGING CHANGMIN HYUNG! "

"HENTIKAN KEBOHONGAN INI JUNSU! KAU TIDAK AKAN BISA MENIPUKU! KAU SAMA SEKALI TAK BISA MENYANGKAL APA YANG TELAH TERJADI DIANTARA KITA DI MASA LALU!"

Hah... Hah... Hah...

Deru nafas dua namja itu sama-sama memburu. Bahkan Yoonchun yang sedari tadi bersikap lembutpun sudah kehilangan kendali hingga ikut berteriak di depan Junsu.

"Kau benar Yoonchun..." Ucapan lirih itu membuat namja bermarga Park itu mendongak. Mendapati raut sendu yang kini menghiasi wajah manis Junsu.

"Kau memang benar jika dulu kaulah yang pertama merenggutnya. Aku tidak akan bisa menyangkal soal itu. Bagaimanapun, saat itu aku terlalu bodoh dan tergila-gila padamu hingga mau menyerahlan seluruhnya pada dirimu yang saat itu berstatus sebagai kekasihku." Junsu memberanikan diri menatap Yoonchun.

"Aku begitu bahagia. Sangat bahagia. Dan hubungan kita adalah satu yang sangat ingin ku jaga selain kedua orang tuaku. Tapi semuanya berubah saat aku tau jika kau ternyata tak lebih dari seorang pembohong. Kau menipuku Park Yoonchun-ssi.. Dan saat itu semuanya berakhir, dan Sungmin... Dia adalah putraku. Darah dagingku bersama pria yang ku cintai..."

FLASHBACK ON

"Yoo Cwang~~ Aku mencarimu dari tadi kawan!" Seorang namja yang lebih pendek menepuk bahu namja yang lebih tinggi yang saat itu tengah asyik menikmati semilir angin di bawah pohon oak di halaman belakang sekolah mereka.

"Aku tau kau pasti sibuk dengan Junsu mu itu." Changmin, nama namja yang memiliki postur tinggi itu masih memasang wajah santainya. Membiarkan sahabat kecilnya mengambil duduk tepat di sampingnya.

"Ahhh~~ bicara soal Junsu aku menjadi tak enak hati." Yoonchun mendesah dengan wajah bersalah. Membuat Changmin mau tak mau menoleh pada sahabatnya itu.

"Apa maksudmu? Kau putus dengannya?"

"Ani~~ hanya saja... Aku menyembunyikan sesuatu darinya. Sesuatu yang buruk..."

DEG

Tepat saat itu, seorang namja manis yang mengendap-endap di balik pohon dengan senyum sumringah sontak menghentikan langkahnya. Lengkungan senyumnya pun memudar seiring perkataan Yoonchun yang makin membuat hatinya teriris sembilu.

"Ini sudah setahun hubungan kami tapi aku masih menyembunyikan fakta jika 6 bulan yang lalu aku telah di jodohkan dengan putri sahabat Appa."

"Kau di jodohkan?" Changmin nyaris memekik meski yang dihasilkan hanya nada pelan yang tertahan.

"Ya... Dan aku rasa aku tak bisa menolak perjodohan ini Changmin-ah. Gadis itu cantik dan posisinya yang sederajat denganku membuat ini makin rumit. Lagipula Junsu itu namja, aku belum berani membayangkan reaksi Umma dan Appa saat tau jika putra semata wayangnya menjalin hubungan dengan seorang namja pula."

"Tapi kalian sudah sering bercin-ta" Kalimat Changmin makin memelan di akhir. Seolah kata tersebut tercekat di tenggorokannya.

"Ne. Kami memang sering melakukannya. Bahkan semalam aku juga kembali membuatnya mengerang selama hampir dua jam di kamarnya. Tapi asal kau tau Changmin-ah... Aku tetap ragu untuk menentang keputusan Appa yang akan mengadakan pesta pertunangan untukku dengan gadis pilihannya saat aku lulus nanti. Tepat dua bulan lagi. Dan yah.. Kau tau-lah... aku hanya takut mendapat cacian dari keluarga besarku tentang ke-tidak-normalanku ini."

"Tapi bagaimana dengan Junsu?! Kau benar-benar akan melukai hatinya Yoonchun!"

"Tapi aku tak bisa membawa Junsu ke hadapan orang tuaku dan mengatakan jika ia adalah kekasih yang sudah sering ku tiduri Min-ah! Ini begitu sulit!"

Changmin memandang tak percaya pada Yoonchun. Benarkah namja yang ada disampingnya ini Park Yoonchun sahabat kecilnya?

"Sulit kau bilang? Hehehe.." Changmin terkekeh dengan pandangan yang menatap lurus ke depan.

SRETT

BUGHH

AKKHHHH !

"Sulit dari mananya Park? Kau sudah mengancurkan Kim Junsu dan sekarang kau ingin membuangnya hanya karena harga diri kosongmu itu?! Aku kecewa padamu!"

Yoonchun mengerang saat tiba-tiba Changmin mencengkram kerah bajunya dan menariknya berdiri. Tak ketinggalan sebuah bogem mentah yang mendarat di pipi kanannya sebagai tambahan.

"Yaaa! Apa yang kau lakukan Lee Changmin?! Memang apa urusannya denganmu jika aku mengakhiri semuanya dengan Junsu heh?" Yoonchun balas menatap Changmin yang kini berdiri di hadapannya. disentuhnya sudut bibirnya yang mengeluarkan darah dan berdenyut perih.

"Aku memang tak ada hubungannya. Tapi setidaknya aku punya hati untuk membela seorang namja yang hidupnya baru saja dihancurkan oleh sahabatku sendiri. Junsu adalah temanku, bahkan ia sudah ku anggap dongsaeng saat kau mengenalkannya padaku. Dan sekarang kau bertanya mengapa aku melakukan ini padamu? Sadarlah Yoonchun! Kau baru saja melakukan sesuatu yang amat keji!"

"Aku tak perduli! Junsu yang memberikan segalanya untukku lalu apa aku salah melakukan itu semua? Meniduri kekasihku sendiri? Kau lupa Changmin-ah? Kita ini namja, dan bagaimana-pun cinta menghapiri kita, hasil akhirnya akan selalu bersama yeoja!"

BUGHHH

"Sial! Kau benar-benar brengsek Yoonchun!"

Dan sosok di balik pohon- tepat dibelakang mereka- itu berlari sekuat tenanga dengan derai air mata yag sudah menggenangi wajah manisnya yang telah sembab. Meninggalkan sosok Changmin yang kembali melayangkan pukulan di wajah namja yang sebentar lagi mungkin akan menjadi mantan kekasihnya.

.

.

Ke-esokan harinya...

Changmin yang baru saja membuka pintu apartement-nya di kejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba mendorong tubuhnya hingga terjatuh di tas sofa merah marun miliknya.

"Junsu-ya?"

"Hyung~~"

"Hey Junsu-ya, ada apa dengamu eoh?" Changmin terkejut mendapati namja manis yang sudah setahun ini menjalin hubungan dengan sahabatnya itu kini tengah berada di atas tubuhnya. Lebih tepatnya menduduki perutnya.

"Hyung... Hiks.. Dia, aku sudah tau. Hiks..." Junsu kembali menangis. Melihat Changmin membuatnya merasa memiliki penopang. Seseorang yang ia ketahui membelanya atas kelakuan bejad mantan kekasihnya.

"Hey.. Hey.. Tenanglah Junsu-ya... Kau namja yang kuat Arrachi? Hyung percaya kau akan bisa melewati ini semua."

"Hiks.. Hiks.. Hyung~~~" Junsu menghambur dan mendekap leher Changmin saat pria tinggi itu mengelus surai hitamnya. Membuatnya tak tahan lagi untuk menumpahkan segala kepedihan yang tengah ia rasakan. Menangis sesegukkan hingga kemeja bagian depan Changmin basah oleh air mata.

"Uljimma... Uljimma ne... Hyung ada disini..."

SRETTT

"Hyung?" Junsu mendongak dan menatap Changmin.

"N-Ne?" Namja tinggi itu menelan ludah gugup. Demi apa wajah Junsu begitu dekat dengannya saat ini.

"Aku... hiks sudah kotor. Apa kau tak jijik padaku?"

"Untuk apa aku jijik padamu hemm? Kita teman bukan? dan Junsu-ya... Kesalahan seseorang di masa lalu itu bukan sebuah alasan seseorang untuk menjauhinya. Dan hyung tidak akan menjauhimu..." Ucapnya penuh ketulusan.

Dan itu merupakan awal kedekatan Junsu dan Changmin yang menjelma menjadi malaikat pelindung namja manis tersebut di masa-masa terpuruknya. Terlebih saat undangan pertunangan Yoonchun tersebar tepat seminggu setelah hari kelulusan mereka yang kembali membuat Junsu menangis meraung dalam dekapan Changmin.

Singkat cerita, keduanya memilih universitas yang sama seusainya mereka menempuh jenjang pendidikan atas karena Junsu yang tak mau terpisah dengan Changmin. Pokoknya dimana ada Junsu di situ akan selalu ada Changmin -sebenarnya ini juga karena sikap Junsu yang berubah ketakutan saat dihadapkan dengan orang asing terlebih namja. Rasa traumanya terhadap kelakuan Yoonchun disinyalir menjadi penyebabnya. Namun semua itu berubah saat Changmin-lah yang berada di dekatnya. Ia akan dengan sangat manja menempeli pria jangkung itu kemanapun mereka pergi. Seisi kampus sudah tau akan hal ini. Bahkan tak sedikit dari mereka yang mengira keduanya adalah sepasang kekasih yang tak terpisahkan.

Hingga puncaknya, tepat saat libur semester ganjil di tingkat pertama mereka. Saat keduanya memutuskan berlibur di pulau jeolla atas usul Junsu. Hubungan hyung dongsaeng mereka akhirnya berakhir.

"J- Junsuie, apa yang kau lakukan?" Changmin kala itu terlonjak kaget saat Junsu mendatangi kamarnya di tengah malam dan menindih tubuhnya yang tadinya akan terlelap.

"Aku tidak bisa melupakannya sampai sekarang hyung... Dan aku sudah mendengar semuanya. Kau menyukaiku aniya? Sejak kita lulus sekolah... "

"Junsuie kau-"

"Ya, aku mendengarnya saat kau dan Sang Wook hyung berada di toilet sore itu. Maka dari itu... Sentuhlah aku hyung. Buat aku lupa dengan Yoonchun."

"Ju- Junsuie! Apa yang kau katakan?" Changmin sudah akan bangkit namun Junsu kembali mendorong tubuh Changmin.

"Sentuh aku hyung... Buat aku mencintaimu..."

"Tapi Suie-"

Hmmppptttttttt ckpckpckcpckp

Changmin melotot saat Junsu melahap bibirnya. Mengulumnya begitu dalam hingga suara decakan yang Junsu buat terdengar cukup nyaring di villa kecil yang sengaja mereka sewa.

"Sentuh aku hyung~~ Jebal~~" Junsu melepas pagutan mereka yang berlangsung hampir 10 menit kemudian meraih kedua telapak tangan Changmin dan mengarahkannya ke belakang tubuhnya. Meremas butt-nya yang hanya tertutupi hot pants berwarna hitam.

"Suie..."

"Aku mohon hyung..." Junsu menatap mata Changmin dalam. Tatapannya sayu dan sarat akan permohonan yang begitu tulus. Membuat Changmin makin kesulitan mengatur degub jantungnya.

Se-frustasi itukah Junsu tak bisa melupakan Yoonchun?

SRETTT

BUGH

Ahh~~

"Mianhae Suie. Ku mohon jangan membenciku setelah ini."

"Lakukan hyung. Lakukan. Buat aku menjadi milikmu." Changmin membalik posisi tubuhnya hingga kini ia-lah yang berada di atas tubuh mungil Junsu. Dan keduanya mulai mengerang satu sama lain. Larut dalam indahnya penyatuan itu. Terlebih saat Changmin datang begitu banyak dalam tubuhnya. Meluruhkan sedikit demi sedikit jejak masa lalu Junsu yang begitu ingin ia hapus.

FLASHBACK END

"Sungmin... Adalah anakku bersama Changmin hyung. Itulah kebenarannya Yoonchun-ssi."

"Tidak! Kau menipuku aniya? Akulah yang pertama kali melakukannya denganmu, Dan jika benar kau bisa hamil, bagaimana bisa kau mengatakan jika Sungmin adalah hasil perbutanmu dengan Changmin sementara kita sering melakukannya sebelum kalian melakukannya." Yoonchun masih menyangkal. Bagaimanapun, setelah ia membereskan hidupnya yang sempat berantakan dengan susah payah, ia tak akan menyerah begitu saja untuk mengambil apa yang dulu telah ia sia-siakan.

"Kau lupa sesuatu Yoonchun-ssi? Saat kita melakukannya, bukankah kau selalu mengenakan pengaman dan menolak keinginanku untuk merasakah hangatnya dirimu? Bodohnya aku tak menyadari jika itu semua terjadi karena kau hanya mempermainkanku dan tak tulus menjalani hubungan kita."

DEG

"Wae? Kau sudah ingat sekarang? Apa ucapanku benar?" Junsu kembali mengukir senyum remeh saat tubuh Yoonchun mendadak beku layaknya patung.

"Tidak mungkin.."

"Itulah kebenarannya Yoonchun-ssi. Tuhan ternyata begitu sayang padaku, ia menghadirkan Sungmin dari lelaki baik yang mencintaiku dengan segenap jiwanya. Lelaki yang dengan tegas mengatakan akan bertanggung jawab saat aku mengetahui kenyataannya di bulan pertama kehamilanku. Sosok yang dengan senyum lebar mendekapku dan mengucapkan berpuluh-puluh kata cinta dan terima kasih saat ia berhasil membawaku ke atas altar dengan segala usaha kerasnya saat meminta restu dari kedua orang tua kami. Dan dia adalah Lee Changmin. Suamiku.. dan ayah kandung dari Lee Sungmin, putraku."

"Kau bohong!"

"Semua yang dikatakan istriku adalah kebenaran Yoonchun! Jika kau mau, kami bahkan akan dengan suka rela melakukan tes DNA jika kau masih tetap tak mau percaya."

"Hyung!"

"Changmin..."

Junsu dan Yoonchun bersamaan menoleh ke arah pintu masuk. Dimana seorang namja tinggi berdiri dengan gagahnya, lengkap dengan stelan jas army yang ia kenakan. Dibelakangnya, berdiri namja tinggi lain yang tengah menggendong seorang anak lelaki dengan satu tangannya.

"Ya, ini aku Yoonchun. Suami dari LEE JUNSU yang dulu kau sakiti hatinya." Changmin maju dan melangkah makin dekat ke arah Junsu. Melayangkan kecupan di pipi kanan istrinya kemudian melingkarkan sebelah lengannya di pinggang Junsu.

"Changmin-ah.. Jika kau masih marah padaku maka aku akan terima. Tapi tolong katakan jika Sungmin memang anakku."

"Hahaha, anakmu? Yang benar saja Yoonchun! Dia anakku. Darah dagingku. Dan aku tak akan membiarkan siapapun menyentuh putraku seujung kuku-pun!" Desisnya berbahaya.

"Kalian membohongiku!"

"Kaulah yang membohongi dirimu sendiri! Kau tau bukan jika dia bukan anakmu, tapi kau berharap jika kenyataan yang kau buat adalah benar. Bukan begitu?" Changmin masih tak gentar menatap nyalang mantan sahabatnya. Jika menyangkut Junsu dan Sungmin, maka Changmin akan memasang badan di depan. Tak perduli siapapun. Semua akan ia hadapi.

"Aku tak per- AKKKKKKKKKKK!"

KRAUKK

KRAUKKK

"Mana princess yeoppo Kyunnie ahjussi jidad lapangan sepak bola!"

"ARRRRGGHHHH APA YANG KAU LAKUKAN?!"

"KYUNNIE!"

Yunho yang tadinya hanya diam terpaku menyaksikan adegan menegangkan antara calon besannya dengan seseorang yang tak dikenal itu langsung terlonjak ditempat begitu mendengar pekikan kesakitan milik seseorang yang ia sinyalir bernama Yoonchun tersebut.

Terlebih saat manik musangnya mendapati sang anak dengan ganasnya tengah menggigit pergelangan tangan si namja malang. Oh astaga, putranya itu memanglah setan kecil!

"Yaa! Kyunnie, apa yang kau lakukan eoh? Jangan membuat Appa malu!" Yunho bergegas mendekat dan meraih tubuh sang anak. Menariknya menjauh berharap gigitannya pada tangan Yoonchun bisa terlepas, namun yang terjadi justru kebalikannya. Kyuhyun makin mengeratkan gigitannya hingga tarikan Yunho membuat kulit Yoonchun ikut tertarik seiring pergerakan Kyuhyun.

"AARRRGGGGHHHHH! LEPASKAN BOCAH, INI SAKIT SEKALI!"

"Biarkan saja! Ahjussi sudah menculik princess yeoppo Kyunnie! Rasakan ini!"

"Ya Cho Kyuhyun! Appa bilang lepaskan anak nakal!"

Tiga namja dengan kadar ketampanan berbeda itu terlibat aksi tarik menarik dengan pelaku utama seorang bocah kecil yang enggan melepaskan gigitannya. Membuat Changmin yang melihat mereka berdecak sebal disamping Junsu. "Bocah itu ganas sekali. Kaki ku saja masih kram digelayuti(?) olehnya."

KRAUKKKK

KRAUUKKK

"YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

.

.

.

.


"Princess yeoppo baik-baik saja aniya?"

"Umm.. Nyam~ Nyamm~"

"Princess yeoppo membuat jantung Kyunnie mau copot saja tadi. Hehe, tapi tak apa. Kyunnie senang bisa menyelamatkan Princess dari monster Ahjussi jidad sepak bola itu." Kyuhyun masih saja meracau sembari memperhatikan Sungmin yang tengah memakan puding coklat miliknya di atas kasur yang tengah mereka duduki.

Oh, jangan heran mengapa dua bocah itu ada disana. Ini semua terjadi tepat setelah Changmin sukses mengusir Yoonchun dengan sedikit perdebatan disana sini.

Kyuhyun dengan tangis yang kembali membahana histeris menanyakan pada Junsu dimana Princessnya berada. Dan saat Junsu mengatakan jika Sungmin ada di kamar yang berada di dekat dapur, bocah dengan seribu akal itu langsung berlari ke arah sang Appa yang masih kelelahan karena menarik tubuhnya dari Yoonchun tadi. Dengan brutal menelusupkan wajahnya di bagian bawah jas Yunho dan menjadikan jas mahal rancangan desainer ternama itu berakhir sebagai kain lap untuk wajahnya yang banjir air mata. Membuat Yinho makin nelangsa dengan prilaku sang putra dan tak henti menggumamkan kalimat 'Anak kita mengerikan baby Boo'

Tak hanya sampai disitu, ketiga namja dewasa itu kembali di buat terperangah dengan perubahan drastis wajah Kyuhyun yang di hiasi senyum lima jari –Yang lebih mirip senyum mesum- dan dengan tidak tau malu langsung menjarah sepiring puding coklat di kulkas milik sang calon ibu mertua.

Berjalan semangat memasuki kamar dimana Sungmin berada dan kembali melancarkan rayuan gombalnya. Seperti ini...

"Princess yeoppo memang sangat yeoppo sekali nde? Kyunnie jadi malu berduaan dengan Princess, hihihi~"

See? Lihatlah betapa absurd-nya bocah satu ini -_-'

"Pelan-pelan Princess, nanti Princess Mingie tersendak."

SREETT

"Ehh? Kyuhyun mau apa?" Sungmin memiringkan kepalanya saat Kyuhyun merangkak mendekatinya dengan senyum aneh. Sejurus kemudian namja kecil yang menurut Sungmin sedikit menakutkan itu merebut sendok pudingnya lalu dengan seenak hati menyendok sesuap puding coklatnya yang sudah tinggal setengah.

"Di drama yang Kyunnie tonton, ini namanya ciuman tidak langsung, kukukuku~~" Kekehnya kemudian menyendok kembali puding coklat lezat tersebut dan menyuapkannya di mulut Sungmin.

"Sekarang kita sudah berciuman Princess.. Jadi kalau sudah besar nanti Princess hanya boleh menikah dengan Kyunnie~~"

"Eoh? Be-benarkah? Kita sudah berciuman?" Manik foxy kecil itu terbelalak mendengar penuturan Kyuhyun. Bahkan puding di mulutnya langsung ia telan begitu saja.

"Tentu saja benar. Hehe"

"Hiks.. Hiks.. "

"EHHHH? Princess yeoppo kenapa?" Kyuhyun langsung memasang wajah panik saat pujaan hatinya itu mulai terisak. Tubuh mungilnya makin mendekat dan dengan perlahan memeluk tubuh Sungmin yang justru makin membuat namja imut itu menjerit histeris.

"Huuaaaaaaaaaa Kyunnie sudah mencium Mingie, Appaaaaaaaa! Huaaaaaaaaa!"

DOKK

DOK

DOK

"YA! Bocah mesum keluar kau! Kau apakan anakku hah! Kenapa pintuny akau kunci dari dalam?!"

DOK

DOK

DOK

"Kyunnie sedang pacaran dengan Princess yeoppo, Abeoji! Tolong jangan ganggu kami!"

"Siapa yang kau sebut Abeoji eoh?! Keluar kau setan kecil!"

"Andwaeeeeeee!"

"YAAAA!"

.

.

.

TBC

Bonus chapter

Keesokan harinya...

"Sepupu Kyu.. Apa yang kau lakukan?" Siwon yang baru saja datang langsung mengernyit heran saat mendapati Kyuhyun duduk di bangkunya- disebelah Sungmin- dengan dandanan yang lain dari biasanya.

"Tentu saja menjaga Princess yeoppo!" Jawab Kyuhyun dengan posisi kaki yang ia silangkan di atas meja (Walau faktanya, hanya sepatunya saja yang bisa menggapai meja tersebut).

"Tapi untuk apa kaca mata hitam itu sepupu Kyu?"

"Ini trend bodoh! Kata Umma supaya lebih cool!" Ucap Kyuhyun membuat Siwon dan beberapa teman mereka dikelas langsung sweatdrop di tempat.

"Sungminnie, aku ingin mengembalikan buku yang ku pinjam. Igo~~" Seorang yeoja mungil dengan rambut yang di kuncir dua perlahan mendekat pada Sungmin. Di tangannya terdapat sebuah buku dengan sampul bergambar karakter kelinci.

"STOPPP! Berhenti disitu! Biar aku saja yang mengambilnya! Mulai sekarang tidak ada yang boleh dekat-dekat dengan princess yeoppo! Hanya Kyunnie saja!" Kyuhyun dengan sigap langsung bangkit dan membenarkan letak kaca mata hitamnya. Berjalan menuju yeoja mungil bernama Minyo dan merebut buku yang disinyalir milik sang tambatan hati.

Tap

Tap

Tap

Bugh

"Ini bukunya nae princess yeoppo."

Cup!

"Ehehehhehehehe." Dan bocah itu kembali terkekeh dengan senyum lebar setelah berhasil menyerahkan buku tersebut dan berhasil mencuri sebuah kecupan singkat di pipi gembul Sungmin. kembali duduk dengan tenang tanpa mengendurkan senyum lima jarinya.

"Hiksss hikssss huwaaaaaaaaaa Mingie mau pulang sajaaaaa! Kyuhyun menyeramkannnnn! Appa! Ummaaaaa!"

.

Disaat yang bersamaan..

"Huatchimmmm... Huaatchiiimmm! Aigoo... Bocah setan itu pasti berbuat ulah lagi pada Sungmin! Huaatchimmmm!"

#Poor Changmin Appa -,-

.

.

Chibi Kyumin End!

.

.

Lohaaaaaaaaaaaaaa!

Ehehe, karena gak ada yang neror di PM atau kotak review, Queen jadi keenakan liburan ^^v

Kalo ff ini makin membosankan, tolong di maapkan yeeeee~~ Chap ini tentang kenapa ada pair Minsuu...

Emm.. Makasih buat yang review kemaren, yang fav, follow.. makasih banyak. #bow

Ini akhir dari Chibi Kyumin. Chap depan dan chap terakhir tentang Kyumin remaja atau mungkin langsung dewasa (sengaja, biar readers aja yang milih. Muehehe)

Sorry for typo(s)

Annyeong~~~ (^0^)/

#Muachh #kecupbasah