Ahjussi, I Love Your Son!

.

.

Boy x Boy

.

Lee Family : Lee Sungmin, Shim(Lee) Changmin, Kim(Lee) Junsu.

Cho family : Cho Kyuhyun, Jung(Cho) Yunho, Kim(Cho) Jaejoong.

Cast yang lain nyusul^^

.

.

Warning : Chibi!KyuMin for this chap. Typo(s) dimana-mana, humor gagal. No Bash and Flame,please!

.

.

Disclaimer : Cerita ini murni milik saya. Jika terjadi kesamaan tokoh, itu jelas bukan sebuah kesengajaan^^. Dilarang meng-copy paste tanpa sepengetahuan saya, okey?

.

.

.


"Aku- aku suka padamu oppa. Jadilah pacarku." Seorang yeoja manis dengan rambut panjang sebahu itu mati-matian menahan tangannya yang bergetar sembari memegang tali tas selempang miliknya. Kepalanya kontan menunduk saat kalimat yang sudah ia latih selama hampir 2 bulan itu berhasil ia ucapkan.

Ini adalah kali pertama ia menyatakan cinta terlebih dahulu, biasanya ia-lah yang akan mendapatkan pernyataan cinta dari seseorang. Tapi ini berbeda. Untuk pemuda yang saat ini ada di hadapannya ini ia rela menjadi yang pertama mengatakannya. Persetan dengan harga diri. Sejak jatuh cinta pada pandangan pertama pun ia sudah jauh-jauh membuang harga dirinya dengan menjadi stalker si pemuda idola. Tak jauh beda dengan hari ini, ia bahkan rela datang ke sekolah pagi-pagi demi menunggu namja itu. Mencegatnya di parkiran sekolah dan tak mengindahkan bisik-bisik dari beberapa siswa yang kebetulan telah datang.

Berbeda dengan keadaan si gadis manis, pemuda yang menjadi sasaran 'tembak' itu hanya diam. Cukup terkejut sebenarnya dengan apa yang terjadi dihadapannya kini. Terlebih ia tak begitu mengenal gadis di hadapannya itu. Hanya pernah berpapasan beberapa kali, itupun cuma berpapasan saja tanpa interaksi sedikitpun. Ia hanya tau sebatas nama, jika gadis itu bernama Lee Min Jung. Satu angkatan dengannya meski berada di kelas berbeda.

"Mianhae Min Jung-ssi. Kau bukan tipeku." Perkataan bernada dingin itu meluncur dari sang pemuda. Membuat yang meminta jawaban berusaha keras menahan air matanya yang akan jatuh mengetahui nasib cintanya yang tak lagi punya harapan.

Sebenarnya sebelum ia memutuskan mengungkapkannya-pun ia sudah mempersiapkan diri jika penolakan-lah yang nantinya ia dapat. Terlebih ia bukan gadis pertama yang bernasib sial seperti ini. Lebih tepatnya semua gadis yang pernah nekad menyatakan cintanya pada pemuda itu juga mengalami penolakan pahit. Dirinya sudah cukup beruntung sebenarnya dengan kata 'Mianhae' yang pemuda itu ucapkan untuknya. Setidaknya harga dirinya tidak terlalu hancur seperti beberapa gadis lain yang bahkan hanya ditinggalkan tanpa respon sedikitpun.

BREMM

BREMM

BREEMMM...

"Sungmin!"

Tap

Tap

Tap

Lee Min Jung hanya menatap miris punggung pemuda yang melangkah menjauhinya tersebut. Matanya sudah tergenang liquid bening. Dan pilihannya hanya pergi dari sana. Atau hatinya akan bertambah sakit lagi melihat mereka.

"Siapa yang mengizinkanmu berangkat dengannya Min?" Pemuda tampan itu memasang wajah tak habis pikir. Hari ini rasanya ia sial sekali. Padahal langit begitu cerah dan bersinar. Tapi pagi-pagi sekali ia sudah di buat bad mood dengan aksi 'tembak' tadi, dan sekarang ia harus kembali menelan pil pahit ketika obsidan tajamnya melihat sang pujaan hati tengah duduk manis di jok belakang sebuah motor sport hitam milik sepupu menyebalkannya.

"Kyuhyun? Kau sudah datang?" Yang ditanya justru balik bertanya dengan beberapa kerjapan mata.

"Aku bertanya kenapa kau berangkat dengannya Mingie!"

"Ouh- Kenapa wajahmu masam begitu sepupu Kyu? Dan lagi kami kan memang sudah biasa berangkat bersama." Kali ini si sepupu tampan, Choi Siwon, ikut bicara sembari melepas helm hitam miliknya.

"Wonwon benar Kyuhyunnie, kami kan memang sering berangkat bersama sejak masuk High school. Dan lagi kau itukan langganan terlambat, kita juga berbeda kelas." Satu-satunya namja manis disana kembali menyuarakan suaranya.

"Yaisshh! Bagaimana bisa kau bicara begitu padaku eoh? Kau secara tak langsung menyakiti hatiku Princess yeoppo~~"

Tap

Tap

Syutt~

GREB!

"Hyaaa~~ Apa yang kau lakukan Kyunnie? Ini memalukan!"

"Aku tak peduli! Sekarang gantian aku yang akan mengantarmu ke kelas Princess~~"

"Isshh.. Jangan memanggilku begitu. Memalukan tau~"

"Biar saja. Kau kan memang cantik. Dan aku pangeran tampannya~"

"Hihihi~ Kyunnie memalukan ih!"

"Tapi tetap tampan kan?"

"Hihihihi~~"

"Aihhh kau tertawa. Neomu Yeoppunda!"

"Sudah ah~ Mingie malu~~ "

"Jadi pacarku ya~~"

"Tidak mau~~"

"Ayolah~~"

"Shireo..."

"Baiklah, langsung menikah saja kalau begitu. Hahahaha."

"Hihihihi~ Kyunnie pabbo~~"

"Sepupu Kyu itu benar-benar! Ini kan tempat umum. Ck ck ck!" Dan Siwon kita yang malang itu hanya bisa mendesah malas di atas motornya. Menyaksikan bagaimana Kyuhyun dengan beraninya mengangkat Sungmin yang tadi masih berada di motornya untuk kemudian ia gendong di depan. Persis menggendong koala dengan kedua kaki Sungmin yang dibuat melingkar di pinggangnya dan lengan Sungmin yang juga turut melingkari leher jenjang milik Kyuhyun.

Tak menghiraukan tatapan iri beberapa siswa yang sudah datang, Kyuhyun melenggang dengan santai sembari terus melemparkan rayuannya untuk Sungmin yang hanya bisa menyembunyikan wajah malunya di ceruk leher Kyuhyun.

Sepertinya pemuda yang di kalangan para gadis terkenal sebagai pangeran es itu harus menarik ucapannya tentang hari yang buruk. Buruk di awal belum tentu buruk di akhir juga kan? :3

.

.

.


"Hey hey, siapa pemuda itu? Tampan sekali aniya? Kyaaaa~ "

"Kau benar. Apa jangan-jangan dia seorang aktor yang baru debut? Beruntung sekali ibunya memiliki putra setampan dia. Aku akan jadi member fans club-nya."

"Hey~ anaknya terlalu muda untuk kita. Appa-nya pasti juga tampan. Cocok dengan usia kita hihihi~~"

"Kau ini genit sekali Jimin-ah! Kalau aku sih lebih memilih menjodohkan pemuda tampan itu dengan putriku. Menantu tampan sedang ngetren sekarang!"

"Aissshhh.. Kalian ini sepertinya terlalu banyak bergosip tak penting saat kita arisan! Sudah-sudah, hentikan kegilaan ini! Suami kalian mau di kemanakan kalau kalian masih genit begini eoh?"

"Aigoo .. Kau ini mengganggu kesenangan orang saja!"

Beberapa pria yang mendengar bagaimana hebohnya sekumpulan ahjumma yang tengah bergosip itu hanya bisa menahan tawa. Tak sedikit dari mereka –yang saat itu tak sengaja lewat- bahkan diam-diam ikut mengamati objek yang tengah di bicarakan. Lebih tepatnya seorang pemuda tampan dengan seragam High school yang tengah bersandar di samping pintu ruang khusus hakim. Dengan postur tinggi semampai, garis rahang yang tegas, matanya yang tajam, juga wajahnya yang rupawan. Ohh.. Siapa coba yang tidak tergila-gila dengan pemuda ini? Terlebih penampilannya yang kini terlihat begitu cool. Jas sekolah yang sengaja di sampirkan di bahu dan menonjolkan vest berwarna abu dengan dasi berwarna senada yang dimasukkan kedalam bersama dengan kemeja putih. Begitu pas dengan celana panjang abu bercorak kotak-kotak halus sebagai bawahannya.

CKLEKK

"Oh! Annyeong haseyo Abeoji!"

Terlihat sang pemuda refleks membungkukan badannya seiring keluarnya sosok tinggi tegap yang berpakaian hakim lengkap.

"Eoh? Abeoji? Kau sudah memiliki menantu hakim Lee?" Seorang pria lain yang juga mengenakan pakaian hakim nampak cukup terkejut di belakang sosok yang di panggil Abeoji tadi.

"Tsk! Aniyo hakim Cha. Putraku masih single."

"Eihhh... Abeoji! Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu tentang milikku." Sang pemuda memasang wajah sebal. Tak terima dengan perkataan sang 'Abeoji'.

"Kau kira anakku barang kau sebut begitu heh?! Bocah tengik ini tak berubah juga!"

"Awww~~ Appo Abeoji... Appo!"

Dengan sigap Changmin -si Abeoji- langsung menjewer telinga pemuda bebal di depannya itu hingga yang lebih muda mengaduh kesakitan seraya berjinjit-jinjit. Hakim terkenal itu terlihat benar-benar gondok dengan kelakuan pemuda yang sejak sepuluh tahun yang lalu telah mendeklarasikan diri sebagai menantu sekaligus pemilik sah putra manisnya. Siapa lagi kalau bukan si bebal Cho Kyuhyun! -_-'

Changmin yang sudah lumayan puas terkekeh kecil lalu melepaskan jewerannya. "Ck! Begini saja kau sudah mengaduh kesakitan!"

"Ini benar-benar sakit Abeoji!" Kilah Kyuhyun sembari terus mengusap-usap telinga kanannya yang sedikit memerah. Untung saja yang menjewer calon ayah mertua, coba kalau orang lain. Sudah ku habisi dan ku jadikan makanan Jiji di rumah- batinnya jengkel.

"Dasar bocah! Baiklah, karena kau sudah ada disini, ayo temani aku makan. Em, hakim Cha, apa anda ingin ikut makan siang bersama kami?" Tawarnya pada rekanannya yang terlihat masih nampak shock.

"Eh? Ah mianhae hakim Lee, istriku membawakanku bekal. Aku akan makan siang di ruanganku saja." Tolaknya halus dan membuat Changmin mengangguk mengerti.

"Baiklah, kami pergi dulu kalau begitu hakim Cha." Dan Changmin langsung berlalu di ikuti Kyuhyun yang sibuk mengenakan kembali jas sekolahnya agar terlihat lebih keren dimata sang calon ayah mertua.

.

.

.

"Jadi.. Apa yang membuatmu kemari heh?" Changmin menunjuk Kyuhyun dengan sumpitnya setelah melahap satu potongan besar spicy seasoned crab di mangkuknya. Ayah satu anak itu memang sengaja menyeret Kyuhyun menuju salah satu restoran favoritnya sebagai teman makan siang. Bosan juga rasanya menikmati makanan di kafetaria kantor meski ia sendiri termasuk tipe orang yang tidak menolak semua jenis makanan. Hanya saja, lidahnya kadang suka rewel dan berkonspirasi(?) dengan perut karetnya jika hanya dijejali makanan yang sama secara berulang.

"Hanya ingin mengunjungi Abeoji." Kyuhyun menjawab dengan mulut penuh potongan daging crab yang terlihat menggiurkan bagi siapa saja yang memandangnya.

"Bocah satu ini benar-benar!" Changmin memundurkan tubuhnya hingga membentur sandaran kursi dan kemudian langsung menunjuk Kyuhyun kembali dengan sumpitnya."Kau pikir aku mudah kau bohongi? Ayo katakan yang sebenarnya!"

Kyuhyun menelan makanan dimulutnya kemudian meraih gelas air minumnya.

GLUP!

"Ehehe, Abeoji tau saja!" Cengirnya sembari mengelap bibir dengan tissue. "Begini Abeoji. Sebenarnya.. Umm... Sebenarnya aku ingin meminta restu Abeoji untuk menikahi Princess yeoppo saat kami lulus nanti." Kali ini pemuda tampan itu memasang raut serius. Benar-benar serius hingga Changmin rasanya ingin menenggelamkan bocah itu di laut Antartika.

"Yaa! Kau pikir kau dan Sungmin umur berapa eoh? Mau main menikah saja! Aniyo! Aku tidak mengijinkannya!"

"Jebalyo Abeoji~ Aku benar-benar sudah tak sabar menikah dengannya. Ini impian besarku Abeoji. Lagipula kami juga sudah dewasa. Sudah Senior high school." Ujarnya meyakinkan. Hell ya... Dia sudah menunggu cukup lama untuk menikahi sang pujaan hati. Bahkan tiap malamnya ia harus rela memeluk guling dan membayangkannya sebagai Sungmin sang princess yeoppo.

Belum lagi jika mengingat bagaimana perjuangannya melenyapkan beberapa namja yang terang-terangan menyukai sang pujaan hati. Oh yeah... Dia hampir frustasi dulu. But thanks to sang Umma yang suatu hari memberinya satu botol kecil merica bubuk super pedas. Hanya dengan sedikit bubuk mematikan itu dan minuman dingin, Kyuhyun sukses membuat para lelaki genit itu –ia menyebutnya begitu- lari tunggang langgang mencari bilik toilet yang kosong dan menyerah untuk mendapatkan hati Sungmin. Lalu bagaimana bisa calon ayah mertuanya ini tak menyetujui kemauannya setelah perjalanan panjang yang ia punya?

"Dewasa apanya! Demi Tuhan kalian bahkan masih kelas satu Kyuhyun!" Changmin kembali berdecak tak percaya. Berbicara dengan bocah di depannya itu memang selalu menguras emosi dan tenaganya.

"Tapi Abeoji –"

"Tidak ada tapi-tapian! Sekarang kembalilah ke sekolah. Kau pasti membolos bukan? Tsk! Bagaimana bisa aku memberikan anakku pada pemuda sepertimu eoh? Lebih baik aku menjodohkannya dengan putra rekan kerjaku yang saat ini menerima beasiswa di London sana."

"ANDWAEEE! Andwae Abeoji! Tolong jangan lakukan itu. Jangan berikan princess yeoppo pada yang lain!" Kyuhyun membulatkan matanya dan kontan memekik histeris(untuk yang satu ini tolong bayangin gaya Kwang Soo RM kalo lagi panik, muehehe). Beruntung restoran ini memiliki sekat setiap mejanya. Jadi tak perlu malu pada pengunjung lain meski mereka masih dapat mendengar suara Kyuhyun tadi.

"Kalau begitu buktikan jika dirimu pantas!" Tantang Changmin.

"Arra Abeoji! Aku akan buktikan pada Abeoji juga Eomonni jika aku pantas bersanding dengan Mingie." Kyuhyun menatap Changmin dengan sorot penuh keyakinan.

"Aku pegang janjimu bocah. Sekarang aku harus kembali ke kantor. Kau habiskan makananmu lalu kembali ke sekolah. Jja, aku pergi."

Changmin mengambil jas yang sebelumnya ia taruh di sampingnya dan kemudian beranjak pergi. Jam istirahan hanya menyisakan 15 menit lagi dan ia harus segera kembali ke pengadilan. Jadwal sidangnya di mulai setelah ini.

Meninggalkan Kyuhyun yang kembali bersemangat melahap makan siangnya sembari merapalkan kalimat-kalimat penyemangat yang lebih mirip dengungan lebah yang sedang masuk masa kawin.

"Aku akan buktikan! Aku pasti bisa! Mingie milikku! Hwaiting Kyuhyun! Aigoo.. Jinjja mashita! Ini benar-benar enak. Nyam~ Nyamm~ Nyaamm~"

.

.

.

Yunho berulang kali mengirimkan sinyal bertanya lewat mata pada sang istri namun yang di dapat hanya gelengan di kepala. Pria yang masih tampak rupawan di usia matangnya itu kembali mengalihkan pandangannya pada sang putra yang terlihat serius membaca sebuah buku dengan cover berjudul 'Sejarah Korea' di sofa ruang santai mereka yang berhadapan langsung dengan ruang kerja-nya.

Mengabaikan Jaejoong yang meninggalkannya setelah mengantar secangkir teh madu hangat, Yunho beranjak dari sana setelah meminum beberapa teguk. Tak biasanya putra-nya itu belajar dengan serius. Sejak mengenal Sungmin, Kyuhyun seolah terkurung dalam dunia yang hanya berisikan namja manis itu. Untuk belajar-pun Kyuhyun harus dipaksa, yah.. Meski ia tau anaknya itu pintar, namun lama tak belajar dengan serius membuat Kyuhyun mengalami beberapa penurunan di sana-sini. Ibaratnya seperti pisau yang sudah lama tak di asah kembali.

"Hey jagoan, kau sedang apa hm?"

"Belajar, Appa." Jawab Kyuhyun singkat tanpa menoleh. Yunho tersenyum simpul lalu mengambil duduk di dekat kaki Kyuhyun. Posisi anaknya itu tengah berbaring di single sofa panjang mereka.

"Tumben sekali. Biasanya kau main game jam segini Kyuhyun-ah."

Mendengar ejekan sang ayah, Kyuhyun menutup bukunya dan bangkit untuk duduk bersila menghadap Yunho. "Ini awal perubahan, Appa! Demi princess yeoppo!"

"Memang princess mu kenapa lagi eoh?"

Kyuhyun memasang wajah murung, "Abeoji menolak keinginanku untuk menikah dengan Mingie setelah lulus nanti. Katanya Kyunnie kurang meyakinkan."

"Jinjja? Bukankah kau sudah sering mengunjungi Changmin-ssi dan istrinya? Kau bahkan lebih memilih mengunjungi mereka di hari minggu ketimbang menemani Appa dan Umma di rumah."

"Makanya Kyunnie harus buktikan kalau Kyunnie pantas! Lihat saja nanti, pokoknya Abeoji harus merestui Mingie menikah denganku!"

Melihat tekad di mata Kyuhyun membuat Yunho tertawa, "Kau ini seperti Ahjussi mesum yang kebelet(?) menikah saja! Memangnya kenapa kau mau menikah muda eoh? Tidak tahan ingin 'itu' hum?"

"Aniyo~ bukan hanya karena itu, Appa. Tapi karena memang Kyunnie ingin cepat menikah dengannya. Supaya tidak ada lagi namja-namja yang berani mendekati Sungmin! Tapi Appa... soal em- soal 'itu' kadang memang terpikir sih, hehehe." Kyuhyun nyengir dengan alis naik turun. Membuat Yunho mau tak mau ikut tertawa juga.

"Aigoo... Mesumnya putraku ini!"

"Mesum apanya. Kyunnie bahkan belum bisa mencium bibir Sungminnie..."

"Jeongmal? Masa kau yang sudah selama itu menempelinya belum juga melakukannya eoh?"

"Belum. Hanya sebatas pipi dan ciuman singkat di bibir. Kalau yang deep kiss sih belum, Appa. Lagi pula Kyunnie juga bingung bagaimana memulainya nanti dengan Mingie yang polos itu." Kyuhyun bicara blak-blakan. Appa-nya itu memang tepat untuk tempat curhat, jadi kadang ia akan dengan terang-terangan menceritakan masalahnya pada ayahnya itu. Kalau Umma-nya sih lebih ke arah patner in crime-nya, yang akan dengan sigap terjun langsung dalam misi pendekatannya selama ini.

"Kau ingin tau caranya hm?" Yunho menyeringai. Membuat Kyuhyun berbinar antusias dengan senyum lima jari.

"Dengar, Nak. Ini memang butuh pesona tingkat tinggi agar pasangan kita bisa hanyut dalam suasana. Dan sebagai keturunan seorang Cho, Appa yakin pesonamu mampu melakukannya." Yunho memulai dengan beberapa kalimat pengantar (?) dan Kyuhyun dengan semangat mengangguk-anggukan kepalanya sebagai tanda setuju.

"Pertama kau harus membawanya ke tempat yang sepi karena biasanya uke tidak begitu senang melakukannya di tempat umum. Yang kedua, mulailah dengan beberapa pujian lembut di depannya."

Lagi-lagi Kyuhyun mengangguk.

"Kau bisa mulai dari kecupan lembut. Lalu pegang tengkuknya. Buat dia rileks dan setelahnya... Psssstttt pssssttt psssttt."

Dan kali ini Kyuhyun menyeringai senang di tengah-tengah penjelasan sang Appa. That's will be perfect! Hohoho~~

.

.

.

Keesokan harinya...

"Kyunnie... Kenapa kau membawaku kemari?"

"Aku ingin berduaan denganmu tentu saja." Kyuhyun menjawab santai dan mulai bergerak mengukung tubuh Sungmin ke tembok. Mereka kini sedang berada di daerah gudang perlengkapan olahraga jika kalian ingin tau.

"Tapi Wonwon pasti mencari kita, Kyunnie!"

"Lupakan kuda poni itu Ming. Saat ini kau hanya boleh memikirkan aku saja. Mengerti?" Dengan seduktif, Kyuhyun membisikkan kalimat itu tepat di telinga kiri Sungmin. Membuat namja manis itu memejamkan mata karena rasa asing yang baru pertama kali ia rasakan.

"Aku mencintaimu, Princess~" Ucapnya kemudian dan menempatkan satu kecupan di rahang kiri Sungmin. "Meski Abeoji melarang kita pacaran di usia sekolah, tapi kau tetap milikku. Arrachi?"

"N-nehh.." Sungmin mati-matian menahan suaranya yang berubah menjadi selembek es krim vanilla favoritnya akibat Kyuhyun yang kini menempelkan dahi mereka dan mulai menggosok-gosokkan hidung keduanya. Membuat Sungmin makin sulit bernafas normal.

"Kau indah, Dear..." Dikecupnya bibir belahan bawa Sungmin dengan lembut. "Sangat indah..." Ucapnya lagi sembari mengalirkan hawa panas di sana.

Kyuhyun perlahan menempatkan kecupan-kecupan ringan yang mulai berganti dengan hisapan-hisapan penuh nafsu. Bibir tebalnya bergerak liar. Menyesap dan menghisap hingga membuat Sungmin memilih memejamkan mata menikmati sensasi basah yang melanda bibir shape-M miliknya.

Kyuhyun menggigit bibir bawah Sungmin yang membuat yang di dominasi itu terkejut dan membuka mulutnya. Hal ini dimanfaatkan Kyuhyun untuk menyusupkan lidahnya kedalam gua hangat milik Sungmin dan membuat Sungmin mengerang dalam ciuman panas itu. Lidah mereka saling bertautan setelah Sungmin perlahan mulai mengikuti alur yang di buat oleh Kyuhyun.

Menerima balasan dari Sungmin, Kyuhyun makin berani dengan apa yang tengah ia lakukan. Sebelah tangannya yang bebas mulai bergerak melepas dua kancing teratas kemeja sekolah milik Sungmin.

"Ummmpphhhhtt!" Sungmin yang mulai kehabisan nafas berusaha mendorong lidah Kyuhyun dan pemuda itu mengerti akan kebutuhan oksigen mereka yang menipis.

Di tatapnya kembali bibir merah bengkak itu setelah tautan mereka terlepas. Damn! Kyuhyun bersumpah Sungmin adalah yang terseksi dari semuanya. Dan ia tak bisa membendung keinginannya untuk kembali menyesap bibir merah itu dalam-dalam hingga kepala Sungmin di buat mendongak saking kuatnya ia mendominasi dan merasa makin bernafsu kala jemari lentik Sungmin meremat surai coklatnya dengan begitu sensual.

"Kyuhhhh~~"

Setelah puas dengan bibir manis Sungmin. Kyuhyun menurunkan jajahannya ke leher putih yang sedari tadi memanggilnya untuk di jamah. Mengecup, menjilat dan meninggalkan beberapa tanda merah disana sebelum makin bergerak turun di arean tulang selangka Sungmin yang terekspos bebas akibat ulahnya yang berhasil membuka dua kancing teratasnya.

Di julurkannya lidahnya disana dan menjilat daerah menggoda itu secara vertikal. Turun kebawah seiring tangannya yang mulai meluciti semua kancing baju Sungmin.

Slurrrppp

Slurrpppp

"Ahh~~ Kyu~~"

PLETAKKKK!

"Cho Kyuhyun! Apa yang sedang kau lakukan! Tutup mulutmu sekarang juga!" Mrs. Mong yang sudah naik pitam langsung memukulkan penggaris kayu-nya ke atas meja. Berharap yang dipanggil segera tersadar dan kembali mengikuti pelajarannya.

Namun yang di dapatinya masih hal yang sama. Kyuhyun dengan kurang ajarnya justru masih asyik bertopang dagu dengan mulut terbuka lebar dan mata yang menerawang ke atas. Sama sekali tak terganggu dengan kicauannya sedari tadi. Pemuda itu sepertinya tengah melamunkan sesuatu yang indah hingga sikutan dari teman sebangkunya juga tak bisa menyadarkannya dari ancaman bahaya yang kini mulai mengintai.

"CHO KYUHYUN! HAPUS AIR LIUR MU ITU SEKARANG JUGA! APA KAU TAK LIHAT MEJA MU SUDAH BASAH DENGAN TETESAN AIR LIURMU ITU HAH?!"

Mrs. Mong kembali berteriak namun Kyuhyun masih tak juga sadar dan malah terkekeh kecil dengan mulut masih terbuka lebar lengkap dengan air liur yang masih terus keluar dan kepala sedikit mendongak.

"KELUAR SEKARANG JUGA ANAK NAKAL!"

.

.

30 Menit kemudian...

Beberapa murid yang sedang mengikuti pelajaran olah raga diam-diam asyik tertawa menyaksikan pangeran sekolah mereka yang biasanya tampil cool kini harus rela berpanas-panasan dengan posisi satu kaki terangkat dan kedua tangan yang menyilang. Masing-masing menjewer telinga. jika dilihat, sungguh miris sekali, hahahaha~

"Guru sialan! Kenapa aku harus dihukum begini eoh?! Aissshhhh siaaaalll!" Umpatan yang sama kembali mereka dengar meski hanya berupa lirihan.

Kyuhyun- sang pemuda yang tengah di hukum kembali menggeram. Batinnya merutuki guru biologinya yang dengan seenak udel memberikan hukuman memalukan ini hingga jam pulang sekolah nanti- terhitung tiga jam ke depan. Padahal tadi ia sedang asyik-asyiknya membayangkan adegan demi adegan panas yang akan ia lakukan bersama Sungmin sang princess yeoppo.

"Kalau begini bagaimana bisa aku memperaktekan rencana itu pada nae princess saat jam ke terakhir nanti eohh?! Padahal aku sudah merencanakan ini semalaman! Ouh jinjja!"

Well... Well.. Well... Sepertinya kau gagal lagi Kyuhyun-ah... hihihihi~~

.

.

.

TBC

.

.

Annyeooooong~ (^.^)/

Queen dateng nihhh! Cukup cepet kan ya updetan kali ini? #kedip2

Ini bagian remaja-nya sesuai permintaan kalian, hohoho. Semoga suka ndee?

Ahhh- chap depan udah last chap lohh~ gak kerasa yaa? *terharu #lebeee

Makasih buat yang review di chap kemaren... semangat-semangatnya juga. Dan disini Queen sekalian mau ngasih tau, buat yang nanya ff sejuta kali lipat rasa suka. Itu Queen lagi ada problem ma ntu ff, ada yang musti di pikirin sebelum memutuskan update. Jadi mohon sabar~~

Dan yang nanya kapan ff King of my heart dilanjutin (gak nyangka masih ada yang nunggu, hiks) sama seperti yang Queen bilang sama salah satu temen, ff itu rencananya akan Queen hapus dan di re-publish dengan perbaikan disana-sini. Maklum, banyak typo(s)nya. Tapi untuk waktunya gak tau kapan... kekeke~ kan baru rencana^^

Udah ah, kebanyakan note gini jadi malu, hahaha. Sampai ketemu lagi chingudeul~~ Eonnideul~~ Saengdeul~~~

Jangan lupa review loh yaaaaaaa #maksa #enggak ding

Annyeoooonggggg~~~~~