"Wajah asli apa? Aku tidak paham maksud kalian" jawab Jellal menyengir. Ekspresi yang paling dibenci Gray ketika melakukan interogasi, dia pikir mereka main-main apa? Sekali lagi, tamparan telak meninggalkan bekas merah di pipi
"Maksudku adalah … tunjukkan sifat aslimu yang sebenarnya, dasar iblis!" bentak Gray menekan intonasi demi intonasi, di telinga Jellal bagai terdengar seriosa bernada intimidasi. Aw … mengerikan, ia tertawa dalam hati
"Iblis katamu? Aku manusia biasa, tidak punya kekuatan, menguasai sihir atau sejenisnya"
"Sial … semua ini hanya buang-buang waktu saja. Hoi Gray, biarkan aku memberi pelajaran. Kalau tidak, kita hajar saja sampai dia mengeluarkan kekuatan iblisnya!" saran si salam antusias. Jellal mengidikkan bahu tak paham. Bersikukuh mempertahankan pernyataan tersebut
"Baiklah. Jika tidak mau bicara, biarkan rasa takut yang membuka mulut kotormu!"
Tali tambangnya terlepas akibat longgar, Jellal memanfaatkan kesempatan itu dengan balas menghajar wajah Gray, menyibak kaki cepat di permukaan lantai yang bertambah lapuk. Natsu hilang keseimbangan dan terjatuh, berusaha menarik kaki si biru namun jari-jemarinya keburu diinjak hingga terasa patah. Sesaat keberadaan 'mata empat' dilupakan, tapi dia tau bocah bernama Loke Leo bersembunyi di balik bayang.
"Regulus impact!" pukulan yang mustahil dihindari. Menilik berbagai kesempatan di sekitar, Jellal menggunakan telekinesis untuk menggerakkan garpu tanah menggores punggung Loke, ditambah sedikit kutukan di ketiga ujungnya dan …
SRAKKKK!
Buliran darah terpercik bebas di udara, mengotori seragam Jellal yang kini berubah warna. Gray terhenyak di tempat. Natsu melongo kagum menyaksikan kekuatan tersebut. Mereka berhenti menyerang, senjata-senjata yang digunakan dibuang ke sembarang arah. Justru sebaliknya, malah diserang tahanan sendiri hingga seorang rekan terluka parah. Bersyukurlah hanya goresan kecil, tidak terlalu dalam.
"Tadi aku melihatnya. Kau mempunyai kutukan" berwarna merah kehitam-hitaman. Ujung garpu tanah sampai bengkok ke atas tidak kuat menahan. Jellal mengangguk pelan, dia kehabisan komentar selain 'tamatlah riwayatku'
"Jadi semacam ras terkutuk? Bukankah bahaya jika dibiarkan berkeliaran?"
"Menurutku dia dipinjami kekuatan oleh arwah. Ingat perkataan Pak Jura, mereka sudah punah!" 'pukulan' keras bagi lelaki salam yang melupakan pelajarannya, atau sebutlah Natsu Dragneel
"Sebenarnya apa mau kalian? Sebentar lagi pelajaran dimulai" masih sempat-sempatnya memikirkan sekolah. Jellal merasa gila setelah nyaris mati dan dihajar massal seperti dulu. Batas mati dan hidup pun tak menyentuh seinchi
"Maaf. Kami membawamu ke dunia pararel, di sini tidak perlu takut dihukum" jelas Natsu menunjuk-nunjuk papan kayu di belakangnya. Katakanlah mereka sekumpulan manusia sinting aneh bin ajaib
"Benar juga. Panggilah Lucy sekarang" tanpa perlu disuruh, hantu pirang itu muncul dengan wajah ketakutan. Jellal memintanya agar bersembunyi di belakang pohon apel, tapi dia melanggar dan menembus masuk ke gudang
"Ada apa, Gray?" senyumnya terukir manis. Semanis buah apel merah yang Jellal makan minggu lalu. Pertemuan ini merupakan pertama kali setelah mereka berpisah. Setahun menunggu lunas terbayarkan sekarang
"Belakangan ini kamu membuntuti Jellal. Apa kau meminjamkan suatu kekuatan? Membuat kontrak? Merasukinya?" apa bijak kalau jujur? Lucy menggeleng pelan, bingung. Salahkanlah Erza karena menyebabkan masalah semakin kusut
WHUSSHHH …!
Kretek … kretek …
KRAK!
Angin berhembus kencang memenuhi seisi ruangan, warna hitam yang menyebabkan mereka berlima terserang sesak nafas. Erza muncul dengan seringai kecil di wajah, sambil terkikik-kikik ala kuntilanak bahagia. Gray langsung mengerti keseluruhannya, bahwa Jellal dikontrak oleh iblis scarlet sesosok buronan kelas atas. Keadaan Loke semakin memprihatikan, bermandi keringat dingin di sekujur tubuh juga luka yang dipaksa menutup.
"Selamat siang atau mungkin malam? Ya, siapa peduli! Kuucapkan halo padamu, Fullbuster bajingan. Jadi, kau anaknya Silver yang kubunuh lima tahun lalu?" Erza mempunyai banyak urusan di dunia manusia, terutama menyangkut kasus pembunugan
"Memang benar, sudah puas memastikannya? Kenapa kau memilih Jellal? Padahal dia anak pemburu hantu terkenal"
"Kami saling mencintai, paham? Suatu hari nanti, akan kukenakan gaun pengantin yang sangat … cantik, lalu kita mengadakan pernikahan romantis di pantai selatan sana" penuh percaya diri Erza mengatakannya, sementara Jellal menepuk jidat heran
"Omonganmu melantur! Kita baru mengenal dua hari dan kau berkata begitu? Lucu sekali"
"Tidak masalah selama aku mengikatmu. Itu hanya salah satunya, alasan lain cari tau sendiri. Bagiku Jellal manusia yang berbeda, dia spesial kau tau?"
"Saat tinggal di rumah hantu, banyak yang berkata kalau Jellal anak baik, sering membantu melakukan beberapa pekerjaan dan memetik buah berry di semak-semak. Aku tidak ikutan, hanya memperhatikan dari dekat, kemudian diusir gara-gara berulah"
"Sayang aku tidak tertarik dengan kebaikan. Bakatnya spesial melampaui jenius, dan ya … sekaligus kuperalat untuk memecahkan kasus pembunuhan sepuluh tahun silam. Sekali melempar batu dua burung kena"
"Rumah hantu? Sekarang ada di mana?"
"Banyak kok di wahana bermain. Pertanyaanmu aneh hahaha …" ejek Erza terpingkal-pingkal. Menepuk bahu Gray remeh sembari melayang-layang di udara. Dia sedang serius dan dipermainkan iblis, benar-benar menjengkelkan
"Rumahnya dibongkar. Ayahku membawa mereka reinkarnasi ke surga" meskipun musuh, Jellal berbaik hati memberitau sebagai balasan cuma-cuma. Lagi pula tidak penting, Gray mau apa jika tempat yang dipertanyakan lenyap?
"Aku masih penasaran kenapa kamu mencintai Jellal" celetukan Natsu membuat mereka terdiam. Jelas bukan dia bermain-main? Batin si biru mengacak rambut frustasi. Kisah cintanya mengerikan dan pilu, menyukai hantu pirang kemudian dicintai iblis scarlet
"Cerita klasik, tidak seru kalau diberitau sekarang. Omong-omong nona pisang, kenapa kau malah melamun di samping Jellal? Cepat katakan pada Gray, pergilah dan berhenti ganggu kami"
Dapat dibilang, perjuangan Jellal berbuah manis di akhir bulan ini. Lucy mendekati Gray yang termangu, dia ingat siapa wanita di hadapannya, gadis tercantik juga ketua kelas budiman. Benar kata orang-orang, manusia baik lebih cepat dipanggil daripada si pendosa berat. Tewas mengenaskan akibat ditabrak mobil, peristiwa lalu yang membawa ingatannya pada kenangan terburuk. Mereka saling memandang satu sama lain, dalam lingkup diam.
"G-Gray … satu tahun lalu aku menyukaimu setelah 'pertengkaran' itu dihentikan. Walau dimarahi kepala sekolah, guru dan dicap berandal, di … di mataku kau tetap keren! Terima kasih atas semuanya …." untuk pertama kali sepanjang mereka mengenal. Jellal menyaksikan Lucy menangis haru
"Beterima kasih? Aku tidak membutuhkannya"
"Hoi Gray ucapanmu kasar tau! Kalau Loke bangun, dia pasti menggunakan regulus impact guna meminju wajahmu. Sudahlah kau tinggal menerimanya" pembelaan Natsu mewakili keinginan Jellal yang berniat melawan. Tak sedikitpun Lucy berani memandang ke depan
"Ya, ya. Aku menghargai perasaanmu. Bereinkarnasilah sebelum kau berubah menjadi iblis" tak terjadi apa-apa. Seperti semula Lucy masih berwujud hantu, memainkan jari-jemari gelisah membuat Erza geram bukan main
"Hah … kau mengotot ingin memiliki Jellal ya? Baiklah, biar kuselesaikan sekali tebas!" sebilah pedang Erza panggil dari dimensi lain. Siap menyerang Lucy yang bergidik ketakutan, jika anak itu terlambat bertindak sedetik saja
"Mana boleh begitu? Lucy katakan sejujurnya. Apa lagi yang kamu mau? Aku menyukaimu meski kau hidup demi Gray" pucuk pirang tersebut menggeleng lemah. Ia melepas pegangan dari Jellal, balik menghadap ke arah pemuda bersurai raven
"Asal kau tau, aku tidak bisa menerima pernyataan munafik semacam itu. Gray, meskipun terjebak dalam wujud hantu hatiku masih manusia, justru mampu mendeteksi kebohongan! Selama empat tahun, akan kubuat kamu mencintaiku atau sampai diucapkan dengan tulus"
"Memuakkan sekali! Terserah kau saja"
"Tapi keberadaanmu sudah diketahui Siegrain. Kenapa tidak pergi jauh-jauh dah memulai hidup baru bersama Gray?"
"Mulai sekarang aku berhenti mengikuti Jellal. Maaf telah merepotkanmu setahun terakhir, dan terima kasih mau menolongku" usulan Erza diterima secara tidak langsung. Kini dialah hantu paling bahagia di dunia
"Bagus, begini baru benar! Untuk merayakannya ayo pulang dan kita bermain di ranjang, oke?" tidak … tidak! Jellal berniat menolak mentah-mentah saran itu. Baru berumur empat belas dan keperjakaan diambil oleh iblis scarlet? Memalukan … dia harus bilang apa ke istri di masa depan?
"Tunggu sebentar! Jellal, kumohon bergabunglah dengan organisasi ghost buster. Kami sekadar mengtes kemampuanmu, bahkan kau lebih dari pantas untuk diterima"
"Kenapa aku mesti bergabung? Siapa juga yang tertarik dengan pekerjaan itu?"
Mengambil dua langkah besar, Gray memojokkan Jellal yang tertahan di papan kayu. Ia membisikkan sesuatu, sebuah perjanjian berupa iming-iming menggiurkan mengenai seseorang. Dunia pararel tempat mereka berpijak menghilang, bersamaan dengan bel pulang dan langkah kaki serentak. Beda jenis maka beda waktu, semua berjalan lebih cepat di sana, pagi menjadi siang dan siang berubah malam dalam sekali mata berkedip.
"Sebagai gantinya. Aku akan memberitau rahasia besar tentang paman Siegrain. Namun ketahuilah, bayaran ini terlalu mahal dan kau wajib mengabdi pada organisasi, boss Zeref"
"Rahasia …? Memang Gray tau apa mengenai ayah?"
"Berhati-hatilah siapa tau jebakan. Zeref merupakan sosok paling ditakuti para pemburu hantu. Bisa saja dia berniat membunuhmu cepat atau lambat" kali ini Erza tidak menghasut. Pengalamannya sendiri pernah melawan lelaki berjulukan 'iblis hitam'
"Kita tidak akan tau sampai tiba saatnya. Ternyata Lucy serius meninggalkanku"
"Khukhukhu … bermain hingga malam pun tidak mungkin kena marah! Oh iya, kau mau tantangan?"
Mengernyitkan dahi bingung. Jellal berhenti dan menatap Erza lekat-lekat, penasaran.
Bersambung …
Balasan review :
Fic of Delusion : Hah emang bisa gitu ya? /baliknanya. Enggak kok bukan, tuh udah kejawab. Thx ya udah review.
(namanya susah amat bang) : Ya untuk itu liat nanti aja, karena posisi Gray sebenarnya belum jelas di sini, begitupun Natsu dan Loke hahaha. Thx ya udah review.
Frwt : Itu Jellal yang ngomong (lupa tambahin deskripsi). Ya maaf update-nya malah lama, tapi untuk selanjutnya bakal cepet kok.
