"Siapa yang butuh ucapan selamat datang darimu?!" Erza muncul berluap amarah. Menyerang brutal Zeref membuat serangannya mudah dibaca. Iblis scarlet itu memilih keputusan bodoh. Jellal berteriak kencang berusaha menghentikan
"Jangan gegabah Erza! Aku tidak tau kau punya dendam atau apa, tetapi tindakanmu kelewatan!" sekarang mereka rekan. Lebih baik bermaaf-maafan daripada memulai permusuhan. Apa lagi Gray mulai habis kesabaran
"Dengarkan Jellal, iblis sialan! Kau mencintainya, kan? Lihat, sekarang dia sekarat!"
"Baiklah, baiklah. Hari ini kau menang, Zeref! Kita lanjutkan kapan-kapan"
Akhirnya Erza menurut dan balik ke sisi Jellal. Zeref memulai pidato pembukaan, bersuka cita menyambut anggota baru, yakni anak kandung Siegrain Fernandes, pemburu hantu nomor satu di Magnolia. Organisasi kecil mereka kedapatan durian runtuh. Jelas, ini merupakan batu loncatan terbaik untuk maju. Meski hanya beranggotakan empat orang, tetap tak bisa diremehkan. Umur bukanlah perkara, melainkan bakat.
"Perkenalkanlah dirimu"
"O-oh… Namaku Jellal Fernandes. Kelas 9C. Salam kenal" entah harus mengatakan apa. Ia memilih bungkam daripada salah berkata. Salah sendiri kenapa pemimpin mereka punya aura menyeramkan
"Kalian tidak perlu mengenal siapa aku. Sudah selesai, kan? Ayo bertarung lagi"
"Erza Scarlet iblis kelas S. Buronan tingkat atas yang membunuh ribuan hantu dan memakannya. Kau terkuat nomor satu lima tahun berturut-turut" jelas Zeref kalem. Memang identitasnya tidak lagi rahasia, kenapa dia harus marah?
"Dasar ember bocor! Kau mengajak Jellal supaya menangkapku menjadi mudah, hah?!"
"Jangan berprasangka buruk. Dulu kita musuh, bagaimana kalau sekarang berteman? Sebagai gantinya kau bisa melahap hantu sebanyak apapun. Dengan begitu…. Tujuanmu menjadi ratu neraka tercapai" gelar macam apa itu? Seumur hidup Jellal baru mengetahuinya
"Lalu, Jellal jadi raja iblis? Kami memimpin neraka dan hidup bahagia selamanya?!" pilihan terburuk yang ia sumpahi tidak akan pernah diambil. Zeref mengangguk sambil tersenyum, menyebabkan Erza melayang kegirangan di udara
"Di akhir aku tinggal membunuhmu. Kisah yang indah seperti Cinderella" mereka menikah bukan hidup bersama di neraka, batin Jellal menepuk jidat heran. Pola pikir iblis benar-benar mengerikan
"Rahasianya! Beritau aku!"
"Ayahmu, paman Siegrain, pernah mencintai Erza. Hanya itu yang kuketahui"
Apa ini yang dinamakan takdir turun-temurun? Pucuk scarletnya mengangguk cepat, meski setelah itu dia tidak banyak komentar. Natsu dan Loke sampai tercengang di tempat, terlebih Jellal tak habis pikir. Zeref menepuk tangan sebanyak tiga kali. Perhatian mereka pun tertuju pada satu titik, yaitu kursi milik sang penguasa. Segulung kertas dilempar sembarang, berisikan permintaan atau lebih tepatnya perintah khusus.
"Misi tersebut spesial untukmu dan Erza. Kalian telah merusak taman terbengkalai di area terlarang. Sekarang hantunya mengamuk dan meneror seisi kota. Gray akan membantu. Loke dan Natsu mengawasi"
"Tantanganmu tidak lucu. Siapa sangka hantunya sampai marah besar. Ayo pergi sebelum ketahuan ayahku. Aku masih ingin hidup" di luar malaikat di dalam berhati iblis. Siegrain mengerikan jika menghukum seseorang, tak tanggung-tanggung dibuat sengsara
"Bertemu Siegrain, ya. Berarti aku melakukan reuni? Kau menunggu apa, dasar lambat!"
Mendadak Erza bersemangat, bahkan menyuruh Gray agar cepat-cepat menggunakan teleport. Bagi Jellal kabar ini merupakan buruk. Reuni yang pasti menimbulkan pertarungan akbar. Tak terbayang olehnya jika seluruh Magnolia rata, tinggal tanah gersang tanpa bangunan, atau mungkin dia meninggal dan menjadi arwah penasaran, mengerikan….! Kini seluruh kota diselimuti kabut tipis, entah kenapa bisa atau bagaimana caranya.
"Situasnya gawat ternyata. Kalau tidak ditangkap, hantu pohon akan berubah jadi iblis dan tugas kita bertambah sulit"
"Tinggal melawannya. Lagi pula ada aku! Tenang saja" masih menyombongkan diri di medan pertarungan. Gray mendecih sebal melihat tingkah si iblis scarlet. Jujur, dia kurang ikhlas menjalin kerja sama
"Pemburu hantu dari daerah lain akan kemari cepat atau lambat. Justru kau dalam bahaya!"
"Berhentilah mengobrol selama bertarung!" serangan mendadak tersebut Gray tangkis memakai pedang es. Penjaga pohon menampakkan wujud di hadapan mereka bertiga, dengan sepasang mata berwarna merah menyala akibat marah
"Kalian menghancurkan taman ini kemarin. SEKARANG GANTILAH DENGAN NYAWA!"
"Lucy, tangkis dua serangan dari arah utara dan hindari sisanya!" tak disangka-sangka hantu pirang datang membantu. Jellal terpukau menyaksikan. Sekalipun dia belum pernah melihat perempuan itu bertarung. Memang benar Gray lebih pantas bersamanya
"Hehehe…. Hoi Jellal. Kau cemburu ya? Bantulah mereka. Aku akan menolongmu jika dalam bahaya"
Selain Siegrain misi tersebut sama sekali tidak menarik. Erza duduk santai menonton, sesekali menyoraki Jellal atau memberi komando pada Gray. Dia memperhatikan Lucy intens, mulai dari gaya bertarung, caranya menendang, memukul, menangkis, cukup baik untuk seukuran pemula. Tentu keluarga Fullbuster bukan sembarangan pemburu hantu. Anaknya saja terlatih bak tentara senior. Mengendalikan hantu berumur setahun semudah membalik telapak tangan.
"Aneh. Aku tidak ingat pukulan nona pisang sekuat itu. Gray memberinya makan apa?" terlebih Jellal. Padahal belum diajari menggunakan pedang, tapi mirip professional saja. Erza menyeringai tipis, dia menemukan 'tumbal' yang benar-benar tepat
"Cepat atau lambat kau akan menjadi milikku, Jellal Fernandes" gumam Erza sembari menontoni tarian pedangnya, terkadang ikut menyoraki atau mengeluh bosan. Hantu tingkat rendah saja lama mereka kalahkan, batinnya kesal
"Ya ampun kalian selambat siput! Hoi Jellal, kau tinggal ayunkan pedangmu dan lancarkan serangan. Gunakan kutukanya!"
"Darahku bisa habis jika begitu. Apa tidak ada cara lain? Kata Gray sisa waktunya lima menit lagi!"
"Hahaha… Dasar manusia lemah! Kalau begitu aku akan…."
GRAP!
BRAKKKK!
Terjadi tabrakan beruntun antar iblis dan hantu tersebut. Seseorang yang menendangnya, pemburu terkuat se-Magnolia atau Siegrain Fernandes. Tentu Jellal terkejut, ayah datang lebih cepat melebihi perkiraan mereka bertiga. Erza menyeka darah hitam di ujung mulut, balas menyerang dengan brutal seperti melawan Zeref di markas. Terlalu gegabah dan mudah dibaca. Jangan bilang pola serang si iblis scarlet memang begitu.
"Hentikan… Erza…! Uhuk… Uhuk….!" lagi-lagi begini. Mungkin termasuk 'bayaran' kontrak. Seharusnya tidak separah itu. Andai kata ia tak sembarangan menggadaikan jiwa Jellal. Dapat dibilang, perasaan dan fisik mereka terhubung sekarang
"Jellal kau baik-baik saja? Jawab ayah!" anak semata wayangnya sekarat. Tanda iluminati tersebut bersinar kemerahan, entah menyiratkan kode apa. Di saat mereka lemah-lah, Erza memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin
"Balasan untuk yang tadi, Siegrain!"
BRAKKKK!
"Apa yang kau lakukan terhadap anakku?"
"Kami hanya menjalin kontrak. Aneh sekali, kau yakin baru sadar sekarang? Lihat tanda di punggung tangannya. Itu merupakan bukti yang sah" terdengar bangga Erza pamer di hadapan Siegrain. Menyebabkan urat kemarahannya nampak jelas di pelipis
"Keterlaluan…. Jangan sembarangan melibatkan anakku!"
"Santai, santai! Anakmu berbakat kok. Dia bisa mengendalikanku walau sekarat. Ayo lanjutkan pertarungan kita yang sempat tertunda di neraka dulu" gila. Absurd! Manusia pernah ke sana? Gray tercengang mendengarnya
"Tu-tunggu sebentar! Sekarang ayahku kau kemanakan?!"
"Jelas mengirimnya ke neraka. Kemarin aku mampir untuk jalan-jalan. Silver bekerja sangat keras hingga tersisa tulang saja, hahaha…." berita kematian itu palsu. Kini Gray tau beliau terjebak di tempat tersebut, sengsara
"Itu tidak lucu sialan! MAKANYA AKU ENGGAN BEKERJA SAMA DENGANMU, KAU… KAU MENJUAL SELURUH ANGGOTA KELUARGAKU KE NERAKA!"
"Mulutmu berisik sekali, bocah. Jellal, jadikanlah tubuhku senjata untuk membunuh ayah tidak bergunamu, apa pun itu" mati-matian ia menolak, semakin terluka pula fisik dan batinnya ditekan Erza. Dia bukan iblis yang biasa usil. Dia…. PEMBUNUH!
KRAK… KRAK….!
Tanah tempat mereka berpijak bergoyang hebat. Lima menit habis dan sesuai dugaan, hantu pohon berubah wujud menjadi iblis. Erza yang berniat menyerang pun terpaksa menghindar, dikarenakan Jellal sekarat sekaligus anemia. Begitupun Lucy, tenaganya sudah habis untuk bertarung. Tersisa tiga orang, meski si iblis tak lagi berniat melawan. Sepasang iris hitam itu menatap tajam ke Siegrain. Reuni mereka… pertarungan… semua hancur.
"Mau tidak mau aku harus memanggilnya. Mirajane jawab panggilanku!"
"Mi-Mirajane katamu?" suara Jellal terputus-putus. Hazzle yang membulat sempurna mendapati sesosok gadis remaja bersurai silver. Nafasnya tambah tersengal-sengal entah karena apa
"Siapa yang memanggilku barusan, hah?"
Bersambung….
Balasan review :
Fic of Delusion : Sayangnya bukan ulah Zeref, dia belum melakukan apa-apa di sini. Ok thx ya udah review, dua atau tiga hari ke depan akan update lagi kok.
