Tsundere
(Side Story)
Warning: AU!, Kemungkinan terdapat typo yang terlewat dan OOC
Disclaimer: Shingeki no Kyojin milik Isayama Hajime
'Cerita ini dibuat hanya untuk menyalurkan imajinasi semata.'
Enjoy
.
Eren melamun.
Jean barusan bilang, dari satu sampai sepuluh, tingkat sayangnya pada Eren sudah mencapai angka sepuluh. Tapi tiap kali bertemu, tak ada tuh sekali pun memberi perhatian. Boro-boro menanyakan Eren sudah makan atau belum, begitu bertatap muka, Jean langsung sesumbar mengajak perang.
Ejekannya pedas, kadang juga sampai main tangan.
Jadi bagian mana yang menunjukan rasa sayang?
Lihat saja, ambil contoh Connie dan Sasha. Panggilan pakai nama kesayangan, makan di kantin selalu berduaan, pulang bergandengan tangan. Mesra, membuat iri yang melihat.
Itu.
Itu yang disebut saling sayang. Kalau Eren dan Jean, keseringan tonjok-tonjokan, maki-makian, serang-serangan—mesra bukan, musuhan iya.
Mana rasa sayangmu Jean?!
Sepuluh? Yakin bukan satu? Atau tiga lah menurut Eren.
Satu-satunya hal manis yang menunjukan rasa sayang Jean pada Eren hanyalah fakta bahwa meski brengsek, Jean selalu rela menunggu Eren selesai ekskul basket demi pulang berdua.
Tanpa pegangan tangan, hanya jalan bersisian.
Itu. Cuma itu.
...Ada satu lagi sih.
Jean akan mentraktirnya makan kalau Eren sedang tidak ada uang. Atau mencatatkan materi pembelajaran untuk Eren sewaku ia tidak masuk sekolah. Menemaninya ke toko buku. Rela kehujanan demi Eren. Mau menginap saat Eren sendirian di rumah. Memasakkan makanan kesukaannya saat Eren sedang enggan makan.
Juga.
Ejekan Jean kadang membuat Eren melupakan masalahnya.
Pukulan Jean jujur saja sebenarnya tidak terlalu sakit.
...Bukan. Ini bukan lagi tiga.
Tapi benar sepuluh.
Eren merona.
Dari satu sampai sepuluh, tingkat sayang Eren pada Jean juga sudah mencapai angka sepuluh.
Dan status Jean naik menjadi pacar.
.
Tamat
.
Terima kasih sudah mau membaca fic ini dan maaf jika ceritanya mengecewakan *bows*
Anggap saja ini adegan waktu Connie tidak sengaja melihat Jean nembak Eren.
Sekian dari saya, Rakshapurwa undur diri.
