Byul

Cast : Luhan , Oh Sehun

Rating : T+

Genre : Family, drama, romance, lit bit sad

WARNING!

BoyxBoy , BL , YAOI, M-PREG, TYPO, GAJE, CERITA BOSENIN

Summary:

Setelah luhan pulang bekerja ia mendapati seseorang jiplakannya berada di depan pintu.

ZzzxHan

.

.

.

Luhan masih tidak percaya dengan apa yang di depannya, seorang anak lelaki yang umurnya sekitar 11 tahun yang menangis sambil memeluknya dengan erat dan yang paling membingungkan ia memanggil eomma.

"Eomma... huks.. huks," suara yang terdengar sangat menyakitkan, anak itu masih enggan untuk melepaskan pelukannya. Luhan pun membalas pelukannya dan mengelus rambut anak tersebut.

"Hey.. siapa yang kau sebut eomma heum?" Akhirnya anak itu melepaskan pelukkannya dan melihat ke arah luhan, luhan pun menanyakan kepada anak tersebut. Luhan merasakan bajunya di erat kuat oleh anak tersebut. "Yasudah, kalau begitu ayo masuk." Ajak luhan.

.

.

.

Sekarang mereka berdua sudah berada di meja makan, luhan tersenyum melihat anak itu makan dengan lahap. "Apa masakanku enak?" Luhan bertanya sambil mengisi air di gelas yang kosong. "Eum! Sangat enak!" Anak itu tersenyum.

Setelah selesai memakan dan mencuci piring, luhan langsung pergi ke ruang tv dan duduk di sebelah anak itu.

"Jadi.. siapa namamu?" Luhan bertanya kepada anak itu, "Namaku Sehan," jawab sehan.

"Eum.. tadi siapa yang kau sebut eomma, sehan?" Luhan mengelus rambut sehan dengan sayang.

"Kau adalah eommaku, sehan sangat rindu pada eomma." Sehan memeluk luhan kembali sambil memejamkan matanya.

Sekarang luhan menjadi cengo, ia sangat tidak percaya dengan perkataan sehan tadi, bahwa ia adalah eomma nya? EOMMA?! Bagaimana bisa? Ia kan pria, apa dulu ia telah menghamili wanita? Tapi bila aku menghamili wanita, ia harusnya memanggilku dengan sebutan appa bukannya eomma. Dan juga kapan ia mengandung sehan?! Ia tidak pernah merasa mengandung sehan. Pikir luhan , ia masih bingung dengan semua ini.

"Sehan sayang , aku ini pria. Mungkin kau salah orang." Ujar luhan sambil menggigit bibirnya, "Kau tidak salah eomma, aku membawa test DNA kita berdua. Shin ahjumma yang memberikan keterangan DNA," ujar sehan , dan mengambil surat DNA yang ada di tasnya. Lalu di beriksn kepada luhan.

Keterangan test DNA 99%

Mata luhan membulat dengan sempurnya, ia tidak percaya dengan hasil test itu. Tetapi lama kelamaan, ia sudah tenang. Luhan tersenyum lembut kepada sehan, "Sehan, ini sudah malam. Ayo tidur dengan... eum... eomma." Awalnya luhan ragu untuk mengucapkan bahwa ia adalah ibu kandung sehan, tetapi ini yang telah di berikan oleh tuhan. Maka ia akan menjaga sehan dengan kasih sayang.

Sehan sangat senang, akhirnya ia sudah bertemu ibunya lagi. Mereka berdua masuk ke kamar luhan , saat sudah di ranjang sehan menatap luhan dengan wajah yang sulit di artikan. "Eomma, apa aku boleh memelukmu?" Sehan berbicara dengan suara yang kecil, tetapi luhan masih bisa mendengar apa yang sehan katakam. "Tentu boleh sayang," ujar luhan lembut, lalu memeluk sehan agar ia tertidur dan tak lupa untuk mengusap rambut sehan yang sudah menjadi hobi luhan saat ini. Mata sehan sudah terpejam, "Jaljayo sehannie.." Luhan mencium kening sehan, dan ia pun ikut tertidur.

.

.

.

Sehun sudah berada di apartemennya, ia sangat lelah hari ini. Eommanya selalu menelfonnya seperti akan meneror dirinya, kadang sehun bingung mengapa eommanya memaksa untuk bertunangan dengan seseorang yang sudah mempunyai kekasih.

Drrt.. drrt..

'Pemaksa Jodoh is calling'

Melihat siapa yang menelfon ia tidak menjawabnya. Pemaksa Jodoh itu adalah eommanya, ia sudah lelah karena dipaksa mencari pendamping hidupnya kelak. Sehun menonaktifkan ponselnya agar ibunya tidak menelfonnya lagi.

"Ck, menambah pekerjaan saja." Gumam sehun yang sudah mengantuk, ia pun akhirnya tertidur masih menggunakan kemeja kantornya.

.

.

.

Pagi pun tiba , luhan sudah berada di dapurnya untuk membuat sarapan. Ia tidak lupa untuk membangunkan sehan. Luhan membuka pintu kamarnya dan mulai membagunkan sehan. "Sehan.. ayo bangun, eomma sudah membuatkan sarapan." Luhan menepuk pipi sehan, akhirnya sehan pun terbangun. "Eungh.. eomma!" Sehan yang tadi malas dan masih mengantuk kini terlihat semangat karena melihat luhan, ia tidak ingin kehilangan luhan lagi. "Kajja," ucap luhan.

Mereka sudah duduk di meja makan untuk memakan sarapannya, sehan juga sudah mandi dan memakai seragam sekolahnya. Sehan adalah murid junior high school kelas satu, ia mendapatkan kelas akselerasi jadi ia sudah di bangku jhs saat umur 11tahun.

.

.

.

Setelah mengantar sehan ke sekolahnya, Luhan langsung pergi ke sekolah tempat ia mengajar. Ia memarkirkan mobilnya, saat ia akan masuk ke dalam kelas seorang guru memdatanginya.

"Hai Lu, kau mendapatkan surat dari kantor kepala sekolah. Hari ini kau diberikan tugas ke daerah busan," kyungsoo memberikkan surat itu kepada luhan, ia adalah guru yang mengajar di sekolahan sekaligus sahabat luhan. "Terima kasih kyung, aku pergi ke ruang kepala sekolah dulu. Bye!" Ujar luhan sambil menerima surat yang di berikan kyunsoo tadi.

Luhan sudah berada di ruang kepala sekolah. Setelah ia mengetuk pintu, ia masuk untuk menanyakan tugasnya.

"Luhan ssaem, hari ini kau akan mendapatkan tugas untuk pertukaran guru selama tiga hari. Di Hyukjin senior high School, tepatnya di daerah busan." Ujar kepala sekolah, luhan mengangguk tandanya mengerti. "Kapan saya akan berangkat ke sana?" Tanya luhan, "Hari ini juga dan satu jam lagi akan berangkat," jawab kepala sekolah.

"Tapi.. gyojang seonsaengnim, barang-barang dan rumah saya belum di bereskan. Bolehkan saya pulang sebentar saja?" Luhan memohon keada kepala sekolah.

"Maaf Luhan ssaem, tetapi satu jam lagi kita akan berangkat." Kepala sekolah ingin membolehkan luhan pulang dulu, tetapi satu jam lagi akan berangkat. "Tolonglah.. ponakanku berada di rumah sendirian. Ia masih kecil," luhan terpaksa berbohong padahal sehan bukan ponakan melainkan anak kandungnya, ia memohon kepada kepala sekolah, akhirnya ia di bolehkan untuk pulang dulu.

.

.

.

Luhan sudah berada di rumah, ia segera memasukkan makanan yang ia beli ke dalam lemari pendingin agar saat sehan pulang ada makanan untuk sehan. Luhan memasukkan baju-bajunya untuk dibawa ke busan, sebenarnya ia tidak tega meninggalkan sehan di rumah sendirian. Bila sekarang sehan sudah pulang sekarang, ia akan membawa sehan untuk pergi ke busan.

"Hati-hati di rumah sehannie.." gumam luhan sambil melihat rumahnya, ia tidak lupa untuk mengunci pintu. Tadi malam luhan sudah memberikan sehan kunci cadangan, jadi ia sudah tenang walaupun sedikit.

.

.

.

Sudah pukul dua siang, sehan sudah kembali ke rumah. Ia mencari keberadaan luhan, namun nihil. Hanya ada sebuah note dan beberapa camilan di meja makan.

Sehannie.. eomma di berikan tugas kepada kepala sekolah untuk menjadi pertukaran guru selama tiga hari di gangnam, jadii eomma tidak pulang hari ini sampai tiga hari ke depan. Di lemari pendingin terdapat makanan beku, kau hanya perlu memanaskan saja. Makan juga camilan yang ada di meja, ne? Jaga dirimu baik-baik. Bila ada apa-apa kau telfon nomor eomma, ne! Eomma menyayangimu. Saranghae

-Luhan Eomma-

Sehan tersenyum melihat isi pesan luhan, mungkin luhan sudah membiasakan keberadaan dirinya. Walaupun ia baru sehari menemui luhan lagi.

"Nado saranghae, eomma." Sehan tersenyum sambil memegang kalungnya, perlahan ia buka kalungnya dan terdapat foto luhan.

.

.

.

Sesampainya di busan, sekolah sudah menyiapkan tempat tidur di sebuah hotel mewah dan terkenal. Luhan sudah masuk ke kamar hotel nomor 12, luhan sekamar dengan Kyungsoo dan baekhyun yang notebennya sahabat luhan. Mereka langsung istirahat sesampainya dari seoul, kamar ini memiliki tiga ranjang yang empuk dan desain interiornya juga sangat bagus.

Tiba-tiba ponsel luhan bergetar, rupanya sehan yang menelfon. Apakah sehan rindu padanya, eoh?

"Yeoboseo.. eomma!"

"Ne.. ada apa sehan?"

"Sehan merindukan eomma.."

"Eum nado.. kau sudah makan?"

"Sudah, apa eomma sudah sampai?"

"Sudah sampai, sekarang sudah berada di hotel. Kalau begitu sehan belajar, ne! Jangan terlarut tidurnya. Saranghae.."

"Kalau begitu eomma istirahatlah, aku sedang belajar. Eomma jangan lupa istirahat dan makan. Byee!"

"Ne.. bye!"

Setelah luhan menutup panggilannya, ia masuk ke dalam kamar dan ingin beristirahat. Ia sangat pegal karena perjalanan yang cukup jauh.

.

.

.

Luhan tiba-tiba terbangun karena merasa haus dan lapar, ia baru menyadari bila saat sampai hotel ia langsung tertidur dan tidak makan. Luhan melihat baekhyun dan kyungsoo yang sudah tertidur sangat pulas. Akhirnya luhan keluar untuk mencari makanan, tak lupa untuk membawa dompet dan ponselnya.

CKLEK

Luhan sudah keluar dari kamar, ia berjalan mencari restoran di hotel. Ia melihat seorang pria menggunakan setelan jas berwarna biru tua. Luhan menuju pria itu, "Tuan, apa kau tau dimana restoran?" Luhan bertanya kepada pria tersebut. "Di dekat ballroom," ujar pria itu cuek.

Luhan tidak menanggapi ucapan pria itu, ia malah melihat sesuatu yang berada di pergelangan tangan pria itu. Sangat tidak asing bagi luhan, seperti-

"Yak! Kau mencuri cartierku?!" Tiba-tiba luhan meneriaki pria itu, tanpa sengaja luhan memegang tangan pria itu dan menatapnya sebal. "Apa maksudmu?!" Pria itu menatap luhan dengan tajam, luhan sedikit takut tetapi ia harus mengambil cartiernya kembali.

"Kau mencuri cartierku! Kembalikan!" Luhan mengotot, ia menarik-narik tangan pria tersebut. "Siapa yang kau sebut pencuri, hah?!" Pria itu meninggikan suaranya.

"Aku ingin lihat cartiernya!" Luhan memerintah pria itu, akhirnya pria itu melepaskan cartier nya.

"Kau lihat! Ini ada namaku di dalam cartier ini!" Pria itu memberitahukan kepada luhan dengan wajah yang sangat jengkel. Luhan yang masih tidak percaya, ia mengambil cartier itu dan dilihat dengan seksama.

·Sehun·

Mata luhan melebar, ia menuduh orang mencuri. Mau ditaruh di mana wajahnya?! Luhan sangat malu sekarang.

"See?" Ujar pria itu-sehun- sambil menatap luhan sengit. Akhirnya luhan menciut, ia sangat takut dan malu sekarang.

"Aah.. jwosonghamnida," ujar luhan sambil menunduk, lalu ia membungkuk dan langsung pergi ke kamarnya.

BRAK

Luhan menutup pintu kamarnya dengan keras, untung para sahabatnya tidur sangat pulas. Jadi mereka tidak terbangun.

"Ahh.. aku malu sekali.."luhan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, "Aishh.. aku baru ingat cartierku berada di rumah." Luhan baru ingat bahwa cartiernya tidak terbawa saat pergi ke sini. Luhan sudah berada di ranjang dan menelenggamkan badannya dengan selimut.

.

.

.

Sehun masih kesal dengan kejadian barusan, bagaimana tidak kesal seorang menuduhnya mencuri. Hell ia tidak lihat apa, pakaiannya yang di pakai sangat mewah dan tidak mungkin mencuri. "Cih, dasar bocah." Sehun mendecih pelan, asal kau tahu saja sehun pria yang menuduhmu itu lebih tua darimu.

Ponsel sehun bergetar mendapati pesan masuk, ia buka pesan tersebut bahwa sekretarisnya menyuruhnya besok untuk memberikan selamat datang kepada tamu hotel.

.

.

.

Esoknya para guru sudah berada di tempat makan yang di sediakan oleh hotel. Luhan, baekhyun, dan kyungsoo pergi untuk mengambil makanan. Kedua sahabat luhan sedang membicarakan seseorang yang tampan.

"Kau tahu, bahwa pemilik hotel ini sangat tampan." Ujar baekhyun, "Ahh.. aku tahu, walaupun ia masih sangat muda dan tampan ia sudah mempunyai banyak hotel yang sangat terkenal." Tambah kungsoo, luhan yang tidak tahu apa-apa hanya diam mendengarnya.

"Kau tidak tahu lu?" Tanya baekhyun, luhan hanya menggeleng pelan. "Ya ampun lu, kau ini kemana saja? Tidak tahu pemilik hotel terkenal." Tambah kyungsoo. "Yahh... karna aku tidak suka bergosip seperti kalian," ujar luhan sambil tertawa. Baekhyun dan kyungsio juga ikut tertawa karena mereka sering bergosip.

Saat mereka bertiga sudah duduk di tempat, luhan melihat seseorang berjalan ke arah para guru yang sedang makan. Luhan menunduk dan menutup wajahnya dengan satu tangannya. Masalahnya seorang yang luhan lihat adalah pria yang tadi malam ia tuduh. Kyungsoo yang melihat gelagat aneh dari luhan, "Kau kenapa lu?" Tanya kyungsoo. "Aah.. aku tak apa hehe," jawab luhan sambil menyengir.

"Yak! Itu pemilik hotelnya!" Seru baekhyun tiba-tiba membuat kyungsoo dan luhan kaget. "Benar! Wahh Oh Sehun tampan sekali. Sayangnya jonginku lebih tampan," tambah kyungsoo.

Luhan pun melihat ke arah objek baekhyun dan kyungsoo.

UHUK UHUK

Luhan tersedak makanannya. Bagaimana ia tidak kaget, kalau pemilik hotel ini adalah pria yang tadi malam ia tuduh mencuri.

"Lu kau tak apa?" Ujar kyungsoo, dan di balas anggukkan oleh luhan.

Luhan yang melihat pria itu-sehun- langsung menundukkan wajahnya, saat luhan melihat ke depan ia melihat sehun yang menatapnya dengan tajam.

Aish Bagaimana ini?! Ujar luhan dalam hati.

.

.

.

Tebece~

Yuhuu~ chapter 2 udah apdet. Makasih banyak loh udah follow, fav , review padahal aku bikin ini tuh ga sengaja bhak:v tau-tau lagi bosen ga ada kerjaan eh ga sengaja bikin, trus tak post ehh pas buka ffn lagi pada suka hehee:3

Maaf yaa disini sehun nya belom rada banyak munculnya . , udah tau kan siapa anak kecil yang dateng ke rumah luhan. Disini banyaknya momen luhan ama sehan~

Oh iyaa , MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN Mohon maaf lahir dan batin. Maafin aku yaa kalo punya salah~

Mind to review?;)

Thank you!

xoxo^^