Konnichiwa~

Thanks udh mampir ke chapter kedua ini :3

I hope you enjoyed

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan Dazai pun belum kembali, Atsushi pun mengkhawatirkan Dazai yang belum kembali dari jam 7 pagi itu. Ia pun masih berpikir apa yang harus ia lakukan saat Dazai kembali "apa yang harusku lakukan ya saat dia kembali? Apa aku harus membatalkannya?" pikir Atsushi, lalu ada suara langkah kaki yang datang " ah jangan-jangan itu Dazai-san" lalu suara kaki itu semakin mendekat dan Atsushi pun semakin penasaran siapa yang ada di balik langkah kaki itu. Dia pun mengambil tongkat Baseball yang ada di dalam lemari itu dan bersiap mengayunkannya jika ada penyusup yang datang "cklek" suara pintu yang terbuka, dengan cepat Atsushi mengayunkan tongkat Baseball, tanpa di sangka itu adalah Dazai karena tidak dapat berhenti tongkat Baseball itu mengenai kepala Dazai dan dia pun pingsan."EHHH?! Dazai-san apa kau baik-baik saja?!" ujar Atsushi kaget serta khawatir akan Dazai yang pingsan itu,"Dasar bodoh! Kenapa kau mengayunkan tongkat Baseball itu" ujar Atsushi dalam hatinya,"aku harus membawa Dazai-san masuk sebelum ada yang melihatnya" ujar Atsushi sambil menarik tubuh Dazai ke dalam. Dia pun menarik tubuh Dazai yang lumayan berat itu ke dalam ruangan Yosano dan merebakan Dazai ke salah satu tempat tidur pasien, "uhh apa yang harus ku lakukan ya?" kata Atsushi sambil mencari obat untuk meredakan sakit Dazai itu, lalu Atsushi melihat Dazai dengan kasihan dan mendekat dirinya ke Dazai yang terbaring lemas itu." Apa yang harus ku lakukan Dazai-san?" ujar Atsushi dalam hatinya," uhh? Apakah aku harus?" kata Atsushi yang mendekatkan wajahnya ke Dazai " ahh tidak-tidak aku tidak boleh, aku tidak boleh melakukan itu tanpa sepengetahuan Dazai-san"kata Atsushi yang menjauhi wajah Dazai yang lemas itu,"apa yang harus aku lakukan? Oh aku baru ingat, Yosano-san pernah memberi tahuku ini" ujar Atsushi yang baru saja mengingat tehnik yang di ajarkan Yosano saat ada rekan atau pasien terluka."pertama cek suhu tubuhnya dulu" ujar Atsushi sambil mengambil Termometer suhu badan yang berada di meja itu, Termometer itu menunjukan angka yang normal untuk manusia biasanya, dengan ini Atsushi pun sudah lega,"kedua cek detak jantungnya" ujar Atsushi sambil mendekatkan telinganya ke dada Dazai, " uh?! Detak jantungnya melemah!" kata Atsushi kaget " apa yang harus kulakukan?" ujar Atsushi yang mulai panik, ia pun mengingat apa yang dilakukan Yosano saat jantung pasien melemah "ah aku harus mengambil tabung oksigen!" ujar Atsushi yang bergegas mencari tabung oksigen, namun tabung oksigen itu menunjukan angka nol "ahh sial ken-" lalu Atsushi memberhentikan ucapan itu dan berpikir sesuatu " apa aku harus membuat nafas buatan?" lalu Atsushi pun medekati Dazai, wajah Dazai dan Atsushi pun saling berdekatan dan Atsushi pun siap mebuat nafas buatan, saat dia mengambil nafas dia pun sadar akan hal sesuatu " kalau aku membuat nafas buatan.. berarti ?! "Atsushi pun segera menjauhi wajah Dazai itu, dan dia berkata " apa aku harus menciumnya?" Atsushi pun mengambil keputusan untuk membuat nafas buatan alias menciumnya, akhirnya di pun mendekatkan wajahnya ke Dazai saat siap menciumnya, Dazai pun terbangun dari pingsannya dan berkata " Atsushi apa yang kau lakukan?".

Next story in chapter 3!