NCT drabble! aren't you guys excited? /wht

Karena masa depan NCT dan smrookies masih remang – remang(?), susunan otp saya juga masih remang – remang. Gonta – ganti tergantung mood saya dan tergantung moment fanservice mereka *slapped* Jadi bisa Yuten, Johnsol, Taeten, Taetae(?), JohnTae, Markhyuck *ini apa*, Winkun, Dojae, Jaeten, flexible lah pokoknya. All x all, saya tipe yang bebas(?)

.

Yang mendapat kesempatan muncul di chapter kedua ini adalah pasangannnn... *drum roll* Johnny dan Ten! Karena NCT Life episode 1 masih belum ada moment yang berarti antara Johnny dan Taeil / Hansol, dan karena Johhny – Ten duduk bersebelahan saat di mobil *what*. Next pair review aja *winks*

.

*ralat, Ini adalah ficlets, bukan drabble(karena drabble tidak lebih dari 100 kata), jadi diusahakan jangan menuntut penulis untuk memanjangkan cerita, karena semua sudah jelas, ficlet itu lebih singkat dan tidak sekompleks cerpen.

.


NCT Life (JohnTen version)


Pair: Johnny x Ten


.

Tidak ada yang tidak tahu bagaimana perasaan Ten saat ini. Gembira, bersemangat, semuanya bercampur menjadi satu. Schedule mereka –para member NCT– hari ini adalah packing untuk pergi ke Bangkok esok hari dan melakukan aktivitas lainnya di sana.

Dan semua juga tahu, bahwa Thailand adalah negara asal Ten.

Sepanjang hari dirinya tidak berhenti mengoceh sendiri maupun kepada member lain. Salah satu korban adalah Seo Youngho –alias Johnny– yang selalu mendapat 'perhatian lebih' dari Ten.

.

"Hyungg, apakah di Chicago sana ada patung Buddha emas raksasa?"

Johnny yang sedang meminum air mineral dari kulkas hanya membalas dengan gelengan pelan. Sesungguhnya ia lelah dengan semua pertanyaan Ten yang tidak ada hentinya

"Kalau begitu, apakah di Chicago juga ada ajang kecantikan transgender seperti Miss Tiffany's Universe? Atau hyung pernah menonton-"

*cough*

Johnny terbatuk dan tidak sengaja menyemburkan air di mulutnya ke wajah Ten yang ada di hadapannya

"Yaak! Hyung!"

Johnny yang masih sibuk membersihkan sisa – sisa 'semburan' di pakaiannya sendiri hanya bergumam,

"aku tidak perduli dengan acara seperti itu kecuali kamu yang menjadi kontestannya" dalam bahasa Inggris.

Ten yang sedang membersihkan wajah dengan tissue terdiam, dia tidak mungkin tidak mengerti apa yang Johnny ucapkan tadi. Wajahnya yang merona ia tundukkan, pura – pura tidak mendengar.

Sedangkan Johnny yang baru sadar atas apa yang ia gumamkan tadi menepuk dahinya pelan. Dia lupa kalau Ten adalah salah satu member NCT yang menguasai bahasa Inggris.

"a-aku akan bersiap – siap, hyung" Ten membalikkan badan dan menuju kamarnya secepat mungkin. Membuat Johnny yang bahkan belum sempat membalasnya hanya tersenyum geli memperhatikan punggung Ten sebelum memasuki kamar.

.

Lima member yang terdiri dari Doyoung, Ten, Johnny, Taeyong dan Jaehyun lah yang pertama kali berangkat menuju bandara Incheon untuk ke Bangkok karena mereka memiliki schedule terpisah dari yang lain.

Di tengah perjalanan, Ten yang dari awal memang sangat bersemangat terus saja berceloteh dan mengajak member lain bermain game.

"Ayolah.. apa gunanya seluruh kamera yang dipasang di mobil ini kalau hanya merekam wajah tertidur kita?"

Berkat kegigihan Ten, akhirnya Doyoung dan Johnny mulai terbawa suasana dan mulai membuat mobil van tersebut ramai, mau tidak mau kedua orang yang duduk di bangku belakang –Taeyong dan Jaehyun– juga mengikuti permainan Ten dan yang lain.

.

Di dalam pesawat, hanya Ten, Johnny dan Jaehyun yang masih bernyawa. Sisanya sudah tertidur karena kelelahan dan hitung – hitung menambah energi untuk di Bangkok nanti.

Ten yang asik memainkan kameranya bersama Jaehyun sampai tidak menyadari kalau Johnny sudah tidak bersama mereka.

"Johnny hyung?" Ten menegapkan punggungnya untuk melihat sekeliling, tidak ada tanda – tanda hyung tiang itu.

.

Tak lama Johnny kembali dan duduk di sebelah Ten kemudian menunjukkan secarik kertas kecil padanya

"Saat ku kembali dari toilet, pramugari itu memberikan nomor handphonenya padaku" bisik Johnny sambil menunjuk sesosok pramugari tinggi nan rupawan yang ada di belakang.

Manik hitam Ten melirik perempuan pramugari itu, 'jangan – jangan selera hyung wanita yang lebih tua..' seraya memperhatikannya dari ujung rambut hingga jari kaki, kemudian membandingkannya dengan tubuh sendiri.

"oh, baguslah hyung" balasan singkat Ten yang bahkan tidak menghadap lawan bicaranya membuat Johnny mengernyitkan dahi,

"kamu kesal?"

.

Akhirnya perjalanan panjang mereka membuahkan hasil, Ten segera memasuki lift dan menuju kamar hotelnya –dan Johnny– kemudian merebahkan diri di kasur yang saat ini menjadi miliknya.

Sedangkan Johnny yang sedang mengurus kelengkapan member[?] dan barang – barang di lobi hotel menghela nafas panjang,

"di mana Ten?" dan hanya dibalas gelengan pelan dari ketiga member lain

"sudah duluan, di kamarnya" ujar manager-nim yang sejak tadi berlalu - lalang di hadapan mereka, terlihat sibuk sekali.

.

Sekarang waktunya mereka makan malam, Johnny yang mendapat pesan sns dari Doyoung untuk turun dan makan di restaurant hotel segera membangunkan Ten yang kelelahan.

'bahkan ia belum melepas sepatu dan jaketnya'

"hei bocah, kalau tidak mau kehabisan makanan cepat bangun" Ten tetap tidak bergeming dari posisinya, bahkan sekarang ia justru mendengkur.

"Ten, kalau kau tidak bangun dalam hitungan ketiga..." kalimatnya terhenti, ia sedang memikirkan apa yang pantas Ten dapatkan karena tidak segera bangun.

"...hyung akan menciummu. Satu-" ia mengambil posisi di atas Ten sambil memandangi wajah tenangnya barang beberapa detik.

Beberapa detik yang terasa sangat lama bagi Johnny.

"...dua-" tidak tega memang, melihat fakta bahwa ia sendiri tidak ingin kegiatan memandangi wajah manis di hadapannya ini terhenti.

"...tiga!" kecupan demi kecupan dari Johnny di wajah Ten membuatnya terbangun.

Meski pandangannya buram, ia tahu benar siapa sosok yang sedang menciumi wajahnya dan menindihnya.

.

"h-hyuung!" Johnny yang terlalu bersemangat dan Ten yang terlalu sibuk mendorong tubuh Johnny tidak menyadari kehadiran Taeyong di ambang pintu yang terbuka, dengan kunci pintu cadangan di tangan.

.

"segera turun atau aku adukan pada manager-nim dan member yang lain" kalimat Taeyong disusul suara jepretan kamera handphone yang membuat Johnny akhirnya menghentikan aksi tersebut.

.

Menghilangnya Taeyong dari pandangan mereka membuat Johnny kembali bangkit dari kasur Ten dan segera memakai sepatu untuk kabur dari amukan sang kekasih.

Ia akan terus mengingat hari ini, hari yang sangat langka dan bersejarah dalam hubungan mereka yang bahkan selama ini Ten hanya mau menciumnya sebanyak tidak lebih dari tiga kali. Johnny raas ia akan tidur nyenyak setelah ini


-Fin-


maaf bila fics saya tidak memiliki banyak adegan romantis seperti cerita - cerita yang lain. karena memang ini disengaja(?)

pair kali ini sebenarnya request dari salah satu reviewer (tak diundang) yang meminta Johnny x everyone(?)

so, buat yang otp nya ingin di otp-kan(?) di sini review saja hohoho, anyway thanks for reading!