NCT ficlets! aren't you guys excited? /wht
Karena masa depan NCT dan smrookies masih remang – remang(?), susunan otp saya juga masih remang – remang. Gonta – ganti tergantung mood saya dan tergantung moment fanservice mereka *slapped* Jadi bisa Yuten, Johnsol, Taeten, Taetae(?), JohnTae, Markhyuck *ini apa*, Winkun, Dojae, Jaeten, flexible lah pokoknya. All x all, saya tipe yang bebas(?)
.
NCT LIFE IN BANGKOK BIKIN SAYA MAKIN CINTA ENSITI DAN SMROOKIES *nangis darah* terlalu banyak skinship dan moment yang membuat saya kegirangan menontonnya, alhasil sampai saat ini saya belum bisa menentukan otp, hahaha
By the way, untuk chapter ke-3 ini pairnya TaeTen(TaeyongxTen, bukan TaeilxTen[?]) huehuehue (kok kesannya Ten jadi uke maruk ya? chapter kemarin dia juga*slapped*). Yang mau request next pair review aja *winks* Ingat, ini ficlet, jadi diusahakan jangan menuntut penulis untuk memanjangkan cerita, karena semua sudah jelas, ficlet itu lebih singkat dan tidak sekompleks cerpen.
.
Innocence (TaeTen version)
.
Masa promosi debut NCT U adalah yang sangat dinanti Ten. Mengingat usaha dan kerja keras mereka –para trainee– yang telah diperkenalkan sebagai SMRookies bahkan sebelum debut terbayar sudah. Dan sudah bukan menjadi hal yang tabu lagi bahwa masa promosi adalah masa yang sangat menguras tenaga dengan schedule padat sepanjang minggu tiada henti.
Mereka tampil di berbagai acara musik yang berbeda namun dengan koreo, lagu dan nyanyian yang sama. Juga melakukan interview tanpa henti dengan pertanyaan-pertanyaan yang hampir keseluruhan sama. Hal tersebut membuat semangat menggebu – gebu seorang Ten di hari pertamanya debut makin lama makin tergantikan oleh rasa lelah.
Dia sangat butuh liburan. Oke ini mungkin terdengar lebay.
Tetapi Ten sadar bahwa bukan hanya dirinya yang menanggung seluruh beban masa promosi debut. Masih ada lima anggota lain yang ikut merasakannya.
Terutama Taeyong, yang disebut – sebut sebagai face of the group di NCT U. Dalam berbagai interview di acara musik, Taeyong selalu tidak luput dari sorotan kamera –bahkan dapat dibilang wajahnya sangat sering disorot– membuat Taeyong harus tampil sempurna hingga lampu 'ON AIR' dipadamkan. Wajah stoic yang membuatnya terkesan dingin dan tidak mudah bergaul (sebenarnya) sangat berbanding terbalik dengan hatinya yang hangat dan perduli terhadap member lain dan juga fans. Ia hanya terlalu malu dan gengsi untuk menunjukkannya.
Itu adalah salah satu hal yang Ten sukai dari Lee Taeyong.
.
Dinginnya udara pagi hari itu membuat Ten yang biasa bersepeda santai berkeliling sungai Han di pagi buta mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk mengajak Taeyong berbelanja siang hari nanti.
Masa promosi mereka yang telah berjalan selama tiga minggu dengan hari libur pada saat weekend tidak mungkin disia-siakan kesempatannya oleh Ten, lagipula sudah lama ia dan Taeyong tidak berkencan.
.
"Taeyong hyuung... Ayo jalan – jalann.."
"hyung hyung hyung"
"Taeyoongg hyuuungg"
Tidak bisa, Taeyong tidak bisa menahan diri lagi. Suara Ten yang berada tepat di samping telinga telah membuyarkan konsentrasinya dalam menyusun lirik rap.
"Hyung, jawab atau aku akan terus mengganggumu" ancaman itu membuat ia meletakkan pensil dan secarik kertas di meja yang berada di hadapannya.
"Fine, kamu bilang apa tadi? Jalan – jalan? Aku sibuk." balasan singkat dari Taeyong tadi mungkin akan memudarkan semangatnya. Taeyong berniat melanjutkan kegiatannya kembali jika saja,
"padahal aku ingin mengajak hyung membeli snapback baru... Yasudah kalau begitu aku akan mengajak Johnny hyung saja" Ten memberi penekanan pada kata 'snapback', tetapi Taeyong tidak perduli. Satu – satunya bagian yang Ia dengar hanyalah nama Johnny, Johnny dan Johnny, hyung favorite Ten yang siap mengantarkannya kemana pun dan kapan pun.
'kenapa harus selalu orang itu sih?!'
Saat Ten berbalik karena tidak mendapat respon apapun dari Taeyong, ia merasakan pergelangan tangannya ditahan oleh seseorang, siapa lagi jika bukan sang kekasih.
"baiklah, akan kuantar kalau kamu memang memaksaku" kali ini manik mereka saling bertemu. Senyuman lebar terukir di wajah Ten, ia mendengar kalimat itu dengan sangat jelas meski hyung-nya hanya bergumam. Lucu sekali, batin Ten. Tidak ia sangka kalau Taeyong dapat luluh karena ancaman snapback-nya.
"tapi aku tidak memaksa-"
"cepat keluar, sebelum aku berubah pikiran" sela Taeyong seraya mendorong tubuh mungil Ten untuk keluar dari kamarnya dan Doyoung kemudian menutup pintu dengan cepat, bahkan Ten belum sempat berkata apapun.
.
Usulan Ten untuk pergi ke tempat belanja dengan kendaraan umum diolak mentah – mentah oleh Taeyong. Tidakkah ia cukup pintar untuk menyadari betapa mencoloknya tatanan rambut mereka berdua saat ini?
Taeyong tidak ingin wajahnya muncul di halaman utama portal berita bersama Ten
Terutama Dispatch
Yah, setidaknya ia masih belum siap jika hal tersebut benar – benar akan terjadi
.
Mobil sport hitam pinjaman milik manager-nim melaju dengan kecepatan stabil. Menembus kota Seoul dan memasuki sebuah gedung perbelanjaan. Ten yang sedang sibuk memakan makanan ringannya terus memperhatikan sosok Taeyong yang sedang menyetir, sambil sesekali tersenyum geli, seperti ia sedang berkhayal akan sesuatu. Apapun itu Taeyong kembali kehilangan fokus berkendaranya dan beruntung mereka telah sampai di tempat tujuan.
Di tempat parkir underground gedung perbelanjaan tersebut, Taeyong mematikan mesin. Pandangan Ten masih saja terpaku padanya
"keluarlah, kita sudah sampai" ujar Taeyong dingin seraya melepas sabuk pengaman di tubuhnya
"dari kursi penumpang, hyung terlihat sangat tampan saat menyet-"
Topi yang sejak tadi Taeyong kenakan ia lemparkan ke arah pemuda Thailand di sebelahnya.
"h-hyung! Sakit tau.." gerutu Ten yang sedang mengusap dahinya sambil memajukan bibirnya. Berpura – pura sedang merajuk rupanya
Taeyong yang merasa bersalah karena terlalu jahat padanya segera membantu Ten mengusap dahinya. Raut wajah khawatirnya terlihat sangat jelas, "benarkan? Maaf.. Hyung tidak bermaksud-"
.
*chu!*
.
Akhirnya Ten mendapat ciuman –atau kecupan– perdananya selama satu minggu ini. Senyumannya melebar, menunjukkan deretan gigi putih dan sayangnya ekspresi wajah Taeyong berubah masam
"y-ya.. hyung...aku minta maaf, oke? Oke? Aku hanya tidak tahan ingin menciummu ketika hyung menjadi sangat perhatian padaku seperti tadi" Ten menangkupkan kedua telapak tangannya di depan wajah, dengan memasang ekspresi sesedih mungkin sambil menutup kelopak matanya erat.
'Oke mungkin aku sudah banyak membuat Taeyong hyung kesal hari ini'
.
Beberapa detik kesunyian dan Ten merasakan sesuatu yang janggal. Memberanikan diri untuk membuka mata, betap terkejutnya ia mengetahui bahwa wajah Taeyong berada tepat di hadapannya. Dengan jarak kurang dari sepuluh senti.
Jemari kurus milik Taeyong menautkan diri ke dagu sosok yang lebih muda di depannya, kemudian mengangkat wajah Ten untuk mendekat hingga bibir mereka saling bertemu untuk yang kedua kalinya.
Dalam pikiran Ten yang bercabang kemana – mana, ia sadar bahwa barusan adalah ciuman terlama dengannya dan Taeyong.
"erm.. hyung-"
Taeyong segera memalingkan wajah dan keluar dari mobil. "mau sampai kapan berada di dalam mobil, bocah?" kemudian menutup pintu mobil tersebut. Membuat Ten hanya dapat menghela nafas berat
.
Kembali,
Lee Taeyong yang dingin dan kejam telah kembali
.
-Fin-
Tidak ada lagi yang harus saya ucapkan selain terima kasih karena sudah bersedia membaca fiksi saya. Oh, dan juga jangan lupa review nya, atau sekedar request next pair juga aku rapopo :")
Akhir - akhir ini lagi jatuh cinta sama pair Jeno x Jaemin hahahaha *slapped* salahkan mereka yang terlalu manis di self camera NCT Life episode 6 huhuhu. Anyway kalau ada yang setuju Jeno x Jaemin mungkin bisa saya buat fanfiksi khusus mereka hahahaha, rate T kok, tenang saja...saya masih sadar diri kalau mereka berdua masih di bawah umur(?)
.
Aww, dan terima kasih untuk author tersayang, jaedotrash untuk ucapan terima kasihnya(?), tetap perbanyak populasi fanfiksi NCT, okay?
Meanwhile untuk teman seperjuangan, onespoonfulloppa yang ingin disebut namanya(?), terimakasih sudah mau mereview chapter kemarin, terharu aku tuh, gantian saya yang request ff boleh? Maincast harus doyoung, pair sama member NCT siapa aja rela asal jangan angst *kecup dpnya*
.
Last but non last, jangan lupa review karena itu sangat berharga, thanks~!
