Jengjengjeng akhirnya setelah 947292847923 tahun berlalu, ff ini update T-T
Oh, Happy Birthday buat temen kesayangan onespoonfulloppa ! pinginnya ngasih kado berupa FF semut(?) rated M nya JohnTen / Tenny tapiii... ini masih bulan Ramadhan ~~ aku antara lega sama bahagia gimana gitu hahaha. Udah gajian kan? Jangan lupa traktiran :^)))
.
Ini chapter dengan word terbanyak ! 2911 words termasuk bacotan dari saya, ehehehe :^
Ingat, ini drabble, jadi diusahakan jangan menuntut penulis untuk memanjangkan cerita, karena semua sudah jelas, drabble itu lebih singkat dan tidak sekompleks cerpen.
Innocence (Yuta version) (2)
.
"Jika aku berbicara, perutku akan terasa sangat sakit"
.
Ada lebih dari selusin kepala di kamar Yuta saat ini, namun tidak ada satu pun yang berani memecah kesunyiannya. Kedua manik cokelat milik Yuta memandangi temannya satu per satu, memberikan tatapan 'hey, percayalah padaku!' yang hanya dibalas anggukan lemah oleh beberapa darinya.
Sebuah tepukan lembut di pundaknya kembali Yuta rasakan,
Ji Hansol. Dengan senyuman khas yang mampu menenangkan hatinya, terpatri di wajah tampan itu.
"tenanglah, kita akan membantumu" Yuta tidak berani menatap iris bulat milik seorang Hansol. Ia merasa sudah memberikan teman – temannya banyak beban, terlebih untuk mereka yang sedang mempersiapkan debut.
Pintu yang terbuka membuat semua pasang mata mengarah ke sumber bunyi, surai berwarna putih imitasi milik Taeyong muncul dari luar kamar, raut wajahnya tampak tidak nyaman
"pelatih, manager dan pemimpin perusahaan sudah menyelesaikan meeting-nya"
.
Sudah menjadi keputusan mutlak, bahwa mulai hari ini Nakamoto Yuta akan tetap mengikuti latihan dance seperti biasa namun tidak untuk latihan vocal. Untuk sementara dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan.
Sang pelatih sedang mendapat panggilan, itu berarti hanya tersisa lima trainee di ruang dance sekarang, Yuta, Hansol, Johnny, Kun dan Winwin.
Yuta menarik lengan mereka dan memberikan instruksi untuk duduk di tengah ruangan. Tidak ada yang berani menolak, semua berkumpul di titik yang Yuta maksud dan memposisikan duduk bersila di lantai dengan formasi melingkar, menunggu apa yang pemuda Osaka itu akan lakukan selanjutnya
Di tangan Yuta terdapat sebuah handphone baru yang saat ini sudah menjadi miliknya, ia menunjukkan sebuah aplikasi chatting yang ada di layar kepada lima pasang manik di ruangan itu.
Johnny segera merogoh kantong celananya dan mengeluarkan handphone yang diikuti oleh member lain
"ah! Kau ingin kita membuka SNS itu?"
Bingo!
Yuta tersenyum lega, ketika Hansol dan Kun segera mencari handphone mereka dan Winwin yang masih tidak paham apa yang dikatakan Johnny, Kun dengan cepat memberitahu apa yang terjadi dalam bahasa tanah kelahirannya
"ah.. arasseo.." balas Winwin dengan bahasa Korea sederhana
.
New Group (6)
Yuta membuat group 'New Group'
Johnny bergabung ke dalam group
Win2 bergabung ke dalam group
Qian Kun bergabung ke dalam group
Hansol bergabung ke dalam group
Yuta: Kurasa aku harus menceritakannya dari awal .5
Hansol: Tentu saja .5
Hansol: Ceritakan secara meneluruh .5
Qian Kun: ah, permisi... .5
Qian Kun mengundang L*NE KOR-CHI Translator bergabung ke dalam group
L*NE KOR-CHI Translator bergabung ke dalam group
Qian Kun: oke bisa dilanjutkan .5
Winwin tersenyum kecil serambi menatap gege-nya diam-diam. Kun selalu perhatian hingga ke hal yang paling kecil, seperti biasa.
Kun paham kalau Winwin tidak mengerti apapun yang akan mereka bahas di grup chat tersebut, meskipun ia sendiri juga belum mengerti bahasa Korea lebih dalam, setidaknya ia tidak separah adiknya itu. Inisiatif untuk memasukkan translator ke dalam group chat sungguh membantunya dan Winwin memahami isi percakapan
Win2: xiexie ge .5
Yuta: bisa kulanjutkan? Kurasa kita tidak memiliki waktu banyak .5
Johnny: silahkan .5
Yuta: ini semua terjadi ketika Hansol-hyung dan Johnny-hyung menemukan ku .5
Yuta: di atap gedung .5
Yuta: yang sedang .5
Cukup lama keheningan menyelimuti ruangan tempat kelima pemuda tersebut berkumpul. Empat dari mereka menunggu sang pemuda Osaka melanjutkan ketikannya yang setengah - setengah. 'Ia sendiri yang bilang kita tidak memiliki banyak waktu'.
Hansol memperhatikan ekspresi tidak nyaman Yuta, keringat dingin di pelipisnya sudah cukup untuk membuatnya sadar bahwa si penyuka takoyaki itu sedang tidak nyaman terhadap arah pembicaraan saat ini.
Hansol: jangan diteruskan, Yuta .5
Hansol: langsung saja ke intinya, kami paham apa maksudmu tadi .5
Perasaan Yuta menghangat, Hansol hyung benar – benar penenangnya. Membuat rasa takut Yuta akan bayang – bayang kejadian itu menghilang. Ingin sekali ia menghambur ke pelukan hyung-nya dan menceritakan semua yang terjadi. Andai saja ia bisa.
Yuta: oke, malam setelah Hansol hyung menemukanku, aku tidak bisa tidur. Ada suara – suara yang anehnya tidak bisa kuhilangkan dari kepalaku .5
Yuta: suara itu mirip dengan suaraku. Dan waktu aku memberanikan diri untuk membuka mata, yang kulihat pertama kali adalah sosokku sendiri, yang sedang berdiri di hadapanku .4
Hansol: bagaimana bisa?! .4
Hansol mengernyit, memperhatikan angka '4' di layar, angka yang seharusnya menjadi '5' tersebut juga membuat yang lain kebingungan. Itu tandanya ada seseorang diantara mereka yang tidak membaca chat tersebut
"sebenarnya... baterai-ku habis" suara Johnny memecah keheningan, membuat Hansol –yang berada di sampingnya– hanya memutar bola mata malas. Johnny membalasnya dengan senyuman awkward dan bergumam 'sorry guys'
Hansol merapatkan posisinya dengan pemuda yang mengaku salah satu anggota genk 'foreign swaggers' tersebut. Membuat si jangkung itu salah tingkah,
"whoa – whoa... calm down babe, kita sedang serius di sini. Kalau kau mau kita bisa melakukannya nanti di kamar" celetuknya sambil memegang pundak Hansol yang sedang memasang wajah 'wtf-you-said' padanya.
"Kalau kamu tidak ingin mengetahui isi grup ini, lebih baik keluar" Hansol yang memiliki niatan untuk berbagi layar handphone bersama Johnny merasa mantan kekasihnya itu benar – benar kelewatan. Kelewatan bodoh dan kelewatan mesum. Sepertinya bawaan sejak lahir
"...oh" respon singkat dari Johnny yang diikuti dengan pergeseran posisi(?) dimana kedua Twin Tower di NCT tersebut saling mendekatkan diri untuk kembali melihat ke layar handphone milik Hansol membuat WinKun kembali merasakan kehangatan atmosfer diantara hyung mereka itu.
Yuta hanya menatap layar, berusaha memfokuskan pandangan agar tidak melihat kedua pemuda yang sebenarnya telah menjadi mantan satu sama lain tersebut. Ia memutuskan untuk kembali mengetik.
Yuta: entahlah, dan yang kuingat, diriku yang lain itu berkata bahwa tidak seharusnya aku berada di sini. Bersama kalian .4
Yuta: kehadiranku yang berada di sini hanya akan membuat orang lain mendapat imbasnya, seperti para trainee yang menyerangku waktu itu .4
Yuta: dan juga satu lagi, ia juga mengatakan untuk tidak .4
Yuta: ah lupakan saja .4
Qian Kun: weishenme? Kenapa? .4
Qian Kun: kau bisa mengatakannya pada kami .4
Yuta: tidak, tidak ada apa – apa .4
-Flashback-
Malam itu, meski Yuta sudah memejamkan mata tetap saja ia tidak bisa tertidur. Suara tak asing yang memanggil namanya terus – menerus saat itu membuat ia bergidik. Seperti adegan di film horror yang pernah ditontonnya.
'Yuta! Nakamoto Yuta!' suara yang semakin keras membuatnya menyerah dan membuka selimut yang menutupi ujung kaki hingga kepalanya
Manik cokelat pekat itu membesar, tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya.
'mengapa kau masih di sini?' tanya sosok yang berdiri di hadapan Yuta
'kau –kita– seharusnya tidak di sini sekarang. Takdir kita bukan untuk berada di sini'
'tahu mengapa mereka menyerangmu? Itu karena takdir mereka kau hancurkan, kau merubah takdirmu menjadi seperti takdir mereka. '
'dan satu lagi, berhentilah menjadi chatterbox, cerewet. Kau itu selalu ingin diperhatikan orang – orang sejak dulu kan? Kau sekarang banyak bicara dan berteman dekat dengan mereka yang mencolok seperti Ten dan Doyoung.'
'Kau. Chatter-box sepertimu tanpa sadar membuat orang lain sakit hati karena perkataanmu'
'Sekarang kau senang? Bicara dan bicara tanpa melihat perasaan orang sekitar karena setiap kata yang keluar dari mulutmu menyakitkan hati mereka'
"A-aku.. tidak, aku hanya ingin kehadiranku dianggap oleh mereka semua. Dan aku juga hanya mengatakan hal yang sebenarnya"
'dan kau berhasil, kuucapkan selamat untukmu. Ada situasi dimana hal yang sebenarnya terjadi harus kita anggap tidak terjadi. Itu lah yang kau lakukan pada mereka berdua'
Yuta paham betul siapa yang dimaksud 'mereka berdua'. Johnny dan Hansol hyung.
Ia sadar, Yuta lah penyebab dari berakhirnya hubungan mereka berdua, baik Hansol hyung maupun Johnny juga tahu itu. Yuta mengatakan pada Hansol bahwa kekasihya bertemu dengan masa lalunya –seorang wanita dari Chicago– di salah satu cafe dan mereka berciuman, cukup lama untuk membuat Yuta menangkap kejadian itu dengan kamera handphone-nya
Meskipun kedua hyungnya mengaku sudah memaafkan Yuta, ia tahu betul bahwa Johnny hyung masih benar - benar belum bisa menerima apa yang terjadi
'saat itu aku benar – benar berharap agar kau berhenti menjadi chatterbox. You really are a chatterbox, pengoceh, ini semua salahmu' kata – kata dari Johnny hyung waktu itu kembali terputar di pikirannya
.
'kalau kau tidak ingin dunia membencimu, kau harus menghapus semua kata – kata yang keluar dari mulut itu'
"Ji-jika aku tiak bisa berhenti berbicara?"
'kau tidak akan pernah bertemu cinta sejati dan orang yang berharga bagimu lagi. Aku memberi sebuah kutukan. Kau akan kehilangan suaramu untuk kebahagiaan orang lain'
-end of flashback-
Yuta: kemudian sosokku yang lain itu, memberi semacam curse, kutukan yang membuatku tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, agar tidak ada lagi orang yang merasa sakit hati karena perkataanku .4
Yuta: kalau aku berbicara, perutku akan terasa sangat sakit .4
Yuta: sangat sakit sampai – sampai aku ingin membunuh diriku sendiri .4
Semua yang ada di ruangan, kecuali Yuta menatapnya tidak percaya, terlebih lagi Hansol. Penjelasan yang cukup tidak masuk akal –tetapi tidak ada yang lebih masuk akal dari ini– ditambah raut wajah penuh keseriusan dari Yuta yang tidak mungkin ia anggap semua itu adalah kebohongan belaka.
Tting!
Sebuah notifikasi lagi di grup. Rupanya dari Winwin yang selama ini hanya menyimak pembicaraan mereka semua
Win2: lalu apa yang harus kita lakukan untuk membantumu, Yuta hyung? .4
'pertanyaan yang bagus' batin Hansol. Kemudian ia melihat Yuta mengetikkan sesuatu di layar handphone-nya
Yuta: aku hanya meminta kalian untuk mempercayaiku, itu saja .4
Hansol: akan kuberitahu soal ini pada yang lain :) tenang saja .4
"Terima kasih, Hansol hyung"
.
.
Taeyong yang baru kembali dari schedule padatnya segera memeluk Yuta dari belakang. Memberikan support atas apa yang ia lalui. Taeyong sudah mengerti yang terjadi dari member lain, begitu juga dengan manager-nim dan pelatih.
"aku rindu suaramu, buddy" bisik Taeyong sambil tersenyum. Membuat Yuta memutar kepalanya untuk melihat ke arah Taeyong dan mencubit lengannya.
"s-sakit! Yutaaaa!"
.
Ini gawat, keadaan mereka saat ini cukup membuat belasan kepala di ruangan itu terdiam, seolah memikirkan sesuatu. Dengan sang manager berada di tengah – tengah kerumunan
"bagaimana? Ada saran untuk Yuta di showcase dua minggu lagi?"
NCT U dan member lain akan tampil di sebuah showcase, berbeda dengan Rookies Show, kali ini mereka menjadi tamu undangan sebuah charity event, event amal.
Bagaimana dengan lipsync? Mungkin bisa untuk beberapa perform seperti Switch, Bassbot atau dance yang lain. Tapi untuk 'How Deep is Your Love'? tidak, sangat tidak memungkinkan untuk lipsync, penggemar akan sadar ada yang aneh dengan Yuta dan rumor – rumor akan beredar luas.
Hansol mengangkat tangannya, memberi tanda untu menginterupsi kesunyian saat itu
"Yuta, kau bilang perutmu sakit saat berbicara kan?" sebuah anggukan lemah dari Yuta menjadi balasan
"...apa kau sudah pernah mencoba untuk bernyanyi sejak malam itu?"
.
Malam harinya, Yuta dan Hansol memutuskan untuk tidak tidur terlebih dahulu. Mereka berlatih di ruang vocal sesuai saran Hansol dan benar saja...
.
...Yuta tidak merasakan sakit apapun ketika ia bernyanyi.
.
Saat ini Hansol menemani Yuta yang berlatih vocal, sudah lama pemuda yang lebih pendek darinya itu melewatkan latihan vocal bersama teman - temannya, Hansol sesekali menyemangatinya dengan tepukan pelan baik di punggung maupun kepala, membuat perasaan terpendam Yuta pada hyung itu semakin besar.
Ada bagian dari dirinya yang bersyukur Johnny sudah bukan kekasih Hansol lagi.
.
[Day-1 showcase]
"Yuta, bantu aku membawakan minuman ini untuk member lain. Bisa kan?" Sosok Hansol yang berada di depannya kini menyodorkan sebuah kantong belanja berisi beberapa kaleng minuman dan roti. Yuta mengangguk semangat.
"terima kasih, aku akan menyusul ke stage rehearsal habis ini"
Demi Tuhan, saat ini rasanya Yuta benar – benar ingin pingsan. Senyuman khas yang jarang ditunjukkan oleh Hansol, dan.. Dan otot bisepnya yang saat ini berkeringat.. bergerak melambai ke arahnya seraya pergi menjauh meninggalkan Yuta sendiri, dengan plastik di tangan... Ia tampak seperti seorang gadis SMA yang sedang jatuh cinta
Ah, Yuta berharap di kehidupan selanjutnya ia bisa menjadi handuk yang bertengger di leher Ji Hansol.
.
Latihan berjalan dengan sempurna, tidak ada kendala bagi Yuta dalam bernyanyi, tentu saja. Saat ini ia tengah duduk di panggung bersama Taeyong, sambil meluruskan kakinya dan memakan roti pemberian Hansol hyung, cukup ampuh mengembalikan energinya yang terkuras habis
Taeyong menoleh untuk menatap sahabatnya, "Aku heran, kemana Hansol dan Johnny hyung? Latihan sebentar lagi berakhir.." yang ditanya hanya mengendikkan bahu malas. Meski sebenarnya ia juga penasaran.
Yuta bangkit dan berjalan menuruni panggung, "Yuta! Kau ingin mencari mereka? Hati – hati, hari sudah semakin gelap!"
.
Yuta lupa membawa handphone-nya, benar perkataan Taeyong, sudah semakin gelap dan sebentar lagi latihan usai. Tetapi ia belum tenang bila belum menemukan sang 'pangeran'nya itu. Lagipula Hansol sendiri yang bilang akan menyusul nya, bukan?
.
"aku tahu kok, kau tidak benar – benar berniat mencium wanita itu" samar – samar Yuta mendengar suara Hansol, ia menghentikan langkah
"makanya, kamu juga tau kalau kita masih saling mencintai kan?" Yuta yakin itu suara Johnny, menurut perkiraannya, mereka berdua ada dibalik ruangan yang ada di depannya ini. Yuta meremas dadanya, sesak, dalam hati ia berharap Hansol tidak mengatakan iya.
"tentu saja, tetapi... Yuta.."
Tentu saja. Dua kata itu tanpa sadar membuat air mata Yuta membasahi pipinya.
"Yuta apa? Ia menyukaimu? Itu karena kamu terlalu dekat dengannya, Ji" nada bicara Johnny meninggi, membuat Yuta masih ingin mendengar percakapan mereka meskipun ia tahu apa resikonya
"aku takut, aku takut ia tidak bisa menerima kenyataan jika kita berpacaran lagi. Yuta.."
"...Yuta terlalu berharga bagiku, John" sambung Hansol dengan suara parau.
"aku yang akan mengurus itu, aku janji. Jadi, be my lover? Untuk yang kedua kalinya"
Kaki Yuta lemas, ia tidak sanggup mendengar jawaban keluar dari mulut Hansol. Ia benar – benar merasa dunia sedang marah padanya.
Dengan pandangan buram karena air mata, Yuta terjatuh dan membuat pergelangan kaki kirinya terkilir.
"argh-!" tanpa sadar ia mengerang kesakitan yang rupanya di dengar oleh Hansol
"Yuta?" belum sempat Hansol menemukannya, ia berlari tanpa memperhatikan kondisi kakinya
.
"John, kau dengar itu?" Hansol menatap Johnny yang saat ini telah menjadi kekasihnya kembali ketika mereka berdua keluar ruangan untuk melihat sekitar.
"seperti suara Yuta..."
"apa jangan – jangan dia mendengar percakapan kita tadi?" Hansol menutup mulutnya, antara terkejut dan tidak percaya, sedangkan Johnny hanya diam, ia merasa bersalah kepada Yuta, tetapi bagaimana lagi, ia juga sangat mencintai Hansol dan perasaannya terbalas.
"kuharap tidak"
.
.
"YUTA TIDAK KEMBALI KE DORM?" suara Taeyong membuat yang lain hanya terdiam. Sudah jam 10 dan Yuta belum kembali
"Kami kira ia sudah pulang lebih dulu..." kali ini Mark bersuara, ia hanya menunduk, tidak berani menatap Taeyong yang saat ini lebih menyeramkan dari manager-nim
"Tadi Yuta meninggalkanku untuk menyusul kalian berdua dan.. tunggu, apa kalian kembali berpacaran?" tunjuk Taeyong ke arah pasangan Twin Tower yang baru saja sampai di dorm.
Yang ditanya hanya membalas dengan anggukan pelan
"Y-Yuta pergi untuk menyusul kami?" tanya Hansol memastikan, sayangnya Taeyong tidak menjawab apapun. Ia terlampau kesal kepada kedua orang tinggi itu. Orang tinggi selalu menyebalkan dimatanya.
"Aku akan pergi menghubingi Yuta" ujar Taeyong yang segera dibalas oleh Doyoung
"dia meninggalkan handphonenya di van ketika rehearsal, ini..." pemuda jelmaan kelinci itu menunjukkan handphone milik Yuta.
Taeyong semakin frustasi dan mengacak rambutnya. Tidak perduli dengan showcase besok, ia hanya perduli dengan sahabatnya itu.
.
.
-tbc-
.
.
Ampuni sayaaa.. tidak menyangka ini akan berakhir menjadi to be continued lagi /nangis darah/
Oh iya, ada yang ngeh sama part di grup chat ngga? Anggap saja mereka sedang berkomunikasi via L*NE Messanger, jadi di setiap akhir chat ada angka indikator berapa makhluk yang baca chat itu(?) Harus paham ya! Susah loh bikinnyaa (?)
Ini super-duper late update ya? Sebenarnya ada beberapa masalah dari laptop yang rusak sampai persiapan sbmptn kemarin, doakan lulus di kampus pilihan pertama ya guys!
Jangan bosen sama cerita ini ya, janji chap depan yang terakhir kok... Baru kita pindah ke pair yang lain :")
Mari perbanyak fanfiksi dengan main cast Yuta ! /apasih
.
Makasih banget buat yang udah review di chap sebelumnya, kasih kritik, saran, semangat, sampe yang request pair, makasih banget !
Dan satu lagi, pingin dengar pendapat kalian tentang trilogi chapter ini dan sebelumnya, dan haruskah ku membuat fanfiksi – fanfiksi lain dengan genre semacam ini? Atau tetap di gnre semi-fluff dan komedi seperti dahulu? Kalau komedi kita tidak bisa jauh dari sosok Johnny, genre hidupnya memang sudah komedi
.
.
Haruskah membalas review satu – satu di sini? (Sepertinya iya, lol)
taeyu04: iya Yuta emang kasian hidupnya, wajahnya juga mendukung buat genre – genre sedih (?) makasih reviewnya ya!
PrincessDoyoung: thor? Jangan panggil thor ya berasa jadi mantan anggota avengers /apaan
Aurelia Witch: sayangnya si ibu – ibu psikiater ngga ku masukin di chap ini, yeay! /? Udah jelas kan ntar si Yuta kira – kira sama siapa? /smirk/? Sori banget kalau late update ya sayang, TT
Jaehyurn: ku juga suka FF kamuuu! Aaaakk /? Makasih, makasih banget kritikannya, berguna banget, iya waktu itu aku emang lagi khilaf, ngetik – ngetik sampe ngga aku baca ulang, terus publish/? Ini udah update ya sayang, makasih reviewnya !
Exostalker: wah dijamak, gapapa kok wkwk. Semua pertanyaan kamu tentang cerita ini udah kejawab, kecuali bagian siapa yang ngundang si psikiater sama dibayar apa engga, itu rahasia perusahaan ya /? Maaf molor sayang :"( jangan kapok review lagiii...
Mingyoukes: hidup taeten! Wkwk iya markhyuck itu Tom-Jerry couple banget, gemes liat mereka ngga pernah akur padahal perhatian satu sama lain :^)))
Mavis Chittapon Sakamaki: Hai hai! Pertanyaannya udah kejawab ya di chap ini, jangan kapok review lagi di chapter – chapter berikutnya~!
xoxoexo12: yuta... kena penyakit kelamaan undebut /ehngga hehe makasih reviewnya ya! Ini udah lanjut kok~!
.
.
Thanks for reading guys! Jangan lupa review-nya
