CERITA MASA SMA (Akakuro version)
KUROKO NO BASUKE © TADATOSHI FUJIMAKI
Genre : Romance, hurt comfort
Rate : T
Pairing : Akashi Seijuurou x Kuroko Tetsuya
Warning : Typo(s), AU, OOC, EYD tidak sempurna, school life, diskripsi minim, yaoi, gaje, absrud, alur cepat.
Don't like, don't read OK!
Chapter 3
Akashi Seijuurou tidak pernah menyangka jika apa yang dilakukannya selama ini menyakiti hati sahabatnya hingga air mata terus membasahi pipi seputih poselen Kuroko Tetsuya. Lagu yang dinyanyikan Kuroko berakhir dan untuk terakhir kali pandangannya tertuju ke arah pemuda bersurai merah didepannya. Iris azurenya menatap manik heterochrome dengan pandangan terluka air mata terus mengalir tanpa henti walau pun tangan mungilnya sudah berulang kali mengusap air mata tersebut. Kuroko Tetsuya berjalan menuruni panggung dan menghampiri pemuda bersurai kecoklatan yang berdiri di samping pemuda bersurai merah namun, pandangan matanya mengarah ke pemuda manis bersurai brunette tersebut. Pemuda manis bersurai baby blue itu mengacuhkan Sang Ketua OSIS berusaha menguatkan hati untuk melupakan perasaan cintanya terhadap Sang Pemuda Akashi.
Hati Sang Emperor mencelos perih mendapati Si Baby Blue mengacuhkannya tidak menganggapnya ada, jantungnya berdetak tak nyaman saat melihat tatapan manik aquamarine tersebut dipenuhi luka yang mendalam akibat perlakuannya selama ini. Kilau azure yang dipujanya semakin meredup tidak secerah pertama kali mereka bertemu, manik secerah langit musim panas yang sekarang tak nampak cerah lagi karena diselimuti kesedihan. Heterochrome sang pemuda tetap mengawasi semua gerak-gerik pemuda manis bersurai langit tersebut berniat mencari tau apa yang menyebabkan sang sahabat menjauhinya. Tampaknya pemuda Akashi tersebut belum sepenuhnya memahami perasaan pemuda manis kita Kuroko Tetsuya tersebut.
Kepindahan pemuda manis bersurai langit musim panas tersebut memang tanpa sepengetahuan Sang Pemuda Akashi. Kuroko Tetsuya juga ingin membuat orang yang dicintainya mengalami sebuah kehilangan seorang yang berharga dihidupnya. karena Sang pemuda baby blue meminta bantuan sang kakak sepupu yang juga gurunya untuk merahasiakan kepindahannya ke Indonesia. Intinya Kuroko Tetsuya ingin menjauh sejauh-jauhnya dari kehidupan Akashi Seijuurou untuk sementara waktu. Bahkan, sahabat kentalnya gadis bersurai sakura terlihat sangat keberatan setelah mendengar pemuda biru langit tersebut ingin meninggalkan Jepang.
Momoi Satsuki tampak menyeret pemuda mungil bersurai langit tersebut ke atap sekolah, gadis bersurai sakura tersebut ingin menanyakan kebenaran jika sang pemuda manis sahabatnya ini akan meninggalkan Jepang dalam waktu dekat. Kuroko Tetsuya terlihat pasrah di seret-seret oleh sang sahabat. Manik azure itu meredup saat menatap wajah sahabat perempuannya, sebenarnya berat rasanya meninggalkan teman-temannya di sekolah ini. Namun hatinya sudah mencapai batas jika disuguhi pemandangan yang menyakiti perasaannya, pemuda mungil itu sudah lelah dengan kenyataan yang seakan mempermainkan perasaannya. Maka dari itu, lebih baik dirinya menjauh sejauh-jauhnya dari sang pujaan hati biarlah takdir yang akan menuntun hatinya jika dirinya memang berjodoh dengan sang pemuda Akashi tersebut.
"Kenapa kamu ingin pindah sekolah, Tetsu-kun?" tanya Momoi Satsuki dengan linangan air mata.
"Sejujurnya hatiku sangat lelah melihat semua kenyataan ini, Momoi-san." Balas pemuda biru itu sembari menatap langit biru senada dengan warna matanya.
"Tapi tak bisakah kamu tetap tinggal disini, Tetsu-kun?" Tanya gadis itu seraya menggenggam tangan Kuroko Tetsuya erat.
"Tidak bisa, Momoi-san. Hatiku terlanjur terluka dan lelah dengan sikap Akashi-kun selama ini, dengan kepergianku sekarang kuharap dia dapat melupakan keberadaanku dan mungkin kehidupanku disana lebih baik, Momoi-san. Kuharap kamu mengerti keinginanku, Momoi-san." Jelas Kuroko sendu menatap langit diatasnya. Air mata perlahan turun di pipi porselen pemuda baby blue tersebut, Momoi Satsuki yang melihat pemandangan menyakitkan itu hanya tersenyum miris tidak tega melihat sang sahabat selalu tersakiti perasaannya.
"Jangan menangis, Tetsu-kun!" Sang gadis sakura menatap sendu pemuda baby blue didepannya tangannya perlahan memeluk pinggang sang sahabat untuk menenangkan perasaan kalut sang baby blue, wajah cantiknya ia tenggelamkan di dada bidang pemuda mungil tersebut.
"Jangan khawatir, Momoi-san! Jika liburan sekolah aku usahakan akan menghabiskan waktu liburanku disini." Ucap lirih pemuda manis itu di puncak kepala Momoi Satsuki.
"Jangan pernah melupakan kami ya, Tetsu-kun!" Timpal gadis itu pelan.
"Ya."
Setelah pembicaan panjang tersebut keduanya kembali ke kelas yang saat ini mengadakan rapat untuk festival akhir tahun ajaran untuk menarik minat siswa baru. Furihata Kouki yang melihat pertama kali pemuda baby blue tersebut masuk ke ruang kelas segera menghampirinya dan menanyakan keadaan Sang Baby Blue serta tidak memperdulikan delikkan tajam dari sisi seberang. Akashi Seijuurou merasa adanya kejanggalan dalam diri Kuroko Tetsuya, pemuda manis itu seperti menjaga jarak dengannya setiap manik biru langit itu tak sengaja menatapnya secepat itu pula manik secerah langitnya mengalihkan pandangan. Jantungnya berdetak tak nyaman mendapati penolakan secara tidak langsung tersebut, ingin mendekati namun merasa sungkan karena dirinya sadar telah banyak menyakiti hati sang pemuda baby blue tersebut.
Pemuda scarlet itu sangat merasa bersalah setelah lebih dari satu bulan diacuhkan pemuda manis bersurai langit yang telah dirinya sadari begitu berharga baginya. Namun, apalah daya jika sang pemuda biru langit sudah terlanjur menjauhinya dan mungkinkah dirinya akan dimaafkan setelah rasa sakit yang dia berikan untuk Pemuda Kuroko tersebut. Pemuda bersurai merah tersebut tak hentinya menarik perhatian pemuda manis tersebut dengan berbagai cara namun, hati lembut seorang Kuroko Tetsuya telah terlanjur tersakiti, segala simpati maupun cinta kasih untuk pemuda Akashi tersebut telah hilang tak berbekas. Kuroko Tetsuya menyadari tatapan tajam Sang Emperor tertuju ke arahnya namun, pemuda biru langit tak sekalipun membalas tatapan tersebut karena dia menyangka jika tatapan sang pemuda Akashi bukanlah tertuju dirinya melainkan pemuda manis bersurai brunette disampingnya. Rupanya Kuroko Tetsuya telah salah mengartikan maksud dari tatapan sang Emperor.
Hati sang pemuda Kuroko mencelos menghadapi kenyataan yang kali ini terasa lebih menyakitkan sama sekali tidak menyadari bahwa pemuda merah tersebut ingin meraihnya ke dalam pelukkan dan memohon maaf dari sang sahabat yang terasa sangat berharga dalam hidupnya. Melihat pemuda manis bersurai biru langit itu berbicara akrab dengan orang lain membuat dadanya panas ingin menarik tangannya ke belakang tubuhnya dan menyembunyikannya dari pandangan semua orang. Tampaknya Akashi Seijuurou telah menyadari betapa berharganya sang pemuda langit dalam hatinya, ingin menggenggam tangan mungil itu dan membenamkan wajah manis sang pemuda dalam dekapannya untuk menghilangkan kesedihan yang terpancar jelas di manik biru langit Kuroko Tetsuya.
Hati sang emperor berdenyut sakit melihat pemuda yang telah menduduki tempat teratas di hatinya kini selalu mengabaikan kehadirannya, ia tidak suka diabaikan terutama oleh sang pujaan hati pemuda biru langitnya yang teramat manis melebihi gula tersebut, Kuroko Tetsuya. Pemuda Akashi itu berjalan cepat ke arah sang Baby Blue dan menarik sebelah tangannya lembut ke taman belakang sekolah meninggalkan berpasang-pasang mata menatap heran keduanya.
"Tolong lepaskan tanganku, Akashi-kun!" Pinta Si Baby blue dengan intonasi datar begitu keduanya sampai di taman belakang sekolah.
"Diamlah, Tetsuya!" Akashi Seijuurou semakin mengeratkan genggaman tangannya pada jemari mungil Pemuda Baby blue seolah tidak ingin lepas barang sedetik.
"..."
"Maafkan aku, Tetsuya!" Sang Emperor semakin mengeratkan tautan tangannya pada jemari lentik sang baby blue. Bahkan, dengan keberanian yang hanya seujung jari Akashi Seijuurou menarik pemuda mungil tersebut ke dalam dekapan hangatnya, walau mendapat penolakan dari orang yang tengah didekapnya sang pemuda Akashi semakin mengeratkan dekapannya pada tubuh pemuda mungil tersebut.
Karena pemberontakkannya berakhir sia-sia sang pemuda Baby blue hanya mampu membalas pelukkan sepihak dari pemuda yang tak bisa dipungkiri sangat dicintainya. Kuroko Tetsuya semakin menyembunyikan wajah manisnya di dada bidang pemuda merah yang saat ini semakin mengeratkan pelukkan di tubuh mungil pemuda Kuroko. Merasa kemeja di bagian depannya basah Akashi sedikit melonggarkan dekapannya untuk melihat pemuda dalam pelukkannya tengah menangis, hatinya berdenyut nyeri melihat air mata menetes dari manik secerah langit yang selalu dikaguminya tanpa ketahuan oleh pemuda yang tengah menangis dalam diam di dada bidangnya. Akashi Seijuurou semakin mengeratkan dekapanya sembari mengelus lembut punggung mungil sang baby blue, sedangkan pemuda Kuroko semakin menyamankan dirinya dalam dekapan hangat Sang Pemuda Merah.
Sesaat kemudian mereka melepas pelukkannya namun tak mengurangi jarak di antara keduanya, tangan kekar pemuda Akashi terus menerus mengusap puncak kepala bermahkotakan helaian baby blue dengan sayang. Wajah manis Kuroko Tetsuya semakin merona merah mendapat perlakuan lembut dari pemuda yang sangat dicintainya, sedangkan Akashi Seijuurou terkekeh pelan melihat pemandangan raut menggemaskan sang baby blue yang tengah merajuk menambah kadar keimutan seorang Kuroko Tetsuya. Tidak bisa menahan diri kedua tangan Akashi Seijuurou mengucek-ucek kedua pipi gembil sang Pemuda Baby blue, tangan mungil seputih poselen memegang tangan kekar itu untuk melepaskan pipi gembilnya dari penganiayaan sang emperor. Sambil terkekeh pelan bibir Akashi Seijuurou mendarat lembut di keningnya secara tidak langsung menyampaikan kasih sayangnya yang begitu dalam pada sang surai biru langit.
Kuroko Tetsuya mengerucutkan bibirnya kesal membuat pemuda merah didepannya terkekeh kecil, bibir sang emperor memperlihatkan lengkungan tipis dan hanya di depan malaikat birunya pemuda absolut itu menunjukkan sisi lembutnya. Kuroko Tetsuya semakin merona ketika pemuda Akashi itu kembali mendekap tubuhnya dan menuntun langkahnya menuju kursi taman yang berada di samping kirinya. Akashi Seijuurou tetap menggenggam tangan pemuda baby blue seolah takut jika melepaskannya pemuda itu akan meninggalkannya. Walau nyatanya memang demikian tanpa disadari pemuda bersurai merah tersebut. Kuroko Tetsuya hanya bisa pasrah dengan pemuda bersurai merah yang tengah menyeretnya, tidak ada gunanya melawan melihat betapa keras kepalanya seorang Akashi Seijuurou.
Jantungnya berdenyut cepat ketika berada di samping pemuda yang dicintainya, pemuda baby blue itu berharap detakkan jantungnya tidak terdengar oleh sang pujaan hati karena akan sangat memalukan untuknya. Akashi Seijuurou sedari tadi memperhatikan tingkah laku pemuda Kuroko di sisinya senyum lembut tampak merekah di bibir tipis tersebut, jika para gadis maupun lelaki berstatus uke melihatnya dapat dipastikan akan ada banjir darah. Karena ketampanan tak terkira sang pemuda Akashi begitu memukau hal itu pula yang dialami Kuroko Tetsuya pipinya memerah melihat pemandangan langka sang sahabat walau dia tak yakin dapat menyebut Akashi Seijuurou seorang sahabat setelah melihat perlakuannya pada pemuda baby blue tersebut.
"Tetsuya?" suara baritone Akashi Seijuurou mengalun lembut.
"Ya." Sahut sang pemuda baby blue lirih.
"Kau memaafkan kesalahanku 'kan, Tetsuya!" Tatapan memohon sangat terlihat di manik heterochrome menawan sang pemuda Akashi.
"Aku tidak yakin, Akashi-kun." Jawab pemuda baby blue itu pelan memang apa yang terucap datang dari hatinya yang terdalam.
"Apa yang harus kulakukan untukmu, Tetsuya?" Tanya Pemuda Akashi itu sembari menatap lembut manik aquamarine menawan didepannya.
"..." Sang pemuda Kuroko hanya mampu terdiam.
Suasana di taman belakang sekolah itu hening baik Kuroko Tetsuya maupun Akashi Seijuurou tidak ada diantara keduanya membuka percakapan untuk memecah keheningan di tempat tersebut. Bahkan hewan malam pun tak ada yang berani bersuara keheningan menyelimuti kedua insan yang tengah terlibat pembicaraan serius. Akashi Seijuurou tak pernah melepaskan tatapan di wajah manis Si Baby blue, sedang yang di tatap tetap menundukkan kepalanya malu karena dipandangi dengan intens oleh pemuda yang sangat dicintainya. Jantungnya berdetak cepat rona kemerahan sangat ketara di pipi porselennya membuat pemuda Kuroko tak mampu membalas tatapan tajam namun lembut sang surai merah.
Tangan kanan Akashi memegang dagu pemuda biru itu dan dengan lembut diangkatnya agar dirinya mengetahui ekspresi apa yang ada di wajah manis seorang Kuroko Tetsuya. Begitu mengetahui perasaan sang baby blue padanya, sang Pemuda Akashi tersenyum lembut dan tidak ingin melepaskannya apapun yang terjadi. Akashi Seijuurou terlanjur mencintai pemuda manis nan menggemaskan tersebut, maka dirinya bertekad untuk mendapatkan maaf dari sang pujaan hati. Apakah seorang Akashi Seijuurou mendapatkan maaf dari pemuda manis kita? Bagaimana reaksi Sang Emperor ketika mengetahui kepindahan Kuroko Tetsuya? Apa yang akan terjadi selanjutnya?
T.B.C?
Review?
Kritik dan saran selalu dinanti sang author..
Gomen baru apdet sekarang kesibukan author di dunia nyata memang sangat padat juga ide yang kadang muncul dan hilang tiba-tiba. Maaf jika chapter ini mengecewakan, silahkan menikmati chapter ini dan jika berkenan review yaa...
See you next chapter..!
Sign,
Syabyaku
Balas review :
: wah kalo manjangin wors kayaknya agak berat soalnya idenya pasti mentok di tengah jalan. Duh fic ini bikin kamu baper ya,,, berarti sukses bikin nangis orang hehehehe... makasih sudah berkenan review.
Sunsuke : iya ini dah lanjut,,, makasih dah review.
Riven Eve Akashi : oke memang kuroko akan pergi dalam waktu dekat dan itu tanpa sepengetahuan akashi,,, Akashinya mau disiksa kek gmana? Ada saran? Makasih reviewnya.
zhichaloveanime : iya ini dah apdet... makasih dah review.
