Naruto x Dxd highschool
Disclammer : Dua duanya bukan punya saya...
Genre : supranatural, mystery, romance, dibumbuhi sedikit humor garing..
Summary : Summarry : melihat kedua orang tuanya dibunuh didepan mata membuat dirinya memasuki jurang kegelapan dan kebencian. Dirinya bersnpah satu hal, Dia tidak akan membiarkan orang yang membunuh orang tuanya bebas berkeliaran didunia ini. Dia akan mencari dan membunuh orang yang telah membunuh orang tuanya.
Chap 2 : Intro and plan
No like No read...
.
.
.
Story chap 2 start...
Duar! Duar! Duar!
Ledakan beruntun terjadi dijantung hutan ditepi kota kuoh. Asap bercampur debu mengepul ditempat ledakan yang membuat sepasang mata merah tidak bisa mrlihat hasil dari serangannya. Pemuda bersurai pria itu terbungkuk ditempatnya berdiri dengan nafas terengah engah. Serangan tadi kelihatannya menguras setengah tenaga pemuda itu. Tetes tetes keringat keluar dari pori pori Pemuda itu membuat baju hitam nya lengket dan basah akibat keringat. Namun itu tidak menghalanginya melanjutkan latihannya lagi.
'Tidak berhasil lagi ya? Kau harus berkonsentrasi lagi Naruto!'
Ia duduk bersila ditanah yang ditumbuhi runput kecil lalu menyatukan kedua telapak tangannya didepan dada sebelum menutup kedua matanya. Sebuah aura berwarna merah kehitaman keluar dari tubuh Pemuda itu dan meledak disana, menciptakan retakan laba laba ditanah akibat tidak kuat menahan aura milik Pemuda itu. Angin berhembus kencang mengikuti arah aura itu berputar. 'Konsentrasi Naruto! Konsentrasi! Tenangkan pikiranmu dan berkonsentrasilah! Tarik nafas... hembuskan. Tarik Nafas... hembuskan.'
Aura yang tadinya berkobar kini mulai tenang, begitu juga dengan angin yang berhembus pelan ditanah lapang dijantung hutan. Naruto menarik nafas dengan hidung sebelum menghembuskannya lewat mulut. Tarik dari hidung lalu hembuskan dari mulut. Naruto melakukan itu terus menerus dan waktu terus berjalan.
.
.
.
Hari sudah sore dengan sebagian awan putih yang berubah menjadi orange-kemerahan akibat matahari yang mulai tengelam diarah barat. Sebuah sunset indah jika kau melihatnya namun tidak dengan Hyodou Issei. Ia menendang kerikil disamping kakinya dan kerikil itu jatuh diair lalu tengelam karena berat kerikil itu sendiri. Issei menghela nafas lalu mengacak rambutnya kasar. Ia taruh kedua tangannya dipenyangga sekaligus pembatas dijembatan. "Bagaimana aku bisa menjadi harem king kalau semua perempuan menjauhiku? Hiks! Salahku apa, Kami-sama?' Issei menatap bayangannya yang terbentuk diair bawah jembatan. Ia melihat dengan seksama. Sebenarnya ia tampan kok. Dengan rambut coklat seperti tsubasa, hidung yang sedikit mancung dan bibir yang tipis. Jadi pertanyaannya sekarang, kenapa ia susah sekali mendapatkan pacar?
'I-Issei-kun?'
Issei tersentak dan menoleh. Tatapannya menjadi tidak percaya dengan mulut mengangga lebar. Sedangkan hatinya bertanya tanya tentang kewarasan dirinya. Didepannya berdiri seorang Gadis dengan rambut hitam panjang lurus yang berkilauan. Mata hitam yang lentik, hidung sedikit mancung dan bibir tipis sedikit basah yang siap dikecup. Oh shit. Pikiran kotornya malah keluar. Dan, dan..
Mata Issei bergetar.
Payudara yang terbungkus bra putih dibalik seragam sekolah yang berbeda dengan Issei itu seperti mengundangnya untuk menyentuh, menjilat, lalu mencubit putingnya. Oh man, adiknya mulai bangkit. Sialan.
Issei meneguk paksa ludahnya yang seperti tersedat batu.
Kayaknya Issei jatuh cinta pandangan pertama dengan perempuan didepannya.
Mereka terdiam cukup lama ketika tidak ada yang memulai pembicaraan.
Satu menit dan akhirnya Issei sadar dari lamuannya. Satu pertanyaan bersarang diotaknya dan siap dikeluarkan. "A-ano, kamu siapa ya?" Tanya Issei dengan tergagap. Baru pertama kali Issei berbicara dengan seorang Gadis kecuali ibunya dan juga tanpa kekerasan. Issei melotot. Wajah manis gadis didepannya bertambah manis saat merona. Sialan, adik kecilnya bangkit lagi.
"Nama sa-saya Ama-amano Yuma. Salam kenal Is-Issei-kun!" Ujar Yumma dengan tergagap karena malu malu. Wajah meronanya bertambah pekat saat matanya bersentuhan dengan mata Issei.
Issei masih terdiam mencerna apa yang terjadi diotak usang 0,1 CCnya. Tadi, tadi.. ada seorang Gadis memperkenalkan namanya dengan malu malu? Mungkin dunia sudah terbalik bagi Issei. Namun Issei tidak perduli. Jika tidak ada Gadis didepannya, Issei sudah pasti bersujud sujud dan mengucapkan terima kasih kepada kami-sama karena diberikan anugrah ini.
Yumma yang melihat Issei terdiam bagaikan orang goblok hanya memiringkan kepalanya, binggung. "I-issei-kun?' Panggilnya dengan nada khawatir.
Tentu saja Issei tersentak. "Ada apa?" Ujarnya tanpa sadar. Ia menoleh kearah yumma yang menatap... khawatir padanya? 'Fucky shit, wajah Yumma-chan manis sekali! Rasanya.. rasanya aku jatuh cinta yang kedua kalinya dalam lima menit!' Issei mengumpat dalam hati dengan hati senang. Bagaimana tidak, ada seorang gadis yang mengawatirkanmu. Apa itu tidak cukup sebagai alasan? Apalagi orang yang dikhawatirkan itu Issei. Maniak oppai yang tidak pernah memakai otak.
"Ma-maukah..." melihat wajah Yumma yang merona sambil menatap kebawah mengingatkan Issei tentang anime yang ia tonton semalam. Kejadian ini adalah saat si gadis menyatakan cinta kepada pujaan hatinya lalu mereka berpelukan, saling cium lalu menikah dan... dan punya anak. Memikirkan itu membuat Issei dag dig dug tak jelas.
'Apa-apakah ... apakah..." Issei meneguk ludahnya. ' Yumma-chan akan menyatakan cintanya padaku?' Batin Issei berharap.
"Ma-maukah.." Issei masih sabar menunggu dengan jantung yang dag dig dug. "MAUKAH ISSEI MENJADI PACARKU?" Akhirnya Yumma menyelesaikan ucapannya dengan berteriak. Wajahnya merah padam setelahnya lalu menunduk, tak berani menatap langsung Issei.
Sedangkan Issei mengangga tidak percaya. What the.. hell? T-tadi Yumma menembaknya? Yumma menembaknya? YUMMA MENEMBAKNYA?. Ucapan itu berputar dikepala Issei seperti kaset rusak. Mendadak dunia Issei bagaikan berputar dengan petir yang menyambar.
Hening setelahnya. Angin berhembus menerpa mereka berdua menyebabkan rok aerta rambut Yumma terkibar dengan indahnya tapi dengan kedua tangan, Yumma dapat mengatasinya. Issei masih terdiam dengan wajah blo'on ketika angin mengacak gacak rambutnya.
Yumma memberanikan diri menoleh kearah Issei ketika tak ada jawaban. Melihat wajah Issei dengan mulut yang mengangga membuat Yumma khawatir. Ia berjalan pelan kearah Issei lalu menatapnya dengan sinar mata khawatir. "Is- Issei-kun?" Tak ada jawaban. "Issei-kun?" Tak ada jawaban lagi. "ISSEI-KUN!" Issei tersentak lalu memerah ketika melihat wajah Yumma terlalu dekat dengannya.
'Terlalu dekat!' Batin Issei sambil menahan nafas. Yumma memiringkan kepalanya melihat Issei menahan nafas.
"Issei-kun kenapa?" Tanya Yumma dengan wajah polos. Hal itu membuat Issei ingin menerkamnya saat itu juga.
Issei masih diam. Perlahan rona merah menjalar dipipi putih plus mulus dan mulus Yumma. "Ja-jadi ba-bagaimana, Issei-kun?" Yumma kembali tergagap. Sore mulai berubah menjadi malam dengan bintang serta bulan yang mulai muncul dari balik awan
Issei menyergit binggung. "Bagaimana apanya?"
"Te-tentang tadi!" Yumma memainkan kedua telunjuk jari tangannya sambil menatap kebawah.
'Tentang tadi?' Issei mengulang dalam hati dengan binggung. Otaknya berputar dengan gir gir usang, berdebu dan dipenuhi sarang laba laba yang berputar sambil menghasilkan suara tak enak didengar. Matanya menbulat ketika menyadari arah pembicaraan yumma. "A-ah. Aku menerimanya!"
"Benarkah?" Yumma bertanya sambil menatap langsung wajah Issei.
Issei mengangguk dengan ekspresi senang yang terkesan... mesum?." Tentu saja!"
Yumma berlari meninggalkan Issei yang terbengong ditempat. "Sampai besok Issei-kun!" Yumma yang sudah berada diujung jembatan melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan Issei disana.
Issei mengangkat tangannya lalu melambai pelan. "Selamat tinggal, Yumma-chan?" Ucapnya pelan sementara gir gir otaknya sedang memproses apa yang sedang terjadi. Dia baru saja ditembak seorang cewek cantik?
Mata Issei membulat seketika lalu melompat sekuat tenaga. "AKU SEKARANG PUNYA PACAR! YUHUUU!" Ia berlari pulang kerumah dengan ekspresi senang. Tas hitam ditangannya terkibar kibar akibat kehiper aktifan Issei.
Setelah Issei berlari menjauh dan suaranya terdengar samar, seorang gadis loli bersurai putih pendek sebahu yang sedang mejilat lolipop menatap datar tempat dimana Issei menghilang. Ia lalu berjalan pergi setelahnya.
Sementara itu diranting pohon, terdapat seorang Pemuda yang sedang duduk diranting pohon memakai pakaian serba hitam yang menutupi seluruh tubuhya kecuali kedua mata, mulut dan hidungnya terkekeh pelan lalu menurunkan teropong yang ia pakai untuk mengintip Issei dan Amamo Yumma. "Rencana berjalan lancar!" Gumamnya senang lalu menghilang ketika angin bertiup pelan kearahnya sambil menerbangkan daun daun hijau.
.
.
.
"Kau tidak bohongkan Issei?" Matsuda, cowok berkepala plontos alias botak ini menata Issei dengan mulut ternganga. Issei mendengus sombong.
"Coba saja kau tanyakan sama orangnya Matsuda! Kau juga Motohara!" Ujar Issei angkuh sambil bersidekap.
"Benarkah..?"Matsuda meneguk ludahnya dengan ekspresi tidak rela. Ia menunjuk Issei disamping Yumma dengan telunjuk yang gemetar. "Kau pacarnya Issei?"
Yumma mengangguk ketika mendengar pertanyaan Matsuda. "Ya, saya pacarnya Issei-kun, Nama saya Amamo Yumma, salam kenal!" Yumma membungkukkan tubuhnya sopan sebelum menegakkannya lagi.
Matsuda dan motohara yang diam saja kini bersimpuh ditrotoar jalan sambil meninju tanah dengan tangisan diwajah mereka berdua. "Issei sialan! Hiks! Dia sudah menghianati kita! HIKS!"
Beberapa pejalan kaki yang melewati mereka menatap aneh Matsuda dan Motohara.
Issei yang sudah puas mengerjai kedua temannya berjalan pergi dengan ekspresi sombong sekaligus senang. "Ayo kita pergi Yumma, kita tinggalkan orang orang tak berguna itu!" Ujarnya angkuh. Yumma mengangguk lalu berlari kecil dan berjalan kembali ketika berada disamping Issei. Mereka berjalan sambil mengobrol dijalan.
Dari jauh, Issei mendengar teriakan temannya dengan suara parau.
'KAU PENGHIANAT ISSEI!' Yumma menyergit binggung sementara Issei terkekeh. Para pejalan kaki berjengit ketika mendengar teriakan itu.
'MATI SAJA KAU, SIALAN!" Issei tertawa terbahak bahak sambik mengelap air mata yang keluar dari sudut matanya. Yumma menatap binggung Pacarnya itu. Para pejalan kaki menatap aneh Issei ketika melewatinya
"Kau kenapa Issei-kun?" Tanya Yumma sedikit khawatir.
Issei mengelengkan kepalanya lalu berhenti tertawa meski gagal. "Tidak apa apa Yumma-chan. Tidak apa apa!" Yumma mengangguk begitu saja ketika mendengar ucapan Issei.
.
.
.
Murid murid yang baru datang melongo tak percaya ketika melihat Issei datang bersama seorang Gadis. Mereka mengosok kedua mata secara serentak untuk membuktikan bahwa yang mereka lihat hanyalah halusinasi namun seberapa keras mereka mencoba, pemandangan didepannya tidak hilang. Itu real dan bukan halusinasi mereka. Bisikan pedas terdengar kemudian namun Issei yang sudah kebal menghiraukannya.
"Sampai disini dulu ya, Issei kun!" Yumma berjalan kedepan lalu berbalik saat sepuluh langkah kemudian. "Sampai jumpa!" Yumma melambaikan tangannya lalu berbalik dan berjalan pergi kesekolahannya.
Issei hanya bengong sambik melihat punggung Yumma yang mulai memudar. "Indahnya masa muda!" Gumam Issei tanpa sadar.
"Kyaaa... Lihat lihat, ada Rias Onee-sama dan Akeno-Onee-sama!" Teriakan seorang Siswi berhasil merebut perhatian para murid yang sedang berbisik tentang Issei. Mata para murid membulat sejenak lalu tatapan mesum dari murid pria muncul kemudian ketika melihat boing nya Rias sama Akeno.
Rias Gremory, salah satu Gadis terpopuler di Kuoh academy karena memiliki wajah yang cantik, tubuh bak gitar spanyol, dada oveerrr- size. Memiliki mata berwarna green dan dengan rambut merah panjang mampu mengikat ataupun membius semua lelaki untuk datang sekaligus tunduk kepadanya. Ia adalah Heires gremory.
Akeno Himejima, salah satu Gadis terpopuler di Kuoh karena memiliki tubuh yang sama dengan Rias. Memiliki mata lentik berwarna violet gelap, bersurai hitam kebiruan yang diikat ponytail dengan pita merah muda. Rumor mengatakan bahwa Akeno adalah seorang Miko karena dia sering memakai baju miko dan terlihat berada dikuil oleh beberapa murid.
Dan mereka berdua dijuluki Duo Onee-sama oleh para murid dikuoh academy dengan alasan yang tidak jelas.
Rias dan Akeno berjalan kemudian menghilang dari pandangan Issei ketika mereka menaiki tangga menuju lantai dua.
Issei menghela nafas sedih. Matanya sedikit redup. 'Kapan aku akan menjadi raja harem ya?' Pikirnya sambil menatap langit biru dengan awan yang melayang pelan karena ditiup angin. Ia kemudian berjalan masuk ketika mendengar bel berbunyi. Bisikan terdengar dari semua murid yang dilewatinya. Ia menghela nafas lagi sebelum mengeratkan pegangannya pada tas yang dipikulnya. Sebuah tekad nampak jelas dimatanya. Tekad seorang hyodou Issei.
'Aku akan menjadi raja harem! Pasti akan dan itu tidak akan pernah berubah!'
.
.
.
Kring! Kring! Kring!
Bel sekolah yang diletakkan diatap, depan kelas, serta aula berbunyi bersamaan dengan suara lantang sampai satu sekolah mendengarnya. Para murid melesat keluar beberapa menit kemudian dengan kecepatan tinggi. Salahkan saja perut mereka yang meronta minta jajan. Ada juga yang pergi ke taman untuk berpacaran namun ada juga yang mencari suasana tenang.
Kelax X-1 tercetak rapi di plat kayu dan tertempel diatas pintu kelas yang berada diujung lantai dua. Didalamnya hanya terdapat beberapa murid yang sedang dalam keadaan hening sampai suara cicak diatas pun terdengar. Julukan kelas Pendiam memang bukan hanya runor ternyata.
Dimeja paling brlakang baris keempat dari empat baris meja nampak seorang Pemuda culun yang sedang membaca buku tanpa nama disampulnya. Hanya sampul kosong berwarna coklat, membuat orang yang menatap sampul buku itu menyergit binggung. Kedua mata dibalik kacamata berbingkai hitam nampak serius sambil membaca satu persatu kata yang ada didalam halaman buku demgan teliti, seakan akan tidak membiarkan satu kata pun yang terlewat.
Naruto Uzumaki.
Nama itu tercetak didada kanan Pemuda itu yang menandakan kalau itu adalah namanya. Semua orang menganggapnya Hikikomori karena dirinya tidak punya teman disekolah ini. bahkan ia juga tidak pernah bersuara kepada sensei yang mengajar dikelasnya. Anti sosial, Hikikomori, bocah bisu, keparat, anak haram, tidak berguna. Semua julukan serta umpatan yang diberikan beberapa murid kepadanya ia hiraukan. Hal yang tidak penting seperti itu lebih baik ia tidak ladeni. Berterima kasihlah kepada sang sensei yang sudah nelatinya.
Pelajaran guru #5 diamlah jikalau diam itu adalah hal terbaik yang akan mengeluarkanmu dari masalah.
Ia mengikuti ajaran gurunya. Sensei sekaligus ayah baginya.
"Naruto-kun!" Naruto tidak menjawab sebuah suara yang mengalun lembut ditelinganya. Suara yang sangat ia kenal karena selama seminggu ia diganggu oleh pemilik suara itu. Ia tahu orang itu hanya tertarik untuk membuatnya berbicara dan setelah itu semuanya akan seperti biasa lagi. Ia tahu bahwa cewek didepannya hanya ingin eksis seperti duo Onee-sama. Maka dari itu, Gadis yang saat ini berdiri disamping Naruto akan terus membuatnya berbicara. Namun darah seorang uzumaki mengalir deras dinadinya. Dan uzumaki tidak akan menyerah setelah apa yang ia lakukan.
Beberapa murid yang masih berada dikelas menoleh kearah Naruto dan Sang Gadis namun kembali melanjutkan aktiviras mereka seolah olah tidak terjadi apa apa.
"Mou, menghiraukan seorang gadis itu tidak baik lo, Naruto-kun!" Suara itu kembali berkicau dengan nada merajuk menjadi nada menasehati. Naruto masih setia kepada buku yang ia baca sampai buku itu ditarik paksa oleh Gadis disampingnya.
Ia menoleh datar kearah penarik bukunya. Nampak Gadis itu berdiri angkuh dengan sebelah tangan yang mengangkat buku miliknya. Senyuman manis tercipta diwajah cantik sang gadis. "Mau ini?" Gadis itu mengoyang goyangkan buku ditangannya. Naruto diam sambil menatap bukunya.
Gadis itu tiba tiba merajuk sambil memayunkan bibirnya. "Aish, kau tidak asik Naruto-kun!"
Melihat Gadis didepannya lengah, Ia langsung mengambil buku ditangan Gadis itu dengan cepat membuat pekikan imut terdengar ketika sang Gadis terkejut akan aksi tiba tiba Naruto. Naruto berdiri lalu berlalu disamping Gadis itu tanpa berucap apa apa. Tujuannya satu, atap.
Sang gadis yang nelihat Naruto pergi berubah panik. "E, eh. Ma-matte, Naruto-kun!" Ia berlari pelan namun tanpa sadar kakinya tersandung meja ketika hampir berada didekat Naruto dan refleks ia memekik dengan mata yang terpejam erat. Siap menangung akibatnya sendiri
Naruto yang mendengar pekikan itu menoleh kebelakang, dimana asal suara namun matanya membulat ketika Gadis yang selalu mencari perhatiannya untuk naik pamor sedamg terjatuh kearahnya. Refleks, Dirinya langsung mengambil jarak kekanan dan membiarkan tubuh Gadis itu terjatuh menghantam tanah yang dingin.
Ia berjalan kearah pintu dengan wajah datar ketika beberapa pasang mata menatap tajam kearahnya. Bisikan buruk seketika terdengar ditelinganya meski samar namun itu cukup membuatnya mengeratkan kepalan tangannya hingga jari jarinya memutih.
"It-ittai!" Sang Gadis meringis ketika merasakan sakit ditangan, kepala, dan lututnya. Ia menatap punggung Naruto yang mulai menjauh dengan air mata yang mulai menumpuk. Dadanya serasa dihantam palu gong raksasa lalu teriris pisau tembus pandang yang menyebabkan luka dihatinya. Ia lupa kalau kaki serta tangan dan kepalanya memar karena menghantam keras lantai dingin. Beberapa murid dikelas maupun diluar yang mendengar teriakan salah satu murid dikelas langsung masuk dan menolong Gadis yang terjatuh itu. Gadis itu dipapah oleh dua orang Pemuda namun kedua mata lentiknya memandang sedih punggung Naruto yang sudah menghilang ditikungan depan kelas. Setetes air mata turun kepipi, bertemu didagu lalu terciprat ditanah dengan suara tetesan kecil.
'Kau sudah berubah, Baka-chan!'
.
.
.
Mohon maaf akan cerita diatas. Jujur saja saya kehilangan selera menulis sekaligus ide untuk chap 2 ini. Saya memaksakan otak saya selama sehari sambil mendengarkan lagu, membaca fic lain, memainkan Game agar bisa menarik semangat saya untuk membuat fic ini..
Dan jadikah fic aneh ini.. mohon maaf ya reader karena author satu ini baru bisa tulis segitu...
Namun fic ini adalah fic tentang pengenalan karakter masing masing...
Question..
1. Siapakah Naruto sebenarnya?
2. Siapakah Gadis yang selalu ingin membuat Naruto berbicara itu?
3. Apakah benar Gadis itu hanya ingin menaiki fans fansnya
4. Siapakah orang diranting pohon itu?
ada jawaban? PM ME!
satu lagi, Kumohon untuk para reader yang membaca ini, mereview lah sejenak untuk menyuplai semangat author untuk membuat fic ini lagi..
Saya benar benar binggung dengan gaya penulisan saya... beberapa hari ini saya mencoba gaya baru seperti milik Galireans-san, Kristoper21 namun tidak ada yang cocok.. jadi saya mencoba sendri...
Bagi kalian yang ada pertanyaan mohon PM saya.. atau ada yang ingin membantu ataupun memberi saran? PM sja...
Someonegirl out...
