Crossover Naruto x Dxd Highschool

Disclammer : Naruto dan dxd bukan punya saya..

Genre : supranatural, mystery, romance, dicampur humor gaje...

Pair : Naruto x ...?

No Like No read...

.

.

.

Chapter 3 : The incident...

Story start now...

.

.

.

Naruto mengeliat dikursi atap sejenak sebelum memejamkan matanya dengan tangan sebagai sandaran kepala bersurai hitamnya. Rasa lembut sekaligus kasar terasa ditangannya ketika bersentuhan dengan rambut miliknya. Angin nakal berhembus, mengibarkan rambut hitam sesuai arah angin. Naruto menarik nafas panjang untuk menikmati aroma angin namun ia tidak mencium bau apa apa. Beberapa menit kemudian, akhirnya ia tertidur dengan dengkuran halus. Ia lupa kalau bel sudah berbunyi tiga menit yang lalu.

Pintu atap yang dicat coklat terbuka dengan suara kecil. Seorang Gadis berwajah datar berjalan keluar dari pintu lalu terdiam setelah berada didepan pintu. Matanya melirik seksama sekeliling untuk mencari murid murid yang bolos sekolah. Mata violet dibalik kacamata berbingkai merah itu menyipit ketika melihat seorang yang sedang berbaring dikursi panjang yang sengaja diletakkan diatap. Langkah kaki terbalut sepatu hitam terdengar ketika kaki jenjangnya berjalan mendekati murid yang bolos sekolah itu.

"Uzumaki-san?" Panggilnya dengan nada datar plus dingin setelah berada disamping Pemuda bersurai hitam itu. Sona, nama Gadis itu paling benci dengan namanya pelanggar peraturan. Jadi ia benci orang yang bolos sekolah dan orang didepannya ini malah enak enakan tidur sementara bel sudah berbunyi?

Dengkuran halus menjawab panggilan Sona. Wajah Sona masih datar, berbanding terbalik dengan kedutan yang tercipta dikeningnya. Sona mengangkat sebelah kakinya yang terbalut sepatu sekolah sebatas tubuh pemuda didepannya, terhenti sejenak karena membetulkan kacamatanya dengan jari telunjuk. Kacamata itu bersinar terkena sinar matahari dan dengan sedikit demonic power, Ia tendang pinggang pemuda disampingnya.

Mata itu terbuka ketika merasakan bahaya dari samping. Ia langsung berguling kesisi lainnya tanpa menoleh, membiarkan kaki jenjang itu menendang udara. Naruto berdiri lalu menatap datar wajah Sona yang juga datar. 'Iblis keparat!' Maki Naruto dalam hati. Wajah geramnya tertutup oleh wajah datar bak tembok cina.

Sebenarnya Sona terkejut melihat refleks pemuda didepannya. Bagaimana bisa orang yang sedang tidur bisa mengelak dari tendangannya. Ya, walaupun itu hanya tendangan kecil tapi mustahil kan?. Untung saja Sona bisa menyembunyikan ekspresinya kalau tidak hancur sudah image Kaichou dingin dan bermuka datar miliknya.

"Kenapa kau membolos Uzumaki-san?" Tanya Sona dengan datar namun matanya menatap tajam Naruto.

Hening beberapa saat ketika Naruto tidak menjawab. Ia berbalik lalu berjalan menuju kepintu atap, meninggalkan Sona yang terdiam ditempat.

Setelah mendengar dua kali suara pintu baru Sona tersadar dari lamuannya. Ia berbalik dan menatap pintu yang barusan dilewati Naruto dengan pandangan yang sulit diartikan.

'Aura itu... sebenarnya apa?'

.

.

.

Saat ini Naruto tengah berjalan diantara beberapa orang yang berada ditrotoar jalan. Beberapa kendaraan bermotor nampak berlalu lalang dijalan beraspal. Sepanjang perjalanan Naruto terus saja merutuk dalam hati tentang kejadian di atap. Bukannya marah namun Ia hanya kesal kepada iblis betina yang menganggu waktu bersantainya. Dan juga kenapa ia tadi pergi dari atap? Kalau ia tetap disana kan ia tidak akan ketahuan oleh kepala sekolah kalau lagi bolos.' Sial.' Naruto memaki dalam hati.

Beberapa orang termasuk Naruto yang ingin menyebrang memberhentikan langkah kaki mereka ketika melihat lampu masih merah. Beberapa mobil ataupun kendaraan beroda dua melesat cepat melewati mereka. Tanda berubah hijau satu menit kemudian dan kaki Naruto serta beberapa orang yang ingin menyebrang kembali bergerak untuk menyebrang.

Hidung Naruto mencium bau khas makanan kesukaannya dan dengan mata berbinar, Ia berbalik lalu memasuki kedai ramen yang berada dibelakangnya.

"Selamat datang!" Suara lembut dari pelayan kedai ramen langanannya bersuara ketika mendengar bel berbunyi ketika pintu dibuka. Naruto berjalan masuk kedalam kedai lumayan besar yang terdapat sepuluh meja disana. Dua meja telah ditempati oleh orang orang berpakaian serba hitam yang sedang menyeruput mie ramen. Ia berjalan keujung meja lalu mendudukinya. Seorang Pelayan yang tadinya berteriak mendatanginya sambil membawa sebuah NoteBook dan pulpen digengamannya.

"Oh, Kau Naruto-kun!" Naruto mengangguk ketika Gadis yang berusia sama dengannya menyapa. Senyuman menempel diwajah Gadis manis disampingnya. "Mau pesan seperti biasa?" Sang Gadis bertanya lembut.

Naruto mengangguk mengiyakan dengan senyuman tipis yang membuat Gadis itu merona yang membuatnya menyergit heran namun tidak bertanya karena memang bukan urusannya.

"Tu-tunggu sebentar!" Gadis itu membungkuk lalu berjalan kaku kedapur. Naruto menaikkan sebelah alisnya ketika melihat itu. Ia bertanya tanya dalam hati tentang perubahan sifat Gadis itu.

'Mungkin dia menyukaimu!' Naruto mendengus ketika mendengar suara berat dikepalanya.

'Jangan bercanda bodoh!' Naruto membalas dengan nada kesal. Makhluk yang menumpang ditubuhnya entah kenapa suka sekali mengodanya.

'SIAPA YANG KAU PANGGIL BODOH, HAH?" Naruto menghela nafas mendengar teriakan makhluk itu. Apakah makhluk ditubuhnya bodoh? Tentu saja yang Dia maksud adalah makhluk itu.

'AKU MENDENGARNYA BAKA!' Naruto sedikit berjengit mendengar teriakan yang hampir memecahkan batok kepalanya itu.

'Kalau teriak itu pake volume donk, sakit nih kepala dengar teriakan raksasamu!" Naruto dapat mendengar makhluk dikepalanya mendengus kasar.

'Kaupikir aku ini benda efekfonik yang bisa mengeluarkan suara itu? Aku ini Naga baka, NAGA!'

"Pe-pesanan datang!" Tubuh Naruto menegang ketika mendengar suara tergagap disampingnya namun kembali rilex ketika mengetahui siapa yang berada disampingnya.

Pelayan Gadis itu meletakkan semangkok ramen keatas meja Naruto dengan hati hati. Wajahnya memerah ketika merasakan Naruto menatapnya. Jantungnya dug dag dig dug tak karuan melihat wajah Naruto yang menurutnya tampan itu.

"Kau cantik ya ketika merona, Yuuki!" Yuuki, nama pelayan itu mendelik ke salah satu pria berjas dibelakangnya yang bersuara barusan. Naruto memutar bola matanya bosan.

"SIAPA YANG KAU PANGGIL CANTIK, HAH?" Yuuki membentak kesalah satu pria berjas hitam dibelakangnya yang tadi mengodanya. Matanya sesekali melirik kearah Naruto yang sedang memakan ramen miliknya dengan pelan.

"Oh, indahnya masa muda!" Pria berjas itu kembali mengoda Yuuki yang ketahuan melirik Naruto. Pria berjas lainnya tertawa mendengar ucapan kawannya itu.

Rona merah pekat menghiasi wajah Yuuki. Ia mendelik kearah para pria berjas yang menertawakannya. "U-URUSAI!"

Mereka kembali tertawa ketika mendapat bentakan itu. Mengoda yuuki sungguh menyenangkan. Batin pria berjas yang mengoda yuuki itu.

"Jangan marah marah donk Nona manis, nanti wajah manismu keriput lagi!"

Tubuh Yuuki menegang mendengar ucapan itu. Apa katanya? Keriput? Aura kelam bak shinigami mengambang dibelakang Yuuki. Senyuman manis tersunging diwajah cantik yang sekarang mirip shinigami. Para pria berjas terdiam ketika mereka melihat perubahan Yuuki. keringat dingin berkeluaran seperti air terjun diwajah mereka yang pucat pasi.

Pria berjas dengan tag name Izuo menyikut punggung teman disampingnya yang saat ini meneguk ludahnya beberapa kali. "Kenapa kau berbicara tentang hal terlarang para wanita?" Bisiknya pelan sementara matanya masih melirik Yuuki yang mengeluarkan aura suram.

Teman Izuo meneguk ludahnya sebelum menjawab dengan berbisik juga. "Ma-mana kutahu soal itu!"

Izuo menepuk pelan keningnya. Ia lupa kalau teman disampingnya gak peka dengan hal berbau perempuan.

"kalian..." Yuuki mendesia pelan dengan kepala yang tertunduk serta aura suram yang mengelilinginya. Tangan yang memegang nampan ia angkat keatas sebatas kepala. "...MAU MATI YA?KHUKHUKHU!" Kepalanya Ia tegakkan dengan seringai psycho yang tertempel diwajah manis Yuuki.

"Jangan berteriak seperti itu kepada pelanggan Yuuki dan kembalilah bekerja!" Ujar suara tegas yang berasal dari dapur. Yuuki tersentak lalu meninggalkan mereka yang saat ini bernafas lega sambil mengelus dada mereka.

"Selamat, selamat!" Ujar Izuo dengan nada penuh bersyukur. Teman disampingnya mengangguk menyetujui.

Mie yang dijepit sepasang sumpit yang hampir sampai kemulutnya terhenti diudara. Naruto menatap punggung Yuuki yang berjalan kedapur sambil menunduk. Ia tertawa kecil sebelum memasukkan mie kemulutnya.

'Ada yang sedang jatuh cinta!" Naruto mengeram kecil jtika partnernya bersiul ria dikepalanya.

'Kau mau diam atau kupenjara lagi?' Naruto mendesis bak ular sebelum sebuah teriakan terngiang dikepalanya.

'AKU AKAN DIAM, AMPUN NARUTO-BAKA!'

satu hal yang harus kalian tahu, monster ditubuh Naruto paling anti dan benci dengan yang namanya penjara. Kenapa?.. pikir saja sendiri.

.

.

Sore hari telah datang mengantikan siang. Matahari yang tadinya berasal dari atas kepala sekarang mulai tengelam di ufuk barat. Para pekerja kantoran mulai berpulangan kerumah mereka masing masing, berbeda dengan toko yang masih terbuka hingga larut malam.

Disebuah taman yang tidak ada seorangpun, nampak seorang Pemuda yang berjalan santai sambil memikul tas dibahu kanannya. Sebelah tangan ia masukkan kesaku celana sekolah. Pemuda itu bersiul siul pelan sepanjang jalan namun langkahnya terhenti ketika melihat seorang yang berdiri beberapa meter sambil menghadapnya. Ia menaikkan alisnya, binggung namun Ia tetap diam saja.

Seorang pria yang memakai pakaian ala detektif berjalan beberapa langkah kedepan sambil memegangi topi pandoranya yang turun sedikit untuk menutupi wajahnya. "Baru kali ini aku melihat seorang manusia yang tidak bertanya siapa aku kalau berjumpa!" Ujarnya dengan suara berat setelah memberhentikan langkahnya. Ia menaikkan sedikit topinya sebatas mulutnya dan menampakkan seringai menjijikan.

Sepasang sayap hitam mencuat keluar dari punggung orang berpakaian detektof itu. Mata pemuda itu melebar sebentar namun berubah menjadi mata bosan. Pemuda itu menguap lalu menatap datar makhluk didepannya. Sayap gagak berjatuhan dari punggung Orang itu namun menghilang sebelum bersentuhan demgan tanah.

"Kau tidak takut rupanya!" Makhkuk itu kembali bersuara sambil mengangkat sepenuhnya topi pandora itu. Mata merah menatap penuh nafsu Pemuda didepannya. Ia menjilat bibirnya atasnya. "Baru kali ini juga aku melihat manusia yang tidak takut akan keberadaanku disekitarnya! Kau membuat aku menjadi bernafsu memBUNUHMU!" Tatapan psikopat tercipta diwajah Makhluk itu. Ia mengangkat sebelah tangannya keatas.

Mata Pemuda itu mengikuti gerakan tangan makhluk didepannya dengan sebelah alis terangkat. Tombak transparan berwarna ungu tercipta digengaman tangan makhluk itu. "BUAT DARAHKU MENDIDIH, BOCAH!" Ia melesat kearah Pemuda yang hanya diam saja dengan debu yang berterbangan ditempatnya tadi berdiri.

Tombak cahaya yang dilemparkan oleh makhluk itu terpental ketika Pemuda itu menyabetkan tangannya secara horizontal, tombak cahaya itu melesat mengenai tanah disampingnya lalu menghilang. Tas nya sudah tergeletak dibelakang dan pandangannya menjadi serius. Ia memasang kuda kuda bertarung ketika makhluk itu hampir mendekatinya dengan light spear sama yang baru dibuatnya.

Mata Makhluk itu membulat tak kala melihat benda apa yang menahan tombak cahayanya. Wajah psikopat yang haus akan pertempuran berubah menjadi wajah penuh keterkejutan.

"I-itu..." iris kuning makhluk itu bergetar.

Bosst!

Gaunglet merah seperti cakar naga yang terpasang ditangan kanan mengeluarkan suara mekanik. Bola hitam kemerahan bercahaya sekilas yang menandakan jurus telah dikeluarkan.

Pemuda itu terkekeh pelan. "... Booster Gear, salah satu longinus yang dapat membunuh tuhan!" Pandangannya menjadi tajam yang menusuk. Seringai tercipta diwajah tampannya. "Akan kubuat kau mendidih, Da-thensi-san!"

Bosst!

Suara mekanik itu kembali terdengar sepuluh detik kemudian dengan bola dipunggung tangannya yang bersinar sekilas. Wajah Pemuda itu menjadi serius.. "Ayo kita mulai Draig!"

"Tentu, Partner!" Bola kehitaman itu berkedip kedip ketika suara mekanik itu kembali terdengar.

"JANGAN PIKIR AKU TAKUT KEPADAMU, BOCAH GOBLOK!" Da-thensi itu membentak dengan wajah merah padam. Ia merasa direndahkan oleh seekor manusia didepannya. Seorang Da-thensi terhormat sepertinya tidak akan pernah kalah oleh seorang manusia.

Tendangan lutut yang ia arahkan keperut Pemuda itu berhasil dihindar dengan mundur selangkah. Da-thensi itu mengeram pelan sebelum berputar lalu menendang kebelakang. Lagi lagi tendangannya dapat ditangkis oleh Pemuda itu dengan menyilangkan tangannya didepan kepala. Da-thensi itu tidak menyerah ketika usahanya gagal, Ia berputar miring lalu menyarangkan tendangan berputar miring dari atas kebawah kebahu Pemuda itu.

Pemuda itu berjongkok saat melirik kekanan dan melihat adanya serangan dengan sasaran bahunya lalu bersalto kebelakang tiga kali ketika merasakan adanya tendangan yang mengarah kewajah tampannya.

Da-thensi itu mengeram marah sambil menciptakan Light spear dikedua tangan. Seringai tercipta diwajahnya. "MATI KAU BOCAH!" Donasheek melempar satu Light spear ketika Pemuda itu masih bersalto dengan sasaran bawah.

Pemuda yang masih bersalto menoleh sekilas mendengar teriakan Da-Thensi yang seperti psikopat. Matanya membulat melihat satu light spear mengarah kearahnya dan Ia yakin akan mengenainya jika Ia salto lagi. 'Sialan! Bantu aku Draig!" Melakukan handstand, Pemuda itu menambah daya dikedua tangannya sambil mengandakan tenaganya.

'Boost'

Ia hentakkan sekuat tenaga kedua tangannya keudara namun Light separ itu sudah ada dihadapannya. Dengan gerakan slow motion, Light spear itu berputar pelan lalu mengikis jarak dengan Pemuda itu.

Darah berciprtan keluar ketika Light spear itu mengenai tangan kiri Pemuda yang saat ini berada diudara. Ia meringis pelan sambil memegangi tangan kiri yang terluka untuk menutupi darah yang terus keluar. Pemuda itu tidak menyadari bahwa sebuah light spear melesat kearahnya dengan kecepatan tinggi.

"HABISLAH RIWAYATMU BOCAH!"

Darah kembali bermuncratan keluar saat punggung Pemuda itu tertusuk tombak cahaya sampai menembus dadanya. Mata Pemuda itu membulat dengan iris yang bergetar. Tubuhnya terjatuh ketanah dingin ketika tenaganya mendadak lenyap. Sebelum Pemuda itu mencoba menarik light spear dipunggunnya, light spear itu lebih dahulu menghilang dengan serpihan cahaya. "Ohok..!" Pemuda itu memuntahkan darah yang mengotori dagu beserta pipinya. Ia dapat mendengar tawa kesetanan serta teriakan khawatir Draig yang perlahan menjadi samar samar dengan mata yang memaksa tertutup.

'Apakah... aku akan... mati?' Gerakan bibir itu menjadi akhir dari ucapan Pemuda itu sebelum kesadarannya ditelan kegelapan.

Da-thensi itu berjalan pelan sambil menyungingkan senyum meremehkan. "Ayolah bocah! Mana ucapanmu yang mengatakan darahku akan mendidih? Meskipun kau memiliki sacred gear bertipe longinus tapi..." Da-thensi itu memasang ekspresi kecewa yang dibuat buat sambil mendesah setelah berada disamping tubuh Pemuda itu. "...kau sama saja dengan manusia lainnya yang tidak dapat memuaskan hasrat bertarungku!"

Deg! Deg! Deg!

Detakan jantung milik Pemuda itu bertambah kencang seiring berjalannya waktu. Mata itu terbuka beberapa menit kemudian dan menampakan iris merah darah yang memancarkan aura hitam pekat yang memmbuat Da-thensi itu mundur selangkah.

"KAU MEMBUATKU MARAH DATHENSI!"

Baru kali ini Da-thensi sepertinya merasakan ketakuan dengan seorang manusia didepannya sejak ribuan tahun yang lalu.

.

.

TBC

Sampai disini dulu chap 3 nya..

Disini ada mistery lagi yang akan saya tanyakan kepada kalian...

1. Siapakah makhluk yang berada ditubuh Naruto?

2. Siapakah Pemuda yang mati dan memiliki booster gear itu?

Ada yang bisa menjawab pertanyaan dari saya silahkan PM ok...

Oh ya, di chap 2 belum ada yang menjawab my question... kalau ada silahkan PM ok...

Saya mau meminta saran kalian tentang senjata Naruto.. kalau saya sih sudah ada yaitu dua pedang legendaris

Tessaiga dan Tenseiga

Tessaiga, pedang penghancu

Sedangkan Tenseiga, pedang penyembuh luka fatal maupun membangkitkan orang mati

Namun kekuatan dua pedang itu pasti perlahan lahan akan keluar, bukan langaung.. nanti overpower lagi

question : Apakah pedang itu cocok?

Saya juga buat sifat naru itu pendiam karena tidak mau merasa terluka lagi.. dia sudah pernah terluka (nanti akan ad flasbacknya) tapi naru itu bersahabat dengan naga ditubihnya... ya awalnya sih naruto cuek bebek tapi ya.. nanti flaskback deh...

Tentang Yuuki.. ada yang tahu kenapa dia seperti itu? Ada flaskback panjang nanti tentang Yuuki kenapa dia bisa suka Naruto.. gua meskipun newbie author tapi gua gak suka ada cewe suka sama cowo atau sebaliknya tanpa alasan jelas... masa langsung lihat lansung tepar sih? (Maaf kalo menyinggung.. gomenneee...)

Ya, seperti Hinata yang menyukai naruto karena membantunya saat dihajar tiga berandalan sekaligus naruto bagi hinata adalah penyemangat, mataharinya serta orang yang membuatnya semangat serta percaya diri..

Silahkan review untuk membuat new author ini bersemangat berkaryanya dan berikan juga tangapan kalian di review serta saran di PM ok...

Saya masih kelas 2 SMA jadi jangan khawatir tidak ada update...

SomeOneGirl Out...

NB: Thank's for reading, Arigatou... :V