"Horaaa! Sudah kakak bilang, jangan berkelahi lagi!"

"Tapi! Mereka duluan yang memulainya!"

"Hah...Rei-kun, tidak semua masalah diselesaikan dengan otot. Kau harus menyelesaikannya dengan kepala dingin, kau mengerti?"

...

Detective Conan (c) Aoyama Gosho

Warning : Yaoi, Shonen-ai , OCC, typo, dll.

By : Kiruna Neophilina Phantomhive

Summary : Identitas Rei Furuya sudah diketahui Black Organization, namun Vermouth melindunginya agar permainan menjadi menari dengan memberi APTX 4869. Siapa sangka ternyata yang memegang hak asuhnya adalah orang yang selama ini ia benci?

You and Me

"Ah, maaf apa saya membangunkanmu?" tanya Subaru yang baru saja membuka pintu mobil dan hendak menggendong Rei, sedangkan yang ditanya hanya diam sejenak mengumpulkan nyawa lalu turun dari mobil.

"Kau masuk saja dulu kerumah yah, saya akan mengambil pesanan dulu," ucap Subaru sambil menyerahkan kunci rumah pada Rei, lalu pergi menuju rumah Professor Agasa.

'TETTTTTTT'

"Ah, Subaru-san! Apa kau ingin mengambil pesananmu?" tanya Professor Agasa yang baru saja membukakan pintu rumah.

"Iya, maaf jadi merepo-"

"Ah! Subaru nii-san!" sapa Ayumi, disusul dengan para Detective Boys dan Haibara yang bersembunyi dibalik Conan.

"Ne! Subaru nii-san, apa kau membawa makanan lagi?" tanya Genta.

"Moo...Genta-kun!"

"Hahahaha...sayangnya, saya tidak sempat memasak dan menitipkan pesanan saya ke Professor Agasa,"

"Ah, apa ini pesanannya?"tanya Conan yang mengambil pesanan Subaru dimeja, dan mengantarkan padanya. Diikuti dengan Haibara yang was-was.

"Iya, benar..." jawab Subaru, sambil mengambil pesanan dari tangan Conan. "Argatou," lanjutnya.

"Subaru no nii-san, kenapa pesan makanannya dua?" tanya Conan.

"Karena, ada anak dari rekan saya yang dititipkan pada saya..."

"Hehhh! Apa kami boleh bertemu dengannya?" tanya Ayumi antusias.

"Tentu! Tapi, tidak hari ini. Dia sedang sakit, kalau kalian bertemu dengannya, kalian bisa tertular..."

"Heh... kalau begitu, sayang sekali..."

"Kalau begitu saya permisi,"

Lagi-lagi tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing dan dengan tenang menyantap makanan mereka.

"Terima kasih atas makanannya," ucap keduanya.

"Jangan lupa diminum obatnya," ucap Subaru, sambil membereskan priring kotor dan membawanya ketempat cuci piring.

"Apa kau perlu bantuan?" tanya Rei, yang berada disamping Subaru setelah meminum obatnya.

Subaru pun mensejajarkan tingginya, dengan Rei lalu mengelus rambutnya pelan. "Tidak apa, sudah selesai..." jawabnya. "Apa tubuhmu ingin dilap?" tawarnya.

Sedangkan yang ditawari hanya menatap bingung.

*0*0*0*0*

"Lepaskan dasar mesum!"

"Bisa kah kau diam sebentar, dan saya hanya membersihkan badan dan kakimu..."

"Tidak mau! Aku bisa sendiri!"

Entah kenapa waktu berasa lama sekali, dan keduaanya seperti kelelahan akibat perdebatan yang mereka buat di kamar mandi, bukan keduanya sih...hanya Rei yang tiba-tiba melmparkan botol-botol sabun, saat tubuhnya hendak dilap. Sebenarnya Rei sih, enggak terlalu malu kalau hanya dilap. Tapi, kalau sambil mandi bareng sih lain cerita. Gimana sih maksudnya kok ga ngerti? Oke-oke saya jelaskan...

Jadi biar praktis, Subaru yang sudah melepas penyamarannya menjadi Akai kini telanjang dada dihadapan Rei dan hanya menggunakan handuk yang melilit dipingganya. Terus Akai narik Rei ke kamar mandi, setelah membuka pakaiannya dan begitu seterusnya...(bayangkan saja seliar mungkin#plakkk)

*0*0*0*0*

"Lain kali, aku biarkanku saja sendiri yang melakukannya!" ucap Rei, sambil melemparkan bantal sofa pada Akai. (Karena dia sudah melepas penyamaran, jadi ku nulisnya Akai)

"Hoo...apa kau malu? Bukannya hal seperti itu sudah biasa," balas Akai dengan senyum nakalnya.

'BLUSHHHH'

"Humph!"

Diam

Tidak ada perdebatan lagi, hanya ada suara TV yang sedang mereka lihat.

"Neh, apa yang kau bicarakan dengan Vermouth?" tanya Akai, sambil melirik Rei yang sepertinya tidak benar-benar menonton TV dan sedang memikirkan sesuatu.

"Bukan urus-HUWAA!"

Dengan cepat Akai membawa Rei kepangkuannya, dan menatap dirinya. "Rei, jangan membahayakan dirimu lagi!" ucap Akai, dengan tatapan menusuk dan tanpa sadar mencenkram bahu Rei.

"Apa pedulimu?" tanya Rei, dengan tatapan yang tak kalah menusuk. "APA PEDULIM-"

"AKU MENYAYANGIMU!"

'eh'

"K,kalau begitu boleh aku...aku..." tanya Rei, yang pikirannya masih melayang dengan kata-kata pria dihadapannya.

"Kau ingin apa?"

"B,b,boleh aku bersekolah?" pinta Rei, dengan kepala menunduk.

Subaru yang mendengarnya, mulai memikirkan yang aneh-aneh 'Sekolah? Apa ini salah satu permintaan Vermouth? Bagaimana jika kuizinkan dan dia bertemu dengan Sherry? Atau Conan yang sebenarnya Kudo Shinichi? Bagaimana jika dia bertemu dengan salah satu anggota PSB? Bagaimana jika dia kenapa-napa?'

"Apa tidak boleh?" tanya Rei, yang entah kenapa reflek menngunakan puppy eyes-nya

'Lucunya'

"Akan kupikirkan..." jawab Subaru sambil mengelus rambut Rei lembut.

"Baiklah..."

*0*0*0*0*

"Hai~ minna... hari ini kita kedatangan murid baru," ucap Kobayashi Sensei yang datang bersama anak berambut hitam, mata biru, dan kulit yang coklat, lalu menuliskan nama murid baru tersebut dipapan tulis. "Nah, silahkan perkenalkan dirimu..."

"Furuya Rei, salam kenal..."

*0*0*0*0*

Terima Kasih atas dukungannya! Kritik dan Saran, saya terima dan akan dipelajari ya...

Ah, dan saya benar-benar kekurangan asupan SubaAmu (ToT) lagi...