Detective Conan (c) Aoyama Gosho
Warning : Yaoi, Shonen-ai , OCC, typo, dll.
By : Kiruna Neophilina Phantomhive
Summary : Identitas Rei Furuya sudah diketahui Black Organization, namun Vermouth melindunginya agar permainan menjadi menari dengan memberi APTX 4869. Siapa sangka ternyata yang memegang hak asuhnya adalah orang yang selama ini ia benci?
You and Me
"Baikalah anak-anak, jangan lupa kerjakan tugas kalian!" ucap Kobayashi Sensei mengakhiri pelajarannya hari ini, lalu pergi meninggalkan kelas.
"Perkenalkan namaku Yoshida Ayumi, kau boleh memanggilku Ayumi! Lalu Kojima Genta-kun, Tsuburaya Mistuhiko-kun, Edogawa Conan-kun, dan Haibara Ai-chan," ucap Ayumi, yang langsung menghampiri meja Rei dan memperkenalkan teman-temannya.
"Furuya Rei, salam kenal juga!" balas Rei, dengan logat anak-anak.
"Dan kami adalah 'Shonen Tantei...'!" ucap Ayumi, Genta, dan Mitsuhiko sambil berfomasi ala kelompok pembela kebenaran.
"Shonen Tantei? Ah! Kalian yang waktu itu dibicarakan oleh Subaru-san,"
"Rei-kun, kenal dengan Subaru nii-san?" tanya Conan, yang penasaran hubungan mereka walaupun waktu itu Subaru sudah menjelaskannya.
"Um'm! Katanya ada yang ingin bertemu denganku, tapi sayangnya aku sedang sakit,"
"Heh...jadi kau anak yang dititipkan padanya,"
"Memang ibumu kemana?" tanya Genta
"Um... orang yang sibuk dan selalu pergi keluar negeri," jawab Rei, dengan memasang wajah melas.
'Kruyukkkkk...'
"Hehehe...maaf, aku sudah lapar!" ucap Genta sambil mengelus perutnya yang sudah berbunyi.
"Duh! Genta, bukankah kau sudah memakan 2 kotak bento saat istirahat!" ucap Mitsuhiko, yang sudah biasa dengan temannya yang doyan makan itu.
'Itu perut apa karet?' batin Rei sweatdrop.
"Maaf...maaf..."
'Drtt...Drrt...'
'Subaru-san?' batin Conan, yang merasakan smartphone-nya bergetar dan melihat panggilan dilayarnya. Lalu pergi menjauh dari mereka, karena takut pembicaraan mengenai BO.
"Ada apa Subaru-san?"
'Apa Rei bersamamu?' ucap Subaru dari sebrang sana.
"Iya, dia disini.."
'Syukurlah, dia tidak mengangkat panggilan saya dan saya khawatir. Bilang padanya saya sudah menunggu didepan gerbang sekolah,'
"Baiklah..."
'Terima kasih,'
'Pip'
"Siapa?" tanya Haibara penasaran, seperti biasanya.
"Rei, Subaru-san bilang kau tidak mengangkat panggilannya dan dia khawatir padamu. Sekarang dia sudah didepan gerbang sekolah," ucap Conan, menyampaikan pesan Subaru sekaligus menjawab pertanyaan Haibara.
"Pangg-Ah! Aku lupa smartphone-ku didalam tas," ucap Rei, yang lalu mengecek smartphone-nya dalam tas dan melihat ada 31 panggilan tak terjawab.
'Banyak banget!'
"Ara, bagaimana kalau masak di rumah Professor dan minta Subaru-san berhenti dulu di supermarket?" tawar Haibara, memanfaatkan keadaan.
"Ide bagus, Haibara/Ai-chan!"
Sesampainya didepan gerbang mereka pun melihat mobil merah Subaru yang terparkir dibahu jalan, dan sang pemilik yang sepertinya sudah gatal pingin ngomel-ngomel.
"Kenapa kau tidak mengangkat panggilan saya?" tanya Subaru, yang mencubit pipi Rei dengan gemas.
"Mwaaf..."
"Subaru-san, bolehkah kami ikut denganmu?" tanya Ayumi, penuh harap.
"Tentu saja," jawab Subaru, sambil melepaskan cubitannya. Sedangka yang dicubit udah meringis, sambil mengelus-ngelus pipinya yang merah.
"Ah! Kita berhenti dulu di supermarket,"
'Hahahaha...dasar,'
*0*0*0*0*
"Saya tunggu disini..." ucap Subaru, yang sudah selesai memarkirkan mobil merahnya.
"Um'm! Ayo Yoshida-san!" ucap Haibara, lalu keluar dari mobil diikuti dengan Ayumi dibelakangnya.
"Tunggu! Aku ikut!"
"Ah! Aku juga ikut!"
"Nee...nee...kita masak apa yah?" tanya Ayumi, sambil membawa keranjang belanja dibantu dengan Haibara.
"Mau masak kari lagi?" tanya Haibara.
"Umm...sejujurnya, Ayumi bosan jika harus makan kari terus,"
"Jaa...kita masak apa?"
"Bagaimana jika tanya yang lain?"
"Kalian ingin makan apa?"
"Terserah," jawab Conan, yang tidak mau ribet.
"Aku, bebas aja~," jawab Mitsuhiko, yang menghargai masakan mereka.
"Aku ingin belut!" jawab Genta bersemangat.
"Hah...Genta-kun, dipikiranmu hanya ada belut..." keluh Mitsuhiko.
"Kenapa tidak dicoba saja?" tawar Rei.
"Eh, Rei-kun bisa masak?" tanya Ayumi dengan senang, karena akhirnya bertambah orang untuk membantunya memasak.
"Sedikit,"
"Baiklah, sudah diputuskan! Hari ini kita makan BELUT!" ucap Genta dengan penuh semangat, lalu pergi menuju kios ikan.
"Tunggu dulu Genta-kun!" ucap Mitsuhiko sambil mengejar Genta, diikuti dengan Ayumi dan Haibara.
"Hahaha...dasar," ucap Conan yang merasa jadi pengasuh mereka.
"Bagaimana kalau kita, cari bahan-bahan yang lainnya?" tawar Rei, lalu berjalan menuju rak bumbu dapur.
"Um'm,"
'Hmm...belutnya diapain yah?' Pikir Rei, sambil melihat-lihat bumbu dapur yang tersusun rapih. "Ah, itu saja deh!" ucapnya, lalu berjinjit mencoba mengambil bahanyang diperlukan. Namun nihil, ia sama sekali tidak berhasil.
"Ini..." ucap seorang laki-laki berkacamata, yang membantu mengambilkan bahan yang diiginkan Rei.
"Ariga- "
'KAZAMIII!' batin Rei Shock
"Kazami-san, apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Conan. Semenjak kejadian 'itu' ( kejadian di Movie 22), Conan cukup tahu mengenai Kazami.
"Ah, kau anak yang berada di kediaman Kogoro-san itu! Kalau gak salah namamu Conan-kan?" tanya Kazami, dan dijawab anggukan kecil oleh Conan. "Saya, hanyaberbelanja untuk persediaan," lanjutnya.
"Heh..."
"Lalu, siapa nam- "
'KYAAAAAAA!'
Ucapan itu terpotong oleh sebuah teriakan pengunjung, mereka pun langsung menghampiri asal suara dan melihat Ayumi sedang disandra oleh kawanan para perampok.
"Diam disana! Atau anak ini kami tem-'DUAKKKKK'!"
Sebuah bola mendarat bebas dimuka salah satu perampok yang menyandra Ayumi, hingga pingsan.
"Ma,mau apa kau! Diam disana kalau tidak aku akan menmbakmu!" ucap perampok yang lain, namun dengan hati-hati namun pasti Kazami, mengahajarnya.
"Tunggu dulu bukankah ada 3 orang?" tanya Conan dengan was-was.
"HAHAHAHA! Diam kalian disana! Atau akan kubunuh anak ini!" ucap perampok terakhir yang berjalan mundur, sambil membawa sekantong uang dan menyandra Rei. Perlahan dengan berjalan mundur perampok itu berjalan menuju pintu keluar.
'Buk'
"Minggir kau! Atau kubunuh anak ini!" ucap perampok itu yang menabrak Subaru, lalu mengarahkan pistolnya kearah kepala Rei.
"Wah...kalau itu terjadi bisa gawat," balas Subaru.
"Hahaha...benarkan? kalau-'DUAKKK'"
Dengan cepat dan keras Subaru menghajar perampok itu hingga pingsan. "Kau tidak apa-apa?" tanyanya, sedangkan yang ditanya hanya mengangguk pelan.
Tak lama kemudian, polisi pun datang dan membawa para perampok itu.
TBC
Kiruna : Fyuhh...akhirnya selesai~, saran dan komentar diterima dengan penuh cintah #plakkkk
