Naruto yang menolong wanita cantik bernama Uchiha Sasuke dari perampokan, malah berakhir di pelaminan. Apa yang sebenarnya terjadi? Dia masih pelajar, kenapa harus menikah secepat ini? NarufemSasu

DISCLAIMER: MASASHI KISHIMOTO

PAIRING: NaruFemSasu

RATED: T/M

GENRE: Romance, Drama, Humor

WARNING: Gender Switch, typo(s)

You Are My Husband

By: Fabel Caster

.

.

.

.

Saat ini Naruto sedang duduk di sofa empuk di kamar calon istrinya. Kamar yang penuh warna biru dongker dengan hiasan bunga sakura di dindingnya, perhiasan-perhiasan emas serta karpet yang ia taksir puluhan juta dollar. Dan uniknya kamar calaon istrinya itu punya dapur dan pustaka pribadi sendiri, sudah seperti rumah di dalam rumah. Astaga, bahkan ukuran kamar ini enam kali lipat lebih besar dibandingkan dengan apartemen sederhana miliknya.

Awalnya ia duduk di karpet, namun melihat itu Sasuke malah menggendongnya dan mendudukkan nya di sofa. Astaga, wanita cantik itu bukan main kuatnya, pantasan saja saat kakaknya hendak mencoba menghalangi nya seketika langsung meyingkir hanya dengan sekali gertakan. Mengingat itu membuat nya menelan ludah.

Kemudian matanya beralih pada pintu kamar mandi bewarna putih gading yang ada di sebelah dapur pribadi milik sasuke. Dadanya berdegup kencang tatkala pintu itu terbuka yang menampilkan seorang wanita cantik yang sedang melap rambut basahnya. Darah Naaruto semakin berdesir tatkala wanita yang mengaku calon istrinya itu hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya, yakni dari dada hingga setengah paha. Memperlihatkan belahan dada dan paha putih mulusnya. 'Astaga, cobaan apalagi ini?'

Melihat pemandangan itu membuat jantungnya tak berhenti berdegup kencang, ia yakin wajahnya sudah merah sekarang. Astaga, pria mana coba, yang tidak mimisan melihat wanita cantik yang tubuhnya hanya dililit selembar handuk. Apalagi ini wanita tersebut luar biasa cantiknya. Naruto jamin, perempuan-perempuan cantik di sekolahnya tidak ada apa-apanya dibandingkan Sasuke.

Tak tahan dengan pemandangan di depannya, Naruto langsung menundukkan kepalanya dalam. Ia takut dicap mesum atau lainnya. Bisa bisa taruhannya nyawa jika berhadapan dengan wanita cantik itu.

Sedangkan Sasuke hanya mendengus geli melihat kelakuan calon suaminya itu. Malu heh?

"Kenapa kau menundukkan kepala mu?" Ucap Sasuke mencemooh sambil jalan mendekati lemari dan mengambil pakainnya.

Naruto yang kaget mendengar suara Sasuke mengangkat kepalanya sedikit. Matanya melotot melihat calon istrinya itu sedang memasang pakain dalamnya, dengan posisi membelakangi dirinya. Nafas nya tercekat tak sanggup melihat pemandangan di depannya, dengan cepat ia menundukkan kepalanya dan menggeleng-gelengkannya dengan cepat.

Melihat kelakuan calon suaminya yang dianggapnya lucu itu malah membuat Sasuke tersenyum geli. Astaga, suaminya ini benar-benar malu masih saja ada laki-laki seperti ini, berbeda sekali dengan pria-pria anak kenalan kolega ayah nya yang melihatnya hanya pandangan nafsu saja. Laki-laki pirang di depannya ini seperti nya sangat cocok untuk dijadikan suaminya. Dengan begitu tidak akan ada lagi alasan ayahnya untuk menjodohkannya. Memikirkan itu membuat dirinya senyum angkuh ala Uciha. Sedangkan Naruto yang tidak sengaja melihat senyum itu malah semakin ketakutan.

Masih diposisi yang sama, naruto tidak mengubah posisinya yang menunduk kebawah. Ia yakin telinganya sudah memerah sekarang. Wangi shampo yang dipakai Sasuke entah mengapa tercium dari sekian meter. 'Astaga, aku harap aku segera pingsan-tebayou'

"Angkat kepala mu dobe." Suruh Sasuke dengan nada suara datar.

"..."

"Ayolah cepatlah pingsan...!"

"Jangan pura pura tidak dengar." Kata Sasuke yang mulai jengkel.

"..."

"Kenapa malah diam? Aku bilang angkat kepalamu bocah."

Mendegar suara Sasuke yang sedikit meninggi, dengan perlahan ia tegakkan kepalanya. Dan di hadapannya terdapat Sasuke sudah berpakain lengkap piyama tidur dan sedang berusaha mengikat rambutnya. Namun dia tampak kesusahan melakukannya. Seketika ia ingat kalau jari Sasuke terluka karena peristitwa tadi pagi.

"Kemarilah dan bantu aku mengikat ini." Pinta Sasuke sambil menggoyangkan rambutnya.

Melihat itu dengan segera ia bediri dan bergegas mendekati Sasuke yang saat itu berada di kasur. Sasuke kemudian menepuk-nepuk tengah-tengah kasur supaya Naruto duduk disana. Tanpa diperintah dua kali, Naruto langsung naik ke kasur dan duduk disana. Awalnya ia malu untuk duduk di kasur, namun mengingat jari Sasuke terluka karena dirinya, Naruto pun langsung naik ke kasur dan duduk di tempat Sasuke pinta.

"Tolong ikat rambut ku, yang rapi." Kata Sasuke, yang lebih mirip perintah dibandingkan permintaan.

Sedangkan Naruto hanya mengangguk sebagai jawabannya. Diambilnya ikat rambut Sasuke, dan kemudian mengikat rambut Sasuke dengan lincah dan cepat. Dan tak butuh waktu lama ia sudah mengikat rambut Sasuke dengan rapi.

"Sudah Siap Sasuke-san." Ucap Naruto disertai cengiran khasnya.

Sasuke yang mendengar itu sedikit tidak percaya calon suaminya dengan sangat cepat mengikat rambutnya. Kemudian ia melihat ke kaca pantulan rambutnya. Benar saja, rambutnya sudah terikat dengan rapi dan manis.

"Dari mana kau belajar mengikat rambut?" Tanya Sasuke yang sedang menatap Naruto lewat pantulan cermin.

"Itu... karena aku sudah terbiasa sebelumnya mengikat rambut perempuan." Jawab Naruto.

Sasuke menegakkan sebelah alisnya. "Kau pernah mengikat rambut perempuan sebelum aku?" Tanya Sasuke yang tiba-tiba membalikkan badannya Sedangkan Naruto hanya mengangguk ragu menjawab pertanyaan Sasuke.

"Siapa 'dia?' Mantan-mu?" Desak Sasuke curiga dengan nada suara sedikit menggeram marah.

"B-b-bu"

"Kalau benar dia mantan mu, lupakan dia selamanya." Belum selesai bicara perkataannya malah di potong oleh calon istrinya itu.

Mendengar perintah dari Calon Istrinya dengan segera ia mengangguk dengan cepat. Calon istrinya sudah seperti kepala sekolahnya saja. Tsunade, wanita yang berdada besar dan sealalu tampil nyentrik padahal umurnya sudah nenenk-nenek. Hanya saja dari sudut penampilan mana pun tetap calon istrinya lah yang paling cantik yang pernah ia lihat selama hidupnya. Berbeda dengan Senju Tsunade kepala sekolahnya yang luar biasa nyentrik itu. Memikirkan kata 'calon istri'membuat wajah dan telinganya memerah, seolah olah ini hanya mimpi belaka.

Sasuke yang melihat wajah merah Naruto naik darah. Ternyata benar, calon suaminya mengingat mantan nya kembali. Sial, dia harus bergerak cepat.

"Kenapa senyum-senyum?" Tanya Sasuke curiga dengan sedikit selipan marah.

"T-tidak, tidak ada Sasuke-san" Namun Sasuke tetap tidak langsung percaya dengan perkataan Naruto.

"O..o, atau jangan-jangan kau...Mengingat kembali kenangan bersama MANTAN-mu!?"

"A-APA?"

"Ternyata kau cukup berani juga dobe, apa kau ingin ku lempar ke kolam piranha Uchiha?" Ancam Sasuke sambil menggenggam kerah baju milik Naruto.

"B-b-bukan Sasuke-san aku tidak berani memikirkan wanita manapun selain Sasuke-san." Ucap Naruto sambil menahan tangan Sasuke yang mencengkram kerah bajunya.

"Buktikan kalau begitu!" Desak Sasuke yang semakin menggencangkan cengkramannya di kerah baju Naruto.

"A-a-aku ha-hanya -uhuk me-menyukai Sasuke-San" Ucap Naruto terbata-bata. Astaga calon istrinya tersebut memang benar-benar mencengkram kerah bajunya sangat kuat. Konyol sekali dia mati sebelum hari pernikahannya dan super aneh lagi kalau dia mati di tangan calon istrinya.

"..."

"S-s-sas-su-keh-uhk"

"Cepat lupakan gadis yang ada dipikranmu itu dobe"

"Uhk.. Ak-aku sus-sah ber-nafas Sas-"

"Cepat katakan!" Bentak Sasuke di depan wajah Naruto, bahkan kening mereka saling beradu.

"A-ak-ku-"

Naruto yang sudah mulai kehabisan nafas mencoba melepaskan cengkraman tangan Sasuke di lehernya. Namun sayang tangan nya yang basah karena mengikat rambut Sasuke malah tergelincir tepat di dada Sasuke. Karena dalam keadaan susah bernafas membuat tangan Naruto reflek meremas dada Sasuke yang bisa dibilang lumayan besar. Hal itu pun berlangsung beberapa detik sampai Sasuke melepaskan cengkramannya kerah baju Naruto.

Naruto yang sadar akan perbuatannta langsung kalap dan menjadai lebih takut. Mungkin saja selanjutnya dia akan dilempar ke kolam piranha milik uchiha yang terkenal sangat ganas memangsa segalanya itu.

"Uhuk uhuk, m-maaf kan aku Sasuke-san a-uhuk ku tidak sengaja melakukannya"

"..."

"Aku benar-benar minta maaf S-sa-suke-san. A-a-ak-"

"Kau ingin cari mati ya dobe?!" Sasuke menajawab dengan nada dingin dan mengancam. Wajah nya menunduk dan sekujur wajah hingga lehernya tampah merah seperti warna buah kesukaannya.

"T-ti-tidak, i-itu hanya reflek saja Sasuke-san" Jawab Naruto yang tidak henti-hentinya terbata-bata dalam menjawab perkataan Sasuke. Dia yakin lelaki manapun akan berbicara sepertinya bila dihadapkan dengan Sasuke yang sangat dingin dan luar biasa menakutkan bila marah seperti sekarang.

"..."

"Sasuke-san ak-"

"Apa sebelumnya kau juga pernah berbuat seperti tadi?" Tanya Sasuke dengan wajah yang menunduk, dan kini perkataannya malah semakin dingin dan semakin mengerikan nadanya. Astaga, cantik tapi luar biasa menyeramkannya.

Melihat kondisi Sasuke yang sangat menyeramkan sekali di depannya, tiba- tiba saja entah keberanian dari mana ia langsung menarik kedua pergelangan tangan Sasuke dan langsung meletakkan nya di dada nya.

"Sasuke-san... Sasuke-san boleh melakukan apa saja kepada dadaku. Jika ingin memukulnya pun boleh, asalkan Sasuke-san jangan marah kepada ku."

"Heh, kau ingin mencoba membujuk ku heh, dobe mesum." Balas Sasuke dengan nada meremehkan.

"B-bukan begitu Sasuke-san. A-aku hanya-"

"Baiklah, aku akan memaafkan mu" Potong Sasuke yang akhirnya mengangkat wajahnya, setelah sekian lama menundukkan wajahnya.

"Eh benarkah!?" Balas Naruto, cepat sekali calon istrinya berubah mood.

"Tentu saja tidak semudah itu aku memafkan perbuatanmu." Ucap Sasuke dengan nada angkuh sambil melipat kedua tangannya di dada.

"M-maksud Sasuke-san ap-apa?" Tanya Naruto ragu-ragu.

"Tentu saja ada syaratnya bodoh." Jawab Sasuke kesal. Dia sedikit ragu memilih calon suaminya yang lumayan bodoh ini. Ah sudahlah, mau bagaimana lagi, dia sudah jatuh hati soalnya.

"Syarat?"

"Hn."

"Syaratnya apa Sasuke-san?" Tanya Naruto penasaran.

"Kau harus memenuhi semua perintahku." Ucap Sasuke dengan nada mengancam.

"P-perintah? Semua?" Jawab Naruto. Astaga, kalau Sasuke yang memberi perintah yang aneh-aneh bagaimana? Kenapa harus 'semua'nya coba.

"Hn."

"A-ano Sasuke-san a-"

"Jangan panggil aku Sasuke-san." Potong Sasuke dengan raut wajah tidak suka.

"T-tapi.."

"Itu perintahku yang pertama" Potong Sasuke lagi dengan cepat.

"A-Apa?" Oh luar biasa, bahkan Sasuke tidak menanyai persetujuannya dulu. Dasar Uchiha.

"Kalau kau Sampai tidak memenuhi perintahku..."

Kretek...kretek...kretek...

"Akan kubuat kau tidak bisa jalan selamanya" Sambung Sasuke dengan mata tajam dan aura kelamnya.

'Glek...'

'Sekarang aku sangat-sangat yakin sekali kenapa Itachi-san takut kepada Sasuke-san'

"B-b-ba-ik Sasuke-san..."

"Kau mau mati Dobe?" Ucap Sasuke dengan datarnya

"Aha.. Ano, Et-to... maksudku,.."

"Maksudmu apa? Kau ingin kulempar ke kolam ikan piranha Uchiha maksudmu?" Balas Sasuke.

"B-bukan...Suke-chan." Ucap Naruto dengan suara yang dipelankan diakhirnya, namun siapa kira Sasuke tidak mendengarnya.

"Eh?" Bola mata Sasuke sedikit membesar dan mulutnya sedikit terbuka karena lumayan terkejut dengan panggilan calon suaminya untuknya.

"A-ah maaf.., a-aku keceplosan Sas-"

"Tidak"

"Eh? Kenapa?"

"Aku Suka itu. Kau harus menyebut namaku dengan sebutan tadi" Ucap Sasuke mengancam

"T-ta-tap-"

"Itu perintahku. Aku tidak menerima penolakan!" Ucap Sasuke final.

Sedangkan Naruto memandang tak percaya. Lagi-lagi dia tidak bisa mengelak dari perintah calon istrinya itu. Dan pada akhirnya dia hanya bisa mengangguk patuh.

"Sekarang, pergilah mandi." Suruh sasuke sambil menunjuk kamar mandi.

"T-tapi Sasuke-san, m-maksudku suke-chan, aku tidak bawa baju ganti." Ucap Naruto dengan nada serendah mungkin.

"Bajumu sudah aku pindahkan ke lemariku." Balas Sasuke yang sedang mengambil posisi untuk tidur.

"Eh?"

"Itu keinginanku. Dan keinginan ku juga sebuah perintah dariku."

'A-apa!? bagaimana bisa?'

"Tentu saja bisa Dobe."

'D-dan sekarang diapun bisa membaca pikiranku?'

"Tidak usah mengeluh. Kerjakan saja yang kuperintahkan." Jawab Sasuke seolah olah sudah tau apa yang dipirkan Naruto.

Dan Naruto tanpa berpikir lagi langsung mengangguk dan berdiri segera berjalan ke lemari untuk mengambil baju gantinya. Bisa malu sekali dia memakai pakain dilihat oleh wanita. Memang sih Sasuke itu calon istrinya, tapi tetap saja sebagai laki-laki yang jarang berinteraksi sedekat ini dengan wanita membuatnya malu luarbiasa.

Dengan langkah yang pasti dia berjalan ke arah lemari Sasuke dan kemudian membukanya. Dan alangkah terkejutnya Naruto melihat semua pakainnya tertata rapi tersusun bersama pakain Sasuke. D-dan apalagi coba itu, pakain dalamnya bercampur dengan pakain dalam milik Sasuke. Astaga, cobaan apalagi ini coba. Dia tidak habis pikir, Sasuke sebegitu niatnya ingin tinggal bersama nya.

Saat hendak mengambil pakain dalamnya Naruto tanpa sengaja menyentuh bra milik Sasuke yang terlipat dibawah pakain dalamnya. Hal itu membuat wajahnya merah pekat dengan seketika. Dan tanpa Sadar dia malah mengambil bra milik Sasuke.

'I-i-ini pakain dalam milik Sasuke-san tebbapyou'

"Kau ingin memakai pakain dalamku Dobe?" Ucap Sasuke yang sejak tadi memperhatikan Naruto.

"Aha! M-m-maaf kan Aku. I-itu bukan." Balas Naruto yang terbata-bata.

"Bukan apa? Ternyata kau sangat mesum ya Dobe. " Ucap Sasuke dengan nada mengejek.

"A-ak-aku,.."

Naruto tidak melanjutkan ucapannya dan kemudian dengan cepat menaruh kembali pakain dalam Sasuke dan mengambil baju ganti serta pakain dalamnya dengan gerakan cepat. Dan langsung menutup lemari pakain Sasuke.

Dan kemudian berlari menuju ke arah kamar mandi milik Sasuke. Sedangkan Sasuke melihat itu tanpa sadar tersenyum. Sunyaman indah yang jarang ia perlihatkan. Mungkin karena Dobe-nya? Lagi-lagi dia tersenyum memikirkan itu.

Sedangkan Naruto yang berada dalam kamar mandi, jongkok sambil mengacak-acak rambutnya. Berpikir mengenai kejadian sepihak tadi.

'Hah... Kenapa malah jadi seperti ini tebayou. Semoga dia tidak meminta hal yang aneh-aneh'

Keesokan Harinya...

Ruang makan keluarga Uchiha saat ini mengeluarkan aura kejengkelan luar biasa. Walaupun begitu mereka hanya mampu memandang saja adegan mesra kedua sejoli yang sedang suap-suapan (hanya sepihak) di meja makan. Bibir mereka tampak berkedut-kedut menahan kesal dan malu.

Bagaimana tidak, Sasuke duduk di pangkuan Naruto sambil menyuapi calon suaminya itu sarapan pagi. Sedangkan Naruto? Dia hanya seperti robot yang patuh sambil membuka dan mengunyah makanan saja. Walaupun begitu, Naruto melihat tidak ada satu orang pun yang berani menghalangi perbuatan Sasuke. Sampai akhirnya makanan yang disuapi Sasuke habis.

"Makanan nya sudah habis." Ucap Sasuke sambil meletakkan piring dan sendok makan di meja makan.

"Dan ini vitaminnya..,"

Tanpa aba-aba Sasuke langsung mencium bibir Naruto beberapa detik.

Melihat kejadian itu Kepala keluarga, Fugaku Uchiha langsung menyemburkan minuman nya sehingga meja makan basah semua. Sedangkan Itachi sudah batuk-batuk keselek oleh tualang ikan yang tanpa sengaja ia telan saking asyiknya melihat tingkah laku adik perempuannya itu. Mikoto? Ibu kandung Sasuke itu hanya elus-elus dada melihat kelakuan dada melihat kelakuan anaknya.

"Eh...?" Ucap Naruto yang masih melongo karena barusan dicium oleh Sasuke.

"Sudah, ayo kita berangkat. Bukankah kau sudah terlambat Dobe?" Balas Sasuke dengan nada datarnya, seolah-olah dia tidak melakukan apa pun.

"B-b-baik Sasu-chan. Terima kasih makanannya." Ucap Naruto sambil berdiri dan membungkuk kepada keluarga Uchiha, dan kemudian mengikuti Sasuke dari belakang.

Keluarga Uchiha? Entah sampai kapan mereka melihat pemandangan begini, jerit batin mereka. Mungkin... bisa jadi selamanya, pikir mereka lesu. Entahlah, kelakuan kedua sejoli itu sulit untuk mereka tebak.

.

.

.

.

.

TBC

Terima Kasih author ucapkan atas support dari reader semua. Maaf ya karena baru update. Karena author sendiri tidak menyangka akan seperti ini reaksi reader semua. Kalau fic. Ini ingin dilanjutkan, mohon support yg sebesar-besarnya dari reader semua.

See You Next Chapter...