"Tepati janjimu dan temui aku lagi,paduka",Kemudian semuanya benar-benar gelap
Imoogi
CHAPTER 2
(SIAPA DIA?)
CAST : PARK CHANYEOL(26),BYUN BAEKHYUN(21)
OTHER CAST : SM FAMILY
WARNING : TYPO,MECUM,GS,FLASHBACK
Cuap, jadi di chapter awal-awal aku bakal buat ini alur maju mundur syantiek, karena aku mau buat sedikit bayangan ke mereka sebelum nanti di pertengahan cerita aku bakal ceritain awal pertemuan mereka di masalalu .
Let's Begin
Alarm terus berbunyi dari kamar luas itu,Membuat sosok besar itu mulai bergeming merasa tidurnya terusik
"Berisik sekali",Sambil mematikan alarm kemudian bergegas mengambil bathrob dan pergi ke kamar mandi. Bunyi kucuran shawor memberitahukan si pemilik tengah menikmati mandi paginya. sambil membersihkan diri Park Chanyeol mulai memikirkan kembali apa arti mimpinya semalam, Kenapa dirinya menjadi sosok mengerikan seperti itu dan siapa orang yang tengah mendesah di bawah kungkungan monster itu,Kenapa suaranya begitu merdu dan membuat, OH-..Shit dia ereksi! GILA! Bagaimana bisa hanya membayangkanya saja dia bisa ON, Oh ayolah Park kau itu memang mesum.
Pagi ini begitu cerah seperti pagi-pagi yang lalu, Sosok mungil yang sedang bersiap untuk mengantar susu pagi ini sudah siap dengan jeans hitam, t-shirt bewarna pink serta snekears yang membalut kaki mungilnya tak lupa mantel tebal karena cuaca pagi buta begini lumayan dingin untuk gadis seperti dirinya.
"Bu, Semua sudah siap aku langsung pergi karena setelah ini aku ada tugas kelompok aku akan ke rumah kyungsoo"Ucap Baekhyun.
"Hati-Hati di jalan sayang, Setelah selesai mengerjakan tugas langsung pulang ya" kata Ibu Baekhyun.
"Baiklah bu".Kemudian bergegas pergi mengayuh sepeda kecilnya, Terkadang kehidupan seperti yang di jalani ini membuatnya tidak nyaman dan terkadang suka mengeluh namun setelah dia sadar dia kembali befikir tidak boleh mengeluhkan kehidupanya sekarang karena di luar sana masih banyak yang tidak lebih beruntung dari dirinya, dia begitu beruntung hidup di karuniai kasih sayang oleh ibunya dan di anugerahi keburuntungan karena bisa mengeyam pendidikan di Universitas Kyunghee dengan beasiswa penuh, Sejak di Junior High school dulu Baekhyun kecil yang pintar selalu mendapat beasiswa penuh karena prestasinya yang gemilang, Karena terlalu larut dalam pemikiranya sendiri dia sampai tidak sadar ada mobil yang melaju kencang dari arah belakang, Karena dia mengayuh sepeda terlalu ke tengah jalan maka dengan tidak elitnya mobil itu menyerempet sepedanya sehingga membuat sepeda tersengol cukup kencang yang memyebabkan dia jatuh ke samping kanan trotoar.
"BRUK..",
" Argh... Sakit,Hks", karena terlalu keras jatuh tanganya menahan berat tubuhnya bersamaan dengan dirinya tertiban sepeda membuat kedua tanganya bergesakan dengan aspal sehingga menimbulkan luka yang cukup besar yang perlahan darah mulai merembas di telapak tanganya, pengendara mobil itu lantas menepikan mobilnya,
"Kau tidak apa-apa?", tanya suara baritone itu.
" Kau gila hah pagi-pagi begini menbawa mobil dengan kecepatan tinggi, Kau bisa membahayakan pengguna yang lain bodoh!hksss! lihat tangan ku terluka karena mu dasar bodoh!", katanya sambil mendongak ke atas ingin mengtahui siapa pengendara ceroboh mana yang telah membuatnya terluka begini.
"KAU!", kata orang yang menabraknya
" YAK! hks... kenapa dunia ini begitu sempit , hkssss tuhan aku salah apa", kata Baekhyun terlalu mendramatisir keadaan karena yang menabraknya adalah orang yang sama yang kemarin membuatnya bertambah telat dengan perdebatanya yang tak penting , sekarang dia begitu merutuk keadaan seperti ini yang membuatnya bertambah membenci pria menyebalkan ini.
" Kau tidak apa-apa? coba aku lihat seberapa parah lukamu",katanya sambil memegang kedua tangan mungil itu.
" Kau bodoh atau apa hah! jelas-jelas luka ku parah, lihat! dia terus mengeluarkan darah Hiksssss! ",katanya sambil terisak namun masih bisa mengumpat dengan manisnya kepada pemuda di depanya
" Kau harus segera di obati dan aku akan membawa mu ke rumah sakit", katanya kemudian mengangkat bridal sosok mungil itu tidak memperdulikan protesan macam apa yang keluar dari mulut pedasnya.
" YAK! Dasar ajuhssi mesum seenaknya saja kau, turunkan aku sekarang juga!",katanya histeris sambil memukul dada bidang pria itu,
chanyeol yang semula memang panik melihat semakin banyak darah yang keluar tidak mendengarkan protesan dari simungil yang membawa nya segera ke rumah sakit.
" YAK JANGAN TINGGALKAN SEPEDAKU!"
"CKKK.. Sudah sakit masih bisa mengumpat, Tenang saja aku akan menyuruh orang ku untuk mengambil sepeda tua mu itu dan mengantarkanya ke rumahmu, Kau tinggal memberikan saja alamat rumahmu kepadaku nanti", celetuknya sambil medudukan si pendek ke kursi penumpang dan dia bergegas memutar haluan segera naik juga dan melajukan mobil ke rumah sakit .
"AW..HKS... Sakit sekali", katanya sambil terisak sedari tadi karena demi apa alkohol sialan itu seperti membakar lukanya.
" Tahan sedikit sebentar cantik aku akan membersikan lukamu kemudian memberikan salep dan mekaikan perbanya", Kata dokter yang sedang mengobati lukanya.
setelah selesai menangani sosok cantik itu sang dokter segera menemui si pengantar sosok cantik itu,
" Bagaimana keadaanya, Hyung? apa dia baik-baik saja?", kata chanyeol kepada sosok itu.
" Tenang saja chan lukanya tidak begitu parah hanya bergesekan terlalu keras dengan aspal mengakibatkan pembulu darahnya pecah sehingga darahnya begitu banyak keluar, Namun nanti akan berenti dengan sendirinya", kata donghae menjelaskan kepada chanyeol.
" Baiklah terima kasih, Apa aku sudah bisa masuk hyung?", tanyanya dibalas anggukan oleh donghae.
"Hmm.. Chan dia siapa? apa wanita barumu?",tanyanya
"Ck, bukan hyung dia orang tidak sengaja ku tabrak karena tadi aku sedang tidak fokus mengemudi" ,jelasnya
" Oh, Kukira dia wanita barumu, Lagi pula dia terlihat cantik. kau tidak ingin mengencaninya?" , godanya
" YAK! dasar ahjussi gila, terserah mu saja hyung aku tak peduli" , sungutnya berapi-api sambil meninggalkan donghae tanpa memperdulikan umpatan macam apa yang donghae katanya untuk dirinya.
" Apa sudah baik-baik saja?", tanyanya kepada sosok mungil itu.
"Hmm.. Masih sedikit sakit",katanya sedikit meringis
"Sebaiknya aku antarkan kau pulang segera, agar ibumu tidak khawatir hmm", katanya kepada simungil
"Baiklah"
sesampainya di rumah baekhyun dia langsung mengetuk pintu rumahnya,
Park Chanyeol memperhatikan keadaan rumah di depanya begitu sederhana sekali, sambil menunggu pemilik rumah yang akan membukakan pintu untuk putrinya yang baru saja chanyeol tak sengaja tabrak.
" TOK..TOK-.. Bu apa pulang", tak lama setelahnya pintu pun terbuka menampilkan sosok wanita paru baya yang cantik seumuran dengan ibunya.
" Tunggu sebentar sayang ibu sedang menger-Omo... Sayang apa yang terjadi dengan tanganmu!", katanya sangat kaget melihat kedua tangan mungil itu di hiasi perban yang cukup tebal.
"Hmm.. sebenarnya aku", gugup si mungil sebelum di potong oleh sosok tinggi di belakangnya
"Maafkan saya nyonya tadi saya tidak sengaja menabraknya karena sedang tidak fokus",katanya
" Hm.. begitu, Silakan masuk . Maaf rumah kami sangat sempit dan tidak nyaman tuan", jelas si nyonya rumah
" Tidak apa-apa nyonya maaf saya membuat putri anda terluka", katanya dengan raut setengah menyesel
" Tidak apa lagi pula itu kesalahan yang tidak sengaja"
" dan baek sebaiknya kamu beristirahat sayang , mukamu sangat pucat" , katanya khawatir
" iya baiklah bu, Terimakasih karena telah mengantar ku pulang ahjussi, aku kekamar dulu", katanya memberitahukan sosok besar itu.
chanyeol pun hanya memberikan anggukan sebelum di persilakan duduk dengan nyonya rumah.
" Maaf kan saya sekali lagi nyonya sungguh saya tidak sengaja melakukanya ", sesalnya
" hmm, tidak apa tuan lagi pula itu kecelakaan " ,katanya
" Nyonya sebelumnya maaf sekali lagi " , sambil menyodorkan beberapa ratus ribu won dari dompetnya
" Oh, Maaf tuan saya tidak bisa menerimanya sudah cukup tuan mengobatinya dan membawanya pulang saya sangat berterimakasih . setidaknya baekhyunie sudah tidak apa-apa". jelas ibu gadis itu
chanyeol sempat berfikir
" jadi namanya baekhyun",katanya dalam hati
" mohon anda menerimanya nyonya mohon maaf sebelumnya saya juga menghancurkan kotak-kotak susu yang di bawa , anggap saja ini uang ganti rugi, saya mohon tolong di terima",katanya dengan nada sedikit memohon karena dia merasa bersalah sudah merusak dagangan gadis itu.
dengan ragu nyonyan byun mengambil uang itu sambil mengucapkan terimakasih kepada sosok tinggi itu dan tak lama setelahnya suara dering ponsel chanyeol membuyarkan semuanya , dia segera mengangkat telepon itu kemudian setelah selesai melakukan panggilan dia mengganguk dan segera pamit kepada tuan rumah karena masih ada pekerjaan yang dia selesaikan.
" Maaf , Tapi saya harus segera pergi karena masih ada tugas yang harus saya selesaikan . saya mohon pamit nyonya " , katanya
" Baiklah, Maaf menyusahkan tuan juga dan terimakasih sebelumnya. Tolong hati-hati dijalan",katanya berpesan dan menemaniya sampai di pintu depan rumah .
setelah sampai pintu depan chanyeol segera pamit dan menaiki mobilnya bergegas ke kantor karena ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani.
BAEKHYUN POV
Kejadian hari ini benar benar tidak terduga kenapa aku harus bertemu kembali dengan ahjussi menyebalkan itu dan sekarang dia benar-benar menabrakku dan membuat kedua telapak tangan ku memakai perban seperti sarung tinju, sungguh sangat konyol dan karena dia pula aku tidak jadi mengerjakan tugas bersama kyungsoo.
Oh,ya aku hampir lupa menghubungi kyungsoo, aku segera mengambil ponsel ku dan menghubungi kyungsoo.
" halo kyung, maaf aku tidak jadi ke rumahmu karena aku mengalami kecelakaan, ada orang idiot yang menabrak ku dan membuat telapak tanganku terluka dan di perban begini", jelasku kepada kyungsoo
" OH MAY GOD APA KAU TIDAK APA-APA BEE? BERITAHU AKU SIAPA MANUSIA GILA YANG BERANI MELUKAI PUPPY KU HAH!", sungut kyungsoo yang tiba-tiba histeris dan berapi-api
" ckk.. dia itu manusia gila yang tidak tau cara menyetir mobil dengan benar , sudahlah aku hanya memberitahukanmu bahwa aku tidak bisa mengerjakan tugas itu sekarang", katakku
"Hm... tak apa Baek, aku akan mengerjakanya sebisa ku , kau tidak perlu mengerjakanya . lebih baik kau beristirahat dan segera pulihkan lukamu", kata kyungsoo memberitahu
" Ah, terimakasih kyung . maaf merepotkanmu,hmm. aku matikan telefonya ya karena aku begitu lelah tubuhku sakit semua" , adu ku pada kyungsoo
" Baiklah, Semoga cepat sembuh Baek", kata kyungsoo
setelahnya aku mematikan sambungan dan bergegas ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku .
setelah menenangkan diri selama satu jam dikamar mandi aku bergegas membilas diri dan mengeringkan diriku,
karena badan yang terlalu lelah aku langsung terlalap tidur.
BAEKHYUN POV END
" aku mencintaimu,paduka", suara siapa itu? katakku bingung kenapa disini semua gelap . aku mengikuti sumber suara itu sampai aku menemukan sebuah kamar di lorong ini, setelah membuka kamar ini aku begitu takjub karena kamar ini begitu luas, terlalu fokus dengan kamar ini sampe sudut matakku terpaku melihat pemandangan di depan ku .
ASTAGA! Itu aku tengah memeluk seseorang , Tunggu kenapa tubuh laki-laki-... YA TUHAN! itu monster kenapa laki-laki itu berbadan seperti-.. kenapa laki-laki itu memiliki ekor? kemana perginya kaki itu? dan kenapa dia bertelanjang dada!?astaga aku blushing!GILA!, kenapa rambutnya merah dan bertanduk? dan kenapa mata nya merah , ASTAGA GIGINYA BERTARING! INI GILAAAA! ya tuhan aku terus mengumpat dan menjerit , sosok itu menyeramkan sekali. tapi tunggu..- apa wanita itu aku? kenapa mukanya mirip dengan ku karena terlalu bingung dengan keadaan ini aku hanya terpaku di tempat dan wanita itu sepertinya tengah ingin berbicara, seketika aku hanya diam dan melihat keadaan di depanku sambil mendengarkan dengan seksama pembicaraan 2sosok asing itu, muka laki-laki itu samar terlihat tapi begitu familiar bagiku , sebenarnya siapa mereka?
" aku mencintaimu,paduka", kata sosok itu sambil memeluk leher monster itu.
" Hikss..." , isakan itu terdengar dari sosok yang lebih mungil.
aku tak bergeming sama sekali, kenapa wanita itu menangis , apa dia takut pada monster itu? tapi kenapa dia memeluk erat sekali sosok itu.
" jangan menangis" , kata sosok menyeramkan itu membuka suara.
" Aku tidak akan egois lagi sekarang, kau berhak bahagia hmm.. tugasmu sudah selesai disini , aku akan mencari pelayan baru yang bisa mengurusku dan aku berjanji padamu tak akan menyakiti siapapun lagi hmm.." , kata sosok itu menjelaskan selembut mungkin agar sosok mungil ini mengerti dia tak akan egois lagi membiarkan sosok mungil ini mengurusnya dan meladeni sifat otoriternya, dia begitu mencintai sosok mungil ini dia rela mengorbankan perasaanya untuk si mungil yang sudah mencuri hatinya ini.
" kenapa paduka?", kata sosok mungil itu bergetar.
" kenapa berbicara omong kosong terus hah! kenapa kau selalu seenaknya saja! memang kau tau apa tentang perasaanku hah! kau jahat hiksss..", kata nya sambil memukul dada bidang pria itu sambil menjerit tidak terima
" kau tidak bisa terus melayaniku sementara di luar sana ada pria yang menunggu mu menerima lamaranya", katanya sembari menghapus air mata dari pipi putih itu. dia benci sekali dengan dirinya yang selalu menyakiti malaikat kecilnya dengan cara apapun yang dia lakukan dan dia begitu membenci perasaanya yang begitu cemburu melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa si mungilnya ini di lamar lelaki lain, dia benci dirinya yang ketika berubah menjadi monster ini akan selalu tersadar akan realita bahwa dia selamanya akan menjadi monster dan tak bisa seutuhnya menjadi manusia.
" kau tau, dulu saat aku pertama kali aku tersadar bahwa aku seperti ini aku begitu marah pada diriku, kenapa aku di takdirkan seperti ini. namun seiring berjalanya pendeta menjelaskan segala hal yang tak bisa membuatku bergeming tentang takdirku dan pada akhirnya suka ataupun tidak aku menerima takdir ini", katanya menerawang masalalu
" sangat sakit rasanya saat tiba waktunya aku harus seperti ini, sampai aku tidak bisa mengontrol emosi ku. aku sering mencabit pelayan yang takut terhadapku karena begitu marah, mereka seolah mengejek takdirku yang seperti ini", cicitnya takut sosok mungil itu kembali takut akan sifatnya yang dulu yang malah justru sebaliknya sosok mungil itu melotot lucu dengan semburat pipinya yang kemerahan habis menangis.
" paduka tidak boleh menjadi orang kejam lagi! itu menakutkan! sudah cukup kau membuatku takut setengah mati waktu itu ", katanya dengan bibir yang mencebik lucu dan mata berkaca-kaca membuat sosok besar itu tertawa, dan menggedong sosok mungil itu keranjang berlalu dengan ekornya yang panjang dan kokoh , kemudian memangku si mungil sehingga tubuh mereka berhadapan dan kembali memeluknya erat memberikan kehangatan kepada si mungil serta agar si mungil tidak tahu bahwa dia tengah menahan rasa sakit akibat perubahanya.
" sekarang aku sudah bisa mengontrol penuh emosiku karena ada makhluk mungil yang tidak kenal takut datang sambil membawa nampan makanan dulu", katanya menggoda si mungil membuat pipi yang semula merah itu semakin memerah karena malu,
si mungil mengeratkan pelukanya kepada sosok monster itu entah kenapa dulu dia memang begitu takut dengan sosok ini, namun seiring berjalannya waktu dan banyak kejadian-kejadian yang membuat mereka selalu bersama hingga tanpa sadar tumbuhlah perasaan asing itu di dalam diri mereka.
" awalnya juga aku begitu takut saat pengawal memaksa dan mendorongkku dengan agak kasar dan disuruh memasuki ruangan ini, dan aku begitu terkejut melihat pe-perubahan paduka yang sepertinya membuat paduka begitu kesakitan, ap-apakah sangat sakit sekali paduka?",katanya mencicit takut.
" hmm... rasanya sangat sakit terkadang aku akan kalap dan berteriak , tapi setelah berubah seperti ini rasanya sudah tidak apa-apa seakan sudah terbiasa dan di tambah sekarang selalu ada gadis mungil yang selalu memelukku saat aku merasakan sakit", godanya lagi membuat sosok mungil itu merengek tidak terima.
"Paduka, jangan menggodaku terus!", kesalnya tidak terima.
tapi memang benar bahwa kau gadis mungil baek," ya gadis mungil ku seorang, baekhyun-ku".katanya kemudian mencium pipi kemerahan itu dengan lembut sambil menikmati pelukan yang sangat hangat dari tubuh mungil yang sangat harum seperti bayi ini.
sosok mungil itu menarik selimut tebal dari sampingnya dan menariknya untuk menutupi tubuh telanjang lelakinya dan kemudian menggelamkan dirinya kembali ke dada bidang itu.
" kenapa paduka begitu tampan kalau di lihat sedekat ini? kenapa mata ini begitu tajam dan menyala, dan muka ini begitu tegas dan kokoh?", katanya sambil membelai pahatan sempurna ini dengan tangan mungil dan halus miliknya ,membuat paras seseorang yang di belainya begitu menikmati nya.
" paduka.." , ada jeda dikalimat itu membuat si besar membuka matanya kemudian bersiborok langsung dengan onyx brown yang seperti puppy begitu menggemaskan katanya dalam hati.
" ap-apakah ... suatu hari ini aku boleh memiliki paduka kecil di perutku, ap-apakah paduka akan memberik-", sebelum kalimat itu selesai bibirnya sudah dibungkam oleh si besar tidak membiarkan si kecil terbiasa lidahnya langsung menerobos goa hangat dan mengabsen satu persatu gigi-gigi kecil itu.
terkadang dia selalu berfikir bahwa si mungil tak benar- benar mencitainya dan akan meninggalkanya namun semua prasangka yang dia sangka kan pada si mungil sangat berbanding terbalik, si mungilnya begitu mencintainya dan tak mau kehilanganya dan bahkan si mungil dengan suka rela meminta malaikat kecil yang lain yang ingin dia besarkan bersamanya, sunggu chanyeol merasa bersalah sekali dengan si kecil sekarang dan dengan senang hati Chanyeol akan mewujudkan kenginan si kecil nya.
si mungil yang mendapatkan serangan tiba-tiba dengan senang hati memberikan akses penuh kepada monster tampanya untuk mejajah isi mulutnya. dia begitu senang ketika lidah panjang dan 2 gigi taring itu menyatu dengan mulutnya. seperti ingin sekali melahap semua mulut dan isinya, dan chanyeol begitu suka ketika bibir tipis yang dia cecap begitu manis serta teksturnya yang lembut membuatnya enggan melepaskan panggutan itu,
" nghhh.. nghhhn" , desahan itupun meluncur begitu saja dari si kecil karena demi apa tangan nakal prianya entah sejak kapan sudah berada pada dua putingnya yang pelahan menegang karena di remas begitu instens.
si mungil yang lemas seketika berusaha menjelajah isi selimut berusaha memasukan batang keras yang sedari tadi dia duduki dan perlahan bangun karena bokongnya menggesek sedari tadi.
"ngrhhh.." , geraman dari si besar membuat si mungil bersemangat.
di mulai mengocok penis itu walau dengan satu tanganya karena satu tangan yang lain memegang bahu si besar untuk menopang tubuhnya.
karena terlalu terlena dengan ritme kocokan pada penisnya, chanyeol melepas panggutan itu dan menggeram serta kepalanya yang mendongak,
"ngrhhhn.. kenapa tanganhh mu sangat nikmathhh sayanghhh", dia begitu pasrah sampai tiba-tiba menyadari ada suatu kehangatan lain yang melingkupi serta memerasnya dengan erat di sertai desahan lain yang lolos,
"Akh... nghhhh.. ja-jangan bergerak dulu padukahhh", kata si mungil yang baru saja memasukan batang beringin ke lubang sempitnya.
chanyeol yang paham hanya mengcupi pipi si mungil bertubi-tubi yang mulai menggoyangkan pinggulnya untuk mencoba mencari titik ternikmat si kecil.
" Aku akan memberikanya untukmu chanyeol kecil dan kita akan mengurusnya bersama ,Bee" , katanya mencium sekilas bibir si kecil . membuat si kecil terpaku dan tak lama isakan kembali lolos dari bibir tipisnya, dan langsung terbungkam oleh bibir tebal yang kembali mencumbunya. mereka berdua begitu menikmati penyatuan ini. si kecil begitu mencintai prianya yang begitu mencintainya ini dan dia sangat bersyukur pada tuhan karena di pertemukan oleh paduka pangeran, dia mengamini semua perkataan paduka chanyeol dan sangat berharap kehidupan baru itu cepat hadir di perutnya, agar dia bisa mengklaim bahwa paduka hanya miliknya seorang, tanpa mereka memperdulikan cobaan seberat apa untuk hubungan mereka kelak dan sesabar apa mereka menghadapinya, karena terlalu larut dalam keadaan mereka tak sadar menitihkan air mata merasa begitu marah pada takdir yang kejam yang membuat mereka harus bersabar menghadapi semuanya.
sosok lain yang berada di ujung ruangan terpaku atas kejadian yang dia lihat dan ini benar-benar di luar nalarnya.
sebelum dia bergeming dan bergegas mendekati dua insan yang tengah menyatu itu ada sebuah suara yang menginstrupsi.
" Berjanjilah padakku untuk bertemu lagi di masa depan, karena sedari awal kau memang hanya di takdirkan untukku seorang", seketika semua menjadi gelap.
"TIDAK,TIDAK JANGAN!HIKSSS!,TIDAAAAAK!"teriaknya kalap sebelum akhirnya terbangun dengan tiba-tiba karena begitu takut dengan mimpi itu.
kemudian kembali meringkuk karena begitu takut, "PADUKA?"
" Siapa Dia?" , Apakah kita saling mengenal?,gumamnya seorang diri.
Te Be Ci...
makasih atas saranya , aku akan berusaha mengembangkanyaT_T sekarang aku paham gmna rasanya ngetik cerita hiks... karena pertama pegel kita juga harus sabar.
Seeyou.
salam Chanbaek-Pisang susu strawberryyy!
