" Berjanjilah padakku untuk bertemu lagi di masa depan, karena sedari awal kau memang hanya di takdirkan untukku seorang", seketika semua menjadi gelap.

"TIDAK,TIDAK JANGAN!HIKSSS!,TIDAAAAAK!"teriaknya kalap sebelum akhirnya terbangun dengan tiba-tiba karena begitu takut dengan mimpi itu.

kemudian kembali meringkuk karena begitu takut, "PADUKA?"" Siapa Dia?" , Apakah kita saling mengenal?,gumamnya seorang diri.

Imoogi

CHAPTER 3

(RESTART)

CAST : PARK CHANYEOL(26),BYUN BAEKHYUN(21)

OTHER CAST : SM FAMILY

WARNING : TYPO, MECUM,GS,FLASHBACK

maaf guys ketikan ku masih berantakan , di chapter sebelumnya ku masih banyak typo dan salah nyebut nama chanyeol TnT disini chanyeol itu jadi pangeran belum jadi raja karena bapaknya masih hidup,di chapter ini bakalan aku perbaiki lagi cara penulisan dan detailnya.

LET' BEGIN

Hari ini masihsama seperti hari-hari berikutnya, begitupula kehidupan Baekhyun yang biasa saja hanya saja sekarang ada penambahan aksesoris di kedua telapak tanganya , ya perban di kedua telapak tangan ada perban yang melilit ini semua akibat ulah ahjussi bodoh itu , karena dia baekhyun jadi benci sekali. sungguh jika bertemu denganya Baekhyun akan segera menghajarnya tidak perduli setelahnya dia akan masuk polisi karena membuat orang babak belur, waktu kuliah menjadi sangat berharga bagi Baekhyun, dia tidak ingin menyia-nyiakanya karena dia bersekolah disini bukan untuk bermain-main , dia tidak ingin menjadi orang bodoh , dia sangat ingin membahagiakan ibunya .

Ketika Baekhyun berjalan tak sengaja dia berpapasan dengan Kaisoo dan Hunhan yang sedang asik bergandengan tangan , melihat mereka berdua baekhyun pun menyapa.

" selamat pagi, kalian".katanya

yang di sapa pun menjawab bersamaan

" SELAMAT PAGI , BAEK!

" Baek, apa luka mu sembuh?", kata Kyungsoo bertanya yang mana membuat kedua 6 pasang mata lain menoleg ke arahnya

" oh, baek ada apa denganmu?"tanya Sehun bingung

" hmm... tenang guys aku baik-baik saja hanya saja luka ini masih sedikit sakit

" tapi kau sungguh tak apakan , Baekhyunie?" tanya Luhan khawatir

" sungguh aku sudah baik-baik saja, dan sebenarnya kenapa kalian jalan bersama? tumben sekali kalian akur" tanya Baekhyun bingung karena tumben sekali pasangan terlihat normal biasanya mereka kurang waras , terutama Hunhan tumben sekali mereka terlihat akur.

" sebentar lagi liburan musim dingin baek, kami ingin merencanakan liburan natal , apakah kau mau ikut?" tanya Kyungsoo padanya

" hah?! kalian mau pergi kemana ? kenapa tak bilang padakku dulu?" katanya tiba-tiba berkaca-kaca.

"OH, Baek kau kenapa babe?! kenapa memasang ekspresi seperti itu?" kata Luhan berujar panik.

" Ak-aku tak bisa ikut" cicitnya

" kenapa tidak bisa! "bentak mereka membuat Baekhyun ingin menangis

" oh Baekhyun maafkan kami , sudah jangan menangis"kata mereka spontan , karena jujur saja baru kali ini Baekhyun menolak liburan bersama mereka. karena biasanya dia yang paling bersemangat untuk liburan, terutama liburan natal.

" aku akan bekerja paruh waktu di restoran bibi Jung mulai besok" katanya lesu kemudian melanjutkan

" karena sedikit lagi pergantian semester aku akan bekerja untuk mencukupi kebutuhan diriku di semester awal" katanya merunduk

" oh sayang, kenapa tidak bilang? kau bisa minta tolong pada kami" katanya Luhan yang tiba-tiba menyaut

" Eh... Tidak tidak aku tidak mau menyusahkan kalian terus, lagipula kalian juga punya kebutuhan sendiri, aku tidak mau menyusahkan kalian", katanya menolak secara halus tawaran Luhan

" Tapi..." kata Luhan yang tiba-tiba sedih karena baekhyun tidak bisa ikut liburan karena sungguh baru kali ini mereka melewatkan liburan bersama baekhyun.

" Oh baby Lu, jangan sedih aku janji hanya kali ini aku tidak ikut liburan bersama kalian, liburan berikutnya aku akan ikut kalian liburan kemanapun!" janjinya tiba-tiba berapi-api

" sungguh kau berjanji?" kata Luhan bertanya

" hmmm... lagi pula kalian mau pergi kemana? ini musim dingin seluruh korea akan tertutupi es" kata Baekhyun

" justru karena di sini dingin kita berniat liburan ke lombok , kau tahu? indonesia" kata Sehun tiba-tiba menjawab pertanyaan Baekhyun.

di saat Sehun mengatakan itu tiba-tiba ada sesuatu di dalam diri Baekhyun kecewa, dia ingin sekali liburan bersama mereka . apalagi liburan kali ini ke luar negeri, sungguh kadang Baekhyun membenci keadaan seperti ini, tapi dia tidak boleh selalu egois. Dia sudah cukup selalu menyusahkan ibunya masalah kebutuhan kuliahnya kali ini dia ingin mencukupi kebutuhanya sendiri.

Terlalu larut dalam pembicaraan sampai mereka baru menyadari bel sudah berbunyi sedari tadi itu berarti mereka harus bergegas menuju kelas , akhirnya SeLuBaek pun bergegas ke kelas mereka yang berada di lantai 3 sementara HunKai juga bergegas ke ke kelas mereka yang berada di lanta 4.

" Baek kau banyak berhutang penjelasan padakku" kata kyungsoo yang kemudian menghadap ke bangku baekhyun yang berada di belakang

" Hm? Penjelasan apa Kyung?" tanya Baekhyun bingung.

" Kenapa kau mendapat tato di kedua telapak tanganmu?", kata Kyungsoo.

" Sebenarnya aku bingung ini salah siapa entah aku yang bodoh atau ahjussi itu yang bodoh, saat aku tengah mengayuh sepeda ku tiba-tiba mobilnya menabrak ku dari belakang seketika aku terpental ke pinggir jalan karena dirikku yang tak seimbang akhirnya aku terjatuh dengan tangan yang mendarat lebih dulu ke aspal sementara diriku pun tertimpa sepedaku" kata Baekhyun menjelaskan.

" sudahlah Kyung aku tidak mau membahasnya , mengingat mukanya membuat aku ingin menghajarnya saja", lanjutnya dengan ekspresi dingin dan datar, membuat Kyungsoo sedikit bergidik karena sungguh Baekhyun itu memang mampu menghajar orang bahkan sampai babak belur karena Baekhyun mantap atlet Hapkido saat Junior high school dulu , bahkan Kyunsoo ingat betul dia Pernah menghabisi pemuda yang tidak sengaja menyenggol bokong kenyalnya , mengingat itu membuat Kyungsoo merinding.

" Kyung... heiii.. kau kenapa?", tanya Baekhyun heran karena tiba-tiba Kyungsoo diam saja.

"Ah.. ak-u ti-dak ap-apa.. lebih baik kita bersiap sedikit lagi dosen Lee akan datang", katanya berpura-pura melakukan sesuatu.

sementara Baekhyun bingung kenapa temanya tiba-tiba begini.

Sementara itu di tempat lain,

"Selamat pagi, Sajamnim", Sapa para pegawai kepada sosok berwibawa yang sedang berjalan di depan mereka.

" Oh, ya Selamat pagi", katanya yang kemudian membalas sapaan para pegawainya.

CHANYEOL POV

entah kenapa kejadian akhir-akhir ini membuat ku pusing dan bingung, mulai dari si gadis pendek yang menyebalkan, sampai mimpi yang aneh pula. sebenarnya aku masih penasaran apa arti mimpi itu, apa ada hubunganya dengan kelahiran ku? sebaiknya aku akan bertanya pada ibu ku nanti.

tapi aku masih bingung kenapa sosok monster di mimpi itu mirip aku? aku bergidik ngeri..- yang benar saja aku ini tampan sementara monster itu jelek dengan ekor yang panjang dan bertanduk pula,aku menjamin wanita yang di peluknya pasti tidak nyaman karena dirinya bau. hmmm... tapi kenapa gadis itu menangis sambil terisak dan bergumam mencintai sosok itu? apakah gadis itu bodoh?yang benar saja sosok jelek itu tak pantas untuk gadis cantik itu.

sepertinya nanti malam aku harus pergi ke club dan mencari teman one night stand, karena sepertinya aku butuh ketenangan , mungkin dengan mengeluarkan beberapa kali hasrat akan membuat pikiranku tenang-.. oh ayolah Park kau terdengar menjijikan sekarang.

PARK CHANYEOL POV END

setelah kampus bubar aku segera kembali kerumah, dan masuk kekamar entah kenapa rasanya sangat membosankan menjalani hidup seperti ini, tapi mau mengeluh bagaimanapun tidak akan merubah segalanya. Akhir-akhir ini aku terus memikirkan mimpi aneh yang terjadi semalam, entah kenapa rasanya begitu familiar, aku masih ragu bahwa gadis didalam mimpi itu aku tapi yang anehnya kenapa disitu aku memakai hanbok dan terus memeluk sosok monster itu? kenapa aku tidak takut sama sekali, padahal monster menyeramkan, Seperti bisa merasakan perasaan yang sama di gadis itu kepada si monster, aku sampai bingung apakah ini hanya mimpi pengantar tidur , atau ini ada hubunganya dengan masalalu? tapi kalaupun itu masalalu kenapa nasib ku malang sekali bisa menyukai makhluk jelek itu, Ya setidaknya walau aku jelek kenapa pula jodoh ku sama jeleknya dengan aku , Ya tuhan sungguh aku Pusing sekali. karena terlarut dengan pemikiranya tiba-tiba Baekhyun terserang kantuk dan tiba-tiba memejamkan mata.

"apakah kau suka?",suara itu..-

kemudian Baekhyun menoleh dia kembali melihat kejadian aneh lagi,sekarang dirinya berada di hamparan bunga dandelion yang indah si wanita dan monster itu tertawa bahagia seperti tidak ada beban sama sekali."hmmm... sangat suka, dari mana paduka pangeran menemukan pemandangan sebagus ini?", katanya bertanya pada sosok besar itu .

" ini adalah tempat pertama kali yang ku kunjungi saat aku berubah, awalnya aku begitu emosi sehingga tidak bisa mengendalikan diri , ibuku menjerit histeris saat aku begini sementara ayah terpaku di tempatnya , aku yang bingung dan merasa terancam pun akhirnya melarikan diri sampai akhirnya aku menemukan ini. awalnya akupun sama takjub nya dengan mu , seolah rasa sakit yang baru ku alami semua terangkat melihat keindahan ini", Jelas sosok itu pada si mungil yang sedang menjadi pendengar yang baik."paduka..." , suara itu...gumam Baekhyun sambil berjalan ke arah sosok itu, gadis itu... perlahan melingkarkan kedua tanganya sambil sedikit berjinjit menjangkau leher jenjang itu.

"Hmmm?" ,Gumam Chanyeol

" Bisakah terus seperti ini? bisakah berjanji padaku untuk selalu di sampingku? rasanya aku takut sekali kehilangan dirimu akhir-akhir ini", Resah si mungil." hanya jangan pernah mendekati pria lain, maka aku akan menurutinya", tuturnya berbisik kepada si mungil.

" Yak! mana pernah aku mendekati pria lain", sambil mencebik imut tidak terima dirinya menerima tuduhan itu.

"Lalu bagaimana ajakan menikah dari jendral Wu?", katanya bertanya. tanpa sosok besar ketahui sosok kecil yang tengah di peluknya berusaha meredakan emosi karena demi apa dia tidak pernah berfikiran untuk menerima tawaran itu, ya memang jendral itu lusa lalu berusaha melamarnya , tapi dia seakan menolak halus karena dirinya sudah jatuh terlalu dalam kepada sosok ini, walaupun dirinya masih tahu diri tidak akan mungkin bisa menyatu dengan sang pangeran sementara dirinya hanya pelayan yang sudah di beli oleh sang raja untuk mengurus pangeran.

" itu tidak akan pernah terjadi", gumamya tiba-tiba menjadi sangat dingin.

" aku tidak akan menerima nya dan lagipula aku ini pelayan mu yang sudah di beli oleh paduka raja untuk selalu setia melayanimu , jadi mana mungkin aku bisa seenaknya pergi dari sini", katanya dengan nada datar dan serius. yang mana membuat sosok besar itu tiba-tiba merutuki kebodohanya betapa mulut sialan ini berbicara seenaknya saja.

" maaf mak-" , berusaha menjelaskan.

" entah kenapa aku merasa tak nyaman ketika kau menyebutkan tentang lamaran" , tandas si kecil akhirnya

" maaf aku berjanji tak akan mengungkitnya lagi" , katanya kemudian memeluk erat sosok cantik itu, dia sangat menyukai aroma ini. sangat lembut seperti bayi dan orangnya,

" mungkin... ", ada jeda di kalimat yang baekhyun ingin ucapkan.

"ketika suatu saat nanti pangeran sudah memiliki pendamping, ak-aku juga akan berusaha mencari pendamping ku,tapi tidak sekarang juga . karena aku masih ingin menikmati ini", katanya mengeratkan pelukan nya di tubuh tegap dan panas itu.

ada perasaan tak suka pada diri Chanyeol mendengar kalimat yang Baekhyun lontarkan karena , yang benar saja bahkan dirinya hanya ingin Baekhyun seorang pendampingnya! dia tidak butuh wanita lain,dia tidak bisa membayangkan Baekhyunya hidup bersama pria lain apalagi pria itu adalah Jendral Wu musuhnya, ya semenjak Chanyeol tidak sengaja melihat jendral itu mencoba melamar Baekhyunya dia sengakan menigbarkan bendera perang. , Ugh rasanya dia ingin sekali mencabik seseorang sekarang-.. mengerikan sekali dirimu pangeran.

" kau berbicara seolah-olah semua baik-baik saja ", katanya chanyeol tiba-tiba dingin sebelum melanjutkan kalimatnya.

" tidak ada wanita lain yang akan menjadi istriku kelak dan tidak ada lelaki lain pula yang boleh menjadi suami-mu! terutama jendral sialan itu", katanya tiba-tiba entah kenapa emosi sekali.

" Pa-Paduka maksu-d Ku bukan begitu, Ta-pi" , Gagapnya tiba-tiba menjadi takut karena dia tak mau salah paham, sungguh dia begitu mencintai pangeranya ini , tapi dia pun sadar dia tidak boleh egois karena paduka pangeran adalah seseorang yang memang harus dia hormati terlepas dari dia mencintainya. Dia tak pantas dan tak akan pernah pantas berdampingan dengan sosok ini kelak, karena dirinya hanya seorang pelayan pengurus pangeran. dia tidak ingin mengecewakan raja karena mencintai sang putra, sungguh dia akan menekan perasaan ini saat pangeran sudah memiliki pendamping. dia akan berusaha menghilang perlahan karena dia tidak mau membuat pasangan paduka pangeranya merasa tidak nyaman karena dirinya,walaupun dia sama sakitnya . bagaimana mungkin ketika kau begitu mencintai seseorang tapi yang kau mencintai pemimpin mu sendiri dan dengan tidak tahu dirinya kau mengklaim bahwa dia milikku, memangnya siapa dia.

" berhenti berbicara omong kosong!" , akhirnya meledak pada si mungil karena demi apa, dia berkata seperti itu sangat tenang seperti tidak terjadi apa-apa membuatnya sangat emosi! tidak ! dia tidak akan membiarkan Baekhyun dengan pria lain dia tak segan-segan menyingkarkan siapapun yang akan mengambil baekhyun darinya , karena Baekhyun miliknya seorang.

" Selama ini ku pikir kau benar mengatakan bahwa kau mencintaiku", katanya kecewa kepada si mungil mendengar nada kecewa dari sang pangeran pun kalap, karena tak mau ini menjadi salah paham, dia memang sangat mencintai pangeranya ini sungguh demi tuhan ! jika boleh dia egois dia ingin sosok ini yang selalu menemaninya selamanya. dia tak butuh yang lain hanya sosok ini, apakah boleh dia egois?

" hh.. memangnya apa yang ku harapkan ketika diriku yang sangat mengerikan ini" , katanya akhirnya tersadar bahwa memang tidak ada yang benar-benar tulus mencintai monster seperti dirinya .akhirnya berusaha melepaskan pelukan ini kemudian ingin beranjak , namun belum sempat bergeming dirinya mendapat dekapan erat dan sedikit terasa frustasi dari si mungil.

"hiksss..." , isakan itu keluar karena dia sudah tak kuat menahanyasedari tadi , dia terus mendengarkan rancauan laki-laki di depanya dan hatinya begitu Sakit ternyata lelakinya begitu merendahkan dirinya dan menanggap dirinya tidak mencintainya, DEMI TUHAN! dia sangat mencintai lelaki ini ! sangat-sangat mencintai nya. tidak perduli sosoknya yang seperti apa, karena apapun wujudnya saat dia menjadi manusia seutuhnya atau dalam wujud naganya dia tetap sama , laki-laki yang selalu ingin ia miliki secara egois, tidak perduli pada takdir yang entah kapan bisa sewaktu-waktu memisahkan mereka karena derajat sosial mereka yang berbeda, laki-laki yang selalu ada di setiap doa-doanya yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya, tapi apakah bisa? apakah dia bisa memiliki lelakinya ini? bolehkah dia egois? katanya berusaha mencari jawaban tapi otaknya serasa buntu karena selalu banyak perang batin dirinya lelah berusaha menekan perasaan yang terus berkembang dari hari ke hari berusaha meyakinkan bahwa dia tidak apa-apa tapi nyatanya? dia kalah, dia tidak bisa menekan perasaanya, dia lelah dan ingin meluapkanya.

" kenapa kau selalu menanggap aku tak mencintaimu, hiksss.. aku mencintai paduka , DEMI TUHAN! hanya paduka yang sangat aku cintai! dan berhenti mengatai dirimu sendiri, manusia atau bukan aku tidak perduli karena di matakku kau tetap laki-laki yang aku kagumi, Maaf-.. hikss tolong jangan ragukan perasaan ku" , katanya lirih dengan mata yang sembab dan muka memerah, begitu sakit ketika lelakimu menanggap dirinya tak pantas untukmu dan lebih memilih merelakan mu dengan pria yang jelas-jelas dia pun tak memliki perasaan apa-apa pada pria yang begitu di cemburui lelakimu.

" Bee.. ", kembali mendekap tubuh rapuh itu.

" kenapa rasanya selalu sakit melihat dirimu yang selau menangis karena aku", Katanya berusaha menghapus jejak-jejak air mata di pipi bersemu merah dan mungil itu.

" maafkan aku sayang, maaf", katanya berujar ikut lirih dan menangkup pipi chubby yang bersemu merah mungil masih tak kuasa menahan isak tangisnya. dia mulai merancau hal yang tidak- tidak , sungguh terkadang Chanyeol juga berfikir untuk merelakan si mungil dengan orang lain namun di dalam hati kecilnya dia benar-benar tidak bisa dan tidak akan rela.

" maaf pangeran, maaf... Ak-aku , seharusnya aku sadar bahwa aku adalah milik paduka", katanya pada si besar yang mana membuat si besar senang , tapi sebelum dia melanjutkan kalimatnya.

" ak-aku sadar aku tidak boleh mencari pria lain, karena tugas ku disini melayani. Ak-Aku sebaiknya menjadi selir paduka setelah paduka memiliki istri nanti, ak-..." ,ketika rancauan itu belum selesai bibirnya sudah di bungkam. karena demi apapun Chanyeol tidak akan terima kalau si kecil ini menjadi SELIR! astaga bahkan tak pernah terpikirkan oleh pemikiran bodohnya, dan kenapa pula harus selir jika Chanyeol ingin menjadikanya pendamping satu-satunya.

" Nghhh...", lenguhan itu keluar dari mulut si mungil, dirinya segera melingkarkan tangan pada si pria besar, walau dalam keadaan masih terisak si kecil tidak akan pernah menolak sentuhan dari si lelaki, menggendong si mungil dan mulai melingkarkan kedua kaki kecil itu di pinggang rampingnya menggendong si kecil dan tetap melumat bibir manis yang sangat menjadi candu baginya, rasanya tak mencumbu bibir mungil ini membuatnya sangat hampa.

" Nghh... Nghhh... Hhhhh , Aghh..." , lenguhan mereka bersahutan akibat ciuman mereka yang terlalu dalam, si besar begitu dalam menginvasi goa hangat itu dengan mengabsen gigi kecil itu serta menggelitik rongga-rongganya dan menyedot kuat mulut itu seakan bawah sinar rembulan yang menyinari bunyi serta hamparan bunga dandelion dua anak manusia saling memberikan kehangatan ke pada matenya saling mendekap erat, si besar membawa si kecil ke atas pohon dan menyenderkan si mungil pada dahan besar kemudian dirinya melepaskan tautan intim itu, dan melingkarkan dirinya di dada si mungil, si mungil yang begitu menyayangi giantnya mengelus perlahan surai merah dan bertanduk itu, si besar merasa nyaman berada di dekapan gadisnya . menikmati debaran jantung si mungil yang sama berdetaknya dengan miliknya, rasanya begitu menyenangkan di saat mereka selalu berdebat dan akan berakhir menyesali satu sama lain serta menenangkan matenya masing-masing berusaha menyakinkan bahwa semua baik-baik saja, si besar yang masih memeluk si mungil merasakan hangat luar biar jiwa nya begitu tenang lahir batin saat bersama si mungil. entah sihir apa yang si mungil miliki hingga dirinya sangat betah jika sudah saling mendekap seperti ini, si mungil pun tak berenti melakukan usahapan pada surai merah yang lembut itu serat memberikan kecupan-kecupan kecil pada seluruh wajar si pria besar, Baekhyun sangat kagum , bagaimana ada monster setampan dan sepanas ini rahangnya yang gogoh, matanya yang besar dan menyala, serta dua tari yang tak terlalu panjang menghiasi deretan giginya. apakah tuhan begitu mencintainya hingga dia bisa melihat kesempurnaan ini?karena terlalu larut dalam menatap wajah rupawan itu sampai dia tidak sadar, saat tangan besar berselancar menyibak sedikit perutnya yang datar sambil bergumam.

" Little park, kapan kau hadir di dalam sini sayang. ayah begitu menginginkan perut mungil ini mengandung malaikat kecil ayah", katanya mengelus halus permukaan kulit itu sambil terus bergumam membayangkan hal-hal yang manis apa yang akan terjadi di saat tuhan benar-benar menitipkan malaikat yang lain di rahim wanitanya. dia berjanji kepada dirinya akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk anak-anaknya kelak.

" ayah harus berdoa agar aku cepat hadir di perut ibu", kata si mungil mencicit seperti suara khas anak pria besarnya tiba-tiba menyerang dirinya dengan kecupan-kecupan manis di seluruh wajahnya.

Baekhyun juga sangat berharap si kecil cepat hadir agar Baekhyun bisa meyakinkan si besar bahwa memang hanya dia laki-laki yang boleh memiliki Baekhyun seutuhnya, tidak dengan lelaki manapun, Bahkan Jendral Wu sekalipun Baekhyun tidak mau, karena yang dia inginkan hanya laki-laki ini,

" ayah akan selalu berdoa, chuppp.. ayah akan menunggu little fairy ayah, jangan terlalu lama membuat ayah menunggu sayang", katanya sambil membelai perut si mungil dan mendekap posesif perut rata itu, seakan memang benar malaikat kecil mereka segera hadir mereka sama-sama berdoa. karena dengan datangnya si kecil itu akan menjadi alasan paling kuat bahwa mereka akan terus bersama tanpa halangan dari siapapun dan mereka bisa mengklaim sepenuhnya bahwa mate mereka adalah milik mereka seorang. di tambah dengan sosok mungil yang entah nanti akan lebih mirip siapa mereka berjanji akan merawatnya dengan penuh cinta dan kasih terlarut dalam pemikiran masing-masing dan dalam posisi saling mendekap dan memeluk mereka sampai tidak sadar mulai menutup mata menikmati kehangatan ini , di bawah sinar rembulan, dua anak manusia yang memang ditakdirkan saling meyakinkan bahwa pada akhirnya takdir yang tetap akan menentukan apakah kebahagian yang mereka dapatkan atau harus bersabar kembali menunggu akhir bahagia yang lain, entah ini akan menjadi akhirnya atau mereka mengulang kembali dari tetap sama masih terpaku di tempat setelah melihat kejadian itu di depan matanya, hampir merasa tak percaya bahwa dua orang asing itu sepertinya terlihat mencintai . setelah berusaha mendekat, dirinya seperti tiba-tiba tertarik kuat untuk keluar dari dimensi itu dan Baekhyun lagi-lagi merasa harus bersabar menerjemahkan keadaan ini dengan akal sehatnya, sungguh Baekhyun bingung.

" Apakah kita berakhir bahagia sekarang atau kita harus bersabar mengulangnya lagi dari awal? "

To Be C...

Ps. aku ngetik 3 Chap ini di hp jadi maaf banget kalo belum bisa perbaiki tulisanya mungkin chapter selanjutnya aku bakal ngetik dari komputer, permulaan words ini hanya 3k dulu ga akan lebih karena belum masuk konflik, baru konflik batinya aja aku udah pengen menagis TvT apalagi konflik yang lain nanti, Eh kok aku malah ,

Thanks For reading guys.

panas dingin ku mengeditnya di handphong karena keterbatasan kapasitas.

salam Fujo! Salam Chanbaek! Dan salah Monkey Waterr! Uuuuu... aaaaaaa