"sebenarnya siapa dirimu? apakah kau orang berharga di kehidupan ku dulu?"

Imoogi

CHAPTER 5

(TAKDIR YANG TERTUNDA)

CAST : PARK CHANYEOL(26),BYUN BAEKHYUN(21)

OTHER CAST : SM FAMILY

WARNING : TYPO,FLUFFY(?)

LETS' BEGIN

akhir-akhir ini baekhyun selalu memikirkan mimpi-mimpi yang dia dapat, dia berfikir apakah mimpi itu adalah teka-teki tentang kehidupanya di masalalu, karena terlalu sering memikirkan hal itu baekhyun sering nampak tidak fokus saat jam pelajaran berlangsung. pernah saat dia tengah melamun Jung saem tiba-tiba melemparkan penghapus papan tulis dan menyuruh baekhyun untuk maju kedepan untuk menyelesaikan soal yang sedang dia terangkan, Baekhyun yang nyatanya memang tidak memfokuskan dirinya untuk mendengarkan penjelasan Jung saem hanya bisa menuruti kemauan Saemnya itu, Tanpa banyak basa basi dia mencoba mengerjakan tugas dadakan itu dan sukses membuat Jung saem berdecak kagum. Karena walaupun dia tahu baekhyun tidak memperhatikan tapi memang dasarnya dia sudah pintar, dia mampu mengerjakan tugas itu dengan sangat baik.

kembali ke pemikiranya akhir-akhir ini, Baekhyun selalu bertanya-tanya pada dirinya di kehidupanya yang lalu kenapa dia selalu memimpikan sesosok monster yang sangat menyeramkan bersama gadis yang selalu memeluk monster itu posesif, terkadang dia berfikir untuk tidak terlalu banyak memonton film harry potter karena demi apa film itu sudah berhasil meracuni otaknya dengan visual fiktif nya. tapi terlepas dari semua itu dia selalu penasaran terlebih saat di dalam mimpinya dia selalu melihat ekspresi wanita itu yang sepertinya selalu menyiratkan luka dan kelelahan, walau ada sebagian adegan yang sebenarnya baekhyun selalu gagal paham, kenapa dua orang berbeda itu selalu berakhir dengan mendesah bersama di saat mereka berdebat, ASTAGA! otaknya meliar membayangkan kilasan-kilasan itu, karena terlarut dalam fantasi liarnya yang mulai membuat otaknya tercemar baekhyun sampai tidak sadar Bahwa jam Istirahat sudah berbunyi dan teman burung hantunya itu sudah memanggil berulang kali, sampai pada akhirnya dia pun tidak tahan dan berteriak di telinga baekhyun membuat baekhyun secara spontan kaget dan itu membuat kakinya terpentok meja dan sukses membuat baekhyun mengerang.

"Yak!! byun baek, apa kau tuli"

" As-..asdfga, AW!!!" baekhyun yang kaget tak sengaja terpentok meja.

" aku sudah memanggil mu berulang kali tapi kenapa kau tidak merespon, apa kau sudah tuli baek?"sungut Kyungsoo kesal,

" Ah.. sakit sekali kaki ku, Yak!!! bisa tidak usah berteriak di depan telingaku? mulutmu itu sudah seperti ember pecah Kyung, dan kau membuat ku terpentok meja,shhh ... ini sakit sekali" Katanya protes sambil menahan rasa sakit di pergelangan kakinya akibat terpentok meja.

" aku sudah memanggil mu untuk mengajak makan siang di kantin berulang kali byun baek , tapi kau terus saja melamun sampai-sampai aku berteriak berulang kali tapi kau tidak dengar ! sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan, Cih." kata Kyungsoo panjang lebar karena dia kesal sedari tadi di diamkan olehnya.

" Yak!! setidaknya kau bisa melakukan sesuatu yang lain dari pada berteriak di depan telinga ku Kyung, sungguh telinga ku rasanya mau pecah!" katanya masih kesal.

" dan Aku sedang memikirkan apa arti dari M-..." belum sempat dia menyelesaikan tapi dia sudah bungkam karena bagaimana mungkin dia menceritakan masalah mimpinya kepada kyungsoo, bisa-bisa Si mata bulat mengejeknya karena terlalu banyak menonton film Fiksi.

" Apa arti dari M?" kata kyungsoo berusaha meminta penjelasan dari baekhyun karena anak ini tidak kunjung menyelesaikan kalimatnya.

ini gawat, dia harus segera mengalihkan keadaan sebelum burung hantu itu semakin penasaran denganya,

" ehm, Kyung sebaiknya ayo segera ke kantin perutku lapar sekali" katanya segera menarik tanpa kyungsoo tanpa mendengarkan protesan darinya , dia tidak ingin kyungsoo membom dia dengan pertanyaan-pertanyaan yang dia sendiri masih belum bisa menjawabnya.

"Yak!!!! pelan-pelan sedikit byun!"kata kyungsoo walau kakinya tetap mengikuti kemanapun si tersangka membawanya.

sesampainya mereka di kantin mereka mencoba mencari tempat duduk tapi sebelum itu ada suara yang memanggil sehingga mereka segera menoleh cepat,

" Kyung baek" mereka mencari sumber si pemanggil kemudian mengedarkan pandanganya ke semua penjuru kantin dan akhirnya mendapatkan sumber suara, kemudian si pemanggil melambaikan tanganya untuk menyuruh dua kurcaci itu untuk menghampirinya.

" kenapa lama sekali keluarnya" kata si pemanggil tadi,

"Maaf lu, si puppy ini yang membuatnya lama. dia selalu melamun sepanjang jam pelajaran tadi" kata kyungsoo menjelaskan kekesalanya walau masih sebal kepada baekhyun.

" Eoh, memangnya apa yang sedang kau pikirkan baek? apa ada masalah?" kata luhan penasaran,

" T-tidak ada .."Kata baekhyun yang tiba-tiba tergagap,

" Sungguh? kau sedang tidak menyembunyikan sesuatu kan baek?" kata luhan yang tiba-tiba curiga melihat gelagat baekhyun yang tiba-tiba mencurigakan,

" heh? S-sungguh lagi pula apa yang perlu aku sembunyikan dari kalian?" tanya baekhyun yang tiba-tiba spontan merasa takut di curigai diapun langsung spontan menjawab ucapan luhan yang mana mengundang dengusan dari si rusa,

" Cih, melihat tingkahmu yang berubah seketika aku menjadi menyesal mencurigai mu" katanya,

baekhyun setidaknya bisa bernapas lega, karena dirinya sendiri pun masih bingung atas apa yang menimpanya ini dia akan berusaha mencari tahu sendiri karena demi apa dia sangat penasaran sekali siapa dua sosok yang selalu hadir di mimpinya itu.

" sebaiknya kita segera memesan makanan sebelum antrian nya semakin memanjang"saran luhan yang tiba-tiba membuyarkan lamunan baekhyun dan seketika membuatnya terbangun,

" Baiklah biar aku saja yang pesankan , kalian duduk saja disini" katanya menawarkan diri,

" tumben sekali kau mau mengantri? biasanya di antara bertiga kau yang paling malas menunggu " kata kyungsoo spontan yang mana membuat dengusan di bibir baekhyun seketika.

" Cih, tidak mau yasudah berarti aku mengatri makanan ku sendiri" katanya ingin segera meninggalkan kedua temanya yang menyebalkan ini,

" yak! kenapa kau sensitif sekali sih!"kata kyungsoo kesal.

" sudahlah jangan bertengkar terus, apa kalian mau menghabiskan jam makan kita hanya untuk berdebat? jika ya sebaiknya aku pergi saja" kata luhan yang mencoba menengahi dua sahabatnya ini, tapi luhan ternyata salah dia malah membuat kedua nya semakin emosi dan meledak.

" DIAM DI TEMPAT MU XI LUHAH/DIAM DI TEMPAT MU XI LUHAN" kata mereka dengan nada ber api-api yang mana membuat luhan yang sudah berdiri langsung terduduk kembali dengan muka menciut.

" Cih! aku akan mengambilkan makanan untuk kalian ! dan sebaiknya kalian jangan beranjak kemana-mana" kata baekhyun beranjak dan berjalan dengan raut wajah mendung seketika.

" kenapa dia sensitif sekali akhir-akhirnya ini, dasar gadis bawel menyebalkan !!!" kata kyungsoo yang juga masih ikut emosi membuat luhan seketika mendelik padanya.

" Apa?" tanya kyungsoo yang merasa di tatap.

" hfttt, sudahlah percuma aku berbicara kau juga sudah sama bodohnya dengan baekhyun jika sudah emosi" tandas luhan dengan nada luhan.

" YAK! xi luhan berani k-..." belum sempat kyungsoo menyelesaikan kalimatnya baekhyun sudah kembali dengan dua nampan berisik makanan serta minuman,

" ini, makanlah kalian" kata baekhyun dengan nada datar,

" kenapa banyak sekali makanan yang kau pesan?" tanya luhan heran,

" ini karena aku lapar mengomel sedari tadi!"katanya emosi dan mendelik kepada kyungsoo,

" Siapa suruh mengomel?"kata kyungsoo ikut mendelik.

" Ya tuhan tolonglah aku" kata luhan mendramatisir , berapa lama lagi dia harus mendengar perdebatan tak penting ini , oh malang sekali dirimu rusa manis.

SEMENTARA ITU DI TEMPAT DAN WAKTU YANG BERBEDA,

Ceo park yang pagi ini terlihat begitu kusut seakan ada awan imaginer mendung berada di atas kepalanya. dia hampir gila jika setiap pagi terbangun dengan ereksi yang setegak kayu dan berakhir dengan dirinya harus memuaskan batang kerasnya dengan tangan sambil membayangkan wanita telanjang , dia sangat frustasi dengan mimpi-mimpinya itu sehingga saat sudah sampai kantor begini pun pikiranya masih kalut memikirkan mimpi-mimpi aneh yang selalu datang akhir-akhir ini , sementara itu saat dia memasuki kantor banyak karyawan yang menyapa pun hanya dia hiraukan karena pikiranya sedang melayang entah kemana,

" Selamat pagi sajamnim" kata jessica membungkuk, namun atasanya itu terus saja berjalan tanpa menghiraukanya membuat dirinya bingung. tumben sekali Ceo park melamun seperti itu dengan tatapan mata yang kosong, biasanya dia sangat cerah dan ramah hari-hari sebelumnya.

" Chan, dari mana saja kau! kenapa baru datang! kau tahu jam 10 ini ada R-..." tiba-tiba dari arah berlawanan ada Minseok yang sepertinya sangat emosi karena Chanyeol datang agak terlambat pagi ini, namun belum sempat dia melanjutkan omonganya chanyeol malah berlalu pergi meninggalkanya begitu saja membuat dia kembali mengejar teman plus atasanya yang menyebalkan itu.

" Yak!! bodoh kenapa kau mediamkan ku , kau tahu aku sedang pusing menunggu mu di sini sementara kau baru datang dan langsung meninggalkanku begitu saja!" sungut minseok emosi karena chanyeol terus saja berjalan dengan langkah besarnya, namun tiba-tiba chanyeol segera berenti. membuat minseok kehilangan keseimbangan dan menabrak punggung lebar chanyeol.

" YAK!!!!Ka..." belum sempat melanjutkan omonganya chanyeol sudah menatapnya tajam dan mengatakan,

" berhenti mengikuti nuuna aku sedang tidak ingin di ganggu!" katanya kemudian kembali berbalik dengan raut wajah datar dan terkesan dingin.

" YAK! jam 10 nanti kau ada rapat bagaimana bisa kau seenaknya s-" langsung mendapat tatapan tajam dari chanyeol dan itu sukses membuatnya tak bergeming di tempat karena demi apa tatapanya sangat menakutkan , seperti chanyeol dalam suasana yang tidak baik sehingganya dia menghela nafas , sepertinya rapat kali ini dia yang mewakilkan melihat keadaan chanyeol yang sepertinya tak memungkinkan pagi ini.

CHANYEOL POV

Sial! kenapa semua ini harus terjadi padaku, kenapa mimpi bodoh itu selalu hadir di bunga tidur ku,ya tuhan salah apa diriku ini, selalu berakhir dengan ereksi setegak kayu di pagi hari setelah mimpi erotis itu hadir. sungguh aku sangat frustasi dengan semua ini, Namun dibalik semua ini aku masih bingung kenapa mimpi itu selalu datang lebih sering akhir-akhir ini, dan siapa dua orang asing itu? apakah aku mengenal mereka? tapi apa maksud dari mimpi itu ya, kenapa harus aku yang melihat kejadian aneh itu , begitu konyol . dan kenapa pula mimpi itu selalu orang yang sama hanya saja selalu berbeda-beda tempat, siapa wanita itu dan siapa pula monster mengerikan itu?.

sungguh aku begitu penasaran memikirkan maksud dari mimpi ku ini, mencoba untuk menyimpulkan sendiri secara perlahan. siapakah wanita cantik yang ada di mimpiku itu? itu pertanyaan pertama yang perlu aku telusuri karena aku sangat penasaran sekali bagaimana bisa wanita cantik itu tidak takut dengan monster! Astaga apakah dia masih waras? berusaha mengingat apa saja kejadian yang ada di mimpi itu, hanya satu yang membuat ku tak percaya , bagaimana wanita itu selalu menangis ketika mereka berdebat tentang masalah kepemilikan, ya tuhan bahkan gadis itu cantik bagaimana mungkin dia selalu menangis terisak dan selalu bergumam bahwa monster itu miliknya , oh ya benar saja dia hanya monster jelek.

monster jelek itu wajahnya pun sangat mirip denganku, GILA! bicara apa kau park jangan samakan aku dengan monster!.. - padahal kau sendiri yang tadi menyebut dirimu mirip park.

aku masih berusaha menyelami pemikiran ku tentang mereka, aku berusaha mengingat kembali kilasan-kilasan mimpi ku sampai ku tersadar akan satu hal , wanita itu menyebut monster itu " paduka pangeran " . yang benar saja monster jelek itu " paduka pangeran?" setahu ku dimana - mana paduka pangeran itu gagah dan perkasa serta selalu membakai baju perisai dan membawa pedang dan ini justru berbading terbalik dengan ekspetasi.

dan monster itu... hmm bagaimana aku bisa menyimpulkanya ya, dia selalu terlihat emosi dan kesakitan , kenapa monster seperti dirinya bisa kesakitan? padahal tubuhnya begitu kokoh serta ekor itu terlihat begitu perkasa-.. aish apa yang ku pikirkan dasar bodoh kau park.

masih dengan mencoba memahami maksud dari mimpiku itu sampai aku mencoba mencari satu jawaban yang paling tepat dari ini, kenapa dua makhluk yang berbeda wujud bisa begitu posesif dan begitu mengklaim bahwa mereka adalah milik pasanganya, dan kenapa pula mereka selalu berusaha untuk memiliki anak, wanita itu bahkan mengharapkan sekali kehadiran seorang bayi di tengah-tengah mereka, dan ASTAGA! aku baru tersadar bahwa gadis itu menyebutkan namaku pada monster itu, oh tuhan kepalaku tiba-tiba pening sekali. sepertinya aku harus menjernihkan sejenak pikiran ku dan berhenti memikirkan arti mimpi itu karena ini sungguh sangat menyiksa ku.

oh aku sampai lupa bahwa siang ini aku akan bertemu dengan Baekhyun, ya ampun kenapa aku bisa lupa. sepertinya menghabiskan beberapa jam dengan baekhyun bisa membuat moodku lebih baik, ah aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengan gadis cerewet itu, sebaiknya aku harus selesaikan beberapa berkas di mejaku ini dan segera menjemput baekhyun .

CHANYEOL POV END

setelah kelas berakhir baekhyun segera bergegas pulang, karena sepertinya dia sedang tidak dalam mood yang baik, mengingat dia sangat sensitif akhir-akhir ini akibat mimpi aneh itu, berusaha mengayuh sepedanya sambil sesekali,

" Shhh... kenapa luka ini lama sekali kering" meringis karena luka di telapak tanganya tak kunjung kering, ini menyebalkan sekali menurutnya bagaimana setiap dia mengayuh sepeda dia selalu meringis dan menahan rasa sakit,

sesampainya dirumah dia segera memarkiran sepedanya di teras dan segera masuk ke rumah.sepertinya Eomma sedang pergi ke pasar melihat ada note yang di tempelnya di kulkas , baekhyun segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan tangan lalu beranjak pergi ke kamar dan kemudian berganti pakaian.

Tok..Tok..Tok

" huh seperti ada tamu" kata baekhyun yang segera beranjak dari kamarnya dan segera berlari ke pintu utama untuk membuka pintu,

" siapa yang da-"

" hai baek" kata suara berat yang terdengar menyapa.membuat atensi baekhyun berfokus pada sosok itu

" oh tuan park, ada gerangan apa ana kemari? silahkan masuk" kata baekhyun mengizinkan chanyeol untuk masuk

" hmm tidak usah, sebenarnya aku kesini hanya untuk mengajak mu em.. ya sekedar pergi berjalan-jalan" kata chanyeol yang to the point membuat baekhyun beberapa saja mencoba mencerna maksud dari omogan chanyeol kemudian setelah fokusnya kembali dia segera mengajak chanyeol masuk,

" sebaiknya anda masuk dulu tuan park" kata baekhyun yang spontan menarik tangan chanyeol untuk masuk ke rumahnya, karena dia takut ada tiba-tiba tetangga yang lewat dan melihat chanyeol dia ingin di cap yang tidak-tidak karena tetangga di sekitar lingkunganya memiliki kadar keingitahuan urusan orang lain yang begitu kelewat normal.

" sebaiknya anda duduk dulu tuan park" kata baekhyun mempersilakan.

kemudian berlalu pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk chanyeol.

sementara baekhyun sedang sibuk di dapur chanyeol sibuk mengedarkan pandanganya ke seluruh penjuru rumah ini , kalau di lihat rumah baekhyun ini sangat sederhana , tidak mewah dan tidak juga besar, sedang namun rapi terlalu asik dengan pemandangan di depanya sampai chanyeol tak sadar baekhyun sudah datang sambil membawa nampan berisi minuman dan beberapa makanan,

" tuan park silahkan di minum" katanya menaruh minuman di meja,

" eoh, ya terima kasih baek" kata chanyeol akhirnya menyahut,

" jadi sebenarnya apa gerangan yang membuat anda sampai disini" kata baekhyun yang mencoba bertanya karena dia masih merasa tidak yakin dengan ajakan chanyeol.

" sudah ku bilang aku ingin mengajak mu jalan-jalan baek " kata chanyeol berusaha menyakinkan baekhyun karena dia benar-benar ingin mengajak baekhyun jalan-jalan karena moodnya kurang baik saat ini.

" Eoh? " baekhyun terpaku sesaat,

" O-Oke sebaiknya aku bergegas, t-tunggu sebentar tuan park" kata gagap namun langsung berjalan cepat menuju kamarnya dan segera membanting pintu kamar tak bersalah itu.

chanyeol yang kaget seketika berubah menjadi menyeringai atas kegagapan baekhyun itu,

" Menarik " katanya dengan seringaian mengerikan, sementara di dalam kamar.

" Woah... apakah i-ini mimpi?"kata baekhyun tiba-tiba merasa gerah karena ucapan lelaki itu,

"Y-yang benar saja ! sepertinya baru kemarin aku berdebat dengan ahjussi bodoh itu , dan sekarang dia mengajakku ? jalan-jalan?" lebih kepada bergumam dengan dirinya sendiri. sadar karena tingkah konyolnya membuat baekhyun segera bersiap-siap walau dia sangat bingung sekarang, pikiranya blank.

" apa yang harus aku pakai? aku harus bagaimana?" katanya masih merancau namun sudah memakai jelana jeans, dan t-shirt serta hoodie berwanrna biru yang membalut badan mungilnya serta tak lupa pula dia memakai topi kupluk untuk menambah cantik penampilanya.

" apakah ini bagus? apakah aku sudah cocok?"masih merancau dan entah berapa sudah lama dia merancau membuat si pengajak mulai bosan menunggunya kemudian berinisiatif untuk mengetuk pintu kamar nya.

Tok..Tokk..

" Baek apa masih lama?" tanya chanyeol yang sepertinya sudah bosan menunggu.

" y-ya sebentar lagi" katanya terburu-buru dan memakai sneakersnya kemudian keluar kamar, karena terlalu bersemangat dia tidak menyadari chanyeol berada di depanya sehingga ketika ia menoleh mereka hampir berciumanya hanya beberapa centi lagi bibir mereka saling menempel,

" Omo..." katanya kaget lalu pipinya seketika bersemu merah.

" B-baek kau tidak apa-apa" kata chanyeol yang khawatir karena muka baekhyun tiba-tiba memerah, baekhyun yang sadar dari ketersiapanya langsung menarik tangan chanyeol dar kening nya,

" y-ya aku baik-baik saja, s-sebaiknya kita segera berangkat sebelum terlalu sore" katanya segera menarik chanyeol dan beranjak membuat chanyeol tidak sempat menjawab, namun sebelum itu.

"tunggu.." kata baekhyun berlalu pergi ke dapur dan meninggalkan sticky note untuk eommanya karena dia belum sempat pamit kepada eomma.

" sudah beres" segera beranjak dari dapur dan segera menarik tangan chanyeol dengan excited.

chanyeol hanya melongo melihat sifat baekhyun yang berubah-ubah dia di buat linglung oleh baekhyun , sementara baekhyun sibuk menarik tanganya dan si besar masih melongo hingga tanpa sadar dirinya sudah ada di depan mobilnya.

" Tuan park? " tanya baekhyun sambil melambaikan tanganya ke depan muka chanyeol sambil mengibaskan tanganya.

" E-h iya?" chanyeol akhirnya tersadar dari lamunannya.

" Bisa tolong aku membukakan pintu ini " tanya baekhyun

" O-h ya tentu saja " segera membukakan pintunya kemudian baekhyun pun segera naik.

setelah selesai membuat baekhyun naik ke mobil dia pun beranjak dan segera memutar haluan dan ikut menaiki mobilnya, kemudian segera menlajukan mobilnya .

niatnya hari ini dia ingin mengajak baekhyun ke lotte world karena sepertinya itu akan sangat menyenangkan , mana tahu disana dia bisa mengubah moodnya yang kurang baik, tapi dia sengaja tak memberi tahu baekhyun biarlah ini menjadi kejutan, hitung-hitung sebagai permintaan maafnya karena lusa lalu tak sengaja menabrak gadis pendek itu.

" tuan park , k-kita mau kemana?" tanya baekhyun gugup,

" eoh, rahasia" katanya menantap baekhyun dengan datar sambil fokus mengemudikan mobilnya. seketika baekhyun terpaku di tempatnya,

suasana di mobil sangat hening setelahnya karena baekhyun terlalu sibuk melihat jalan tidak berani menatap chanyeol sedari tadi, chanyeol yang akhirnya penasaran mulai melirik baekhyun dari ekor matanya ,

" Hmm .. kenapa kau diam saja baek apa ada sesuatu yang menganggu mu?" tanya chanyeol akhirnya yang membuka suara terlebih dahulu,

" E-h, t-idak ada tuan park aku hanya sedang melihat jalan kota seoul , ternyata saat siang cukup ramai juga orang berlalu lalang " katanya tergagap dan menjelaskan pada chanyeol.

" Baek, tolong jangan panggil aku tuan aku tidak nyaman mendengarnya, panggil chanyeol saja" kata chanyeol mencoba membuat baekhyun terlihat tidak kaku.

" e-h b-baiklah cha- chanyeol" kata baekhyun masih gugup karena belum terbiasa mengatakanya,

" nah begitu baru " kata chanyeol sambil mengusak kepala baekhyun dengan lembut, dan seketika membuat baekhyun membeku di tempat,darahnya tiba-tiba berdesir dan perlahan menjalar ke pipi putihnya membuat rona merah samar di kedua pipi chubby dan itu membuat chanyeol yang menatap dari ekor matanya sambil fokus mengemudi bergumam ria di dalam hati,

" astaga kenapa makhluk kecil ini begitu menggemaskan " katanya bersorak ria di dalam hatinya.

terlalu larut dengan keadaan akhirnya mereka sampai pada tujuan, chanyeol mengajak baekhyun keluar dari mobil langsung menggandeng tangan baekhyun , dan ternyata saat sampai gerbang utama tiba-tiba baekhyun memekik,

" YA AMPUN!!!! INI LOTTE WORLD?" katanya lebih bergumam pada dirinya sendiri, yang mana itu membuat chanyeol nyatanya sedikit kaget akan pekikan nyaring si mungil.

" Hm.. apa kau suka baek?" tanya chanyeol,

" Tentu saja !!!! sangat suka,terimakasih chan" seketika sontak memeluk chanyeol , yang mana membuat chanyeol terpaku seketika dan baekhyun yang menyadari tingkahnya sudah kelewatan langsung melepas pelukan itu ,

" A-ah maafkan aku chan" katanya gugup, chanyeol yang tiba-tiba tersadar dari keterpakuanya langsung menyambar tangan baekhyun.

" S-sudahlah sebaiknya kita masuk " katanya langsung menarik tangan baekhyun, dan segera di ikuti langkahnya oleh baekhyun dengan pipi bersemu merah.

sehabis membeli tiket mereka segera masuk,

" Baek, kau menaiki apa dulu? " tanya chanyeol.

" Aku ingin naik kora-kora chan!" seketika memekin dan menarik tangan chanyeol, chanyeol yang di tarik hanya mengikuti kemana langkah kaki mungil itu membawanya,

setelah selesai menaiki kora-kora mereka melanjutkan menaiki wahana yang lain hingga beberapa wahana sudah mereka naiki, tahunya chanyeol mendapatkan jackpotnya,

" HUWEEEKKKK...shhh" kata chanyeol masih memuntahkan semua isi perutnya di bantu oleh baekhyun sambil memijat tengkuknya, baekhyun merasa bersalah karena tadi dia memaksa chanyeol untuk naik roalcoaster padahal chanyeol sudah jelas-jelas menolak tapi belum sempat chanyeol beranjak memutus kontak mereka taunya mata puppy baekhyun sukses membuat chanyeol luluh dan berakhir dengan dirinya yang harus memuntahkan semua air di dalam tubuhnya, seketika membuat chanyeol lemas.

" Cha-n A-pa kau sudah memuntahkan semuanya?" tanya baekhyun khawatir dengan mata berkaca-kaca,

" Shhh.. tung-gu sebent..Huwekkkk.. agh" katanya kembali mengeluarkan isi perutnya dan itu sukses membuat baekhyun tambah berkaca-kaca, masih setia memijat tengkuk , dan setelah selesai dengan jackpotnya chanyeol mencoba memutar badanya dan menemukan Baekhyun dengan mata berkaca-kaca dan pandanganya yang kosong dan itu pun sukses membuat chanyeol sama khawatirnya.

" Baek, ka-u kenapa" katanya mengguncang badan baekhyun,

" Hikss ,chan m-maafkan aku karena aku kau ja-di b-egini " katanya mulai terisak , taunya itu membuat panik chanyeol dan spontan memeluk tubuh baekhyun.

" H-hei aku sudah tidak apa-apa,berhenti menangis baek" kata chanyeol yang panik dan berusaha menenangkan Baekhyun,

" Ma-af Karena b-baekhyun chan...hiksss.. karena baekhyun" nyatanya baekhyun melihat muka chanyeol yang berkeringat dan pucat sukses membuatnya semakin merasa bersalah,

" hei aku sudah tidak apa-apa baek percaya padaku, berhentilah menangis" katanya masih setia mendekap tubuh bergetar anak itu, kenapa rasanya sangat familiar sekali, kehangatan tubuh gadis mungil ini seperti dia merindukanya dalam jangka waktu yang lama, masih tetap mengelus tubuh itu baekhyun yang keras kepala masih tidak bisa berhenti menahan isakanya dan itu sontak membuat chanyeol frustasi dan spontan memanggut bibir mungil itu karena frustasi si kecil tak kunjung berhenti menangis,

" Baek,chupp" dan ciuman spontan itu sontak membuat baekhyun tak bergeming dan matanya membulat lucu,

" Ciuman pertama ku",kata baekhyun dalam hati. setelah beberapa lama menempelkan bibirnya dan chanyeol merasa baekhyun sudah berenti menangis , diapun melepaskan bibir mungil itu.

" Sudah jangan menangis, aku sudah tidak apa-apa" kata chanyeol berusaha menenangkan si mungil sambil masih setia mengelus punggung sempit itu,

baekhyun yang masih shock dengan ciuman spontan itu kembali ke dunianya dan langsung mendekap balik chanyeol memeluknya posesif seakan takut kehilangan sosok ini, seketika baekhyun tergugu kenapa rasanya familar sekali dan kenapa rasa takut baekhyun mendominasi terutama sosok yang mendekapnya ini, seperti merindukanya lama namun kembali di pertemukan.

terlalu larut dalam lamunan mereka sampai yang lebih besar berinsiatif mengangkat bridal si mungil , walau tubuhnya masih lemas tapi dia masih mampu untuk membopong si kecil, baekhyun pun hanya bisa pasrah melingkarkan tangan di leher jenjang si pria besar, si besar berinisiatif untuk segera membawa baekhyun pulang karena sepertinya matahari akan tenggelam dan wahana akan segera di tutup.

keadaan di mobil sunyi senyap, chanyeol kembali terserang pening karena habis mengeluarkan semua isi perutnya . kepalanya serasa berputar-putar , dan itu sukses membuat baekhyun memutar badanya dan kembali membuka suara,

" a-apa kembali p-using chan? a-apa kau kuat membawa mobil?" tanyanya sambil menyeka bulir-bulir keringat di dahi chanyeol khawatir si pria besar tidak kuat membawa mobil,

"rghhh... baek sepertinya kita harus mencari penginapan kepala ku pusing kembali, dan jika memaksakan diri aku takut kita celaka" katanya mencoba memberi tahu baekhyun.

" B-baiklah , sebaiknya aku telepon eomma ku dulu" katanya dengan nada khawatir.

" Yeobseo..eomma"

" aku menginap di rumah temanku, dia sedang sakit sementara orang tuanya di rumah"

" ne- selamat malam eomma, mimpi indah"

PIP

" S-sebaiknya kita harus cepat chan sebelum kau bertambah pusing" anjur baekhyun yang mana memang di benarkan oleh baekhyun,

chanyeol mati-matian menahan sakit di kepalanya untuk fokus mengemudi walau bulir-bulir keringat tampak menghiasi wajahnya yang semakin pucat,dan sukses membuat baekhyun sangat khawatir sampai pada akhirnya mereka sampai di penginapan terdekat, setelah mencoba memesan kamar hotel dan entah ini kebetulan atau memang kesialan mereka hanya tersisa satu kamar dan satu single bad! dan itu sukses membuat mereka diam tergugu.

" bagaimana tuan/nona apa anda jadi memesan " mereka masih terpaku, namun baekhyun yang sangat khawatir langsung mengiyakan tawaran resepsionts hotel itu, dan itu sukses membuat chanyeol membolakan matannya walau paras pucatnya lebih mendominasi.

" Baiklah ini kuncinya tuan nyonya", setelah menyelesaikan pembayaran langsung memberikan kuncinya.

" terimakasih " jawab baekhyun tanpa basa basi dan langsung menarik tangan yang lebih besar karena rasa khawatirnya makin mendominasi, wajah chanyeol yang bertambah pucat itu membuat dirinya frustasi , dan begitu cemas. setelah masuk kamar dirinya langsung menggiring chanyeol ke ranjang queen size itu dan segera menyuruh chanyeol untuk berganti piyama hotel.

" sebaiknya kau ganti baju dulu chan" katanya

" B-baiklah" kata chanyeol menurut,

setelah saling bergantian berganti baju , setelah selesai baekhyun berinisiatif untuk meminjam baskom dan konpres untuk mengompres chanyeol namun belum sempat dirinya beranjak tanganya sudah di cekal oleh pria besar yang baru berbaring di ranjang queen size itu,

"mau kemana?" tanyanya

" A-ku ingin meminjam kompres chan" katanya berusaha melepaskan cekalan itu,

" tetaplah disini baek" kata chanyeol,

dan baekghyun akhirnya mengalah.

" baiklah aku akan disini menemani mu" katanya ingin beranjak merebahkan diri di sofa, namun tangan chanyeol kembali menariknya.

" Tidak di sofa baek, kau harus menemani ku disini" katanya menunjuk ranjang itu dan membuat baekhyun gugup,

" Tapi..ak"

" tidak ada alasan baek "katanya menarik kuat tangan baekhyun dan sukses membuat baekhyun mendarat di dada bidangnya , kemudian dengan senang hati chanyeol kembali memeluknya dan sukses membuat baekhyun merona.

"jaaa... mari tidur , selamat malam baek ,chup!" katanya menaruh baekhyun ke samping kanan dan memeluknya seperti guling serta memberikan kecupan di pucuk kepala si mungil.

baekhyun yang memang dasarnya sudah gugup sedari tadi hanya bisa mengiyakan saja tindakan bodoh chanyeol,

" S-selamat malam juga chan" dan itu sukses membuat dua sejoli ini akhirnya saling memeluk erat pada akhirnya dan si kecil yang berusaha memejamkan matanya walau degup jantungnya tidak bisa di ajak kompromi sedari siang tadi,karena si besar ini dia jadi keliatan konyol karena terus bersemu akibat tindakan bodoh yang di lakukanya, karena terlalu larut dalam pemikiranya diapun tanpa sadar mulai memejamkan matanya merasakan kehangatan yang familiar ini melingkupinya, biarlah dia menjadi orang bodoh malam ini karena berakhir dengan terlelap bersama pria menyebalkan yang sudah membuat tanganya terluka dan chanyeol tanpa sadar tersenyum sangat tampan sambil mendekap posesif si mungil, rasanya sangat familiar dan nyaman sampai membuat chanyeol terlena, saat dua insan itu sudah mengarungi alam mimpinya masing-masing

sementara itu di lain tempat,

" hmm.. sudah waktunya bersatu ya." katanya menyeringai

Te Be Ci...

sepertinya aku mulai lelah menjabarkan keadaan sekarang T.T maaf ya karena sengaja ku percepat dan banyak yang di skip karena sebenernya ini cuma jembatan menuju inti dari cerita makanya aku sengaja skip skip,

special thanks yang masih mau baca cerita picisan ini-ga di baca juga gapapa aku iklas*nangisdipundakpapih*langsungdisledingmamih pokoknya lavyou readersku* jangan lupa tetap tinggalkan koment kalian jika mau cerita ini berlanjut , selamat malam rabu and

SALAM CHANBAEK IS REAL! ASTAGA KU MASIH KOBAM LIAT MOMENT LAMPAU MEREKA PAS EXO'LUXION MANILA!!! mau juga di peluk malu-malu kucing sama papih:(-beneran di sleding mamih abis ini.