Permohonsn maaf atas kesalahan chapter sebelumnya ^^
SECRET MARIAGE
Chapter 3
Summary : Pernikahan adalah buah manis dari cinta,namun apa jadinya jika pernikahan itu berdasarkan keegoisan orang tua?
Pairing :HAEHYUK
Rate :T but can be M in the future,I'll warn ya
Gendre : romance,comedy,angs,fluff
Warning : kisah cinta klise namun tersirat nada segar ketika itu berhubungan dengan ,typos,mpreg?
Enjoy
"A-apa yang kau lakukan?"cicit namja manis yang menyilangkan tanganya di dada nya membentengi dirinya dari namja dingin yang dengan santainya membuka kancing kemejanya . Namja dingin yang bernama Donghae itu hanya menatap istrinya datar dan terus saja melepas kancing kemejanya satu persatu dengan sedikit menautkan alisnya melihat tingkah antik istrinya yang menyudut was was di tempat tidur kamar mereka.
Yah benar , kamar mereka . Salahkan namja bodoh yang ada di depanya ini , berkat dia lah akhirnya mereka tinggal di rumah kediaman keluarga Lee kembali dan tentu saja satu kamar!
..
"Apa?"
Donghae berteriak kaget setelah mendengarkan permohonan Orang tuanya.Bagaimana ia tidak terkejut ketika dengan tiba tiba orang tua dan mertuanya meminta Donghae untuk kembali tinggal di rumah orang tua nya.Bahkan Eunhyuk saja juga terkejut.
"Apa perkataan umma belum jelas ya?kau harus tinggal di rumah ini lagi bersama kami Donghae yah! Kami juga sudah menanyakanya pada Kang in dan dia sangat setuju" Ujar Heecul di ikuti anggukan Suaminya.
Kang in yang harusnya ikut dalam perkumpulan keluarga ini tidak bisa hadir di karnakan harus berangkat ke paris untuk dua minggu kedepan dua jam yang lalu namun tentu saja dia setuju atas apa yang Besanya putuskan demi kelancaran rencana mereka untuk menyatukan Donghae dan Eunhyuk.
"Apakah ini masuk akal umma?"Tanya Donghae tak terima atas kemauan egois umma nya lagi.
"Lee Donghae! Apa kau tak mau menuruti perkataan Ummma mu?"Tambah Hanggeng yang mulai merasa tak sabar atas sikap anaknya yang keras kepala-turunan darinya tentu saja.
"Appa,aku kurang patuh bagaimana lagi?Semua kemauan appa dan umma aku sudah turuti ,menikah atas kemauan umma,di awasi seperti anak kecil,tidak bisakah aku mempertahankan keinginan ku yang satu ini appa?"Ujar Donghae menatap ayahnya dengan tatapan terluka yang membuat leher Eunhyuk serasa tercekat.
Ya,Eunhyuk tau Donghae tidak menghendaki pernikahan mereka,begitu pula denganya,namun entah kenapa mendengarnya secara tidak langsung dari Donghae membuat hatinya merasa taknyaman seperti teriris.
"Umma,biarkan Hae tingg-"
"Hentikan Lee Eunhyuk! Kau mau membela suami mu?apa kau juga mau ikut ikutan suami mu tak patuh pada umma?"potong Heecul pada Eunhyuk yang matanya mulai berkaca kaca.
"Umma aku han-"
"Apa kau mau melihat umma mu mati?apa itu keinginan mu?baiklah jika itu keinginanmu sudah bela saja Donghae sesuka mu dan jadilah suami istri yang selamanya terpisah tinggal!"Ujar Heecul bercucuran air mata membuat Eunhyuk terisak dan lantas berlari memeluk umma nya.
"Umma,, maaf kan aku umma, aku yang salah,,tolong jangan berbicara seperti itu lagi umma,aku mohon"Tangis Eunhyuk semakin menjadi jadi ketika Heecul menolak pelukanya dan hanya menatap Eunhyuk dengan rasa kekecewaan.
"Lalu kenapa kau membela suami mu itu?apa kau mau selamanya kalian tidak tinggal bersama?"Erang Heecul bercucuran air mata.
"Tenangkan hati mu istri k-aww"Hanggeng menjerit kecil saat di rasakanya sikut Heecul menyodok tulang rusuknya,dengan hati hati dia melirik Heecul diam diam dan mendapat tatapan kode yang ada pada mata istrinya tersadar dari mimpi Hanggeng tersenyum penuh arti,mengerti bahwa ini adalah taktik istrinya dan ikut masuk dalam permainan istrinya-yang tentu saja di sadari oleh Donghae.
"Sepertinya kita memang tidak akan di patuhi mereka istri ku,lebih baik kita mati saja,ambilkan botol obat itu istri ku,kita mati sama sama saja" tambah Hanggeng semakin menjadi jadi yang hanya membuat Donghae memutar bola matanya jengah akan sandiwara kedua orang tuanya.
Berbeda dengan Eunhyuk yang ketakutan setengah mati melihat Ummanya mengambil botol obat-yang di fikirnya adalah racun-
"Umaa! Hentikan sandiwara kal-"
"H-ha-haeee….aku mohon,turuti apa permintaan umma hmm?"isak Eunhyuk pada suaminya sambil menggenggam lengan baju suaminya seperti anak anjing yang tersesat,alisnya tertaut,keningnya berkerut,mata bulatnya berkaca,pipi putihnya basah oleh aliran air matanya,bibirnya kemerahan akibat gigitan nya sendiri untuk meredam isakan tangisnya.
Donghae tak bergeming melihat Eunhyuk dalam situasi seperti ini,sungguh tangisan Eunhyuk dan muka memelasnya sangatlah membuat hati Donghae tidak nyaman,entah kenapa tiba tiba timbul keinginan untuk membunuh seseorang atau bahkan ingin membunuh dirinya sendiri asalkan tidak melihat airmata itu terlukis di wajah inilah yang membuat Donghae paling benci kalau melihat Eunhyuk menangis,membuat dia tak bisa mengontrol hatinya.
"H-haee,,ku mohon…kembalilah tinggal di sini ne?kita tinggal di rumah ini lagi ne,aku berjanji tidak akan nakal dan membuat Hae jengkel,aku akan jadi anak yang patuh,aku tidak akan mengambil permen hae lagi,aku juga tidak akan mengganggu ikan di aquarium lagi ne Hae,,aku mohon.."Tangis Eunhyuk pecah sejadi jadinya seraya menatap mata Donghae yang menatapnya sendu,mungkin jika Eunhyuk tidak menangis Donghae akan mencubit pipinya karna gemas namun tangisan Eunhyuk cukup merubuhkan kerasnya keinginan Donghae.
Melihat ini tanpa sadar Heecul dan Hanggeng pun ikut meneteskan air mata mereka,kali ini bukan sandiwara tapi tulus dari hari mereka.Hati hanggeng dan Heecul sakit melihat menantu mereka menangis tersedu sedu seperti itu,ada bersalah juga karna tangisan Eunhyuk di sebakan oleh sandiwara mereka.Tapi ini demi kebaikan Eunhyuk dan Donghae juga.
"Berhentilah menagis! Jika tidak aku tak akan tinggal di sini!"Ujar Donghae dingin mengalah akan ego nya.
Yah ini selalu terjadi sejak mereka kecil,Donghae tidak pernah mengalah pada Eunhyuk,selalu menyuruh dan memerintah Eunhyuk,menjadikan Eunhyuk miliknya dan bahkan berlaku seenaknya terhadap Eunhyuk,namun Eunhyuk sama sekali tidak pernah membantah Donghae,selalu patuh pada Donghae,suatu ketika Eunhyuk pernah menangis karna Donghae sudah keterlaluan dan Donghae eyang kala itu tak pernah melihat Eunhyuk menangis sekalipun menjadi panik dan takut,segala cara ia lakukan agar Eunhyuk berhenti menagis namun si namja yang lebih muda darinya itu tak kunjung berhenti menangis dan berakhir dengan Eunhyuk yang jatuh sakit selama hampir seminggu.Sejak itu Donghae benci jika Eunhyuk menangis.
"Benarkah Hae?Benarkah? Benarkah?mm! aku akan berhenti menangis,terimakasih Hae,terimakasih.."Ujar Eunhyuk penuh syukur seraya memeluk Donghae yang sontak membulatkan matanya diikuti oleh tarikan napas tajam oleh Heecul dan Hanggeng yang sama kaget nya.
"Umma! Appa! Kalian dengar kan?Hae akan tinggal di sini!jadi jangan marahi Hae lagi umma,appa..dan aku mohon jangan pernah berfikir untuk mengakhiri hidup lagi ne,,"Ujar Eunhyuk pada kedua mertuanya setelah melepas pelukannya pada Donghae.
"Ne sayang,maafkan umma dan appa ne?"Ujar Heecul menghapus jejak air mata di pipi Eunhyuk yang mengangguk pelan.
"kalian sudah puaskan Umma appa?aku lelah!aku ke kamar ku!"Ujar Donghae dingin berdiri meninggalkan ruangan tersebut.
"Hae! Kau dan Eunhyuk tinggal sekamar!aku sudah mengatur kamar kalian,tak ada tawar menawar!"Ujar Heecul pada Donghae yang terhenti sejenak namun langsung saja meninggalkan rungan tersebut.
Sebenarnya Donghae keberatan,namun tak ingin menambah drama baru dan berakhir dengan tangisan Eunhyuk dia pasrah saja,toh Eunhyuk juga sering tidur bersamanya…saat mereka masih kecil dulu sih…
"Umma,a-aku mau menyusul H-hae " Ujar Eunhyuk yang juga pasrah atas kemauan umma nya,takut nanti umanya akan berfikiran macam macam lagi,namun senbelum menyusul Donghae dia melirik botol obat yang masih ada di genggaman tangan Heecul.
"Umma! Berikan itu pada ku!"Tegas Eunhyuk menunjuk botol obat di tangan Heecul,Heecul yang bingung menyerahkan saja botol obatnya pada Eunhyuk yang tersenyum puas.
"A-apa yang kau lakukan sayang?" Tanya Heecul panic saai ia melihat Eunhyuk membuka tutup botol obat nya dan betapa terkejutnya Heecul dan Hanggeng ketika Eunhyuk menumpahkan isi obatnya ke tong sampah lenyap tak bersisa.
"Yes! Selesai! Umma appa,aku menyusul Donghae dulu,,selamat malam,,umma,,appa"Ujar Eunhyuk puas telah membuang obat yang di fikirnya ber bahaya tanpa menyadari ekspresi Umma nya yang memamtung.
"VITAMIN KULIT 20 JUTA KUUUUUU!"tangis Heecul pada suaminya setelah Eunhyuk masuk ke kamarnya,sungguh ia tak menyangka Eunhyuk akan membuang vitamin mahalnya itu.
Donghae mendengus kesal mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu , well salahnya juga sih tak bisa melihat si bodoh ini menangis dan malah terjebak sekamar dengan namja yang dengan konyolnya bertingkah bak kelinci ketakukan yang akan di terkam serigala-masih dengan posisi tangan menyilang di dadanya-
"A-apa yg k-kau lakukan H-hae?"Tanya Eunhyuk sekali lagi cemas melihat Donghae yang melepas kancing baju nya yang hanya tinggal sebutir lagi dan menarik nafas tajam saat kancing kemeja nya terbuka sempurna sehingga menampilkan otot sixpack Donghae dengan jelas.
"Omo!kenapa buka baju?"Jerit Eunhyuk menutup mukanya yang memerah dengan telapak tanganya , sementara Donghae dengan santainya malah membuka bajunya dan dengan bebas bertelanjang dada dan naik ketempat tidur mereka , menyelinap ke dalam selimut mengatur posisi tidur yang nyaman tepat di sisi kosong yang di sisakan Eunhyuk untuknya.
Eunhyuk yang merasa di diamkan Donghae pun dengan berani membuka matanya dan beatapa kagetnya ia mendapati Donghae yang telah berbaring nyaman di sisi kiri tempat tidurnya , bukanya ia takut atau apa , mereka memang sering tidur bersama sejak kecil , namun saat Donghae beranjak dewasa mereka tak tidur bersama lagi dan ini memang terasa aneh melihat Donghae tidur di sampingnya , terlebih dengan tidak memakai atasan begitu!
"Kenapa tidak berbaring dan mulai tidur?"ujar Donghae dingin masih memejamkan matanya.
"A-apa Hae tidak dingin,t-tidak pakai b-baju?"Tanya Eunhyuk terbata,jujur saja dia merasa malu melihat Donghae bertelanjang dada seperti itu.
"Aku risih tidur mengenakan atasan,wae?kau malu?"Tanya Donghae jahil yang sukses membuat Eunhyuk menarik nafas tercekat.
"Kenapa harus malu?kita kan suami istri , kita bahkan bisa melakukan yang lebih-"
"Aaaaaa! Aku ngantuk! Selamat tidur Hae!"Ujar Eunhyuk memotong kata kata Donghae yang membuat pipinya memanas ,secepat kilat ia menenggelamkan badanya di selimut tebal mereka dan tidur sejauh mungkin dari sisi Donghae . Donghae hanya terkekeh geli berhasil menjahili istrinya dan tertidur pulas , setidaknya tempat tidur mereka cukup besar sehingga bisa mengatur jarak agar tak berdekatan.
...
"Mmmhhh…"Donghae mengerang ketika merasakan lengan kirinya tertindih sesuatu dan dadanya terasa geli ada sesuatu yang hangat menempel tepat di dada bidangnya ,sepertinya bantal guling Donghae semakin berat dan panas dan bisa bergerak juga.
Apa? Bergerak?
Mata Donghae terbelalak saat menyadari bahawa tak mungkin bantal guling nya terasa hangat dan bisa bergerak dan betapa kagetnya dia saat dia membuka matanya , Eunhyuk tidur dengan nyamanya di pelukan Donghae dan memakai tangan Donghae sebagai bantalnya dengan pipi si namja berambut pirang itu menempel di dada bidang Donghae . Donghae berusaha untuk melepaskan pelukan Eunhyuk namun Eunhyuk yang merasakan tidurnya terganggu malah semakin menempelkan badanya pada Dada bidang telanjang Donghae yang membuat Donghae menyerah pasrah dan hanya membiarkan Eunhyuk tertidur pulas di pelukanya.
"Mhhh nyaman sekali,,bantalnya hangat"Gumam Eunhyuk menikmati hangatnya sesuatu yang di fikirnya adalah bantal,sementara Donghae hanya menghela nafas melihat tingkah istrinya.
"Mmmmmm nyaman sekaliiii , hangaaat"Tambah Eunhyuk yang masih memejamkan matanya menggesek gesekan wajahnya pada bantal kenyal yang menarik nafas tajam.
"Y-yah! Eu-Eunhyuk! Bisa kah kau berhenti menggerakan badan mu?"Ujar Donghae merasa tak nyaman dengan gerakan Eunhyuk yang membuat bulu romanya berdiri . Well , Donghae adalah namja sehat dan normal.
"Huh?bantalnya bisa bicara?"
"Yah! Bangun!"Ujar Donghae yang tak tahan dan mencubit pipi Eunhyuk keras
"Aaaaaaawwwww!sakiittt!"Ujar Eunhyuk yang bangun seketika ,betapa kagetnya ia saat pertama membuka matanya yang ia lihat adalah wajah Donghae yang hanya berjarak 3cm dari wajahnya , matanya mengerjap ngerjap tak percaya . Di depanya Donghae yang tak mengenakan baju memeluknya ,Tunggu,,tak mengenakan baju dan memeluknya? Tiba tiba jantung Eunhyuk berdetak sangat kencang dan pipinya terasa memanas.
"Huaaaa! Apa yang kau lakukan MESUM!"
Plak!
Donghae tertegun saat merasakan tamparan di wajahnya , di peggangnya bekas memerah yang ada di pipi kananya seranya menyaksikan Eunhyuk yang telah berlari keluar dari kamar mereka.
"APAAA?mesum?aku tidak percaya ini! Bukan kah dia yang memeluk ku saat tidur dan menggesekan badanya pada- aishhh! Dan dia menampar ku!ohh sungguh tak bisa di percaya!" Ujar Donghae bangkit dari tempat tidurnya langsung melakukan push up dan dan sit up untuk menghilangkan rasa kesalnya.
Sementara itu di luar Heecul dan Hanggeng tersenyum puas,sepertinya tindakan mereka mulai membuahkan hasil.
"Kenapa muka mu memerah Hyuk?apa kau sakit?"Tanya Kibum di waktu istirahat mereka , sejak pertama Kibum bertemu dengannya di gerbang tadi muka Eunhyuk yang biasanyanya pucat terlihat memerah . Awalnya Kibum berfikir karna Eunhyuk di sapa oleh Kyuhyun namun setelah mereka berganti jam pelajaran tetap saja mukanya memerah , bahkan sampai waktu istirahat , Yah semua teman dekat Eunhyuk tau kalau si namja berkulit pucat itu menyimpan rasa suka pada Kyuhyun
"Huh?tidak Kibum ah , aku tidak sakit , mungkin karna udaranya dingin"ujar Eunhyuk berusaha menggelengkan kepalanya agar insiden pagi tadi tak ter ulang di kepalanya , sangat memalukan menuduh Donghae berbuat mesum padahal dirinyalah yang menyentuh Donghae , Sangat memalukan,sudah begitu dia menampar Donghae pula . Untung saja Donghae tak marah padanya dan pagi tadi dia memutuskan untuk pergi duluan meninggalkan Donghae dengan alasan dia ada kelas awal.
"Ah ayo kita ke kafetaria sepertinya kita butuh minum yang hangat"Ujar Eunhyuk menarik Tangan Kibum yang terkejut merasakan panasnya tangan Eunhyuk.
Dan lagi Eunhyuk bilang dia kedinginan?bukankan hari ini panas terik?dia sendiri merasa gerah saat ini . Apa Eunhyuk sakit?
"Yahh! Eunhyukie tunggu aku"Teriak Kibum menyusul Eunhyuk yang telah memasuki kafetaria.
"Ack!"Eunhyuk menghentikan langkahnya ketika ia menabrak seseorang , kepalanya tiba tiba terasa pusing , memang sejak pagi tadi dia merasa kurang enak badan.
"Maaf , aku tidak sengaja "Ujar Eunhyuk pada orang yang barusan iya tabrak , agaksedikit terkejut saat melihat tatapan dingin pria itu yang ternyata adalah Donghae.
Donghae mengerutkan keningnya melihat muka Eunhyuk yang memerah dan tatapanya yang tidak focus , bibir nya juga terlihat pucat . Donghae yakin seratus persen kalau istrinya itu sedang sakit.
"Eunhyuk ssi , kau seharusnya hati hati , bagaimana jika kau melukai Donhae oppa?"Ujar Eunso yang sedari tadi berada di sisi sebelah kanan Donghae . Eunhyuk yang merasa pusing hanya membungkukan badanya sambil bergumam kata maaf tak mampu meladeni Eunseo.
"Kau sebaiknya pulang!"Ujar Donghae yang yakin seratus persen bahwa Eunhyuk dalam keadaan sakit , biasanya Eunhyuk selalu membalas kata kata Eunseo dengan kasar karna dari dulu sejak pertama kali Donghae dekat dengan Eunso , Eunhyuk memang tak menyukainya secara terang terangan , namun tak pernah melarang Donghae untuk tak bersama Eunseo.
Eunhyuk hanya menatap tajam Donghae , agak sedikit kesal karena bukanya membela dia yang adalah istrinya malah menyuruhnya pulang.
"Hyuk! Kenapa meninggalkan ku?"teriak Kibum ter engah engah merangkul bahu Eunhyuk untuk mensuport kakinya yang terasa lemas , membuat Eunhyuk merasa pusing karna beban tubuh Kibum yang tentu saja tak luput dari tatapan Donghae.
"Oh hai Eunseo noona , Donghae hy-hyung" Ujar Kibum menelan ludahnya melihat Ekspresi dingin Donghae dan kerutan keningnya yang memeperlihatkan ketidak sukaanya terhadap sesuatu , Kibum mengikuti tatapan mata Donghae dan hamper saja terkena serangan jantung mendadaksaat di dapatinya Donghae sedang menatap tangannya yang sekarang merangkul bahu Eunhyuk . Buru buru ia lepaskan rangkulanya pada Eunhyuk.
"Ne Kibum ah,apa kau mau ke kafetaria juga?"Tanya Eunseo basa basi
"Ya Noona , kalu begitu ayo kita makan bersama"Ujar Kibum yang merasa sedikit lega melihat ekspresi Donghae yang tidak seseram tadi.
"Maaf Kibum ah , tapi aku dan Donghae oppa akan makan bersama kelompok project kami , lain kali saja ya . Ayo oppa"Ajak Eunseo yang terhenti saat di rasakanya Donghae tidak bergeming dan hanya menatap Eunhyuk . Eunseo tidak menyukai ini , setiap ada Eunhyuk perhatian Donghae selalu di rebut olehnya.
"Kau duluan saja , aku masih ada urusan"Ujar Donghae dingin membuat Eunseo tak percaya Donghae mengacuhkanya , namun karna tak mau terlihat buruk di mata Donghae Eunseo menahan dirinya dan pergi duluan meninggalkan mereka tanpa kata kata yang di ikuti oleh Kibum.
Eunhyuk menatap Donghae yang balik menatapnya dengan bingung seraya ber tanya tanya dalam hati nya apa yang Donghae maksud dengan ada urusan adalah berbicara denganya?namun karna kepalanya yang semakin pusing Eunhyuk mengabaikan fikiranya dan berjalan melewati Donghae ingin menyusul Kibum.
"Ya! Aku kan sudah bilang kau harus pulang"Ujar Donghae menahan Eunhyuk dan betapa kagetnya ia ketika di rasakanya lengan Eunhyuk sangat panas , benar perkiraan Donghae bahwa istrinya sedang sakit . Hampir saja ia menepuk jidatnya sendiri tatkala ia ingat akan kejadian semalam di mana Umma dan Appa nya membuat Eunhyuk menangis , inilah yang di takuti Donghae , setiap habis menangis pasti namja berkulit pucat ini akan jatuh sakit.
"Aku masih ada kelas Hae"Ujar Eunhyuk singkat , kepalanya benar benar sakit dan pandanganya mulai kabur.
" Apa kau sadar berbicara seperti itu?Kau sakit!lihat tangan mu saja sangat panas begini!"Ujar Donghae menarik tangan Eunhyuk menjauhi kafetaria , Donghae sudah membulatkan tekadnya akan mengantar Eunhyuk pulang.
"Hae,aku baik baik saj-"
"Eunhyuk!"Donghae menagkap badan lemas Eunhyuk yang tak sadarkan diri dan segera menggendongnya ke klinik kampus.
...
"Dia hanya butuh istirahat Donghae ssi , setelah aku menyuntikan obat ini kau sudah bisa membawanya pulang dan sebaiknya dia istirahat saja di rumah selama 3 hari dan pastikan dia meminum obatnya"Ujar Dokter Shin seraya memberikan obat kepada Donghae untuk di bawa pulang.
"Ne terimakasih Dokter"Ujar Donghae membungkuk sopan pada Dokter Shin dan segera keruangan Eunhyuk untuk segera membawanya pulang.
Riiingggg
Donghae meraih handphone dari sakunya dan melihat caller ID yang muncul di layar Handphonenya,"Ya Eunseo , ada apa?" Tanya Donghae setelah menjawab panggilan Eunseo.
"Oppa , kau di mana?anggota kelompok sudahmenunggu mu di sini oppa"Ujar Eunseo dengan nada khawatir , Donghae memijat batang hidungnya merasa sedikit bersalah pada Eunseo dan anggota kelompoknya , melihat keadaan Eunhyuk barusan agaknya membuat Donghae lupa jika ia ada janji dengan Eunseo dan teman temanya di kafetaria tadi.
"Ah , maaf Eunseo sepertinya hari ini kalian harus mendiskusikan project ini tanpa ku"
"Mm?wae oppa?apa terjadi sesuatu?"Tanya Eunseo yang mulai panic , cemas jika terjadi hal buruk pada Donghae yang di kasihinya itu.
"Ah ya , Eunhyuk sakit dan aku harus mengantarkanya pulang"Ujar Donghae sambil membelai surai lembut Eunhyuk.
Bagaikan tersambar petir Eunseo menggenggam erat handphone nya geram akan Eunhyuk yang sekali lagi mengambil perhatian Donghae darinya . Hatinya sangat sakit , lagi lagi Eunhyuk yang selalu mengacaukan momentnya bersama Donghae.
"Mmm, baiklah oppa kalau begitu hati hat-"
"Haeee~"
Kata kata Eunseo terhenti tatkala ia mendengar rintihan lemah Eunhyuk yang semakin membuatnya geram.
"Ah sudah dulu Eunseo , Eunhyuk sudah sadar"
"Ah,ne opp-"Eunseo mendenguskan nafasnya tajam tak percaya Donghae langsung memutuskan sambungan telephon nya begitu saja , bahkan kalimat terakhirnya saja belum sempat terucapkan . Ini benar benar keterlaluan.
Belum pernah Eunseo segusar ini , hatinya benar benar sakit dan harga dirinya terluka . Ini pertama kalinya Donghae memperlakukanya seperti ini , sejak dia menolak lamaran Donghae dulu sikap Donghae mulai berubah padanya , Donghae tidak memperlakukan nya sepert putri dan mulai menomor duakan dirinya . Ini sangat menyiksanya dan kali ini dia tidak bisa mentoleril nya lagi , dia harus merebut perhatian Donghae kembali.
Dengan kasar Eunseo mengambil gelas yang ada di depanya dan menegguk air putih untuk meredam emosinya . Yah dia harus mere but perhatian Donghae kembali dan menyingkirkan Eunhyuk.
Lihat saja kau Eunhyuk!
*TBC*
Terimakasih banyak atas review dan like Secret marriage chapter 1 dan 2 ,saya harap di chapter ini juga menerima cinta yang sama..
Terimakasih,
Li.
