SECRET MARIAGE

Chapter 8

Summary : Pernikahan adalah buah manis dari cinta,namun apa jadinya jika pernikahan itu berdasarkan keegoisan orang tua?

Pairing :HAEHYUK

Rate :T but can be M in the future,I'll warn ya

Gendre : romance,comedy,angs,fluff

Warning : kisah cinta klise namun tersirat nada segar ketika itu berhubungan dengan ,typos,mpreg?

Warning : tidak di baca ulang dan banyak typos,,I warn you already-too lazy to read n fix

Enjoy,

SECRET MARRIAGE

Chapter 8

"OMOO HYUKIEEEEE…kau sudah pulang, umma sangat kangen pada mu sayang"

jeritan namja cantik memekikan telingan Eunhyuk dan Donghae yang baru saja tiba di rumah, belum lagi tersadar dari jeritan Umma nya Eunhyuk limbung hampir terjatuh akibat dari tubrukan ummanya yang membabi buta, untung saja rangkulan dari namja cantik itu kuat sehinnga Eunhyuk tidak perlu merasakan kerasnya lantai rumah mereka.

"Umma~ Hyukie juga kangen umma,kapan umma tiba?" Tanya Eunhyuk sambil terkekeh saat di rasakanya ciuman bertubi-tubi yang di hadiahkan Heecul di seluruh wajahnya.

"Ya! Umma!"Donghae menarik Eunhyuk saat Heecul hendak mencium bibir nya, umma nya benar benar keterlaluan.

"Kau!Lee Donghae anak durhaka! Posesif sekali kau! Sudah tidak mau mempertemukan ku dengan Hyukie juga tidak di bolehkan menciumnya!"Marah heecul pada anak nya yang di sambut dengan gelengan dari hanggeng suaminya, well jujur saja Heecul memang agak terlalu berlebihan barusan tapi anaknya juga salah sih.

"Eh?"Eunhyuk mengerjap bingung memandang secara bergantian antara ummanya dan Donghae.

"Umma mu yang malang ini sudah sejak kemarin di rumah sayang, tapi saat kami tiba kau tertidur pulas di pelukan Donghae dan saat umma dan appa mu istirhat kau malah sudah pergi ke kampus"Ujar Heecul sedih kembali memeluk Eunhyuk yang sontak membelalak kan matanya di tambah Donghae yang terbatuk setelah mendengarkan penjelasan ummanya.

"Tapi umma senang menemui kalian dalam posisi seperti itu, umma harap lain kali saat umma ke kamar kalian umma menemukan kalian berdua tak berbusana" tambah Heecul

"UMMA!" Eunhyuk dan Donghae teriak bersamaan, muka mereka langsung memerah sangat malu akan perkataan umma mereka barusan.

"Sudahlah yeobo, berhenti menggoda mereka, Hyukiee appa sangat kangen pada mu sayang"Ujar Hanggeng merebut Eunhyuk dari pelukan Heecul dan memeluk menantunya yang imut dengan rasa sayang.

"Yeobooo~ aku kan masih kangen Hyukiee"Rengek Heecul manja membuat Donghae memutar bola matanya sebal.

"Sebenarnya anak umma itu siapa sih?"Ketus Donghae, dia bukanya iri pada perhatian orang tuanya pada Eunhyuk, itu hal yang sangat wajar mengingat Eunhyuk yang begitu manis dan imut tapi entah kenapa mereka yang terlalu memonopoli Eunhyuk hanya untuk mereka membuat Donghae sebal.

"Omo! Kau cemburu pada perhatian kami terhadap Hyukie?"Tanya Heecul pura-pura kaget, padahal dia tau sendiri jawabanya.

"Mwo? Aku? Cemburu?umma bermimpi?"balas Donghae Ketus

"Well berarti kau cemburu karna umma dan appa memonopoli istri mu hanya untuk kami seorang?"Tebak Heecul yang membuat Donghae hampir terkena serangan jantung.

"A-apa? U-umma mengada-ada! Aku mau tidur saja!"Elak Donghae khawatir ketahuan, sungguh mengerikan umma nya itu, selalu bisa tau apa yang ada di benak Donghae, bergidik ngeri Donghae buru-buru masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan panggilan ummanya.

"Aigoo anak itu bena-benar"Gelak Heecul di sertai senyuman penuh arti dari Hanggeng, sementara itu Eunhyuk yang berada di pelukan Hanggeng hanya mengerutkan keningnya tak mengerti, ia juga sudah merasa ngantuk dan ingin menyusul Donghae saja.

"umma, appa, sepertinya aku juga sudah mengantuk, aku ke kamar dulu ya, umma dan appa juga harus beristirahat kan?"Ujar Eunhyuk melepaskan diri dari pelukan Hanggeng dan menerima kecupan sayang di puncak kepalanya.

"Arraseo, beristirahatlah sayang, kau tampak lelah. Ah! kau tidak lupa kan dua minggu lagi Donghae berulang tahun?kita akan mengadakan acara di vila kita di pedesaan, jangan lupa mengajak teman akrab mu untuk ikut ya sayang"Ujar Heecul menciuum pipi Eunhyuk lembut.

"Ne umma, tentu saja aku tidak lupa"Ujar Eunhyuk tersenum dan balas mencium pipi Heecul dan Hanggeng , lalu segera menuju kamar nya. Well bagaimana ia lupa jika ia sudah menyiapkan hadiah untuk Donghae, diam-diam ia sudah membeli alat dan bahan untuk membuat sesuatu dengan usahanya sendiri.

"Aigoo, kau lihat suami ku, ku rasa rencana kita untuk mendekatkan mereka tak sia-sia, lihat saja si anak dingin itu menampakan rasa posesif nya yang telah lama hilang" Ujar Heecul sambil menatap sayang punggung Eunhyuk yang baru saja menghilang masuk ke kamar nya.

"Kau benar istri ku, sebaiknya di vila nanti hubungan mereka akan semakin membaik"Ujar Hanggeng sambil memeluk isrtinya.

"Ku harap juga seperti itu yeobo"tambah Heecul tersenyum penuh arti.

...

"Waah segarnyaaaa~"ujar eunhyuk seraya menegak air putih dengan gelas strawberry nya, terang saja ia merasa segar setelah hampir terkena serangan jantung barusan, bagaimana tidak, sepertinya tidur di sebelah Donghae merupakan cara tercepat ia terkena serangan jantung, lagi-lagi ia terbangun di pelukan Donghae yang bertelanjang dada, sungguh membuat kaget saja.

Untung saja self controlnya sudah mulai terasah sehingga ia tak perlu menjerit dan berakir menendang atau menampar donghae yang tak tau apa-apa, salah Eunhyuk juga sih yang tak bisa tidur tanpa memeluk sesuatu sehingga Donghae lah yang menjadi korbanya. Jadilah pada pagi ini ia bangun dan melepaskan diri dari pelukan nya pada Donghae diam-diam agar ia tak membangunkan si pangeran dingin itu.

"Haahh" Eunhyuk menghela nafasnya seraya mengurut dada kirinya yang masih berdetak kencang, di tegaknya lagi air putih yang ada di gelas strawberry nya yang menambah kesegaran air putih di pagi yang segar ini.

"Tumben kau sudah bangun?"

"Uhuk uhuk!" Eunhyuk terbatuk saat mendengar suara yang sangat familiar menyapanya, buru-buru di letakanya gelas di meja dan tangan kirinya memukul mukul dadanya yang sesak akibat tersedak air yang di minumnya tadi.

"Ya! Kau tak apa?ceroboh sekali!" Seru Donghae si pelaku kejahatan yang dengan paniknya menepuk-nepuk punggung Eunhyuk pelan untuk membantunya merasa lebih baik, bukanya mendapatkan senyuman, Donghae malah di hadiahi death glare dari namja yang tengah terbatuk menahan sakit di sampingnya.

"Salah Hae mengagetkan ku saja! Ahh rasanya sakit sekali"Keluh Eunhyuk yang masih memberikan Donghae death glare yang mirip dengan anak kucing yang sedang kesal, lucu sekali! Sehingga membuat Donghae tanpa sadar tersenyum.

"Kau tersenyum?astaga Hae! Tega sekali!"seru Eunhyuk kesal seraya memajukan bibirnya di sertai kerut keningnya yang menambah kesan manis pada namaja yang berambut blond itu.

Click click

"Hae! Kenapa malah megambil foto ku?"Tanya Eunhyuk bertambah kesal saat di sadarinya Donghae malah sibuk menjepret iphone nya di depan muka Eunhyuk.

"Lihat! Ekspresi mu sama dengan anak kucing yang sedang kesal ini" Ujar Donghae menunjukan hasil jepretanya yang di bandingkan dengan foto anak kucing putih yang bermuka kesal.

"Omo, kucingnya lucu sekali~"Ujar Eunhyuk senang, tiba-tiba saja rasa kesalnya menghilang setelah melihat foto yang di tunjuknan Donghae padanya.

"Lucu kan?tentu saja, sama lucunya dengan ekspresi mu"Ujar Donghae menahan tawanya saat Eunhyuk memukul bahunya sebal.

"Ah! Hae ini,, aku tak akan bisa marah pada mu, kau curang sekali, setidaknya minta maaf lah pada ku kau hampir membuatku mati tersedak"Tambah Eunhyuk yang di sertai tawa Donghae yang gemas pada kepolosan istrinya.

"Arraseoo, miaaaann~" Ujar Donghae mendekatkan muka mereka seraya mencubit pelan pipi Eunhyuk dengan gemas, seakan waktu berhenti Eunhyuk membelalakan matanya saat di tatapnya wajah Donghae yang begitu dekat dengan wajahnya, fikiranya pun melayang saat Donghae menciumnya kemarin, membuat jantungnya kembali bergemuruh kencang.

Hik

Hik

Hik

"Oh? Kau kenapa?"Tanya Donghae yang semakin medekatkan wajahnya pada Eunhyuk, segera Eunhyuk memalingkan wajahnya sambil meremas dadanya.

"An- hik ani, hik aku hik, air hik.."ujar Eunhyuk terbata seraya menyerahkan geals strawberrynya pada Donghae, jantungnya saja belum berhenti bergemuruh sekarang cegukan?oh ya ampun,, bahaya sekali dekat-dekat dengan Donghae.

Donghae mengambil botol minuman di kulkas dan mengisi gelas Eunhyuk dengan air, di tatapnya Eunhyuk yang menegak air putih dengan gelas yang identik dengan punya Kyuhyun, membuatnya mendengus sebal.

Hik

Hik

Hik

Cegukan Eunhyuk masih ada meskipun ia telah minum dua gelas, Donghae yang melihatnya pun kasihan dan menemukan satu ide.

"ya, kau mau sembuh kan?"Tanya nya yang di balas dengan anggukan Eunhyuk yang masih saja menggenggam gelas baru nya.

"Bersiaplah"Ujar Donghae yang mendekat kearah Eunhyuk secara tiba-tiba membuat jantung Eunhyuk kembali mencelos, pasalnya wajah mereka tak lebih dari 1 cm sehingga ia bisa merasakan nafas Donghae di mukanya.

"Boo!"kejut Donghae pada Eunhyuk yang memundurkan wajahnya takut tercium oleh Donghae yang mengakibatkan kepalanya terantuk dinding dan kehilangan keseimbanganya dalam memegang gelasnya.

PRANGGG!

"Oh! Gelas ku!eotokke? gelasnya pecah!" Jerit Eunhyuk panic saat bunyi pecahan gelas mengejutkanya, di rainhya gelas yang tangkai dan pinggiranya telah pecah, jelas sudah tak bisa di pakai lagi.

"Bagaimana ini? Tidak bisa di pakai lagi" Ujar Eunhyuk sedih, Donghae yang tak menyangka kejadianya akan menjadi sebaik-er seburuk ini pun hanya menepuk punggung Eunhyuk pertanda ia simpati atas kehilanganya.

"Ini salah mu Hae! Kenapa kau membuat ku terkejut seperti itu, lihat kan jadi pecah begini!"Omel Eunhyuk pada Donghae yang sedari tadi menahan tawanya, entah kenapa melihat gelas itu pecah hatinya sangat lega sekali.

"yah, kau seharusnya berterimakasih pada ku, setidaknya cegukan mu sudah hilang"Ujar Dongahe dingin.

"Ah, benar juga, ini sudah hilang!ah tapi tetap saja sayang sekali gelasnya" keluh Eunhyuk kembali.

"Yah! Aku akan membelikan yang lebih bagus lagi dari itu!"Ujar Donghae yang mulai agak emosi melihat Eunyuk bersedih hati terhadap gelas sialan itu.

"Kau ini, bukanya merasa bersalah tapi malah berteriak, tapi janji ya,, kau akan membelikan ku yang bagus" Ujar eunhyuk tersenyum memamerkan gummy smilenya merasa senag gelasnya akan dig anti oleh Donghae.

"Ehem! Tentu saja, kau pegang janji seorang pria!"Tambah Donghae pura-pura bersikap cool, sebenarnya perutnya agak tergelitik saat di lihatnya senyum Eunhyuk yang merekah barusan.

"Okey!call!"Lompat Eunhyuk seperti anak kecil

"Kau kenapa tak bersiap-siap pagi ni?"Tanya Donghae yang merasa heran sedari tadi di lihatnya Eunhyuk masih memakai pyjama nya.

"Aku tak ada kelas pagi ini, nanti siang baru aku ke kampus, Kibum akan menjemputku nanti. Bukan kah Hae ada kelas hari ini?"Tanya Eunhyuk sambil membersihkan pecahan gelas yang masih berserakan di lantai.

"Ah, ne. Umma dan appa kemana?"

"Ah, tadi aku menemukan memo di kulkas,umma bilang appa dan dia akan lari pagi di taman kota"Ujar Eunhyuk yang masih mengumpulkan pecahan gelasnya, tidak terlalu buruk sih hanya tangkai dan pinggirnya saja, mungkin tak bisa di pakai untuk minum tapi masih bisa menjadi hiasan cantik.

"Ah, arraseo! Ya! Hentikan bermain dengan pecahan kaca itu, tangan mu bisa terluka bodoh!"Ujar Donghae sambil membalikan badan nya meninggal kan Eunhyuk dan bersiap siap untuk pergi ke kampusnya.

"Lihat! Lihat! Salah siapa ini terjatuh?"berang Eunhyuk pada punggung Donghae dan melemparkan tatapan tajam padanya.

Persis seperti anak kucing yang sedang kesal.

...

"wah! Selesai~" Ujar Eunhyuk mengagumi hasil karya nya, well sebenarnya untuk mengisi watu kosong Eunhyuk sedari tadi mencoba untuk menempel kembali gagang gelas strawberry nya, ia akan membuat gelas itu menjadi pot cantik.

"Tumbuhlah dengan baik Marcus ssi"ujar Eunhyuk pada kaktus imut yang baru saja di tanam nya di gelas dan meletakkanya di dekat jendela agar terkena cahaya matahari.

"Apa yang harus aku lakukan? Umma dan appa belum pulang, jam kuliah juga masih lama, ah tentu saja merajut hadiah untuk Hae!"Eunhyuk menjentik kan tanganya dan segera berlari kekamarnya, segera di raihnya alat dan bahan rajutan di tempat persembunyian Eunhyuk sehingga tak ketahuan Donghae.

"Semoga saja ini akan benar-benar hangat, warna biru sangat cocok untuk Donghae"Ujar Eunhyuk tersenyum dan mulai merajut hadiah nya untuk ia hendak membelikan saja kado untuk Donghae, tapi semuanya sudah di miliki Donghae jadi ia befikir untuk membuatkan saja, bukankah itu lebih bermakna?

"Auch!"Eunhyuk terkejut saat tanganya tertusuk jarum, well ini sudah hal biasa terjadi, tapi tetap saja sakit, seraya menghisap tanganya yang berdarah Eunhyuk meraih plaster bergambar strawberry yang sudah di siapkan oleh nya dan memasangkan di jari telunjuknya yang terluka dan kembali melanjutkan rajutanya sembari tersenyum senang.

"Fightiing!"

...

"Wahh Hyukie~ sudah mau berangkat ke kampus?"Tanya Heecul yang baru saja tiba di rumah bersama Hanggeng.

"Ne umma"

"Oh Kibum, kau di sini juga"Tambah Heecul melirik namja ganteng yang bersiri di samping Eunhyuk.

"Anyeonghaseo Ny dan Tn Lee" Ujar Kibum canggung, pasalnya ini kali ke dua ia bertemu dengan pemilik universitas tempat ia menimba ilmu.

"Aku dan Kibunm berangkat dulu Umma, appa"Ujar Eunhyuk tersenyum yang segera di tarik ke dalam pelukan Heecul dan hanggeng secara bergantian, jangan lupa dengan ciuman di kening.

"Hati –hati ne, ah apa kau bisa menolong Umma?"

"Tentu saja umma" jawab Eunhyuk singkat

"Nanti sepulang dari kampus ajaklah Donghae menemani mu ne, umma minta tolong kau belikan ini di super market"ujar Heecul memberikan eunhyuk daftar barang belanjaan padanya.

"Okay umma, kalau begitu aku Berangkat dulu umma, appa"

"Permisi Ny dan Tn Lee" tambah Kibum membungkukan badanya dan menyusul Eunhyuk.

...

"Sepertinya diskusi kita sampai di sini saja, Siwon ah sebaiknya bagian kolom tadi kau rubah sedikit dan Eunseo kau sudah melakukan yang terbaik"ujar Donghae menyudahi didkusi kelompok mereka.

"Okay! Ah, bagaiman kalau kita makan siang dulu?" Tanya Siwon pada Donghae dan Eunseo.

"Tentu saja, ayo oppa, aku sudah lapar sekali" Ujarnya yang hanya di balas dengan senyum singkat Donghae.

"Kalian pergi saja duluan, aku menyusul nanti"Ujarnya membuat rona kekecewaan di wajah Eunseo.

"Kau mau kemana oppa?" Tanya Eunseo

"Aku hendak ke mini market dulu membeli sesuatu"Ujar Donghae seraya menyandangkan ranselnya.

"Aku ikut oppa, kebetulan aku juga hendak mampir ke sana dulu, Siwon ssi, kau duluan saja nanti kami menyusul"Ujar Eunseo yang di balas dengan anggukan Siwon.

"Kaja oppa"Ujar Eunseo dengan semangat, hari ini benar-benar beruntung, tak ada pengganggu di antara dia dan Donghae, sungguh hari yang tenang.

"Strawberry milk?sejak kapan oppa suka yang manis manis?bukankah oppa suka ini?"Tanya Eunseo tak mengerti saat Donghae mengambil strawberry milk seraya menyodorkan minuman coffee kaleng kesukaan Donghae.

"Gumawo"ujar Donghae mengambil coffee kaleng yang memang favorit nya dan segera menuju ke kasir di ikuti dengan Eunseo yang tersenyum senang karna Donghae mengambil minuman yang di tawarkanya.

"Kau hanya beli ini?"Tanya Donghae menunjuk minuman kesehatan yang di pegang Eunseo.

"Ne oppa"

"Sekalian dengan miliknya tuan"Ujar Donghae membayarkan minuman Eunseo, yang terang saja membuat Eunseo senang. Ternyata Donghae masih perhatian padanya.

"Anak kucing kau di mana?"

Eunseo tersadar dari lamunanya saat di dengarnya Donghae yang ternyata tengah menelepon seseorang. Anak kucing?siapa? kenapa Donghae terlihat begitu senag berbicara di telepon?bahkan ia tersenyum lepas, tak pernah di lihatnya Donghae selepas itu saat bersamanya dulu, ia selalu terlihat dingin dan serius.

"Aku tau, kau pasti sedang bingung mencari minuman kucing mu"Goda Donghae menahan tawanya saat mendengarnada protes dari orang yang di teleponya. Semakin mirip kucing saja.

"Araseoo, yang penting kau belikan saja apa yang ku pesan"Donghae tersenyum menatap layar poselnya setelah memutus sambungan teleponya.

"Kau kelihatan senag sekali oppa"Ujar Eunseo membuat Donghae sedikit terkejut, pasalnya ia lupa sedari tadi ia di temani Eunseo.

"Ah, tidak, hanya saja hari ini aku benar benar terhibur"

"Benarkah?siapa orang yang kau telepon sehingga membuat mu terhibur oppa? aku tak pernah melihat mu sesering ini tersenyum" ujar Eunseo yang hanya di balas dengan senyuman tipis Donghae.

"Eunhyuk, dia benar benar lucu dan bodoh"ujar Donghae tanpa menyadari Eunseo yang mengehntikan langkahnya.

Hati eunseo sangat sakit mendengarkan nama Eunhyuk di sebut dari bibir Donghae, bibir yang biasanya menyebut namanya dengan nada yang sama sekarang tak lagi menyebut namanya sejak ia menolak lamaran Donghae.

"Apa kau sengaja oppa?"Ujar Eunseo yang sontak menghentikan langkah Donghae, ia membalikan badanya sehingga bertatapan Dengan eunseo yang tengah menahan emosinya, mengingatkan Donghae pada kejadian beberapa tahun lalu saat dia pertama kali bertemu dengan eunseo yang begitu terlihat putus asa.

"Kau sengaja menyiksa ku oppa?selama ini aku selalu menahan perubahan sikap mu"Ujar Eunseo dengan mata berkaca-kaca."

"Aku sungguh tidak tahan melihat perhatian mu seketika kau alihkan pada Eunhyuk ssi yang begitu kekanakan dan tak punya selera, aku sungguh tak menyukai fakta itu oppa. Bukankah kau sendiri yang bilang aku adalah pasangan yang pantas untuk mu oppa?tapi kenapa kau berubah 180 drajat setelah aku menolak lamaran mu?bukankan aku bilang untuk menunggu oppa?"Ungkap Eunseo.

Donghae hanya menatap Eunseo dengan perasaan bingung tanpa berkata-kata. Sejujurnya ia iba melihat Eunseo seperti ini, memang benar ia merubah sikapnya pada Eunseo namun ia tak bisa mengungkapkan jika sebenarnya ia telah menikah dengan Eunhyuk.

"Tak ada waktu untuk menunggu lagi" Ujar Donghae tersenyum pahit pada Eunseo dan membalikan badanya pergi menuju tempat di mana seseorang telah menunggunya, Eunseo menitikkan airmatanya, hatinya begitu sakit. Ia sangat menyesal telah menolak lamaran Donghae, jika ia tahu semuanya akan berakhir seperti ini lebih baik ia korbankan saja beasiswanya.

Di sisi lain tanpa Eunseo dan Donghae ketahui seorang namja blond yang tanpa sengaja mendengarkan pembicaraan mereka meneteskan airmatanya, Kebenaran bahwa donghae pernah melamar Euseo adalah pukulan telak bagi Eunhyuk. Selama ini Eunhyuk selalu menyangka Eunseo selalu merebut Donghae darinya dan Eunseo adalah orang yang jahat.

Faktanya ia lah yang telah merebut Donghae dari Eunseo, dan ini sangat menyakitkan.

...tbc...

Update dadakan di tengah2 kesibukan yang wow,,

Happy reading,,, jgn protes typos ya, udah ada d warning, to lazy to fix it..