SECRET MARIAGE

Chapter 9

Summary : Pernikahan adalah buah manis dari cinta,namun apa jadinya jika pernikahan itu berdasarkan keegoisan orang tua?

Pairing :HAEHYUK

Rate :T but can be M in the future,I'll warn ya

Gendre : romance,comedy,angs,fluff

Warning : kisah cinta klise namun tersirat nada segar ketika itu berhubungan dengan ,typos,mpreg?

Warning : tidak di baca ulang dan banyak typos,,I warn you already-too lazy to read n fix

Enjoy,

SECRET MARRIAGE CHAPTER 9

"Ya! Kibum! Kau penghianat!meninggalkan ku sendirian saja!"Teriak Eunhyuk pada sahabatnya yang tersenyum manis bak model seraya melambaikan tanganya, well tiba-tiba mendapat telepon dari tempat kerjanya karna ada yang tertinggal Kibum sontak pamit pada temanya dan terpaksa harus meninggalkan teman imutnya sendirian.

"Mian Eunhyukie, nanti aku traktir makan ne" Teriaknya pada Eunhyuk yang tengah memanyunkan bibirnya pertanda ia sedang kesal.

"Awas saja kalau kau bohong! Aigo!"Omel Eunhyuk pelan seraya menatap punggung Kibum yang semakin ka menjauh, untung mereka sudah di area kampus mereka sehingga ia tak perlu naik bus sendirian.

"Ah! Pesanan Donghae!"Ingat Eunhyuk tiba-tiba dan segera ia berlari ke kafe makanan Jepang tak jauh dari kampusnya. Well tadi di perjalanan Eunhyuk mendapatkan sms dari Donghae yang isinya mengatakan betapa laparnya ia dan ia sangat ingin makan makanan Jepang dan seenaknya saja menyuruh Eunhyuk untuk membelikanya makanan itu jika ia ingin di temani ke supermarket, well Eunhyuk juga sudah memberi tau titipan umma nya pada Donghae melalui pesan singkat tadi.

Tak ingin berlama-lama segera ia masuk ke kafe dan memilih paket makanan Jepang lengkap, tak lupa ia belikan juga camilan poka-poka chips kesukaan Donghae.

Kriiingg~~

Handphone Eunhyuk berdeing menyadarkan Eunhyuk dari rutukanya terhadap si sahabat penghianatnya, wajahnya memaparkan senyuman tatkala di lihatnya layar iphone nya, berfikir panjang langsung ia sapukan jarinya pada icon answer di iphonenya.

"yobose-"

"Anak kucing kau di mana?"

"Yah! Enak saja mengganti nama orang seenaknya! Aku di kafe makanan Jepang, kan Hae sendiri yang menyuruh ku beli jika ingin di temani Hae nanti, aku sudah membelikan semuanya punya Hae, bahkan aku tidak menemukan untuk ku" Ujar Eunhyuk sedih saat tak di temukanya strawberry milk di sana dan ia semakin sebal saat mendengar kekehan Donghae.

"Aku tau, kau pasti sedang bingung mencari minuman kucing mu"

"yaa! Strawberry milk itu minuman terlezat di dunia! Kucing mana yang mau minum strawberry milk pabo ya!"Protes Eunhyuk pada Donghae yang tengah tertawa, sebal sekali ia pada Donghae yang selalu saja menggodanya seperti anak kecil saja.

"Araseoo, yang penting kau belikan saja apa yang ku pesan"

"Iya! Kau cerewet!"Ujar Eunyuk sebal dan mematikan sambungan telepon mereka secara sepihak, benar-benar menyebalkan Donghae itu! Pikir Eunhyuk sembari meneruskan perjalananya ke kampus, namun senyuman terlukis jelas di wajahnya setelah mendapat ilham saat diingatnya minimarket yang tak jauh dari sana ada menjual strawberry milk kesukaanya. Buru-buru ia berlari menuju arah minimarket itu.

"Oh?bukanya itu Donghae?"Tanya Eunhyuk pada dirinya sendiri, segera ia berlari hendak mengejutkan suaminya.

"Hae a-"

"Apa kau sengaja oppa?"langkah Eunhyuk terhenti saat di dengarnya suara yang cukup familiar di telinganya, tentu saja Eunseo.

"Kau sengaja menyiksa ku oppa?" Tambahnya lagi membuat Eunhyuk penasan apa yang di maksud Eunseo sehingga ia bicara seperti itu pada Donghae, memilih untuk menguping pembicaaran mereka, Eunhyuk yang seharusnya pergi jadi mengurungkan niatnya dan malah tetap berdiri di sana agar dapat mendengarkan pembicaraan mereka dengan jelas.

"Aku sungguh tidak tahan melihat perhatian mu seketika kau alihkan pada Eunhyuk ssi yang begitu kekanakan dan tak punya selera, aku sungguh tak menyukai fakta itu oppa. Bukankah kau sendiri yang bilang aku adalah pasangan yang pantas untuk mu oppa?tapi kenapa kau berubah 180 drajat setelah aku menolak lamaran mu?bukankan aku bilang untuk menunggu oppa?"

Apa?Donghae suaminya pernah melamar Eunseo?

Bak di sambar petir kaki Eunhyuk mendadak menjadi lemas, badanya bergetar hebat mengetahui fakta ini, hatinya benar-benar sakit seperti ada tangan invisible yang meremas jantungnya. Nafasnya tercekat dan matanya memanas, benar benar sesak sekali. Isaknya tak terbendung lagi tatkala di lihat nya Donghae yang entah berbicara apa pada Eunseo dan meninggalkan gadis malang yang tengah menitikkan air matanya.

Eunhyuk telah salah sangka selama ini, selama ini dia selalu menganggap Eunseo yang selalu merebut perhatian Donghae dari nya dan Eunseo adalah rubah licik yang mau mencari perhatian Donghae, ternyata semua itu salah, salah besar. Kenyataanya dirinyalah yang merebut Donghae dari Eunseo.

Faktanya ia lah yang telah merebut Donghae dari Eunseo, dadanya begitu terasa sesak tanpa memperdulikan sekitar ia berlari mencari tempat yang tak terlalu ramai untuk menenangkan hatinya, ia tak ingin menagis namun air matanya terus saja menetes tak tertahankan.

"E-eotok-kae ?aku ha-harus bagai ma-na? Ha e.."Tangis Eunhyuk semakin menjadi saat ia berada di kelas kosong, kakinya tak sanggup untuk berdiri, badanya merosot kelantai , bahkan menyebut nama Donghae begitu menyakitkan.

"H-Hae…H-Hae,,ini,,di sini sakit..sakiit Hae" tangis Eunyuk seraya memukul-mukul dada sebelah kirinya, dialah orang jahatnya, dialah yang merebut dan memisahkan Donghae dan Euseo. Lantas dia harus bagaimana?Apa harus melepas Donghae saja?

Tapi apa dia bisa?

...

Satu jam sudah sejak ia menelepon Eunhyuk, bahkan ia sudah kekelas Eunhyuk dan menanyakan keberadaan namja berambut blod itu pada sahabatnya Kibum namun bak di telan bumi tak juga kunjung ia temui keberadaan Eunhyuk, bahkan berita tentangnya saja tidak ada. Sungguh membuat hati Donghae cemas, beratus-ratus sms dan pesan suara telah di kirimnya namun tak juga di balas oleh namja berambut blond itu. Bahkan ia juga melenepon rumahnya dan ternyata Eunhyuk tak ada di rumah, untung saja Donghae pandai mencari alasan, jika tidak umma dan appa nya akan langsung melepon tim SWAT, CSI, NCIS, FBI dan sejenis nya saat ini juga.

"Oppa, kau hendak kemana?"Tanya Eunseo yang langsung menghentikan Donghae saat di dapatinya lelaki pujaannya tersebut hendak pergi dari kelasnya.

"Oppa! Sebentar lagi dosen akan masuk!"teriak Eunseo bingung saat Donghae melesat keluar dari kelas mereka tanpa kata-kata, sebenarnya ada apa ini?apa terjadi sesuatu?Eunseo mengumpulkan bukunya dan memutuskan untuk menyusul Donghae, namun niatnya urung saat Dosen mereka sudah masuk kelas mereka sebelum ia berangkat. Ia harap tak terjadi apa-apa pada Donghae, atau ia harap jangan sampai Donghae bertemu dengan orang itu. Mengingat sepertinya Eunhyuk tak muncul di kafetaria, yang tentu saja membuat Eunseo senang bukan main.

Semoga saja.

...

"Astaga Eunhyuk!"Lelaki jangkung berkulit putih hampir kehilangan nafasnya tatkala dia menemukan sesosok namja yang tengah terkulai lemah di lantai kelas kosong yang di masukinya. Beruntung ia ingat akan buku sains nya yang tertinggal di kelas sehingga ia menemukan Eunhyuk tepat waktu.

Badan Eunhyuk menggigil lemah dan suhu tubuhnya sangat tinggi. "Hyuk! Eunhyuk!" teriak namja jangkung itu menepuk- nepuk pipi kemerahan Eunhyuk, sungguh ia sangat takut terjadi hal yang buruk padanya.

"H-hyu.."Kepala Eunhyuk terkulai lemas di lengan namja yang begitu panic mengetahui kesadaran Eunhyuk yang mulai menghilang, dengan sigap di gendongnya namja berambut blode itu seraya berlari sekuat tenaganya menuju rumah sakit.

"Bertahan lah Eunhyukie"Ia berdoa di dalam hati agar Eunhyuk bertahan, sungguh ia sangat khawatir.

...

"Aish! Anak ini sebenarnya kemana sih?"gerutu Donghae seraya mengitari kampusnya, ia telah betemu dengan teman-temanya Eunhyuk bahkan Kibum, namun tak satupun dari mereka yang tau di mana Eunhyuk beada, sungguh membuat Donghae frustasi.

Bagaimana jika terjadi hal yang buruk padanya?

Sudah beribu kali ia menghubungi handphone Eunhyuk namun tak juga di jawab olehnya, bahkan sekarang nomornya telah tak aktif lagi.

Sebenarnya di mana sih bocah itu? Fikir Donghae panik, padahal sejam yang lalu ia berjanji akan bertemu denganya di kafe kampus, apa terjadi sesuatu saat ia membeli pesanan Donghae?Aishh! seharusnya ia tak membiarkan Eunhyuk pergi sendirian, Seharusnya ia menejmput Eunhyuk tadi, seharusnya saat menelepon Eunyuk ia segera menyusulnya.

"AISHHHH!" Teriak Donghae sembari mengacak- acak rambutnya, sungguh ia sangat khawatir dan rasanya ia rela menjual dirinya pada iblis jika ia di hadiahi penglihatan yang bisa mengetahui di mana istrinya berada.

Drrt..drrt..drrt..

"Ne Kyuhyun?maaf aku sedang tidak dalam keadaan yang bai-APA?aku segera ke sana!" Ujar Donghae yang baru saja hampir terkena serangan jantung saat di terimanya kabar dari Kyuhun yang mengatakan istrinya sekarang di rumah sakit, segera ia berlari menuju mobilnya menuju rumah sakit secepat mungkin.

...

"Bagaimana keadaan nya Dokter?"Tanya kyuhyun seraya mengusap lembut surai namja berambut blond yang tengah tertidur di bed pasien ,sungguh Kyuhyun hampir menjerit ketakutan tatkala Eunhyuk yang tiba-tiba hyperventilasi setibanya di rumah sakit untung saja Dokter dengan sigap mengatasinya dan sekarang Eunhyuk sudah bisa bernafas dengan tenang meskipun wajahnya terlihat tidak nyaman di tambah slang oksigen bertengger di hidungnya.

"Eunhyuk ssi sudah mulai membaik, namun demamnya masih terlalu tinggi, sebaiknya Eunhyuk ssi tinggal beberapa hari di rumah sakit dan tolong anda segera menghubungi keluarganya"jelas Dokter yang di tanggapi oleh anggukan pelan Kyuhyun.

"Terimakasih dokter, keluarganya sudah di perjalanan" Ujar Kyuhyun membungkuk kan badanya.

"Apa yang terjadi padamu Eunhyukie ah, kenapa kau seperti ini?" Ujar Kyuhyun menatap lembut wajah Eunhyuk yang memerah akibat suhu tubuhnya yang begitu panas, keningnya berkerut tak nyaman, Kyuhyun hampir menampar dirinya sendiri tatkala tanpa sengaja ia berfikir betama imutnya Eunhyuk saat ini, jika saja ia tak sakit mungkin Kyuhyun telah mencubiti pipinya dengan gemas.

"Hae.."

"Hyuk? Kau sudah sadar?Eunhyuk?"Kyuhyun terkaget saat mendengar suara yang ternyata adalah suara Eunhyuk, di lihatnya lekat –lekat wajah Eunhyuk , dia masih memejamkan matanya. Apa dia mengigau?

"Hae.." Igau Eunhyuk kembali membuat Kyuhyun membelalakan matanya, ternyata Eunhyuk mengigaukan nama Donghae, dan Entah kenapa tenggorokanya terasa tercekat, perasaan apa ini?

"HYUK!"

Kyuhyun menolehkan kepalanya pada sumber suara yang berasal dari pintu kamar ruangan mereka yang terbuka lebar-lebar, Donghae dengan nafas terengah-engah buru-buru menghampiri Eunhyuk yang tengah tertidur lemah , mengacuhkan Kyuhyun yang sedari tadi berada di sana.

"Hyuk?Hyukie?apa yang terjadi?"Tanya Donghae gusar seraya mengusap keringat Eunhyuk, badanya sungguh sangat panas, dan slang oksigen ini?

"Apa ia mengalami hyperventilasi?"Tanya Donghae pada Kyuhyun yang dib alas dengan anggukan singkat Kyuhyun.

Donghae menghela nafasnya, sudah ia duga. Eunhyuk benci ruangan rumah sakit, setiap ia demam atau sakit apa pun itu Eunhyuk tak pernah berlama-lama di rumah sakit apalagi sampai masuk ke ruangan rumah sakit, hanya sebatas ruangan dokter. Ia akan mengalami panic attack jika terlalu lama di rumah sakit, makanya Donghae selalu merawat Eunhyuk di rumah, ia sudah membelikan alat- alat medis yang dokter bisa pakai jika terjadi sesuatu pada Eunhyuk.

Dengan sigap Donghae memakaikan syal dan pad kompres beraroma strawberry di kening Eunhyuk dan memakaikanya jaket, tak lupa ia melepaskan slang oksigen nya. Hal ini tentu saja membuat Kyuhyun terkejut.

"Donghae ah! Apa yang kau lakukan?Eunhyuk masih sakit!" Seru Kyuhyun hendak menghentikan Donghae.

"Anak ini akan bertambah sakit jika kau membiarkanya di sini terlalu lama! Eunhyuk adalah tanggung jawab ku, aku tau apa yang aku lakukan. Terimakasih sudah membawanya ke sini tapi lain kali jika ingin Eunhyuk membaik kau harus menghubungi ku terlebih dahulu" Ujar Donghae meninggalkan Ruangan bersama Eunhyuk yang berada di gendonganya meninggalkan kyuhyun yang terdiam, apa ia melakukan kesalahan?perasaan apa ini? Kenapa dadanya sakit sekali?

...

"Demamnya sudah mulai turun, dan dia tak perlu memakai oksigen lagi, untung kau membawanya pulang tepat waktu Donghae ssi, aku akan kembali besok memberikan injeksi lagi dan mecabut infusnya. Kalau begitu , permisi"Ujar Dokter shin seraya membereskan alat-alatnya.

"Terimakasih Dokter Shin" Ujar Donghae lega mengantarkan Dokter Shin sampai ke depan pintu kamar Eunhyuk, Setelah Dokter Shin pulang Donghae menghampiri istrinya yang terbaring, wajahnya kelihatan sangat tenang dan nyaman, sungguh membuat Donghae lega.

"Hae.."Rintih Eunhyuk , ia takut membuka matanya yang ia inginkan adalah Donghae, ia takut sekali saat ia sadar tadi ia berada di ruang rumah sakit yang paling di benci nya.

"Hae..aku takut"Rintih Eunhyuk yang masih memejamkan matanya.

"Shhh! Hyukie, tenanglah, ini aku ada di sini hmm? Sudah jangan takut, kau berada di rumah bersama ku, ayo buka mata mu" Bujuk Donghae seraya menggenggam tangan dan mengusap keningnya lembut.

Eunhyuk perlahan membuka matanya, tanpa sadar ia menghela nafasnya pertanda ia merasa lega karna ia sudah berada di rumahnya.

"Hyuike kau tak ap-"

"Haeee!"Teriak Eunhyuk yang reflek memeluk Donghae membuat lelaki berlengan kekar itu terkejut namun senyumnya terkembang saat menyadari apa yang di lakukan Eunhyuk padanya.

"Aku takut sekali, tiba-tiba saat aku bangun aku sudah berada di rumah s-sakit aku-"Eunhyuk menghentikan kata-katanya dan mulai ter isak.

"Stop! Hentikan! Jangan menangis! Sudah berapa kali aku katakan kau dilarang menangis! Arraseo?"Ujar Donghae membalas pelukan Eunhyuk seraya mengusap lembut surai blond namja yang tengah mengangguk patuh di pelukanya.

"Bagus, itu baru anak pintar"Tambah donghae melepas pelukan mereka dan menatap lekat wajah Eunhyuk yang tengah mengigit bibirnya lucu.

Eunhyuk membelalakan matanya saat ia sadar bahwa ia kini sedang memeluk erat Donghae dan segera melepaskan nya, setelah apa yang ia tau tadi siang, ia merasa tak berhak mendapatkan perhatian Donghae.

Donghae yang menyadari perubahan sikap Eunhyuk pun mengernyitkan keningnya tak suka, ia bertanya-tanya kenapa eunhyuk melepaskan pelukanya?padahal Eunhyuk selalu mengambil kesempatan untuk memeluknya sampai ia jengah.

"Kau tau, aku hampir kehilangan akal sehat ku saat kau tak kunjung datang ke kantin, aku sangat cemas terjadi sesuatu yang buruk pada mu, sebenarnya apa yang terjadi?kau pasti menagis lagi kan?katakan pada ku"Ujar Donghae metatap Eunhyuk yang mengigit bibirnya, jelas sekali ia menyembunyikan sesuatu.

"A-anio, aku hanya kelelahan H-hae"Ujar Eunhyuk tak berani menatap Donghae.

"Kau tak pandai berbohong Hyukie, ayo katakana pada ku ada apa?" Tanya Donghae lagi, kali ini ia membelai pipi Eunhyuk lembut, membuat namja berambut blond itu menegadahkan kepalanya dan menatap Donghae tak percaya.

"H-hae, aku ini orang j-jah-"

"HYUKIEEEEEEE!"

Teriakan dua orang namja memenuhi ruangan tempat Eunhyuk dan Donghae berada, Heecul dan Hanggeng yang baru saja mendengar kabar tentang Eunhyuk segera meninggalkan rapat penting mereka demi memastikan keadaan menantu mereka baik-baik saja dan betapa terkejutnya mereka saat melihat slang infus yang terpasang di tangan kanan Eunhyuk.

"Omo! Hyukie! Apa yang terjadi pada mu?apa kau baik-baik saja?"Tangis Heecul pecah saat di peluknya Eunhyuk erat.

"Hyukie, appa sangat khawatir pada mu, apa kau sudah merasa baikan?"Tambah Hanggeng memeluk Eunhyuk setelah Heecul melepaskan pelukanya.

"Umma, Appa! Biarkan Eunhyuk istirahat, berhentilah menangis Umma, itu hanya akan membuatnya bersedih" Ujar Donghae sedikit kesal karna Umma dan Appa nya memotong pembicaraan nya dengan Eunhyuk, jika saja orang tua nya tak datang pasti ia bisa mendapatkan alasan kenapa Eunhyuk menangis sampai ia jatuh sakit.

"Ne, Umma tidak menangis, Hyukie sudah merasa baikan kan sayang?"Tanya Heecul yang di balas dengan anggukan pelan Eunhyuk, dengan lembut ia menuntun Eunhyuk untuk berbaring di tempat tidurnya.

"Syukurlah jika kau sudah mulai merasa baikan Hyukie, Appa tau kau sangat tidak suka mengenakan slang infuse itu, kau ingin cepat-cepat melepaskanya kan sayang?"Tanya Hanggeng lembut seraya mengelus rambut Eunhyuk.

"Ne Appa"

"Kau harus cepat sembuh dan jangan menolak makanan mu sayang, slang infuse itu pasti akan cepat di lepaskan"Tambah Hanggeng yang dibalas dengan angguka pelan Eunhyuk.

"Dengarkan kata Appa mu ne, Umma akan membuatkan makanan favorite mu, kau harus melahapnya sampai habis ne Hyukie" Tambah Heecul mengecup kening Eunhyuk, ia dan suaminya segera keluar dari kamar Eunhyuk dan Donghae untuk membuat makanan kesukaan menantunya tersebut.

"Kau dengar apa kata mereka kan? Sebaiknya kau istirahat dulu, tidur sebentar. Aku akan menemani mu tidur"Ujar Dongahe yang segera berbaring di sebelah Eunhyuk .

Eunhyuk membelalakan matanya kaget dan langsung menggeser badanya untuk membuat jarak dari Donghae, ia merasa tak pantas sama sekali berada di dekat Donghae, ia adalah orang jahat yang merebut Donghae dari Eunseo. Sebenarnya sangat sedih harus menjauhi Donghae, bahkan sebenarnya Eunhyuk sempat tergoda ingin memeluk Donghae seperti biasa, tapi ia tak punya hati untuk melakukanya.

Sementara Donghae kembali mengeryit bingung akan sikap Eunhyuk yang seolah-olah menghindar dari nya, melihat sikap Eunhyuk yang berubah drastis ini ia sangat yakin jika eunhyuk benar-benar menyembunyikan sesuatu darinya dan ia harus tau.

...

"Ah..sulit sekali.."ujar Eunhyuk kembali menyuapkan makanan ke mulutnya, well karna tangan kanan nya terpasang infuse maka ia harus menggunakan tangan kirinya untuk menyuapkan makanan, dan tentusana itu sangat sulit.

"Jangan bermain-main dengan makan mu Hyuk! Makan lah dengan lahap, Umma sudah bersusah payah memasakanya untuk mu" Ujar Donghae santai memakan makananya dengan lahap, sesungguhnya melihat Eunhyuk begitu berusaha dan kesusahan sangatlah terlihat imut, well katakan ia kejam tapi memang terlihat imut di tambah tatapan tajam yang tengah Eunhyuk lontarkan padanya dan sisa makanan yang berada di sudut bibirnya sungguh hiburan pagi yang menyenangkan. Untung saja Umma dan Appa mereka telah berangkat keja, kalau tidak sudah tamat riwayat Donghae kali ini.

"Aku pasti memakanya dengan lahap jika tangan ku tidak di infuse Hae ! hae sih enak bisa makan dengan lahap begitu!"Ujar Eunhyuk sebal sekali pada Donghae, membuat Donghae terkekeh, well jika Eunhyuk sudah bisa marah-marah seperti itu tandanya ia sudah sembuh, kejadian tadi malam sesungguhnya membuat Donghae khawatir, tapi sebaiknya ia pastikan dulu nanti baru mengambil tindakan.

Kriiiingggg..

Kriinggggggg…

Eunhyuk menatap heran pada Donghae yang hanya melihat layar handphone nya dan tidak menjawab panggilan dari Eunseo- well dia mengintip sekilas ke handphone Donghae-Eunhyuk menggigit bibirnya saat di lihatnya Donghae bergantian menatap dari layar teleponya lalu menatap wajah Eunhyuk, apa Donghae tak ingin menjawab panggilan Eunseo karna Eunhyuk ada di sana?karna takut melukai perasaan Eunseo?ah..tiba-tiba selera makan Eunhyuk mengilang.

"Wae?kenapa hae tak mengangkatnya? Itu Eunseo noona kan?jawab saja, aku tidak akan mengganggu, kalau perlu aku akan menutup telinga ku dengan bantal atau menyelimuti seluruh tubuh ku agar Hae merasa nyaman berbicara denganya"Ujar Eunhyuk sembari meletakan makannya ke meja nakas di sebelah tempat tidurnya dan menarik selimut ke arah tubuhnya.

"Ya! Aku akan menjawab dan tidak menjawab siapapun yang melepon ku atas kemauan ku!" Tegas Donghae tak suka akan sikap Eunhyuk yang merelakan ia dengan wanita lain, bukanya apa.. hanya saja Eunhyuk paling anti jika ia tau Donghae di telepon oleh yeoja, apalagi Eunseo. Dia pasti dengan sengaja merebut handphone Donghae dan bahkan mereject tanpa seizin Donghae, tapi sikap apa ini?bukan ini Eunhyuk yang ia tau!

"Kenapa marah? Bukanya Hae dari tadi bergantian melihat ku dan layar handphone Hae, sekan akan Hae merasa aku kan menggangu Hae dengan Eunseo noona!" Ujar Eunhyuk menatap tajam Donghae yang membelalakan matanya tak percaya.

"Mwo? Apa yang kau fikirkan? Yah! Aku menatap mu karna aku terganggu melihat sisa makanan di bibir mu itu! Kau fikir umur mu berapa?makan seperti bayi saja!" Ujar Donghae tak mau kalah membuat Eunhyuk reflex meraba bibirnya, betapa malunya ia setelah ia dapati sisa makanan di bibirnya dan segera membersihkannya cepat-cepat.

"Mwo? Bayi? HAE JAHAT! Aku benci Hae!" seru Eunhyuk menatap tajam Donghae yang kembali mebelalakan matanya, terakhir ia mendengar kata-kata Eunhyuk membencinya ketika mereka masih kecil saat Donghae mengacuhkanya dulu.

"Aaa! Sekarang kau membenci ku, lihat! Lihat! Persis seperti anak kucing!"

"Aku bukan anak kucing! Aku bukan bayi! Hae jahat! Aku tidak mau berteman dengan orang jahat! Kembalikan semua kado ulang tahun untuk Hae yang pernah aku belikan!" Ujar Eunhyuk kekanakan membuat Donghae hampir tertawa.

Sungguh sikap kekanakanya tak pernah hilang meskipun ia telah berstatus sebagai seorang istri, ini malah membuat Donghae semakin bersemangat untuk mengerjai nya.

"Arraseo! Aku akn mengembalikan semuanya"jawab Donghae membuat jantung Eunhyuk mencelos, setidak suka itukan Hae pada barang pemberianya?apa karna bukan Eunseo yang memberi makanya semudah itu Donghae mau mengembalikan semua yang ia beri dengan mudah.

"Hae jahat!Arraseo!..kem-kembalikan semu-"

Chup

"Itu untuk boneka Nemo yang kau berikan"

Chup

"Itu untuk gantungan kunci ikan yang kau berikan"

Chup

"Itu untuk bantal pororo yang kau berikan"

Chup

Chup

Chup

Chup

Chup

"Itu untuk barang lain yang jumlahnya sangat banyak yang pernah kau berikan pada ku dan akan mengabiskan seharian penuh jika kau menyebutkanya satu persatu" Ujar donghae tersenyum seraya mencubit gemas pipi Eunhyuk yang kini tengah bersemu merah.

DEMI TUHAN dan ikan- ikan di laut! Donghae baru saja mengecup bibirnya! Bukan sekali tapi berkali kali! Jantung Eunhyuk serasa mau meledak tatkala ia sadar atas apa yang terjadi, DONGHA MENGECUP BIBIRNYA!

Dengan refleks Eunhyuk menyentuh bibirnya masih memandangDonghae tak percaya.

"Hae..bibir Hyuk,,kau..YAH! Kenapa malah mencium ku?"Ledak Eunhyuk seraya melemparkan bantal kearah Donghae yang tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Eunhyuk.

"Omo! Bukahkah kau sendiri yang bilang aku harus menjaga barang pemberian mu? Dan jika aku menghilangkannya maka aku berhutang sebuah ciuman padamu? Kau sendiri kan yang meminta kembali semua yang kau berikan pada ku? Itu sama saja dengan aku kehilangan semua pemberian mu, lalu salah ku di mana?"jawab Donghae enteng membuat Eunhyuk menatapnya tajam.

Sungguh Donghae sangat menyebalkan! Seenaknya saja mempermainkan nya seperti ini. Eunhyuk sungguh kehilangan kata-katanya, bagaimanapun ia selalu kalah jika berargumen dengan Donghae!

"Aku mau tidur saja!" Ujar Eunhyuk menenggelamkan wajahnya pada selimut tebal yang tengah menyelimuti badanya, dengan kasar ia membalikan tubuhnya membelakangi Donghae , berusaha untuk menetralkan degupan jantungnya yang berpaju bak genderang perang.

"kalu begitu beristirahatlah, sebentar lagi aku akan memanggil dokter shin"ujar Donghae tersenyum melihat sikap Eunhyuk yang tengah merajuk, entah kenapa Donghae merasa sangat senang setelah mengerjai Eunhyuk seharian ini, setidaknya ia bisa melihat Eunhyuk merajuk dan bukan tatapan sedih yang putus asa seperti kemarin. Donghae sangat benci itu.

"Aku pergi"Ujar Donghae singkat dan bangkit dari tempat tidur mereka meninggalkan Eunhyuk yang pura-pura tertidur.

Setelah mendengar suara pintu tertutup Eunhyuk menghela nafasnya yang tertahan.

"Kalau seperti ini, bagaimana bisa aku melupakan mu Hae?" lirih Eunhyuk masih di dalam selimutnya dan tak menyadari sedari tadi Donghae masih berada di dalam kamar mereka, menatap gundukan selimut dengan tatapan sendu seraya berbisik pelan yang hanya dirinya seorang yang tau.

"kau tak akan bisa pabo ya.."

...TBC...

Review jusseyo.. ^^