Secret marriage chapt 10
"Oppa, bisakah kau mengantarkan ku ke perpustakaan?" Tanya Eunseo pada Donghae yang tengah menghampiri Eunhyuk di kafetaria kampus mereka, sudah semingggu sejak Eunhyuk sakit akhirnya hari ini Eunhyuk kembali beraktifitas seperti biasa.
"Maaf Eunseo, aku harus memastikan Eunhyuk memakan makananya dan minum obat" Ujar Donghae yang segera duduk di samping Eunhyuk. Eunseo mencengkram tali tas yang bertengger di bahunya dengan geram menahan rasa kesal dan kecewanya yang tentu saja dapat di lihat Eunhyuk dengan jelas.
"Ini segera makan, Umma mengomeliku seharian ini agar aku memastikan kau menghabiskan semuanya, dan ini obat mu" Ujar Donghae membuka bekal makanan yang di buatkan Umma nya menyusunya dengan rapi agar Eunhyuk mudah memakan makanan kesukaanya.
Hal ini membuat Eunseo mendengus kesal, Sungguh tidak adil, saat ia mati-matian mendapatkan kembali perhatian Donghae malah Eunhyuk yang mendapat perhatian. Betapa sakitnya hati Eunseo saat di ingatnya dulu ia lah yang berada di posisi Eunhyuk, selalu di perhatikan oleh Donghae.
Eunhyuk menggigit bibirnya, memandang secara bergantian antara makanan yang menggugah seleranya dan Eunseo. Ia tahu jika Eunseo pastilah sangat kesal dan ia merasa sangat bersalah karnanya. Apa yang harus di lakukanya? Haruskan ia bertahan dengan ego nya dan membiarkan Donghae berada di sisi nya? Tapi bukankah itu sangat jahat? Ia bisa melukai Eunseo dan Donghae. Karna Donghae pasti sangat ingin menemani Eunseo.
"Eunhyukiee kau sudah kembali" Teriak Kyuhyun yang lanngsung saja mengacak-acak lembut rambut Eunhyuk.
"H-hyung" Eunhyuk tersenyum malu saat di sadarinya Kyuhyun lah yang tengah mengacak rambutnya, terlebih tatapan Donghae yang begitu intens terhadapnya membuatnya semakin salah tingkah.
"oh, Donghae ah, Eunseo ssi kalian juga di sini" Ujar kyuhyun santai dan segera duduk di samping kiri Eunhyuk yang tentu saja mengabaikan tatapan tak suka dari Donghae.
"Ah, Hae ah, aku rasa kau menemani Eunseo noona saja" Ujar Eunhyuk tiba-tiba membuat Donghae membelalakan matanya.
"Hyuk! Tapi aku harus memastikan kau makan sampai habis"
"Kyuhyun Hyung bisa melakukanya, ia kan hyung?" Tanya Eunhyuk penuh harap yang dibalas dengan anggukan santai Kyuhyun, membuat Donghae mendengus kesal.
"Tapi.."
"Oppa, kau dengar kan apa kata Eunhyuk . Ayo oppa temani aku saja, jangan mengganggu mereka" Ujar Eunseo menarik tangan Donghae, sungguh ia merasa senang dengan kehadiran Kyuhyun , terlihat sekali jika ada sesuatu diantara mereka, dan Eunseo sangat mendukung itu demi kelancaran hubunganya dengan Donghae.
"Baiklah, tapi kau harus pastikan kau memakannya" Ujar Donghae datar dan meninggalkan Eunhyuk dan Kyuhyun dengan setengah hati.
"Makan lah Eunhyukie, jangan hanya di tatap saja" Ujar Kyuhyun pada Eunhyuk yang tengah menatap lemas makanannya, tiba-tiba saja selera makanya menurun. Donghae terlihat tak keberatan sama sekali menemani Eunseo, itu berarti memang benar jika ia ingin menemani Eunseo ketimbang menemaninya di sini. Sangat menyukai Eunseo kah Donghae?
"Ne hyung" Ujar Eunhyuk tak bersemangat yang tentu saja di tangkap oleh Kyuhyun.
"Omo! Kenapa begitu tak bersemangat? Apa kau mau hyung di tendang Donghae?" Ujar Khyuhyun dengan nada jenaka.
"Ne" Balas Eunhyuk lemas
"Mwo ooh? Kau membiarkan Donghae menendang Hyung?tega sekali,, araseoo kalau kau tak mau memakanya maka hyung akan menghukum mu dengan..gelitikan mauut!" teriak Kyuhyun yang langsung menyerang Eunhyuk dengan gelitikna mautnya.
"H-hyu huahahahahhaa- amph-huahahaha unn hahah Hyuuu hahaha nggg~hahahha"
"Masih mau melawan?"
"An-haha aniihahaha hyuhhhnghhh ahhah"
"Baiklah Hyung akan menghentikanya kalau kau mau makan sampai habis" Ujar Kyuhyun yang dibalas dengan anggukan dahsyat Eunhyuk.
"Haaahh,, Hyung tega sekaliii aku sampai tak bisa bernafas" Ujar Eunhyuk memegang dadanya sesak karna kebanyakan tertawa.
"Salah mu sendiri, ya sudah makan dulu ne, setelah ini minum obatnya"ujar Kyuhyun senang saat melihat mood Eunhyuk yang sudah kembali bagus.
"Ne! selamat makan ~~"
Kyuhyun menatap Eunhyuk intens seingga Eunhyuk yang tadinya hendak menyuapi makanan menghentikan kegiatannya itu.
"Wae hyung?" Tanya Eunhyuk mengerjapkan matanya sedikit grogi saat Kyuhyun masih menatapnya dalam.
"Apa kau sungguh baik-baik saja Hyuk?"Tanya Kyuhyun membuat Eunhyuk membulatkan matanya terkejut atas pertanyaan Kyuhyun, apa begitu jelas jika ia sedang tak baik?
"A-aku tentu baik hyung" Ujar Eunhyuk gelagapan, Kyuhyun menghela nafas, ia tau betul jika Eunhyuk saat ini sedang berbohong, jujur ada perasaan aneh yang timbul di hati Kyuhyun akhir-akhir ini pada Eunhyuk, entah kenapa ia mulai suka berada dekat-dekat dengan namja yang pernah menyatakan suka padanya ini.
Betapa Bodohnya Kyuhyun dulu saat Eunhyuk pernah menyatakan persaanya ia menolaknya karna memang saat itu ia mencintai orang lain yang ternyata tak mencintainya dengan tulus, bahkan setelah ia lama putus dengan orang itu ia tak percaya dengan yang namanya cinta, hanya nafsu belaka yang di carinya beberapa tahun ini dan Eunhyuk tahu sifat bejatnya itu namun ia masih saja mau berteman dengan terkadang Kyuhun tak mengerti kenapa ada orang sebaik dan sepolos Eunhyuk hidup di dunia ini, betapa bodohnya ia pernah menyia-nyiakan perasaan tulus Eunhyuk dulu.
"Sungguh melegakan melihat mu kembali Hyuk, aku sangat mengkhawatirkan mu" Ujar Kyuhyun membelai pipi lembut Eunhyuk membuat namja berambut blond tersebut membelalakan matanya tak menyangka akan sikap lembut Kyuhyun.
"H-hyung.."
"Eunhyuk ah, aku sudah berfikir panjang, melihatmu terkapar lemas di pangkuan ku, melihat mu meronta di rumah sakit sungguh pemandangan yang menyakitkan Hyuk, aku telah memutuskan mulai sekarang aku akan melindungi mu" Ujar Kyuhyun mantap dan mencondongkan wajahnya kedepan hendak mengecup kening Eunhyuk.
Masih Dengan fikiran blank Eunhyuk hanya terpaku menatap wajah Kyuhyun yang semakin lama semakin mendekat, eh? Apa ini mimpi? Kenapa Kyuhyun Hyung seperti ingin mencium ku?
"Sepertinya Kau demam!"Ujar suara yang di kenal Eunhyuk bukan suara Kyuhyun, dengan otomatis ia membuka kedua matanya dan betapa terkejut nya ia saat di dapatinya Donghae yang tengah berdiri di antara ia dan Kyunhyun, tangan kananya menempel di kening Eunhyuk dan bibir Kyuhyun yang seharusnya menempel pada Keningnya telah mendarat mulus di punggung tangan Donghae.
"Donghae, apa yang kau lakukan di sini? Bukanya kau menemani Eunseo?" Tanya kyuhyun memundurkan wajahnya sedikit kesal karna ia malah mencium punggung tangan Donghae alih-alih kening Eunhyuk.
"Tas ku tertinggal! Untung saja aku datang pada waktu yang tepat!" Ujar Donghae ketus seraya melirik Eunhyuk yang tengah mengibaskan jarinya seperti kipas, membuat Donghae kesal apalagi di tambah dengan sikap Eunhyuk yang kemudian menutupi kedua pipinya dengan telapak tangannya terkesan malu-malu seperti gadis-gadis puber dan ia tak menyukai itu, terlebih karna bukan ia penyebabnya.
"Ayo pulang!" Ujar Donghae meraih tangan Eunhyuk dan menggenggamnya erat.
"H-Hae..a-aku masih a-da ke-kelas"Ujar Eunhyuk terbata mencari alasan agar tak pulang bersama Donghae, ia mau saja pulang bersamanya tapi saat ia melihat Eunseo yang masih menungggu Donghae di luar ia mengurungkan niatnya malah kini ia berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Donghae namun Donghae menggenggam tanganya lebih erat.
"Donghae ah! Eunhyuk bilang ia ada kelas, kau tenang saja aku akan menjaganya, kau temani saja wanita mu, iya kan Hyuk?" Ujar Kyuhun tersenyum penuh pengertian, Donghae pasti akan sangat berterimakasih padanya , bagaimana tidak? Ia kan berbaik hati mengurangi tuganya untuk menjaga Eunhyuk dan bisa bermesraan dengan pacarnya Eunseo. Semuanya bahagia kan?
"N-ne" Ujar Eunhyuk menundukkan wajahnya, hatinya sangat sakit seperti di remas mendengarkan saran Kyuhyun barusan, sungguh ia ingin merelakan Donghae tapi hatinya selalu teriris nyeri setiap pemikiran itu mengampirinya hingga tanpa sadar ia meremas genggaman Donghae.
Donghae yang menyadari ada yang tak beres dengan Eunhyuk menghela nafasnya, ucapanya berbeda dengan tindakanya. Donghae tau betul Eunhyuk sangat tidak rela jika ia benar-benar pergi besama Eunseo ditambah saat di rasakanya bentuk protes tubuh Eunhyuk barusan, mungkin mulutnya bisa berbohong tapi tidak dengan tubuhnya, Donghae tau betul sifat Eunhyuk, namun anehnya kenapa akhir-akhir ini sepertinya ia mengalah pada Eunseo? Apa ini hanya persaanya saja? Apa Eunhyuk merelakanya bersama Eunseo karna perkataan Kyuhyun yang mengatakan ingin melindunginya tadi?
Donghae tahu benar jika dulu Eunhyuk pernah menyatakan suka nya pada Kyuhyun jauh sebelum mereka menikah, tapi bukankan sangat keterlaluan jika Eunhyuk meng iya kan Kyuhyun? Donghae kan suaminya! Ini sungguh aneh! Apapun penyebabnya Dia harus tahu dan pasti akan mencari tahu sebab perubahan sikap Eunhyuk yang sangat menganggu fikiranya.
"Baiklah! Kau yang memintanya! Kalau begitu aku akan sampaikan pada Umma bahwa kau menolak permintaanya"
"Jangan Hae! Aku mohon, baik! Aku pulang bersama mu ya! Tapi jangan telepon Umma"Ujar Eunhyuk memohon, ia tak ingin Ummanya panik apalagi saat tau jika Eunhyuk menolak keinginanya, biarlah ia egois untuk saat ini, dan minta maaf pada Eunseo dalam hati.
" Jika kau memaksa" Ujar Donghae seraya menyembunyikan senyuman liciknya! Ia tau betul Eunhyuk tak akan menolak jika ia mengancamnya dengan embel-embel umma.
"Kyuhyun Hyung, aku permisi dulu" Ujar Eunhyuk membungkukkan badanya sedikit merasa tak enak pada nya.
"Ah, ne.. hati-hati Hyuk, nanti kabari aku ya! Ah! Mengenai apa yang ku katakan barusan, aku serius hyuk" Ujar Kyuhyun mengusap lembut rambut Eunhyuk .
"Anak kucing! Apa kau mau berlama-lama lagi?"Ujar Donghae yang segera menarik Eunhyuk agar menjauh dari jangkauan Kyuhyun, membuat si namja bertubuh tinggi itu mengerutkan alismatanya bingung.
"Ah, kalau begitu per misi Hyung" Ujar Eunhyuk kembali membungkukkan tubuhnya pada Kyuhyun dan sedikit berlari terbawa tarikan tangan Donghae.
Kyuhyun yang memeperhatiakan punggung mereka mengerutkan keningnya bingung, kenapa sikap Donghae berubah menjadi pemaksa seperti itu?bukanya Donghae sering sebal pada Eunhyuk?yang lebih aneh kenapa Eunhyuk sepertinya menghindari Donghae? Dan apalagi itu nama panggilan dari Donghae?Donghae? memberikan nama panggilan pada Eunhyuk?
"Anak kucing? " gumam Kyuhyun mengedik kan bahunya tak peduli dan melupakan fikiran-fikiran anehnya dan kembali ke kelas.
...
"oppa, kenapa lama sekali ayo kita per- Eunhyuk ssi?" Eunseo membelalakan matanya saat ia melihat Eunhyuk berada di belakang punggung Donghae menundukkan kepalanya di tambah mengenggam tangan Donghae erat, sungguh sangat membuat hatinya panas.
"Ah, maaf Eusneo, aku tak bisa menemani mu hari ini, ada keperluan mendadak" Ujar Donghae yang berlalu pergi meninggalkan Eunseo seraya menyeret Eunhyuk yang sama sekali tak berani menatap Eunseo, ia merasa sangat bersalah, Karena keegoisanya bersama Donghae maka ia telah melukai hati Eunseo dan Donghae. Donghae pasti merasa sakit tak bisa bersatu dengan wanita yang di cintainya.
"Yah! Kau kenapa?" Tanya Donghae yang tengah memasangkan sabuk pengaman pada pinggang Eunhyuk membuat si rambut Blonde terkejut, ternyata mereka telah sampai di dalam mobil Donghae.
"A-ani" sangakalnya gugup saat didapatinya wajah Donghae yang masih terlalu dekat untuk keamanan jantungnya, benar saja jantungnya mulai berdebar tak normal lagi.
"Kau melamun sepangjang jalan! Apa kau memikirkan orang yang kau sukai itu?" Ujar Donghae sedikit ketus.
"N-ne?"
"Kyuhyun! Bukanya kau dulu pernah menyatakan rasa suka mu padanya?melihatnya di kantin tadi sepertinya kau masih terbawa suasana, begitu senangnya kah kau saat dia berkata dia akan melindungi mu?" Tambah Donghae seraya meluruskan badanya dan mulai menghidupkan mesin mobilnya.
"Eh?apa Hae mendengarnya?"Tanya Eunhyuk penasaran
"Mwo? Apa kau tak sadar aku ada di sana? Jika aku tak datang tepat waktu dia pasti sudah mencium kening mu!" ujar Donghae Dingin masih mengendarai mobilnya.
"Eh? Men-mencium? Ja-jadi tadi bukan mimpi?" ujar Eunhyuk gugup, jadi tadi Kyuhyun benar-benar ingin menciumnya? Bukan imajinasi?
"Mimpi? Bahkan kau tak menyadari laki-laki selain suami mu hendak menyentuh mu?" tambah Donghae dingin membuat Eunhyuk membelalakan matanya.
"Eh?"
"Lihat! Aishh kau begitu polos sampai aku berfikir kau ini idiot! Baiklah ini tak bisa di biarkan, kau harus menjawab pertanyaan ku! Jawab dengan cepat arasseo!" Ujar Donghae tak sabaran, ia tak bisa diam saja dan harus mengetahui apakah Eunhyuk masih menyukai si Cho itu atau tidak.
"Eh?" ujar Eunhyuk yang dengan mudah masuk ke perangkap Donghae.
"Lee Eunhyuk! Kau tau siapa aku?" Tanya Donghae cepat
"Eh? Tentu saja LeeDonghae!"
"Status ku?"
"Suami ku!"
"Tugas Seorang suami?"
" Melindungi Isrtinya!"
"Lalu cho Kyuhyun ?" Tanya Donghae melirik Eunhyuk sekilas sebelum kembali focus pada jalan raya.
"Teman ku?" Ujar Eunhyuk agak bingung membuat Donghae kesal dan mendenguskan nafasnya sebal.
"Lalu siapa yang lebih berhak melindungi mu?suami mu atau teman mu?" Tanya Donghae lagi sedikit agak meninggikan nadanya.
" Suami "Ujar Eunhyuk mengerutkan keningnya seraya berfikir benar apa tidak jawabanya yang tentu saja tak luput dari pandangan Donghae dan membuat lelaki yang tengah menyetir itu geram.
"Siapa Suami mu?"
"Kau Lee Donghae?"
Chiitttt..
Donghae menghentikan mobilnya mendadak hampir meledak marah! Apa –apa an ini! Kenapa Eunhyuk menjawabnya dengan nada ragu?!
"Ha-Hae? Kenapa berhenti tiba –tiba? " Tanya Eunhyuk yang tentu saja tak di hiraukan oleh Donghae yang tengah menahan Emosinya. Donghae menarik nafasnya dalam dalam dan menanyakan pertanyaan final pada Eunhyuk tanpa peduli suara klakson mobil lain yang terganggu karna mereka berhenti di tengah jalan raya.
"Lalu siapa yang lebih kau sukai? Lee Donghae atau Cho Kyuhyun?" Tanya Donghae yang sekarang mengalihkan perhatianya penuh pada Eunhyuk, mata mereka saling bertatapan.
"Tentu saja Lee Donghae!" Jawab Eunhyuk tanpa ada rasa keraguan dan bahkan dirinya sendiri terkejut atas jawabanya yang otomatis di tambah Donghae yang juga tampak terkejut akan jawaban Eunhyuk yang spontan membuat namja Blond itu menutup mulutnya kaget dan jantungnya berpacu sangat cepat, ia sangat yakin pipinya memerah saat ini karna tiba-tiba ia merasa suhu di dalam mobil sangat panas.
"Ah apa AC nya rusak ya? Huff panas sekali" Ujar Eunhyuk memngutak atik AC mobil seraya mengibas-ngibaskan tanganya ke wajahnya yang tengah memerah panas.
"Apa yang kau lakukan bodoh?! Kau merusak AC nya!"Ujar Donghae memecah suasana canggung yang barusan tercipta, jujur ia sendiri terkejut jantungnya berdetak cepat saat Eunhyuk menjawab pertanyaan nya tanpa ragu, tentu saja debaran jantungnya murni karna terkejut, bukan karena hal lain seperti betapa imutnya Eunhyuk sekarang?aish! Lee Donghae! Get your self!
"Ehem!" Donghae berdeham cukup keras mengalihkan pandanganya pada Eunhyuk yang memberikanya tatapan tajam anak kucing yang entah kenapa terlihat sangat lucu dan manis.
"Lihat! Lihat! Apa kau akan mengeong sekarang?" Goda Donghae tak bisa menyembunyikan senyumnya seraya mengendarai mobilnya sesekali melirik Eunhyuk yang membulatkan matanya lucu.
"Yah! Berhenti mengatai ku Kucing!" Jerit Eunhyuk memberikan tatapan tajam lagi pada Donghae yang membuatnya sangat mirip dengan anak kucing yang tersinggung. Sungguh menyesal Eunhyuk sempat-sempatnya ia menyukai orang menyebalkan seperti Donghae, merubah perasaan Eunhyuk naik dan turun.
"Aigooo! Imut nyaaa! Apa kau sekarang akan mencakar ku? Phuahahahha kau bahkan tak punya cakar! Aigooo imuut!"
"YAHH! Sakiit!" Jerit Eunhyuk menagkap tangan Donghae yang baru saja mencubit pipinya.
Dengan tatapan anak kucing yang dendam Eunhyuk bergantian menatap Donghae yang tengah tertawa dan tangan Donghae yang ia pegang.
Satu detik
Dua detik
Tiga Detik
"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!"
Jeritan pilu Donghae terdengar saat Eunhyuk degan kesal dan tanpa peduli tempat mencengram tangan Donghae kuat-kuat dan mengigitnya tanpa ampun, persis seperti anak kucing yang marah saat di ganggu majikanya. Beruntung mereka tak mengalami kecelakaan di karnakan lalu lintas sedang sepi, hanya mendapat umpatan dan peringatan klakson dari pengguna jalan raya lain.
..
"Umaaa~" Teriak Eunhyuk yang langsung menghambur kepelukan Heecul
"Aigooo,, uri Eunhyukiee~ apa sangat merindukan Umma?"Tanya Heecul yang langsung di jawab dengan anggukan manis Eunhyuk.
"Aku pulang" Ujar Donghae ketus melirik kesal pada Eunhyuk yang tengah memeluk Ummanya.
"Yah! Kenapa tangan mu di balut perban Hae?"Tanya Heecul melihat tangan anaknya yang sepertinya terluka.
"Ah ini? Anak kucing liar tak berpersaan mengigit ku, beruntung aku tak terkena rabies!" Ujar Eunhyuk mendudukan dirinya di sofa ruang tamu mereka seraya menegak minuman yang ada di melelahkan.
"Anak kucing?tapi Hyukie tak apa kan? Tak terluka?" Tanya Heecul khawatir seraya memutar-mutar tubuh Eunhyuk untuk melihat keadaan anak nya itu yang hanya dibalas dengan Delikan sebal saja ia tak apa-apa, kan yang mengigit Donghae ya Eunhyuk!
"Tak apa umma, Donghae saja yang kurang hati-hati"Ujarnya tersenyum penuh kemenangan dan menjulurkan lidah nya pada Donghae yang menatapnya tajam.
"Lalu bungkusan apa itu?" Tanya Heecul menunjuk tas kertas bewarna-warni yang ada di dekat kaki Donghae.
"Ah ini obat luka yang aku beli dari Dokter hewan, Karna yang mengigit ku adalah kucing liar jadi aku khawatir dan meminta pertolongan Dokter hewan saja" Ujar Donghae mencebik kan bibirnya pada Eunhyuk yang membuat Eunhyuk memajukan bibirnya sebal.
"Ah begitu, ya sudah sana kalian bersih-bersih dulu, biar umma siapkan makan siang" Ujar Heecul bersemangat, setidaknya ia tak sepi saat suaminya bekerja ke luar kota.
"Ne" Ujar Donghae dan Eunhyuk serentak dan beranjak dari tempat mereka masing-masing menuju kamar mereka.
"Tunggu! Tapi kenapa kalian pulang cepat sekali? Bukankah kalian ada kelas siang ini?"Tanya Heecul tak mengerti.
Mati aku! Umpat Donghae dalam hati.
"Eh? Bukanya Umma yang menyuruh kami pulang? Hae yang bilang" Ujar Eunhyuk polos sembari menatap Donghae yang sedikit memucat.
"A-Ah um-uma kan yang melepon ku tadi? Hehehehe" Ujar Donghae takut-takut pada umanya seraya memasang tampang minta ampun bak anak kecil tertangkap basah mencuri permen.
"Ah, Begitu..sehabis makan siang Umma mau bicara penting Lee Donghae"Ujar Heecul memutar badanya menuju dapur dengan senyuman sadisnya. Habis kau Lee Donghae!
Sementara Donghae yang tau nyawanya akan melayang sebentar lagi hanya berjalan gontai menuju kamarnya dan berharap ia bisa menemukan alasan yang bisa menyelamatkanya, well jika ia jujur mengatakan ia hanya ingin menjauhkan Eunhyuk dari Kyuhyun bisa-bisa ummanya akan mengadakan pesta besar-besaran saking senagnya dan ia tak ingin itu. Mengerikan.
...
"Akh! Tertusuk lagi" Ujar Eunhyuk mengulum jarinya, ya Eunhyuk memutuskan untuk kembali merajut sarung tangan hangat untuk Donghae, seminggu lagi ulang tahun Donghae dan ia sudah hampir menyelesaikan sarung tanganya, hanya Tinggal merajutkan hiasan ikan nemo dan anak kucing lucu di masing masing sarung tanganya, agak tidak rapi tapi sangat hangat.
Drrt
Drrt
Eunhyuk meletakan rajutanya pada pahanya dan meraih handphone yang letaknya tak begitu jauh dari tempat tidurnya, yah hari ini Eunhyuk tak ada kuliah karna hari ini adalah hari minggu yang berarti libur, kemana yang lain? Well, umma pergi ke salon dan suaminya pergi menjadi asistan appa nya, jadi tinggalah ia sendirian di kamarnya merajut kado untuk ulang tahun Donghae sekalian membunuh waktu.
"Anak kucing! apa kau sedang tertidur ala kucing mu?" ujar suara menyebalkan Donghae di sebrang sana, yah yang barusan menelepon Eunhyuk adalah Donghae.
"Ne! aku sedang tiduran dan bermalas-malasan, sangat menyenangkan. Memangnya Hae yang sedang bekerja saat libur tiba?" Cebik Eunhyuk yang membuahkan tawa Donghae.
"Salahkan umma dan appa, oh aku akan pulang malam ini bersama appa, tolong kau sampaikan pada Umma ne, dari tadi aku menghubunginya tak pernah di angkat" Ujar Donghae memijat keningnya lelah.
"Benarkah? Benarkah?Hae akan pulang malam ini?" Ujar Eunhyuk riang, tiba-tiba mood nya kembali membaik, sudah 4 hari ini-sejak kejadian Donghae bicara dengan Umma-Donghae selalu sibuk menemani appa mengurus bisnis ke luar kota, rumah jadi terasa sepi dan membosankan.
"Kau terdengar sangat senang sekali Hyuk"
"Tentu saja, aku tak sabar ingin mendapatkan oleh-oleh" Ujar Eunhyuk sedikit berbohong, yah tidak sepenuhnya tidak benar sih, ia memang mengharapkan oleh-oleh, tapi kan alasan sesungguhnya ia senang adalah Hae akan pulang malam ini dan tentu saja karna Eunhyuk sangat merindukan Donghae.
"Begitu, memangnya oleh-oleh apa yang kau inginkan?" Tanya Donghae seraya mencocokkan document penting untuk memeriksa ke absahanya, entah kenapa pekerjaanya yang awalnya sangat membosankan dan membuat pusing tiba-tiba jadi menyenagkan.
"Aku ingin susu strawberry dan strawberry cheese cake" Ujar Eunhyuk bersemangat, memikirkanya saja ia sudah kelaparan.
"Ya! Kalau yang seperti itu di seoul juga banyak! Jauh-jauh aku di sini kau hanya minta itu?" Tanya Donghae tak bisa menahan gelak tawanya.
"Hae! Kau tau kan rasanya pasti berbeda, tiap kota pasti rasa susu strawberry dan strawberry cheese cake nya berbeda beda! Pokoknya aku ingin ituuu!" Seru Eunhyuk seperti ingin merajuk.
"Arasseo, kau ini sangat tak berkelas! Lihat umma dia jauh-jauh hari memesan kalung berlian dan segala aksesoris berlian, apa kau tak ingin?" Tanya Donghae yang membuat dada Eunhyuk berdenyut nyeri.
Tak berkelas? Sungguh mengingatkannya pada kata-kata Eunseo saat di taman kampus, entah kenapa hatinya sangat sakit, jadi Donghae memang menyukai orang yang berkelas, tak seperti dirinya yang kekanakan dan berselera rendah.
"Ya sudah! Kalu begitu tak usah belikan aku oleh-oleh yang tak berkelas dan berselera rendah! Sudah ya Hae! Aku sibuk!" Ujar Eunhyuk membuang handphone nya sembarangan di tempat tidur, kesal sekali ia pada Donghae.
Di masukannya kembali rajutan yang hendak ia selesaikan hari ini ke tas plastiknya, tak berselera untuk melanjutkan, sungguh membuat kesal saja ingin rasanya ia melampiaskan kekesalanya pada sesuatu dan boneka Nemo milik Donghae lah yang menjadi target utamanya saat ini, di raih nya boneka Nemo yang tak berdosa itu dan dalam satu tarikan nafas ia tumpahkan semua keluh kesahnya.
...
"Ya sudah! Kalu begitu tak usah belikan aku oleh-oleh yang tak berkelas dan berselera rendah! Sudah ya Hae! Aku sibuk!"
Eh?Apa-apaan bocah ini!Sibuk?Sejak kapan ia sibuk? Fikir Donghae yang memfokuskan pendengaranya pada handphonenya.
"Hyuk? Yaa! Hyuk? Haloo?" Ujar Donghae kelabakan saat tak di dengarnya respon dari namja berambut blonde itu, Donghae mengecek layar handphone nya dan sedikit megernyitkan keningnya ketika ia lihat sambungan telepon mereka masih tersambung.
"Hyuk? Halo?" Donghae berdecih kesal, kebiasaan buruk Eunhyuk tak kunjung berubah, jika sedang merajuk mengakhiri pembicaraan sepihak namun ceroboh tak memutuskan sambunganya, terkekeh geli Donghae hendak memutuskan sambungan telepon mereka agar ia bisa kembali menghubungi istrinya itu untuk menanyakan alasan kenapa ia marah, namun sebelum ia memutuskan sambunganya, ia mendengar teriakan kesal Eunhyuk.
" !Donghae menyebalkaaaannn! Apa-apaan ia menyuruhku memesan berlian dan barang mewah itu?aku kan tidak suka!padahal aku hanya meminta strawberry milk dan strawberry cake saja!apa bagusnya berkelas jika hanya menghabiskan uang untuk membeli berlian mahal?! Strawberry cake dan strawberry milk lah yang paling berkelas! Aishh!"
Donghae menutup mulutnya berusaha untuk tak tertawa keras saat di dengarnya keluh-kesah Eunhyuk , sangat lucu sekali pasti tampang kesalnya, pasti ia tengah mencekik leher Mr Nemo. Tapi kenapa Eunhyuk mempermaslahkan tentang selera berkelas?apa sebenarnya yang mengganggu fikirannya?
"Ah! Tapi memang aku tak berkelas dan berselera rendah, iya kan MrNemo?tapi, ketimbang barang mewah dan berkelas atau oleh-oleh itu sesungguhnya aku hanya ingin Hae pulang dengan selamat"
Jantung Donghae berdebar mendengar perkataan Eunhyuk, Senyum yang jarang terlukis di wajahnya pun sering terukir indah di wajah dingin Donghae. Bocah ini sangat polos, memang jauh dari kata berkelas namun di banding itu Eunhyuk adalah sosok yang berharga dan murni.
"Meskipun menyebalkan tapi aku sangat rindu pada Hae! Ingin Hae segera pulang! Sangat menakutkan tidur sendirian dan tidak nyaman, tapi apa aku boleh merasa seperti itu MrNemo?tidak! hentikan bersikap egois Hyuk! Hae pasti lebih merindukan dia"
Donghae mengernyitkan keningnya bingung, apa maksud Eunhyuk barusan?sepertinya ada yang tak beres, ada hal yang harus ia luruskan dan ia yakin sekali hal ini adalah jawaban dari sikap Eunhyuk yang berubah padanya, yah ia merasa akhir-akhir ini Eunhyuk terlihat seperti menghindar darinya.
"MrNemo kau harus jaga rahasia ini ya, meskipun aku marah-marah pada Hae tapi sesungguhya aku sangat merindukan kehadirnya"
Donghae tersenyum simpul menatap layar handphonenya, ia memutuskan sambungan telepon mereka sadar akan sikap mengupingnya yang sangat tak sopan, tapi dalam hati entah kenapa rasanya begitu senang dan tiba-tiba bersemangat mengetahui Eunhyuk merindukanya, jadi ingin cepat-cepat pulang, masalah keanehan kata-kata Eunhyuk tadi bisa ia tanyakan nanti, yang jelas sekarang ia harus mengerjakan tugasnya sampai selesai dan bisa cepat-cepat pulang ke Seoul.
Melirik sebentar ke handphonenya, Donghae memutuskan untuk megirimkan pesan singkat pada istrinya itu seraya terkekeh geli.
...
Tring..
Suara pesan masuk megalihkan Eunhyuk dari kegiatan curhatnya, di gapainya handphone putih yang berada agak jauh dari posisinya dan wajahnya berubah masam kala ia melihat identitas yang mengiriminya pesan. Donghae si menyebalkan itu. Dengan Enggan dia membuka pesanya.
From: Hae
Msg : Anak kucing, berhentilah merajuk, aku akan cepat-cepat pulang dan segera menemani mu tidur, aku tau kau sangat merindukan ku.
Mata Eunhyuk melebar saat membaca pesan Donghae, jantungnya berdebar dan pipinya memerah, ia merasa seperti anak kucing yang tertangkap basah sedang mencuri ikan. Tapi bagaimana bisa Donghae mengetahuinya?Demi harga dirinya ia segera membalas pesan Donghae dan melemparkan handphonenya seraya mengubur dirinya ke dalam selimut dan merutuki dirinya akan kebodohan dan keegoisanya dalam membalas sms Donghae.
Biarlah sekali ini saja ia egois, tak apa kan?
...
Tring..
From : Hyukee
Msg : Apa tangan mu mau ku gigit lagi Hae? AKU TIDAK MERINDUKAN MU!
.
.
.
.
.
.
Tapi Sangat…
"Pabo!" Ujar Donghae tersenyum sangat lebar hingga ia merasa pipinya akan sobek jika ia tak mengontrol senyumanya, Sungguh ia benar-benar ingin cepat pulang dan menyelesaikan tugasnya. Di sisi lain Hanggeng yang memperhatikan putra tunggalnya sangat terheran-heran melihat senyuman yang merekah begitu indah di wajahnya, ia harus tahu sebabnya dan tentu saja melaporkanya pada Heecul.
"Sepertinya rencana kita membuahkan hasil istri ku" Gumam Hanggeng senang tanpa di ketahui oleh Donghae yang berada tak jauh dari sana.
...TBC...
Enjoy ^^..
Review jusseyo...
