ANSATSU KYOUSHITSU/ ASSASSINATION CLASSROOM milik Yuusei matsui bukan milik saya.

Summary : Hanya melihat mu tersenyum saja aku merasa senang. Dirimu lah cinta pertama ku Okuda-san

Warning : OOC, Typo bertebaran,EYD terlupakan, Alur kecepetan.

Ini diceritakan waktu di SMA Kunugigaoka, bukan di SMP Kunugigaoka (hoho biar mereka terlihat lebih dewasa) dan juga kelas E ada digedung utama..

.

.

Selamat membaca ^o^/

.

.

Di kediaman Asano

Gakushuu mengolesakan selai nenas pada satu sisi roti tawar. Sedangkan, ayahnya menyeduh minuman ber kafein dengan membaca koran pagi yang dipeganginya. Gakuhou menatap Gakushuu diam-diam. Gakushuu yang menyadari tatapa ayah nya mulai merasa risih "Apaa ?" Tanya Gakushuu sensi. Gakuhou hanya terkekeh tanpa menjawab pertanyaan yang tak penting dari anaknya. "Aku berangkat." Akhirnya Gakushuu yang sangat risih dengan tatapan ayahnya memutuskan untuk berangkat sekolah. Gakuhou sudah membiasakan Gakushuu untuk berangkat dan pulang sekolah menggunakan kendaraan umum tidak mengantar jemput Gakushuu memakai mobil agar Gakuhuu tidak menjadi anak yang manja.

.

.

Gakushuu berdesak-desakan di dalam kereta. Hal yang paling menyebalkan menurut Gakushuu. Tapi, apa boleh buat. Ini lah jalan satu-satunya agar bisa cepat sampai ke sekolah daripada harus jalan kaki "kyaaa..." Gakushuu melihat sumber suara teriakan itu. Wajah yang sunguh tak asing bagi Gakushuu. Perempuan berkepang dua dengan kacamata baru yang menghiasi matanya. Wajah polos gadis itu yang disukai Gakushuu berubah menjadi wajah kebingungan dan marah. Gakushuu mendekati gadis itu. Ternyata gadis itu sedang digoda om-om umur 50an.

"Tak apakan. Hanya megang pantat sedikit kok." Om-om itu menggoda Manami. Gakushuu tak terima dengan perilaku om-om pada Manami. Tas slempang milik Gakushu langsung dilemparkan pada om-om sialan. Gakushuu menatap dengan background lipan-lipan yang berterbangan. Akhirnya om-om sialan itu mengaku salah.

"Kau tak apa Okuda-san ?"

"Aku tak apa-apa. Terimakasih Asano-kun." Wajah Manami masih terlihat sangat cemas membuat Gakushuu mengkhawatirkannya.

Tanpa sadar dibelakang mereka kurang lebih satu meter ada si setan merah yang mendengus kesal karena telat menolong Manami dan di dahului rivalnya.

Setelah kereta sampai di tujuan, Gakushuu dan Manami keluar dari gerbong beringan menuju sekolah. Mereka berdua bercakap-cakap tentang hal yang sangat disukai Manami, yaitu Kimia. Manami terlihat begitu antusis dengan pembicaraan. Asano pun juga antusias dengan senyum Manami yang merekah saat membicarakan kimia. Sampai pada satu hal mereka berpisah jalan waktu di lorong sekolah karena kelas A dan kelas E cukup jauh walaupun masih dalam satu gedung.

Setelah Karma melihat Manami berpisah jalan dengan Gakushuu. Karma pun mengejar Manami.

"Hoi Manami-chan ?"

"Ada apa Karma-kun ?" Manami yang merasa dirinya dipangil pun menolehkan pandangan menuju sumber suara.

"Errr apa kau tak membaca pesan ku ?"

"Ahhh pesan yang tadi pagi itu ya ? aku membacanya kok.. kenapa, Karma-kun ?"

"Kalau kau membacanya, kenapa masih bersama laki-laki itu ?" Karma bertanya pada Manami dengan mencoba untuk santai, agar Manami tau bahwa emosi Karma sudah akan meledak.

"Asano-kun ya ? Tapi, tadi dia sudah membantuku."

"Ahhh baik lah baik lah..." Karma menyudahi pembicaraan tentang Asano karena lelah bicara pada Manami yang terlalu polos dan tidak menyadari bahwa dirinya dan Asano menyukainya.

Mereka berdua kaget saat memasuki ruang kelas 3E. Semua teman mereka pada sibuk membuat contekan. Mulai dari menyelipakannya di kaos kaki, di balik rok, bahkan di pakaian dalam (jangan ditiru ya x'D)

"Kamu sedang apa ?" tanya Manami pada Okajima yang sedang sibuk menulisi meja dengan pulpen tembus pandang.

"Okuda-san, apa kau tak aku sedang apa ?" Okajima menyenteri meja dengan lampu ajaib. Tapi, Manami hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Lihat lah Okuda-san. Saat aku menyinari meja ini, semua rangkuman kimia yag ku tulis dari jam lima pagi akan terlihat hoho."

"Menyontek kan tak baik, Okajima-kun." Manami menceramahi temannya ini.

"Kamu sih sudah pintar jadi bisa bicara begitu." Ucap Maehara dan Nakamura yang melakukan hal yang sama dengan Okajima.

"Sudah lah Manami-chan, biarkan saja mereka." Ucap Kayano dengan menepuk pundak Manami.

Manami pun pasrah dengan kelakuan temannya yang tak jujur itu.

.

.

Jam menunjkan pukul tiga siang, saatnya usai pulang sekolah pun tiba. Para murid bergegas merapihkan seluruh peralatan tulis kedalam tas. Karma masih setia mendudukan pantatnya di kursi sambil meneguk susu rasa strawberi favoritenya menunggu temannya bersurai biru untuk pulang bersama.

Sebuah jemari mungil menarik blazer hitam Karma. Membuat mata kuningnya mengekor pada sosok gadis berkepang dua yang disampingnya. Karma tertegun sejenak, tak menyangka yang menarik blazer nya adalah gadis yang selama ini menghantui pikirannya "Ada apa Okuda-san ?" Karma menyudahi acara minumnya dengan susu favotinya, ditatapnya bola mata keunguan gadis itu sambil meenyunginggkan senyum.

"Errr... kau pernah bilangkan. Aku harus memberitau mu saat ada pameran buku atau bazar atau apalah yang berhubungan dengan buku." Jemari Manami masih menggenggam blazer Karma.

"Iya. Terus ?"

"Emmm... Di taman kota sedang ada pemeran buku. Ja jadi apa Karma-kun mau menemaniku ?" Jemari yang tadi nya menggenggam blazer Karma pun mulai dikendurkan. Dengan menundukan kepalanya menatap lantai agar lawan bicaranya tidak mengetahui rona merah yang sudah menyerang wajahnya.

"Oh tentu saja. Tapi, kau harus mentraktirku es krim ya." Karma mengangkat dagu Manami dengan jari telunjuk. Membuat mata Manami sejajar dengan mata Karma. Manami hanya memberi anggukan dan melangkhkan kaki keluar kelas dengan Karma yang berjalan beriringan.

.

.

Kelas 3A

"Oi oi Asano-kun..." Laki-laki dengan rambu aneh yang menjabat menjadi sahabat Gakushuu menatap Gakushu aneh

"Hnnn...?" Asano hanya berbicara sepatah kata dan masih menyangga dagu dengan tangan kanan di tampat duduknya tanpa memperhatikan lawan bicaranya.

"Kau dari tadi kenapa sih. Menatap jendela terus ?"

"Aku hanya sedang bosan saja, Ren-kun" Asano memalingkan pandanganya ke lawan bicaranya yang sepertinya penasaran dengan apa yang dipandangi dirinya.

"Kau tau ?"

"Apa ?"

"Didekat taman kota ada kedai Okonomiyaki terbaru. Kata kakak perempuan ku disan enak sekali. Ayo kita kesana." Ren berbicara berapi-api dengan mengepalkan tangannya ke udara.

"Fuuhhhh ayo lah. Jika, itu bisa menghilangkan bosanku." Gakushuu akhirnya menyetujui pendapat Ren. Gakushuu yang jalannya lebih dulu dari Ren yang masih saja duduk di dalam kelas. Padahal Ren yang mengajaknya.

Taman kota dari SMA Kunugigaoka hanya berjarak 500 meter. Dengan berjalan kaki cukup mmenempuh waktu 10 menit. Tapi, kali ini hanya membutuhkan waktu 5 menit. Asano mempercepat jalan nya karena sudah risih melihat Ren yang sedari tadi menggoda cewek yang lewat dengan kurang ajarnya.

"Hoi Asano. Jalannya pelan-pelan dong.. Nikmatilah perjalan mu ini dengan menikmati daun-daun kering yang berguguran." Ren mengejar Gakushuu yang sudah terpaut jauh diantara keduanya.

"BERISIKKKKK.." Asano merasa menyesal menyetujui pendapat Ren. Merupakan kesalahan besar jika harus pergi berdua dengan Ren.

Mereka berdua sampai di taman kota dengan ngos-ngossan. Taman itu begitu ramai dengan banyak orang berkeliaran dan banyak stand yang di dirikan. Gakushuu merasa bingung. ia tidak tau bahwa disana ada pameran dan bazar buku sejak dua hari yang lalu. Semua tak sesuai tujuan. Ren dan Gakushuu bukannya berjalan menuju kedai okonomiyaki malah menuju ke kedai disampingnya dan membeli es teh karena capek akibat lari-larian menjauhi Ren. Mereka minum dengan rakusnya hanya dalam 1 menit 1 gelas besar milik Ren sudah habis.

"Mbak, es teh satu lagi." Ren membeli es teh lagi. Gakushuu merasa bersalah pada Ren yang membuat nya lari-larian dan harus kenyang karena dua gelas es teh tanpa makan okonomiyaki.

"Sekarang kita mau ngapain ?" Tanya Gakushuu sambil menyeka keringat yang mengucu di dahinya.

"Pulang, aku sudah kenyang." Jawab Ren dengan polosnya. Gakushu yang mendengar jawaban Ren langsung naik darah dan seketika langsung mengeplak kepala Ren.

"Apa-apan kau ini. Kau yang mengajakku kemari. Dan setelah sampai disini hanya minum es teh yang kubayar dengan uangku sendiri." Gakushuu mencak-mencak gak karuan. Ren mengelus-ngelus kepalanya yang baru saja dikeplak Gakushuu. Gakushu menghentikan omelannya ketika melihat Ren yang sedang dalam mode berfikir keras.

"Baiklah, kalau begitu kita duduk duduk disini saja." Ucap Ren dengan gaya seperti seorang detektif. Seketika Gakushuu langsung melayangkan tangannya ke kepala Ren untuk mengeplaknya lagi.

"Kau kenapa sih dari tadi ngeplak aku melulu. Aku ngajak pulang salah. Aku ngajak tetep disin juga salah. Apa mau mu hah ?" Sekalang malah Ren yang mulai emosi. Tidak mau kalah Gakushuu juga ikut ikutan emosi.

Perdebatan yang terjadi sekitar 7 menit berakhir sudah dengan dimenangkan oleh REN... Akhirnya, meraka berdua hanya duduk duduk saja. Ren melihat sekeliling sambil membawa es teh (gelas ke tiga) sedangkan Gakushuu hanya sibuk melipat-lipat dedaunan kering yang jatuh di dekatnya.

"Wah kalian berdua romantis sekali." Ejek pemuda bersurai merah dengan seorang gadis berkepang dua yang tiba-tiba muncul di hadapan Gakushuu dan Ren. Gakushuu mendongakan kepala setelah mendengar suara yang tak asing baginya. Gakushuu tersentak dengan apa yang dilihatnya. Sesosok setan merah dan gadis berkepang dua dengan membawa es krim.

"Apa yang kau maksud dengan romantis, Akabane-kun ?" Ren kesal dengan ejekan Karma. Memangnya Ren belok bisa romantis bareng seorang cowok.

"Buktinya kalian duduk disini berduaan. Tidak jauh dari kata romantis bukan ? kau pasti sudah belok karena selalu ditolak cewek kan ?" Karma terus mengejek Ren.

"Apa-apan kau setan merah." Ren mulai bangkit dari tempat duduknya dan mengepal-ngepal cup es teh yang baru saja dihabiskan dan melemparkannya ke dalam tempat sampah diseberang kursi taman.

"Ah apa kau yang sudah belok A-S-A-N-O-kun ?" Kali ini Karma mengejek si surai jingga.

"Karma-kun jangan mengejek seperti itu. Maaf Ren-kun, Asano-kun." Manami menunduk minta maaf atas kesalahan Karma yang disengaja.

Gakushuu tidak bisa berkata-kata karena menahan sakit hati melihat Manami dan Karma jalan berdua. Gakushuu tidak bisa berpikir jernih. Rasanya ingin sekali memukuli si setan merah itu. Tapi, diurungkan niatnya. Bisa-bisa Manami men cap Gakushuu sebagai anak yang kasar saat mencoba memukul si setan merah.

"Ayo pulang Ren, bukanya tadi kau bilang akan pulang." Gakushuu langsung melangkah pergi meninggalkan ketiga orang itu. Lanjut Ren yang mulai menyusul di belakang Gakushuu.

'Tak ku sangka aku akan bertemu dengan mu disini saat bersama Manami.' Batin Karma dalam hati. Telihat Karma tersenyum dengan penuh kemenangan.

.

.

Gakushuu tiba dirumah. Menggebrak pintu rumah dan segera lari menuju kamar. Gakuhou yang sedang membaca koran di ruang tamu melihat kejadian itu kaget 'Masa muda memang menyenangkan fufu.' Batin Gakuhou sambil menyesap kopi hitam favoritnya.

Lagi-lagi pintu kamar tak bersalah pun terhempas di dinding. Gakushuu langsung menutup dan mengunci kamarnya agar ayahnya tidak masuk seperti tadi kemarin malam.

'Jangan-jangan mereka sudah pacaran, apa mereka sudah jadian, bagaimana jika mereka sudah pacaran.' Kata-kata itu terus terngian di otak Gakushuu sejak berada di taman kota hingga berada didalam kamarnya. 'Tenang tenang. Waktu itu mereka tidak bergandengan. Pasti mereka belum pacaran. Ah bukan nya belum. Tapi, aku tak akan membiarkannya mereka berpacaran.' Gakushuu mencoba untuk menahan dirinya agar tak lepa kendali. Dibaringkan nya tubuh yang sudah letih berjalan itu. Mata nya kosong menatap langit-langit.

"Apa aku mencoba menembaknya saja ya ?" Ucap Gakushuu lirih.

.

.

Dibalik pintu kamar Gakushuu.

Gakuhou sang ayah dari Gakushuu terlihat tersenyum disaat anaknya mengucapkan kalimat itu yang menurutnya terdengar jalas 'Andaikan saja ibu mu masih ada disini. Ia pasti akan menyemangatimu. Gakushuu-kun.' Batin Gakuhou dengan mengingat betapa kesepiannya Gakushuu tanpa kehadiran seorang ibu. Tapi, apa boleh buat. Ibu Gakushu sudah menyakiti mental anaknya sewaktu masih kecil.

.

.

Kediaman Karma.

'Sepertinya aku sudah memikirkan apa yang akan kau lakukan. Asano Gakushuu. Aku akan menembak Manami besok. Dan akan membuat Manami jatuh dipelukanku.' Batin Karma dengan tertawa puas melihat foto Manami yang diam-diam ia miliki.

Bersambung~~

Chapter 4 selesai sudah ^o^/

Kayaknya dichapter ini Gakushuu OOC banget -.-

Keberadaan ibu Gakushuu sudah mulai terkuak pemirsahhhh #plakkk... mungkin di chapter mendatang akan di ceritakan tentang ibu Gakushuuuuuuuu (kalo author gak males xD wkwk)

Author sendiri masih bingung mau jodohin Manami sama Karma atau Manami sama Gakushuu (/ -.-)/ eh atau mungkin Karma sama Gakushuu aja ya kyaaa cocok bangat #plakkkk

Terimakasih sudah mau membaca :'D