Musim Semi (END)

ANSATSU KYOUSHITSU/ ASSASSINATION CLASSROOM milik Yuusei matsui bukan milik saya.

Summary : "Baiklah, ini ciuman terakhir kita sampai kau sudah ku sahkan menjadi istriku." Gakushuu semakin mendekatkan wajahnya pada Manami. Memberikan suatu kecupan hangat di bibir Manami tanpa ada amarah dan nafsu seperti insiden di musim gugur pada waktu itu. Mereka saling memandang wajah masing-masing seusai berciuman, wajah yang merah padam karena cinta.

Dan mereka pun saling memberikan pelukan perpisahan yang tidak akan pernah mereka rasakan lagi sampai kedua insan itu saling meng ikrarkan janji pernikahan.

Warning : OOC, Typo bertebaran,EYD terlupakan, Alur kecepetan.

Ini di ceritakan waktu di SMA Kunugigaoka, bukan di SMP Kunugigaoka (hoho biar mereka terlihat lebih dewasa) dan juga kelas E ada digedung utama..

.

.

Yeiiyyyy ini chapter terakhir jadi,

Selamat membaca ^o^/

.

.

Keluarga Asano yang hanya terdiri dua orang berkumpul di meja makan setiap pagi seperti biasa. Sebuah suara bergema diruang makan. Jari telunjuk kanan nya terkatuk-katuk pada meja kayu. Mata tajam berwarna indigo menatap meja dengan menundukan kepalanya, tangan kirinya masih setia memegangi gelas susu putih yang enggan untuknya diminum. Seseorang didepannya yang sedang membolak-balikan halaman koran merasa terganggu dengan suara terkatuk-katuk itu, tapi ia mengerti perasaan anak semata wayang nya.

"Yak, Gakushu-kun. Sudah waktunya berangkat sekolah. Mau sampai kapan kau mengkatuk-katukan jari telunjuk mu itu." Orang itu mulai menutup Koran yang telah habis dibacanya.

"Baik. Aku berangkat." Suara gemaan berubah menjadi suara napas yang berat. Kaki jenjangnya dilangkah kan menuju sekolah dan takdirnya.

"Semoga berhasil Gakushu-ku." Ucap ayahnya lirih sampai Gakushu tidak mendengarnya.

'Yaaaa... Aku harus menembaknya Manami dulu. Sebelum si setan merah itu mendahului ku.' 'Ahhhh tapi, bagaimana jika aku ditolak ?' 'Tapi kalau tidak dicoba kan tidak tau.' 'Aku bahkan jarang bicara dengannya.' 'Sialan, tau begini aku memberanikan bicara dengannya dari dulu.' Gakushu menyemangati diri sendiri di jalan menuju sekolah.

Gakushuu melihat Manami yang tak sengaja melewatinya "Hoi Okuda-san," Manami hanya menoleh sesaat setelah mengetahui bahwa yang memanggilnya adalah Gakushuu. Manami langsung cepat-cepat lari dari tempat itu, membuat Gakushu kebingungan akan sifat Manami.

.

.

Berkali-kali Gakushu mencoba memanggil Manami. Saat di kantin, saat di lobi, saat di perpustakaan. Entah karena pendengaran Manami yang tiba-tiba rusak atau mencoba menghindar dari Gakushu Asano. Gakushu mencoba menepis pemikiran negatif tentang Manami.

"Kau suka dengan gadis itu kan ?" Ren tiba-tiba menepuk punggung Gakushu, Membuat Gakushu kaget dengan wajah yang cukup merona karena mendengar pertanyaan Ren yang blak-blakan. "Hahaha ngaku saja Asano-kun. Dari tadi kau memanggil gadis itu. Tapi, dia tidak menyahut kan ? ternyata kau masih punya hati untuk jatuh cinta ya haha." Pernyataan Ren seketika membuat Gakushuu naik darah. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Gakushu pergi meninggalkan Ren sendirian dalam kelas yang sudah kosong karena sudah waktunya pulang.

Lorong sekolah sepi membuat Gakushu mempercepat langkah kakinya. Ditatapnya seorang gadis berkepang dua yang berjalan sendirian dengan berfokus pada buku yang dibaca. Gakushuu memperlambat langkah kaki nya untuk menuju ke gadis itu, ia menarik lumayan keras tangan gadis itu sehingga membuat buku yang tadinya masih fokus di bacanya pun jatuh di lantai. Manami membulatkan mata saat melihat sosok didepannya adalah Asano Gakushuu. Ia mencoba melepaskan tangan gakushu yang menarik tangan kanannya. Tapi, hasilnya nihil, gakushuu malah makin menambah cengkraman nya membuat Manami merintih kesakitan. Sekarang tubuh Manami sudah terhimpit antara tubuh kekar Gakushuu dan dinding. Tangan kanan Gakushu menekan telapak tangan kiri Manami sedangkan tangan kiri Gakushuu bersender pada tembok membuat Manami tidak bisa berkutik sama sekali. kaki Gakushu menahan Kaki Manami yang rencananya akan menendang Gakushu.

"Appaaaa ?" Tanya Manami ketakutan pada Gakushu. Manami masih saja mencoba melepaskan tangan nya dari cengkraman Gakushuu. Lagi-lagi Gakushuu makin mengeratkankan cengkramannya membuat bekas merah di tangan kiri Manami.

"Kenapa ? Kenapa kau menjauhi ku ? Kenapa ?" Gakushuu malah balik bertanya pada Manami. Wajah Gakushuu masih saja datar bagaikan boneka yang sudah rusak. Emosi sudah melahap hatinya, nafsu merajai tubuhnya.

"Maaf. Aku sudah berjanji dengan Karma-kun untuk menjauhi mu." Jawab Manami menunduk enggan menatap wajah Gakushuu. Sontak emosi Gakushuu semakin meluap setelah mendengar jawaban Manami yang begitu tabu di telingannya.

Gakushuu sudah tidak bisa menahan lagi emosinya. Ia memperpendek jarak antara ia dengan Manami. Wajah meerka hanya berjarak 5 cm. Gakushuu menempelkan bibirnya pada bibir merah muda Manami. Manami kaget dengan kejadian yang tak terduga ini. Manami mencoba merobohkan tubuh Gakushuu. Tapi hasilnya Manami yang semakin terdesak.

"Kau tau Okuda-san ? aku mencintai mu. Sungguh mencintai mu." Gakushuu menambah tekanan pada ciumannya. Ciuman yang penuh dengan amarah dan nafsu. Kacamata yang menjadi penghalang antara mereka pun langsung dilempar Gakushuu ke sembarang tempat dan memperlihatkan mata sayu Manami yang semakin menggoda Gakushuu

"Tapi sepertinya kau lebih memilih Akabane Karma." Gakushuu kembali menciumi bibir Manami yang tak berdosa itu. Manami tak menyangka Gakushuu yang menjadi murid nomor satu di sekolah dan terkenal dengan sisi positifnya bisa melakukan hal sekeji ini dengan merebut ciuman pertama Manami. Manami mencoba mengigit bibir Gakushuu. Tapi, malah membuat Gakushuu semakin merajalela. Lidah Gakushuu mulai bermain di mulut Manami membuat Manami mengerang hebat. Manami semakin takut saat tangan kiri Gakushuu mulai membelai leher putihnya. Air mata mulai mengucur deras di pipi Manami. Gakushuu yang hatinya sudah dipenuhi oleh nafsu tidak menyadari dengan tetesan air mata yang juga mengenai wajah Gakushuu. Tangan kanan Gakushu yang tadinya mencengkeram tangan Manami akhirnya dilepas untuk menekan tengkuk Manami agar ciuman menjadi lebih dalam. Tapi, itu malah menjadi kesempatan emas bagi Manami. Sekarang tangan Manami bebas, tidak ada penghalang tangan Gakushuu

"PLAAAKKKK..." Tamparan yang cukup keras menghantap pipi kiri Gakushuu. Membuat aktivitas Gakushuu menjadi berhenti. Tamparan Manami bagaikan alarm yang membangunkan Gakuhuu dari mimpi buruknya.

"Manami, kenapa kau menangis ?" Tangan Gakushuu menyeka air mata yang keluar dari mata Manami. Gakushuu menatap Manami yang sangat berantakan. Rambut acak-acakan, mata sayu dengan air mata menggenang di pelupuk mata nya, bibir merah merekah dengan saliva yang berceceran di sekitarnya, dan juga kancing atas seragam Manami sudah lepas.

Tiba-tiba sebuah tangan besar menarik tangan Gakushuu. Tidak lain itu tangan Karma. Karma mencoba mematahkan pergelangan tangan Gakushu yang tadinya menyeka air mata Manami. Tapi, Gakushuu berhasil mengelak dari cengkraman Karma "Kau Hampir saja memperkosanya. Bodoh." Karma menarik kerah baju Gakushu "Hah ?" Hanya itu yang terucap dari mulut Gakushuu.

"Apa kau tidak lihat dia terlihat begitu ketakutan. Andai saja aku datang lebih cepat kemari." Karma meneriaki Gakushuu yang pikirannya masih melayang kemana-mana. Gakushuu menatap Manami yang sedang syock berat dengan tatapan kosong yang beruraian air mata. Gakushuu mulai menyerawang memorinya yang hilang sesaat. Dan, akhirnya dia baru saja mengetahui bahwa dia baru saja hampir memperkosa gadis yang sangat di cintainya. Dengan perasaan yang campur aduk Manami meninggalkan tempat itu dengan tangan menutupi seragamnya yang kancig atasnya hilang entah kemana.

"OKUDA-SAN..." Gakushu mencoba mengejar Manami. Usahnya digagalkan oleh Karma. Karma masih setia mencengkeram kerah seragam Gakushuu. Satu pukulan sangat keras menghantam kepala Gakushuu. Gakushuu hanya menerimanya mentah-mentah.

"Kau tau. Manami-chan tadi pagi menolak ku. Dia lebih memilih mu dari pada aku. Dia hanya menganggap ku sahabatnya. Tapi, kau malah menyakitinya dengan hal yang sangat memalukan. Sialan kau." Karma yang tadinya mencengkeram kerah baju Gakushuu langsung membanting Gakushuu ke lantai.

"Hah dia menolakmu ?" Gakushuu bertanya-tanya pada Karma yang berjongkok di depannya.

"Ya, dia menolakku. Dan aku meminta padanya untuk tidak bermesraan dengan mu pada saat didepanku. Kupikir kau bisa membahagiakannya. Tapi, kau malah merusaknya." Gakushuu melihat sakit hati yang dirasakan Karma.

"Sekarang apa yang harus kulakukan ?" Tanya Gakushu pada Karma.

"Pikir saja sendiri, bodoh." Karma meninggalkan Gakushuu yang masih saja tersungkur di lantai.

"Oh iya. Manami-chan sudah menyukai mu sejak SMP." Perkataan Karma membuat Gakushuu membelalakan mata. Tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari setan merah itu.

Kini Asano Gakushuu menyesali sendiri dengan perbuatannya yang tanpa pikir panjang, ian mengutuk dirinya sendiri. Andai waktu bisa diputar.

.

.

7 bulan kemudian

Disaat bunga sakura mulai bermekaran, mengubah jalan menjadi warna pink. SMA Kunugigaoka sedang mengadakan upacara kelulusan. Perasaan sedih dan senang menyelimuti para murid.

Manami mulai menjauhi Gakushuu sejak insiden itu. Gakushuu yang berkali-kali meminta maaf pun tak dihiiraukan sama sekali. tapi, untuk saat ini Gakushuu akan mengembangkan bunga cinta yang sudah ia layu kan semenjak musim gugur itu.

Halaman sekolah nampak begitu sepi karena para murid sudah pulang kerumahnya dengan perasaan banga karana sudah lulus walau pun meninggalkan teman yang sudah menamaninya selama ini. Tidak dengan seorang gadis berkepang dua yang masih berdiri memandangi bunga sakura yang bermekan di musim semi ini, Manami terlihat cantik dengan hiasan pita sakura yang menghiasi kedua kepangnya. Sekarang, Gakushuu hanya menatap punggung Manami-chan. "Okuda-san, kudangar kau akan melanjutkan kuliah di luar kota ?"

Manami memutar tubuhnya 180 derajad. Mereka saling berhadapan "Iya." Akhirnya jawaban terlotar dari mulut Manami yang selamba tujuh bulan ini terus bungkam.

"Maaf kan aku atas insiden itu. Pada waktu itu aku tidak bisa menggontrol diriku karena aku terlalu mencintai mu."

"Sudah kumaafkan dari dulu, Asano-kun." Ujar Manami membuat Gakushuu bertanya-tanya, jika ia sudah dimaafkan dari dulu kenapa ia selalu bungkam saat ditanya.

"Apa kau masih mencintai ku ?"

"Aku selalu berpikiran untuk melupakan mu. Tapi ternyata itu tak bisa." Gakushuu kaget bercampur senang dengan pengucapan Manami.

"Syukurlah, aku juga mencintai mu. Aku berjanji tak akan menciumu sampai aku berhasil mengikat janji suci kita di jari manis kirimu." Wajah Gakushuu terlihat sangat bahagia, senyuman lebar menghiasi wajah tampan Gakushuu. Kaki jenjangnya melangkah menuju sang gadis pujaannya.

"Bukannya aku benci dengan ciuman mu. Tapi, aku tak suka dengan ciuman mu yang penuh emosi dan nafsu itu. Yang kutunggu adalah ciuman dengan tuls tanpa adanya emosi dan nafsu sedikit pun." Ujar Manami mulai mendekati Gakushuu yang juga mendekatinya.

"Baiklah, ini ciuman terakhir kita sampai kau sudah ku sahkan menjadi istriku." Gakushuu semakin mendekatkan wajahnya pada Manami. Memberikan suatu kecupan hangat di bibir Manami tanpa ada amarah dan nafsu seperti insiden di musim gugur pada waktu itu. Mereka saling memandang wajah masing-masing seusai berciuman, wajah yang merah padam karena cinta.

Dan mereka pun saling memberikan pelukan perpisahan yang tidak akan pernah mereka rasakan lagi sampai kedua insan itu saling meng ikrarkan janji pernikahan.

.

.

"Asal kau bahagia aku juga bahagia, Manami-chan. Semoga kau bahagia dengan Asano Gakushuu." Dibalik pohon sakura yang sedang berguguran sesosok surai merah mengamati kedua insan yang saling berpelukan dengan dihiasin bunga sakura yang berguguran.

.

.

.

END~~

WAAAAA MAAF YA ENDING NYA GAJE BANGET...

Karena besok udah masuk sekolah. Jadi, author pengin segera nyelesaiin fict ini walaupun akhirnya sangat gaje sekali (/-.-)/ dan entah kenapa tiba-tiba jadi tujuh bulan kemudian -_-)a

Hiks hiks maaf gak bisa terlalu mendetailkan adegan ciuman Gakushuu & Manami (T_T)/ Author nya gak kuat nulisnya waaaaa...

Maaf yang mengharapkan KaruNami... author lebih suka Manami sama Gakushuu. Biar Karma sama author aja #plaakkkk xD

Mungkin ini fict yang author tulis terakhir di taun ini, author mau fokus ujian di kelas 3 SMA ini (curhat #abaikan x'D)

Terimakasih yang sudah ngikutin fict ini (TTwTT) dan makasih juga atas review nya...