Chapter 3: Cerita Sehun
" TRAVELERS' TALE"
Cast: Oh Sehun, Do Kyungsoo, Byun Baekhyun, Park Chanyeol
Genre: Adventure/Romance
Length: Chaptered
Rating: T
.
.
Terima kasih untuk kalian yang sudah baca ff pertamaku ini hehe, deep bow banget buat kalian yang udah kasih review dan sarannya untuk ff ini.
semoga gak bosen bosen buat baca ffnya dan kasih reviewnya lagi ya.
enjoy the chapter gaes
PS: don't call me author ya, agak aneh dengernya. saya 93'line, jadi bisa panggil unnie
atau apapun yah, asal jangan thor-thor hehe makasih :))
Enjoy the fanfic...
Cerita Sehun...
On the move...
INILAH aku, pekerja kecil dalam perusahaan besar yang selalu mengejar jadwal pesawat.
Namaku Oh Sehun, tapi aku biasa dipanggil si tampan haha. Well okay, Sehun. Ketiga temanku menjulukiku sebagai Ensiklopedi Sejarah Berjalan. Aku baru saja keluar dari Safmarine Tower di tengah Cape town untuk mengejar penerbangan ke Nairobi. Aku bekerja sebagai asisten regional marketing manager (yang diartikan secara bebas sebagai: pelayan bergaji rendah yang harus rela disuruh apa saja) pada sebuah perusahaan jasa kirim surat di cabang Cape Town, Afrika Selatan. Ini adalah pekerjaan impianku..., setidaknya awalnya. Pekerjaan yang mengharuskanku untuk jalan-jalan ke banyak negara. Sayangnya atasan ku membawahi area Afrika Barat , yang mana hampir semua negara sedang
1. perang dengan satu sama lain atau,
2. perang saudara atau,
3. sedang terkena embargo dari PBB atau,
4. paket combo ketiganya.
Secara natural, atasanku yang berkewarganegaraan Jerman, berambut pirang, dan bermata biru merasa bagaimana ya..., kurang aman saja inspeksi kerja ke tempat-tempat dimana airport-nya setiap saat dapat ditutup atas perintah junta militer yang bersangkutan.
Dan singkat cerita, aku yang selalu diutus. Perjalanan karirku juga tidak langsung kesini. Aku baru satu tahun bekerja di sini setelah sebelumnya empat tahun bekerja di kantor cabang di Korea. Suatu hari, tertekan patah hati, desakan tabungan, dan ego bahwa ketiga sahabatku sudah bekerja di luar negri, aku memberanikan diri melamar ke lowongan internal ini. Dan bersyukur diterima.
Anyways, singkat cerita aku harus pergi ke Cote d'Ivoire dan Kenya untuk mengecek performa sales setempat, semacam sales audit begitu mungkin.
...
...
...
...
Pertama kali...
Aku selalu membunuh waktu didalam pesawat dengan membuka dompet dan melihat foto seseorang bernama Do Kyungsoo. Matanya, senyumnya, dan segala hal tentangnya. Kita bersahabat sejak sekolah dasar bersama dua orang sahabatku lagi, Chanyeol dan Baekhyun. Tapi tidak sampai SMA ketika aku mulai mencintai Kyungsoo. Banyak orang bilang, lama bersahabat dengan lawan jenis akan membuat kita hilang rasa. Itu tidak terjadi pada perasaanku terhadap Kyungsoo.
Rasa itu berawal dari suatu hari ketika Kyungsoo membedah seekor katak. Yes, i know..., agak sedikit memprihatinkan juga bahwa ternyata lahirnya rasa suka ku terhadap Kyungsoo mengorbankan jiwa seekor katak.
...
...
Flashback on...
Pelajaran Biologi di kelas 1 SMA membutuhkan kita untuk berpasangan dalam praktikum organ tubuh. Secara natural aku pasti langsung memilih Kyungsoo, dan secara natural juga dia menggerutu.
"Paling hanya aku yang bekerja dan manusia ini akan duduk-duduk sambil meminum bubble tea di kantin!" tudingnya padaku dengan pisau bedah dan bibir yang mengerucut. Rasa itu tumbuh begitu saja. Senyumnya lebih manis dan bibirnya yang sedang dipoutkan itu lebih mengundang tawa.
"oke... kita mulai sekarang," ujarnya dengan bibir maju sambil berkonsentrasi. Pisau bedah itu segera turun..., 1 cm di atas katak.
"teruskan, kyungie-ya."
"Berisik! Oke, aku akan bedah katak ini," ujarnya, kembali mengayunkan jari...dan berhenti kembali.
"krik-krik..." aku berusaha mengodanya.
"sepertinya kataknya masih hidup Hunaa." Matanya melotot bingung.
"ya, obat bius kan tidak semuanya membuat pingsan Kyung. Kemarin saja saat aku mencoba untuk melakukan operasi lokal di pan..."
"CUKUP! Aku mengerti," tukasnya. Dia pun mulai untuk mengiris katak itu lagi
~HOP~
"AARRGGHH!"
Katak itu melompat tinggi, dan hinggap di dada Kyungsoo (damn lucky frog). Ternyata obat bius yang aku berikan pada katak itu tidak cukup. Dan paku nya pun terlepas karena memang aku tidak sengaja memasangnya dengan basa-basi style. Aku juga panik melihat kejadian itu dan mencoba untuk menenangkan Kyungsoo yang masih histeris.
Hari itu aku menjadi Superhero untuk Kyungsoo. Karena sepanjang lanjutan praktikum bedah, dengan katak hasil pinjaman dari kelompok lain, Kyungsoo selalu memelukku dari belakang, sesuatu yang selalu dia lakukan dari kecil, sambil menggigit pundakku dengan muka komiknya. Hembusan nafas dan mata bulatnya membuatnya menjadi lebih lucu.
"ayo cepat potong, Hunaa. Yang itu, Sehun. Bukan! Yang itu! Kau ini bodoh sekali sih!"
"apa mau kau saja yang Bedah"
"Tidak." Ujarnya, suaranya terdengar seperti anak kecil.
Sesekali aku menatapnya lewat pundak, lebih cantik dari biasanya. Padahal semua juga tahu seseorang tidak mungkin berganti sedrastis itu. Dan sejak saat itu aku mencintai Kyungsoo.
Sayangnya cinta itu tidak pernah tersampaikan untuk alasan menyedihkan. Kyungsoo mencintai orang lain.
...
...
Flashback off...
The lies we live in...
KE-203 touch down di Nairobi ketika fajar. Aku dan ke 83 penumpang lain turun dari pesawat.
Segera setelah melewati passport control, aku pergi kekantor dan bekerja. Tapi selama kerja, selalu saja ada yang mengganggu. You see, setelah 20 Tahun bersahabat dengan Kyungsoo, Baekhyun, dan Chanyeol, kemarin Chanyeol akhirnya mengirim e-mail dan mengabarkan bahwa dia akan menikah dengan wanita Spanyol. Aku sedikit prihatin dengan kabar ini, karena Chanyeol, sahabatku sendiri, adalah orang yang dicintai Kyungsoo.
Sebelum aku sempat menyatakan cinta pada Kyungsoo, suatu hari Kyungsoo datang mengguncang semuanya.
...
...
...
Flashback on...
Di pelajaran Fisikia. Kyungsoo yang biasanya lebih tentram duduk dengan Hantu menyeramkan dibandingkan duduk denganku, mengajakku untuk duduk bersama hari itu.
Tentu saja aku menyambut peristiwa langka ini dengan tenang dan berjanji akan mentraktir Chanyeol dan Baekhyun untuk minum Bubble Tea sampai puas.
Aku menahan diri untuk tidak berteriak. Katanya, ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.
"ssstt, Hunaa. Aku ingin bicara."
"Kau ini seperti pencuri saja, kenapa harus bisik-bisik seperti ini hah?"
"Kau ini tega sekali bicara seperti itu padaku,"
"Baiklah kyung, aku juga ingin bicara denganmu." Hari itu aku sudah siap mental untuk mengajak Kyungsoo berkencan. Sebenarnya, aku menunggu saat istirahat tapi kenyataan bahwa dia sampai ingin bertukar tempat duduk adalah kesempatan yang sangat langka.
"aku...aku..."
"..."
"Aku menyukai Chanyeol."
" Aku juga menyukai.. WHAT?"
Setelah akhirnya aku sukses diusir dari dalam kelas oleh Choi Songsaenim, di saat istirahat Kyungsoo semakin menjadi-jadi.
"Aku ingin mengatakannya pada Chanyeol, Hunaa." Ujarnya bersemangat. "Kira-kira kapan menurutmu waktu yang cepat?"
Tunggu sampai aku melompat dari atap sekolah ini dulu Kyungsoo-ya
"Kenapa kau menceritakan ini semua padaku Kyung?"
"Karena kau satu-satunya yang bisa ku percaya, Hunaa?"
Shit. Ternyata dia hanya menganggapku sahabat.
"Entahlah. Terserah kau saja. Aku mau pulang dulu."
"Yak, Sehunaa kau mau kemana?"
Ingin mengumpulkan kepingan hatiku yang hancur Kyung.. ucapku dalam hati.
"Ingin pergi saja."
" Kau sakit?" kalau begitu jangan mendekat! Aku tidak mau tertular olehmu!"
Jika yang sakit Chanyeol, maka reaksimu pasti akan berbeda kan?.
...
...
...
Flashback off...
Sejak itu, aku sengaja tidak pernah mengatakan apapun. Aku hanya menunggu cinta Kyungsoo pada Chanyeol pudar. Mungkin kalian berpikir, kenapa aku tidak cuek saja dan merebut Cinta Kyungsoo. Jawabannya mudah. Mata Kyungsoo tidak berbinar melihatku sebagaimana mata bulatnya berbinar setiap kali bercerita tentang Chanyeol. Dan aku takut jika Kyungsoo menolakku, dia akan menjauh. Lebih baik menelan pahit dan bersahabat dengannya karena jika dia menjauh, itu lebih menyakitkan. Jadilah sekarang, aku hidup dengan membohongi diriku sendiri. The lies we live in.
Kenyataan bahwa Chanyeol akan menikah, itu juga cerita yang panjang.
Yang jelas, aku tidak akan pergi ke Barcelona. Fakir miskin sepertiku? Huuh mana mungkin.
...
...
...
Nairobi...
Setelah dua hari di Kenya, aku pergi jalan-jalan ke pasar utama Nairobi. Kenya adalah negara yang cukup unik dalam sejarah. Penduduk asli mereka, suku Bantu, bermigrasi dari daerah Nigeria ribuan tahun lalu. Sehari-harinya, mereka berbicara dengan bahasa Swahili yang bercampur dengan bahasa Arab. Anyways, di sekitar Abad 1 AD, suku Bantu mulai mengadakan kontak peradaban dengan bangsa Arab,bangsa Persia, dan Asia minor. Itu sebabnya bahasa Swahili yang kita dengar sekarang bercampur dengan Bahasa Arab.
Aku berada di dalam pasar cinderamata Nairobi membeli sesuatu yang spesial untuk Kyungsoo. Kali ini aku belikan apa ya?. Waktu aku berada di Dar-es Salaam (Tanzania),aku membelikannya kalung berwarna coklat – yang secoklat matanya. Waktu aku di Bamako (Mali), aku membelikannya kain katun Mali putih—seputih kulitnya. Waktu aku di Accra(Ghana), aku membelikannya lilin beraroma Jasmine—seperti aroma tubuhnya. Dari kecil kita sering berolah raga bersama dan masih menjadi sebuah misteri bagaimana dia tetap wangi meski tubuhnya bermandi keringat.
Di Nairobi, orang yang berwajah Asia, berkulit putih, dan berjalan di pasar cinderamata dalam Kota Nairobi itu seperti apa ya? Hmm, biar aku cari kata-kata yang tepat. Oh, mungkin seperti ini: " seperti minta dirampok!" langsung banyak sekali orang yang datang padaku dan menawarkan barang-barangnya.
"Viagra?! Viagra?!" Tentu saja langsung aku tolak. Aku saja belum menikah. Seorang pria muda mendatangiku dengan agresif dan menyodorkanku seikat barang. Sepertinya kesabaranku sudah mulai hilang.
Dengan cengiran bodohnya, dia menyodorkanku seikat barang.
"Rhino horn, My friend!?" dengan cengiran bodohnya.
Mwo? Cula Badak? Boleh juga untuk hadiah Kyungsoo.
"Ini untuk apa?" tanya ku.
"for sex!" dia menjawab dengan semangat yang tinggi, dan memberiku harga 3 kali lipat dari harga pasar.
"Horn? For sex? Aku harus memakannya atau memakainya?" aku mulai panik atas desakannya. Dia terus saja menawarkan Cula Badak ilegal itu sampai pada akhirnya aku berdiplomasi dengan cara menunjuk ke udara dan berteriak, " LOOK! FLYING COW!"
Pedagang itu melihat keatas, mungkin dia bersemangat untuk prospek bisnis sapi terbang ilegal. Aku pun mengambil kesempatan itu untuk berlari secepat mungkin. Oh, by the way, ternyata trik tua seperti itu masih bekerja dalam berbagai bahasa. Tuhaaan toloonggg aku butuh perlindungan... sampai akhirnya aku menemukan sebuah kamar kecil dan masuk kedalam.
Akhirnyaaa...
" Bisa kubantu nak?"
" OMO!" Ya tuhan aku kaget setengah mati. Ternyata ada seseorang dibelakangku.
Dia duduk di sebuah kursi dan meja. " kau jangan mengejutkanku seperti itu." Aku berkata sambil mengatur detak jantungku, sambil tertawa kecil.
"Kau yang datang menghampiriku nak," tuturnya dengan halus. Janggut putihnya bergerak pelan. Dari raut wajahnya, dia terlihat tua dan bijaksana. "Duduk nak, aku akan meramal masa depanmu."
"Mwo? Kau..., oh.." aku baru tersadar bahwa aku baru saja masuk ke kios fortune teller. Fortune Teller orang Swahili. Oh why not. Biarlah hari ini bertambah aneh apa adanya. Mungkin saat keluar dari sini aku akan menemukan seekor bebek berbulu emas sedang berjalan kayang. Aku duduk dan langsung menyodorkan tanganku.
" itu bukan caraku meramalmu nak." Lelaki tua itu terkekeh dan mengambil mangkuk kecil kemudian " Take them. Throw onto the table you will."
"Yes, Master Yoda."
"Who?"
"Nothing."
" What is your name, Child?"
" Sehun. My name's Sehun." Aku merogoh kantung celanaku dan melempar apa yang dia minta. Mwo? Aku baru sadar kalau aku baru saja melempar tulang ayam, batu biru yang aku sinyalir sekilas tampak seperti Elvis, akar kering, dan sesuatu yang misterius, yang kurasa biarlah tetap menjadi misteri daripada aku sadar dan akhirnya menjerit.
" Oke..., Sehun. Mari kita lihat...," dia mulai melihat hasil lemparanku. He's creeping me out.
" Kau sangat beruntung, you are..., Sehun..."
Dari situ saja dia sudah salah. Gayung tidak pernah bersambut dengan Kyungsoo. Seriously, kenyataannya gayungku memang pernah dipinjam Kyungsoo dan belum dikembalikan sampai sekarang.
" Kau akan mendapatkannya..."
"Benarkah?" jawabku dengan penuh semangat.
" Cintamu nak, of your life."
"..."
Ucapan peramal itu masih saja bergulir di otakku saat aku meningalkan ruangan kecil itu. Aku tidak percaya peramal.
Fortune Teller? Blah.
Masa depan adalah sesuatu yang harus kita dapatkan.
Keberuntungan adalah sesuatu yang harus kita cari.
Dan Kyungsoo..., adalah seseorang yang tidak akan pernah bisa aku dapatkan.
Yahoo Messenger
Sehun : Hey youu..., sedang bekerja?
Kyungsoo : iya, tapi sudah hampir selesai. Pukul berapa di Cape Town?
Pukul 12 siang kan? Lunch break?
Sehun : Nairobi. Pukul 1 siang. Nairobi-Hoi An hanya selisih 4 jam.
Kyungsoo : Kau selalu penuh dengan hal-hal yang tidak perlu aku tau, Hunaa.
Sehun : Hehehe...
Kyungsoo : Surfing porn?
Sehun : How dare you!..., iya hihi. ANYWAY... kau sudah baca e-mail dari Chanyeol? Sungguh aku terkejut membacanya. Tapi aku turut berbahagia untuknya.
Kyungsoo : Aku tidak.
Sehun : Iya, aku tahu. Kau datang?
Kyungsoo : Kau sendiri?
Sehun : Aku sudah cek harga tiketnya. Dan terlalu mahal, tidak masuk Budget ku.
Kyungsoo : Tidak kok, itu cukup murah hehe :P
Sehun : Grrr! Kau datang?
Kyungsoo : Iya, aku datang.
CRAP!
Sehun : Kau serius ?
Kyungsoo : Iya. Aku sudah menarik seluruh tabunganku untuk membeli tiket.
Sehun : Kau gila ya,,,? Kau kan takut terbang Kyungsoo-ya?
Kyungsoo : aku harus berani Sehunaa. Aku harus berani kesana menghadapinya.
Sehun : untuk memberinya ucapan selamat?
Kyungsoo : Aku tidak datang kesana untuk memberinya ucapan selamat Hunaa.
Sehun : ?
Kyungsoo : Aku kesana untuk menghentikannya. Sudah ya bos ku datang. Annyeong...
Sehun : Kyungsoo-yaa... Tunggu!
TBC
See you next chapter guys. tetap tinggalkan reviewnya ya
supaya bisa semangat nulisnya, dan buat penyemangat juga
Thankyou so much guys .. love love...
