Can't Say

Soonyoung II Seokmin II Soonseok II Rated T II Chaptered II This is gonna be sad II Boys X Boys II Yaoi II OOC II sorry for typo II Mind to Review?

Disclaimer :

Cast punya tuhan YME,orang tua dan agensinya. Ff ini murni dari pikiran author,dilarang mengcopas plot ff ini.

Don't Be Plagiariz'm

A story by : Sol-ie

Summary :

Kehidupan soonyoung tadinya sangat tentram dan baik-baik saja sebelum bertemu dengan namja yg bernama seokmin. Namja yg selalu menghantui mimpinya setiap malam sambil menyebut nama 'youngie'. Disaat itu juga,dia menemukan adik mungilnya,jihoon yg dari tujuh tahun lalu menghilang dari hidupnya.

Enjoy!

Happy reading~

*00o00*

Ceklek

Prang

Gelas di genggamannya jatuh begitu saja saat melihat siapa tamu yg datang di pagi buta ke aartementnya. Dia seseorang yg baru saja pulang dari apartemrntnya. Dia Lee Seokmin datang dengan wajah dan penampilan yg tidak bisa dikatakan baik ditambah bau alcohol yg menguar dari dalam tubuhnya.

"S-seokmin.."

Chapter 3

"S-seokmin.."

Brukk

Tubuh seokmin jatuh ke dalam pelukan soonyoung. Soonyoung menautkan alisnya. Apa yg terjadi pada seokmin? Bukankah dia baik-baik saja saat pulang dari rumahku? Dan apa ini? Bau alkohol?. Pikir soonyoung.

Soonyoung memapah tubuh seokmin menuju kamarnya lalu menghempaskannya ke atas tempat tidur . Soonyoung bersumpah tubuh seokmin itu berat dan dia paling benci mencium bau alkohol.

"Hik, Youngie.. Hik, jangan tinggalkan aku.." Racau seokmin.

Sekali lagi soonyoung merasa bahwa dirinya sudah gila karna terus menerua memikirkab panggilan seokmin padanya. Bisakah namja berhidung mancung itu tak memanghilnya dengan panggilan 'Youngie'? Jujur, itu membuat soonyoung merasa sedikit kesal karna panggilan itu hanya milik sahabat kecilnya dokyeom.

Seokmin masih meracau tidak jelas membuat soonyoung tidak tega melihatnya. Dia mendekati seokmin dan mengelus-elus rambut seokmin lembut.

'Halus sekali,mirip dengan Dokyeom'

Soonyoung lagi-lagi menggelengkan kepalanya. Apa yg terjadi padanya? Seokmin mirip dengan dokyeom? Itu mustahil . Soonyoung memilih untuk mengabaikan pemikiran liarnya dan pergi ke dapur,membawakan air hangat dan menyiapkan piyama tidur untuknya. Hah, makin bertambah saja pekerjaan soonyoung.

Soonyoung hendak berdiri namun pergelangan tangannya ditahan oleh jemari seokmin. Dia berbalik dan menemukan seokmin tersenyum dalam keadaan mabuknya.

"Hik, jangan hik, tinggalkan aku soonyoung.." Seokmin masih meracau sembari menarik-narik ujung piyama bergaris soonyoung.

Soonyoung menurut,membiarkan kepala seokmin bersandar di bahunya dan merasakan hembusan nafas seokmin menerpa kulitnya. Soonyoung tidak mengerti,kenapa dia merasa nyaman dengan kehadiran seokmin disini? Dan kenapa hatinya menghangat saat namja itu memintanya untuk tetap berada disisinya?

Soonyoung kembali mengulas senyumnya. Entah kenapa hatinya menghangat dan jantungnya berdegup kencang saat merasakan hembusan nafas seokmin di lehernya. Namja itu sudah tidur,pasti dia kelelahan. Soonyoung tidak ingin berasumsi yg tidak-tidak tentang seokmin,tetapi dia yakin bahwa namja tegap itu sedang dirundung masalah hingga dia memilih untuk minum alcohol sampai mabuk seperti ini.

Soonyoung mengelus-elus rambut seokmin lalu memindahkan kepalanya ke atas bantal. Dia menatap lekat-lekat wajah itu.

Kesan pertama saat soonyoung bertemu seokmin adalah tampan. Seokmin itu tampan dimata soonyoung,sangat malah dan ketampanan seokmin berhasil membuat jantung soonyoung berpacu lebih cepat dari biasanya. Apalagi saat iris coklat seokmin bertabrakan dengan iris hitamnya, membuat soonyoung merona parah.

Soonyoung berdiri lalu meraih sebuah bantal dan selimut di dalam lemari. Dia memlih untuk tidur di sofa saja. Soonyoung berjalan menuju ruang tamu lalu menata bantal dan selimut senyaman mungkin untuknya. Setelahnya dia menidurkan tubuhnya dan memejamkan matanya hingga dia terlelap.

*00o00*

Soonyoung apartement seoul,south korea

06 : 59

Pagi menjelang,matahari menunjukkan semburat kejinggaannya yg indah. Awan berarak di atas langit yg biru,membuat pemandangan menakjubkan terukir. Cahaya matahari menembus gorden putih tipis sebuah kamar dimana seorang namja sedang tertidur lelap.

Namja itu, seokmin terbangun karna cahaya matahari tanpa permisi masuk ke dalam retina matanya. Perlahan dia membuka matanya dan mengerjap pelan. Namja berdenyum cerah itu menatap sekelilingnya sambil mengerjap.

"Dimana aku?" Seokmin bergumam,menatap lekat-lekat seluruh penjuru kamar ini. Aneh,ini bukanlah kamarnya. Kamarnya didominasi oleh warna putih keemasan sedangkan kamar ini didominasi oleh warna biru dan putih.

Tunggu, dia bukan dikamarnya sekarang! Seokmin mengingat-ingat apa yg terjadi tadi malam. Dia pulang ke rumahnya lalu bertengkar dengan ayahnya dan karna dia frustasi jadi dia pergi ke klub untuk menenangkan diri. Lalu setelahnya dia mabuk dan pergi ke rumah soonyoung. Tunggu. Soonyoung?

Seokmin berlari keluar kamar dengan panik. Tunggu,soonyoung? Jadi tadi malam dia datang ke rumah soonyoung dalam keadaan mabuk? Oh,astaga apa yg dirinya lakukan?

Seokmin sampai di ruang tamu apartement soonyoung yg terlihat lengang dan sepi. Aneh,dimana soonyoung? Dia melirik jam dinding yg menempel di dinding. Jam sudah menunjukkan pukul 07 : 00,mungkin soonyoung sudah berangkat kuliah. Begitu pikirnya.

Seokmin kini melangkah menuju dapur apartement soonyoung. Saat dia hendak membuka kulkas,secarik kertas menarik perhatiannya. Secarik kertas yg ternyata adalah post it yg ditulis soonyoung untuk seokmin.

Untuk seokmin.

Pagi,seokmin. Jika kau membaca ini maka aku sudah tidak ada di apartement dan pergi kuliah. Maaf jika aku pergi tanpa memberitahu, karna saat melihat tidurmu yg begitu lelap aku jadi tidak tega membangunkanmu. Oiya,aku sudah membuat sandwich untuk sarapan, selamat makan seokmin.

Dari : soonyoung

Bibir seokmin membentuk lengkungan indah, sebuah senyuman di pagi hari. Sekali lagi seokmin yakin bahwa soonyoung-nya tidak berubah. Tidak berubah sama sekali,sama seperti youngie-nya yg dulu. Youngie-nya yg selalu bersikap ramah dan mengumbar senyum manisnya dimanapun.

"Nuguya?"

Sahutan dari balik punggungnya,membuat seokmin refleks berbalik dan mendapati si mungil jihoon tengah berdiri dengan keadaan acak-acakan dan tangan yg mengusap-usap matanya. Sangat khas keadaan seseorang yg baru bangun tidur.

"Aku Lee seokmin,teman soonyoung. Aku tadi malam menginap disini" jelas seokmin.

Jihoon menggumam sebagai balasan iya, dia berjalan menuju konter dapur dan menuangkan segelas air putih lalu meminumnya. Hal itupun tak lepas dari tatapan seokmin,namja itu terus mengamati gerak-gerik jihoon.

'Jihoon,aku minta maaf' batin seokmin. Sekali lagi rasa bersalah itu menghampiri lubuk hatinya. Dia menatap nanar namja mungil dihadapannya.

Merasa ditatap,jihoon mendongak "Ada apa?"

Seokmin menggeleng dan tersenyum setelahnya "anniy. Tidak ada apa-apa"

Jihoon mengangguk saja,lalu dia mendudukkan bokongnya ke atas sofa. "Kau,orang yg kemarin ya?"

Seokmin memgulum senyum "Ya.."

Jihoon menghela nafas lalu menunduk,menatap lantai apartement soonyoung yg putih bersih "Terimakasih. Dan maaf untuk yg kemarin"

Kerutan-kerutan terbentuk di dahi seokmin,bingung sekaligus tidak mengerti dengan perkataannya barusan. "Apa maksudmu?"

"Maaf karna merepotkanmu.." cicit jihoon.

Seokmin terkekeh pelan dibuatnya,sungguh itu tidak merepotkan baginya. Tidak sama sekali

"Tidak, itu tidak merepotkan sama sekali.." balas seokmin.

Jihoon mengangguk lalu melirik ke arah jam dinding yg kini menunjukkan pukul 07 : 30. Dia menoleh pada seokmin yg masih mematung di tempatnya berdiri.

"Kau tidak pergi kuliah,hyung?" Tanya jihoon.

Seokmin mengerjap, apa tadi jihoon memanggilnya hyung? Astaga seokmin senang sekali. Dia menunggu tujuh tahun agar jihoon kembali memanggilnya dengan sebutan 'hyung'

"A-apa,hyung?"

Jihoon mendadak gugup, 'apa ini? Hyung? Kenapa aku memanggilnya hyung? Tapi dia terlihat lebih tua dariku' Batin jihoon.

Seokmin tertawa pelan lalu mengusak gemas surai coklat jihoon "Kau boleh memanggilku seperti itu,lagipula aku kan temannya soonyoung jadi kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri"

Jihoon tersenyum, menampilkan deretan giginya yg rapih dan bersih.

"Baiklah,kalau begitu hyung pergi dulu. Hyung akan pergi kuliah. Kau tak apa dirumah kan jihoonnie?" Tanya seokmin.

Jihoon mengangguk pasti "Ya,hyung. Pergilah"

Seokmin mengangguk lalu pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Setelah membasuh wajahnya dia meraih sandwich yg tergeletak di atas meja makan lalu memakannya sambil berjalan.

Seokmin meraih kenop pintu dan membukanya lalu melangkah pergi keluar apartement meninggalkan sosok jihoon yg terdiam sambil memegang dadanya sendiri.

"Tadi itu lee seokmin,tapi kenapa aku berdebar seperti ini?" Jihoon bermonolog sendiri sembari melangkahkan kaki mungilnya menuju kamar mandi. Mungkin setelah mandi pikirannya akan segar kembali.

*00o00*

kyunghee university, gangnam,seoul,south korea.

08 : 00

Soonyoung mengaduk-aduk jusnya sambil melamun. Entah kenapa sejak tadi pagi dua selalu memikirkan namja bertubuh tegap itu,seokmin. Mulai dari apakah dia memakan sandwich buatannya, sampai apakah seokmin membaca post it-nya yg sengaja dia tulis agar seokmin melihatnya. Hah,memikirkan itu membuatnya pusing saja.

Seungkwan,teman soonyoung yg mengajak namja bermata sipit itu untuk menemaninya sarapan menautkan alisnya. Ada apa dengan namja ini? Tidak biasanya soonyoung mengabaikan makanan yg tersaji di hadapannya. Pikir seungkwan.

"Hyung" panggil seungkwan. Soonyoung masih diam,terlarut dalam lamunannya sendiri.

"Hyung!" Seungkwan agak berteriak namun masih tak digubris oleh soonyoung

"YAK! SOONYOUNG HYUNG!" seungkwan berteriak keras sukses membuat seisi kantin menatapnya aneh tak terkecuali soonyoung yg baru sadar dan mengerjap.

"Ya,ada apa seungkwan?"

Seungkwan meniup poninya. "Soonyoung hyung,kau kenapa sih? Daritadi melamun terus. Aku memintamu menemaniku sarapan tetapi kau malah melamun dan mengabaikanku "

Soonyoung tertawa canggung "Maaf seungkwan"

Seungkwan melipat tangannya di depan dada dengan bibir yg dikerucutkan. "Kau melamunkan apa sih hyung?" Tanya seungkwan penasaran.

Soonyoung menggeleng. Dia meraih buku-buku yg berceceran di atas meja lalu menggendong tas punggungnya. "Seungkwan aku pergi dulu ya. aku ada jam mata kuliah, bye"

Dan setelahnya tubuh mungil soonyoung menghilang diantara kerumunan mahasiswa yg ada di kantin. Seungkwan menghela nafas, lagi-lagi dia ditinggalkan sendiri. Tapi mau bagaimana lagi? Semua orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing,jadi seungkwan memilih untuk menghabiskan sarapannya daripada pusing memikirkan tugas kuliah yg sangat menumpuk dari dosen-dosen menyebalkan itu.

.

.

.

.

Soonyoung melangkah santai menuju ruang latihan dance-nya. Kebetulan sekali hari ini dia hanya memiliki satu mata kuliah dari dosen jung. Dan daripada membuang waktu soonyoung memilih untuk pergi ke ruang latihannya,sudah cukup lama dia tidak pergi ke ruang dance lagi dikarenakan tugas dari dosen-dosen yg tidak pernah habis itu.

Ceklek

Soonyoung membuka pintu dan menemukan siluet seseorang yg sedang menari di depan kaca besar di ruang dance. Dia melangkah pelan, lalu berhenti di belakang sosok itu.

"Yya! Kau mengangetkanku hyung" ucap orang itu.

Soonyoung terkekeh pelan lalu mengusak surai adik kelasnya itu. "Tarianmu cukup bagus chan-ah, kemampuanmu meningkat"

Lee Chan -adik kelas soonyoung tersenyum senang karna dipuji oleh kakak kelas sekaligus panutannya di sekolah ini. "Gomawo hyung"

Soonyoung menggumam sebagai jawaban,dia lalu mendudukan bokongnya ke atas lantai ruang dance yg dingin. Dia menatap pantulan dirinya sendiri di depan kaca.

Lee chan yg merasa aneh dengan tingkah aneh hyung kesayangannya itu memilih mendudukkan bokongnya di samping soonyoung.

"Hyung,kau tahu berita terpopuler akhir-akhir ini?" Tanya chan membuka pembicaraan.

Soonyoung menggeleng. Akhir-akhir ini dia memang tidak pernah update berita baru di kampus dikarenakan tugas yg menumpuk dari dosen-dosen. "Ada berita apa?"

"Kau tahu Yuju dari fakultas sebelah kan hyung?" Tanya chan

Soonyoung mengangguk. Yuju terlalu populer di kampus ini karna wajahnya yg cantik dan predikat anak Chaebol (Orang kaya) yg melekat pada dirinya.

"Kudengar dia ingin bertunangan" lanjut chan dengan nada kecewa yg begitu kentara dan wajahnya yg ditekuk.

"Jinjja? Wah bagus kalau begitu. Kurasa yeoja seperti dia itu lebih baik cepat menikah agar dia tidak terus tebar pesona" ucap soonyoung.

Chan dengan terpaksa mengangguk mengiyakan. Chan yg notabene adalah seorang fans yuju sedikit kecewa mengetahui berita populer itu, namun sepertinya perkataan soonyoung hyungnya itu benar. Lebih baik yuju cepat menikah agar dia tidak terus tebar pesona pada para mahasiswa kampus ini.

"Ya,kau benar hyung"

Soonyoung membuka tas punggungnya lalu mengeluarkan sebotol susu pisang dan meminumnya. Sebelumnya dia menawarkan botol susu lainnya pada chan dibalas gelengan oleh namja pendek itu.

"Aku sedikit kecewa mengetahui calon tunangannya" Chan kembali membuka pembicaraan membuat soonyoung mengernyit dalam aktivitasnya mencumbu botol susu pisang yg sudah habis setengahnya itu.

Soonyoung meletakkan botol susu yg sudah habis setengahnya ke atas lantai lalu menatap chan "Siapa?"

Empat buah garis berbentuk siku-siku terbentuk di dahi chan, bingung dengan sikap soonyoung yg mendadak menjadi penasaran padahal sebelumnya dia tidak pernah tertarik dengan kisah si primadona kampus itu.

"Kau yakin mau tahu?" Tanya chan memastikan.

Soonyoung mengangguk pasti. Entah kenapa dirinya mendadak penasaran dengan sosok pria yg berhasil merebut hati primadona kampus itu. "Ya"

Chan menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan. "Dia dari fakultas ekonomi dan bisnis, kalau tidak salah namanya Lee Seokmin"

Deg

Jantung soonyoung seperti terhenti sesaat setelah nama 'Lee Seokmin' disebutkan oleh chan tadi. Lee seokmin akan bertunangan? Apa maksudnya? Kenapa seokmin tidak pernah berbicara dengannya perihal pertunangannya dengan si primadona kampus yuju ? Soonyoung tahu itu privasi antara mereka,tetapi seokmin yg mengatakan sendiri bahwa mereka adalah teman yg harus saling berbagi satu sama lain, namun sekarang?

Sekali lagi soonyoung meragukan hubungan persahabatan dan pertemanan di dunia ini. Banyak orang yg bilang bahwa persahabatan akan abadi sepanjang masa, tetapi ini sudah kddua kalinya dia ditinggalkan oleh sosok sahabatnya. Pertama,dokyeom yg pergi meninggalkannya tujuh tahun lalu tanpa pamit sama sekali, kedua sosok temannya yg baru saja dikenalnya kurang lebih 24 jam yg lalu, Lee seokmin yg katanya ingin bertuangan tanpa memberitahunya sama sekali. Apakah tuhan mempermainkan hidupnya di dunia ini?

"Hyung, kau tak apa-apa?"

Pertanyaan chan berhasil membuat lamunan soonyoung buyar seketika. Apa yg dia pikirkan? Kenapa dia terus menerus memikirkan seokmin? Dan kenapa pula hatinya sangat sakit saat mengetahui bahwa seokmin akan bertunangan dengan si primadona kampus itu,yuju ?

"A-ah,aku tak apa" balas soonyoung. Dia meraih tas punggungnya lalu menggendongnya dan berdiri.

"Eh, hyung mau kemana?" Tanya chan

"Hyung pergi dulu ada urusan. Kalau begitu bye chan~"

Soonyoung berlari secepat mungkin dari ruang latihannya itu. Dadanya sesak dan matanya mulai mengabur karna air mata yg menumpuk di kelopak matanya . Soonyoung tidak tahu apa yg terjadi pada dirinya saat ini. Kenapa dia menangis hanya karna seokmin? Memangnya seokmin itu siapa? Dia hanya teman biasa seperti seungkwan dan minghao tetapi kenapa dia berhasil membuat soonyoung menangis? Berkali-kali soonyoung mencoba menegaskan opsi itu,namun selalu gagal entah dengan alasan apa.

Soonyoung berlari tanpa melihat jalan,membuat orang-orang yg ditabrak olehnya sedikit kesal dgn namja bermarga kwon itu. Soonyoung lebih memilih mengindahkan berbagai perkataan orang-orang yg lewat dan berlari. Yg dia butuhkan saat ini adalah tempat dimana dia bisa menangis sepuasnya.

"Eh,itu bukannya kwon soonyoung, ya?"

Seokmin reflex menoleh ke belakang saat suara mingyu menarik perhatiannya. Dari kejauhan seokmin, dapat melihat soonyoung berlari tanpa melihat jalan dan menabrak orang-orang. Seokmin hendak menyusul soonyoung namun pergerakannya dihalau oleh tangan mingyu yg memberi isyarat untuk berhenti.

"Ada apa mingyu hyung?"

Mingyu mendelik penuh curiga "Kenapa kau mau mengejar soonyoung?"

Seokmin gelagapan. 'Aduh,apa yg harus aku lakukan? Ah, lebih baik aku mengejar soonyoung dulu' batinnya.

Dia menepis kasar lengan mingyu yg menghalangi jalannya lalu berlari mengejar punggung soonyoung yg nyaris saja menghilang dari pandangannya.

Mingyu tersenyum simpul sambil memperhatikan punggung seokmin yg menjauh dan akhirnya menghilang dibalik pintu. Dia bukannya seorang remaja polos yg tak tahu apapun. Mingyu dari awal tahu bahwa seokmin menyukai soonyoung. Jelas sekali terlihat dari sikap namja berhidung mancung itu yg sering memperhatikan soonyoung dari kejauhan.

"Ah,kenapa aku jadi memikirkannya" ucapnya sembari melangkah meninggalkan koridor kampus yg mulai lengang karna bel masuk sudah berbunyi sejak 15 menit lalu.

.

.

.

.

"Kwon soonyoung!"

Soonyoung berbalik saat namanya disebut oleh seseorang dan ternyata adalah seokmin. Ya Lee seokmin. Berlari mengejarnya dengan nafas sama terengahnya dengannya. Soonyoung hendak kembali berlari namun dirinya kalah cepat karna seokmin sudah berdiri menghalangi jalannya.

Seokmin menatap soonyoung dengan nafas terengah-engah. Seokmin bersumpah bahwa lari soonyoung sangat cepat bahkan melebihi dirinya.

"Kenapa kau berlari secepat itu? Ada apa soonyoung?" Tanya seokmin sedikit khawatir.

Soonyoung menggeleng "Hanya iseng saja" balasnya kemudian kembali berjalan meninggalkan seokmin yg terpaku di tempatnya. Berusaha mencerna apa yg dikatakan soonyoung dua detik lalu.

seokmin kembali berlari menyusul soonyoung. Dia menarik tangan mungil soonyoung dan langsung dihempaskan oleh sang pemilik tangan.

"Ada apa soonyoung?" Tanya seokmin

Rasa sesak itu kembali bergemuruh dalam dada soonyoung. Seharusnya dari awal dia pergi saja saja dan tidak pernah melihat wajah seokmin daripada harus tersiksa dengan rasa sakit ini.

Soonyoung kembali berbalik hendak melangkah, namun kali ini dia terpaku di tempatnya.

grep

Seokmin memeluk soonyoung dari belakang. Seolah-olah tidak membiarkan namja mungil itu pergi darinya. Tidak,seokmin tidak akan membiarkannya lagi. Kali ini dia akan benar-benar menggenggam tangan soonyoung dan tak akan melepaskannya lagi. Tak akan pernah!

Soonyoung terdiam sekaligus terpaku ditempatnya. Rasa terkejut sekaligus senang menghinggapi dirinya. untuk kesekian kalinya Soonyoung merasakan kehangatan pelukan seokmin padanya.

Cekrek

Tanpa mereka sadari ada seseorang misterius berdiri di belakang mereka dengan kamera handphone ditangannya.

Orang itu menyeringai melihat foto kemesraan dua orang yg tengah berpelukan itu.

"Lihat saja apa yg akan kulakukan Lee seokmin, kwon soonyoung" Setelah itu sosoknya hilang dibalik kelengangan koridor kampus.

Soonyoung melepaskan tangan seokmin yg melingkar di pinggangnya sejak 10 menit lalu dan berbalik. "Maaf " sesalnya.

Seokmin tersenyum simpul lalu mengusak grmas surai coklat soonyoung yg mulai mengeriting sejak kemarin. "Gwenchana. Kalau kau ada masalah kau bisa berbagi denganku. Bukankah kita teman?"

Teman. Kata-kata itu kembali menohok soonyoung. Teman? Benarkah seokmin adalah temannya? Jika seokmin adalah temannya kenapa dia tidak pernah menceritakan apapun padanya? Bukankah mereka teman?

Seokmin mulai merasa ada yg tidak beres pada namja mungil itu,pasalnya sedari tadi dia terus melamun tanpa alasan.

"Soonyoung kau sakit?" Tanya seokmin.

Soonyoung menggeleng cepat "Tidak,aku tidak apa-apa. Aku sedang ada kelas seokmin, aku pergi dulu" soonyoung kemudian melangkah lalu menghilang di balik belokan koridor.

Ddrt

Seokmin merogoh sakunya saat ponselnya bergetar. Dia melihat nama yg tertera di layar touchscreen-nya 'Kim mingyu'. Dia lalu mendekatkan benda pipih itu ke telinganya.

"Ada apa mingyu hyung?"

"Cepatlah pergi ke mading kampus sekarang!"

Seokmin mengernyit "memangnya ada apa mingyu hyung?"

Terdengar suara erangan frustasi dari seberang sana. "Sudah cepat kesana! Sekarang kau dan soonyoung dalam bahaya"

"Baiklah mingyu hyung"

Tut

Sambungan terputus dari seberang sana. Jelas sekali bahwa sesuatu yg serius telah terjadi, terbukti dari nada bicara mingyu tadi. Dia terdengar seperti khawatir sekaligus takut. Tanpa membuang waktu seokmin berlari menuju mading.

Hal pertama kali yg dia tangkap saat sampai di mading adalah kerumunan mahasiswa yg mengerubungi LCD tv yg biasanya menjadi tempat mendorong orang-orang yg menghalangi jalannya,lalu menatap apa yg ada di tv lcd itu.

Tangannya mengepal dengan dada naik turun menahan emosi. Disamping seokmin ada sosok mingyu yg menatap tv lcd itu sama kesalnya dengan dirinya.

"Dasar Yuju sialan!" Seokmin mengumpat lalu berjalan meninggalkan kerumunan mahasiswa.

Mingyu berjalan mengekori seokmin di belakang, menjaga sobatnya agar tidak bertindak gegabah pada seseorang yg dipanggil yuju itu.

TBC

Anyeong readers sekalian, author update lagi ff can't say. Makasih buat yg udah review. Dan yg udh request ff Let's catch ghost author bakal lanjutin deh.

Aduh maaf ya karna masukin karakter yuju jadi tunangannya seokmin. Gk bisa mikir siapa yg cocok jadi tunangan seokmin selain yuju.

Sekali lagi terimakasih buat yg udah review..