To Be MAMA
.
chapter 3
.
.
Author: Jeon nami
Main Cast: BTS
Pairing: MINYOON | NAMJIN
Genre: Drama, Parody
Warning: BxB, GS!JIN, typo, garing, dll
thanks to: orhenzzzz, guest, MiniHolly-Nuna, prncsspo, dewiaisyah, vtan368, restirachma, AdelitaJeon, Minsoo-ie, 27tievy, minyoonlovers, wow11, siscaminstalove, haneunseok, qwertyxing, sisi'd exo, minsoo-ie.
ihhh thanks buat kalian karna mau baca karya aku yang tak seberapa ini. ^^ dan maaf ya kalau garing /crying
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
Entah kenapa waktu jadi cepat berlalu semenjak aku hamil, perutku sudah terlihat membuncit dan sangat terlihat bahkan celana jeans ku tak ada yang bisa ku kancingkan.
eung~ aku menyerah untuk memakainya dan beralih ke celana training adidasku yang dipinggangnya memang menggunakan bahan yang lentur yang bisa mengikuti bentuk perutku yang besar ini. Jimin sudah pergi sejak subuh, dia akan dapat proyek untuk mengajarkan newbie diagency. rasanya malas keluar karna rasanya membawa badanku begitu berat.
ku bawa diriku kedepan tv dengan 1 cup besar popcorn dan 1 kaleng beer. sebentar lagi pororo akan tayang. aku tak akan melewatkan nya.
ting tongg~
ck, siapa yang bertamu disaat yang tak tepat seperti ini?
tingtong~
abaikan min yoongi~ tak apaa abaikan saja.
tingting ~ ting tong~ tingtong~
brengsek! dia jadi brutal memencet bel. susah payah aku berdiri, berjalan kearah intercom. akan kubunuh siapapun itu yang telah mengganggu waktuku. disana terpampang wajah jin yang kesal dengan taetae digendongannya. dann.. sepertinya dia membawa begitu banyak barang.
Klik~ pintu terbuka aku berjalan kearah pintu, disana jin masuk dengan omelannya.
"yakk! lama sekali kau membuka pintu bodoh, kau kira membawa taehyung dan barang ini kesini tak melelahkan ha?"
"untuk apa kau kemari? dasar ibu - ibu"
"aku kesini karna ingin melihat kondisimu dasar bocah sialan. dan juga membaca beberapa pakaianku untukmu. aku tau pasti banyak pakaianmu yang sudah tak muat kan? dan kenapa kau mengataiku ha? sebentar lagi kau juga akan jadi ibu."
"siapa yang akan jadi ibu? aku akan jadi ayahnya!"
satu lirikan dan "bodoh" ucapan santai dari jin.
jin menidurkan taetae diatas karpet didepan tv. mengambil 1 botol susu dari tas dan memberikannya pada taehyung untuk diminumnya sendiri. taehyung yang pintar~
aku melihat baju yang dibawa oleh jin. dan isinya beberapa kaos dengan ukuran besar, beberapa dress selutut dan lengging. sial. apa dia kira aku akan memakai ini?
"yakk! berhenti minum - minum walaupun itu hanya soda min yoongi!" satu teriakan masuk ketelingaku.
"aku sedang mencobanya, jangan berteriak brengsek. taetae sampai kaget begitu"
"ahh, dasar bodoh, anakmu bisa mati didalam sana, atau cacat karna ulahmu sendiri"
DEG~ perkataan jin ini menakutinya.
"jangan bicara yang tidak - tidak"
"aku tak berbohong, kau tak pernah mencari info tentang hal seperti ini?"
yoongi terdiam, sepertinyaa ia tidak pernah mencari info seperti itu,
"aigooo, susunyaa... apa kau tak pernah meminum susu yang aku berikan eoh? aku memberimu 4 dus dan tak berkurang sedikitpun"
jin menjelajah kearah dapur dengan niatan membuang botol soju dan beer kalengan. tapi dia melihat susu yang dia berikan untuk yoongi tak berkurang bahkan utuh.
"apa si brengsek jimin itu tak menasehati mu?"
"jangan menyebutnya brengsek, hanya aku yang boleh mengatainya. dia selalu memberikan nasehat padaku. hanya saja aku tak terlalu perduli"
jin mendekati yoongi, memegang bahunya.
"dengarkan aku yoongi-ya. kalau kau masih hidup seenakmu kau bisa membahayakan bayimu. kau tak merasakan kehidupannya didalam sana? bahkan sebulan lalu kita baru mengantarkanmu USG untuk melihat jenis kelamin anakmu, si "somsom" kau menamainya begitu kan?"
"kau hanya perlu merubah kebiasaanmu selama 4 bulan kedepan. itu hanya sebentar jika kau menikmatinya. dia akan lahir 4 bulan lagi dan kau boleh melakukan apapun semaumu setelah itu. aku mengatakan ini demi kebaikanmu dan somsom, aku sayang padamu, kami semua menyayangimu. kau sepupuku satu - satunya yang sudah kuanggap adikku sendiri."
aku hanya terdiam, kata -kata jin memang benar, aku tak mau hal buruk terjadi pada somsomku, sejak aku melihatnya dilayar monitor saat usg aku jadi begitu menyayanginya. dia begitu mungil didalam sana.
"sudahlah, sebenarnya aku kesini juga ingin mengajakmu mendaftarkan diri ke senam yoga khusus ibu hamil agar kau banyak bergerak, itu baik untuk proses melahirkan nantinya."
jin pergi kearah taehyung dan duduk disampingnya aku pun mengikuti nya. taetae itu walaupun masih bayi terlihat begitu tampan, dia juga pintar. tanpa kusadari aku jadi menepuk - nepuk pantatnya untuk membuatnya terlelap.
...
'BEAUTY'
begitu lah tempat yoga yang kami kunjungi, aku dan jimin dengan petunjuk jin akhirnya kemari. dari luar aku bisa melihat para wanita yang sedang yoga.
aku dengan dress hitam pemberian jin berjalan masuk kedalam, jimin menggandeng tanganku. aku sengaja memakai nya agar tak dipandang aneh. pita pink, dress hitam longgar selutut dan sepatu kets berwarna biru. semoga tak ada yang tau aku lelaki yang memiliki pisang dibalik baju ini.
"hyu - honey kau tak nervous kan?"
"anniyo, kenapa aku harus begitu? bahkan saat dipanggung besar untuk bermain piano aku tak pernah nervous."
"benarkah? tapi tanganmu ingin"
"shit, diamlah"
"EKhem, permisi tuan dan nyonya. kalian harus registrasi terlebih dahulu."
...
yoongi dan jimin masuk keruangan untuk yoga. disana sudah ada beberapa wanita yang juga ditemani sang suami.
"wah, kita mendapat teman baru. kalian berdua kemari"
salah satu dari mereka menyuruhku dan jimin bergabung.
"kalian terlihat sangat imut dan serasi, kalian menikah muda pasti menyenangkan"
"ahh, gamsahamnida.." jawabku sambil tersenyum, agar terlihat tertarik dengan percakapan ini. jimin yang disebelahku sudah terlihat malu. abaikan dia memang mudah begitu.
"namamu siapa? namaku luhan dan yang duduk diam disana adalah sehun, suamiku"
"yoongi imnida, dan ini jimin. maaf dia orangnya agak pemalu dilingkungan baru"
"wahh, kyiowoo " luhan mencubit pipi jimin gemas.
"namaku xiumin, dan yang disebelah sehun itu suamiku chen"
"aku taehyun, dan yang memakai snapback adalah suamiku, mino."
"ahh, bangapseumnida." aku sedikit membungkuk
"tak usah begitu formal, kami senang ada pasangan baru disini"
"ahh nee"
...
saat yoga tadi yang paling menikmatinya jimin dari pada yoongi, itu karna yoongi sebenernya sangat benci bergerak. apalagi yang menguras banyak tenaga seperti tadi.
"tadi menyenangkan ya hyung? mereka sangat welcome pada kita berdua"
jimin yang sedang menyetir membuka obrolan.
"ehhmm" satu gumaman, yoongi benar - benar merasa lelah.
jimin menghentikan mobil. ternyata mereka berada di pinggiran sungai han. yoongi tak fokus sampai dia agak bingung tadi kenapa berhenti disini.
"sudah lama kita tak menikmati waktu ya hyung"
jimin menggenggam tangan yoongi, membawanya mendekat untuk bersandar dibahu jimin.
"terima kasih karna menjadi milikku" usapan dirambut yoongi jimin berikan.
"aku tau ini berat untukmu hyung, aku janji akan baik padamu, menjagamu dan selalu mencintaimu hyung"
dengkuran halus terdengar, yoongi tidur disaat seperti ini. jimin tersenyum. dia mengamati wajah yoongi, wajah seseorang yang selalu membuatnya terpesona.
chu~
kecupan manis jimin layangkan dibibir tipis milik yoongi,
chuu~
satu kecupan lagi dan menjadi emutan ringan. biarkan jimin memanfaatkan waktu yang ada. yoongi yang seperti ini jarang dia temui.
TBC
Note: akhirnyaaa bisa aku aku lanjutin. D; maap yak aku gak bisa nulis panjang2. aku juga gak tau kenapa, jadi maaf yang minta buat manjangin ceritanya /bow makin kesini aku mau buat yoonginya berubah , dia harus sadar kalo dia itu lagi hamil. kasian anaknya kan kalo yoongi terus2an begitu DX jimin juga orangnya sentimental sebenernya dan terlalu bersifat baik. jadi dia gak akan marah walau suga ngapa2in dia/?. udah ah nanti di chapter depannya aku pengen yoongi sama jimin dititip taetae karna jin sama namjoon harus pergi kejepang ;3 semangat. siapa tau kali ini agak panjang ceritanya.
