Kumagawa Naruto
Disclaimer: I don't own anything from naruto manga. But this fic is mine
Rate: T
Pair: Naruto x ?
Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike
Summary : Hanya karena warna mata dan chakra yang berbeda dari anggota keluarganya dia dianggap aib bagi keluarga dan desanya, kini dia dibuang, diasingkan, tak dianggap. Namun setelah bertemunya dia dengan seseorang kini dia akan kembali dan membawa perubahan yang besar.
Kini terlihat seorang anak yang sedang berjalan menggunakan tongkatnya keluar dari hutan kematian sendiri, anak yang tingginya kurang lebih 165cm tersebut berjalan deangan pakaian coklat yang pada bagian depan terbuka sehingga memperlihatkan baju bagian dalamnya yang berwarna biru, menggunakan celana dengan warna yang serupa, rambut hitam lurus sepundak tak lupa dengan kain putih untuk menutupi kedua matanya dan juga pedang yang terpapang jelas disisi kiri bagian tubuhnya tepatnya dibagian pinggul .
Naruto berjalan menuju apartemannya dengan membawa tongkat penunjuk jalan, namun belum mendapatkan separuh jalannya dia bertemu dengan anbu yang memakai topeng Monkay.
" Naruto, kau dipanggil Sandaime Hokage untuk menemuinya dirumah beliau"ucap sang anbu.
"Ada apa tumben Jiji memanggilku kerumahnya?"Kata lirih Naruto.
"Baiklah anbu-san oh ya aku butuh sedikit bantuan hehehe"tawa Naruto.
"Iya, saya mengerti."sang anbu memegang pundak Naruto dan menghilang dengan Shunsin miliknya.
Kediaman Sandaime Hokage
"huuaaa, buku buatan Jiraiya memang yang terbaik"teriak gaje sang Ero-Hokage.
Tok Tok Tok
Dengan gelagapan Sandaime Hokage a.k.a Hiruzen Sarutobi memasukan bukunya kebawah bantal duduknya.
"Masuk"kata Hiruzen
"Maaf Sandaime-sama, saya telah membawa Uzumaki Naruto kehadapan anda"ucap sang anbu dalam posisi berlutut dengan satu kaki.
"Ada apa Jiji memanggilku, aku sedang lapar tau"ucap to the point dari Naruto.
Deg, sang hokage ketiga merasakan sebuah kekuatan besar berasal dari Naruto walaupun itu sudah ditekan sampai titik terkecil, walau begitu Hiruzen tetap bersikap tenang."Haahhh kau ini Naruto tak pernah berubah, kau boleh pergi anbu"kata Sandaime seraya meniupkan asap rokok dengan perlahan.
"Ya pasti aku tak berubah, karena aku adalah aku hehehe"senyum andalan Naruto tercetak diwajahnya.
"Haahhh baiklah, sebentar lagi akan ada ujian Genin, aku takut kau tak lulus karena kau tak memi-"Baiklah Jiji sebelumnya tolong suruh semua anbu yang ada diruangan ini keluar dan tolong pasang kekkai kedap suara agar tak ada yang mendengar perbincangan kita."Ucapan dari Hiruzen dipotong oleh Naruto.
"Bagaimana kau tau disi-"Lakukan saja Jiji, atau kau tidak mau mendengar penjelasanku?"Tanya Naruto.
"Baiklah tapi awas kau memotong kata kataku lagi"Ucap Hiruzen sambil menunjuk Naruto.
"Semua anbu keluar"kata hiruzen
Sekitar 6 anbu keluar dari persembunyian mereka dan pergi dari ruangan dengan Shunsin masing masing.
"Sudah semuanya jiji?"tanya Naruto
"Sudah memang ada 6 anbu yang bi-
CRRASSHH
BRUK
"Itu anbu Root salah satu mata mata Danzo yang selalu mengawasi gerak gerik Jiji."Ucap Naruto yang bersamaan dengan mengangkat kepala anbu yang telah lepas dari badannya.
"Ba-ba-Bagaimana Ka-kau tau Naruto?"Ucap terbata Hiruzen yang terkejut atas kelakuan Naruto.
"Sebentar"
Naruto memasang kekkai kedap suara diruangan tersebut.
"Bisa kau jelaskan semuanya Naruto?"Kata Hiruzen dengan memasang wajah seriusnya.
"Begini Jiji, dulu aku pernah diserang 4 anbu Root dan a- BRAAK "Kurang ajar Danzo akan kubunuh dia sekarang berani beraninya menyerang cucuku!"teriak Hiruzen bersamaan dengan mengebrak meja.
"Jiji sabar aku belum selesai cerita tau"ucap Naruto yang bangkit dari sweatdropnya.
"Gomen Naru-chan aku hanya marah gara gara Danzo yang seenak jidatnya nyerang orang terus mau dijadiian senjata mulu"ucap Hiruzen yang menirukan gaya berkata Naruto.
"Yalah yalah, sampe mana tadi oh ya, setelah itu aku diselamatkan seseorang yang bernama Kumagawa Dei, dan dia melatihku selama lima tahun dihutan kematian, karena itu selama lima tahun ini aku jarang terlihat karena aku sering tidur dirumahnya karena latihan yang seperti NERAKA itu"jelas panjang lebar Naruto yang diberi penekanan dikata terakhirnya.
"Oh begitu dimana orangnya sekarang Naru-chan, aku ingin berterimakasih padanya yang telah melatih cucuku."ucap Hiruzen yang kini terlihat gembira.
"Dia sekarang telah pergi jiji"Ucap Naruto.
"Dia pergi kemana, apa dia bukan warga Konoha?"Tanya Hiruzen yang mengkerut bingung.
"Aku tak mau menceritakannya jiji itu rahasia aku dan tou-san"
"Tou-san? Maksudmu Minato?Kamu telah berbaikan dengannya?"tanya Hiruzen.
"Bukan jiji, aku tak mau menyebut dia tou-san itu membuat mulutku serasa terbakar."
"Aku kira"Ucap sweatdrop Hiruzen.
"tou-san yang kumaksud adalah Kumagawa Dei dialah tou-san sekaligus senseiku, dia tou-san angkatku jiji."Jelas Naruto.
"Ohh, lalu pedang itu?"tanya Hiruzen.
"Begini, pedang ini bernama Masamune, pedang yang dapat memotong apapun yang aku inginkan, dan satu lagi pedang ini hanya aku yang dapat menggunakannya jika bukan aku tidak akan ada yang dapat mengangkat pedang ini walaupun dia dapat mengangkat sebuah gunung"terang Naruto seraya meletakan pedang tersebut dimeja Hiruzen. Dan Hiruzen mencoba mengangkat pedang tersebut.
"Apa apaan ini Naruto, bahkan jiji tidak dapat mengangkat pedang ini, pedang ini benar benar berat ."Umpat Hiruzen yang kini duduk kelelahan karena mencoba mengangkat pedang milik Naruto.
"Dan satu lagi, pedang ini memiliki musuh abadi yakni pedang yang bernama Muramasa, pedang yang haus darah dan pedang yang dapat memotong apapun."Jelas Naruto pada Hiruzen.
"Yalah terserah, tenagaku habis gara gara pedang itu, oh ya Naruto apakah kau sudah mendapatkan informasi mengenai prihal matamu itu?"Kata Hiruzen
"Sampai sekarang belum jiji, namun yang aku tau mata ini adalah mata yang dapat menuntun kepada perdamaian hehehe"ucap Naruto sedikit berbohong.
"Baiklah kalo begitu kau boleh pergi Naruto."Ucap Hiruzen yang kembali menghisap pipa tembakaunya.
"err Jiji"
"Ya Naru-chan ada apa?"
"Aku butuh sedikit bantuan"jawab Naruto yang disertai senyuman
"Oh iya aku hampir lupa hehehe"tawa nista dari Hiruzen yang kini memegang pundak dari Naruto dan menghilang dengan Shunsin miliknya.
Apartemen Naruto
"Baiklah Naru-chan jiji per-"Sebentar jiji"potong Naruto lagi.
"Sudah aku bilang jangan suka memotong perkataan orang lain kan Naruto!"teriak Hiruzen
"Hehehe gomen gomen, oh ya jiji aku ingin menganti margaku menjadi Kumagawa, jadi sekarang namaku Kumagawa Naruto bisa kan jiji?"Ucap Naruto
"Kenapa kamu ingin menganti margamu Naruto?"Tanya bingungn Hiruzen.
"Itu permintaan terakhir dari Otou-san Dei jiji."Ucap Naruto yang menatap Hiruzen.
"Baiklah akan aku usahakan."kata Hiruzen yang kini berjalan menuju pintu rumah Naruto
"Arigatou Jiji"ucap Naruto setengah teriak
"Baiklah Naru-chan aku kembali dulu, hati hati dirumah."Ucap Hiruzen lalu menghilang dengan shunsinnya.
"Ha'i jiji"ucap Naruto
Keesokan Harinya
Naruto kini sedang berjalan keakademi dengan bantuan sahabat baiknya Shikamaru Nara.
"Haahhh kau selalu merepotkan saja Naruto"Ucap malas Shikamaru.
"yah, mau gimana lagi karena aku sudah berkata bahwa aku tak akan membuka kain dimataku ini sampai aku dianggap keluargaku, yah mungkin selamanya hehehe"tawan Naruto yang menggaruk kepala belakangnya.
"Haahhh merepotkan saja, karena hari ini aku membantumu kamu harus menemaniku bermain sogi hari ini."Ucap Shikamaru dengan nada malas.
"Yaahhh aku usahakan."Ucap Naruto.
Ke Esokan Harinya In Akademi
Suara riuh terdengar dari seluruh penjuru kelas diakademi yang ditempati tokoh utama kita untuk menuntut ilmu perninjaan. Namun suara riuh dan ramai itu kini sirna karena seorang laki laki dengan bekas luka melintang dihidungnya a.k.a Iruka masuk kekelas.
"DIAM SEMUANYA"teriak Iruka yang ditanggapi oleh seluruh murid disanan dengan diam.
"Baiklah untuk hari ini ada pengumuman untuk seluruh murid disini bahwa besok akan diadakan ujian genin jadi untuk semuanya persiapkan diri kalian baik baik terutama kau Naruto aku takut kau tak lulus."Jelas Iruka pada seluruh murid.
"Dia pasti tak akan lulus dia tidak memiliki chakra dan mata yang menjijikan itu tak ada apa apanya daripada Kyubi yang ada didalam tubuhku"Kata kata angkuh keluar dari mulut sang Jinchuriki a.k.a Namikaze Uzumaki Menma.
"Haahhh betul dia sangat lemah, mata menjijikan itu tak ada apa apanya dengan Sharinganku."Kini sang Uchiha terakhir angkat bicara.
"Sudah cukup kalian berdua, dan kau Menma hormatilah kakakmu itu."Kata Iruka
"Haahhh aku tak sudi memiliki Nii-san lemah seperti dia"Ucap Menma seraya menunjuk Naruto.
Shikamaru yang mendengar kata kata dari Menma sudah sangat meluap luap amarahnya dan akan menuju Menma untuk memberikan beberapa bogem mentah untuknya, namun Naruto yang mengetahui maksud dari sang sahabat langsung memegang pundak dan mengelengkan kepalanya pada sang sahabat.
"Naruto kenapa kau selalu saja membela dia hah."Ucap Shikamaru yang terdapat emosi didalamnya.
"Shikamaru benar, kenapa kau selalu saja diam saat dia mengataimu Naruto, biarkan aku menghajar muka busuknya"kini manusia anjing a.k.a Inuzuka Kiba angkat bicara dan diberi anggukan dari Chouji, Shino, dan Shikamaru.
"Aku tak ingin memberikan luka fisik untuknya namun aku akan memberi luka batin dan penyesalan pada mereka bukan balas dendam namun aku akan menunjukan bahwa aku bisa lebih baik dari Menma dan Minato tanpa bantuan mereka"Ucap Naruto dengan sedikit mengeluarkan killingintens yang cukup untuk membuat mereka yang ada diruangan itu merinding.
Setelah acara merinding bersama #plak, kini Naruto berdiri dan beranjak pergi menuju pintu keluar.
"Hey Naruto kau mau kemana"teriak Kiba pada Naruto
"Berlatih untuk membuktikan bahwa aku bisa tanpa bimbingan orang lain."Ucap Naruto.
"Kau bisa apa hah Naruto bahkan aku tak sudi memanggilmu Nii-san!"Ucap Menma dengan angkuhnya.
"Diam kau bangsat kau tak tau apa apa tentang Naruto!"Teriak Shikamaru yang kini membuat seluruh kelas menganga karenanya Shikamaru adalah anak yang pemalas dan acuh tak acuh pada masalah yang ada disekitarnya.
"Sudahlah Shika ayo kita bermain sogi karena aku sudah berjanji padamu tadi pagi."Ucap Naruto dengan berjalan menggunakan tongkatnya untuk menunjuk jalan.
SKIP
"Hahaha aku menang Shika aku unggul satu angka diatasmu sekarang hahaha"Tawa Naruto yang memenangkan permainan kali ini.
"Haahhh kau memang cerdas dalam strategi Naruto"Ucap Shikamaru yang kini meletakan pungungnya kedinding dibelakangnya.
"hehehe aku memang pintar Shika, hehehe oh ya aku akan kembali keapartemen dulu, salam untuk paman Shikaku"Ucap Naruto yang kini mengenakan kain putih itu lagi dimatanya dan berjalan keluar dari Mansion clan Nara.
"Ya hati hati"
Kini Naruto berjalan menuju apartemennya dan dihadang oleh tiga anbu Root.
"Aku akan membunuhmu aib!"
Salah satu anbu berlari dengan kunai yang dipegang ditangan kanannya. Naruto yang dapat merasakannya dengan kekuatan haki dan ditambah Gasu Gasu no Mi miliknya dia menghindar kesamping kiri disaat anbu tersebut menghunuskan kunainya, namun disana telah menunggu seorang anbu lagi yang bersiap dengan tantonya, dia menebas tantonya melintang kearah kepala Naruto karena tanah pijakannya terlalu licin dia tidak sempat menghindar dan-
TRAANKK
Naruto menggunakan tongkat miliknya untuk menahan tanto milik sang anbu, lalu sebuah kaki menuju kepala dari Naruto dari belakang, dan Naruto menyadarinya dan meloncat kearah kanan dan memberikan sebuah tendangan kaki kiri bagian tumit pada anbu yang ada dibelakangnya tepat pada ulu hatinya yang membuat sang anbu tersebut tersungkur berlutut, dan kesempatan itu tak disia siakan Naruto untuk menyerang sang anbu dengan tongkatnya untuk menancapkan tongkatnya pada sang anbu, namun dihadang dengan tanto dari anbu yang lain, karena kalah tenaga Naruto melompat menjahui ketiga anbu tersebut.
"Kau tak akan bisa mengalahkan kami bocah menjijikan"Ucap anbu yang menahan serangan Naruto tadi.
"Benarkah anbu san? Baiklah mari kita tunjukan siapa yang menjijikan diantara kita semua"Ejek Naruto
"BANGSAT!"Teriak ketiga anbu tersebut seraya merapal handseal.
Katon : Gokakyu no Jutsu
Katon : Gokakyu no Jutsu
Futon : Daitoppa
Ketiga jutsu tersebut menyatu dan menimbulkan bola api dan burung phoenix api yang blebih besar dari pada sebelum terkena jutsu angin tadi.
Naruto tetap berdiri dengan tenang ditempatnya tanpa bergerak dari seichipun, kini dia sedang membuka mulutnya dan menyerap jutsu yang tadi diarahkan padanya.
"A-Apa yang terjadi ju-jutsu i-itu terserap"Ucap salah satu anbu dengan gelagat ketakutan.
Kini jutsu tersebut terserap seluruhnya dan masuk ketubuh Naruto.
"hanya segitu? Ini aku kembalikan"Ucap Naruto seraya mengarahkan tangannya kedepan dan tercipta burung phoenix api yang besar mengarah pada tiga anbu tersebut.
DUUAARRR
Ledakan dahsyat tercipta dari tabrakan jutsu yang dikeluarkan atautepatnya dikembalikan Naruto, dan terlihat mayat anbu anbu tersebut tergeletak hitam karena gosong terkena phoenix api milik Naruto.
"Ini pasti akan mengundang penasaran orang disekitar sini, lebih baik aku pergi"Ucap batin Naruto yang kini menghilang dengan Shunsin miliknya.
Kantor Hokage Sebelum Terjadi Pertarungan Naruto
Kini terlihat 2 Anbu, Shandaime dan Yondaime Hokage sedang berbicara dikantor hokage.
"Lalu apakah aku harus mengikutkan aib Konoha itu dalam ujian Genin tahun ini Shandaime, aku tak mau Konoha memiliki seorang Ninja yang lemah seperti dia disini."Ucap Yondaime Hokage a.k.a Minato Namikaze.
"Kau bodoh atau bagaimana hah Minato, dia itu tetap anakmu dan apa kau lupa dengan Rock Lee, dia pun juga tidak memiliki Chakra namun dia juga dapat menjadi Genin tahun lalu."Ucap Shandaime Hokage a.k.a Hiruzen Sarutobi.
"Namun dia dapat membuka 8 Gerbang Hachimon yang diajarkan Guy, dan dia bisa apa chakra saja tak punya."Ucap Minato yang berpegang teguh pada pendiriannya.
"Hah terserah kau saja, namun jika besok dia bisa lolos dan memilik chakra kamu jangan kaget dan menyesal MINATO, ayo pergi Shisui"Ucap Hiruzen dengan penekannan pada kata minato dan lalu berbalik badan untuk pergi namun-
DUUAARR
"Apa itu ayo periksa"Ucap Hiruzen yang lalu melompat dari jendela gedung Hokage diikuti Shisui, Minato dan para anbu yang berjaga digedung hokage serta para Shinobi yang lainnya.
Kini mereka semua telah sampai pada sumber suara dan hanya menemukan tiga mayat anbu Root yang tergeletak tak bernyawa dengan seluruh kulit mengelupas terbakar.
"Siapa yang melakukan ini semua"Kata salah satu shinobi.
"Shandaime-sama, saya menemukan sesuatu."Teriak salah satu anbu pada Hiruzen.
Shinobi tersebut menunjukan sebuah kain putih sepanjang kurang lebih 70cm.
"I-ini"Ucap Hiruzen terkejut.
"Ada apa Shandaime-sama, apa anda mengenal kain ini?"Tanya Minato pada Hiruzen.
"Itu milik Naruto"Ucap Hiruzen yang sembuh dari keterkejutannya.
"Apa benar Shandaime-sama?"Ucap anbu kepercayaan Hiruzen a.k.a Shisui no Shunsin.
"Ya aku yakin, tapi mengapa kain ini ada disini?"Kata Hiruzen yang lalu memegang dagunya.
KEMBALI KE NARUTO
Terlihat tokoh utama kita sedang tiduran diatas kasur(iyalah masak diatas gunung#plak lupakan -_-!) seraya memandang langit langit kamarnya.
"Haahhh untung aku pergi lebih cepat tadi, hah tak usah dipikirkan lagi aku harus hemat tenaga untuk ujian besok, semoga tak satu tim dengan bocak bangsat itu."Ucap Naruto entah pada siapa.
KEESOKAN PAGINYA
KRRIINNG
KRRIINNG
KRRIINNG
BRRUUKK
"Ittai"Teriak nista sang Kumagawa mudan tersebut karena terjatuh dari atas kasurnya dengan posisi kepala yang berada dibawah dengan posisi nungging.
"Haahhh pagi pagi udah sial, hah iya aku harus pemanasan mumpung masih jam lima."Ucap Naruto seraya menepuk kedua tangannya tanda dia semangat.
"Yooshh pemanasan dimulai"
OKE SKIP AJA
Setelah melakukan pemanasan yang bisa dibilang gila dengan takaran Sit Up 200x, Pul Up 150x, Squat Jump 100x, Back Up 200x dan berlari mengelilingi apartemennya 125x Naruto kini menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah dia selesai kini dia terlihat menggunakan pakaian Jubah Berwarna Coklat dengan dalaman sebuah pakaian merah dan hitam yang terbagi ditengah tengahnya, dia juga menggunakan celana panjang hitam dengan lilitan perban di bagian paha dan sendal Shinobi, tak lupa tutup mata yang dia kenakan, yang berbeda kini dia tidak membawa tongkat namun pedang yang tergantung gagah disisi kiri tubuhnya, pedang dengan sarung hitam dengan pegangan berwarna emas dengan tebal pedang 1cm dan panjang 120cm itu dibawa keakademi.
Setelah menempuh perjalannan kini dia telah sampai ke akademi dan masuk, disana telah ada beberapa jounin dan chunin serata Shandaime dan Yondaime Hokage dan jangan lupa Umino Iruka sebagai guru disana,
"Baiklah minna, ujian Genin kali ini diadakan dengan cara melakukan melempar 10 shuriken, Hange, Kawarimi, dan juga Ninjutsu yang kalian bisa, dimulai dari Inuzuka Kiba
SKIP
"Baiklah kini Namikaze Uzumaki Menma"
"KYYAAA Menma-kun semangat."Teriak gaje cabe ca err Fansgirl Menma yang hanya diacuhkan Menma.
Menma menancapkan 8 dari 10 shuriken, hange Minato, Kawarimi, Ninjutsu Rasengan
"Baiklah selanjutnya Uchiha Sasuke"
Sama seperti Menma fansgirl Sasuke teriak teriak ngasih semangat ke pantat ayam berjalan tersebut.
Sasuke menancapkan 9 dari 10 shuriken, hange Fugaku, Kawarimi, Ninjutsu Gokakyu
"Baiklah kini Kumagawa Naruto"
"Ano Iruka-sensei bukannya marga Naruto Uzumaki Namikaze?"tanya Shikamaru pada Iruka
"Disini tertulis begitu Shikamaru, aku juga bingung"Ucap Iruka yang kini garuk garuk kepala.
"Sudah jangan dipikirkan, itu marga baruku dan aku penerus dari orang yang memberiku marga tersebut."Ucap Naruto sedikit berbohong
"Baiklah untuk Naruto Hange, kawa-"Tetap ada, aku ingin itu tetap ada"Ucap Naruto yang membuat orang diruangan tersebut kaget minus Hiruzen dan Shisui, pasalkan Naruto tidak memiliki chakra.
"Bukannya kau tidak memiliki chakra Naruto"Ucap salah satu juri
"Tidak dia kini memiliki aliran chakra bahkan sangat besar, namun berbeda dengan aliran chakra pada umunya, chakra ini berwarna hijau harusnya berwarna biru."Ucap salah satu jounin dari clan Hyuga.
"Bisakah aku memulai tes ini?"Kata Naruto dengan malas.
"Jangan sombong kau aib"teriak Menma.
"Baiklah Naruto silahkan."Ucap Iruka pada Naruto
Dan dari melempar shuriken membuat mereka tertawa pasalkan semua tidak tepat pada titik tengahnya namun-
"Kenapa kalian tertawa, dia pintar bahkan sangat pintar"Ucap salah satu Jounin yang berasal dari kesatuan medis
"Kenapa kau bica-"Maaf Hokage –sama, Naruto menempatkan semua shuriken tersebut tepat pada titik titik berbahaya atau bisa disebut titik syaraf pada manusia, jika titik tersebut terserang dan mengenainya, bahkan shuriken pun dapat membunuh orang tersebut."Jelas shinobi medis medis tersebut.
"Apakah itu benar Rize(OC)-chan?"Tanya Minato pada Rize
"Saya tidak berbohong Hokage-sama dan bila batang kayu tersebut manusia, dia saya pastikan telah mati sekarang."Ucap Rize pada Minato."Bahkan saya terkejut jika ada Genin yang mengetahui titik syaraf"Jelas Rize yang membuat semua orang terkejut.
"Baiklah Naruto, lanjutkan"Ucap Iruka yang sembuh dari terkejutnya
Naruto melakukan hange yang menyerupai Hasirama Senju yang lagi lagi membuat para orang orang lawas maksudnya orang orang yang hidup dijaman Hasirama Senju pernah melihat Hashirama sang Shodaime dia melakukan kawarimi melakukan Ninjutsu namun tidak terjadi apa apa.
"Mengapa kau tak melakukan Ninjutsu Naruto?"Tanya Hiruzen
"Aku sudah melakukannya Jiji"Ucap Naruto dengan tenang.
"Maksu-"Coba kalian semua gerakan tubuh kalian jika bisa."Ucap Naruto dengan tenangnya
"Apa yang terjadi dengan tubuhku"Itulah pertanyaan yang ada dibenak semua orang diruangan tersebut.
"Kau benar-benar penuh misteri Naruto/Naru-chan"Batin Shikamaru, Hiruzen dan Shisui
"Bisa jelaskan ini semua, Naruto?!"Tanya Minato dengan penuh penekanan
"Apakah harus Hokage-sama?"Ucap Naruto dengan nada yang sangat dingin.
"Harus, atas nama Hokage dan tou-"Baiklah, itu adalah salah satu keahlianku dalam menggunakan elemen Futon, aku menghentikan aliran udara atau oksigen yang ada didalam darah kalian semua, dan secara tidak langsung kalian tidak dapat berubah dan karena oksigen yang ada didalam darah kalian berhenti maka darah kalian juga berhenti, lebih dari 5menit kalian terkena jutsu itu, kalian akan mati."Ucap Naruto dengan dinginnya dengan sedikit berbohong dan juga membuat semua yang ada disana terkejut bahkan ada yang sampai memucat.
"Seberapa kuat kau Naruto"Batin Sasuke
"Kau hebat Naruto/Naru-chan"Batin Shikamaru, Hiruzen dan Shisui.
"Baiklah, kalian semua boleh kembali pulang dan kau Naruto kau ikut aku keruang Hokage"Ucap Minato.
"Hn"Jawab Naruto.
SKIP MENUJU KANTOR HOKAGE
Kini Naruto telah berada dikantor Hokage bersama Minato, Hiruzen dan juga Shisui yang melepas topeng anbunya.
"Baiklah Naruto, jelaskan darimana kamu mendapatkan kekuatan itu semua."Tanya Minato pada Naruto.
"Latihan"Jawab singkat Naruto yang membuat Hiruzen dan Shisui menahan tawanya sebisa mungkin.
"Ya itu aku tau, tapi bagaimana caramu melakukannya."Tanya minato
"Dari orang yang bernama Kumagawa Dei"Jawab dingin Naruto.
"Siapa dia."Tanya Minato yang penasaran.
"Seorang manusia yang yang melatihku."Jawab Naruto
BRRAAKK
"Kau lama lama membuatku emosi Naruto"Teriak Minato pada Naruto
"Sabarlah hokage-sama, aku rasa Naru-chan tidak ingin mengumbar atau memberi tau pada siapapun akan jutsu jutsunya."Bela Shisui
"Haahhh, baiklah kalian boleh pergi sekarang."Ucap Minato menghela nafasnya.
Dan mereka bertiga menghilang dengan Shunsin milik Shisui
At Home Hiruzen
Mereka bertiga telah sampai keruang tamu milih Hiruzen, dan disana telah menunggu Shikamaru dan Shikaku yang sedang meminum teh dan ada tiga cangkir yang telah terisi teh untuk mereka bertiga.
"Hah mendoukusai, kalian lama sekali."Ucap Shikaku.
"Hah, Hokage gila itu mengintrogasiku berlebihan"Ucap Naruto yang kini duduk bersender pada sederan sofa disana.
"Hahaha, kau ini biarpun kau telah mendapatkan tou-san baru tapi dia tou-san kandungmu Naru-chan."Ucap Shisui seraya mengacak rambut Naruto.
ggi yang membuat semuadisana sesak nafas dan terduduk selain Shikamaru yang hampir pingsan.
"Jangan panggil aku seperti itu SHISUI NII"jawab Naruto dengan mengeluarkan killingintens tin "Na-Na-Naruto Ka-Kau ma-mau me-membu-nuh Shi-Shia-chan"Ucap terbata Hiruzen.
Dan kini killingintens Naruto hilang.
"Hehehe gomen gomen Shika gomen"Jawab Naruto dengan tertawa dan mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Hah mendoukusai, oh ya Naruto bisa ceritakan bagaimana kamu mendapatkan kekuatan itu."Ucap Shikaku pada Naruto
"Baiklah"
SKIP AJA
Setelah Naruto menceritakan semuanya mereka kini sedang mengobrol dengan santai.
"Oh ya Naruto besok adalah pembagian team, jadi persiapkan dirimu untuk misi misi yang akan kau jalani selanjutnya."Ucap Hiruzen
"Baiklah Hokage jiji jika bisa masukan aku kedalam team dengan jounin pembimbing ahli Kenjutsu, karena aku akan menggunakan pedang ini."Ucap Naruto seraya meletakan pedang miliknya dimeja.
"Pedang yang bagus."Ucap Shikaku seraya menatap lekat-lekat pedang milik Naruto.
"Apa nama pedang ini Naruto.?"tanya Shikaku
"Namanya adalah Masamune Shikaku Oji-san."Ucap Naruto pada Shikaku.
"Masamune aku seperti pernah mendengar nama itu?"Kata Shikaku lalu berfikir.
"Itu pedang Legendaris rival abadi dari Murasama."Bukan Shikaku yang menjawab namun Shikamarulah yang telah bagun dari tidur lelapnya.
"Ah ya, itu darimana kau mendapatkannya Naruto?"Tanya Shikaku
"Ini pedang pemberian Otou-san Dei padaku sebagai hadiah ulang tahunku tahun ini Shikaku Oji-san."
"Ohh"
Kini mereka telah kembali kekediaman masing-masing dan Naruto kini telah sampai diapartemennya.
"Haahhh semoga aku menjadi single team besok"Batin Naruto dan terlelap dalam mimpi indahnya.
KEESOKAN PAGINYA.
Kini semua murid lulusan Genin tahun ini telah berkumpul diakademi untuk mengetahui Rokkie of the years tahun ini dan juga pembagian team.
"Baiklah untuk Rokkie of the years tahun ini didapatkan oleh..."
"Pasti Sasuke-kun/Menma-kun"Batin para cabe cabean err maksudnya fansgirl duo pantat ayam dan durian montong tersebut.
"Pasti aku."Batin Sasuke
"Pasti aku"Batin Menma
"Kumagawa Naruto."
KRIK
KRIK
"APPAAA"Teriak semua warga akademi dikelas itu minus Naruto dan Juga Shikamaru yang sudah tau pasti siapa ROTY itu.
"Kenapa bisa si aib Konoha itu Iruka sensei, kenapa bukan Menma-kun atau Sasuke-kun"teriak seorang fansgirl dari Menma dan Sasuke
"Iya betul itu"Kini suasana keras mendadak riuh karena pengumuman dari R.O.T.Y tahun ini.
"Karena dari semua segi dia menyelesaikan tes tersebut dengan sempurna."Ucap Iruka.
"Aku tidak terima!"Teriak Menma dan Sasuke bersamaan.
"Jika tidak terima protes saja pada sang HOKAGE-SAMAmu"kata Naruto dengan penuh penekanan dikata terakhirnya.
"Cih, jangan sombong kau Naruto!"Ucap Menma
"Hah merepotkan, maka jangan suka menilai orang hanya karena sampulnya, bahkan seekor semut bisa membunuh seekor gajah"Ucap Shikamaru dengan tenangnya.
"Betul"Kata Chouji, Kiba dan juga Shino yang pendiam pun ikut angkat bicara.
"Cih dasar lemah!"Umpat Sasuke dengan soknya.
"Baiklah, sekarang pembagian team"
SKIP LAGI :p
"Team 7 Uzumaki Namikaze Menma, Uchiha Sasuke dan juga Haruno Sakura dengan Jounin pembinmbing Hatake Kakashi"Kata Iruka dan otomatis membuat sakura berteriak dan juga mengejek Ino.
"Team 8, Inuzuka Kiba, Aburame Shino dan Hyuga Hinata dengan Jounin pembimbing Yuuhi Kurenai"
Team 9 saya skip karena masih aktif,
"Team 10, Shikamaru Nara, Akimichi Chouji, Ino Yamanaka dengan Jounin pembimbing Asuma Sarutobi"dengan pemberi tahuan tersebut Ino berteriak tidak terima satu team dengan 2 orang aneh tersebut.
"Team 11 Kumagawa Naruto dengan Jounin pembimbing Gekko Hayate"
"Kenapa team 11 hanya Naruto saja Sensei?"Tanya Hinata
"Karena dia lemah"jawab Menma
"Ini adalah permintaan Shandaime-sama."Ucap Iruka."Baiklah, sekarang tetap dikelas dan tunggu Jounin pembimbing kalian disini, mereka akan menjemput kalian"Ucap Iruka
SKIP LAGI Tee Hee
Kini, hanya tinggal team 7 dan team 11 yang masih dikelas.
"Yo, Kumagawa Naruto temui aku diatap dan juga team 7 kalian juga ikut bersamaku keatap karena sensei kalian sudah disana"Ucap Gekko Hayate dan yang didapat gerutuan dari Menma dan Sakura sedangkan sasuke memasang wajah datar namun sebal
Kini mereka telah berada diatap, dan terlihat Kakashi telah disana dengan membaca buku andalannya.
"yo, kalian kemarilah kita akan perkenalan disini."
"Bukannya lebih baik sensei mencontohkannya.?"Ucap Sakura
"Baiklah, namaku Hatake Kakashi hal yang kusuka dan yang tidak kusuka tidak ada hubungannya dengan kalian, hobiku kalian belum cukup umur dan cita citaku belum terfikirkan"Ucap Kakashi yang membuat Menma dan Sakura sweatdrop.
"Dia hanya memperkenalkan nama saja"Batin Menma dan Sakura, sedangkan Sasuke dan Naruto tetap setia dengan wajah datarnya.
"Namaku Gekko Hayate hal yang kusuka Pedang, hal yang tidak kusuka adalah kesombongan, hobiku bermain pedang sedangkan cita citaku menjadi ahli Kenjutsu terbaik di Konoha."Ucap Hayate dengan ditambahi senyumnya.
"Petama kau pink"perintah Kakashi.
"Aku Sakura Haruno, hal yang kusuka..(Melirik Menma dan Sasuke), yang tidak kusuka Naruto dan Ino pig, hobiku..(melirik Menma dan Sasuke), Cita citaku (melirik Menma dan Sasuke lagi) KYYAAA. . . ."
"Dasar Fansgirl"Batin Hayate dan Kakashi
"Lalu kau Reven"Tunjuk Kakashi pada Sasuke.
"Aku Uchiha Sasuke, hal yang kusuka adalah hal yang tidak kusuka begitu juga sebaliknya, hobiku entahkah , cita citaku atau tepatnya ambisiku adalah membunuh DIA"Ucap Sasuke dengan penekanan diakhir kalimatnya.
"Dia masih dendam dengan Itachi"Batin Hayate dan Kakashi
"Lalu kau Durian"Tunjuk Kakashi pada Menma
"Aku Uzumaki Namikaze Menma, Hal yang kusuka berlatih dengan tou-san dan Kaa-san, hal yang tidak kusukai aib keluargaku, hobiku berlatih cita citaku menjadi Hokage"Ucap Menma dengan menatap Naruto tajam namun tidak digubris oleh Naruto
"Naruto benar benar kuat dengan ini semua."Batih mereka lagi.
"Terakhir kau Jabrik"Tunjuk Kakashi pada Naruto.
"Aku Kumagawa Naruto, hal yang kusukai Ramen dan Dei, yang tidak kusukai orang yang sombong, arogan dan orang yang menilai orang lain dari sampulnya, hobi berlatih, cita cita menunjukan keadilan dan menciptakan perdamaian."Ucap Naruto
"Baiklah besok team 7 dan 11 akan melakukan ujian training ditraining ground 7 dan-"Bukankan kita sudah lulus sensei?"Kata sakura.
"Tes itu hanya memperlihatkan sedikit dari kekuatan kalian karena tes ini adalah tes yang menentukan kalian lulus atau tidaknya, oh ya satu lagi kalian dilarang sarapan karena jika kalian sarapan aku akan menjamin kalian memuntahkannya kembali dengan pedangku ini"ucap hayate dengan tampang horornya yang membuat team 7 merinding walau sasuke menutupinya dengan wajah datarnya, berkainan dengan Naruto yang tidak terpengaruh apapun.
"Baiklah kalian boleh pergi sekarang."Ucap Kakashi yang menghilang bersama Hayate dengan Shunsin masing-masing
Kini team 7 dan Naruto pergi dari tempat sebelumnya, dan Naruto berjalan menuju Hutan Kematian dengan tongkat sebagai penunjuk jalannya.
"Yoosh baiklah aku akan berlatih untuk besok."Ujar Naruto dengan memulai pemanasan yang bisa dibilang gila karena porsi latihannya ditambah dua kali lipat dari biasannya.
"398 hosh 399, hosh hosh , 4..0..0 hah hah hah, benar benar melelahkan."Ujar Naruto yang kini berjalan tertatih tatih menuju salah satu pohon yang terdapat sebuah plastik yang berisi bekal bekal untuk latihannya. Setelah istirahat 30 menit dan memakan dan meminum bekalnya kini Naruto berlatih Ninjutsu miliknya dan berlatih Kenjutsu juga.
Taju Kagebunsin no Jutsu
Muncul clon Naruto yang berjumlah 100 orang
"Baiklah 50 orang berlatih Ninjutsu dan 50 yang lain berlatih Kenjutsu didekat sungai sana."Perintah Naruto dan hanya dibalas anggukan dari 100 bunsinnya lalu mereka menghilang keseluruh penjuru hutan untuk berlatih.
"Baiklah"Ujar Naruto dengan melepas ikat matanya lalu berjalan mengarah kebatu besar yang berada tepat didepannya.
"Bagaimana jadinya jika aku menambah tekannan chakra pada pedang ini"Ujar Naruto dan mengalirkan chakra angin miliknya kedalam pedang hasilnya pedang itu bersindar biru terang.
"Sugoi, semoga pedang ini bisa lebih tajam dari sebelumnya"Ujar Naruto dengan mengibas ibaskan pedangnya, namun tidak disadari Naruto bahwa akibat kibasan itu pedang itu melontarkan sebuah energi yang begitu tipisnya dan-
SRRAAKK
BUUKKK
"Apa itu, batu ini terbelah dengan halus apa mungkin..."Ujar kalimat yang masih digantung oleh Naruto.
"Baiklah akan kucoba"Ujar Naruto yang kini mengalirkan chakra anginnya kembali dan jadian yang sama kembali terjadi, lalu dia menebaskan pedang itu kesembarang arah satu kali tebasan.
"Ahh tidak terjadi a-"
BRRAAKKK
Senyum kecil menghiasi wajah Naruto karena menemukan sebuah jutsu baru miliknya.
"Bagaimana dengan chakra api"Ujar Naruto yang melakukan eksperimen lagi dan pedang itu bercahaya merah terang saat dikeluarkan dari sarungnya pedang itu berwarna merah seperti sedang dibakar oleh api, lalu dia tebaskan ditempat dan mengarah kepada pepohonan dihadapannya dan hasilnya.
SRRAAAKKKK
WHHUUSSS
Pohon pohon itu pun terbakar, Naruto kini menyeringai karena latihannya tidak sia sia.
Keesokan Paginya.
Kini tokoh utama kita sedang tertidur dengan tidak elitnya lalu dia terbangun dan menuju kamar mandi untuk melakukan ritual paginya. Setelah mandi dia menuju Ichikaru Ramen untuk sarapan.
"Paman, ramen jumbo dengan ekstra Narutonya ya"Teriak Naruto pada sang penjual
"Siap Naruto"Teriak sang penjual (Lupa Namanya :p) yang tidak kalah keras dan terdengar tawa dari Naruto dan sang penjual.
"Ramen dengan eksta Naruto sudah siap"Teriak sang penjual dengan keras, dan Naruto memakan ramen tersebut dengan lahap.
"Paman, uangnya aku taruh meja"Kata Naruto dan dibalas anggukan dari penjualnya.
Kini Naruto berjalan ketraining ground 7 dengan pelan
AT TRAINING GROUND 7
Terlihat 3 sosok err 3 manusia sedang menunggu sensei mereka dan juga Naruto dengan wajah sebal.
"Kemana mereka itu, mereka lama sekali.."Umpat sosok dengan rambut kuning dan tiga guratan halus diwajahnya a.k.a Menma.
"Benar Menma-kun mereka benar benar menyebalkan"Tambah seorang wanita dengan rambut pink dengan sebalnya. Sedangkan sang Raven a.k.a Sasuke hanya diam saja namun sedikit menunjukan wajah sebalnya.
"Dasar dobe kau lupa Naruto itu menutup matanya mungkin dia kesasar."Ujar Sasuke yang memasang wajah datarnya.
"Benar kau Sasu-hey apa kau bilang tadi hah Baka Teme!"Teriak Menma
Dobe
Teme
Dobe
"Haahhhh"Teriak nista Menma yang sebal karena Sasuke.
Dan kini Naruto telah sampai ditraining ground 7
"Hey kau aib, lama sekali kau datang kesini hah!"Umpat Menma dengan menunjuk Naruto yang masih berjalan dengan tenang.
"Bukan urusanmu"Ujar singkat Naruto yang berjalan menuju salah satu pohon dengan tongkat penunjuk arahnya.
BOOFFF
"Sensei telat"teriak Menma dan Sakura.
"Gomen gomen aku tadi bertemu nenek tua yang butuh pertolongan lalu aku-"menolongnya karena kau adalah shinobi yang baik, lalu kau bertemu dengan kucing hitam karena takut sial kau mencari jalan memutar, dan kau tersesat dijalan yang namanya kehidupan, apa aku benar Kakashi Sensei"Ucap Naruto yang memotong perkataan Kakashi yang dibalas Kakashi dengan eye smile miliknya, lalu Hayate hanya tersenyum tipis atas tingkah murid satu satunya tersebut.
"Baiklah baiklah, mari kita mulai ujian training ini."Ujar Hayate dengan mengeluarkan 1 bel sedangkan Kakashi mengeluarkan 2 bel.
"Apa maksudnya anda mengeluarkan bel itu sensei."Ujar Menma.
"Kalian ber4 akan merebut ketiga bel ini dari kami berdua."Ucap Kakashi
"Dan kalian harus sungguh sungguh bahkan berniatlah membunuh kami."Kini Hayate angkat bicara.
"Namun kenapa hanya tiga sensei?"kini Sakura yang angkat bicara.
"Karena salah satu dari kalian akan aku hukum dengan mengikatnya dibatang itu dan aku dan Hayate beserta kalian yang mendapatkan bel ini makan dihadapannya, lalu anak itu akan aku kembalikan ke akademi."Ucap Kakashi dengan wajah horornya dan Hayate hanya tersenyum tipis, sedangkan team 7 bergidik ngeri lalu Naruto tetap tenang karena gak ngeliat Kakashi.
"Baiklah Survival training DIMULAI."Teriak Hayate dan semua team 7 menghilang ditempat meninggalkan Hayate dan Kakashi begitu pula Naruto yang berjalan kearah sungai lalu membuka ujung dari tongkatnya ditarik dan memperlihatkan sebuah besi lancip tajam disana.
"Apa yang kau lakukan Naruto?"Tanya Hayate
"Sensei carilah mereka dulu, aku akan mencari ikan untukku dan sensei makan siang, kalian hadapi aku diterakhir saja sensei, karena aku juga akan mengisi sedikit setaminaku hehehe"Ujar Naruto tertawa dan menaikan tutup matanya bagian kiri untuk melihat ikan.
"Apa yang dipikirkan aib/Naruto itu?"Batin team 7 dan juga sensei mereka
"Baiklah"
Setelah kakashi dan Hayate menaklukan team 7, Sasuke yang terkubur, Sakura yang terkena Genjutsu dari Kakashi dan Menma yang tergantung terbalik kini Hayate dan Kakashi berjalan menuju Naruto yang membakar ikan ikan hasil tangkapannya.
"Kau serius ingin melawan kita berdua Naruto, kami adalah jounin."Ujar Kakashi memastikan dan Hayate manggut-manggut(kaya burung aja '-')
"Yah mau bagaimana lagi sensei, jika dengan ini aku bisa lulus aku akan melakukannya hehehe"Ujar Naruto yang tertawa.
"Dia begitu beda jika bersamaku dan Hayate, tidak seperti dia dengan para warga, teman-temanya dan juga Hokage"Batin Kakashi dan Hayate hanya tersenyum simpul(Hayate dan Kakashi udah diceritain masalah Naruto dari Shandaime ya )
"Bisa kita mulai SENSEI"Ucap Naruto dengan memegang pedang dan memasang kuda kuda (Kaya Nang In kalo pas di Hold D).
"Baik/Oke"Ujar Kakashi dan Hayate yang juga bersiap memasang kuda kuda milik mereka.
"Tunggu sebentar, kau akan menggunakan tutup mata itu Naruto?"Tanya Hayate yang masih siaga dengan kuda kudanya.
"Jangan remehkan aku sensei"Teriak Naruto yang kini berlari menuju Kakashi dan Hayate, setelah merasa cukup dekat dia menarik pedangnya dan menebaskannya pada Kakashi, dengan mudahnya kakashi menghindari tebasan itu, lalu Kakashi mengarahkan kaki kirinya untuk menendang Naruto namun, Naruto dengan cepat mengarahkan pedang bagian tajamnya untuk menghalau serangan Kakashi, tidak mau mengambil resiko Kakashi membatalkan serangannya dan meloncat mundur.
"Kenjutsumu hebat juga Naruto."Ujar Kakashi
"Ini berkat latihanku sen-"belum selesai mengucapkan kata katanya Naruto merasakan datangnya bahaya dari arah belakangnya, dengan cepat dia membalik tubuhnya dan mendapati hayate yang bersiap menyerangnya dengan pedangnya dan
TRAANNK
Pedang milik Hayate ditahan oleh sarung pedang milik Naruto. Naruto harus bersyukur karena ketiga Haki yang diajarkan Tou-san angkatnya benar benar berguna. Kini Naruto dan hayate sedang bertanding Kenjutsu , namun karena kalah pengalaman Naruto terlempar karena tendangan dari Hayate tepat pada sisi kiri tubuhnya
"Itu sedikit sakit sensei"Ujar Naruto yang bangkit kembali
Katon : Gokakyu no Jutsu
Naruto yang mendengar suara dari belakangnya terkejut dan berbalik seraya mengalirkan chakra angin pada pedangnya dan menebut nama jutsunya
The Death Blow
Naruto menebaskan pedangnya yang telah dialiri chakra anginnya kearah depan dan hanya mengenai udara hampa namun
BUUSSSTT
Bola api dari kakashi tadi terbelah dan
CRASH
"Arrgghhh"Kakashi terkena sedikit goresan namun dalam pada lengan kirinya karena dia telat menghindar.
"Gomenasai sensei"Ucap Naruto
"Tak apa ayo lanjutkan kau belum menang Naruto"Ucap Kakashi yang tersenyum namun tak terlihat karena penutup mukannya. Lalu Kakashi merapal handseal lagi.
Suiton : Suiryuudan no Jutsu
Kini Naruto menyarungkan pedangnya dan ikut merapal handseal.
Katon : Karyu Endan
Kedua naga api dan air itu bertubrukan dan menciptakan kabut asap yang sangat tebal.
Naruto kini membuat handseal dan menyiapkan jutsunya.
Futon : Daitoppa
Naruto meniupkan angin untuk menghilangkan kabut didepannya dan terlihat Kakashi dan Hayate yang telah menyelesaikan handseal mereka.
Katon : Dai Endan
Futon : Daitoppa (Ane gak tau perubahan chakra milik Hayate, Gomen)
Kedua jutsu itu bergabung dan menimbulkan peluru api yang lebih besar dari sebelumnya dan jutsu itu mengarah pada Naruto.
"Sial aku terpaksa"Umpat Naruto yang kini membuka mulutnya lebar lebar dan-
"A-Apa!"Teriak kedua Jounin itu terkejut pasalnya jutsu tersebut dimakan oleh Naruto.
"Hehehe, ini aku kembalikan sensei"Ucap Naruto yang mengarahkan tangan kirinya dan menembakan api yang lebih besar dari yang kedua Jounin itu keluarkan, Namun
Doton : Doryuuheki
Kakashi mengeluarkan Jutsu tanah miliknya untuk menghalau serangan peluru api super besar dari Naruto, namun tanpa mereka sadari Naruto telah berada dibelakang mereka berdua dan mengambil ketiga bel tersebut.
"Huufftt Hampir saja"Ucap Hayate yang sembuh dari terkejutnya.
"Baiklah ayo kit-bagaimana kau bisa mengambil bel itu Naruto"Ucap Kakashi yang terkejut, dan Hayate yang mendengar kata dari Kakashi menatap Naruto dan tak kalah terkejutnya pasalnya kini terlihat Naruto melempar lemparkan bel yang ada ditangannya..
"Saat Kakashi-sensei menahan peluru apiku tadi hehehe"Ujar Naruto yang tersenyum.
"Dia berbakat"Batin Hayate dan Kakashi bersamaan.
Kini kedua jounin dan satu Genin sedang duduk bersama dan team 7 diikat ditiang lalu jounin dan genin yang sedang duduk tersebut makan dengan lahap didepan mereka.
"Aku benar benar kecewa terhadap team 7, kau Sasuke kau hanya mementingkan dirimu sendiri dan tidak mengajak teammu untuk berkerja sama denganmu, kau Sakura kau hanya mementingkan Sasuke kau hanya terkena Genjutsu level C pun kau bisa kalah dan yang paling parah kau Menma kau terlalu arogan dan sombong dengan kekuatanmu kau juga sangat ceroboh sampai sampai kau terkena jebakanku dan Hayate, maka aku nyatakan kalian bertiga-"
KLUNTING
"Ambilah, dan jangan ulangi hal yang sama, kalian sebenarnya berbakat namun kalian hanya mementingkan diri sendiri"Ucap Naruto.
"Cih , aku tak butuh bantuan dari aib sepertimu."Ucap Menma dengan sombongnya dan diberi tatapan bingung dari kedua teman satu teamnya.
"Kenapa Menma-kun seperti itu, padahal Naruto sudah membantu team ini, aku sadar sekarang bahwa Naruto adalah orang yang baik"
"Cih, ada apa sebenarnya dengan si dobe, Naruto bahkan mau membantu team ini, kau benar benar bodoh dobe." Batin Sasuke dan Sakura yang kini telah sadar akan seperti apa Naruto itu.
"Bahkan seorang aib ini mampu mengalahkan seorang anak emas dari sang Ho-ka-ge-sa-ma, dan jika kau tak lulus dari tes ini merengeklah pada tou-san dan kaa-sanmu untuk menjadikanmu seorang Genin."Ucap Naruto dan berjalan meningkalkan mereka sebelum-
"Tunggu Naruto, bisakah aku tau dimana tempat tinggalmu."Tanya Hayate
"Mari ikut saya sensei."Ucap Naruto yang diakhiri sebuah senyuman dan mereka berdua berjalan pergi.
"Cih dasar sampah."Umpat Menma.
"Kau tak seharusnya begitu Menma dia kakakmu bahkan dia masih peduli padamu dan dan memberikan bel itu pada temmu, jika tidak ada dia kalian bertiga tidak akan lulus dari tes ini."Ucap Kakashi yang menasehati Menma.
"Benar juga, tapi aku tetap masih sedikit benci dengannya yang membuat klan Namikaze malu karenanya."Ucap Menma yang kini sedikit sadar.
DIKANTOR HOKAGE
"Team 8 lulus"
"Team 10 lulus"
"Team 7 dan 11 lulus"Ucap Kakashi dan diimbuhi eye smile miliknya, yang itu membuat semua yang ada disitu terkejut pasalnya Kakashi selalu tidak meluluskan Genin.
"Apakah itu serius Kakashi?"Tanya Guy dan diberi anggukan dari Jounin yang lain.
"Ya namun sebenarnya team 7 tidak lulus dalam Survival training, namun karena Naruto dia mengalahkanku dan Hayate bahkan dia sempat melukaiku-"Ucap Kakashi dan juga menunjukan luka dilengan kirinya. "Jika kunilai, dia sudah setara Mid Jounin"Ucap Hayate yang membuat semua yang ada diruangan tersebut terkejut, bahkan Minato.
"Kau serius Hayate, Kakashi?"Tanya Minato.
"Kami sangat serius Hokage-sama, oh ya aku lupa bahkan dia bertarung dengan penutup matanya yang masih dia gunakan."Dan sekali lagi semua yang ada diruangan tersebut terkejut, bahkan para anbu yang berjaga jika bisa dilihat, mereka menampakan ekspresi terkejut mereka:p
"Panggil Namikaze Uzumaki Naruto kehadapanku SEKARANG!"Perintah Minato
"Maaf Hokage-sama, namun namanya bukan Namikaze Uzumaki Naruto lagi namun, Kumagawa Naruto!"
JEDDEERR
T.B.C
Maaf kalo terlalu banyak kasih SKIP,membosankan atau ada kesamaan dengan fic lain namun ini murni buatan saya sendiri, dan tolong reviewnya.
Semoga fic kali ini lebih baik dari sebelumnya, SELAMAT MEMBACA
