Kumagawa Naruto

Disclaimer: I don't own anything from naruto manga. But this fic is mine

Rate: T

Pair: Naruto x Shizuka

Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike

Summary : Hanya karena warna mata dan chakra yang berbeda dari anggota keluarganya dia dianggap aib bagi keluarga dan desanya, kini dia dibuang, diasingkan, tak dianggap. Namun setelah bertemunya dia dengan seseorang kini dia akan kembali dan membawa perubahan yang besar.

Chapter 5

Konohagakure no Sato.

Terlihat seorang laki laki dengan rambut putih panjang dengan tampang mesum sedang duduk dikantor hokage bersama sang hokage, mereka sedang membicarakan sesuatu yang mereka anggap penting.

"Kenapa sensei sangat ingin mengajak Menma-kun pergi keluar desa sensei ?" tanya sang Hokage a.k.a Minato.

"Aku mengajak Menma keluar desa bukan hanya karena tak ada alasan, aku ingin mengajaknya karena aku ingin dia memiliki pengalaman berada didunia luar dan juga aku akan melatihnya sebelum ujian Chunin, bukannya kau telah menyebarkan ujian Chunin pada seluruh desa. Apa kau ingin mendengar bahwa seorang anak Hokage sang Kiiroi Sengko lemah dan terbunuh dibabak kedua heh Minato."Jelas orang berambut putih tersebut a.k.a Jiraiya salah satu dari legenda Sennin.

"Bukannya begito sensei aku bingung apakah Khusina mau akan hal itu?" Ucap Minato dengan menaruh tangannya dibawah dagu untuk menopang kepalanya.

"Aku percaya dia mau, dia seorang anak muda yang sangat bersemangat, aku juga tahu jika dia pasti ingin mengalahkan kakaknya dan membawanya pulang" Ucap Jiraiya yang berjalan menuju jendela.

"Fikirkanlah lagi Minato, keselamatan Menma aku jamin dengan nyawaku sendiri."Ucap Jiraya yang melompat pergi dari jendela kantor Hokage.

"Haahhh mungkin lebih baik aku pulang sebentar."Ucap Minato lalu menghilang dengan kilatan kuning.

Kediaman Yondaime Hokage.

"Tadaima." Terdengar sebuah suara dari luar rumah dan disusul dengan pintu yang terbuka.

"Okaeri anata, tak biasanya kau pulang jam segini Minato." Ucap seorang wanita cantik berambut merah dengan perut yang melendung akibat adanya manusia baru yang menunggu untuk melihat indahnya dunia.

"Haahhh, aku ada sedikit urusan, dimana Menma?" Tanya Minato dengan celingak celinguk mencari anaknya.

"Dia sedang dihalaman belakang, mungkin berlatih, memangnya ada apa Minato?" Tanya sang Istri Red Habanero a.k.a Khusina Uzumaki.

"Nanti akan aku ceritakan saat makan malam Tsuma, dan jangan terlalu berlebihan dalam mengurus urusan rumah Tsuma aku tak mau sibungsu ini kenapa napa." Ucap Minato seraya mengelur perut sang istri.

"Iya anata, ah dia menendang"Ucap senang Khusina.

"Kau tahu jika ayah datang ya,"Ucap Minato dengan berkata pada perut sang istri.

Khusina tersenyum dengan memegang perutnya. "andaikan Naruto masih ada disini pasti rumah ini akan lebih ramai lagi, Naruto dan Menma berebut mainan, anak yang ada dikandunganku ini yang sedang menarik narik bajuku untuk mengajak bermain saat aku sedang memasak, kau yang tertawa tanpa dosa dengan meminum teh seraya mengerjakan tugas hokage dirumah" Jelas Khusina menceritakan bayang bayang imajinasi yang sedang dia fikirkan, tanpa sadar sebuah liquid bening menetes dari bola matanya.

"Sudahlah Khusina, kesalahan yang dulu tak usah kau ungkit kembali kita jalani yang sekarang seraya berusaha memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan, itu adalah cara satu satunya untuk kita melewati cobaan ini." Ucap Minato menenangkan sang istri dengan mengelus elus kepala sang istri.

PLUK, Khusina memeluk Minato. " Janjilah padaku Minato hiks, bawa Naruto hiks kembali kerumah, hiks aku ingin hiks memperbaiki kesalahanku dahulu" Khusina menanggis dipelukan sang Hokage dan juga sang suami.

"Aku berjanji Khusina, jangan terbawa emosi itu tak baik untuk kandunganmu, sekarang kita jaga Naruko, itu permintaan terakhir Naruto, Naruko Uzumaki Namikaze itu nama yang diinginkan Naruto, kita jaga dia sebagai pelepas rasa bersalah kita pada Naruto." Jelas Minato. Tanpa sadar sepasang mata sedang memandang kejadian itu dibalik pintu belakang rumah yang sedikit terbuka.

" Nii-san, aku berjanji akan membawamu pulang, itu janji seumur hidupku."Tekad bulat dari orang yang mengintip itu a.k.a Menma telah bulat dan terpatri kuat difikiran dan juga hatinya.

Malam harinya keluarga Namikaze sedang melakukan makan malam bersama dikediamannya. Mereka makan dengan tenang dan rapih sesekali canda tawa ada karena perbuatan Menma yang mengejek sang ayah dan Khusina yang marah akibat ulah sang suami.

"Semoga adikmu tak seperti Kaa-chan yang mudah marah."Bisik Minato ditelinga Menma.

"Kita berdoa saja pada Kami-sama tou-san, aku juga takut terjadi seperti itu, nanti ada berita bahwa seorang Jounin Elit Konoha a.k.a Menma Uzumaki Namikaze babak belur dihajar seorang genin yang adalah adik kandungnya a.k.a Naruko Uzumaki Namikaze dikutip dari Koran Harian Konoha, kalau kaya gitu kan gak lucu tou-san"Bisik Menma pada Minato dan disusul tawa lepas mereka berdua.

"Apa yang kalian tertawakan?" Tanya Khusina yang menatap kedua orang ayah anak tersebut dengan wajah meminta penjelasan.

Minato dan Menma terkejut dengan sedikit keringat dingin. "A-ano Kaa-san to-tou-san me-menceritakan wajah Jiraiya sensei babak belur dipukuli gadis yang dia intip iya itu Kaa-san itu"Bohong Menma dengan wajah ketakutan.

"Benarkah Minato?!" Tanya Khusina pada Minato dengan wajah garangnya.

"Ah, i-ya Tsuma iya hehe" Jawab Minato dengan sebuah keringat mengalir dipipi kirinya.

"Hahaha, jika diingat ingat lucu juga hahaha." Kini giliran Khusina yang tertawa keras didepan mereka berdua dan disusul oleh tawa dari Minato dan Menma.

" Ah iya gara gara membicarakan Jiraiya-sensei aku jadi ingat sesuatu."Ucap Minato dan diberi tatapan penasaran dari Khusina dan Menma.

" apa itu tou-san ?" Tanya Menma penasaran dan disahut anggukan dari Khusina.

" Begini Menma, Jiraiya-sensei mengejakmu keluar desa untuk mencari pengalaman dan juga berlatih bersamanya apakah kau mau?" Tanya Minato.

"APA, jangan harap si ero-sennin itu bisa mengajak Menma-kun keluar dari desa!"Teriak Khusina dengan rambut yang telah berkibar membentuk seperti ekor dengan jumlah 9.

"Te-tenanglah Kaa-chan, a-aku ingin hal itu."Ucap Menma yang seketika membuat mata Khusina membulat.

"Ta-tapi,-",, "Tenanglah Khusina, jika kau rindu pada Menma-kun kita bisa mengunjunginya sewaktu waktu, aku sudah menanamkan segel Hiraisin padanya." Ucap Minato dengan bijaksana.

"hah, baiklah tapi Menma-kun, kau jangan sampai terpengaruh sifat mesum si ero-sennin itu sampai kau terpengaruh-" Ucapan Khusina tak diselesaikan namun rambut Khusina mulai berkibar dan itu adalah terusan dari kata katanya tadi.

GLUP. Menma menelan ludah akibat takut lalu menangguk pelan dan itu cukup untuk menurunkan rambut Khusina.

Sedangkan itu disebuah hutan terlihat seorang anak laki laki dengan penutup matanya berjalan ditengah hutan, namun tak berapa lama dia berhenti didekat sebuah sungai yang jernih memantulkan cahaya sang penerang malam.

"Sepertinya disini tempat yang cocok," Ucap anak tersebut seraya mendudukan dirinya disebuah batu besar dipinggiran sungai. "ada yang datang!"Batin Naruto dan berubah menjadi udara agar tak terlihat.

"Siapa mereka, mereka terlihat mencurigakan."Batin Naruto.

"Semua persiapan sudah selesai tinggal melakukan rencananya saja bos" Ucap salah satu dari orang orang tersebut.

Orang yang dipanggil bos tersebut berhenti berjalan dan tertawa. "Hahaha. Cepat kabarkan pada yang lainnya untuk mempersiapkan penyerangan besok, aku ingin menikahi putri sekaligus pemimpin dari Nadeshiko. Shizuka."

Kini Naruto sedang terbang dengan kekuatan Akuma no Mi nya mengikuti para pasukan yang akan menyerang Nadeshiko. Dia terbang dengan perlahan dengan jarak yang bisa dihitung dekat.(Naruto jadi udara)

"Kita hampir sampai tuan." Ucap salah satu orang yang akan melakukan penyerangan tersebut.

"Kalian telah melakukan sesuatu seharusnya."Ucap sang bos.

"Tuan tenang saja, aku telah tahu jalan yang aman untuk masuk kedesa ini dan melakukan penyerangan."Ucap salah satu anak buah.

"Baiklah kita berkemah disini dahulu dan mulai melakukan perjalannan lagi besok. Dan menjalankan acara kita" Kata sang bos dan dibalas anggukan oleh para anak buahnya.

"Aku harus segera pergi ke Nadeshikodan memberi tahu tentang ini semua." Batin Naruto.

Naruto sekarang pergi ke Nadeshiko dengan cepat bagaikan angin #emang angin -_-!), dan dia kini telah sampai didepan gerbang desa tersebut.

"Ada apa kau kemari bocah, dan dari mana kau malam malam begini?" tanya sang penjaga gerbang.

"maaf Shinobi-san apakah bisa saya bertemu dengan pemimpin desa ini?" tanya Naruto dengan sopan.

" Ada urusan apa kau ingin bertemu pemimpin kami?" tanya penjaga gerbang yang satunya.

" Aku hanya ingin tinggal disini untuk belajar sedikit elemen Fuuton Shinobi-san." Jawab Naruto.

" Aha, kau pasti juga seorang shinobi bocah, tapi dari mana asalmu bocah?" Tanya penjaga gerbang itu lagi.

" Aku hanya seorang pengembara bersama tou-sanku tuan." Jawab sopan Naruto.

" Lalu dimana tou-san mu ? dan mengapa kau menggunakan penutup mata bocah?" Tanyanya lagi.

"Tou-sanku telah meninggal tuan, dan aku menggunakan ini karena aku tak diperbolehkan tou-san menunjukan mataku." Jawab Naruto yang sukses membuat kedua penjaga gerbang tersebut terkejut.

" Ah, maafkan aku, mari aku antar." Tawar sang penjaga gerbang.

"Arigatou Shinobi-san."Balas Naruto.

Kini Naruto dan sang penjaga gerbang telah sampai pada kediaman dari sang pemimpin desa. Mereka berhenti sebentar sebelum memasuki desa.

" Bocah, jika kau bertemu dengannya jangan terkejut ya." Ucap sang shinobi.

" Memangnya kenapa shinobi san ?" Tanya Naruto binggung.

" Sudah kau lihat saja nanti." Jawab sang Shinobi.

"Mereka berdua akhirnya memasuki rumah tersebut sebelum menjelaskan maksud mereka kepada penjaga rumah tersebut.

" Shizuka-sama saya minta izin untuk masuk." Kata sang shinobi.

" Silahkan masuk." Terdengar suara yang sangat kecil atau tepatnya seperti suara anak remaja.

Mereka pun masuk dan yang ada didalam sukses membuat Naruto terkejut, bahkan sangat terkejut.

" di-dia ma-masih muda." Ucap Naruto pada sang shinobi dan dibalas anggukan dari sang shinobi.

"Ada apa Kokei?" Tanya sang pemimpin desa tersebut a.k.a Shizuka.

"Saya mengantarkan anak ini, dia berkata akan tinggal disini untuk sementara." Ucap sang penjaga gerbang yang diketahu bernama Kokei.

" Baiklah kau boleh pergi Kokei." Ucap Shizuka dan dibalas anggukan oleh Kokei.

" apa yang kau inginkan bocah." Tanya Shizuka.

"Hey kau bahkan lebih pendek dari aku, kenapa kau bilang aku bocah!" Umpat Naruto seraya menunjuk Shizuka.

" Hey sopanlah sedikit pada putri Shizuka!" Ucap Takumi pada Naruto.

" Tak apa Takumi, aku yang salah, apa yang kau inginkan err-",, " Naruto, Kumagawa Naruto." Ucapan Shizuka dipotong oleh Naruto.

" Yah, apa yang kau inginkan Naruto?" Tanya Shizuka.

" Aku hanya ingin belajar elemen Fuuton, aku dengar disini adalah tempat pemilik elemen Fuuton yang bisa dikatakan hebat.?" Jelas Naruto.

" Hah, ternyata masih ada orang yang tertarik akan elemen Fuuton, biasanya mereka hanya ingin membangkitkan Kekkai Genkai" Ucap Takumi.

"Itu tak terlalu penting, jika kau bisa menguasai elemenmu dengan baik bahkan pengguna Kekkai Touta pun dapat kau kalahkan." Ucap Naruto yang diberi senyuman dari kedua wanita didepannya.

" Kau anak yang menarik." Ucap Takumi.

" Jadi, kapan aku bisa belajar elemen angin ?" Tanya Naruto

" Kau memiliki berapa perubahan jenis chakra?"Tanya Shizuka

" Dua, Katon dan Fuuton" Jawab Naruto.

" kau akan belajar 2 Hari lagi, karena 2 hari mulai besok akan ada Festival didesa ini, jadi selamat datang di Nadeshiko." Ucap Shizuka dengan senyum lembut pada Naruto.

" Jarang sekali putri Shizuka tersenyum pada seseorang, mungkin dia tertarik pada anak ini." Batin Takumi

" Arigatou." Ucap Naruto dengan membungkuk 90derajat.

" dan siapa yang akan mengajariku?" Tanya Naruto lagi.

" Ak-",, " Aku yang langsung akan mengajarimu semua jutsu elemen Fuuton yang aku ketahui." Ucapan Takumi dipotong oleh Shizuka yang sukses membuat sang penjaga Shizuka tersebut membulatkan mata.

" apa maksud anda Shizuka-sama." Tanya Takumi.

" Maksudku aku yang akan melatihnya Fuuton dan kau akan melatihku elemen Katon, karena aku juga memiliki perubahan jenis chakra Katon." Jawab Shizuka.

" Baiklah, jika aku boleh tahu kau memiliki berapa perubahan jenis chakra,?" Tanya Naruto.

" Tiga, Fuuton, Katon dan Doton " Jelas Shizuka.

Naruto tersenyum. " Mari bangkitkan Kekkai Toutamu " Ucap Naruto seraya tersenyum.

Shizuka ikut tersenyum. " Tapi, kenapa matamu kau tutup Naruto-kun ? "Tanya Shizuka.

" Benar perhitunganku, Shizuka-sama menyukai anak ini, akhirnya. " Batin Takumi seraya tersenyum.

" Ada beberapa hal kecil yang harus aku tutupi, yang pasti aku tak akan membahayakan kalian dan juga desa ini." Ucap Naruto.

" Baiklah silahkan cari apartemen disekitar sini dan bawa ini-" Ucapan shizuka ia gantung seraya memberi tanda tangan pada sebuah kertas. " Ini adalah perintah mutlak dariku. " Ucap Shizuka seraya memberikan secarik kertas pada Naruto dan Naruto menerimanya.

" Arigatou Shizuka-sama." Ucap Naruto seraya membungkuk sopan pada Shizuka dan Takumi.

Kini Naruto berjalan jalan seraya melihat lihat indahnya desa Nadeshiko, kain penutup matanya dia lepaskan dan menunjukan mata putihnya. Dia berhenti didepan sebuah bangunan yang telihat sederhana namun memiliki lantai dengan 3 tingkatan. Didepannya tertulis kanji dengan arti apartemen.

" Sepertinya disini tempat strategis untuk menginap. Tidak jauh dari pusat kota namun juga tak terlalu dekat." Ucap Naruto entah pada siapa. Dia berjalan mendekati bangunan tersebut seraya memakai kembali penutup mata miliknya.

" Selamat datang " Sapa seorang wanita yang berada dimeja resepsionis :p

" Ada yang bisa saya bantu tuan.?" Tanya sang wanita dengan sopan.

" Bagini, ini surat yang diberikan Shizuka-sama pada saya untuk mencari penginapan. " Jawab Naruto.

" Ah, baiklah tuan, ini kunci kamar anda, kamar anda bernomor 20 tuan. " Jawab sang petugas dengan senyum ramah. Naruto menerima kunci tersebut namun belum beranjak pergi dari tempatnya berdiri tadi.

" Ada yang bisa saya bantu lagi tuan.?" Tanyanya lagi.

" Ano, berapa bayaran yang harus saya keluarkan ? " Tanya Naruto sopan.

" Ah, tak perlu tuan, Shizuka-sama yang memberikan titah untuk saya agar jika anda menginap tak perlu mengambil bayaran apapun dari anda. " Jawab sang petugas yang membuat Naruto terkejut.

" Apa itu tak apa, bahkan saya tidak tahu akan hal tersebut. " Jawab Naruto.

" Tak apa tuan, hal tersebut hanya terjadi dua kali dalam sejarah pemerintahan Shizuka-sama, yang pertama pada seorang pedagang muda seperti anda yang memiliki nama Sagiri dua bulan yang lalu namun dia sudah meninggal dibunuh bandit bandit gunung, dan yang kedua terjadi paa anda. " Jawab sang petugas dengan tersenyum.

" Tapi kenama Shizuka-sama tak terlihat sedih ?" Tanya Naruto.

" Dia tidak tahu atas kejadian tersebut sampai sekarang, namun tuan anda berhati hatilah dengan orang dengan nama Tokiwa, ada kabar simpang siur dialah yang telah membunuh Sagiri karena Tokiwa sangat menginginkan gelar pemimpin desa Nadeshiko ini. " Terang sang petugas setengah berbisik pada Naruto.

" Arigatou, petugas-san. " Ucap sopan Naruto seraya membungkuk.

" Tak usah sungkan, panggil saja aku Shina, Shina Takigawa " Ucap petugas tersebut.

" Arigatou Shina-san. " Ulang Naruto.

Naruto berjalan mencari kamar yang dikatakan oleh petugas tadi dengan menaikan kain penutup matanya sebelah kanan.

" 20, 20 ah itu dia. " Ucap Naruto lalu masuk setelah membuka kamar tersebut dengan kuncinya.

" Ini benar benar mewah, Shizuka-sama benar benar baik denganku walau kami sama sama masih muda. " Ujar Naruto.

" Lebih baik aku bersiaga siapa tahu serangan itu akan diadakan malam ini, tapi besok kan ada festival apa-" Ucapan Naruto digantungnya. " Mereka akan menyerang besok " Ucap Naruto

" Akan aku musnahkan mereka semua. " Naruto menyeringai lebar dengan mata yang berubah menjadi mata dewa level tiganya.

Disebuah hutan terlihat segerombol manusia menyiapkan senjata berat dari mereka, mulai dari pelontar batu sampai bom bom yang berukuran sebesar kepala manusia.

" Kapan akan kita mulai bos?" tanya salah satu anak buah dari sang bos.

" Kita akan mulai saat festival dan saat pemimpin mereka keluar untuk berpidato, akan aku bunuh dia dan aku akan menjadi pemimpin desa ini. " Ujar sang bos dengan seringainya.

Sementara itu dirumah sang pemimpin desa, terlihat seorang wanita mondar mandir gelisah.

" Bagaimana ini Takumi, Izaka, aku tak biasa berpidato, apa tahun ini tak diadakan saja pidatonya. Aku benar benar takut. " Ucap sang pemimpin desa a.k.a Shizuka.

" Shizuka-sama, anda tak perlu takut akan hal itu, pidato seperti apapun warga desa ini akan senang. " Ucap Izaka dan ditambahi dengan anggukan dari Takumi.

" Apa anda tak malu dengan Naruto-kun, dia bahkan bisa mengucapkan kata mutiara didepan anda dan didepanku. " Ucap Takumi dan sukses membuat sebuah semburat merah dipipi Shizuka.

" Takumi, a-apa ma-maksudmu. " Ucap Shizuka terbata akibat malu.

" Anda pasti tahu Shizuka-sama." Jawab Takumi

Sedangkan itu, dihutan dekat desa Nadeshiko terdapat dua orang sedang berjalan menuju arah desa.

" Ero-sennin, sebenarnya kita akan pergi kemana?!" Ucap sang jinchuriki Kyubi a.k.a Menma.

" Diam dan ikuti aku, kita akan melihat sebuah festival yang hanya ada didesa ini. " Ujar orang yang dipanggil ero-sennin, dialah petapa suci Jiraiya.

" Kapan kita sampai ? " Tanya Menma lagi.

" Nanti malam atau bahkan pagi jika kau hanya bicara terus. " Jawab Jiraiya dan membuat Menma mendengus kesal.

Hari festival pun datang, Naruto berdiri dipuncak tertinggi dari desa Nadeshiko. Tak lupa kain penutup mata dan jubahnya yang berkibar diterpa angin.

" Desa yang benar benar indah, akan aku jaga ketentraman desa ini apapun caranya. " Ujar Naruto dengan matanya yang terlihat bercahaya walau tertutup kain penutup matanya.

Sementara itu, dua orang laki laki telah memasuki desa Nadeshiko.

"Kita telah sampai lihat disana festival Nadeshiko itu. " Ujar Jiraiya.

" Itu festival yang besar, ayo kita lihat kesana ero-sennin." Teriak Menma.

Merekapun pergi untuk melihat festival tersebut.

Malampun berlanjut, puncak dari festival akan diadakan esok hari dengan pidato dari sang pemimpin desa dan juga kembang api besar pada malam harinya. Disini terlihat sang tokoh utama berdiri tenang didepan kaca apartemennya.

" Besok adalah saatnya, aku tak mau desa kecil nan indah ini hancur hanya karena sifat egois dari seorang manusia. " Ucap lirih Naruto.

" Akan aku jaga desa ini, dan juga akan aku bawa perdamaian didunia ini. " Ucap Naruto dengan tekadnya.

Keesokan harinya festival kembali digelar, namun hari ini adalah puncak dari festival tersebut, festival hari ini lebih besar dari festival kemarin. Bahkan ada beberapa orang saudagar saudagar kaya dari berbagai desa datang kedesa ini hanya untuk melihat festival tersebut.

Malam hari tiba, mulai dari siang tadi Naruto telah berjaga jaga dan mengawasi gerak gerik yang mencurigakan. Dan ada beberapa fakta bahwa dari beberapa saudagar mereka ikut andil untuk menjatuhkan desa ini dan ternyata tujuan mereka adalah mengontrol perekonomian dari desa ini.

" Malam ini akan jadi malam yang panjang " Ucap Naruto lirih.

Naruto kembali ketempatnya biasa berdiri untuk melakukan pencarian dan juga bersiaga, dia merubah tubuhnya menjadi angin kembali agar tak ada orang yang mengetahui.

" Saatnya sang tuan putri melakukan pidatonya. " Teriak sang pembawa acara dan disambut dengan teriakan riuh dari seluruh warga disana.

Tidak lama kemudian keluarlah seorang wanita muda nan cantik menggunakan pakaian yang menunjukan derajatnya sebagai seorang pemimpin, saat sang putri keluar teriakan riuh kembali terjadi dari para warga desa tersebut. Hanya dengan satu kali angkatan tangan seluruh warga terdiam.

" Baiklah, seluruh warga Nadeshiko yang sangat aku cintai, pada- " namun

BOOMMM

baru saja sang putri akan memulai pidatonya sebuah suara ledakan terdengar keras mengakibatkan seluruh warga berhamburan lari untuk menyelamatkan diri mereka.

" Putri Shizuka!" Teriak Takumi seraya menarik Shizuka masuk kembali kedalam gedung.

" Ada apa ini Takumi ? " Tanya Shizuka ketakutan

" Kelihatannya ada orang yang ingin menghancurkan desa ini. " Jelas Takumi.

Sedangkan itu, Jiraiya dan Menma mulai berlari mencari asal serangan serang tersebut.

" Menma, kau cari asal serangan ini kearah barat, aku akan mencarinya ketimur, dan juga buat dua bunshin untuk mencari ke utara serta selatan, " Perintah Jiraiya pada menma dan dijawab dengan anggukan.

Kagebunshin no Jutsu

Bunshin Menma berlari kearah utara dan juga selatan sedangkan Menma dan Jiariya menuju Barat dan Timur.

Sedangkan Naruto masih tetap berdiri diatas gedung tertinggi didesa tersebut.

" Sudah dimulai ya. " Ucap lirih Naruto dan dia bergegas terbang menuju arah dimana Shizuka berada.

Sedangkan bersama Shizuka dia sedang dikepung oleh sekitar 30 bandit bandit dan sedang dia hadapi bersama Takumi.

Enbu : Ni no

Teriak Shizuka seraya berputar cepat dan melontarkan kunai kunainya menuju para bandit sedangkan Takumi melawan bandit bandit yang berada dibelakang sang tuan putri.

" Mereka seperti tak ada habisnya" Ujar Takumi.

" Hah, kau benar Takumi." Balas Shizuka yang kini sedang saling berpungungan dengan Takumi.

" Kalian tak akan bisa mengalahkan kami semua, kami lebih banyak dari kalian." Ujar salah satu bandit dengan sombong.

"Akan aku bunuh kau!" Teriak Shizuka seraya merapatkan handsealnya.

Fuuton : Kazekiri no Jutsu

ARRRGGG

Sebelum Shizuka mengeluarkan jutsunya dia telah didahului oleh seseorang yang mengeluarkan jutsunya dari belakang para bandit bandit tersebut.

" Siapa kau!" Tanya salah satu bandit.

"Aku akan membunuh orang yang melakukan ini semua!" Teriak orang tersebut.

"Suaranya seperti Naruto-kun/Naruto-san" Batin Shizuka dan Takumi.

Dalam hitungan menit, seluruh bandit tersebut telah mati karena orang misterius tersebut.

" Kau tak apa?" tanya orang tersebut.

" Tak apa." Jawab Shizuka

" Aku Namikaze Uzumaki Menma" Ucap orang tersebut yang ternyata Menma seraya menjulurkan tangannya bermaksud mengajak salaman.

" Shiuzka, pemimpin desa ini." Jawab Shizuka singkat.

" Ah, gomenasai Shizuka-sama." Ucap Menma seraya menundukan badannya horma.

" Tak apa." Ucap singkat Shizuka.

" Wah wah wah, lihat siapa pahlawan sang putri itu, hanya seorang bocah ingusan" Terdengar suara dari belakang Menma dan sukses membuat mereka memalingkan wajah pada sumber suara itu.

" Tokiwa! Apa maksudmu dengan semua ini hah." Teriak Shizuka.

" Wah, tenang tenang tuan putri. Oh ya yang aku mau hanya kursi kepemimpinan dari desa Nadeshiko tercinta ini dan juga kau harus menjadi istriku Shizuka-chan." Ucap atau tepatnya paksa dari Tokiwa.

" Grrr. . . Bangsat ! " Teriak Shizuka seraya berlari dan meloncat tinggi serta kaki kanannya diangkat lebih tinggi dari kepalanya.

"Tuan putri jangan!" Teriak Takumi pada sang pemimpin namun tak digubrisnya.

Nadeshiko-Ryu Shinku Enbu

Doton : Doryuuheki

Setelah jarak antara Shizuka dengan Tokiwa dekat muncul dinding tanah yang menjulang naik dan mengenai Shizuka yang kini terpelanting akibat tabrakannya dengan jutsu tersebut.

AHH

BRRUK

" Hahaha, hanya sebegitu sajakah kekuatan sang tuan putri dari Nadeshiko, hah memalukan.!" Ucap Tokiwa dengan angkuhnya.

" Bangsat, akan kubu-" Ucapan Takumi terhenti oleh sebuah tangan yang menghalanginya maju. " Biar aku saja." Ujar Menma lirih.

Menma berlari cepat tanpa menunggu jawaban dari Takumi, dihadapannya juga muncul beberapa bandit dan shinobi bayaran menghadangnya. Tak terelakan lagi pertarungan antara Menma dan juga bandit bandit bayaran dari Tokiwa. Karena kalah jumlah Menma mundur dan hanya dapat membunuh 7 dari puluhan bandit disana.

" Sial mereka banyak sekali." Ucap Menma seraya memegangi lengan kirinya yang terkena sabetan pedang.

Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap kejadian itu dengan amat teliti. Dia dengan pakaian yang bersimbah darah dan beberapa robekan dipakaiannya menandakan dia baru saja selesai akan sebuah pertarungan besar.

" Bunuh mereka, sisakan sang tuan putri untukku!" Teriak Tokiwa yang dijawab dengan berlarinya para pengawalnya.

" apa ini akhir hidupku. Maafkan aku Nii-san, Tou-san, Kaa-chan, ero-sennin." Batin Menma menutup matanya. Namun-

DUUAR

Terdengar suara ledakan berada didepannya. Dari dalam asap ledakan tersebut terlihat samar samar seorang laki laki berdiri tegap dengan pedang yang tergantung gagah dipinggang kirinya.

" Naruto-kun/ Naruto-san" Ucap Shizuka dan juga Takumi bersamaan.

" Kalian tenanglah, ini tak akan lama." Ucap Naruto tenang

" Nii-san " Ucap lirih Menma yang masih dapat didengar oleh Shizuka dan Takumi.

Naruto berlari cepat menuju para bandit bandit itu dan para bandit punn juga ikut berlari menuju Naruto. Naruto melompat melewati para bandit tersebut dengan sesekali menebaskan pedangnya, tiga kepala bandit terbelah akibat tebasan Naruto. Naruto berlari lagi menuju bandit bandit yang terkejut akibat serangan Naruto, mereka marah dan berlari lagi , tak sampai lima menit bandit bandit disana mati dengan mengenaskan.

"Itu orang yang memintaku/Shizuka-sama untuk mengajari elemen Fuuton" Batin Shizuka dan Takumi terkejut sekaligus kagum.

" Nii-san kau benar benar hebat." Batin Menma terkagum kagum.

" Kurang ajar, kalian bunuh dia! " Teriak Tokiwa dan dibalas anggukan oleh kelima shinobi bayaran yang berada dibelakang Tokiwa.

" Kau akan mati bocah buta! " Teriak sombonng Tokiwa.

Katon : Gouryuuka no Jutsu

Fuuton : Daitoppa

Dari dua jutsu tersebut munculah tiga ekor naga api raksasa sedang terbang cepat mengarah pada Naruto. Dengan tenang Naruto memegang pedangnya dan menambah aliran chakra pada pedangnya.

Double Fire Dragon Dance

Dua kali tebasan munculan dua naga api yang tak kalah besar bertabrakan dengan tiga naga api dari para shinobi bayaran tersebut. Karena kalah dalam jumlah satu naga api melesat menuju Naruto dan menabrak Naruto menimbulkan lubang digedung tersebut.

" Huahaha mati kau bocah buta.!" Tawa dari Tokiwa bergema diseluruh penjuru ruangan tersebut.

" Nii-san/ Naruto-kun/ Naruto-san" Teriak Menma, Shizuka dan Takumi yang terkejut akan hal tersebut.

" Huahahaha, dia tidak akan hidup lagi, hanya anak ingu-, , " Ucapan dari Tokiwa terpotong karena dari dalam debu debu tersebut masih berdiri sosok manusia yang berada diatas naga anginnya.

" Apa hanya segitu kekuatan dari shinobi bayaran berpangkat rank A dan B ?" Ucap Naruto yang kain penutup matanya dilepas menunjukan mata berpola riak hitam merahnya.

" bagaimana jika kalian merasakan kekuatan seorang bocah yang kau anggap buta ini shinobi-san. " Ucap Naruto dingin seraya memasang kuda kuda andalannya, dengan sekali tebasan-

The Death Blow

SRAASH

CRRASH

ARRGHH

Teriakan memilukan keluar dari tiga shinobi yang badannya terpisah menjadi dua bagian, sedangkan dua lainnya masih dapat menghindar.

" Kalian berdua hebat juga, " Ucap Naruto tersenyum atau tepatnya menyeringai ala psikopat.

" Itu Naruto-kun?" Batin Shizuka bergidik ngeri.

" Akan aku hancurkan orang orang yang akan menghancurkan desa ini, terlebih lagi orang yang akan menangkap sang putri, matilah kalian!" Teriak Naruto bersamaan dengan naga angin Naruto melesat menuju dua shinobi yang tersisa yang pasrah menunggu ajal yang akann menjemputnya.

BUUM

Lubang selebar 7 meter tercipta akibat tabrakan dari naga angin milik Naruto. Tokiwa hanya dapat berdiam ditempat dengan wajah pucat pasi dan kaki yang bergetar hebat menandakan dia takut.

" Kalian tidak apa apa? "Tanya seorang pria dengan rambut putih panjang dengan wajah yang mesum, dialah sang sennin katak legendaris Jiraiya.

" Kami tak apa ero-sennin." Jawab Menma sekenanya yang sukses membuat Shizuka dan Takumi sweatdrop.

" Jadi, siapa yang menolong kalian? "Tanya Jiraiya

Shizuka, Takumi dan Menma melihat kearah orang yang menolong mereka.

" Naruto,? Hoy Naruto." Panggil Jiraiya

"Hm, Jiraiya ada apa kau kemari." Tanya Naruto

" hanya berjalan jalan bersama adikmu. " Jawab Jiraiya.

" Adik? Aku tak punya adik Jiraiya, aku juga tak punya ibu, hanya ayah yang bernama Kumagawa Dei saja. " Jawab Naruto

" A-apa maksudmu Naru-"

" Tunggu sebentar kau bilang Kumagawa Dei? " Tanya Takumi.

" Ya Kumagawa Dei." Jawab Naruto.

" Nona-" Ucap Takumi seraya menatap Shizuka yang mulai meneteskan airmatanya

" Ada apa Shizuka-sama?" Tanya Naruto.

" hiks, dia bicara hiks padaku akan hiks ada seorang laki laki hiks yang akan membebaskan hiks desa ini dan juga dunia ini dari gangguan orang yang ingin menghancurkan desa dan dunia Shinobi ini." Jelas shizuka dan lalu berlari menuju Naruto.

Shizuka memeluk Naruto erat seraya menanggis sesegukan

" Dia mau kabur!" Teriak Menma memecah suasana.

Tokiwa berlari menuju tangga, namun dengan sigap sang sennin berlari menusul Tokiwa dengan cepat.

" Ada apa sebenarnya Shizuka-sama.?" Tanya Naruto yang masih bingung

FLASHBACK ON

Terlihat seorang wanita bukan maksudnya seorang anak perempuan berlari lari dikejar oleh empat orang bandit yang membawa senjata.

" Tolong! Tolong! " Teriak anak yang berlari seraya menanggis keras.

" Jangan lari kau putri, bos kami membutuhkan darahmu!" Teriak salah satu bandit itu.

" Tidak! Tolong aku!" Teriak anak itu lagi dan lagi.

Para abandit bandit itu akhirnya dapat menangkap anak tersebut dan langsung menyeretnya masuk ke tengah hutan.

" Bos pasti akan membayar ini dengan sangat tinggi. " Ucap sakah satu bandit yang disambut dengan gelak tawa dari bandit yang lainnya.

Tapi belum sampai ditempat sang bos, mereka bertemu dengan seseorang laki laki dengan badan kekar dan bekas luka yang melintang dari kening kanan sampai bibir kirinya.

" Ada apa ini dan siapa bocah itu?!" Tanya orang itu.

" Bukan urusanmu orang tua! Aku hanya membutuhkan bocah ini! Pergi dari hadapan kami atau kau akan mati! " Gretak seorang bandit disana.

" Urusanmu yang menyangkut anak itu adalah urusanku, silahkan saja jika bisa membunuhku! "Teriak orang tersebut dan disusul dengan berlarinya orang tersebut menuju para bandit.

Pertarungan tak dapat dielakan lagi, dengan mudah sang lelaki misterius tersebut membabas habis para bandit disana. Setelah selesai dengan urusannya, lelaki tersebut mendekati sang bocah perempuan itu.

" Berhenti jangan mendekat!" Teriak anak tersebut seraya mundur namun terhenti karena adanya sebuah pohon yang menghadangnya.

" anak kecil aku tak ingin menyakitimu, siapa namamu bocah ?" Tanya lelaki tersebut menenangkan anak tersebut.

" Shizuka" Jawab singkat anak perempuan itu yang diketahu bernama Shizuka.

" Ah, kau putri dari desa Nadeshiko, perkenalkan namaku Kumagawa Dei, kebetulan aku ingin kedesamu ayo pulang bersamaku. " Ucap Dei seraya tersenyum kepada Shizuka dan mengulurkan tangannya untuk membantu Shizuka berdiri.

" Paman ada urusan apa mau kedesaku?" Tanya Shizuka dengan menerima uluran tangan Dei.

" Ah aku hanya ingin berjalan jalan dan juga menyampaikan pada ibu dan nenekmu bahwa akan ada sebuah ramalan dariku." Jawab Dei dengan menuntun Shizuka menuju arah desanya.

" Ramalan? Ramalan apa paman?" Tanya Shizuka penasaran.

" Nanti kau dengar sendiri jika telah sampai disana." Jawab Dei seraya tersenyum pada Shizuka.

Perjalannan mereka dilengkapi dengan canda tawa antara Dei dan juga Shizuka menceritakan pasal anak angkat Dei pada Shizuka, akan sifatnya yang sangat bersemangat, murah senyum dan juga sedikit konyol.

" Kita telah sampai, Shizuka-sama" Ucap Dei lalu masuk kedalam gerbang namun dihadang oleh dua penjaga gerbang.

" Ada dari mana Shizuka-sama, kami semua kebingungan mencari anda, dan kau siapa?!" Tanya salah satu penjaga gerbang seraya memasang kuda kuda bertarung membuat mereka menjadi pusat perhatian dari seluruh warga disana.

" Tenanglah Ryu-san, dia orang yang menyelamatkanku dari para bandit yang menangkapku." Jelas Shizuka pada dua penjaga gerbangnya.

" Oh ban- NANI! Bandit dimana mereka, panggil semua Shino-" ,, " mereka telah mati Shinobi-san, tenanglah dan katakan pada seluruh shinobi desa ini untuk menambah penjagaan untuk desa ini." Jelas Dei membuat dua penjaga gerbang tersebut bernafas lega.

" Arigatou err" ,, " Dei, Kumagawa Dei jadi bolehkah aku masuk kedesa ini?" Tanya Dei

Kini Dei bersama Shizuka telah sampai dikediaman dari sang ratu atau ibu dari Shizuka. Disana Dei disambut dengan sangat baik.

" Sekali lagi saya ucapkan terimakasih karena telah menyelamatkan anak saya." Ucap Ratu Nadeshiko.

" Sudahlah, anda telah berterimakasih lebih dari lima kali" Jawab Dei.

" Ah, saya sampe lupa ada apa sebenarnya anda datang kesini Dei-san.?" Tanya sang ratu lagi.

" Oh, saya kemari karena anak anda Shizuka-sama, akan kedatangan bocah api angin buta yang akan merubah dunia shinobi ini, dengan tiga pasang mata dan sebuah pedang." Jawab Dei yang menimbulkan tanda tanya besar dari seluruh orang yang ada disana.

" Maksud anda apa Deo-san?" Tanya Salah satu menteri disana.

" Itulah petunjuk dari saya, jika tak percaya tak apa, namun jika percaya silahkan tunggu bocah api angin buta, dengan tiga pasang mata dan pedang, itu petunjuk dari saya" Ucap Dei dengan berdiri dan membungkuk hormat pada semua yang ada disana dan akan pergi.

" Tunggu paman." Teriak Shizuka yang sukses membuat Dei berhenti.

" Ada apa Shizuka-sama?" Tanya Dei dengan berjongkok membuat tinggi badannya sama dengan Shizuka.

" Dia kapan datang paman?" Tanya Shizuka.

" Sebentar lagi, maka latihlah dirimu untuk menyambutnya ya Shizuka-sama." Jawab Dei seraya mengacak rambut Shizuka dengan perlahan.

FLASHBACK OFF

" Dia telah aku tangkap" Teriak Jiraiya dengan membawa seorang laki laki dipundaknya.

" Jadi apa aku ketinggalan cerita "Tanya Jiraiya

" Iya, kau sangat ketinggalan cerita" Jawab Takumi

" Hiks, Naruto-kun jangan pergi lagi tetaplah disini hiks" Tanggis Shizuka sedikit mereda.

" Haahhh, Shizuka-sama saya hanya tinggal disini untuk berlatih elemen Fuuton dan saya akan disini sampai panggilan dari Kirigakure datang untuk saya kesana lagi." Jawab Naruto seraya melepaskan pelukan dari Shizuka.

" ta-tapi ka-" ,, " Saya akan tetap bersama anda, dalam fikiran dan hati anda. Dan juga seorang putri harus menjaga desanya kan hehe" Ucap Naruto seraya tertawa.

" Nii-san" Ucap Menma lirih.

SKIP TIME

" Haahhh, latihan bersama Shizuka-chan benar benar gila, badanku pegal semua" Ucap bocah tiga mata a.k.a Naruto, tunggu 'chan' ya, Naruto dan Shizuka kini semakin dekat setelah berlatih bersama lebih dari 2 bulannan.

Naruto masuk menuju kamar mandi yang ada diruangan apartemennya, namun belum memulai acara mandinya dia dikejutkan dengan terdengarnya pintu yang diketok dari luar.

" Siapa sih" Umpat Naruto

TOK TOK TOK

" Iya iya sebentar." Jawab Naruto dengan keras.

" Ada apa?" tanya Naruto pada shinobi Nadeshiko itu.

" anda dicari oleh Shinobi desa Kirigakure Naruto-san." Jawab sang Shinobi

" NANI?! Secepat ini ? Baiklah kau boleh kembali "Jawab Naruto.

Setelah selesai dengan acara paginya Naruto berjalan menuju gerbang desa tersebut. Disana dia bertemu dengan dua orang anbu Kirigakure.

" Sudah waktunya? "Tanya Naruto.

" Ha'i, sesuai permintaan anda, dua minggu sebelum acara ujian Chunnin dimulai, semua desa akan mengikuti ujian Chunnin bagi Genin Genin mereka Naruto-sama" Jawab sang anbu.

" Baiklah kalian boleh kembali anbu-san." Jawab Naruto.

" Kami diperintahkan untuk kembali bersama anda Naruto-sama untuk memastikan keselamatan anda." Jawab anbu satunya.

" Hashh, bilang pada Mei-sama jika aku akan pulang sendiri, jika terjadi apa apa pada kalian biar aku minum lahar Mizukage kalian, lama kelamaan aku benar benar ingin meminum lahar Mizukage kalian." Ucap Naruto sedikit bercanda yang membuat dua penjaga gerbang dari Nadeshiko terkejut sekaligus bingung.

" Ha'i Naruto-sama" Jawab kedua anbu serempak dan menghilang dengan shunsin mereka.

" Haahhh, aku kembali dulu" Ucap Naruto pada kedua penjaga gerbang tersebut dan menghilang dengan shunsinnya.

Kini Naruto berjalan menuju kediaman dari Shizuka, disetiap jalan dia mendapatkan sapaan dari para warga karena gelarnya sebagai pahlawan Nadeshiko yang telah melawan pemberontak yang ingin menghancurkan Nadeshiko.

" Ohayou, Shizuka-sama" Sapa Naruto pada Shizuka yang sedang duduk dibelakang rumahnya.

"Mou,, Naruto-kun, kenapa kau selalu saja memanggilku dengan embel embel sama disaat kita berdua" Jawab Shizuka dengan wajahnya yang cemberut.

" Hihihi, Shizuka-sama, kita sedang didalam desa milikmu jadi wajar aku memanggil begitu." Jawab Naruto dengan duduk disamping Shizuka dan melepas penutup matanya.

" Setiap kau melepas penutup matamu aku selalu kagum padamu Naruto-kun" Ucap shizuka dengan menatap pada Naruto tepat dimatanya.

"Arigatou, Shizuka-sama." Balas Naruto.

Mereka berdua berbincang bincang sampai matahari telah berada diatas mereka.

" Ah, aku lupa untuk menyampaikan tujuanku kesini ." Ucap Naruto yang membuat Shizuka melihat wajah Naruto.

"Hmm" Ucapan ambigu yang mungkin berarti apa dilayangkan oleh Shizuka pada Naruto dengan sedikit memiringkan kepalanya .

" Besok aku akan keKirigakure." Jawab Naruto yang sukses membuat Shizuka membulatkan matanya.

" Besok? Kenapa cepat sekali Naruto-kun. Aku ikut Naruto-kun." Ucap Shizuka yang matanya mulai berkaca kaca.

" Tapi kau harus mengurusi desa ini Shizuka-sama." Jawab Naruto.

" Tak apa aku akan memberikan semuanya pada Takumi aku percaya padanya." Ucap Shizuka semangat.

" Ta-tapi Shizu-,," Belum selesai berkata, Shizuka telah mengecup pipi Naruto dan berlari cepat.

"Haahhh aku mengambil keputusan yang salah, kenapa aku tak ikut dengan kedua anbu itu saja ya" Ucap Naruto pada dirinya sendiri seraya menepuk keningnya.

Kini dikantor atau tepatnya gedung dari para pemimpin Nadeshiko sedang terjadi sesuatu yang mengemparkan.

" Tidak bisa tuan puti, anda tidak boleh pergi dari desa ini, desa ini milik anda, anda pemimpinnya kenapa anda ingin pergi?!" Tanya salah satu mentri.

" Aku ingin berhenti dari jabatan ini, aku terlalu muda aku akan memberikan semuanya pada Takumi dia layak memilikinya, dia yang selalu memberiku nasehat aku rasa dia lebih cocok menjadi pemimpin dari pada shinobi, dan aku lebih cocok menjadi shinobi dari pada pemimpin." Jawab Shizuka dengan sangat tenang.

"Tapi Shizuka-sama anda akan kemana setelah ini?" Tanya Takumi.

" Aku akan mengembara bersama Naruto-kun, mungkin menjadi seorang hunter-nin , aku menyukai petualangan." Jawab Shizuka sekenanya tapi dengan tenang.

" Kau sama dengan ibumu Shizuka, dulu, ibumu juga akan memberikan jabatannya pada orang kepercayaannya dia Takuma ayah dari Takumi namun, Takuma tak menginginkannya jadi jabatan itu diberikan padamu, dan sekarang terjadi lagi. Kalian memang selalu mengejutkan." Ucap tetua dari desa Nadeshiko.

" Jadi? Apa boleh aku menjadi shinobi?" Tanya Shizuka dan diberi anggukan dari seluruh orang yang disana.

" Shizuka-sama, semoga anda bahagia bersama Naruto-kun." Ucap Takumi.

" Ha'i Takumi-sama " Jawab Shizuka sedikit bercanda dan diberi gelak tawa dari semua orang disana.

Terlihat seorang wanita dengan mata hijau, rambut hitam dengan ikatan ekor kuda berlari lari menuju apartemen seseorang.

TOK TOK

" Naruto-kun?" Ucap Shizuka, namun tak ada jawaban disana.

" Naruto-kun kau dimana?" Ucap Shizuka lagi.

Shizuka melihat kamar disana sangat bersih, tak ada kotoran apapun disana, dia mencari kedapur tak ada, dia mencari dikamar mandipun juga tak ada.

" Naruto-kun dimana?" Ucap Shizuka lirih dia duduk dikasur kamar apartemen tersebut. Shizuka terdiam beberapa saat namun dari belakang terasa angin semilir menerpa dirinya.

" Naruto-kun?" Ucap Shizuka berbalik namun disana hanya ditemukan sebuah jendela yang terbuka.

" Ada apa Shizuka-chan" Ucap seseorang dari belakangnya.

Shizuka menoleh kearah belakangnya dan

"HUWWAAAA!" Teriak Shizuka terkejut bukan main, pasalnya yang dilihat adalah sebuah wajah dengan kesan hancur mata dimana, mulut dimana, hidung dimana, telinga dimana semua berantakan tak pada tempatnya.

" Hahaha, aku Naruto." Ucap Naruto dan membuat handseal satu tangannya.

KAI

" Hahaha, aku suka wajah terkejutmu Shizuka-chan" Ucap Naruto tergelak namun sedetik kemudian dia merasakan sebuah tekannan chakra berat berasal dari Shizuka.

" Naruto-kun" Shizuka berkata lirih namun berkesan berat dan menakutkan, tekannan chakra semakin tinggi berasal dari Shizuka.

" Shi-Shizuka-chan a-akukan cu-cuma ber-bercanda." Ucap Naruto ketakutan dan mundur beberapa langkah.

" Kau, bercandamu sangat keterlaluan NA-RU-TO-KUN!" Ucap Shizuka dengan mengepalkan tangannya sedetik kemudian

HUUUWWWAAAA SHIZUKA-CHAANNNNN

Didepan gerbang Nadeshiko, seluruh warga desa Nadeshiko akan melepas kepergian dari sang mantan pemimpin mereka. Seluruh warga sangat menyayangkan kepergian pemimpin mereka, karena dia kriteria pemimpin yang bijaksana, tenang namun pekerja keras.

" Kau serius akan hal ini Shizuka-sama.?" Tanya Takumi lagi.

" Tak usah seformal itu Takumi, disini kau pemimpinnya, aku akan jadi seorang pengembara bersama Naruto-kun." Jawab Shizuka.

" Dan kau jangan membuatku kerepotan." Jawab Naruto sekenanya yang menimmpulkan sebuah senyum dari semua orang disana.

" Kau mau lagi NA-RU-TO-KUN." Ucap Shizuka seraya tersenyum manis, namun bagi Naruto itu bak senyuman Shinigami.

"Ah, Ti-tidak Shi-Shizuka-chan." Ucap Naruto terbata ketakutan dan menghasilkan gelak tawa dari semua orang yang ada disana.

" Baiklah kami pergi dulu Jaa Nee, Jaa Nee Nadeshiko "Ucap Shizuka melambaikan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya digunakan untuk menarik Naruto.

Setelah melakukan perjalannan lebih dari 3 jam akhirnya mereka telah keluar dari hutan itu. Namun Naruto dan Shizuka dihadang oleh 10ekor eh maksudnya 10 orang manusia atau tepatnya bandit hutan.

" Hahaha, hey kalian berdua serahkan seluruh barang kalian dan juga wanita itu hahaha. Atau nyawa kalian akan kami ambil secara paksa!" Perintah dari salah satu bandit yang terlihat seperti bos dari mereka semua.

" Haahhh, kau atau aku Shizuka-chan?" Tanya Naruto memastikan.

" aku," Jawab singkat Shizuka seraya maju kedepan dengan merapatkan handsealnya.

Shizuka berjalan menuju para bandit dengan tenang, tak ada setitik wajah takut dari sang mantan putri Nadeshiko tersebut.

" serang dia, tapi jangan sampai membunuhnya kita membutuhkannya." Perintah sang bos dan dibalas anggukan dari para bandit lainnya, setelah itu mereka berlari dengan mengacungkan senjata mereka.

" Jika Shizuka sudah begini mereka tak akan hidup lebih lama." Batin Naruto dengan hanya melipatkan kedua tangannya didepan dada.

Setelah jarak dirasa cukup Shizuka mulai berputar cepat bak tornado, membuat para bandit berhenti dari larinya karena binggung.

Enbu : Ni no Dan

Puluhan kunai kunai berterbangan dari arah putaran Shizuka menuju para bandit bandit disana, dan dari semua bandit hanya satu yang dapat lolos dia adalah sang bos bandit karena dia adalah seorang shinobi dan dia masih sempat membuat dinding tanahnya.

" A-apa itu?!" Ucap sang bos dari bandit disana.

" Shizuka, ambil saja kepalanya dia tertera didalam buku bounty dengan harga kepala cukup untuk kita makan selama tiga hari." Ucap Naruto menjelaskan.

" Ha'i." Jawab Shizuka singkat lalu menghilang dan mucul dibelakang bos bandit tersebut.

CRRASH

Jantung dari sang bandit tertembus kunai yang telah dialiri chakra dari Shizuka, dan sang bandit mati seketika tanpa perlawanan sama sekali.

" Kau saja yang memotong kepalanya Naruto-kun." Ucap Shizuka singkat dan dibalas anggukan dari Naruto.

Setelah memotong kepala dari sang bandit dan memasukannya kedalam sebuah gulungan mereka kembali melanjutkan perjalannan mereka menuju Kirigakure. Dari sini mereka berdua akan terkenal dikalangan Hunter-nin sebagai Nang In dan

SKIP

Setelah melakukan perjalanan beberapa hari akhirnya mereka telah sampai diKirigakure dan disambut dengan hangat oleh seluruh warga dan juga shinobi dari Kirigakure. Dan itu semua sukses membuat sang mantan putri Nadeshiko bingung bukan main.

" Naruto-kun?" Shizuka memanggil Naruto seraya menatap wajah dengan penutup mata dari Naruto.

" Kau bisa bertanya pada Mizukage nanti setelah kita sampai." Jawab Naruto dan membuat Shizuka mengembungkan pipinya.

Kini mereka telah sampai didepan gedung dari Mizukage dan disambut hangat oleh Jounin penjaga pintu gedung Mizukage.

" Selamat datang Naruto-sama, anda telah ditunggu oleh Mizukage-sama didalam." Sapa salah satu Jounin disana.

" Ahh, kau tak usah seformal itu padaku, dan terimakasih." Ucap Naruto seraya membungkuk sebentar dan berjalan masuk diikuti oleh Shizuka.

TOK

TOK

TOK

" Masuk." Suara dari balik pintu terdengar.

" Ohayou Mizukage-sama, Haku-nee, Ao-san, Oyaji." Sapa Naruto pada orang yang ada didalam gedung Mizukage.

" Bocah bangsat, kau tak berubah berubah rupanya dan apa yang kau bawa? Kau menculik putri Nadeshiko hah bocah!" Teriak Zabuza dan diikuti gelak tawa dari para shinobi disana.

" Hahaha, tidak tidak, aku tidak menculiknya dia yang meminta ikut denganku, ya kan Shizuka-chan." Ucap Naruto seraya tersenyum pada Shizuka dan menimbulkan semburat merah tipis pada pipi Shizuka.

" I-iya Na-Naruto-kun." Jawab Shizuka tergagap membuat semua yang ada disana tersenyum.

" Oh ya Naruto-kun, kenapa kau tak mau mengikuti anbuku untuk cepat pulang kemari Naruto-kun." Tanya Mei dengan senyum manisnya.

" ano, Mizukage-sama, ano aku belum beres beres iya belum beres beres saat itu." Jawab Naruto dengan setitik keringat menetes dari pelipisnya, dan para shinobi disana mundur beberapa langkah dan juga Shizuka yang ditarik Haku untuk menyingkir.

" Benarkah Naruto-kun, namun kata anbuku kau mau meminum laharku, apa benar Naruto-kun?" Tanya Mei lagi dengan sekarang berdiri dari kursi Mizukagenya.

" ah-haha a-aku hanya bercanda Mizukage-sama." Ucap Naruto namun tanggapan dari Mei berbeda dia merapatkan handseal dengan cepat setelahnya-

Yoton : Yokai no Jutsu

" Huwwwaaaaa" Teriak Naruto dengan membuka mulutnya lebar lebar berusaha memakan semua lahar dari sang Mizukage.

"Apa-apaan itu?" Teriak salah satu Jounin disana.

" dia serius dengan perkataannya!" Ucap Jounin lain dengan wajah merinding.

" Kau benar benar penuh kejutan Naruto-kun/ Naruto-sama/ Bocah" batin semua yang ada disana

" Huekk, rasanya benar benar tak enak, mau aku kembalikan Mei-sama" Kini Naruto yang ingin memojokan Mei dengan tangannya telah berubah menjadi lahar yang sukses membuat semua yang ada disana terkejut bukan main.

" Kalian jangan main main lagi!" Teriak Zabuza melerai mereka berdua dan dibalas desahan tak suka dan desahan lega dari yang ada disana.

" Baiklah baiklah, lusa kalian berangkat untuk ujian Chunin menuju Konoha dengan Jounin pembimbing Zabuza." Jelas Mei Terumi pada Naruto dan Naruto mengembalikan lagi bentuk tangannya

" Mei-sama, apakah Shizuka boleh ikut bersamaku?" Tanya Naruto

" Tentu, malah dengan begitu kalian lengkap tiga genin." Jawab Mei pada Naruto.

" Siapa lagi yang satunya?" Tanya Naruto lagi.

" Aku," Ucap Haku yang ternyata adalah Genin yang satunya.

"Heehh, Haku-Nee?!" Ucap Naruto terkejut.

" Hehehe" Jawab Haku tertawa.

SKIP

Waktu ujian Chunin tinggal menghitung hari, bahkan waktu kurang dari satu minggu. Kini Naruto, Shizuka, Haku dan juga Zabuza telah berangkat menuju Konoha. Mereka telah datang dan telah dekat dengan Konoha. Naruto kembali menggunakan penutup matanya agar para warga Konoha tetap mengenalnya sebagai bocah buta. Mereka akhirnya telah sampai digerbang desa Konohagakure.

" Kalian semua bersiaplah ujian Chunin akan segera berlangsung, dan aku ingin lulus maka dari itu aku mohon bantuannya." Ucap Naruto seraya membungkuk sopan.

" Kami pasti membantumu Naruto-kun, ya kan Zabuz-sensei, Haku-nee." Jawab Shizuka dan dibalas anggukan dari keduanya.

" Arigatou." Ucap Naruto seraya tersenyum.

Kini mereka telah masuk Konoha dan telah berpapasan dengan para Shinobi shinobi dari berbagai desa. Bahkan Naruto telah bertemu dengan teman teman satu angkatannya dan diberi tatapan penuh tanda tanya.

" Na-naruto-nii?" Ucap Menma lirih.

" Apa yang kau ucapkan dobe?" Tanya bocah dengan rambut ala pantat ayam a.k.a Sasuke.

" aku tak berkata ap- apa maksudmu teme!" Teriak Menma tak terima akan ucapan dari Sasuke.

" hah, diamlah baka dobe" Ucap singkat Sasuke seraya melengang pergi diikuti Sakura dan juga Menma yang mengumpat tak jelas.

Disisi lain, Naruto dan teamnya sedang mencari penginapan karena mereka butuh istirahat dan tak sengaja mereka berpapasan dengan Sandaime-Hokage dan Shisui.

" Na-Naruto-chan ka-kau kah itu?" Ucap terbata Shisui dan sukses membuat Hiruzen menolehkan kepalanya mencari orang yang dipanggil Shisui Naruto.

Zabuza, Haku dan Shizuka hanya tertawa lepas karena Naruto dipanggil dengan embel embel 'chan'. " Baka Shisui-nii, sudah aku bilang jangan memanggilku dengan embel embel chan!" Umpat Naruto marah, namun yang diterimanya bukanlah permintaan maaf namun Shisui dan Hiruzen berlari menuju Naruto bahkan Shisui memakai Shunsin miliknya agar cepat sampai pada Naruto dan alhasil Shisui dengan cepat memeluk Naruto lalu disusul Hiruzen yang juka memeluk Naruto ( OOC banget -_-! )

" Kau sudah besar Naruto-chan" Ucap Shisui dengan memegang kepala dari Naruto namun haki dari Naruto keluar dengan sangat besar mengakibatkan orang dalam radius kurang dari 500 meter merasakan haki tersebut selebihnya hanya merasakan sedikit.

BUAGH

BUAGH

" Ittai" Ringis Naruto seraya memegangi kepala dan perutnya yang sukses menjadi korban dari keganasan dua gadis didalam teamnya.

" Baka, kenapa kau harus memakai itu disini hah, kau mau membunuh kami !" Teriak Haku yang marah pada Naruto dan tatapan membunuh dikeluarkan oleh Shizuka sedangkan Zabuza masih berusaha menetralkan nafasnya begitu juga dengan Hiruzen dan juga Shisui.

" Hehe, gomen gomen." Ucap Naruto dengan Watadosnya.

" Hey, Naruto kenapa kau menggunakan hitae atte Kirigakure?" Tanya Hiruzen bingung dan ditambah dengan Shisui yang mengangguk.

"Aku sekarang bagian dari Kirigakure dan bukan lagi Konoha, jadi jangan terkejut jika dalam ujian nanti jika ada ujian yang diperbolehkan untuk membunuh, aku bisa saja membunuh Shinobi dari Konoha." Ucap Naruto dengan tenangnya dan membuat Hiruzen dan Shisui terkejut bukan main. " Baiklah Jiji , Shisui-nii no baka kami pergi dulu." Ucap Naruto dan pergi dengan dipimpin oleh Zabuza.

" ingatkan aku untuk menghajar Minato setelah ini." Ucap Hiruzen dengan killingintens yang dikeluarkannya cukup untuk membuat Shisui merinding.

Sedangkan itu dari jarak yang tak terlalu jauh terlihat seorang shinobi dengan rambut merah dan membawa guci atau apalah itu sedang menyeringai yang sukses membuat kedua anggota teamnya yang bergidik ngeri.

" Dia bocah yang menarik, aku akan membunuhnya." Ucapnya seraya menyeringai kembali dan lebih menyeramkan.

TBC

Saatnya balas Review

Issei : Mungkin nanti saat Ujian Chunin berlangsung.

Uhara Uchime : Ya, saya masih newbie jadi terlalu fokus sama Naruto aja.

Yurika-chan : Pair terjawab diChapter ini

RyuukiNamikaze : Saya belum kepikiran Chapter berapa bakalan tamatnya.

Bagi yang Review "Lanjut" dan sebagainya yang intinya sama dengan kata dalam tanda kutip tersebut, saya sudah lanjut.

Warning : Dalam pair NaruShizu saya tidak mengikuti alur diCanon dalam pencarian jodoh Shizuka, jadi mohon maaf jika ada beberapa perbedaan.

Sekian, maaf untuk yang tidak terbalas reviewnya, akan saya balas dichapter depan, semoga Chapter ini lebih baik dari Chapter Chapter sebelumnya.

Komozaku Wooza Out