Kumagawa Naruto
Disclaimer: I don't own anything from naruto manga. But this fic is mine
Rate: T
Pair: Naruto x Shizuka
Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike
Summary : Hanya karena warna mata dan chakra yang berbeda dari anggota keluarganya dia dianggap aib bagi keluarga dan desanya, kini dia dibuang, diasingkan, tak dianggap. Namun setelah bertemunya dia dengan seseorang kini dia akan kembali dan membawa perubahan yang besar.
Kumagawa Naruto Chapter 6
Disebuah apartemen terlihat tiga manusia yang sedang berbincang bincang santai diruang tamu dengan beberapa makanan ringan berada dimeja tepat didepan mereka, namun suasana tersebut pecah akibat terbukanya pintu apartemen tersebut dan menunjukan sosok anak muda dengan penutup mata dan tongkat memasuki apartemen tersebut.
" Apa yang terjadi Naruto-kun?" Tanya seorang wanita dengan rambut ekor kuda miliknya.
" Hahh, hanya hokage bodoh yang mengajakku masuk lagi kedalam desa ini." Ucap Naruto yang kini duduk disofa apartemen tersebut dan mengambil sebuah teh yang tersaji disana dengan sekali angkatan gelas teh yang ada digelas tersebut habis tak tersisa.
" Bocah bangsat, itu tehku bodoh!" Umpat laki laki yang paling dewasa diteam tersebut dialah Zabuza Momochi salah satu pendekar pedang dari Kirigakure.
" Hah, sudahlah Oyaji aku lelah gara gara harus beradu argumen dengan hokage gila itu." Jawab Naruto sekenanya.
" Memangnya apa yang terjadi Naruto-kun?" Tanya wanita salju a.k.a Haku.
FLASHBACK ON
Disebuah jalan terlihat empat manusia yang berjalan disebuah jalan desa dengan nama Konohagakure. Mereka terlihat seperti sedang mencari sesuatu terbukti dengan tatapan dari keempat manusia disana menatap kekanan dan kekiri.
" Hey Oyaji, bagaimana jika kita pergi kebekas apartemenku saja? "Tanya seorang bocah dengan sebuah tongkat yang dia pegang dan penutup mata yang dia gunakan.
" Kenapa kau tak bilang dari tadi bocah, aku lelah mencari apartemen yang akan kita tempati sementara!" Ucap orang yang paling dewasa disana, a.k.a Zabuza.
" Hah baiklah ini dia, kunci dan alamat apartemenku." Ucap bocah tersebut a.k.a Kumagawa Naruto, namun tak berselang lama mucullah seorang anbu dengan topeng beruang dihadapan mereka berempat.
" Naruto kau dipanggil hokage-sama untuk menghadapnya segera." Ucap Anbu tersebut.
" Ada urusan apa hokagemu memanggilku?!" Tanya Naruto dengan nada yang terdengar lebih tinggi.
" Aku juga tak tahu, yang pasti dia ingin kau segera menemuinya." Jawab Anbu tersebut.
" Baiklah kau boleh pergi." Ucap Naruto dan Anbu tersebut menghilang dengan shunsin miliknya.
" Hah, Oyaji kau pegang kunci ini dan cari apartemen tersebut, nanti setelah urusan selesai aku akan menyusul kalian." Ucap Naruto seraya memberikan kunci tersebut pada Zabuza dan dibalas anggukan dari Zabuza.
" Hati hati Naruto-kun." Ucap Haku dan Shizuka bersamaan dan dibalas anggukan dari Naruto lalu dia menghilang dengan shunsin miliknya.
Dikantor Hokage terlihat beberapa orang mereka adalah Yondaime hokage, Shandaime hokage, Shisui, Shikaku dan sekitar tiga orang anbu dibawah pimpinan dari Shandaime Hokage. Tak berselang lama terlihat sebuah asap yang berada disana dan dari asap tersebut muncullah sosok bocah yang diketahu bernama Naruto.
" Ada apa Hokage-sama memanggil saya?" Tanya Naruto namun yang didapatkan bukannya sebuah jawaban namun keluarnya lima orang anbu yang berdiri dengan posisi siaga.
" Sudah, dia bukan musuh jadi kembalilah." Ucap sang Hokage.
" Ka-kau Na-Naruto?" Shikaku berucap dengan terbata.
" Yo Shikaku-Ojii-san," Sapa Naruto dengan tatapan yang lurus walau dia tahu dimana Shikaku berada.
" Shikamaru akan senang melihatmu lagi." Ucap Shikaku seraya tersenyum bahagia dan dijawab Naruto dengan tawa ringannya.
" Baiklah, Naruto jawab pertanyaanku, kenapa kau meninggalkan Konoha dan menjadi warga Kirigakure?" Tanya Minato dengan menatap lekat lekat Naruto.
" Semua alasan sudah aku tulis dikertas yang aku berikan padamu, jadi tak ada alasan aku harus bercerita padamu." Jawab Naruto dingin.
" Tapi mengapa kau memilih Kirigakure, walaupun mereka kini beraliansi dengan Konoha akan suatu hal yang tak begitu jelas tapi mengapa kau berpindah menjadi warga Kirigakure.?" Tanya Minato lagi
" Semua warga Kirigakure menerimaku dengan tangan terbuka, apa ada alasan aku harus masuk kedalam sebuah desa ? mereka tak ada yang menghinaku, bahkan saat aku datang pertama kali, dan dimulai dari saat itu aku berada dalam lindungan Kirigakure." Jelas Naruto
" mereka semua menyayangiku, tidak seperti disini walaupun ada beberapa orang yang sangat menyayangiku tapi tak semua, bahkan saat aku masuk kedalam desa ini mereka semua masih mencemoohku, bahkan jika Kirigakure dan Konoha tidak beraliansi Zabuza-sensei, Haku-nee, Shizuka-chan akan membunuh mereka semua, mereka contoh orang orang yang menyayangiku sepenuh hati." Jawab Naruto yang sukses membuat Minato terdiam.
" Ta-tapi kau sekarang adalah Missing-nin Naruto apa-" Ucapan Minato terpotong
" Aku tahu itu, jadi tak usah kau khawatir duduklah dengan tenang dan kau akan tahu semua jawabannya dalam ujian ini." Ucap Naruto tenang sedangkan semua yang disana menatap Naruto dengan bingung.
" Kau sangat percaya diri sekali Naruto-chan." Ucap Shisui sedikit bercanda.
" Grr diamlah kau Shisui no Baka!" Teriak Naruto yang melihat Shisui walau penutup matanya masih dia kenakan.
" Hehehe." Shisui tertawa pelan.
" Baiklah jika tak ada yang ingin dibicarakan lagi aku akan kembali ke teamku." Ucap Naruto yang mulai membalikan badan namun-
" Tunggu Naruto." Ucap Minato dengan menatap Naruto.
" Ada apa Hokage-sama." Ucap Naruto tanpa membalikan badannya.
" Kembalilah keKonoha, walau kau tak ingin kembali kedalam keluarga kita minimal kembalilah kedalam desa Konoha agar aku dapat mengawasimu." Ucap Minato dengan sedikit menunduk, dan itu membuat Hiruzen, Shisui dan Shikaku tersenyum getir pasalkan mereka senang akan Minato yang telah sadar akan Naruto namun mereka juga sedih akan kesedihan yang dirasakan Minato sekarang.
" Maksud anda apa Hokage-sama, aku hanya memiliki ayah bernama Kumagawa Dei dan aku tak memiliki ibu, kedua orang tua kandungku telah mati, mati dalam hatiku!" Ucap Naruto dengan nada yang terdengar sinis setelah mengucapkan kata kata tersebut Naruto menghilang atau tepatnya melebur menjadi udara dan itu membuat semua yang ada disana terkejut bukan main.
FLASHBACK OFF
" Sekarang hatimu lebih tenangkan bocah" Ucap Zabuza yang mengomentari cerita Naruto.
" Hahaha kau benar Oyaji, sekarang aku tenang, oh ya tadi aku dengar dari beberapa Jounin yang mengobrol dijalan besok tes pertama adalah tes tertulis jadi siapkan otak kalian." Ucap Naruto yang kembali ceria.
Sedangkan itu dikantor hokagedisana terlihat beberapa orang sedang berbicara didalam kantor hokage tesebut. Namun dari mereka semua Yondaime hokagelah yang paling terlihat gelisah.
" Shandaime-sama, aku harus bagaimana, bahkan Naruto bilang aku sudah mati dalam hatinya." Ucap Minato yang menunduk sedih.
" akupun juga tak tahu Minato, sebenarnya semua ini adalah salahmu, kenapa kau dahulu selalu menganak emaskan Menma, sebenarnya anak emas tersebut adalah Naruto, dia adalah emas yang tersembunyi didalam batu." Ucap Shandaime dengan menatap Minato lekat lekat, namun yang ditatap tersebut hanya tertunduk sedih, setelahnya dia berdiri dan berkata.
" Aku akan membicarakan semua ini dengan Khusina." Ucap Minato
SKIP
Keesokan harinya, hari dimana ujian Chunin tersebut akan dimulai, seluruh peserta bersiap siap, mereka semua telah datang menuju sebuah gedung tempat diadakannya ujian Chunin pertama tersebut. Dari luar gedung terlihat ratusan Genin dari berbagai desa yang akan melakukan ujian diKonoha. Namun disana tek terlihat tokoh utama kita.
Sedang berjalan perlahan dengan tongkat kesayangannya dan sesekali menguap, seorang bocah bersurai kuning halus dengan panjang sampai kepunggungnya terlihat sedang berjalan perlahan bersama teamnya, walau teamnya sudah berada jauh didepannya.
" Cepatlah Naruto-kun, aku tak mau terlambat.!" Teriak Haku sedikit kencang dengan melambaikan tangan seraya berjalan kebelakang, dia memandang bocah dengan penutup mata tersebut dengan pandangan kesal, sebab tadi pagi dari mereka berempat hanya bocah yang bernama Naruto itu saja yang bangunnya paling lama.
" Haahhh, aku masih ngantuk, yaya sebentar.!" Teriak Naruto yang membalas teriakan dari Haku, dia terlihat sedikit kesal karena tadi malam dia tidur disofa, sedangkan Haku dan Shizuka tidur dikasur, dia tidak dapat tidur sampai tengah malam karena hal tersebut.
" Kau lama sekali Naruto-kun, nanti aku suruh Zabuza-sensei membelikanmu ramen." Ujar Haku sekenanya, dan itu sukses membuat Naruto berlari dengan cepat sampai sampai tanah yang diinjaknya mengeluarkan debu yang sangat tebal, sedangkan Zabuza dia menatap Haku kesal dan hanya dijawab dengan tawa kecil darinya dan Shizuka.
" Yo aku sudah sampai, dan kau harus menepati janjimu Oyaji!" Ucap Naruto dengan sangat bersemangat dan menunjuk nunjuk Zabuza dengan cengiran andalannya.
" Iya iya, tapi jika kalian lulus babak kedua." Jawab Zabuza sekenanya dan melengang pergi, sedangkan Naruto tersenyum puas dan ikut berjalan dengan dibantu Haku dan Shizuka.
Sesampainya digedung yang akan digunakan untuk melakukan ujian Chunin pertama Naruto, Shizuka, Haku dan Zabuza disapa oleh team dari Shikamaru, setelah acara sapa menyapa selesai Zabuza pergi setelah berpamitan dengan teamnya, tak berselang lama seorang Jounin datang menghampiri para calon Chunin tersebut dan memberitahukan bahwa ujian tahap pertama akan segera dimulai, mereka semua masuk menuju ruangan yang cukup besar tersebut.
Sebelum Naruto dan teamnya masuk, seorang bocah dengan rambut merah bata dan sebuah tatto kanji dikening kirinya menatapnya dengan tajam, setelahnya sebuah seringai terpampang jelas diwajahnya.
" Baiklah, aku akan membacakan peraturan ujian Chunin tahap pertama ini, peraturannya adalah ada sepuluh soal yang harus kalian kerjakan, diujian ini tidak ada yang boleh mencontek jika ada yang ketahuan mencontek dia dan teamnya akan langsung didiskualifikasi dan tidak dapat mengikuti ujian tahap berikutnya." Jelas Jounin yang berada didepan semua calon Chunin tersebut.
Setelah membagian soal dan kertas untuk menjawab, semua Genin disana mulai mengerjakan tanpa suara sedikitpun.
"Soal macam apa ini, bahkan aku tak dapat mengerjakan semuanya, ini benar benar gila." Batin Naruto sedikit frustasi, dia melihat soal tersebut dengan sediit merobek kain yang digunakannya agar dapat melihat dengan jelas.
Sebuah kunai melesat lewat samping kanan Naruto, setelahnya terdengar sebuah suara. " Nomor 37, kau dan teammu keluar!" Sebuah suara mengintruksi bahwa orang yang berada dibelakang Naruto harus menyelesaikan ujian ini lebih awal.
Naruto melihat kekanan dan kekiri, terlihat beberapa orang mengerjakan dengan tenang, seorang bocah dengan rambut merah bata terlihat menutup mata kirinya dan Naruto melihat keatas disana ternyata ada sebuah mata yang melayang, deskripsi Naruto bahwa anak tersebut menggunakan mata ketiga.
Disamping kanan Naruto dengan posisi yang agak jauh dia bisa melihat bocah laki laki denganrambut hitam panjang, dia melihat beberapa otot mata mencuat keluar, dapat dideskripsikan oleh Naruto bahwa dia dari clan Hyuga dan dia mencontek dengan Byakugan Doujutsu asal clannya. Dan masih banyak lagi cara mencontek dari anak anak yang ada disana.
Akhirnya Naruto menarik penutup matanya dan memperlihatkan mata yang hampir sama dengan Byakugan namun pupil yang warnanya lebih putih dari retinanya. Sang pengawas ujian melihat gelagat aneh dari Naruto menatap Naruto tajam.
" Kau nomor 25 apa yang kau lakukan?" Tanya sang pengawas pada orang dengan nomor tempat duduk 25, dan ternyata dia adalah Naruto, dengan suara dari sang Jounin itu sukses membuat Naruto mendapat perhatian dari seluruh isi kelas, Haku dan Shizuka sudah mengeluarkan keringat dingin karena suara yang berkata tentang nomor 25 dan itu adalah teman satu teamnya.
" Apa anda ingin seorang Genin tak bisa membaca karena penutup mata yang dia gunakan Jounin-san." Jawab Naruto tenang seraya membalas tatapan mata dari sang Jounin tersebut. Jounin tersebut terkejut menatap mata Naruto yang berretina putih dan pupil putih susunya.
" Baiklah lanjutkan tesmu dengan tenang." Ujar Jounin tersebut menjawab pernyataan dari Naruto, Shizuka dan Haku membuang nafas lega akan hal tersebut, sedangkan Naruto menyeringai karena aksinya akan dimulai.
Setelah beberapa saat melakukan ujian tersebut, puluhan team sudah didiskualifikasi, dan waktu yan ditentukan akan segera habis, salah satu Jounin menatap seorang anak dengan rambut bak nanas sedang tertidur , Jounin tersebut memegang kunai dan melemparkannya kearah meja anak tersebut.
" Apa yang kau lakukan Shikamaru Nara!" Teriak Jounin tersebut yang ternyata adalah Iruka, sensei dari akademi Konoha.
"Hooamm, mendoukusai, ini hanyalah tes untuk mengetahui sampai dimana kita bisa mencari informasi tanpa ketahuan, dan lihatlah bocah dengan penutup mata itu dia juga tidur kenapa bukan dia saja yang kau ganggu Iruka-sensei kenapa harus aku?" Tanya Shikamaru dengan wajah malasnya yang sukses membuat seluruh orang yang ada diruangan tersebut terkejut bukan main apalagi Jounin disana, pasalkan seorang genin dapat mengetahui untuk apa ujian ini dilakukan.
Iruka menatap kagum pada Shikamaru, dan kini dia menatap bocah dengan tutup mata yang dikatakan oleh Shikamaru tadi, Iruka melemparkan kunainya menuju meja anak tersebut dan itu cukup membuat anak tersebut terbangun.
" Naruto! Kenapa kau tidur saat ujian." Teriak Iruka lagi. Dan yang didapatinya dari bocah yang dulu sangat dia sayangi tersebut hanyalah sebuah rentangan tangan darinya. " Haahhh, Iruka-nee, ini hanya sebuah tes untuk mengetahu dimana batas kita untuk mendapatkan informasi tanpa ketahuan, daripada melakukan itu lebih baik aku tidur seperti nanas disana." Jelas Naruto dan gerakan akhirnya adalah menunjuk Shikamaru yang menatap kesal pada Naruto.
" Hahhh, baiklah karena tujuan tes ini sudah diketahui semua genin yang ada diruangan ini LULUS!" Ucap Iruka yang memberi penekanan pada kata terakhirnya. Dan itu sukses membuat para genin disana terkejut dan tersenyum gembira bahkan ada yang berteriak senang. Namun Shikamaru dan Naruto hanya meneruskan tidur mereka. Namun keramaian tersebut menghilang pasalkan terdengar suara kaca yang pecah dan menampilkan sosok orang yang memecahnya.
" Haahhh, kalian terlalu lembut dalam mengurus ini semua" Ucap Sosok tersebut pada seluruh Jounin yang mengawasi ujian Chunin tahap pertama tersebut. " Perkenalkan aku adalah Jounin yang akan mengawasi ujian tahap kedua, dan persiapkan diri kalian untuk menuju Shi no Mori karena ujian tahap kedua ini akan terdapat banyak darah." Jelas Jounin Konoha tersebut seraya menjilat bibirnya ala psycopat dan itu sukses membuat hampir seluruh genin disana meneguk ludah.
" aku tunggu kalian disana dalam waktu tiga puluh menit, dan jangan ada yang terlambat." Ucap Jounin tersebut dan kembali melompat melalui jendela kaca yang dipecahnya tadi dan itu sukses membuat beberapa Jounin mendesah. " Apa tak ada jalan lain/ Apa tak bisa lewat pintu normal" Itulah beberapa fikiran dari para Jounin yang ada disana.
SKIP
Tiga puluh menit telah berlalu, kini seluruh genin yang lolos dalam ujian Chunin tahap pertama tersebut sudah berkumpul diempat pintu masuk Shi no Mori , termasuk team Kirigakure tepatnya team dari Naruto, dia kini sedang tidur tiduran mungkin penyakit malas dari clan Nara yang sudah menjalar pada Naruto kambuh lagi.
" Baiklah semua sudah berkumpul, aku Anko Mitarashi Jounin yang akan mengawasi tes tahab kedua dan akan aku jelaskan peraturan pada tes kedua ini." Ucap Jounin yang masuk lewat kaca tadi, dan dari sini diketahu dia bernama Anko, kini dia mengangkat sebuah kertas yang sesuatu tulisan tertulis jelas disana.
" Sebelum melakukan tes kedua ini kalian semua diwajibkan menanda tangani perjanjian ini, ini adalah sebuah perjanjian hidup mati, dengan kalian menanda tangani kertas ini kematian kalian bukan tangungan untuk desa Konoha dan jika kalian tidak menanda tangani perjanjian ini kalian dianggap mengundurkan diri dari tes kedua ini dan kalian harus bertahan hidup selama lima hari disana." Jelas Anko panjang lebar seraya mengambil setumpuk kertas dan menaruhnya dimeja depannya.
Setelah seluruh genin menanda tangani perjanjian tersebut Anko kembali meneruskan penjelasannya. " Baiklah, cara melakukan tes ini adalah dengan ini." Ucap Anko dan mengangkat dua buah gulungan dengan kanji dan warna yang berbeda. " Ini adalah gulungan langit dan bumi, kalian akan membawa salah satu gulungan ini dan yang akan kalian bawa adalah gulungan langit dan dengan ini-" Ucapan Anko henti dia mengambil sebuah kunai dan melemparkannya.
Kunai tersebut ditangkapnya dan ternyata dia adalah Naruto, dengan mata yang tertutup dan dengan posisi tertidur dia menangkap kunai yang dilemparkan oleh Anko dan jarak antara ujung kunai dengan wajahnya berkisar tiga sentimeter saja dan semua yang ada disana menatap kejadian itu dengan wajah antara kagum dan takut, kagum akan kecekatan dan ketepatan bocah tersebut dan takut karena anak tersebut terlihat begitu kuat karena kejadian itu.
" Kau hebat juga bocah, dan bisakah kau memperhatikan penjelasanku?!" Tanya Anko dengan nada yang sedikit tinggi dan menatap Naruto dengan lekat lekat karena dia seperti pernah melihat bocah tersebut. " Kau bikir ikat mataku ini aku gunakan untuk tidur Anko Mitarashi, seorang Jounin yang sangat gila akan dango, apakah aku benar Anko-chan?" Ucap Naruto sedikit bercanda dan mengubah posisinya dari tiduran menjadi berdiri.
" Dan satu lagi, walau aku terlihat bermalas malasan aku sebenarnya masih memperhatikan penjelasanmu Anko-chan." Dari ucapan tersebut membuat semua yang ada disana terkejut dan bingung pasalkan Anko berasal dari Konoha dan bocah tersebut dari Kirigakure.
" Baiklah, dengan adanya gulungan ini kalian semua jika ingin lulus harus merebut gulungan bumi dari team lain dan disini kalian diperbolehkan untuk membunuh, dan untuk tambahan kalian dilarang membuka gulungan tersebut sebelum mencapai menara pusat jika kalian melakukannya kalian akan tahu sendiri akibatnya." Jelas Anko agak cepat pasalkan dia sedang berfikir akan bocah yang mengetahui semua hal tentang dirinya dan juga dia seperti mengenal akan bocah tersebut apalagi penutup mata putih yang digunakannya.
Setelah seluruh team mengambil gulungan, satu persatu team memasuki Shi no Mori dengan berbagai ekspresi yang terpancar disana, mulai dari taku sampai menyeringai sombong, dari semua team, team yang diisi oleh Naruto berjalan perlahan menuju Anko yang membagikan gulungan tersebut, dengan perlahan Naruto mengambil gulungan tersebut dan mendekati telinga Anko seperti ingin mengatakan sesuatu.
" Berhati hatilah Anko-chan, jika tidak kulit ularmu akan aku gunakan untuk menjadi tambahan untuk ramenku, dan dangomu akan aku jadikan makanan dari peliharaanku." Bisik Naruto perlahan dan melanjutkan jalannya dan itu cukup untuk membuat Anko terkejut pasalkan bocah itu tahu akan dirinya.
BLETAK
Terdengar suara kepala yang terkena jitak dan ternyata itu adalah Naruto yang dipukul oleh Shizuka dan Haku setelah agak jauh dari Anko. " apa yang kau lakukan Naruto-kun kau bisa dihajar oleh Jounin itu!" Sayup sayup terdengar suara dari team tersebut. Anko menatap bocah tersebut penasaran. " Siapa dia, kenapa dia bisa mengetahui semuanya." Ucap Anko lirih.
" Kau mengatakan sesuatu Anko?" Tanya salah satu Jounin yang ada dibelakangnya dan hanya dijawab gelengan gugup dari Anko. Namun dari belakang Anko terlihat seorang genin yang memakai topi jerami dan hitae atte Otogakure sedang tersenyum atau tepatnya menyeringai. " Bocah yang menarik." Ucapnya lirih.
SKIP
Team dari Kirigakure telah memasuki Shi no Mori, namun dari tadi mereka belum menemui team yang membawa gulungan bumi, hanya genin genin yang membawa gulungan langit saja yang mereka temui. " Hua apa apan ini, kenapa kita sama sekali belum bertemu dengan satu team pun yang membawa gulungan bumi hah." Teriak salah satu anggota team laki laki satu satunya disana dengan frustasi dan memukul mukul pohon sampai berlubang.
" Tenanglah Naruto-kun, kita pasti bertemu jadi ber-" Ucapan dari salah satu anggota dari team tersebut terpotong karena tepukan dipundaknya. " Ssstt diam Haku, aku merasakan ada yang datang dari arah kananku berjarak sekitar lima ratus meter." Ucap anggota team tersebut dengan rambut gaya ekor kuda tersebut.
" Benarkah Shizuka-chan?!" Tanya Naruto sumringah dan langsung bangkit dari posisi sebelumnya yaitu berjongkok. " Sstt, aku serius Naruto-kun, aku juga tipe sensor walau tak begitu baik." Jawab wanita tersebut yang diketahui bernama Shizuka. " Mereka datang." Ucapnya dan benar saja datang sebuah bola api sedang melesat mengarah pada mereka.
" Wah wah, apa yang kita dapatkan satu satunya team dari Kirigakure, gulungan apa yang kalian bawa ?!"Ucap atau tepatnya perintah dari salah satu laki laki yang ada disana, dalam team tersebut semua anggota teamnya adalah laki laki.
" Otogakure? Gulungan langit yang kami bawa." Jawab Naruto singkat dan ternyata mereka adalah team dari Otogakure. " hahaha, beruntungnya kita, ayo bunuh mereka dan ambil gulungannya." Ucapnya lagi dan dapat Naruto simpulkan bahwa gulungan yang mereka bawa adalah gulungan bumi.
" Bersiaplah." Setelah selesainya ucapan dari orang yang sama mereka bertiga melesat cepat menuju Naruto dan teamnya sedangkan Naruto sudah memasang kuda kuda andalannya begitu pula dengan Haku dan Shizuka.
Orang yang tadi berbicara tersebut melesat menuju Naruto sedangkan dua lainnya menuju Haku dan Shizuka. Saat melesat genin Oto tersebut mengeluarkan kunai dan melemparnya menuju Naruto dengan tangan kanan, dan hanya dihindari oleh Naruto dengan memiringkan kepalanya kekiri, saat Naruto memiringkan kepalanya sang genin Oto tersebut merapatkan handsealnya.
Katon : Dai Endan
Sebuah peluru api besar melesat cepat menuju Naruto, Naruto menyiapkan pedangnya yang telah dialiri chakra angin miliknya, dengan sekali tebas peluru api tersebut terbelah sebelum mengenainya, Naruto berputar dan melakukan tebasan pada udara hampa didepannya dan sebuah gelombang kecil tercipta gelombang tersebut melesat menuju genin tersebut dan dihindari dengan menundukan badannya.
Dengan adanya kesempatan, Naruto melakukan tendangkan kaki kiri yang sudah dialiri sedikit chakranya pada genin tersebut, mengetahui adanya bahaya dari arah depannya genin tersebut menyilangkan kedua tangannya didepan wajahnya untuk menahan tendangan dari Naruto dan-
BUGH
Akibat adanya sedikit chakra yang dialirkan Naruto pada kakinya tendangan tersebut sedikit lebih kuat dan cukup untuk membuat genin terdorong agak jauh dari tempatnya sebelumnya. Tak mau membuang buang waktu Naruto berlari dengan tangan yang sibuk merapalkan handsealnya, setelah selesai dia melompati genin tersebut yang masih bersiaga, saat Naruto telah berada diatas sang genin sebuah kesalahan besar dilakukan sang genin Oto tersebut dia melompat menuju Naruto.
Fuuton : Daitoppa
Sebuah dorongan angin besar tercipta karena jutsu yang dikeluarkan Naruto dan karenanya genin tersebut terpental kebawah dengan cepatnya, dengan mengandalkan kekuatan Akuma no Mi miliknya Naruto menggunakan udara untuk tolakannya, dengan kecepatan luar biasa Naruto melesat menuju genin Oto tersebut dan-
DUAK
KRAK
Sebuah pukulan kuat dipungung sang genin disarangkan Naruto dan akibat efek kuatnya dari pukulan tersebut tanah yang berada dibawah sang genin Oto tersebut retak dan tercipta retakan bak sarang laba laba, genin tersebut memuntahkan darah segar dari mulutnya dan akhirnya pingsan. " Hahh hanya seperti ini saja? Sebaiknya aku menuju tempat Shizuka-chan dan Haku-nee." Ucap Naruto dan setelahnya dimelesat menuju tempat Shizuka dan Haku tak lupa dia mencari gulungan tersebut namun tak didapatkannya.
Enbu : Ni no Dan
Terdengar teriakan seorang wanita yang meneriakan jutsunya tak berselang lama puluhan kunai berterbangan menuju seorang laki laki yang sedang bersiaga, karena terkejut akan adanya jutsu tersebut laki laki itu berlari untuk menghindari dari serbuan kunai kunai yang ada menuju kearahya.
Sensatsu Suisho
Terdengar suara teriakan dari kanan Naruto dan disana terlihat ratusan senbon air yang melayang layang dan dengan sekali gerakan tangan dari sang pengendali senbon senbon tersebut melesat menuju seorang laki laki yang sedang merapatkan handsealnya.
Doton : Doryuuheki
Sebuah dinding tanah tercipta dan menahan laju senbon senbon air milik wanita tersebut, namun tak dapat menahan lebih lama lagi karena sedikit demi sedikit dinding tersebut retak dan hacur, akibatnya sang pembuat dinding tanah tersebut rela tubuhnya tertusuk ratusan senbon tersebut.
" Naruto-kun!" Teriak sang wanita yang mengeluarkan senbon senbon air tersebut, dan orang yang dipanggil hanya tersenyum dan berjalan menghampirinya. " kau sudah selesai Haku-nee? Apa kau mendapatkan gulungannya?" Tanya Naruto pada Haku dan dijawab dengan anggukan dari Haku. " Sebaiknya kita segera menyusul Shizuka-chan." Ucap Haku dan dibalas dengan anggukan dari Naruto.
Kaze no Yaiba
Kini terdengar suara teriakan wanita dari orang yang Haku sebut bernama Shizuka, dan benar saja disana ada seorang wanita yang dikelilingi oleh puluhan belati angin yang kini mulai melayang pada laki laki yang bisa diketahui jika itu musuhnya.
ARRGGG
Teriakan memilukan terdengar dari laki laki yang tertusuk puluhan belati angin disana, dia tergeletak dengan darah yang mengenang akibat tubuhnya yang berlubang. " Shizuka-chan kau sudah selesai?" Tanya Haku yang terlihat berjalan seraya memegangi tangan kanan Naruto, Haku menuntun Naruto menuju Shizuka.
" Aku sudah selesai, apa kalian mendapat gulungannya?" Tanya Shizuka dan dibalas Haku dengan mengeluarkan sebuah gulungan bertuliskan kanji yang berarti bumi. " Baiklah ayo kita menuju menara utama, dan sebisa mungkin hindari pertarungan dengan kelompok lain." Jelas Naruto dan dibalas dengan anggukan oleh dua wanita yang ada didalam teamnya.
DUAAR
DUAAR
Terdengar suara ledakan yang berasal dari arah team Naruto, NaruShizuHa terkejut akan hal tersebut namun tak dihiraukan mereka masih tetap berjalan maju, setelah sampai ditempat asal ledakan tersebut terlihat seekor ular raksasa dengan wanita yang berdiri diatasnya, sedangkan didepannya terdapat tiga genin, satu dari tiga genin tersebut tepatnya genin perempuan itu sudah pingsan dan dua lainnya sedang berdiri siaga dengan tampilan yang sangat buruk.
" Khukhukhu, ikutlah aku Sasuke-kun kau akan mendapatkan kekuatan dariku, bukankah kau sangat menginginkan kekuatan Sasuke-kun, khukhukhu." Tawa wanita yang sedang berdiri diatas ular tersebut terdengar sangat menyerampak, namun Shizuka dan Haku hanya tenang tenang saja, apalagi Naruto yang hanya berjalan melewati pohon dimana ular tersebut berada.
Karena mencium adanya mangsa ular tersebut menoleh kebawah tepat dimana tiga orang genin lewat dan wanita yang berada diatas kepala dari ular tersebut ikut melihat tiga genin yang berada dibawah mereka. "Khukhukhu, ternyata ada tiga tikus yang lewat." Ucap wanita tersebut seraya menatap tiga genin disana.
Naruto yang merasa dibicarakan akhirnya dia berhent dan diikuti oleh Shizuka dan Haku. " Hah, Orochimaru apa maumu sampai sampai kau mengikuti ujian Chunin ini?" Tanya Naruto tanpa menoleh kearah mana terdapat orang yang dia panggil Orochimaru, sedangkan Orochimaru yang dipanggil hanya terkejut dan akhirnya tersenyum.
" Khukhukhu, kau bocah yang menarik, kau dapat mengetahui siapa aku tidak seperti mereka berdua." Ucap Orochi seraya menoleh kearah dua orang yang sedang ngos ngosan akibat melawan Orochimaru. Dua genin yang dibicarakan tersebut menoleh kebawah untuk mengetahui siapa orang yang dimaksud Orochimaru tersebut dan itu sukses membuat Orochimaru terkejut bukan main, karena yang disana adalah Naruto bersama teamnya.
" Nii-san? Nii-san pergi dari sini dia bukan lawan sembarangan!" Teriak salah satu genin Konoha tersebut dan orang yang dipanggil sebagai kakaknya hanya mendecih kesal dan mendapat tatapan bingung dari Shizuka, dan sebuah tatapan sedih dari Haku.
" Sudah aku bilang aku bukan kakakmu Namikaze Uzumaki Menma, dan jangan sekali kali kau panggil aku dengan marga menjijikan tersebut!" Teriak Naruto dengan sangat emosi dan melompat tinggi setelah sampai didepan orang yang dipanggilnya Menma tersebut dia langsung melakukan sebuah tendangan keras menuju dada dari Menma dan mengakibatkan Menma terlempar jauh sedangkan teman seteamnya hanya diam dan berusaha menahan angin akibat tekanan dari tendangan Naruto tersebut.
" Khukhukhu, ternyata kau kuat juga Naruto-kun dan kau juga memiliki dendam dengan keluarga Namikaze, maukah kau ikut denganku untuk mendapat kekuatan yang lebih dari ini? Khukhukhu." Orochimaru tertawa senang dan mencoba mengajak Naruto untuk ikut bersamanya. Namun jawaban yang didapatkan berbeda dengan apa yang dia inginkan, sebuah gelombang angin tipis melesat kearahnya, karena pengalamannya sebagai Shinobi dia menghindar dengan mudah namun-
KRRAK
BRUUK
Pohon yang berada dibelakang Orochimaru tertebas dan jatuh begitu juga pohon yang berada dijalur dari tebasan Naruto dalam jarak sekitar 500 meter. "Khukhukhu, aku gunakan itu sebagai jawaban yang berarti tidak." Ucap Orochimaru lagi dengan sebuah senyuman yang dinilai oleh Naruto dengan senyuman yang menjijikan
" Kau Sasuke pergi dari sini dan bawa anggota teammu biar aku yang menahannya, dan kalian cepat kalian pergi dulu menuju menara pusat, nanti aku menyusul." Teriak Naruto pada Sasuke dan juga Shizuka serta Haku.
" Tapi Naruto-"
" Percayalah padaku Shizuka-chan, aku akan selamat dan akan makan ramen sebanyak banyaknya agar uang orang tua itu habis." Ucapan Shizuka terpotong oleh kata kata Naruto dan itu membuat Shizuka serta Haku tersenyum dan pergi meninggalkan Naruto.
" Kau jangan hosh sok kuat, aku saja hosh yang Uchiha tak bisa hosh menahannya." Ucap Sasuke sombong dan membuat Naruto mendecih lalu dengan sekali gerakan kaki Naruto menendang Sasuke yang sukses membuatnya menabrak pohon yang berada dibelakangnya.
" Jangan sok kuat kau Uchiha, bahkan hanya sekali tendanganku yang terlemah saja kau bisa terlempar, dasar lemah!" Umpat Naruto dan menoleh kembali pada Orochimaru beserta ularnya yang masih setia menunggunya, sedangkan Sasuke hanya meringis kesakitan dan mengumpat tidak jelas.
" Kau bawa ular Oro-chan?" Ucap Naruto sedikit mengejek.
" Khukhukhu, kau membuatku marah bocah, ayo kita mulai saja." Balas Orochimaru dengan seringai andalannya.
" ayo Oro-chan akan aku kuliti kulit ularmu untuk kujadikan hiasan sarung pedangku ini." Balas Naruto yang menyeringai dan membuat Orochimaru mendecih. Dengan sangat cepat ular milik Orochimaru maju dan bersiap menubruk batang pohon disana. Naruto melompat menuju dahan pohon yang lain, namun yang diincar Orochimaru bukan dia namun Sasuke yang kini digigit lehernya oleh Orochimaru yang sukses membuatnya jatuh terduduk.
" khukhukhu, kau akan datang padaku Sasuke-kun. Dan kini giliran kau Naruto-kun." Ucap Orochimaru yang kini melesat menuju Naruto dengan ular yang masih dinaikinya. Sekali lagi dahan yang diinjak Naruto patah dan membuat Naruto harus melompat menuju dahan lainnya, namun kepala dari Orochimaru lebih cepat, Orochimaru sukses menancapkan taring ularnya dan memasukan segel kutukannya pada Naruto.
" Arrgghhhahahahaha." Dari sebuah teriakan kini hanya tawa yang keluar dari mulut Naruto, Orochimaru yang bingung menarik kepalanya kembali dan dibelakang tubuhnya terdapat Naruto yang sudah bersiap siap dengan kuda kudanya.
The Death Blow
Sekali lagi tebasan tersebut melesat menuju badan Orochimaru, namun kali ini sukses membuat tubuh Orochimaru terbelah dan kepala Orochimaru yang masih panjang tersebut bergerak dengan cepat menuju tubuhnya. Dengan sekali tendangan tubuh Orochimaru terjatuh dari atas pohon. Naruto yang satunya kini berubah menjadi asap kembali.
" Apa hanya seperti itu saja kekuatan dari seorang legenda Sennin?" Tantang Naruto yang berada diatas pohon tersebut. Yang dilihatnya adalah badan Orochimaru dari dada sampai kepala, namun beberapa saat mulut Orochimaru terbuka lebar dan mengeluarkan Orochimaru yang kembali utuh, dan itu sukses membuat Naruto harus menahan mual.
"Grr, jangan remehkan aku bocah!" Orochimaru berteriak keras dan melompat menuju Naruto, Orochimaru mengeluarkan pedang Kusanagi no Tsurugi miliknya dan beradu Kenjutsu melawan Naruto, namun karena Naruto sudah sangat ahli dalam hal Kenjutsu dia dapat mengimbangi Orochimaru, kini mereka berdua melompat mundur, namun Orochimaru merentangan tangan kanannya kedepan seraya berkata.
Sen'eijashu
Muncul beberapa ular dari tangan Orochimaru dan ular ular tersebut melesat menuju Naruto, namun dengan sigap Naruto menarik penutup matanya dan membuka kedua matanya, terlihat tampang serius kini tercipta diwajah Naruto.
Errataka
Dengan sekali ucap mata Naruto yang sebelumnya berwarna putih kini berubah menjadi pola riak berwarna hitam dan merah dan ditengah tengah matanya terdapat bentuk segitiga hitam, perubahan mata tersebut sukses membuat Orochimaru terkejut dan bersiaga karena kuatnya energi yang dikeluarkan oleh Naruto. Dengan sangat cepat Naruto merapatkan handseal miliknya, setelah selesai-
Katon : Goukakyuu no Jutsu
Sebuah bola api dengan ukuran lebih besar dari rata rata yang dikeluarkan oleh seorang shinobi itu melesat menuju ular yang keluar dari tangan Orochimaru, karena merasakan adanya bahaya yang akan menuju dirinya, Orochimaru melompat kesalah satu dahan yang berada dikirinya, dari sana Orochimaru merapatkan handsealnya dan menghentakannya ketanah.
Kuchiyose no Jutsu
Seekor ular dengan ukuran besar keluar dari kepulan asap akibat jutsu yang dikeluarkan oleh Orochimaru, ular itu meliuk liuk dan melilitkan ekornya pada pohon yang dinaikinya.
" Khukhukhu, kau memang hebat Naruto-kun, aku menjadi sangat menginginkan tubuhmu, namun bukan sekarang, jadi bersenang senanglah dengan peliharaanku, sampai jumpa." Ucap Orochimaru yang kini masuk kedalam pohon yang diinjaknya, ular Kuchiyose milik Orochimaru melompat menuju Naruto yang masih berdiri dengan tenangnya, saat ular tersebut hampir mengenai Naruto entah mengapa ular tersebut seperti menabrak dinding yang tak kasat mata.
" hahh, merepotkan." Keluh Naruto seraya mengangkat tangan kanannya diudara, diatasnya tercipta puluhan tombak dari udara, dengan sekali menurunkan tangannya tombak tombak tersebut melesat cepat menuju Kuchiyose yang dikeluarkan oleh Orochimaru tersebut, akibat tombak tombak tersebut ular milik Orochimaru itu kini kembali menjadi asap tebal lagi.
" Kau tak apa Uchiha?" Tanya Naruto yang kini kembali menggunakan ikat kepalanya lagi, setelah itu dia berjalan perlahan kearah Sasuke yang masih terkejut dan tak bergerak dari tempatnya akibat pertarungan Naruto melawan Orochimaru tadi.
" Tak usah peduli padaku." Ucap Sasuke yang berdiri walau dengan sangat sulit dan akhirnya berjalan mendekati Sakura. " Dasar Uchiha, cari kawan tercintamu itu dan bawa dia kemenara pusat, mungkin dia masih bisa diselamatkan, dan ini-" Ucapan Naruto terhenti karena Naruto melemparkan gulungan langit pada Sasuke. " Itu gulungan langit, aku tahu kau berangkat dari sektor barat jadi aku tahu kau membawa gulungan bumi." Jelas Naruto seraya membalik badannya dan melompat pergi.
" Arigatou." Ucap Sasuke lirih dan sedikit tersenyum akan kebaikan Naruto padanya, akhirnya Sasuke menemui Menma yang pingsan dan membawanya menuju tempat dimana Sakura berada.
Didekat gedung pusat terlihat dua wanita yang berdiri, yang satu sedang berjalan mondar mandir tak tentu arah sedangkan satunya hanya berdiri tenang dengan menyandarkan pungungnya pada sebuah pohon, mereka adalah Haku dan Shizuka yang sedang menunggu Naruto tak berselang lama Shizuka bergerak dan sukses membuat Haku mengalihkan perhatiannya pada Shizuka.
" Naruto-kun datang." Ucap Shizuka singkat dan menatap kearah selatan dimana dia merasakan chakra Naruto yang berasal dari sana, sedangkan Haku mengikuti arah tatapan dari Shizuka dan menunggu Naruto datang.
" Yoo, maaf menunggu lama." Sapa Naruto dengan kembali menutup mata sebelah kirinya yang sebelumnya dia buka untuk melihat agar lebih jelas.
" Kau tak apa Naruto-kun?" Tanya Haku yang sedikit khawatir pada Naruto dan dibalas Naruto dengan cengiran andalannya.
" Aku tak apa Haku-nee, oh ya ayo kita menuju menara pusat aku ingin istirahat setelah ini, ular tua brengsek itu seenaknya menyerang orang dan seenaknya juga pergi." Umpat Naruto yang marah karena pertarungannya harus terhenti karena Orochimaru yang kabur dari pertarungan itu.
" Baiklah ayo." Ucap Haku dan juga sebuah anggukan kecil dari Shizuka.
Sesampainya mereka bertiga dimenara pusat, mereka akhirnya disambut oleh dua penjaga pintu disana, dan ternyata dari seluruh peserta ujian chunin tahap kedua merekalah yang datang paling awal, jadi mereka masih memiliki waktu sekitar 4hari untuk melanjutkan ujiannya menuju tahap ketiga.
SKIP TIME
Akhirnya ujian Chunin tahap kedua sudah selesai, puluhan peserta telah gagal dalam menjalankan ujian ini, namun puluhan peserta juga sudah dapat melalui ujian Chunin tahap kedua tersebut.
Kini puluhan genin dari berbagai desa telah berjejer rapih menghadap sebuah tempat dimana sang Hokage Konoha berdiri gagah disana, sang hokage mulai angkat bicara.
" Baiklah para calon Chunin, aku disini selaku pemimpin dari desa Konoha akan menyampaian peraturan dan ketentuan dari tahap ketiga ini-" Jelas sang Hokage yang dijedanya untuk menarik nafas.
" Karena banyaknya genin yang tersisa disini, maka dari itu diadakan ujian seleksi pada tahap ketiga ini, pada tahap ketiga ini kalian akan bertarung secara individu, dan bisa jadi kalian akan bertemu dengan rekan seteam kalian, penentuan pertarungan kali ini ada pada layar disana-" Jelas Minato seraya menunjuk sebuah layar yang akan menentukan siapa yang akan bertarung pada ujian tahap ketiga ini.
" Dalam pertarungan ini, kalian tidak boleh saling membunuh jika ada yang saling membunuh, dia dan teamnya akan didiskualifikasi dan jika salah satu peserta menyerah atau pingsan dia dinyatakan gugur dalam pertarungan ini, jadi apakah ada yang ingin mengundurkan diri?" Tanya Minato dan ternyata ada satu orang.
" Apa alasanmu mengundurkan diri?" Tanya Minato pada genin tersebut. " Mata saya sedikit terganggu dalam ujian tahap kedua tadi." Jawab orang tersebut.
" Kau Yakushi Kabuto, baiklah silahkan menuju tempat untuk menonton diatas sana." Jawab Minato dan dibalas anggukan dari Kabuto dan dia berjalan menuju tempat untuk menonton disana.
" Baiklah jika tak ada lagi ujian tahap ketiga dimulai" Ucap Minato dan dua nama tertulis dilayar seluruh peserta yang tidak tercantum namanya berjalan menjauh sedangkan dua orang disana tertinggal.
SKIP
Kini belasan pertandingan telah terlewatkan, dan kini dua buah nama tertulis dilayar nama pertama adalah Namikaze Uzumaki Menma sedangkan lawannya adalah Inuzuka Kiba.
" Semangatlah Menma-kun." Ucap Minato dan dibalas senyuman dari Menma dan dia berjalan santai menuju tempat diadakannya pertandingan sedangkan Kiba meloncat bersama anjing kesayangannya.
" Mari kita suguhkan kepenonton pertandingan yang seru Menma." Ucap Kiba dengan mengepalkan tangannya dan ditunjukan pada Menma.
" Mari kita lakukan Kiba." Jawab Menma dengan mantab
Gekko Hayate selaku wasit pada ujian Chunin tahap ketiga tersebut melihat kedua genin disana, dirasa kedua belah pihak sudah siap Hayate memulai pertandingan tersebut. " Hajime"
Juujin Bunshin
Akamaru kini berubah menjadi Kiba dan berlari bersama Kiba menuju Menma yang telah siap dengan kuda kudanya. Setelah sampai didepan Menma, Kiba mengerakan cakar tangan kanannya menuju kepala dari Menma, serangan tersebut dengan mudah dihindari Menma dengan melompat mundur namun didepannya kini Kiba yang satunya telah siap dengan cakar tangan kirinya. Dengan kecepatannya yang terlatih Menma menundukan badannya dan bersalto kebelakang.
Kini giliran Menma yang melakukan serangan balik pada Kiba. Dengan cepat Menma berlari menuju Kiba dan Akamaru yang kini dalam wujud Kiba, kedua Kiba disana telah siap dengan kuda kudannya, Menma berlari cepat dan melakukan pukulan pada Kiba yang berada pada sisi kanan, Kiba menghindar dengan melompat menuju sisi kirinya sedangkan Kiba yang satunya melakukan serangan dengan balasan dengan melakukan tendangan kaki kanannya yang menuju pungung dari Menma.
Dengan cepat Menma melompat maju dan berputar untuk melakukan serangan balasan dengan pukulan tangan kanan yang telah disiapkannya, dengan timeing yang tepat sebuah pukulan keras bersarang pada pipi dari Kiba dan itu sukses membuat Kiba terlempar dan berubah menjadi Akamaru.
Menma tanpa menurunkan kewaspadaannya dia membalik badannya dan menemukan Kiba yang berlari dan melompat kearahnya, saat melompat Kiba mulai berputar dan berteriak.
Gatsuga
Kini Kiba yang sudah berubah menjadi bor itu melesat menuju Menma, dengan sigap Menma melompat melewati Kiba dan saat berada dibelakang Kiba Menma membuat satu bunshin dan dengan cepat bunshin tersebut membuat sebuah bola chakra ditangan kanan Menma, dengan itu Minato tersenyum, karena anaknya akan membuat jutsu asli ciptaannya.
Kiba kini berhenti berputar dari mencoba berbalik untuk menghadap Menma, namun Menma dengan cepat berlari seraya membawa bola chakra tersebut ditangan kanannya dengan sekali dorongan bola chakra yang dipegang Menma tersebut bergerak menuju Kiba.
BUGH
Sebelum bola chakra tersebut mengenai Kiba, Akamaru sudah lebih dulu menubruk menma dengan kepalanya yang mengenai pingang sisi kiri dari Menma, Menma sedikit terdorong dan itu membuat jutsunya gagal, sebelum serangan dari Akamaru dan Kiba dilancarkan Menma dengan cepat meloncat mundur untuk mengatisipasi kejadian yang dapat membuatnya kalah.
" bagus Akamaru, mari kita lakukan lagi." Ucap Kiba dan sekali lagi melakukan Juujin Bunshin. " Kau akan kalah Menma!" Teriak Kiba yang berlari menuju Menma dan meloncat.
Gatsuga
Kiba dan Akamaru dkembali berputar namun kini bukan satu namun dua bor yang menuju Menma. Karena tak mau terkena apa apa, Menma dengan cepat merapatkan handsealnya dan berusaha untuk melakukan jutsunya.
Fuuton : Daitoppa
Sebuah dorongan angin menghadang pergerakan dari bor yang dilakukan Kiba, dengan adanya dorongan dari jutsu yang dikeluarkan Menma akibatnya Kiba dan Akamaru terlempar dan dengan cepat Menma berlari menuju Kiba yang masih belum menyentuh tanah tersebut. Dua buah bogem mentah disiapkan Menma, dengan sekali gerakan pukulan dari Menma membuat Kiba dan Akamaru terlempar kembali sebelum menyentuh tanah.
Belum sampai disitu Menma kembali membuat jutsunya rasengan ditangan kanannya dengan bantuan dari bunshinnya, dia kembali berlari menuju Kiba yang masih berusaha berdiri sedangkan Akamaru sudah pingsan akan pukulan Menma yang dialiri chakra tersebut. Kiba yang belum siap menerima serangan tersebut terpaksa harus kembali terlempar karena jutsu Menma yang satu ini termasuk kuat dan sukses membuat Kiba pingsan.
Hayate yang hanya diam karena pertandingan yang sangat seru tersebut akhirnya sadar dan mulai angkat bicara. " Pemenangnya Namikaze Uzumaki Menma." Teriak Hayate yang telah pulih dari keterkagumannya.
Minato tersenyum bangga pada Menma, dan setelahnya dia menatap Naruto yang hanya berdiri dan menyenderkan pungungnya pada dinding dibelakangnya. Minato menatap miris anaknya yang sudah menganggapnya tak ada tersebut anak yang telah diterlantarkan lebih dari 8 tahun tersebut.
Kini seluruh peserta yang belum melakukan pertandingan menatap papan yang kini mengacak nama peserta, dan muncul dua buah nama yang membuat seluruh peserta menatap keduanya. Disana tertera nama Uchiha Sasuke melawan Kumagawa Naruto. Sasuke menyeringai sedangkan Naruto hanya berwajah santai. Mereka berdua berjalan perlahan menuju tempat untuk bertanding.
" Apa yang akan dilakukan bocah buta itu melawan Uchiha."
" Bocah buta itu akan kalah dengan cepat"
Begitulah suara bisik bisik yang dikeluarkan para genin dan juga jounin pembimbing disana, bahkan para jounin Konoha yang belum mengenal Naruto dekat juga berbisik seperti itu.
" Sasuke, kau yakin akan melawan Naruto.? "Tanya Hayate pada Sasuke, dan dijawab anggukan dari Sasuke. Pasalkan Hayate tahu Naruto adalah ahli Kenjutsu yang tak bisa diremehkan.
" Hajime."
Suara dari Hayate mengema, namun yang didapatkan hanya Naruto dan Sasuke yang masih berdiri ditempat mereka.
Naruto mengangkat penutup matanya sebelah kiri menunjukan mata putih miliknya, Sasuke sedikit terkejut pasalkan dia melihat mata tersebut saat Naruto melawan Orochimaru, dengan cepat sasuke memasang kuda kudanya bersiaga. Sedangkan Naruto bersantai dengan berjalan menuju Sasuke seraya memegang pedangnya dengan tangan kanannya.
" dia cari mati" Ucap salah satu jounin yang berada didekat Hokage ketiga.
" Kau belum tahu cara bertarung dari Naruto, Guy." Ucap Hiruzen pada Guy
Sedangkan kini Naruto semakin mempercepat jalannya menuju Sasuke, dan Sasuke juga mengeluarkan kunai dari kantong ninja miliknya. Dengan cepat Sasuke pun berlari menuju Naruto.
TRANK
Kunai dan pedang saling beradu dan memunculkan percikan percikan api. Sasuke melakukan tendangan lurus kaki kanan miliknya, namun dapat ditahan dengan kaki kiri Naruto yang diangkat. Dengan tangan kirinya yang bebas Naruto mengerakannya untuk memukul Sasuke, dengan kesiagaannya Sasuke menghindar dengan melompat kearah kanannya, dengan cepat Sasuke mencoba menghunuskan kunainya pada Naruto, namun Naruto lebih cepat menghindar karena matanya yang terbuka.
Tak mau menunggu lama, Naruto lalu berlari menuju Sasuke dia bersiap dengan pedangnya yang telah dialiri chakra, dia menebaskan pedangnya pada Sasuke dan dengan sigap Sasuke menahan pedang tersebut dengan kunainya, namun karena pedang tersebut sudah dialiri chakra kunai milik Sasuke terbelah dan sukses membuat semua yang ada disana terkejut akan hal itu.
Memanfaatkan keterkejutan Sasuke, Naruto melayangkan tendangan kaki kirinya pada Sasuke, dan-
BUGH
Sasuke mundur beberapa langkah karena tendangan Naruto tersebut, tak mau menyianyiakannya Naruto kembali menebaskan pedangnya, akibat kurang cepatnya refleks dari Sasuke lengan kanan Sasuke tergores tajamnya pedang Naruto tak mau hanya itu saja yang diterima Sasuke Naruto mengambil ancang ancang untuk menendang dengan kaki kanan yang kini kembali dialiri chakra, hasilnya-
BUGH
Sasuke terlempar sekitar lima meter dan jatuh terlentang. Naruto melompat tinggi dengan menarik pedangnya, dia mulai menebas nebaskan pedangnya.
Shinigami o fukimasu
Dari tebasan tebasan yang dilakukan Naruto, muncul gelombang gelombang energi yang sangat berantakan dan bergerak cepat menuju Sasuke. Sasuke yang terkejut tak dapat berbuat banyak dia hanya bisa menghindar menghindar walau beberapa bagian tubuhnya tersayat oleh tajamnya gelombang energi yang dikeluarkan Naruto tersebut.
BUM
BUM
BUM
Suara ledakan yang terjadi akibat tabrakan dari gelombang energi yang dikeluarkan Naruto terjadi, dan menimbulkan asap tebal yang berada didalam tempat Naruto dan Sasuke bertanding. Tanpa diketahui Naruto, segel yang berada dipundak Sasuke mulai bereaksi dan menimbulkan bercak bercak hitam yang berada pada separuh tubuh Sasuke.
" Energi ini, aku mmerasakan energi yang hitam." Batin Naruto yang merasakan akan energi hitam yang terpancar dari dalam asap.
"Energi Sasuke makin meningkat. Ada apa sebenarnya." Kini Kakashi yang berfikir akan energi yang keluar tersebut.
Dengan cepat sesuatu bergerak cepat menuju Naruto yang sudah berdiri dan bersiaga, karena matanya yang dia buka Naruto dapat melihat semua pergerakan dari sosok tersebut, adu Taijutsu dan Kenjutsu pun terjadi diarena itu. Sharingan dari Sasuke beradu dengan Errataka dari Naruto, Minato, Khusina dan Menma pun terkejut akan perubahan mata dari Naruto tersebut.
Dengan sebuah kesempatan kecil, Naruto melompat mundur dan merapatkan handsealnya.
Katon : Karyuu Endan
Sebuah naga api keluar dari mulut Naruto, naga api itu menerjang menuju Sasuke yang sedang berlari menujunya. Hiruzen tersenyum pada Naruto sekaligus terkejut karena jutsu itu adalah jutsu andalannya.
Sasuke berlari dan merapatkan handsealnya.
Katon : Goukakyuu no Jutsu
Peluru naga api dan bola api itu bertubrukan dan menghasilkan asap tebal kembali, tak mai menyianyiakan kesempatan, Naruto menarik pedangnya dan memasang kuda kudanya. Shinigami o fukimasu, dengan lirih Naruto mengucapkan nama jutsunya dan mengeluarkan tebasan tebasan dengan membabi buta keseluruh asap yang ada disana,
" Arrgghhh" Suara teriakan dari Sasuke terdengar, Hayate mengeluarkan jutsu angin untuk menghilangkan asap disana dan terlihat Sasuke yang tergeletak karena terkena tebasan dari Naruto tersebut.
" Pemenangnya Kumagawa Naruto"
TBC
Saatnya balas review
Guest : Iya Naruto Missing nin, tapi mereka tak akan menyerang jika Naruto memakai hitae atte Kirigakure.
Baka Otouto : Cukup satu
Guest : Naruto tetep dingin dan acuh kok sama Keluarganya.
Uchiha Brothers : pada keluarganya hanya Naruko yang Naruto sayangi dan akan ada sesuatu nantinya.
Sekian untuk Kumagawa Naruto Chapter 6, semoga lebih baik dari yang sebelumnya.
Komozaku Wooza Out
