Kumagawa Naruto

Disclaimer: I don't own anything from naruto manga. But this fic is mine

Rate: T

Pair: Naruto x Shizuka

Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike

Summary : Hanya karena warna mata dan chakra yang berbeda dari anggota keluarganya dia dianggap aib bagi keluarga dan desanya, kini dia dibuang, diasingkan, tak dianggap. Namun setelah bertemunya dia dengan seseorang kini dia akan kembali dan membawa perubahan yang besar.

Chapter 8 ini mungkin dalam fightingnya agak gimana gitu hehehe

Monggo diwoco :D

Konohagakure no Sato, salah satu dari lima desa besar yang berada didaerah Nami no Kuni, desa tersebut kini terlihat sedikit berbeda karena kepulan asap tebal membumbung tinggi disana, kepulan asap tersebut terjadi akibat serangan atau tepatnya invasi dari Sunagakure dan Otogakure, dua desa yang bergabung untuk melakukan invasi pada Konoha, walau sebenarnya Sunagakure hanya terlibat karena ketidak tahuan mereka akan Kazekage mereka yang sebenarnya adalah Orochimaru.

Dari kejauhan terlihat tiga orang manusia yang berbeda gender, yang pertama adalah laki laki dengan sebuah mumi yang bertenger dipunggungnya, dia memakai pakaian serba hitam dan wajahnya yang terdapat garis berwarna ungu yang mungkin maksudnya untuk sebuah riasan atau sebuah tanda, dia adalah Sabaku Kankuro salah satu kakak dari orang yang kini dia bawa dipundaknya.

Sedangan orang yang satunya memiliki rambut berwarna kuning pucat yang dikucir menjadi empat bagian, wanita tersebut memiliki wajah yang lumayan menawan namun terlihat tegas, dipungungnya terdapat sebuah kipas besar yang mungkin selalu dia bawa kemana mana, dia adalah Sabaku Temari kakak dari orang yang kini sedang dibawa Kankuro.

Terakhir, dia adalah seorang anak laki laki dengan rambut jabrik merah bata, dia kini sedang diangkat oleh Kankuro dipundaknya, orang tersebut membawa sebuah gentong atau sebuah wadah pasir berwarna coklat yang diikat dengan kain berwarna merah, gentong tersebut berada dipunggung orang tersebut, dia adalah Sabaku Gaara sang Jinchuriki dari biju ekor satu Ichibi.

Dibelakang mereka terdapat empat orang yang bergerak cepat dengan meloncat dari satu pohon menuju pohon lain, keempat orang tersebut terdiri dari tiga laki laki dan satu orang perempuan. Orang pertama adalah Namikaze Uzumaki Menma, seorang bocah laki laki bersurai pirang berkilau dengan tiga guratan halus dikedua pipinya.

Disampingnya terdapat seorang laki laki dengan rambut berwarna hitam pekat, diwajahnya tepatnya dimatanya terdapat kain putih yang digunakan untuk menutup matanya walau kini pada bagian kirinya terangkat keatas yang dipergunakan untuk melihat agar lebih jelas, dipingang kirinya terdapat sebilah pedang panjang berwarna hitam tak lupa dengan jubah coklatnya yang berkibar karena terpaan angin yang dia lewati dia adalah Kumagawa Naruto, tokoh utama kita.

Dibelakang Naruto terdapat seorang anak laki laki dengan rambut raven dengan model pada bagian belakang rambut tersebut menjulang menuju atas, dia mengunakan pakaian berwarna biru tua dengan sarung tangan atau mungkin lilitan tali hitam dikedua tangannya, dibagian belakang dari baju tersebut terdapat lambang berbentuk kipas dengan bagian atas berwarna merah dan bawahnya berwarna putih, dia adalah Uchiha Sasuke, rival dari Namikaze Uzumaki Menma.

Yang terakhir, wanita musim semi Haruno Sakura seorang wanita dengan rambut berwarna merah muda, hitae atte yang diikatkan diatas kepalanya, dia menggunakan pakaian berwarna merah muda yang panjangnya mencapai lututnya, dia saat ini tepat berada disamping dari Sasuke dan dibelakang Menma.

Mereka bergerak cepat menuju arah depan tepatnya menuju arah dimana tiga Genin dari Sunagakure berada, kedua kelompok tersebut hanya berjarak sekitar lima ratus meter dengan Genin Sunagakure berada didepan para Genin Konohagakure. Tak sampai sekitar lima menit kelompok dari Genin Konohagakure telah dapat menyusul ketiga Genin Sunagakure tersebut.

SRRET

Sekitar sepuluh shuriken melesat menuju ketiga Genin Suna tersebut, mereka bertiga menyadari adanya bahaya dengan cepat menghindar walau sebenarnya hanya Kankuro dan Temari yang menhindar sedangkan Gaara yang berada dipundak dari Kankuro mengikuti pergerakan dari Kankuro. Mereka bertiga kini berdiri disebuah cabang dari sebuah pohon, Gaara yang tadinya berada dipundak dari Kankuro turun dan ikut berdiri dengan tatapan tajam menuju keempat genin didepannya.

" Ada apa kalian mengejar kami hah! Apa yang kalian inginkan dari kami, kalian ingin mati?, kenapa tidak kalian membantu para shinobi desa kalian untuk membasmi para pemberontak dari Suna dan Oto!" Gaara berteriak dengan sangat keras agar para genin dari Konoha dapat mendengarnya, sedangkan reaksi dari keempat genin Konoha tersebut berbeda, Naruto dan Sasuke hanya dengan wajah datarnya sedangkan Menma dan Sakura mengeluarkan raut wajah khawatir akan desa mereka.

" Kau menyuruhku untuk membasmi para pemberontak dari Suna dan Oto? Jadi aku akan melakukannya dengan membasmi kalian bertiga jika itu diperlukan, Gaara." Selesainya ucapan dari Naruto adalah awal dari sebuah serangan yang dilancarkan Naruto, dia melemparkan tiga buah kunai menuju ketiga genin Suna disana, namun pasir dari Gaara melindungi mereka bertiga, tak diketahui mereka bahwa Menma dan Sasuke sudah berada diatas mereka.

Katon : Goukakyu no Jutsu

Fuuton : Daitoppa

Dua buah jutsu yang berasal dari Menma dan Sasuke menciptakan sebuah bola api berukuran besar yang melesat menuju ketiga Genin Suna tersebut, Kankuro dan Temari yang mengetahui tersebut menghindar dengan cepat dengan meloncat masing masing menuju arah kanan dan kiri mereka, namun tidak dengan Gaara, dia hanya membuat sebuah lingkaran dari pasir yang berada didalam gentong miliknya untuk melindunginya.

BUUMMM

Ledakan yang tak begitu besar tercipta akibat tabrakan dari jutsu gabungan tersebut dengan pelindung pasir dari Gaara, asap tebal tercipta dari terbakarnya cabang pohon tersebut, sebuah bola pasir terjatuh dari ketinggian, Naruto yang menyadarinya tak menyianyiakan kesempatan tersebut, dia menarik pedang kesayangannya dengan sebelumnya telah diberi chakra walau tak begitu banyak,dia menarik dan menebaskannya dengan cepat dan dikembalikannya lagi kedalam sarung pedangnya.

Tanpa menyebut nama jutsu miliknya sebuah gelombang angin tercipta yang sasarannya adalah bola pasir tersebut, gelombang tersebut melesat dengan cepat dalam jalur lurus, dan-

JRRASH

BUUMM

ArrGGGRRAAHH

Sebuah teriakan yang awalnya seperti suara seorang bocah laki laki tiba tiba berubah menjadi suara yang sangat berat, dari kepulan asab yang tercipta karena tabrakan jutsu dari Naruto tersebut keluarlah sesosok monster yang meloncat dari kepulan asab tadi, dia kini berdiri disalah satu ranting yang berada tak terlalu jauh dari keempat genin Konoha tersebut.

" Ga-Gaara telah berubah" Sebuah suara yang terkesan ketakutan terdengar oleh Author, walau suara tersebut tak dapat terdengar oleh keempat genin Konoha tersebut, dan ternyata suara tersebut berasal dari Temari yang masih berdiri walau dengan kakinya yang terlihat bergetar hebat akibat rasa takut yang telah menyelimutinya.

" A-ambil jarak aman Temari-nee." Suara lain mengintruksi Temari untuk menjauh dari sang adik, suara tersebut berasal dari Kankuro yang kini lebih dahulu melompat menjauh dan disusul oleh Temari, setelah sampai pada jarak yang dikira aman mereka berhenti dan kembali menatap kearah dimana sang adik sedang berhadapan dengan empat genin Konoha.

" A-apa kita tak membantu Gaara, Kankuro?"Temari bertanya pada Kankuro tanpa menatapanya, walau dipastikan wajah dari keduanya sedang dilanda ketakutan yang amat sangat karena Gaara yang telah berubah menjadi sosok monster.

" Gaara sekarang tak tahu mana musuh mana teman Temari-nee, lebih baik kita memperhatikannya dari sini saja." Kankuro menjawab pertanyaan dari Temari dengan nada yang dibuatnya setenang mungkin, namun tak dapat dipungkiri wajahnya yang memucat dan kakinya bergetar walau tak sekuat Temari.

Kembali kepertarungan, setelah beberapa tanya jawab antara Naruto dengan Gaara mode biju separuh badan bagian kanan disana, kini Naruto sedang berusaha menyerang Gaara dengan Kenjutsunya, walau setiap serangan darinya dapat dimentahkan walau tak mudah dari Gaara, saat Naruto sedang berusaha menyibukan Gaara, Menma, Sasuke dan Sakura kini sedang berunding membuat strategi, walau Sasuke dan Menma yang kadang berbeda pendapat.

" Kalian siap?" Menma bertanya pada kedua rekan seteamnya, dan dijawab anggukan kecil dari keduanya, tak mau membuang waktu Sasuke dan Menma melompat menuju dua cabang diatas cabang yang sedang mereka injak saat ini, sedangkan Sakura maju dengan membawa sebuah kunai ditangan kanan sedangkan tangan kirinya dia gunakan untuk membawa sebuah Fuma Shuriken.

SRET

Naruto meloncat mundur menuju dahan yang berada dibelakangnya, dan ternyata disana berada Sakura yang melemparkan kunai dengan tangan kanannya menuju Gaara, namun serangan kecil tersebut dapat dimentahkan dengan mudah oleh Gaara dengan mengangkat tangan kanan atau tepatnya tangan Ichibi tersebut untuk menutupi badan bagian depannya.

Namun itulah yang diinginkan oleh Sakura dia juga dengan cepat melemparkan Fuma Shuriken yang dipegangnya dengan tangan kirinya menuju Gaara, dan lagi lagi serangan yang dilancarkan oleh Sakura dapat ditepis dengan mudah oleh Gaara, Gaara mengerang dengan cukup keras setelahnya dia melancarkan serangan balasan pada Sakura dengan shuriken shuriken pasir yang keluar dari tangan kanan Ichibi miliknya.

Naruto yang merasakan adanya bahaya walau matanya tertutup dia bergerak cepat menuju Sakura yang kini mengeluarkan sebuah kunai ditangan kanannya yang dimaksudkan untuk menghalau serangan dari shuriken shuriken pasir yang datang kearahnya, namun Naruto kini telah berdiri didepan Sakura dengan pedang yang telah ditariknya keluar,

Dengan gerakan cepat Naruto menepis puluhan shuriken pasir yang menuju kearahnya dan Sakura, namun tanpa Naruto ketahui Menma dan Sasuke kini sudah meloncat tinggi menuju Gaara, tepatnya mereka kini berada diatas Gaara, terlihat mereka telah selesai merapatkan handseal mereka.

Katon : Hosenka no Jutsu

Fuuton : Daitoppa

Sekitar lima belas burung Phoniex api melesat dengan cepat menuju Gaara ditambah dengan dorongan angin yang keluar dari mulut Menma menambah laju dan ukuran dari Phoniex Phoniex api tersebut, tak mau mati konyol Gaara yang separuh kesadarannya telah diambil oleh Ichibi mendorong tangan kanannya yang kini memanjang dan ditambah melebar untuk menghalau Phoniex api yang dikeluarkan oleh Sasuke yang ditambah dengan dorongan dari Menma.

BUUMMM

Suara ledakan yang tak begitu besar terdengar ditengah tengah hutan tersebut, sekali lagi asap tebal keluar akibat jutsu kombinasi antara Menma dan Sasuke disana, Menma dan Sasuke kini telah turun menuju Sakura dan Naruto yang berdiri agak jauh dari pusat ledakan disana, mereka menatap, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya dari ledakan tersebut.

SRRETT

Kyyaa

Sebuah teriakan keras terdengar oleh indra pendengaran dari Naruto, Menma dan Sasuke. Dan ternyata teriakan tersebut berasal dari Sakura yang kini berada dalam gengaman tangan Ichibi milik Gaara, dia ditarik menuju balik asap tebal tadi, Naruto yang terkejut akan hal itu dengan cepat merapatkan handsealnya.

Fuuton : Daitoppa

Kembali, sebuah dorongan angin keluar dari mulut Naruto yang menyapu bersih asap tebal yang berada didepannya, asap yang tadinya menutupi apa yang ada dibaliknya kini hilang digantikan dengan Gaara yang kini hampir sempurna menjadi Ichibi dengan tangan kanannya yang menuju pohon pada bagian kanannya, dan disana terdapat Sakura yang terhampit antara pohon dan tangan Ichibi Gaara.

Gaara yang tadinya separuh badannya adalah Ichibi, kini hanya bagian kakinya saja yang terlihat dan pada paha mencapai kepala disana telah menjadi bentuk mini dari Ichibi sempura, Menma dan Sasuke membulatkan matanya sempurna akan apa yang dilihatnya, Gaara yang hampir berubah menjadi Ichibi dan Sakura yang pingsan dan berada digengaman dari Gaara.

Agak jauh dari posisi tiga genin Konoha tersebut terdapat Temari dan Kankuro yang membulatkan matanya sempurna, ekspresi ketakutan tak luput dari wajah mereka, Kankuro sudah memucat sempurna dengan pupil matanya yang sudah mengecil sedangkan Temari kakinya sudah tak dapat menahan berat badannya, dia terduduk dengan wajah yang memucat dan terlihat dia kini bergetar hebat.

" Guahaha, kalian akan mati, ibu pasti akan bahagia dengan darah dari anak Hokage dan Uchiha terakhir, dan kau bocah buta aku akan membunuhmu terakhir, huahahaha" Suara Gaara yang terdengar sangat berat sukses membuat Menma dan Sasuke mengeram, mereka berdua tak terpengaruh dengan teriakan dari Gaara, sedangkan Naruto dia kini hanya menatap Gaara datar tanpa ekspresi, namun dengan perlahan dia mulai melepas ikatan dari kain yang menutupi kepalanya.

" Kau tak akan bisa membunuh kami bertiga SHUKAKU!" Naruto berteriak dengan keras dan diakhiri dengan penekanan pada kata terakhirnya, tak lupa dengan mata Ikomazennya yang telah terpampang sangar dikedua bola matanya, Menma dan Sasuke yang merasakan kekuatan besar berasal dari Naruto dengan cepat menoleh kearahnya dan didapatinya mata putih mirip Byakugan berada dimata dari Naruto.

Beda dengan Menma dan Sasuke yang terkejut akan bola mata Naruto, Ichibi terkejut karena Naruto mengetahui nama aslinya, tak berlangsung lama keterkejutan dari Shukaku dia mengerang keras dan lima buah Fuma Shuriken pasir melesat menuju mereka bertiga, Naruto yang mengetahui adanya bahaya segera menarik lepas pedangnya dan menebaskannya sebanyak lima kali, hasilnya Fuma Shuriken pasir tersebut terbelah dan terjatuh menuju tanah.

Tak sampai disitu serangan dari Gaara, dia kini kembali melemparkan shuriken shuriken pasir dengan jumlah yang bisa diperkirakan lebih dari lima puluh shuriken pasir tersebut, keempat genin Konoha tersebut masih tetap diam ditempat, namun dari ketiga genin tersebut yang menunjukan wajah tenangnya hanya Naruto dan Sasuke, mereka berdua seperti tak terpengaruh akan apa yang datang pada mereka berdua.

Tak mau terkena shuriken pasir tersebut, sekali lagi Sasuke merapatkan handsealnya sedangkan Naruto dia merentangkan tangan kanannya dengan sebelumnya dia mengembalikan kembali pedang kesayangannya.

Katon : Goukakyu no Jutsu

WWUUSSHHH

Sebuah bola api besar tercipta karena sebuah dorongan angin dari Naruto yang dia keluarkan dari telapak tangannya, bola api tersebut membabat habis shuriken shuriken api yang menuju mereka bertiga, tak mau membuang waktu mereka bertiga meloncat menuju Gaara yang sepenuhnya diambil alih oleh Shukaku, Sasuke dan Menma mengeluarkan sebuah kunai dan dipegangnya ditangan kanan mereka, sedangkan Naruto dia memegang gagang pedangnya.

Sasuke yang sampai terlebih dahulu tak mau menyianyiakannya, dia dengan cepat melempar kunainya kearah kepala dari Gaara,Gaara yang mengetahui adanya bahaya dia menarik ekor miliknya untuk melindungi kepalanya dari kunai yang dilemparkan Sasuke, Sasuke yang saat itu tak mengaktifkan Sharingan miliknya tak tahu bahwa dari samping kirinya tangan Shukaku muncul untuk menyerangnya, dan-

BUGH

Sasuke terlempar menuju Menma, sedangkan Menma yang mengetahui apa yang menuju dirinya dengan cepat dia menangkap tubuh dari Sasuke walau dia akhirnya juga ikut terdorong oleh kekuatan dari pukulan Shukaku, Naruto yang masih bebas dengan cepat menarik dan menebaskan pedangnya yang telah ditambah oleh chakra api miliknya kearah Gaara.

The Death Fire Blow

Sebuah gelompang angin berwarna merah muncul dari tebasan pedang Naruto, gelombang tersebut melesat menuju tangan kanan dari Gaara, namun Gaara yang mengetahuinya mencoba menghindar dengan melepaskan cengkramannya pada Sakura walau masih ada bagian dari pasirnya yang melilit tubuh Sakura dengan pohon dibelakangnya. Gaara melompat menuju kirinya namun disana telah menunggu bunshin dari Naruto yang tak tahu kapan dia membuatnya.

JRASH

BUGH

Tangan kiri dari Shukaku yang berada ditubuh Gaara terputus, tak sampai disitu sebuah tendangan keras dari Naruto yang asli menyusul serangan dari bunshin Naruto, da itu cukup untuk membuat Gaara terlempar mengikuti gaya gravitasi.

BUM

Tak begitu keras suara yang ditimbulkan oleh Gaara yang terjatuh dari atas pohon, namun cukup untuk membuat tanah yang ditubruknya membentuk sebuah retakan jaring laba laba.

"Grrr, bangsat akan kubunuh kau!" Gaara berteriak kesetanan dan-

BUUMMM

Sebuah ledakan besar sukses membuat Naruto terlempar dengan menabrak beberapa pohon sampai hancur, dan dia akhirnya berhenti setelah menabrak sebuah pohon besar, walau pun pohon tersebut akhirnya juga tumbang tapi itu dapat membuat Naruto berhenti, dia turun menuju sebuah cabang dipohon tersebut walau dia harus meringgis kesakitan, dia berdiri disana dan menatap kepulan asap tebal dan besar didepannya setelahnya dia tersenyum kecil.

" Akhirnya kau keluar Shukaku." Naruto tersenyum, dan senyum itu ditujukan pada kepulan asap tebal yang tercipta akibat sebuah ledakan yang tadi dihasilkan oleh Gaara, setelah menunggu cukup lama akhirnya kepulan asap tersebut menunjukan sosok besar berwarna coklat, sosok tersebut menyerupai seekor rakun, tapi yang menjadi pusat perhatian oleh Naruto adalah apa yang ada diatas kepala dari sosok tersebut.

" Kau akan mati Naruto!" Gaara berteriak dari atas kepala Shukaku, kedua kakinya masuk kepada kepala dari Shukaku, sedangkan Naruto yang ditatap oleh Gaara beserta Shukaku hanya menyeringai, dan menarik pedangnya lalu menunjukannya pada Gaara.

" Kau tak akan bisa mengalahkanku Gaara!" Naruto berteriak seraya menyeringai, setelahnya-

BUGH

Seekor katak besar menendang keras pungung dari Shukaku, katak tersebut membawa sebilah pedang disisi kiri tubuh, tak lupa sebuah rokok yang berbentuk pipa berada dimulutnya, dia atas kepala dari katak tersebut terdapat dua orang bocah yang berada disana, bocah pertama dia berdiri namun sedikit membungkuk sedangkan bocah kedua dia jatuh terduduk disana.

" Nii-san, biar aku yang menghadapinya!" Teriak Menma pada Naruto, karena jarak antara Menma dan Naruto sekarang tak begitu jauh karena Shukaku yang tadi dipukul oleh Gamabunta sekarang agak jauh dari mereka berdua.

' Matanya? Aku seperti pernah melihatnya.' Gamabunta yang melihat mata Naruto yang kini berada pada level dua, Gamabunta mulai berfikir tentang mata Naruto tapi segera jauh jauh ditepisnya karena melihat Shukaku yang mulai menembakan gelombang gelombang angin pada Gamabunta beserta Menma dan Sasuke.

Kuchiyose no Jutsu : Unicorn

Sebuah suara keras berasal dari Naruto muncul sebuah asap yang tak begitu besar, dan dari asap tersebut muncul seekor kuda putih yang sangat anggun, kuda tersebut memiliki sebuah tanduk ditengah tengah antara kedua matanya, taduk tersebut berbentuk seperti bor.

Menma yang melihat apa yang dikeluarkan oleh Naruto sedikit bingung, kenapa sang kakak mengeluarkan seekor kuda kecil untuk melawan seekor bijju. " Unicorn, bawa Sasuke kembali keKonoha, dan bilang pada perawat disana dia terluka dan suruh mereka segera merawatnya, dan Menma lemparkan Sasuke kearahku!" Naruto berkata pada Unicorn dan berteriak pada Menma, Menma hanya membulatkan matanya karena bingung akan apa yang harus dia lakukan.

" Matilah kalian!" Gaara yang marah besar segera menembakan sebuah gelombang angin besar kearah Gamabunta yang tadi sedang menatap kearah Naruto karena tertarik akan Kuchiyose yang Naruto keluarkan, Gamabunta yang melihat itu terkejut bukan main karena gelombang tersebut sekarang berjarak sangat dekat dengannya. Tak sempat menghindarinya Gamabunta beserta Menma dan Sasuke pasrah akan hal itu tapi-

SRUTT

Gelombang angin itu menghilang, digantikan oleh seekor kuda dengan tanduk dikepalanya yang terbang dengan keempat kakinya yang mengeluarkan api, tanduknya bercahaya dia mengerakan kepalanya dan sebuah gerakan dari kepalanya ditujukan pada Shukaku, tak menunggu lama dari tanduk Unicron tersebut muncul gelombang angin yang sama dengan yang dikeluarkan Shukaku tadi, tak mau ambil resiko Shukaku juga menembakan gelombang angin juga.

BUUMMM

' Berikan bocah itu padaku, biar aku membawanya menuju Konoha untuk menyembuhkan lukanya.' Sebuah suara feminim keluar dari mulut Unicorn, Menma yang mendengarnya terpesona dan akhirnya dia mengangkat tubuh dari Sasuke dan diletakannya pada pungung dari Unicron, tak menunggu lama keempat kaki dari Unicron mengeluarkan api dan dengan cepat dia berlari diudara dengan cepat menuju Konoha.

PLUK

" Tenanglah Menma, Sasuke akan selamat, Unicorn dapat memulihkan aliran chakra pada seseorang dan membuat chakra tersebut lebih cepat mengisi." Sebuah suara dari belakang Menma terdengar, dan disana terdapat Naruto yang menatap kearah Ichibi.

Ditempat Gaara, Gaara yang tadinya mengamuk menatap Naruto dan Menma dengan tatapan membunuh, 'Gaara, gunakan jutsu tidur.' Sebuah suara mengintruksinya,

"T-Tap-"

' cepat lakukan!'

" Ha'i "

Dan-

' Huahahaha, akhirnya aku bebas juga! Dan kalian akan mati!' Naruto tahu kini Shukaku telah bebas, Gamabunta yang tadinya tenang kini mendecih keras, Menma menatap dengan sedikit ketakutan.

' Bocah Kumagawa, bagaimana kau tahu nama asliku haahhh!' Shukaku yang kini telah terbebas berteriak keras dengan maksud bertanya pada Naruto, dia menatap Naruto yang kini berada dikepala dari Gamabunta dengan tajam, sedangkan Naruto yang ditatap oleh salah satu biju hanya membalasnya dengan tatapan tenangnya.

' Biarkan aku yang berkata padanya, Naruto' Sebuah suara yang bisa dikategorikan sama dengan suara berat terngiang dikepala dari Naruto, Naruto yang tahu akan siapa itu membalas dengan cara berfikir atau memfikirkan jawabannya pada suara tersebut. Kini mata dari Naruto yang tadinya terbuka semua berganti, mata sisi kanannya tertutup sedangkan mata sisi kirinya berganti warna menjadi merah dengan pupil mata yang sedikit berwarna lebih muda dari pada retinanya.

" Guahahaha kau tak akan bisa mengalahkan bocah ini Shukaku! " Suara dari Naruto yang tadinya biasa menjadi sangat berat, Menma dan Gamabunta yang tadinya bersiaga kini terkejut bukan main sekaligus membulatkan matanya, Menma menatap Naruto dengan tatapan bingung sedangkan Gamabunta sedang berfikir keras karena dia seperti pernah mendengar suara tersebut.

Dengan cepat Kurama berkata pada Menma untuk bertukar posisi. ' Grr, Sanbi ! Bagaimana kau bisa bersama bocah itu.' Kini giliran Menma yang berkata dengan suara yang sama beratnya dengan Naruto, Gamabunta yang tahu siapa itu terkejut bukan main, begitu juga dengan Shukaku dia terkejut bukan main karena mendengar dua suara biju dari dua tubuh manusia yang berbeda.

' Sanbi dan Kyuubi, kalian berdua disegel dalam dua tubuh manusia yang lemah huahaha' Shukaku berteriak mencela Sanbi dan Kyuubi dan juga dia mencela Naruto dan Menma yang saat itu dirasuki dua biju.

' Grr kau-'

' aku tak disegel didalam bocah ini Ichibi !' Suara dari Sanbi terdengar membuat Ichibi dan Kyuubi menoleh kearah Naruto yang mana dia dirasuki oleh Sanbi, namun setelahnya Naruto tersadar dari Sanbi yang mengambil alih dirinya, kedua matanya terbuka dan kini menampakan kembali mata putih bagaikan Byakugan.

' Apa maksudmu Sanbi !' Ichibi berkata pada Sanbi, namun energi dari Sanbi hilang tak dapat dirasakan oleh Ichibi dan Kyuubi kembali, digantikan dengan energi yang berasalh murni dari Naruto.

" Dia telah kembali Shukaku, dan benar kata dia, Isobu tak disegel dalam tubuhku namun dia berada dipihakku!" Kini Naruto yang berkata pada Shukaku, dan dia pun memanggil Sanbi dengan nama aslinya, Shukaku yang tadi menatap Naruto dengan bingung kini menatap Naruto dengan tatapan marahnya.

' Kau mempermainkanku bocah !' Setelah teriakan dari Shukaku terdengar kini energi hitam dan merah berkumpul didepan mulut dari Ichibi, Naruto yang tak mau terkena serangan dari Ichibi tersebut dia dengan cepat merapatkan handsealnya.

Kuchiyose no Jutsu : Garuda

Bijudama

BUUMMM

Sebuah ledakan yang lumayan besar tercipta begitu juga dengan kepulan asap yang tercipta karena tabrakan dari Bijudama dari Shukaku dan Kuchiyose dari Naruto, tak berapa lama kepulan asap yang tadinya membumbung tinggi kini menghilang digantikan dengan sosok besar dari dalam kepulan asap tersebut.

SRRETT

Dua pasang sayap keluar dari balik asap tersebut disusul dengan wujud sang pemilik sayap tersebut, dialah Garuda salah satu dari Kuchiyose spesial dari Naruto, dia berdiri gagah dengan penampilan yang berbeda dengan saat dia melawan Sanbi, dulu tangannya yang berjumlah dua buah kini berubah menjadi empat buah atau dua pasang. Sayapnya yang sebelumnya sedikit hitam kini berubah menjadi abu abu, dipergelangan dari kedua pasang tangannya ada sebuah kain berwarna merah, tak lupa jubah perangnya yang berwarna keemasan dengan pada bagian perut terdapat sebuah simbol lingkaran berwarna merah.

" Bagaimana Nii-san/Naruto bisa menghalau Bijjudama itu hanya dengan Kuchiyose?" Itulah kata batin dari Menma dan Gamabunta dengan menatap Naruto yang melompat menuju pundak kanan dari Garuda.

' Ichibi ? Salah satu dari sembilan biju, kau memintaku untuk mengalahkannya master?' Garuda yang berdiri gagah dengan keempat tangannya yang dilipat didepan dadanya, Naruto yang tadinya berada diatas kepala dari Gamabunta kini berada dipundak kanan dari Garuda.

" Aku tak ingin kau mengalahkannya Garuda, tapi aku ingin kau menahanya dan aku akan menyadarkan pangeran tidur yang ada disana, satu lagi kenapa penampilanmu berubah?" Naruto menjelaskannya pada Garuda dan diteruskan dengan pertanyaan dari Naruto pada Garuda, Garuda yang merasa ditanya hanya menurunkan keempat tangannya dari lipatannya tadi.

' Aku juga tak ta-'

'Cukup basa basinya !' Sebelum penjelasan dari Garuda diselesaikan, Ichibi yang kini marah kembali menyerang Naruto, namun Garuda yang lebih cepat menghindar dengan cara meloncat tinggi dan diikuti oleh terbangnya dia.

" Menma ! Selama aku membuat sibuk Ichibi kau berusahalah untuk membangunkan pangeran tidur itu!" Naruto berteriak pada Menma dan dibalas anggukan dari Menma, Menma merapatkan handsealnya dengan sedikit cepat, sedangkan Gamabunta seperti mengumpulkan sesuatu dimulutnya.

Katon :

Gamabunta mengeluarkan minyak yang sangat banyak dari mulutnya, Ichibi yang tahu dialah yang dijadikan sasaran segera membuat pasir pasir yang ada disana menjadi sebuah dinding yang bisa dibilang sangat tebal.

Gamayu Endan

BRRUUSSS

Sebuah api yang sangat besar menuju pada Ichibi, namun api tersebut tertahan oleh dinding pasir tebal yang dibuat oleh Ichibi tadi, namun lama kelamaan sedikit terkikis, Naruto yang tak mau menyianyiakan kesempatan emas tersebut segera melesat bersama Garuda. Naruto kini juga mempersiapkan jutsunya, terbukti karena dia kini merapatkan handsealnya dengan sangat cepat, sedangkan Garuda yang seperti mengerti maksud dari sang master segera merentangkan salah satu tangan kirinya kedepan.

Katon : Karyuu Endan

Fuuton

Naruto mengeluarkan sebuah peluru naga besar, ditambah dengan Fuuton yang dikeluarkan oleh Garuda dari salah satu tangan kirinya, dari situ terciptalah sebuah peluru kepala naga yang sangat besar dan kini melesat menuju Ichibi, Ichibi yang saat itu sedang fokus pada jutsu dari Menma terkejut karena sebuah kepala naga raksasa melesat kearahnya-

BUUMMM

Ichibi telah terkena serangan itu, namun dia masih sangup berdiri lagi walau sedikit sulit, Garuda yang tak mau mengecewakan masternya melesat menuju Gaara dan Ichibi, Ichibi yang baru bisa berdiri kini pasrah menerima serangan dari Garuda, dan-

GREP

Seekor Garuda mengangkat seekor rakun terbang tinggi, Gamabunta dan Menma tak lupa dengan Temari dan Kankuro hanya bisa membulatkan matanya, setelah dikira cukup Garuda melempar turun Ichibi, diikuti dengan melesatnya Garuda dan Naruto menuju Ichibi, setelah berada disamping dari Ichibi yang terjatuh Naruto meloncat menuju kepala dari Ichibi, keinginan Ichibi yang ingin menyerang Naruto kini hanya sebuah angan angan karena kedua tangannya dipegang oleh Garuda.

BUGH

Naruto memukul keras kepala dari Gaara, Ichibi yang tak ingin terkurung lagi berontak dan berhasil lepas dari cengkraman Garuda, setelahnya-

BUGH

Naruto terlepar karena pukulan dari Ichibi, namun sebuah kesalahan dari Ichibi dilakukannya, pukulannya tak hanya terkena pada Naruto namun juga Gaara, Gaara ikut terlempar dan Ichibi kembali menjadi pasir, sedangkan Naruto dia kini dipegang oleh Garuda yang masih melayang diudara, Menma yang khawatir menyuruh Gamabunta untuk melemparkannya pada Garuda.

Menma mendarat pada lengan kiri dari Garuda, dan dengan cepat berlari menuju Naruto yang berada pada dua tangan dari Garuda yang dibentuk menjadi sebuah cekungan dimana Naruto berada disana. " Nii-san ! Nii-san bangunlah kumohon Nii-san !" Menma berteriak keras seraya mengguncang guncang badan dari Naruto, namun tak ada jawaban dari Naruto.

" Garuda-sama, kumohon bawa Naruto-nii menuju Konoha, kumohon !" Menma berteriak pada Garuda, Garuda yang juga tak tega pada Naruto segera melesat dengan cepat dengan sebelumnya Menma menyuruh Gamabunta untuk kembali.

Diatas sebuah gedung yang lumayan besar yang kini terdapat barier atau kekkai untuk melindungi area tersebut, terlihat tiga orang laki laki tepatnya satu orang yang sudah terlihat tua sedang memegangi pundak dari seorang laki laki yang memiliki rambut putih panjang, laki laki tua tersebut pada bagian perutnya terlihat disana ada sebilah pedang yang menusuk sedangkan dibelakang dari laki laki tua tersebut ada sebuah bayangan samar terlihat seperti Shinigami.

Laki laki terakhir dia berambut kuning cerah memakai jubah putih dengan jilatan api pada bagian bawah jubah tersebut, dia terjatuh dengan posisi tengkurap dan kepala yang sedikit mendongak keatas menatap dua laki laki didepannya.

" Kau akan mati Orochimaru !" Teriak orang yang sedang memegangi pundak dari Orochimaru, dia terlihat dengan wajah datarnya namun tak dapat dipungkiri amarah telah merasuki otak dan hatinya, sedangkan orang yang dipanggilnya dengan nama Orochimaru kini menunjukan wajah takutnya, kenapa? Karena sang dewa kematian Shinigami telah dipanggil oleh orang yang sedang dia tusuk sekarang, Shinigami dipanggil dengan Shiki Fujin sebuah jutsu yang digunakan untuk menyegel sesatu yang dibayar dengan nyawa.

" Sial, pak tua ini benar benar sangat menyebalkan." Orochimaru yang kini sedang berusaha memperdalam tusukannya pada perut dari Orochimaru sedikit menunjukan wajah kesalnya, pasalnya dibelakang orang tua tersebut terdapat sang raja kera atau biasa disebut Enma, Kuchiyose dari orang tua tersebut. " Kau benar benar sangat nekat Hiruzen Sarutobi." Orochimaru berucap dengan berusaha menunjukan wajah tenangnya.

" Aku akan melindungi Konoha dan tekad api ini, walau harus mengorbankan nyawaku. Aku telah belajar banyak dari seorang bocah yang dulu dibuang namun dia kini berusaha untuk menjadi kuat dan diakui oleh seluruh dunia ninja ini. Bukan begitu Minato?" Hiruzen berujar dengan semangat seraya sedikit tersenyum dan melirik kearah seorang laki laki dengan rambut pirang yang sedikit terkejut akan ucapan dari Hiruzen tadi, dia adalah Minato Namikaze.

" Maka dari itu aku akan-"

BRRAAKK

PYYARR

Kekkai yang tadi dipasang oleh Orochimaru saat bertarung dengan Hokage ketiga dan Hokage Keempat kini pecah karena menerima sebuah pukulan keras dari sosok yang terlihat sangat besar diatas mereka, shinobi shinobi yang tadi pertarung dan sedang mengejar seseorang kini menoleh kearah dimana asal suara tersebut, dan saat mereka sadar dan mengetahuinya seluruh shinobi Konoha khususnya yang tidak dalam pertarungan bergerak cepat kearah tersebut.

" Kau tak akan bisa membunuh jiji bangsat !" Teriakan keras berasal dari pundak sosok besar tersebut, ya sosok tersebut adalah Menma yang kini meloncat dari punggung Garuda, sedangkan Garuda yang telah mengerti bahwa Menma telah turun segera melesat menuju rumah sakit yang berada diKonoha untuk memberikan sang master pada perawat yang berada dirumah sakit Konoha.

" Men-Menma ka-kau jangan kesana !" Minato yang mengetahui anak sulungnya ingin membantu Hiruzen berusaha mencegahnya, sedangkan diluar telah berbondong bondong datang puluhan shinobi Konoha yang semakin dekat dengan tempat tersebut.

Orochimaru yang tahu Hiruzen sedikit hilang konsentrasinya memanfaatkannya dengan menusukkan pedangnya sedikit lebih dalam pada Hiruzen, Hiruzen sedikit berteriak sedangkan Orochimaru berhasil lepas dari Hiruzen dan berlari pergi walau kedua tangannya harus terluka atau tepatnya mati karena pengaruh dari Shiki Fujin yang dilakukan oleh Hiruzen.

Minato yang tahu bahwa Shiki Fujin dari Hiruzen gagal segera meminta Menma untuk membantunya untuk mendekat para Hiruzen sebelum nyawa dari Hiruzen direngut oleh Shinigami. Menma yang tahu ayahnya sedang terluka membantunya untuk mendekati Hiruzen, setelah dekat beberapa segel tangan yang rumit dilakukan oleh Minato walau tak begitu cepat, setelah dirasa selesai tangan kanan dari Minato ditempelkannya pada kepala dari Hiruzen dengan sebelumnya dia meminta maaf pada Hiruzen.

Ritaan

Setelah mengucap nama jutsunya sebuah sinar berwarna kuning muncul dari tangan kanan Minato yang berada dikepala dari Hiruzen, setelah munculnya sinar tersebut Shinigami yang tadinya dipanggil oleh Hiruzen lama kelamaan hilang, bersamaan dengan itu puluhan shinobi Konoha berdatangan disana, mereka menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi.

Setelah sinar itu hilang Shinigami yang dipanggil oleh Hiruzen pun kini telah hilang, Minato mendekatkan kepalanya pada Hiruzen berusaha untuk mendengarkan detak jantung dari sang Hokage ketiga.

" Sa-Sandaime masih hidup ce-cepat bawa dia kerumah sakit!" Minato berucap dengan sedikit nada agak keras, para shinobi disana segera bergerak cepat membawa Hiruzen dan juga Minato menuju rumah sakit.

" Siapa tadi yang menghancurkan kekkai ini Menma?" Seorang Jounin dengan bekas luka garis horisontal diwajahnya tepatnya dihidungnya bertanya pada Menma, dan pertanyaan tersebut sukses membuat semua shinobi yang tersisa disana menatap Menma dengan penasaran.

" Ga-"

" Mereka semua kabur!" Sebuah suara keras terdengar disana, membuat semua shinobi dan kunoichi yang berada diatas tempat yang tadinya menjadi tempat pertarungan menoleh dan menatap para shinobi dari Suna dan Oto yang berlari tungang langgang, tapi tidak dengan tiga orang shinobi muda dan seorang jounin yang terlihat berasal dari Suna, mereka berempat meloncat dari satu rumah kerumah yang lain dan kini mereka berempat berada didepan para shinobi Konoha yang bersiap memasang kuda kuda.

" Apa mau kalian!" Iruka berteriak pada empat shinobi atau tepatnya tiga shinobi dan satu kunoichi Suna yang kini berdiri didepan mereka, maksudnya tiga berdiri dan satu berada dipundak salah satu shinobi tersebut.

" Kami minta maaf." Jounin Suna yang memakai sebuah kain yang digunakannya untuk menutup mata kirinya menunduk untuk meminta maaf pada shinobi dan kunoichi Konoha disana, dua genin Suna itupun juga mengikutinya menunduk pada shinobi dan kunoichi Konoha tersebut, Iruka mengangkat tangannya untuk mengintruksi teman temannya untuk melepas kuda kudanya.

Jounin yang diketahui bernama baki tersebut berdiri tegap kembali. " Kami tak tahu bahwa Kazekage kami adalah Orochimaru, dan sebenarnya seluruh Shinobi dan Konoichi desa Sunagakure saat Orochimaru mengerakan kami untuk melakukan invasi ini kami sempat menolah, namun apa daya dia menyamar sebagai Kazekage kami, kami tak tahu harus berbuat apa dia mengancam bahwa dia akan membunuh para shinobi Suna yang menentangnya." Baki menerangkan pada seluruh shinobi Konoha.

" Hahh, kami tak mempermasalahkan itu namun kalian harus membicarakannya pada Hokage-sama, kami tak bisa memutuskan jalan apa yang harus kami tempuh. Tapi ada apa dengan bocah itu." Iruka berkata dengan mewakili seluruh shinobi dan kunoichi yang ada disana, dan dia melanjutkannya dengan bertanya pada Baki.

" Dia lepas kendali, dia adalah Jinchuriki Ichibi dan saat dia pertarung dengan tempat genin Konoha dia lepas kendali dan melakukan jutsu tidur miliknya pada saat itulah Ichibi keluar namun dua genin kalian melawan Ichibi dan membangunkan Gaara." Temari menjelaskan apa yang terjadi pada Gaara, dan penjelasan itu sukses membuat seluruh shinobi dan kunoichi yang ada disana membulatkan mata, dengan sebuah pertanyaan yang sama dikepala mereka. Siapa dua genin yang bisa melawan Ichibi?

" Siapa mereka Temari?" Bukan Jounin Konoha yang bertanya, malahan Bakilah yang mengutarakan pertanyaan tersebut pada Temari, Temari menunjuk Menma memang saat itu berada disana.

" Dia dan-"

" Kumagawa Naruto."

T.B.C

Yoo, Kumagawa Naruto muncul membawa chapter 8 dari Kumagawa Naruto, yaahhh walau sedikit terlambat mungkin hehehe, tapi saatnya balas Review :v

Mari-chan : hehehe, pada dasarnya Naruto memang orang yang baik dalam fic ini.

Otra : Terjawab pada chapter ini

Guest : Sebenernya saya mau buat seperti itu, tapi tiga lawan tiga dua Hokage dengan seorang pemilik mata dewa, Orochimaru pasti akan kalah, jadi saya buat Naruto fighting melawan Gaara saja.

RavenMyta12 : Naru tidak membenci orang tuanya, namun dia hanya tidak menganggap bahwa mereka adalah orang tuanya.

Kang Delis : Apanya yang kurang ? jika ada mohon beritahu saya

Baiklah segitu dulu yang dibalas reviewnya, bagi pemilik aku FFN saya membalas melewati pesan untuk anda, semoga chapter ini lebih baik dari pada chapter sebelumnya, walau dalam fightingnya mungkin agak gaje :p . Kata terakhir Keep Calm and Write Fanfiction

Komozaku Wooza Out