Kumagawa Naruto

Disclaimer: I don't own anything from naruto manga. But this fic is mine

Rate: T

Pair: Naruto x Shizuka

Warning : Typo Bertebaran, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike,

Summary : Hanya karena warna mata dan chakra yang berbeda dari anggota keluarganya dia dianggap aib bagi keluarga dan desanya, kini dia dibuang, diasingkan, tak dianggap. Namun setelah bertemunya dia dengan seseorang kini dia akan kembali dan membawa perubahan yang besar.

Chapter 9

Disebuah rumah sakit diKonoha tepatnya didua kamar bernomor 40 dan 41 yang saat itu ditempati oleh dua orang laki yang sedang terluka parah, laki laki pertama adalah seorang kakek tua dengan keriput yang sudah menutupi seluruh wajahnya, rambut putihnya menandakan dia sudah sangat tua, dia adalah Hiruzen Sarutobi Hokage ketiga dari Konoha.

Sedangkan dikamar nomer 41, disana ditempati seorang bocah laki lak dengan rambut hitamnya, dia terluka dengan beberapa tulangnya patah, disamping tempat tidurnya terdapat sebuah pedang bersarung hitam, diruangan tersebut terdapat beberapa orang.

Pertama, wanita dengan rambut coklat panjangnya, dengan poni yang menutupi mata kirinya, dia adalah Mei Terumi, Mizukage keempat yang biasa disebut wanita lava karena Kekkai Genkainya yang terkenal, disebelah kanannya terdapat laki laki dengan separuh wajahnya yang ditutupi oleh perban putih dan dipungungnya terdapat sebuah pedang besar, dia adalah Zabuza Momochi salah satu dari tujuh pendekar pedang Kirigakure.

Dikiri dari Mei Terumi berdiri seorang wanita rupawan dengan rambut hitam dan bola mata berwarna hijau, pakaian hitam ketatnya menunjukan lekuk tubuhnya, dia adalah mantan putri dari Nadeshiko, Shizuka. Dikiri dari Shizuka berdiri wanita dengan rambut hitam, sebuah topeng yang entah dari mana diikat dipingang rampingnya, dia Yuki Haku wanita salju dari Kirigakure. Disana juga ada beberapa shinobi yang berasal dari Kirigakure dan Konoha.

Tak lama berselang, orang orang yang ada didalam ruangan tersebut satu persatu mulai keluar dari ruangan tersebut, dan hanya tersisa, Mei, Zabuza, Shizuka dan Haku. Dari keempat orang yang ada disana, Shizuka dan Hakulah yang terlihat sedih, entah mengapa mereka seperti memendam rasa pada sosok bocah berambut hitam didepannya itu.

Engggh

Sebuah suara lenguhan terdengar dari bocah tersebut, Zabuza berlari keluar ruangan sedangkan Mei, Haku dan Shizuka mendekatinya, sedikit demi sedikit kedua bola mata putih tersebut mulai terlihat, dan akhirnya nampak sempurna, bocah tersebut beberapa kali mengedipkan matanya untuk menyesuaikan dengan cahaya yang diterima kedua bola matanya tersebut.

Zabuza kembali dengan didampingi oleh seorang suster yang ada dirumah sakit tersebut, suster tersebut memeriksa keadaan dari anak itu seraya beberapa kali mencatatnya pada sebuah kertas yang berada ditangan kirinya. Setelah selesai, dia mendekati Mei Terumi. " Mungkin, dalam tiga sampai lima hari Naruto-san sudah boleh keluar dari rumah sakit Mei-sama." Suster tersebut menjelaskan hasil dari pemeriksaannya pada Mei dan dijawab dengan anggukan darinya.

" Kau sudah sadar Naruto-kun." Shizuka terlihat menatap wajah Naruto dengan jarak yang cukup dekat, yang sukses membuat Naruto sedikit terkejut oleh ulah mantan putri Nadeshiko tersebut, Naruto tersenyum manis pada Shizuka dan satu hal yang baru dia sadari bahwa Shizuka terlihat manis saat mengerai rambut hitam panjangnya.

" Mou,, kenapa hanya Shizuka-chan saja yang kau tatap Naruto-kun." Terdengar sebuah suara dari sisi kii Naruto, dan suara tersebut terdengar jelas diindra pendengaran Naruto sisi kiri, Naruto menoleh dan mendapati Haku yang menyilangkan tangannya didepan dada miliknya seraya memajukan bibirnya agar seperti orang yang sedang marah.

" Eh, Gomen Haku-nee, aku tak melihatmu ada disana, hehe" Naruto membalas ucapan Haku seraya menggaruk pelipisnya dan disadarinya bahwa penutup matanya tak berada ditempat seharusnya. Dengan cepat Naruto menutup kedua bola matanya, dan kelakuan tersebut menimbulkan tanda tanya besar dari kelima orang yang ada disana.

" Dimana penutup mataku?" Naruto bertanya entah pada siapa, namun- " Memangnya kenapa jika kau membuka matamu Naruto-kun, apakah akan ada berita heboh yang membuat dunia ini menjadi perang?" Mei berucap dengan maksud bercanda, keempat orang lainnya tersenyum akibat ulah Mizukage ini, namun tidak dengan Naruto.

" Jangan bercanda Mei-sama, bahkan aku bisa membunuh satu batalion anbu hanya dengan menatapnya-upss" Karena sedikit emosi, Naruto sedikit membeberkan kekuatan dari matanya dan bersamaan dengan itu, Naruto merasakan adanya chakra dari anbu yang berada disudut ruangan kamar tersebut. " Oyaji, bunuh anbu yang ada disudut ruangan itu cepat!"

Anbu yang berada disudut ruangan tersebut terkejut bukan main, dia keluar dengan cepat namun didepannya telah berdiri Zabuza dengan Kubokiribochou yang diacungkan kearahnya, dengan sekali tendang anbu yang ternyata adalah anbu root tersebut terlempar keluar dengan menembus kaca kamar tersebut, warga yang ada disekitarnya panik, tanpa pikir panjang Zabuza segera menyusulnya.

" Memangnya kenapa Naruto-kun, bukankah dia adalah anbu Kono-"

" Dia adalah salah satu dari anbu root yang ada diKonoha, dia berada dibawah perintah orang bernama Danzo, itu yang aku dengar dari beberapa shinobi dan kunoichi yang ada diKonoha, ciri dari anbu root adalah topeng yang dikenakannya, yaitu polos." Naruto memotong ucapan dari Mei dan menjelaskan apa itu anbu root pada Mei.

" Dan satu lagi, para anbu root bekerja bukan untuk Konoha, tapi bagiku mereka bekerja untuk Danzo, jika perkiraanku benar, Danzo menginginkan mataku ini." Naruto menambahkan kembali penjelasannya seraya membuka matanya yang kini berubah menjadi Errataka, dan berubahya bola mata tersebut membuat suster yang tadinya mendengarkan penjelasan Naruto terkejut dan izin untuk meninggalkan ruangan tersebut.

" dia berhasil kabur Naruto" Sebuah suara berasal dari jendela yang pecah tadi, disana berdiri Zabuza dengan Kubokiribochounya yang sedikit berlumur darah, Naruto menghela nafas sebentar." Seminggu lagi aku akan pergi dari desa ini dan jadikan aku Missing nin Mei-sama" Ucapan dari Naruto sukses membuat keempat orang yang ada disana terkejut bukan main, apalagi Shizuka yang sampai sampai meneteskan sedikit airmatanya.

" Tapi kenapa Naruto-kun kenapa kau harus menjadi Missing nin, jika begitu aku harus ikut denganmu!" Shizuka berteriak keras didepan Naruto, Naruto ingat dahulu dia dan Shizuka menjadi Missing nin bersama dalam beberapa hari dan mereka berdua menjadi partner yang sangat hebat. " Bagaimana jika Hunter nin, aku akan mendaftarkanmu menjadi Hunter nin dari Kirigakure?" Mei menawar permintaan dari Naruto, dan karena itu membuat Naruto sedikit berfikir.

" Tapi aku tak terikat dengan desa manapun, bagaimana Mei-sama?" Naruto menjawab penawaran dari Mei, Mei menhela nafas berat, berat melepaskan pahlawan Kirigakure dari Kirigakure, tapi dia mengerti Naruto berasal dari Konoha dan dia kini melepaskan diri dari semua desa yang ada.

" Baiklah Naruto-kun, tapi sekali kali datanglah keKirigakure, kami pasti akan selalu terbuka untukmu dan Shizuka-chan." Mei tersenyum penuh arti pada Naruto, dan Naruto mengangguk mantab pada Mei, namun tanpa mereka sadari sepasang telinga mendengar pembicaraan yang ada diruangan tersebut.

SKIP

Empat hari telah terlewati, Naruto telah keluar dari rumah sakit dan kini dia sedang berjalan jalan bersama Shizuka, Haku dan Menma. Mereka berjalan berdampingan, Naruto dengan Shizuka dan Haku dengan Menma, walau kadang Naruto mengejek Menma bahwa dia cocok dengan Haku tapi mereka tetap melanjutkannya dengan suka cita. Tapi-

BOFT

Seorang anbu muncul didepan mereka berempat. " Menma-sama, Naruto-sama, dan kalian berdua diminta kekantor Hokage sekarang." Anbu tersebut menjelaskan maksud kedatangannya dengan cepat, dia kini dalam posisi seperti anbu yang sedang melapor pada atasannya, Naruto meng'iya'kan ucapan dari anbu tersebut, dan seketika anbu tersebut menghilang menjadi asap.

Naruto mendesah sebentar, setelahnya dia memegang pundak dari Haku dan Menma, sedangkan Shizuka sudah memegang pundaknya dan menghilang dan Sunshin elemen yang dimiliki oleh Naruto dan hanya meninggalkan beberapa percikan api dan asap saja ditempat dimana mereka berempat menghilang.

DiKantor Hokage sedang berdiri lima orang yang sedang berbincang, mereka adalah Minato Namikaze, Kushina Namikaze, Mei Terumi, Zabuza Momochi dan terakhir Jiraiya. Tak lama kemudian didalam ruangan tersebut muncul kobaran api yang cukup besar, anbu yang berjaga disana keluar dari tempat persembunyian masing masing.

" Ada apa kau mencariku Hokage?" Dari dalam kobaran asap yang mulai menghilang muncul empat sosok manusia, mereka Naruto, Menma, Shizuka, dan Haku. Jiraiya, Minato dan Kushina terkejut karena yang dilihatnya adalah Sunshin elemen yang diperlihatkan oleh Naruto. Para anbu pun juga tak kalah terkejut akan hal itu, lebih lebih Shisui yang berada disana sebagai penjaga Hokage.

" Kau Naruto?" Salah satu anbu angkat suara, dan dari suara tersebut dapat diketahui oleh Naruto siapakah orang dibalik topeng tersebut, Minato memerintahkan para anbu untuk kembali ketempat masing masing namun satu anbu berjalan mendekati Naruto. " Kau selamat Naruto?" Dia berbicara lagi, semua yang disana bingung siapa orang dibalik topeng tersebut.

" Pasti, dan kenapa kau tak menjaga Jiji, Shisui-nii?" Naruto menyebut nama asli dari anbu tersebut dan dengan cepat sebuah pukulan sukses mengenai kepala Naruto." Dari dahulu sampai sekarang kenapa kau selalu memenggil namaku jia aku sedang bertugas hah! ". ternyata orang dibalik topeng tersebut adalah Shisui, Naruto yang terkena telak pukulan dari Shisui hanya meringgis dan sedikit tertawa.

" Ah ya Menma, Shizuka, Haku kalian tetap disini untuk mengetahui penjelasan dari Hokage, dan aku akan menuju kamar dimana Jiji dirawat, aku ingin melihat Jiji." Setelah selesai berucap Naruto menghilang dengan sebuah kobaran api yang cukup besar, semua yanga da disana hanya membulatkan matanya minus para shinobi Kirigakure.

" D-Dia meng-mengunakan Shunsin elemen semudah itu, bahkan tanpa segel tangan?!" Jiraiya yang terkejut berbicara dengan sedikit tergagap, dengan terpatah patah Jiraiya menatap kearah satu satunya anbu yang berada disana, Shisui yang merasa ditatap oleh Jiraiya sedikit meneteskan keringatnya. " Ada apa Jiraiya-sama?" Shisui bertanya walau masih ada rasa takut yang dirasakannya.

" Apa yang kau ajarkan padanya Shunsin no Shisui?" Jiraiya bertanya dengan wajah yang sedikit penasaran, namun Shisui hanya tertawa pelan seraya membuka topeng anbunya. " Bahkan aku tak pernah mengajarkan apapun padanya, yah mungkin jika Hokage ketiga sembuh kalian bisa menanyakan padanya." Shisui menjawab dengan sekenanya, dan lagi lagi Kushina dan Minato kecewa karena tak bisa dekat dengan Naruto.

" Baiklah baiklah, begini Menma kau bantu aku untuk mencari seseorang untuk menyembuhkan luka yang diterima oleh sensei." Jiraiya mengucap seraya menunjuk Menma, Menma yang tak mengerti hanya memiringkan sedikit kepalanya. " Maksudnya?" Menma bertanya dengan wajah yang tampak kebingungan dan penasaran.

" Kita akan keluar desa lagi untuk mencari seseorang untuk menyembuhkan luka dari Hokage ketiga, dia adalah medic-nin terbaik yang pernah aku temui." Jiraiya menjelaskan pada Menma dengan cara yang lebih mudah, dan itu berhasil karena Menma mengangguk paham akan apa yang Jiraiya jelaskan barusan.

" Yosh, aku akan mengajak Nii-san, Haku-chan dan Shizuka-chan" Menma berteriak lantang dengan semangatnya, namun. " Apakah tak apa, Jiraiya-sama, Mei-sama?" Haku bertanya seraya menatap Jiraiya dan Mei dan ternyata mereka berdua mengangguk bersamaan. Menma, Haku dan Shizuka tersenyum.

" Kapan kita akan berangkat Ero-Sannin?" Menma memanggil Jiraiya dengan panggilan yang biasa dia gunakan pada Jiraiya, dan itu sukses membuat Jiraiya berteriak marah, walau pada akhirnya dia juga kalah dengan Menma. " Kita akan berangkat besok"

SKIP TIME

Setelah Menma memberi tahu tentang tujuan dari Jiraiya mengajak mereka keluar desa, Naruto segera menyetujuinya dia sadar bahwa Jiraiya kini telah sadar akan apa yang dia lakukan dahulu Naruto kini sedikit lebih terbuka pada Jiraiya. Perjalanan mereka untuk mencari Tsunade yang ternyata adalah salah satu dari tiga Sannin Lagendaris tersebut sedikit menemui jalan buntu.

Mereka telah mencari diberbagai kota namun hasilnya nihil, tapi seberkas cahaya mulai muncul, Jiraiya yang ingat akan kebiasaan dari Tsunade pun berfikir dimana dia akan mencari Tsunade, akhirnya Jiraiya ingat bahwa ada sebuah kota dimana isi dari kota tersebut adalah tempat para penjudi dan satu lagi Jiraiya ingat bahwa kebiasaan dari Tsunade adalah berjudi dan mabuk mabukan.

" Ero-Sannin , kemana lagi kita akan mencari nenek itu, hampir dua minggu kita mencarinya bahkan pernah lima malam kita tak beristirahat." Menma mengeluh seraya meletakkan pungungnya pada sebuah pohon besar yang ada didalam hutan yang mereka gunakan untuk beristirahat malam ini.

" Aku ingat sebuah tempat, dimana para penjudi menyalurkan hobi judi mereka." Jiraiya mulai menceritakan kebiasaan dan hobi dari salah satu dari Sannin tersebut, Naruto, Menma, Shizuka dan Haku mengerti, bahkan Haku mengaku bahwa dia dan Zabuza pernah singgah disana beberapa saat, dan dia ingat betul rute cepat untuk sampai disana dari arah hutan yang akan mereka gunakan untuk beristirahat malam ini.

SKIP TIME

Keesokan harinya, Naruto dan teamnya mulai berangkat menuju kota yang diceritakan oleh Haku dan Jiraiya tadi malah, dibarisan paling depan terdapat Haku dan Menma, ditengah barisana terdapat Naruto dan Shizuka sedangkan dibarisan paling belakang ada Jiraiya yang memasang wajah seperti orang yang meratapi hidup karena melihat dua pasangan yang sedang mengobrol dengan santai didepannya. (Kapan mereka jadian? Belum aja?)

Perjalannan ternyata tak semulus yang mereka kira, beberapa kali mereka bertemu segerombolan bandit dan beberapa Missing nin yang menghadang perjalanan mereka. Namun karena pengalaman dari Jiraiya dan Naruto mereka dengan cepat mengatasi para bandit dan Missing nin tersebut dengan cepat, apa lagi nama Jiraiya yang sudah melalang buana didunia perninjaan -_-!

Berkat rute cepat yang diberitahukan Haku pada mereka, perjalanan yang harusnya memakan waktu dua hari hanya mereka tempuh dalam empat jam saja, walau resikonya adalah bertemu bandit dan Missing nin seperti beberapa waktu yang lalu. Kini mereka berempat mulai memasuki daerah kota tersebut, namun tanpa mereka ketahui dua orang manusia ular telah sampai dikota tersebut lebih cepat.

Jiraiya membagi tugas untuk mencari salah satu anggota Sannin dikota tersebut, dia memberi tahukan ciri ciri dari orang tersebut, setelah mengetahuinya mereka segera pergi kearah masing masing, dalam pembagian ini mereka bekerja sendiri tanpa team.

Disebuah bangunan Naruto masuk kedalam tanpa penutup mata agar dapat lebih jelas melihat dan tak menimbulkan kekacauan didalam sana, didalam Naruto menjadi pusat perhatian,tentu saja mana ada sebuah bar terdapat seorang anak kecil berusia sekitar 14tahun, Naruto masuk kedalam dan duduk disalah satu kursi bar tersebut, dia memesan sebuah air putih dan mulai bertanya tanya pada bartender disana.

Berbeda dengan Naruto, Menma masuk pada sebuah toko dango yang berada disana, dia memesan satu porsi dango yang paling lezat dan seperti halnya Naruto, dia bertanya pada penjual disana akan ciri ciri orang yang dia cari. Sedangkan Haku dan Shizuka, walau tempat mereka terpisah mereka memasuki toko dengan barang yang dijual sama yaitu, Pakaian.

Sedangkan Jiraiya, pastilah dia pergi keOnsen, dia berfikir agar bocah bocah itu saja yang mencari Tsunade dan dia akan mecari inspirasi disini, tapi tak diketahuinya bahwa salah satu bunshin dari Naruto mengikutinya, dia keluar dan menendang pungung dari Jiraiya, membuat Jiraiya terlempar menuju Onsen tersebut lalu satu detik kemudian teriakan kesakitan terdengar dari dalam Onsen tersebut. (Sadis kali kau Naruto-_-!)

Matahari sudah hampir tengelam hanya menyisakan waktu dua jam lagi, namun pencarian mereka sama sekali tak membuahkan hasil, mereka berkumpul ditengah tengah kota tersebut, mereka mulai menceritakan hal hal apa yang mereka dapatkan saat pencarian tersebut, namun-

DEG

" Jiraiya-sama, aku merasakan chakra dari ular-" Naruto berucap namun digantungnya, Jiraiya yang mengerti maksud dari Naruto menatapnya meminta penjelasan, namun Menma, Shizuka dan Haku tak mengerti akan maksud dari Naruto tersebut. " Diarah jam dua, sekitar dua kilo dari sini, disana ada tiga orang, dua ular satu aku tak mengenalnya." Naruto menjelaskannya dan setelahnya Naruto dan Jiraiya menghilang dengan Shunsin masing masing meninggalkan tiga ninja muda disana.

Menma yang tak mau ketinggalan aksi dari gurunya dan kakaknya dia mengajak Haku dan Shizuka, dan akhirnya mereka berlari cepat menuju arah yang ditunjukan oleh Naruto.

Diarah yang ditunjuk Naruto tadi berdiri tiga orang manusia, pertama dia adalah salah satu dari tiga legenda Sannin, Orochimaru. Kedua dia adalah bawahan dari Orochimaru, Kabuto. Dan terakhir dia adalah Sannin yang dicari oleh Naruto dan kawan kawannya, Senju Tsunade. Terlihat mereka sedang mendiskusikan sesuatu.

" aku akan menyembuhkannya, tapi jangan sekali kali kau menginjakan kakimu diKonoha lagi Orochimaru!" Tsunade berucap dengan suara yang sedikit keras, dan itu sukses membuat Orochimaru tersenyum puas, dia maju seraya mengangkat kedua tangannya yang menghitam efek dari Shiki Fujin yang dilakukan oleh Hiruzen Sarutobi saat pertarungan mereka berdua.

Tsunade mendekat kearah Orochimaru dengan kedua tangannya yang sudah mengeluarkan cahaya berwarna hijau kebiru biruan(saya buat sendiri) , Tsunade mengangkat tangannya mendekatkannya pada tangan dari Orochimaru, jarak terpaut tiga puluh lima sentimeter dan semakin dekat dan semakin dekat lagi dan hanya tersisa 8,45 cm lagi dan-

BUGH

BUUMMM

Sebuah kobaran api muncul disana dan sukses memukul wajah bagian kanan dari Orochimaru dan itu cukup untuk membuat tembok yang berada disisi kanan dari Tsunade berlubang atau tepatnya roboh karena Orochimaru yang terlempar akibat pukulan dari kobaran api tersebut. Namun disisi dari api kobaran api tersebut muncul sebuah kepulan asap dan menampakan Jiraiya yang berada didekat dari tsunade.

" Jiraiya apa yang kau lakukan?! Dan apa itu?" Tsunade bertanya seraya menatap Jiraiya dan beralih menatap kobaran api yang mulai hilang dan menampakan seorang bocah dengan kain putih yang menutupi kedua matanya, tak lupa pedang hitam yang berada dipingang kirinya. Tsunade terkejut namun bingung, seorang bocah dapat menghantam Orochimaru dengan mudahnya.

" Aku tahu kau akan menyembuhkan ular busuk itu Senju Tsunade?" Naruto angkat bicara seraya mengalihkan tatapannya kearah Tsunade yang masih terkejut, namun dari reruntuhan tembok tersebut muncul Orochimaru yang tertawa seraya menatap Naruto, Kabuto yang tadinya membulatkan matanya kini sadar dan melompat kebelakang dari Orochimaru, tak lupa kedua tangannya yang sudah memunculkan pisau chakra.

" Siapa kau bocah, bagaimana kau tahu namaku dan bagaimana juga kau bisa bersama Jiraiya?!" Tsunade bertanya dengan nada yang cukup keras kepada Naruto. " Khukhukhu, kau tak tahu Tsunade, dia adalah putra pertama dari hokage keempat sekarang ini, dia putra dari Minato Namikaze bersama Kushina Uzumaki dan-"

" Dan aku adalah putra kedua dari Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki!" Sebuah suara teriakan terdengar dan tak sampai satu detik kemudian muncul Menma bersama Haku dan Shizuka, mereka bertiga sudah bersiap dengan kunai masing masing. Naruto yang amarahnya memuncak segera menarik kain yang menutupi matanya.

" KAU YANG MELUKAI JIJI TAK AKAN AKU MAAFKAN!" Naruto berteriak keras dan setelahnya dia menghilang dari tempatnya dan muncul didepan Orochimaru dengan pusaran angin yang membalut kedua kepalan tangannya, tak mau membuang waktu Naruto sekali lagi memukul wajah dari Orochimaru, dan sekali lagi Orochimaru terlempar bahkan dia kini terlempar lebih jauh, sejauh lima ratus meter, sedangkan Kabuto dia terlempar tak begitu jauh karena dorongan angin yang ditimbulkan pukulan Naruto.

Semua yang ada disana membulatkan matanya, terkecuali Shizuka dan Haku mereka membulatkan matanya dan juga memucat wajahnya, mereka tahu persis seperti apa Naruto saat marah, bahkan ratusan bandit yang dulu berusaha memperkosa Shizuka dan Haku terbabat habis dalam hitungan detik.

" Siapa dia sebenarnya Jiraiya?!" Tsunade bertanya pada Jiraiya namun tatapan matanya masih terfokus pada Naruto yang masih berdiri dengan tangan kanannya menarik pedang keluar dari sarungnya dan mulai berjalan melewati tembok yang tadi hancur karena kuatnya pukulan dari Naruto.

" Dia anak dari Minato dan Kushina yang tak dianggap karena tak memiliki chakra, namun entah mengapa dia kini memiliki chakra walau tak sebesar Menma." Jiraiya menjelaskan dan Tsunade terkejut bukan main. " Tapi mengapa kau jauh jauh kesini Jiraiya dan apa maksud bocah itu dengan ucapan jiji?" Tsunade kembali bertanya pada Jiraiya yang melompat melihat keadaan Naruto.

" Orochimaru menyerang Konoha Baa-chan, dan Hiruzen-jiji melawan Orochimaru bersama dengan Tou-chan." Bukan Jiraiya namun Menma yang menjelaskannya, Tsunade terkejut namun juga bingung akan hal itu, dia menatap kearah Jiraiya yang melompat menuju Naruto sekarang,

" Tapi bagaimana bisa Orochimaru hanya terluka pada kedua tangannya?" Tsunade menatap Menma dengan tatapan perlu penjelasan, wajah Tsunade yang horor sukses membuat Menma terkejut namun akhirnya dia tenang kembali. " Orochimaru mengunakan jutsu pembangkit, entah apa namanya namun hokage-sama menjelaskan bahwa Orochimaru mengendalikan Hokage pertama dan Hokage kedua saat bertarung melawan Hokage ketiga dan Hokage keempat."

Setelah mendengar penjelasan dari Haku barusan, seketika itu juga amarah dari Tsunade meledak. Tekannan chakra yang besar keluar dari Tsunade yang membuat tanah disekitarnya meledak dan membuat ketiga bocah tersebut harus menghindar cepat. Tsunade melompat ikut dalam pertarungan antara Jiraiya dan Naruto melawan Orochimaru dan Kabuto.

Dalam pertarungan tersebut Naruto berhadapan dengan Orochimaru, amarahnya meledak ledak, dia menyerang dengan membabi buta kearah Orochimaru namun dapat dihindari dengan cepat oleh Orochimaru. Orochimaru melompat tinggi, namun dia merasakan adanya bahaya dari atasnya dan benar saja sebuah bola api besar bergerak cepat kearahnya, Orochimaru menghindar dengan mengubah kaki kirinya menjadi ular dan diarahkannya ketanah.

Orochimaru dapat menghindari, namun bahu kanannya sedikit terdapat luka bakar karena jutsu dari Jiraiya tersebut. Bola api yang dikeluarkan Jiraiya barusan masih tetap melesat dan kini mengarah pada Naruto yang berada dibawah Orochimaru tadi. Jiraiya yang terkejut berteriak keras memanggil Naruto, namun Naruto hanya menatap bola api tadi dengan datar dan setelahnya-

Jiraiya, Kabuto dan Orochimaru membulatkan matanya sempurna, bola api yang dikeluarkan Jiraiya dimakan habis oleh Naruto, dan kini kedua tangan dari Naruto memunculkan api dan bergabung dengan pusaran angin yang tadi ada pada kedua tangan dari Naruto.

Kazai Uzumaki

Naruto mengucapkan jutsunya seraya dia mengarahkan kedua tangannya kearah dimana Orochimaru berdiri, Jiraiya yang tahu bahwa Naruto akan menyerang segera meloncat sedikit agak jauh, setelahnya sebuah pusaran api muncul dari kedua tangan Naruto dan mengarah pada Orochimaru.

Kabuto yang tadi terlempar oleh tendangan dari Naruto bangkit dengan memegang sebuah kunai ditangan kanannya yang sudah dia aliri charkanya, dia berlari kearah Naruto dengan cepat. " Naruto awas!" Tsunade yang baru saja sampai berlari dengan cepat kearah dimana Kabuto akan menyerang Naruto, sedangkan Kabuto yang tak mau remuk oleh pukulan dari Tsunade segera melompat seraya melemparkan kunai yang dia pegang kearah Naruto dan-

JLEB

" Arrgh." Sebuah erangan kecil keluar dari Naruto, dan seketika itu pula api yang tadi keluar berhenti sebelum mengenai Orochimaru, Orochimaru dan Kabuto segera kabur dari tempat tersebut meninggalkan Tsunade yang saat itu berusaha meredam amarahnya, namun hal yang lagi lagi membuat Tsunade terkejut adalah kunai yang tadi menembus pungung Naruto terjatuh dan membuat punggung Naruto mengeluarkan angin dan kembali seperti semula.

Tsunade diam tak bergerak begitu pula dengan Jiraiya yang melihat Naruto baik baik saja, Tsudane sedikit bergerak dan akhirnya berjalan kearah Naruto yang kini berusaha berdiri, Jiraiya yang kini sadar juga ikut mendekati Naruto sedangkan Menma, Haku dan Shizuka sedikit mengerang kesal karena Orochimaru berhasil kabur, setelahnya mereka bertiga juga ikut mendekati Naruto.

" A-Apa Ka-kau baik baik saja bocah?" Tsunade bertanya pada Naruto dengan nada gugup, penasaran dan terkejut yang bergabung menjadi satu, Jiraiya yang pertama kali mendengar Tsunade gugup hanya sedikit menyungging senyumannya. " Aku baik baik saja Tsunade-sama, dan tolong ikutlah keKonoha untuk menyembuhkan Jiji." Naruto menjawab ucapan dari Tsunade dan setelahnya dia memohon pada Tsunade seraya membungkukan badannya dalam dalam.

" Hahhh dasar, dia sudah tua tapi kenapa malah masih memaksakan diri untuk bertarung?!" Tsunade sedikit mengerutu, namun tak lama kemudian seorang wanita dengan potongan rambut pendek datang bersama seekor babi berwarna merah muda yang ada dalam dekapannya. " Ada apa Tsunade-sama?" dia mendarat dari lompatannya dan dapat dipastikan dia adalah seorang Kunoichi sama seperti Tsunade.

" Ah kau ternyata Shizune, barusan Orochimaru datang kemari namun dia kini kabur." Jiraiyalah yang menjawab pertanyaan dari Shizune, Shizune sedikit terkejut karena jawaban dari Jiraiya tersebut, namum perasaan terkejutnya terkalahkan dengan rasa penasarannya akibat adanya empat orang bocah yang berada disana, lebih lagi ada dua orang bocah yang seperti dia kenal.

" Bukannya mereka berdua adalah Naruto dan Menma, Jiraiya-sama?" Shizune bertanya pada Jiraiya seraya menatap kedua bocah yang berdiri didekatnya, yang membuat Shizune yakin mereka berdua adalah Naruto dan Menma yakni rambut dan mata mereka, Manma memiliki rambut kuning cerah dan mata biru safir, sedangkan Naruto dia memiliki rambut hitam dengan kedua bola mata putih seperti Byakugan.

" Ya mereka adalah Naruto dan Menma, akan aku jelaskan semua dipenginapanmu, dan sebisa mungkin kalian harus kembali keKonoha." Jiraiya berucap seraya berjalan untuk pergi kepenginapan milik Tsunade dan Shizune. " Aku tak mau keKonoha!" Tsunade berucap sedikit keras, Naruto, Jiraiya dan Menma membulatkan matanya sempurna, begitu pula Shizune, Haku dan Shizuka yang tak kalah terkejutnya akibat ini.

" Kenapa kau tak mau keKonoha Tsunade?!" Naruto berucap dengan nada yang terdengar marah akibat ucapan dari Tsunade barusan, bahkan Naruto mengucapkan nama Tsunade tanpa embel embel seperti sebelumnya, Tsunade yang mendengar ucapan dari Naruto barusan sedikit mendecih tak suka.

" Kau fikir hutangku disini hanya sedikit hah bocah?" Tsunade berucap dengan nada yang terdengar agak marah seperti halnya Naruto, kini giliran Narutolah yang mendecih tak suka. " Hanya karena uang kau tak mau kembali keKonoha Tsunade-" Naruto mengantungkan ucapannya, dia menyentuh Fuin yang ada dipungung tangannya, semua yang ada disana sekali lagi terkejut akibat hal yang lagi lagi berasal dari Naruto.

Dari Fuinjutsu penyimpanan yang berada dipungung tangan Naruto, muncul sepuluh gulungan yang jatuh menapak tanah. " Berapa hutangmu disini, Tsunade?" Naruto kembali bertanya pada Tsunade, dia berucap dengan sedikit jengkel pada orang yang ada didepannya saat ini. " Lebih dari 500Juta Ryo, apa kau mau melunasi hutangku ini hah bocah?!" Tsunade berucap seraya meletakan kedua tangannya dipingangnya.

" Aku akan membayar setengahnya." Naruto berucap dan setelahnya melemparkan lima gulungan yang ada didepannya setelah ia pilih terlebih dahulu. Tsunade menangkapnya dengan cukup mudah. " Lima gulungan tersebut berisi lima kepala Missing nin A-S rank, dan masing masing kepalanya berharga sekitar 50Juta Ryo." Naruto menjelaskannya seraya mengembalikan sepuluh gulungan lainnya kedalam Fuinjutsu miliknya, dan dia berbalik pergi.

" Aku tunggu kau diKonoha selama satu minggu, namun jika kau tak datang dalam kurun waktu tersebut aku pastikan nama Senju Tsunade, salah satu dari tiga legenda Sannin hanya akan tertulis disebuah nisan!" Naruto berucap dengan nada yang menakutkan, setelahnya dia menghilang berbaur dengan udara disekitarnya, sekali lagi semua yang ada disana terkejut kecuali Haku dan Shizuka.

" Kalian berdua harus menjelaskan ini semua, Haku, Shizuka."

SKIP TIME

Sudah tiga hari Naruto berada diKonoha, tepatnya berada disamping ranjang rumah sakit milik Hiruzen Sarutobi, dia disana tak sendirian Shisui Uchiha setia bersamanya, Shisui dan Sasuke adalah dua orang yang selamat dari pembantaian clan yang dilakukan oleh Itachi Uchiha, Itachi tak tega membunuh sahabat dan adiknya sendiri, dan dia menitipkan Sasuke pada Itachi.

Naruto mulai mengerutu kesal karena Tsunade, wanita separuh baya yang memiliki wajah bak wanita berumur 20 tahun tersebut tak datang, Naruto berdiri dan berbalik menuju pintu keluar. " Kau mau kemana Naruto?" Shisui bertanya pada Naruto, dia mendengar Naruto mendesah cukup panjang. " Patung Hokage." Naruto menjawab ucapan dari Shisui singkat, setelahnya dia pergi dengan menghilang dan diikuti kobaran api yang cukup besar.

" Hati hati Otouto"

Diatas patung Hokage pertama, Naruto duduk bersila dengan rambut hitam dan kain penutup matanya yang berkibar diterpa angin sore ini, dia memandang jauh kearah gerbang Konoha, berharap Jiraiya datang bersama Tsunade untuk menyembuhkan Jijinya, dia kini bertekad untuk membalaskan luka yang diterima Hiruzen saat itu.

Dan benar saja, apa yang diharapkannya terjadi dia merasakan chakra yang dikenalnya, tepatnya empat chakra yang dikenalnya, Naruto segera menarik kain yang menutup matanya menampakan bola mata yang berwarna putih begitu juga dengan pupilnya, dia mengaliri chakra pada matanya untuk melakukan sebuah jutsu miliknya, dia dapat dengan jelas menatap Jiraiya, Shizuka, Haku dan Menma dibelakang mereka berempat nampak Tsunade dan Shizune yang berjalan perlahan.

Naruto tersenyum, dia kembali memasang kain penutup matanya dan kembali duduk bersila memposisikan badannya seperti orang yang sedang bertapa. Tsunade dan Shizune segera pergi menuju rumah sakit Konoha setelah melewati para warga yang menyambut mereka berdua, tak lupa Jiraiya dan Menma begitu pula dengan Haku dan Shizuka mereka berenam segera pergi menuju rumah sakit Konoha.

Setelah sampai dirumah sakit, Tsunade dan Shizuna beserta para perawat yang ada disana segera berkumpul dikamar yang ditempati Hiruzen, mereka mulai melakukan pengobatan pada Hiruzen. Minato dan Kushina yang mendengar kabar bahwa Tsunade dan Shizuna kembali untuk mengobati Hiruzen segera datang kerumah sakit yang ada didesa kesayangannya tersebut.

Setelah Minato dan Kushina sampai disana, banyak para petinggi clan sudah ada disana, mereka melihat Jiraiya dan Menma memasang wajah khawatir mereka dan Kushinalah yang pertama kali berlari kearah Menma. " Yokatta, Menma-chan kau selamat!" Kushina berteriak keras, dengan segera para petinggi clan beserta beberapa suster yang lewat memberi isyarat pada Kushina untuk diam.

" Ah aku lupa memberi selamat padamu Jiraiya-sama atas misi membawa putri Tsunade kembali keKonoha." Shikaku berucap seraya menjabat tangan Jiraiya, Jiraiya tersenyum kecil. " sebenarnya bukan aku yang dapat memaksa Tsunade-hime untuk kembali keKonoha." Jiraiya berucap dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya.

" Siapa dia Jiraiya-sama, aku ingin mengucapkan terima kasih padanya." Chouza Akimichi berucap dengan bersemangat, para petinggi clan lainnya pun menatap kearah Jiraiya, begitu pula dengan Minato dan Kushina yang ikut nimprung ( lupakan yang terakhir )

" Dia adalah Kumagawa Naruto." Bukan Jiraiya yang menjawab, namun Tsunade yang menjawab pertanyaan dari petinggi clan Akimichi tersebut, semua petinggi clan minus clan Nara terkejut bukan main akan jawaban dari Tsunade barusan.

" Ya betul dia yang membawa Tsunade-sama kembali kesini, setelah memukul mundur Orochimaru dia membantu membayar separuh hutang dari Tsunade-sama dengan memberikan lima gulungan yang berisi kepala Missing nin A-S rank pada kami berdua." Shizune menjelaskan hal yang terjadi saat misi membawa putri Tsunade kembali, dan lagi lagi semua yang ada disana terkejut bukan main minus Jiraiya dan Menma.

" Be-benarkah itu Jiraiya-sama?" Shikaku yang masih dalam keadaan terkejut berusaha bertanya pada Jiraiya, dan dijawab dengan senyuman serta anggukan mantab dari Jiraiya saat itu. Namun dari semua yang ada disana, hanya satu orang yang tersenyum bagai iblis, dia segera berbalik badan dan pergi dari tempat tersebut, diikuti oleh dua anbu yang menjadi pengawalnya.

" Aku harus dapatkan bocah bernama Kumagawa Naruto."

T.B.C

Sekali lagi maaf atas keterlambatan dalam update, beberapa hari ini mood saya untuk menulis sempat terganggu. Dan untuk word yang menurut saya kurang panjang, itu dikarenakan waktu yang menyempit, jadi saya mohon maaf.

Saatnya balas review

Otra : Dia akan mengakui Kushina dan Minato dalam beberapa chapter lagi, mungkin :v

Kuchiharu97 : Saya usahakan untuk humornya hehehe

Madara Ootsutsuki : Yah, gimana ya saya kurang pengetahuan dalam hal tersebut, jadi saya mohon maaf

Paramarthauzumaki45 : Pair tetap Shizuka saja, dan itu cukup :v

Baiklah terimakasih untuk reviewnya, dan saya mohon untuk penilaian dan jangan segan segan dalam memberi saran dan juga tanggapan tentang fic ini.

Komozaku Wooza Out